I Gusti Ngurah Made Kusuma Negara
Institut Teknologi Dan Kesehatan Bali

Published : 47 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

GAMBARAN PERILAKU MOBILISASI DINI PASIEN POST OPERATIVE LAPARATOMY DI RSUD BANGLI Suarningsih, Ni Ketut; Kusuma Negara, S.Kep., M.N.S, I Gusti Ngurah Made; Nuryanto, I Kadek
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37294/jrkn.v5i1.313

Abstract

Latar belakang: Laparatomy adalah tindakan yang melibatkan rongga abdomen yang dapat dilakukan dengan pembedahan terbuka. Setelah dilakukan laparatomy, mobilisasi dini post-operative menjadi hal penting harus dilakukan sebagai upaya pencegahan komplikasi post operative.Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah melihat gambaran perilaku mobilisasi dini pasien post-operative laparatomy Di RSUD BangliMetode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan sampel sebanyak 63 responden yang diambil dengan teknik accidental sampling. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi perilaku mobilisasi diniHasil: Gambaran perilaku mobilisasi dini pasien post-operative laparatomy menunjukkan bahwa sebagian besar berkategori buruk (57,1%) dan perilaku mobilisasi dini dengan kategori baik sebanyak 42,9%.Kesimpulan: Peneliti menyarankan kepada instansi kesehatan dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dengan menggunakan media informasi yang mudah dipahami dan mensosialisasikan Standar Operational Prosedur (SOP) tentang pentingnya mobilisasi dini pasca operative laparatomy.Kata kunci : Perilaku, Mobilisasi Dini, Pasien Post Operative Laparatomy ABSTRACTBackground: Laparatomy is a procedure involving the abdominal cavity that can be conducted with open surgery. After a laparatomy, early post-operative mobilization is an important thing to do as an effort to prevent post-operative complications.Purpose: The purpose of this study was to determine the early mobilization behavior of post-operative laparatomy patient in Bangli HospitalMethod: This research was a descriptive study with a sample of 63 respondents who were selected using accidental sampling technique. Data collection used early mobilization behavior observation sheetResult: Early mobilization behavior in post-operative laparatomy patients showed that most of them were in the bad category (57.1%) and the early mobilization behavior was in the good category as much as 42.9%.Conclusion: The researcher suggest that health agencies can improve the quality of health services by using easy-to-understand information media and socializing Standard Operating Procedures (SOP) about the importance of early mobilization after operative laparatomy. Keywords: Behavior, Early Mobilization, Post-Operative Laparatomy Patient
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEPATUHAN KUNJUNGAN KONTROL RAWAT JALAN PADA PASIEN SKIZOFRENIA Suliyanti, Ni Wayan; Alit Adianta, I Ketut; Kusuma Negara, S.Kep., M.N.S, I Gusti Ngurah Made
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37294/jrkn.v5i1.314

