I Gusti Ngurah Made Kusuma Negara
Institut Teknologi Dan Kesehatan Bali

Published : 47 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERANAN ORANG TUA DALAM PENGEMBANGAN SIKAP TANGGUNG JAWAB PADA ANAK Kusuma Negara, I Gusti Ngurah Made; Rismawan, Md; Astawa, I Gd Satria
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (655.621 KB) | DOI: 10.37294/jrkn.v3i1.133

Abstract

Orang tua memiliki bertanggung jawab untuk menjamin keberlangsungan dan pembentukan pertumbuhan dan perkembangan anak yang optimal. Tanggung jawab tersebut dapat dicapai melalui peran orang tua yang berkualitas dalam mengasuh, memelihara, mendidik, dan melindungi anak. Salah satu bentuk perkembangan anak yang harus dicapai dengan optimal adalah rasa tanggung jawab pada anak. Seorang anak perlu mengembangkan rasa tanggung jawab sebagai persiapan pada saat dewasa nanti. Peranan orang tua dalam mengajari rasa tanggung jawab dapat dilakukan pada saat masa anak dimulai. Permasalahannya adalah dalam menjalankan peranannya tersebut, orang tua sering menghadapi beberapa masalah atau hambatan yang berpengaruh dalam pembentukan tumbuh kembang anak yang optimal salah satunya pengembangan rasa tanggung jawab pada anak.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui factor yang berpengaruh terhadap peranan orang tua dalam pengembangan sikap tanggung jawab pada anak. Responden pada penelitian ini adalah orang tua di wilayah kerja Puskesmas II Mengwi. Pada penelitian ini variable akan diukur menggunakan kuesioner. Pengujian hipotesa dilakukan dengan analisis regresi logistik. Dari lima variable independent, menunjukkan bahwa hanya 3 independen variabel yang significant dan berkontribusi dalam model (jenis kelamin, pendidikan dan pekerjaan). Dari ketiga variable tersebut, factor pendidikan merupakan factor yang paling dominan (OR = 5,199).
HUBUNGAN ANTARA JENIS INSISI KATARAK DENGAN KEJADIAN SINDROMA MATA KERING PADA PASIEN PASCA OPERASI KATARAK DI RUMAH SAKIT MATA BALI MANDARA Widiadnyana, I Nyoman; Nuryanto, I Kadek; Negara, I Gusti Ngurah Made Kusuma
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (870.027 KB) | DOI: 10.37294/jrkn.v1i1.38

Abstract

Background: Cataract surgery is a surgery for cataract patients. This surgery has some complications, such as the occurrence of dry eyes syndrome. There are two techniques of cataract surgery; they are Phacoemulsification and SISC with different type of incision. The purpose of this study was to determine the relationship between the types of cataract incision with the incidence of dry eyes syndrome. Methods: This study used descriptive correlation design with cross-sectional approach. The sampling technique used was non-probability sampling with consecutive sampling technique. The total sample used in this study were 78 respondents, in which 51 respondents had undergone Phacoemulsification incision and 27 respondents had undergone SICS incision. The data collection tool used was the OSDI questionnaires. Results: 10 respondents who had the SISC and 5 respondents who had the Phacoemulsification experienced dry eyes syndrome. The result of Chi Square test showed that p-value was 0.009; which means there was a significant relationship between the types of cataract incision with the incidence of dry eyes syndrome. Conclusion: The types of cataract incision had a significant relationship to the occurrence of dry eyes syndrome. Therefore, nurses are expected to be able to provide care and give CIE (communication, information, and education) to reduce the complications. Keywords: cataract, dry eyes syndrome, type of incision
PENGALAMAN ORANGTUA TENTANG MANFAAT BAWANG MERAH PADA ANAK YANG MENGALAMI DEMAM: STUDI FENOMENOLOGI Rismawan, Made; Negara, IGNM Kusuma; Agustini, Ni Komang Tri
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.134 KB) | DOI: 10.37294/jrkn.v3i2.175

