Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Hubungan Pola Asuh Orang Tua dengan Kecanduan Gadget pada Anak Usia Sekolah Agus Saputra; Ahmad Syahlani; Dwi Sogi Sri Redjeki; Malisa Ariani
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 1 (2026): Februari 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i1.1523

Abstract

Perkembangan teknologi digital yang pesat menyebabkan penggunaan gadget semakin meluas pada anak usia sekolah. Penggunaan yang tidak terkontrol berisiko menimbulkan kecanduan, seperti ketergantungan berlebihan, gangguan aktivitas belajar, dan penurunan interaksi sosial. Pola asuh orang tua diduga berperan dalam membentuk perilaku anak terhadap penggunaan gadget. Berdasarkan teori Diana Baumrind, pola asuh terbagi menjadi otoriter, demokratis, dan permisif. Pengukuran kecanduan gadget dalam penelitian ini menggunakan adaptasi dari Smartphone Addiction Scale yang dikembangkan oleh Kwon Min Kyu. Mengidentifikasi pola asuh orang tua, tingkat kecanduan gadget, serta menganalisis hubungan antara pola asuh orang tua dengan kecanduan gadget pada anak usia sekolah di SD Negeri Tumbang Ulu 1. Penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel sebanyak 36 responden dipilih menggunakan purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner pola asuh dan kuesioner kecanduan gadget yang telah diuji validitas (r hitung 0,398–0,823) dan reliabilitas (Cronbach’s Alpha 0,873 dan 0,912). Analisis data menggunakan statistik deskriptif dan uji korelasi Spearman. Sebagian besar orang tua menerapkan pola asuh otoriter (58,3%) dan sisanya demokratis (41,7%). Tingkat kecanduan gadget sebagian besar berada pada kategori tidak ketergantungan dan ketergantungan sedang. Uji Spearman menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pola asuh orang tua dengan tingkat kecanduan gadget. Tidak terdapat hubungan bermakna antara pola asuh orang tua dan kecanduan gadget pada anak usia sekolah.
Peningkatan Pengetahuan Kader Kesehatan Tentang Batuk Pilek Di Desa Sungai Rangas Ulu Mustaqimah Mustaqimah; Rina Saputri; Novita Yanti; Salwa Nur Ilahiya; Saftia Aryzki; Ali Rakhman Hakim; Malisa Ariani
Majalah Cendekia Mengabdi Vol 4 No 1 (2026): Majalah Cendekia Mengabdi
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/mcm.v4i1.1021

Abstract

Batuk pilek adalah infeksi virus yang menyerang saluran pernafasan bagian atas disertai dengan timbulnya gejala hidung tersumbat, keluarnya ingus, batuk sering disertai dengan demam dan sakit kepala. Pengobatan untuk batuk pilek hanya terbatas pada penanganan gejalanya saja tanpa membunuh virus penyebabnya. Kurangnya pengetahuan masyarakat tentang penanganan penyakit batuk pilek sering terjadi, seperti menggunakan obat dengan indikasi dan gejala yang tidak tepat, sehingga kader kesehatan diperlukan untuk mengetahui pengetahuan tentang penyakit batuk pilek. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan kader kesehatan di Desa Sungai Rangas Ulu tentang penyakit batuk pilek. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah dalam bentuk penyuluhan serta diskusi dengan para kader kesehatan. Media yang digunakan berupa leaflet dan power point yang berisikan tentang penyakit batuk pilek. Evaluasi untuk menilai pengetahuan kader melalui kuesioner pre-test dan post-test. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan di Desa Sungai Rangas Ulu, dapat dilihat bahwa pengetahuan kader kesehatan mengalami peningkatan sebesar 67%, konsisten sebesar 11%, dan mengalami penurunan sebesar 22%. Faktor yang mempengaruhi terjadinya penurunan pengetahuan antara lain bisa terjadi karena kurangnya perhatian dari kader kesehatan pada saat pemberian materi atau dikarenakan metode penyampaian tim yang tidak efektif. Kesimpulan dari hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatnya pengetahuan dan pemahaman kader kesehatan di Desa Sungai Rangas Ulu mengenai batuk pilek dengan cara pemberian materi dan diskusi berupa tanya jawab secara langsung.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU DAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN PEMBERIAN KOLOSTRUM PADA BAYI BARU LAHIR DI RUANG NIFAS HAMBAWANG RSUD SULTAN SURIANSYAH BANJARMASIN Khoirul Khoirul; Onieqie Ayu Dhea Manto; Malisa Ariani; Umi Hanik Fetriyah
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 11 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i1.4805