Abstract

Latar Belakang. Pasien skizofrenia yang tidak patuh pada pengobatan akan memiliki risiko kekambuhan lebih tinggi dibandingkan dengan pasien patuh pada pengobatan. Ketidakpatuhan pasien dalam pengobatan diantaranya lamanya pengobatan dan dukungan keluarga yang buruk keluarga terdekat merawat dan mengantarkan pasien kontrol ulang.Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan kunjungan kontrol rawat jalan pada pasien skizofrenia.Metode. Penelitian ini menggunakan desain penelitian analitik korelasi, dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampling yang digunakan adalah convinience sampling. Jumlah sampel pada penelitian sebanyak 51 responden. Alat pengumpulan data adalah kuesioner dukungan keluarga dan kepatuhan kunjungan kontrol.Hasil. Berdasarkan hasil analisa dengan menggunakan uji Spearman Rho didapatkan nilai p=0,000 dan nilai Correlation coefficient sebesar 0,606, yang artinya ada hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan kunjungan kontrol rawat jalan pada pasien skizofrenia.Kesimpulan. Hubungan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan kunjungan kontrol rawat jalan pada pasien skizofrenia, dikategorikan kuat dengan arah korelasi positif, yaitu semakin baik dukungan keluarga, maka semakin patuh kunjungan kontrol rawat jalan pasien skizofrenia. Kata Kunci: skizofrenia, Kepatuhan, Dukungan ABSTRACTBackground. Schizophrenic patients who were not compliant with treatment had a higher risk of recurrence than patients who were compliant with treatment. Patient noncompliance with treatment included the length of treatment and poor family support from family for caring and taking the patient back to control. The purpose of this study was to determine the satisfaction level of the correlation between family support and outpatient control visits compliance on patients with schizophrenia at Mental Polyclinic in Sanjiwani Gianyar Hospital.Method. This study employed a correlation analytic study design, with a cross-sectional approach. To conduct this study, 51 respondents were recruited as the sample through the convenience sampling technique. The data were collected using family support and visit control compliance questionnaires.Results. Findings indicated that the results of the analysis using the Spearman Rho test, it was found that the value of p = 0.000 and the correlation coefficient value was 0.606, which means that there was a significant correlation between family support and outpatient control visits compliance on patients with schizophrenia.Conclusion. The correlation between family support and outpatient control visits compliance on patients with schizophrenia is categorized as strong with a positive correlation, therefore the better family support, the more compliant the outpatient control visits on patients with schizophrenia are.Keywords: Schizophrenia, Compliance, Support
HUBUNGAN ANTARA BODY IMAGE DENGAN POLA MAKAN REMAJA PUTRI KELAS XI DI SMK PGRI 4 DENPASAR Kartika, Kadek Yuni; Negara, IGN Kusuma; Wulandari, Sarah K.
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37294/jrkn.v5i2.329

Abstract

Latar Belakang: Pola makan yang buruk pada remaja akan memicu terhambatnya proses pertumbuhan dan perkembangan (growth spurt) akibat dari ketidakseimbangan asupan zat gizi pada remaja.Metode: Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik korelasi dengan metode pendekatan cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh remaja putri kelas XI SMK PGRI 4 Denpasar dengan jumlah sampel 109 responden. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode Nonprobability Sampling dengan teknik Total Sampling. Pengumpulan data dilakukan secara online menggunakan kuesioner dalam link google form.Hasil: Hasil temuan menunjukkan pada body image remaja putri kelas XI di SMK PGRI 4 Denpasar terdapat 55% dalam kategori negatif, dan pola makan remaja putri kelas XI di SMK PGRI 4 Denpasar terdapat 53,2% dalam kategori buruk. Selain itu juga, terdapat korelasi kuat antara dua variable, r=0.710, n=109, p<0.005.Kesimpulan: Terdapat hubungan yang bermakna antara body image remaja putri dengan pola makan remaja putri. Semakin positif body image remaja putri maka pola makan remaja putri semakin baik.
KEMANDIRIAN PERSONAL HYGIENE PADA DISABILITAS DI SLB D YPAC BALI putu jenirian brahmawido sari; IGN Made Kusuma Negara Kusuma Negara; I Putu Agus Endra Susanta
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol. 6 No. 1 (2022)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (608.442 KB) | DOI: 10.37294/jrkn.v6i1.345