Abstract

ABSTRAK.Latar Belakang. Pengalaman orang tua penting diteliti agar manfaat bawang merah khususnya untuk menurunkan demam anak menjadi lebih jelas sehingga dapat mencegah terjadinya komplikasi lebih lanjut pada anak yang mengalami demam. Metode Penelitian. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi yang dilaksanakan di Puskesmas I Denpasar Selatan. Penelitian ini menggali pengalaman orang tua khususnya tentang cara pemberian bawang merah pada anaknya. Jenis data pada penelitian ini adalah data primer dan sekunder dengan menggunakan pedoman wawancara semi terstruktur dengan teknik in-deepth interview. Hasil pengumpulan data dianalisa menggunakan analisa data kualitatif. Hasil Penelitian. Semua informan pada penelitian ini menyatakan bahwa pemberian bawang merah bermanfaat menurunkan demam yang dirasakan oleh anak mereka. Pembahasan. Pemberian bawang merah pada anak yang mengalami demam dapat dilakukan oleh orang tua. Melalui pemberian bawang merah ini, maka akan mampu menurunkan komplikasi akibat demam. Orang tua juga harus mampu mengidentifikasi derajat demam anak sehingga dapat memutuskan dengan tepat kapan waktunya anak harus dibawa ke pelayanan kesehatan. Simpulan. Pemberian bawang merah mampu menurunkan demam yang dirasakan oleh anakKata kunci : pengalaman orang tua, pemberian bawang merah, anak demam. ABSTRACT. Background. Parents' experience is important to be investigated to identify the benefits of shallot in particular to reduce a child's fever become clearer. So that it can prevent further complications in children who have a fever. Research methods. This research is a qualitative research with a phenomenological approach carried out at the Health Center I of South Denpasar. This research explores the experiences of parents especially about how to give shallot to their children. The type of data in this study are primary and secondary data using semi-structured interview guidelines with in-depth interview techniques. The results of data collection were analyzed using qualitative data analysis. Research result. All informants in this study stated that giving shallot was useful in reducing the fever felt by their children. Discussion. Giving shallot to children who have a fever can be done by parents. By giving shallot, it will be able to reduce complications due to fever. Parents also need to be able to identify the degree of a child's fever so that they can decide exactly when the child should be taken to health services. Conclusions. Giving shallot can reduce the fever felt by children.Keywords: parental experience, giving shallots, fever children.
HUBUNGAN ANTARA SOSIO-DEMOGRAFIK DAN PENGETAHUAN DENGAN PERILAKU ORANG TUA DALAM PEMILIHAN ALAT PERMAINAN EDUKATIF (APE) DI DENPASAR Kusuma Negara, I Gusti Ngurah Made; Agra Darmawati, I Dewa Ayu
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (429.338 KB) | DOI: 10.37294/jrkn.v1i2.84

Abstract

ABSTRAKPendahuluan: Proses tumbuh kembang anak dapat berlangsung secara alamiah, tetapi proses tersebut sangat bergantung kepada orang dewasa dimana berperan sebagai orang tua. Permasalahan yang dihadapi saat ini adalah semakin berkurangnya daya kreatif yang dimiliki oleh anak. Salah satu faktor yang mempengaruhi adalah pola asuh orang dewasa atau perilaku orang tua dalam pemberian alat permainan bagi anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara sosio-demografic dan pengetahuan dengan perilaku orang tua dalam pemilihan alat permainan edukatif (APE) di Denpasar.Metodologi: Pada penelitian ini variable akan diukur menggunakan  kuesioner. Responden yang diguanakan adalah orang tua yang memiliki balita dan berada di wilayah Puskesmas III Denpasar Selatan. Jumlah sampel sebanyak 106 responden. Pengujian hipotesa dilakukan dengan analisis analitik korelational.Hasil: penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara factor sosio-demographic dan pengetahuan dengan perilaku orang tua dalam pemilihan APE. Kata kunci:  Alat Permainan Edukatif, bermain, balita.
DETEKSI DINI KETERLAMBATAN PERKEMBANGAN UMUM (KPU) PADA SISWA PAUD DI KOTA DENPASAR Rismawan, Made; Negara, Kusuma; Kasmini, Kadek Parsi
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (422.425 KB) | DOI: 10.37294/jrkn.v2i1.100