Abstract

Latar Belakang: ASI pertama keluar (kolostrum) mengandung banyak immunoglobulin IgA yang baik untuk pertahanan tubuh bayi melawan penyakit,melindungi dari infeksi, diare,dan ikterus. Survei Kesehatan Nasional Tahun 2023 cakupan pemberian kolostrum masih dibawah target dari target. Hal ini dipengaruhi oleh faktor internal ibu meliputi tingkat pengetahuan,sikap, parietas, kondisi ibu serta faktor eksternal yaitu dukungan keluarga, petugas kesehatan dan budaya/ lingkungan.Tujuan: Mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan ibu dan dukungan keluarga dengan  pemberian kolostrum pada bayi baru lahir di Ruang Nifas Hambawang RSUD Sultan Suriansyah Banjarmasin.Metode: Jenis penelitian kuantitatif dengan survei analitik desain Cross Sectional. Pengambilan data menggunakan kuesioner dan observasi rekam medik. Sampel seluruh ibu yang baru melahirkan di Ruang Nifas Hambawang RSUD Sultan Suriansyah Banjarmasin bulan November – Desember Tahun 2024 dengan jumlah 34 orang dengan teknik pengambilan sampel Total Sampling. Analisa data menggunakan uji Kolmogoro Smirnov dan uji Chi- Square Fisher Exact.Hasil: Mayoritas usia responden 20-35 tahun sebanyak 23 orang(67,7%),  berpendidikan SMA 16 orang (47,1%), Paritas ibu multipara 20 orang (58,8%) dan  pekerjaan sebagai ibu rumah tangga  sebanyak 30orang (88,2%). Nilai p-value = 0,049 < ? 0,05  menunjukkan hubungan Tingkat pengetahuan dengan pemberian kolostrum. Nilai p- value = 0,196 > ? 0,05 tidak menunjukkan hubungan dukungan keluarga dengan pemberian kolostrum.Simpulan: Ada hubungan Tingkat pengetahuan dengan pemberian kolostrum dan tidak ada hubungan dukungan keluarga dengan pemberian kolostrum. Bagi tenaga Kesehatan diharapkan dapat mendukung pemberian kolostrum dengan meningkatkan edukasi saat ANC (Antenatal Care) dan melakukan IMD (Inisiasi Menyusu Dini). Kata Kunci: Bayi baru lahir, dukungan keluarga, kolostrum, tingkat pengetahuan
Riwayat Anemia pada Ibu Hamil dengan Kejadian Stunting pada Balita Siti Fatimah; Malisa Ariani; Paul Joae Brett Nito; Umi Hanik Fetriyah
Surya Medika: Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan dan Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 20 No. 2 (2025)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/sm.v20i2.1186

Abstract

Latar Belakang: Stunting merupakan indikator yang menggambarkan kondisi sosial-ekonomi suatu negara dan masalah kesehatan yang berkaitan dengan kekurangan sumber daya manusia yang produktif dan berkualitas di masa depan. Jumlah anak stunting di Indonesia masih tinggi dan belum mencapai target nasional. Salah satu faktor risiko yang diduga menjadi penyebab stunting adalah kekurangan gizi dari ibu ke janin dalam kandungan akibat anemia. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi korelasi antara riwayat anemia pada ibu hamil dengan prevalensi stunting pada anak di Pusat Kesehatan Pekauman. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain survei analitis dan pendekatan kohort retrospektif ini dilakukan pada 103 ibu yang memiliki balita berusia 2-5 tahun dengan teknik sampling acak. Data dianalisis menggunakan uji chi-square dengan lembar observasi dan alat ukur mikrotis. Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar ibu memiliki riwayat anemia gestasional sebanyak 57 orang (55,3%), dan sebagian besar anak mengalami stunting sebanyak 63 anak (61,2%). Hasil analisis data menunjukkan nilai p = 0,000 dan OR 24,083. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara riwayat anemia pada ibu hamil dan insidensi stunting pada balita di Pusat Kesehatan Masyarakat Pekauman Banjarmasin. Pencegahan dapat dilakukan melalui minimal enam kunjungan antenatal care (ANC) dan kepatuhan terhadap suplementasi zat besi sebagai upaya promosi dan pencegahan untuk mengurangi angka stunting dan meningkatkan kesehatan ibu dan anak.
Riwayat Hipertensi dan Paritas Ibu dengan Kejadian Stunting pada Balita Teddyansyah Teddyansyah; Malisa Ariani; Umi Hanik Fetriyah; Latifah Latifah
Surya Medika: Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan dan Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 20 No. 2 (2025)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/sm.v20i2.1195

Abstract

Latar Belakang: Stunting merupakan indikator kesehatan anak dengan kekurangan gizi kronis yang berhubungan dengan peningkatan resiko kematian serta dapat mempengaruhi fisik dan fungsional tubuh. Kejadian stunting di Indonesia masih tinggi. Riwayat hipertensi dalam kehamilan dan paritas ibu diduga sebagai faktor risiko stunting sehingga perlu diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara riwayat hipertensi dan paritas ibu dengan kejadian stunting pada balita. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan rancangan survey analitik dan pendekatan cross sectional ini dilakukan pada 103 orang ibu yang mempunyai balita usia 2-5 tahun di Puskesmas Pekauman dengan teknik purposive sampling menggunakan lembar observasi dan pemeriksaan antropometri serta dianalisa dengan uji chi-square. Hasil: Sebagian besar ibu berusia 20-35 tahun sebanyak 92 orang (89,3%), memiliki anak balita sebanyak 69 orang (67%), dengan jenis kelamin anak perempuan sebanyak 53 orang (51,5%), memiliki riwayat hipertensi sebanyak 69 orang (67%), berstatus multipara sebesar 58 orang (56,3%) dan sebagian besar anak responden berstatus stunting sebanyak 63 anak (61,2%). P value hipertensi = 0,002 ; OR = 4,251 dan P value paritas = 0,041 ; OR = 2,521. Simpulan: Ada hubungan antara riwayat hipertensi dan paritas ibu dengan kejadian stunting pada balita. Jika ibu hamil kembali, disarankan untuk melakukan pemantauan tekanan darah dalam pemeriksaan ANC rutin khususnya pada multipara sehingga bisa mencegah terjadinya stunting.