Abstract

Penyandang disabilitas adalah orang yang mempunyai kelainan fisik dan atau mental, yang dapat mengganggu atau merupakan rintangan dan hambatan bagi diri seorang untuk melakukan kegiatan secara layak. Setiap penyandang disabilitas, khususnya pada anak – anak memiliki tingkat kemandirian yang beragam dalam melakukan kegiatan secara layak. Masalah yang ditemukan pada anak disabilitas adalah adanya ketidakmampuan dalam mengontrol emosional dan sosial, reaksi yang lambat, rentan perhatian pendek, dan ketidakmampuan untuk melakukan aktivitas sehari – hari terutama dalam hal perawatan diri atau personal hygiene. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kemandirian personal hygiene  pada disabilitas di SLB D YPAC Bali. Metode Penelitian merupakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah orang tua yang memiliki anak disabilitas yang bersekolah di SLB D YPAC Bali dengan sampel berjumlah 36 orang tua, data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner Hasil Hasil penelitian ini adalah sebanyak 27 responden (75,0%) memiliki anak yang masih memerlukan bantuan dalam menggunakan shampoo saat mencuci rambut, 25 responden (69,4%) memiliki anak yang masih memerlukan bantuan saat mengeringkan rambut, 23 responden (63,9%) memiliki anak yang masih memerlukan bantuan dalam mencuci pakaian dalam, dan 28 responden (77,8%) memiliki anak yang masih dibantu dalam membersihkan alat kelamin saat mandi. Sehingga secara keseluruhan gambaran perilaku kemandirian personal hygiene pada disabilitas di SLB D YPAC Bali dalam ketegori Baik sebanyak 29 responden (80,6%) Kesimpulan Dari 6 kategori dalam kuesioner gambaran kemandirian kemandirian personal hygiene pada disabilitas didapatkan hasil kemandirian personal hygiene yang baik namun terdapat 2 responden (5,6%) memiliki anak dengan kemandirian personal hygiene cukup, dan 5 responden (13,9%) memiliki anak dengan kemandirian personal hygiene kurang. Kata Kunci: disabilitas, kemandirian personal hygiene
HUBUNGAN ANTARA JENIS INSISI KATARAK DENGAN KEJADIAN SINDROMA MATA KERING PADA PASIEN PASCA OPERASI KATARAK DI RUMAH SAKIT MATA BALI MANDARA I Nyoman Widiadnyana; I Kadek Nuryanto; I Gusti Ngurah Made Kusuma Negara
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol. 1 No. 1 (2017)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (870.027 KB) | DOI: 10.37294/jrkn.v1i1.38

Abstract

Background: Cataract surgery is a surgery for cataract patients. This surgery has some complications, such as the occurrence of dry eyes syndrome. There are two techniques of cataract surgery; they are Phacoemulsification and SISC with different type of incision. The purpose of this study was to determine the relationship between the types of cataract incision with the incidence of dry eyes syndrome. Methods: This study used descriptive correlation design with cross-sectional approach. The sampling technique used was non-probability sampling with consecutive sampling technique. The total sample used in this study were 78 respondents, in which 51 respondents had undergone Phacoemulsification incision and 27 respondents had undergone SICS incision. The data collection tool used was the OSDI questionnaires. Results: 10 respondents who had the SISC and 5 respondents who had the Phacoemulsification experienced dry eyes syndrome. The result of Chi Square test showed that p-value was 0.009; which means there was a significant relationship between the types of cataract incision with the incidence of dry eyes syndrome. Conclusion: The types of cataract incision had a significant relationship to the occurrence of dry eyes syndrome. Therefore, nurses are expected to be able to provide care and give CIE (communication, information, and education) to reduce the complications. Keywords: cataract, dry eyes syndrome, type of incision
HUBUNGAN ANTARA SOSIO-DEMOGRAFIK DAN PENGETAHUAN DENGAN PERILAKU ORANG TUA DALAM PEMILIHAN ALAT PERMAINAN EDUKATIF (APE) DI DENPASAR I Gusti Ngurah Made Kusuma Negara; I Dewa Ayu Agra Darmawati
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol. 1 No. 2 (2017)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (429.338 KB) | DOI: 10.37294/jrkn.v1i2.84