Abstract

ABSTRAK.Latar Belakang. Masalah pertumbuhan dan perkembangan pada anak khususnya keterlambatan perkembangan umum masih terjadi. Diagnosis awal dan pengenalan tanda-tanda gangguan pertumbuhan dan perkembangan sangatlah penting dilaksanakan. Keterlambatan perkembangan umum (KPU) atau global developmental delay (GDD) adalah bagian dari ketidakmampuan mencapai perkembangan sesuai usia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran deteksi dini KPU pada siswa PAUD di Kota Denpasar. Metode Penelitian. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilakukan di empat PAUD di Kota Denpasar yaitu TK Kumara Loka, TK Mas Kumara, TK Widya Kumara dan TK Negeri Pembina Denpasar. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa PAUD yang berjumlah 131 siswa yang dipilih menggunakan teknik random sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner Summary of Diabetes Self Care Activities. Instrumen penelitian adalah alat timbang berat badan, alat ukur tinggi badan dan instrumen Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP). Hasil Penelitian. Hasil analisa data menunjukkan bahwa 116 (88%) responden memiliki pertumbuhan dan perkembangan yang sesuai dengan umurnya, 5 (4%) meragukan, dan 10 (8%) responden menyimpang. Frekuensi gambaran keterlambatan perkembangan pada siswa PAUD di Kota Denpasar 15 responden yang mengalami keterlambatan perkembangan, seluruhnya (100%) mengalami keterlambatan. Pembahasan. Masalah keterlambatan pertumbuhan dan perkembangan anak dapat akibat pola asuh orangtua, pengasuh ataupun suatu penyakit. Keterlambatan motorik pada anak bisa disebabkan oleh sedikitnya rangsangan yang diterima si kecil baik oleh pengasuh, orangtua ataupun mainanya.Hal ini menunjukkan bahwa keterlambatan ini sangat kompleks dan perlu upaya pencegahan agar dampaknya tidak merugikan anak. Simpulan. Oleh sebab itu, orang tua memiliki peran yang sangat penting dalam setiap tahap perkembangan anak. Kata kunci : keterlambatan perkembangan umum, siswa PAUD ABSTRACT.Background. Problems of growth and development in children, especially delay in general development still occur. Early diagnosis and introduction of signs of growth and developmental disorders. General development delays (KPUs) or the development of global delay (GDD) are part of the inability to reach the age of development. This study aims to determine early detection of PAUD students in Denpasar City. Research methods. The research design used is descriptive quantitative with cross-sectional approach. The research was conducted in four PAUD in Denpasar City namely Kumara Loka TK, TK Mas Kumara, TK Widya Kumara and TK Negeri Pembina Denpasar. The sample in this study were PAUD students who used 131 students selected using random sampling technique. The research instrument used questionnaires Summary of Diabetes Self-Care Activity. Instrument of Pre-Screening Questionnaire (KPSP). Research result. The result of data analysis showed 116 (88%) respondents had growth and development according to their age, 5 (4%) were dubious, and 10 (8%) respondents deviated. The frequency of aging in PAUD students in Denpasar City 15 respondents experiencing developmental delay, training (100%) experienced delays. Discussion. The problem of delayed growth and development of children can be caused by child care, caregiver or a disease. Motor delays in children can be demanded by the victim of stimulation received by the child either by the caregiver, old or playanya.Hal this shows the existence of this delay is very complex and need preventive efforts in order not to harm the child. Conclusion. Therefore, parents have a very important role in every stage of child development. Keywords: general development delay, PAUD students
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG HIPERTENSI TERHADAP KEPATUHAN PASIEN UNTUK KONTROL TEKANAN DARAH Kusuma Negara, I Gusti Ngurah Made; Jiryantini, Ni Wayan Serly; Parwati, Ni Wayan
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.741 KB) | DOI: 10.37294/jrkn.v3i2.176

