Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Penanaman Budaya Mappatabe Terhadap Nilai Agama Dan Moral Anak Usia Dini Usia 5-6 Tahun TK Runiah School Megawati, Megawati; Khadijah, Sitti; Melianti, Melianti; Bafadal, Usman; Ilyas, Sitti Nurhidayah; Amal, Azizah
Jurnal Ilmiah Cahaya Paud Vol 6, No 2 (2024): Jurnal Ilmiah Cahaya Paud (Edisi November)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/cahayapd.v6i2.7661

Abstract

Indonesia terkenal akan budayanya yang beragam, salah satunya yaitu sikap sopan dan santun yang masih terus dijunjung sampai saat ini. Namun, semakin canggihnya teknologi yang terjadi harus beriringan dengan penanaman atau implementasi budaya terhadap anak. Salah satu budaya yang terkenal di Sulawesi khususnya pada masyarakat Sulawesi Selatan yakni budaya mappatabe atau sikap saling menghormati satu sama lain, kata tabe yang diucapkan beriringan dengan gestur tubuh yang menunjukkan rasa hormat dan menghormati satu sama lain. Pembiasaan yang dilakukan kepada anak diharapkan agar anak tidak melupakan nilai-nilai agama dan budayanya. Ketegasan dan kedisiplinan dalam proses belajar juga penting pada penelitian yang dilakukan yaitu mencari implementasi budaya mappatabe dalam penanaman nilai-nilai agama dan moral pada anak usia 5 sampai 6 tahun di TK Runiah School. Metodologi penelitian yang dipilih adalah deskriptif kualitatif, di mana sumber data terutama dikumpulkan melalui observasi sistematis terhadap anak-anak dan wawancara dengan guru kelas, data yang didapatkan lalu diolah dan disajikan dalam bentuk paragraf.
WORKSHOP NASIONAL PENGENALAN BAHASA ISYARAT BAGI TENAGA KESEHATAN UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PELAYANAN KESEHATAN PADA PEREMPUAN PENYANDANG DISABILITAS Arthyka Palifiana, Dheska; Khadijah, Sitti; Puspita Dewi, Devillya; Septian Anggraini, Dita; Hasan, Mufliha
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 10 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i10.3836-3844

Abstract

Komunikasi efektif dalam layanan kesehatan merupakan kunci pelayanan prima. Individu dengan gangguan pendengaran dan wicara (tuna rungu dan wicara) memiliki hak yang sama dengan individu yang normal dalam mengakses layanan kesehatan. Bahasa isyarat merupakan bahasa komunikasi untuk individu dengan tuna rungu dan wicara. Bahasa isyarat menjadi salah satu bidang yang penting untuk dikuasai oleh tenaga kesehatan, karena penyandang disabilitas berhak mendapatkan pelayanan kesehatan yang setara dengan masyarakat umum. Metode pelaksanakan PkM dilakukan dalam bentuk workshop nasional secara hybrid pada tanggal 19 Juli 2024. Untuk peserta offline diikuti oleh 15 peserta anggota Ikatan Bidan Indonesia Cabang Sleman Yogyakarta sedangkan peserta online sebanyak 80 nakes dari berbagai Provinsi di Indonesia melalui zoom meeting. Naraumber dalam workshop ini yaitu teman tuli dari Pusat Bahasa Isyarat Indonesia (Pusbisindo) DIY dan Juru Bahasa Isyarat dari Pusat Layanan Juru Bahasa Isyarat (PLJ) DIY. Workshop yang dilakukan dapat meningkatkan pemahaman dan kemampuan peserta dalam berkomunikasi menggunakan bahasa isyarat. Melalui serangkaian materi, peserta memperoleh ilmu baru dan pemahaman yang lebih mendalam mengenai dasar-dasar bahasa isyarat dan kosakata bahasa medis dalam bahasa isyarat.
Pendampingan Pembelajaran Bahasa Inggris untuk Anak-anak Panti Asuhan melalui Model Service-learning Interaktif Ramadhana, Diba; Khadijah, Sitti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Wadah Publikasi Cendekia Vol 3 No 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat WPC
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/jpmwpc.v3i1.915