Abstract

ABSTRAKPendahuluan: Proses tumbuh kembang anak dapat berlangsung secara alamiah, tetapi proses tersebut sangat bergantung kepada orang dewasa dimana berperan sebagai orang tua. Permasalahan yang dihadapi saat ini adalah semakin berkurangnya daya kreatif yang dimiliki oleh anak. Salah satu faktor yang mempengaruhi adalah pola asuh orang dewasa atau perilaku orang tua dalam pemberian alat permainan bagi anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara sosio-demografic dan pengetahuan dengan perilaku orang tua dalam pemilihan alat permainan edukatif (APE) di Denpasar.Metodologi: Pada penelitian ini variable akan diukur menggunakan  kuesioner. Responden yang diguanakan adalah orang tua yang memiliki balita dan berada di wilayah Puskesmas III Denpasar Selatan. Jumlah sampel sebanyak 106 responden. Pengujian hipotesa dilakukan dengan analisis analitik korelational.Hasil: penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara factor sosio-demographic dan pengetahuan dengan perilaku orang tua dalam pemilihan APE. Kata kunci:  Alat Permainan Edukatif, bermain, balita.
DETEKSI DINI KETERLAMBATAN PERKEMBANGAN UMUM (KPU) PADA SISWA PAUD DI KOTA DENPASAR Made Rismawan; Kusuma Negara; Kadek Parsi Kasmini
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol. 2 No. 1 (2018)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (422.425 KB) | DOI: 10.37294/jrkn.v2i1.100

Abstract

ABSTRAK.Latar Belakang. Masalah pertumbuhan dan perkembangan pada anak khususnya keterlambatan perkembangan umum masih terjadi. Diagnosis awal dan pengenalan tanda-tanda gangguan pertumbuhan dan perkembangan sangatlah penting dilaksanakan. Keterlambatan perkembangan umum (KPU) atau global developmental delay (GDD) adalah bagian dari ketidakmampuan mencapai perkembangan sesuai usia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran deteksi dini KPU pada siswa PAUD di Kota Denpasar. Metode Penelitian. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilakukan di empat PAUD di Kota Denpasar yaitu TK Kumara Loka, TK Mas Kumara, TK Widya Kumara dan TK Negeri Pembina Denpasar. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa PAUD yang berjumlah 131 siswa yang dipilih menggunakan teknik random sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner Summary of Diabetes Self Care Activities. Instrumen penelitian adalah alat timbang berat badan, alat ukur tinggi badan dan instrumen Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP). Hasil Penelitian. Hasil analisa data menunjukkan bahwa 116 (88%) responden memiliki pertumbuhan dan perkembangan yang sesuai dengan umurnya, 5 (4%) meragukan, dan 10 (8%) responden menyimpang. Frekuensi gambaran keterlambatan perkembangan pada siswa PAUD di Kota Denpasar 15 responden yang mengalami keterlambatan perkembangan, seluruhnya (100%) mengalami keterlambatan. Pembahasan. Masalah keterlambatan pertumbuhan dan perkembangan anak dapat akibat pola asuh orangtua, pengasuh ataupun suatu penyakit. Keterlambatan motorik pada anak bisa disebabkan oleh sedikitnya rangsangan yang diterima si kecil baik oleh pengasuh, orangtua ataupun mainanya.Hal ini menunjukkan bahwa keterlambatan ini sangat kompleks dan perlu upaya pencegahan agar dampaknya tidak merugikan anak. Simpulan. Oleh sebab itu, orang tua memiliki peran yang sangat penting dalam setiap tahap perkembangan anak. Kata kunci : keterlambatan perkembangan umum, siswa PAUD ABSTRACT.Background. Problems of growth and development in children, especially delay in general development still occur. Early diagnosis and introduction of signs of growth and developmental disorders. General development delays (KPUs) or the development of global delay (GDD) are part of the inability to reach the age of development. This study aims to determine early detection of PAUD students in Denpasar City. Research methods. The research design used is descriptive quantitative with cross-sectional approach. The research was conducted in four PAUD in Denpasar City namely Kumara Loka TK, TK Mas Kumara, TK Widya Kumara and TK Negeri Pembina Denpasar. The sample in this study were PAUD students who used 131 students selected using random sampling technique. The research instrument used questionnaires Summary of Diabetes Self-Care Activity. Instrument of Pre-Screening Questionnaire (KPSP). Research result. The result of data analysis showed 116 (88%) respondents had growth and development according to their age, 5 (4%) were dubious, and 10 (8%) respondents deviated. The frequency of aging in PAUD students in Denpasar City 15 respondents experiencing developmental delay, training (100%) experienced delays. Discussion. The problem of delayed growth and development of children can be caused by child care, caregiver or a disease. Motor delays in children can be demanded by the victim of stimulation received by the child either by the caregiver, old or playanya.Hal this shows the existence of this delay is very complex and need preventive efforts in order not to harm the child. Conclusion. Therefore, parents have a very important role in every stage of child development. Keywords: general development delay, PAUD students
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEGAGALAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS I DENPASAR BARAT I Gd Satria Astawa; Ni Kd Nopi Sri Syandini; I Gusti Ngurah Made Kusuma Negara; G A Dwina Mastryagung
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol. 3 No. 1 (2019)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (678.268 KB) | DOI: 10.37294/jrkn.v3i1.131