Abstract

Latar Belakang: Jumlah penderita hipertensi cenderung mengalami peningkatan. Hipertensi yang tidak terkontrol akan mengembangkan dan menyebabkan komplikasi berbahaya bagi penderitanya. Dalam perkebangannya, hipertensi di masyarakat masih sering diabaikan. Banyak penderita hipertensi tidak memeriksakan kondisinya secara rutin. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan tentang hipertensi dan kepatuhan pasien untuk kontrol tekanan darah. Metode: Penelitian ini menggunakan korelasi desain analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampel menggunakan sampel jenuh melibatkan 197 orang. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan menggunakan tes Spearman rho. Hasil: Analisis univariat menunjukkan bahwa pengetahuan responden tentang hipertensi, sebagian besar dalam kategori sedang (46,7%). Demikian pula, kepatuhan dalam mengontrol tekanan darah juga sebagian besar dalam kategori sedang (82,7%). Hasil analisis bivariat menunjukkan pengetahuan yang signifikan tentang hipertensi dan kepatuhan pasien untuk kontrol tekanan darah (nilai p <0,001 dan r = 0.271).
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEGAGALAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS I DENPASAR BARAT Astawa, I Gd Satria; Syandini, Ni Kd Nopi Sri; Kusuma Negara, I Gusti Ngurah Made; Mastryagung, G A Dwina
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (678.268 KB) | DOI: 10.37294/jrkn.v3i1.131

Abstract

Tujuan : Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kegagalan pemberian ASI eksklusif di wilayah kerja Puskesmas I Denpasar Barat.Metode : Metode dalam penelitian ini menggunakan pendekatan cross-sectional menggunakan tehnik pengambilan sampel non probability sampling  dengan metode Convinience Sampling. Penelitian dilakukan di wilayah kerja Puskesmas I Denpasar Barat, alat pengumpulan data menggunakan kuesioner  dengan jumlah sampel sebanyak 189 responden.Hasil : Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan kurang tentang ASI eksklusif yaitu 103 (54,5%), sebagian besar responden dengan dukungan suami kurang yaitu 90 (47,6), dan responden dengan status pekerjaan tidak bekerja yaitu 116 (61,4%). Hasil uji statistik menggunakan uji Chi Square menunjukkan p-value <0,05.Kesimpulan : Kesimpulan dalam penelitian ini terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan ibu, dukungan suami, dan status pekerjaan ibu dengan kegagalan pemberian ASI eksklusif
PENGARUH PENGGUNAAN ALAT PERMAINAN EDUKATIF TERHADAP PERILAKU MENCUCI TANGAN SISWA SEKOLAH DASAR NEGERI Rismawan, Made -; Negara, IGNM Kusuma
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (937.133 KB) | DOI: 10.37294/jrkn.v3i1.144

Abstract

ABSTRACT. Background. One of the causes of the low hand washing behavior in public elementary school students is due to the limited learning media used. The Educational Game Tool (EGT), specifically the snake ladder game, can be used as an alternative learning media about hand washing behavior in public elementary school students. This study aims to determine the effect of using EGT on hand washing behavior of public elementary school students in Denpasar City. Methods. This pre-experimental study used the design of the One Group Pre-Post Test Only and was carried out at SDN 3 Tonja. The sample in this study were 30 first grade students who were selected using a simple random sampling technique. The research instrument uses the Hand Washing Questioner and a snake ladder game developed by researchers. Result. The test results of data analysis using the Wilcoxon Sign Rank test showed that the handwashing behavior of all participants significantly increased after treatment (M = 15.5, p <0.001). Discussion. A pleasant EGT makes it easy for children to understand the positive behavior they want to instill. While carrying out this game, children begin to accept and be ready to carry out proper hand washing behavior in their daily lives. Through the games given, information about proper hand washing behavior is acceptable. Conclusion. EGT has an effect on increasing handwashing behavior in elementary school students.Keywords: educational game tool, hand washing behavior, elementary school students
PENGARUH DEMONSTRASI HAND WASHING DANCE TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN ANAK USIA SEKOLAH TENTANG MENCUCI TANGAN YANG BENAR DI SDN 2 PEMECUTAN Lestari, Ni Komang Mei Kumala Dewi; Negara, IGN Made Kusuma; Wulansari, Nadya Treesna
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37294/jrkn.v4i1.210