Abstract

Tujuan : Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kegagalan pemberian ASI eksklusif di wilayah kerja Puskesmas I Denpasar Barat.Metode : Metode dalam penelitian ini menggunakan pendekatan cross-sectional menggunakan tehnik pengambilan sampel non probability sampling  dengan metode Convinience Sampling. Penelitian dilakukan di wilayah kerja Puskesmas I Denpasar Barat, alat pengumpulan data menggunakan kuesioner  dengan jumlah sampel sebanyak 189 responden.Hasil : Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan kurang tentang ASI eksklusif yaitu 103 (54,5%), sebagian besar responden dengan dukungan suami kurang yaitu 90 (47,6), dan responden dengan status pekerjaan tidak bekerja yaitu 116 (61,4%). Hasil uji statistik menggunakan uji Chi Square menunjukkan p-value <0,05.Kesimpulan : Kesimpulan dalam penelitian ini terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan ibu, dukungan suami, dan status pekerjaan ibu dengan kegagalan pemberian ASI eksklusif
ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERANAN ORANG TUA DALAM PENGEMBANGAN SIKAP TANGGUNG JAWAB PADA ANAK I Gusti Ngurah Made Kusuma Negara; Md Rismawan; I Gd Satria Astawa
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol. 3 No. 1 (2019)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (655.621 KB) | DOI: 10.37294/jrkn.v3i1.133

Abstract

Orang tua memiliki bertanggung jawab untuk menjamin keberlangsungan dan pembentukan pertumbuhan dan perkembangan anak yang optimal. Tanggung jawab tersebut dapat dicapai melalui peran orang tua yang berkualitas dalam mengasuh, memelihara, mendidik, dan melindungi anak. Salah satu bentuk perkembangan anak yang harus dicapai dengan optimal adalah rasa tanggung jawab pada anak. Seorang anak perlu mengembangkan rasa tanggung jawab sebagai persiapan pada saat dewasa nanti. Peranan orang tua dalam mengajari rasa tanggung jawab dapat dilakukan pada saat masa anak dimulai. Permasalahannya adalah dalam menjalankan peranannya tersebut, orang tua sering menghadapi beberapa masalah atau hambatan yang berpengaruh dalam pembentukan tumbuh kembang anak yang optimal salah satunya pengembangan rasa tanggung jawab pada anak.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui factor yang berpengaruh terhadap peranan orang tua dalam pengembangan sikap tanggung jawab pada anak. Responden pada penelitian ini adalah orang tua di wilayah kerja Puskesmas II Mengwi. Pada penelitian ini variable akan diukur menggunakan kuesioner. Pengujian hipotesa dilakukan dengan analisis regresi logistik. Dari lima variable independent, menunjukkan bahwa hanya 3 independen variabel yang significant dan berkontribusi dalam model (jenis kelamin, pendidikan dan pekerjaan). Dari ketiga variable tersebut, factor pendidikan merupakan factor yang paling dominan (OR = 5,199).
PENGARUH PENGGUNAAN ALAT PERMAINAN EDUKATIF TERHADAP PERILAKU MENCUCI TANGAN SISWA SEKOLAH DASAR NEGERI Made - Rismawan; IGNM Kusuma Negara
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol. 3 No. 1 (2019)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (937.133 KB) | DOI: 10.37294/jrkn.v3i1.144

Abstract

ABSTRACT. Background. One of the causes of the low hand washing behavior in public elementary school students is due to the limited learning media used. The Educational Game Tool (EGT), specifically the snake ladder game, can be used as an alternative learning media about hand washing behavior in public elementary school students. This study aims to determine the effect of using EGT on hand washing behavior of public elementary school students in Denpasar City. Methods. This pre-experimental study used the design of the One Group Pre-Post Test Only and was carried out at SDN 3 Tonja. The sample in this study were 30 first grade students who were selected using a simple random sampling technique. The research instrument uses the Hand Washing Questioner and a snake ladder game developed by researchers. Result. The test results of data analysis using the Wilcoxon Sign Rank test showed that the handwashing behavior of all participants significantly increased after treatment (M = 15.5, p <0.001). Discussion. A pleasant EGT makes it easy for children to understand the positive behavior they want to instill. While carrying out this game, children begin to accept and be ready to carry out proper hand washing behavior in their daily lives. Through the games given, information about proper hand washing behavior is acceptable. Conclusion. EGT has an effect on increasing handwashing behavior in elementary school students.Keywords: educational game tool, hand washing behavior, elementary school students
Co-Authors Agra Darmawati, I Dewa Ayu Agustini, Ni Komang Tri Agustini, Ni Rai Sintya Anak Agung Istri Wulan Krisnandari Anak Agung Istri Wulan Krisnandari D Anak Agung Istri Wulan Krisnandari D Astawa, I Gd Satria Astawa, I Gede Satria Chatarina Umbul Wahyuni Dewa Gede Wisnu Wardana Dewi, Ni Luh Putu Sri Utami Gusti Ayu Dwina Mastryagung I Gd Satria Astawa I Gd Satria Astawa I GEDE PUTU DARMA SUYASA I Gede Putu Darma Suyasa, I Gede Putu I Kadek Nuryanto I Ketut Alit Adianta I Ketut Swarjana I Nyoman Dharma Wisnawa I Nyoman Widiadnyana I Putu Agus Endra Susanta IB Jelantik Manuaba Ida Bagus Ardhi Putra Intan Julia Anastasia Israfil, Israfil Jiryantini, Ni Wayan Serly Kadek Parsi Kasmini Kadek Yuni Kartika Kartika, Kadek Yuni Kasmini, Kadek Parsi Lestari, Ni Komang Mei Kumala Dewi Luh Adi Satriani Made Dian Shanti Kusuma Made Rismawan Md Rismawan Muncan, I Gusti Agung Mas Widia Paramita Nadya Treesna Wulansari Ni Kd Nopi Sri Syandini Ni Ketut Suarningsih Ni Komang Mei Kumala Dewi Lestari Ni Luh Putu Dina Susanti Ni Luh Putu Inca Buntari Agustini Ni Made Sri Rahyanti Ni Made Sri Rahyanti Ni Made Sri Rahyanti Ni Nyoman Ari Kundari Dewi Ni Nyoman Nuartini Ni Putu Ayu Juniantari Ni Wayan Parwati Ni Wayan Serly Jiryantini Ni Wayan Sri Wahyuni Ni Wayan Suliyanti Parwati, Ni Wayan Prima Widya Ridwanti, Luh Putu Putu Indrayoni putu jenirian brahmawido sari Rismawan, Md Sarah K. Wulandari Sarah Kartika, Wulandari Septianingsih, Ni Luh Rika Siti Komariyah Sri Rahyanti Ni Made Suarningsih, Ni Ketut Suliyanti, Ni Wayan Syandini, Ni Kd Nopi Sri Wahyu, I Made Yudi Wardana, Dewa Gede Wisnu Wati, Ni Luh Gede Diana Widiadnyana, I Nyoman Wiranata, I Nyoman Wulandari, Sarah K. Yudara Sandra Putra, Putu Gde Yusniawati, Yustina Ni Putu Yustina Ni Putu Yusniawati