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang : Cuci tangan dengan benar sangat penting karena merupakan salah satu cara yang efektif untuk pencegahan penyakit melalui tangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh demonstrasi hand washing dance terhadap tingkat pengetahuan anak usia sekolah tentang mencuci tangan yang benar di SDN  2 Pemecutan.Metode : Penelitian ini menggunakan desain Pre Exsperimental Designs jenis One-Group Pretest-Postest Design. Teknik penentuan sampel menggunakan simple random sampling dan total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 35 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan uji statistik Wilcoxon Signed Rank Test.Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan anak usia sekolah tentang mencuci tangan sebelum diberikan metode hand washing dance adalah kurang 74,3% dan setelah perlakuan adalah baik 88,6%. Analisis menunjukkan ada pengaruh demonstrasi hand washing dance terhadap tingkat pengetahuan anak usia sekolah tentang mencuci tangan yang benar di SDN  2 Pemecutan (p value < 0,001).Kesimpulan : Pemberian demonstrasi hand washing dance efektif meningkatkan tingkat pengetahuan anak usia sekolah tentang mencuci tangan yang benar. Pihak sekolah agar lebih meningkatkan pemberian informasi kesehatan khususnya tentang cuci tangan yang benar melalui metode pendidikan kesehatan yang beragam agar anak usia sekolah senang dan tidak bosan dalam mengikutinya.Kata Kunci :Tingkat pengetahuan, Cuci tangan, Hand washing danceABSTRACTBackground : Hand washing is very important because it is one for the effective ways for disease prevention through the hand. Purpose of the research was to determine the effect of hand washing dance demonstration on school-aged children knowledge level about proper hand washing at Elementary School 2 Pemecutan. Methods : This study employed a Pre Experimental Designs type of One-Group Pretest-Posttest Design. The sampling technique used total sampling with a total sample of 35 respondents.The data were collected using a questionnaire and analyzed using Wilcoxon Signed Rank Test statistical test. Results : The result showed that the knowledge of school-age children about washing handsbefore the demonstration of hand washing dance was in poor category (74.3%) and after the treatment was in good category (88.6%). Analysis indicated that there was an effect of hand washing dance demonstrations on the knowledge level of school-aged children about proper hand washing in Elementary School 2 Pemecutan (p-value < 0.001). Conclusion : The demonstration of hand washing dance effectively increases the knowledge level of school-aged children about proper hand washing at Elementary School 2 Pemecutan. Hence, the school is expected to improve the health information provision, especially regarding proper hand washing through various health education methods, therefore, school-aged children are happy and not bored in following it.Keywords: Knowledge Level, Hand Washing, Hand Washing Dance
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENDIDIKAN DENGAN PENERIMAAN ORANG TUA TERHADAP ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS Kusuma Negara, S.Kep., M.N.S, I Gusti Ngurah Made; Rismawan, Made
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37294/jrkn.v4i2.247

Abstract

Pendahuluan : Orang tua tentu mengharapkan memiliki anak yang sehat dan dapat berkembang dengan baik. Akan tetapi terkadang tidak semua anak dapat lahir dengan kondisi sehat. Kelahiran seorang anak yang memiliki kebutuhan khusus tentunya dapat menjadi beban bagi keluarga itu sendiri sehingga dapat mempengaruhi penerimaan orang tua terhadap anak itu sendiri. Permasalahannya adalah kebanyakan penelitian yang dilakukan terkait factor yang mempengaruhi penerimaan orang tua terhadap anak berkebutuhan khusus masih terfokus pada salah satu factor dan belum menjelaskan factor dominannya. Metodologi : Metode yang digunakan pada penelitian adalah korelasi analitik. Responden pada penelitian ini adalah orang tua anak berkebutuhan khusus di 3 SLB wilayah Propinsi Bali dengan jumlah sampel sebanyak 76 responden. Variable diukur menggunakan kuesioner. Pengujian hipotesa dilakukan dengan Spearman Rho.Hasil : Hasil analisa hubungan didapatkan ada hubungan yang bermakna antara pendidikan dan penerimaan orang tua terhadap anak retardasi mental dengan nilai signifikan P= 0,000, nilai r = 0,612 dan arah korelasi kedua variabel bersifat positif (+).Diskusi :  Kurangnya pengetahuan dan informasi merupakan faktor yang sangat berpengaruh pada penerimaan anak retardasi mental dimana tingkat pendidikan yang tinggi akan lebih  mudah mencari informasi dan memahami masalah yang dialami oleh anak dan mencari penyembuhan. Penerimaan orang tua adalah perasaan atau perilaku orang tua yang dapat menerima keberadaan anaknya tanpa syarat seperti rasa sayang, kelekatan, kepedulian, dukungan dan pengasuhan. faktor penyebab keluarga tidak menerima anak mereka disebabkan karena keluarga tidak memiliki informasi, pengetahuan dan kesiapan dalam menerima anak mereka. Hal ini yang menyebabkan saat anak mereka lahir dan mengalami tumbuh kembang yang tidak normal, keluarga menganggap mereka adalah anak yang merepotkan dan aib dalam keluarga. Selain itu sikap tidak menerima kehadiran anak dengan retardasi mental juga dipengaruhi oleh penolakan dari lingkungan sosial yang beranggapan bahwa mereka adalah hambatan dalam masyarakat
Co-Authors Agra Darmawati, I Dewa Ayu Agustini, Ni Komang Tri Agustini, Ni Rai Sintya Anak Agung Istri Wulan Krisnandari Anak Agung Istri Wulan Krisnandari D Anak Agung Istri Wulan Krisnandari D Astawa, I Gd Satria Astawa, I Gede Satria Chatarina Umbul Wahyuni Dewa Gede Wisnu Wardana Dewi, Ni Luh Putu Sri Utami Gusti Ayu Dwina Mastryagung I Gd Satria Astawa I Gd Satria Astawa I GEDE PUTU DARMA SUYASA I Gede Putu Darma Suyasa, I Gede Putu I Kadek Nuryanto I Ketut Alit Adianta I Ketut Swarjana I Nyoman Dharma Wisnawa I Nyoman Widiadnyana I Putu Agus Endra Susanta IB Jelantik Manuaba Ida Bagus Ardhi Putra Intan Julia Anastasia Israfil, Israfil Jiryantini, Ni Wayan Serly Kadek Parsi Kasmini Kadek Yuni Kartika Kartika, Kadek Yuni Kasmini, Kadek Parsi Lestari, Ni Komang Mei Kumala Dewi Luh Adi Satriani Made Dian Shanti Kusuma Made Rismawan Md Rismawan Muncan, I Gusti Agung Mas Widia Paramita Nadya Treesna Wulansari Ni Kd Nopi Sri Syandini Ni Ketut Suarningsih Ni Komang Mei Kumala Dewi Lestari Ni Luh Putu Dina Susanti Ni Luh Putu Inca Buntari Agustini Ni Made Sri Rahyanti Ni Made Sri Rahyanti Ni Made Sri Rahyanti Ni Nyoman Ari Kundari Dewi Ni Nyoman Nuartini Ni Putu Ayu Juniantari Ni Wayan Parwati Ni Wayan Serly Jiryantini Ni Wayan Sri Wahyuni Ni Wayan Suliyanti Parwati, Ni Wayan Prima Widya Ridwanti, Luh Putu Putu Indrayoni putu jenirian brahmawido sari Rismawan, Md Sarah K. Wulandari Sarah Kartika, Wulandari Septianingsih, Ni Luh Rika Siti Komariyah Sri Rahyanti Ni Made Suarningsih, Ni Ketut Suliyanti, Ni Wayan Syandini, Ni Kd Nopi Sri Wahyu, I Made Yudi Wardana, Dewa Gede Wisnu Wati, Ni Luh Gede Diana Widiadnyana, I Nyoman Wiranata, I Nyoman Wulandari, Sarah K. Yudara Sandra Putra, Putu Gde Yusniawati, Yustina Ni Putu Yustina Ni Putu Yusniawati