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkenalkan pembelajaran kosakata bahasa Inggris yang menyenangkan dan mudah dipahami kepada anak-anak di Panti Asuhan Graha Baiturrahmah, Banjarmasin. Analisis kebutuhan awal menunjukkan bahwa 34 anak (27 siswa sekolah dasar dan 7 siswa sekolah menengah pertama) memiliki tingkat penguasaan tata bahasa dan kosakata bahasa Inggris yang masih rendah. Permasalahan ini perlu ditangani untuk memperkuat kemampuan dasar bahasa Inggris mereka sekaligus meningkatkan motivasi belajar. Program ini dilaksanakan dalam dua kali pertemuan dengan menggunakan model service-learning interaktif yang melibatkan dosen dan mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris. Metode yang diterapkan meliputi observasi awal, pengembangan lembar kerja yang sesuai dengan usia peserta, serta pelaksanaan sesi pembelajaran secara langsung. Pendekatan pembelajaran mengintegrasikan permainan edukatif, media visual, lagu, dan praktik percakapan sederhana sebagai upaya menggantikan metode pembelajaran monoton yang sebelumnya dialami anak-anak. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam pemahaman kosakata bahasa Inggris dasar serta tingkat partisipasi aktif anak-anak. Penggunaan aktivitas pembelajaran yang menarik dan berpusat pada peserta didik mampu meningkatkan perhatian, kepercayaan diri, dan kemauan untuk berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris sederhana. Program ini berhasil meningkatkan keterampilan kosakata bahasa Inggris anak-anak panti asuhan sekaligus memperkuat kompetensi akademik dan sosial mahasiswa yang terlibat. Temuan ini menunjukkan efektivitas model service-learning yang memberikan manfaat ganda dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
Developing Local Culture–Based Diorama Learning Media to Improve Creativity in Early Childhood Khadijah, Sitti; Herman, Herman; Herlina, Herlina; Amal, Azizah
Indonesian Journal of Early Childhood Educational Research (IJECER) Vol. 4 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Islam negeri Mahmud Yunus Batusangkar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31958/ijecer.v4i1.16254

Abstract

The development of creativity in early childhood education requires innovative and developmentally appropriate learning media, yet culturally relevant instructional resources remain limited. This study aims to develop and evaluate local culture–based diorama media to enhance early childhood creativity. Using a Research and Development (R&D) approach with the Four-D (4D) model, this study involved early childhood learners and teachers at Telkom Makassar Kindergarten. Data were collected through needs analysis, expert validation, teacher responses, and creativity assessments. The results show that the developed diorama media and its guidebook are valid and practical for classroom use and effectively improve children’s creativity. These findings suggest that local culture–based diorama media can serve as an effective alternative learning resource to support creativity development in early childhood education.
The Effectiveness of Digital Literacy to Improve Students’ Reading Comprehension and Critical Thinking Aisyah, Noor; Khadijah, Sitti; Azmi, Aulia
Journal of Language Intelligence and Culture Vol. 7 No. 2 (2025): Journal of Language Intelligence and Culture
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training, IAIN Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/jlic.v7i2.650

Abstract

This study examines whether integrating digital literacy–based activities into English for Academic Purposes (EAP) instruction enhances undergraduate students’ academic reading skills and critical thinking. Addressing a gap in the literature where academic reading and critical thinking are often treated as separate outcomes and digital literacy is frequently reduced to tool use, this study conceptualizes digital literacy as a pedagogical framework that supports higher-order engagement with academic texts. Eight sessions of digitally enhanced EAP instruction were implemented in an experimental class (n = 44), focusing on students’ abilities to critically access, evaluate, and construct meaning from academic readings, while the other class (n = 45) received conventional EAP instruction. The results revealed that the experimental group achieved significantly greater gains than the control group in both academic reading (U = 596.50, p = 0.001) and critical thinking (U = 253.00, p < 0.001). These findings suggest that digital literacy functions as a mediating pedagogical approach that deepens students’ engagement with academic texts and fosters higher-order reasoning. Conceptually, the study extends EAP instructional models by demonstrating that academic reading and critical thinking can be developed simultaneously through integrated digital literacy practices. The study recommends that EAP instructors systematically embed digital literacy–oriented activities to strengthen students’ academic literacy.
UPAYA PENINGKATAN SELF-EFFICACY PADA REMAJA PUTRI BERBASIS PENDEKATAN KESEHATAN DI BALAI REHABILITASI SOSIAL DAN PENGASUHAN ANAK (BRSPA) DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Arthyka Palifiana, Dheska; Khadijah, Sitti; Puspita Dewi, Devillya; Wahyu Widayati, Ririn; Agung Nugroho, Feriawan; Safitri Lukman, Dian
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 1 (2026): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v9i1.%p

Abstract

Masa remaja merupakan periode kritis bagi pembentukan konsep diri, khususnya pada remaja putri. Di lingkungan Balai Rehabilitasi Sosial dan Pengasuhan Anak (BRSPA) DIY, remaja putri seringkali menghadapi tantangan psikososial yang kompleks, seperti rendahnya harga diri, rasa tidak berdaya dan ketidakmampuan dalam mengatasi masalah. Kondisi ini berdampak pada rendahnya self-efficacy (keyakinan akan kemampuan diri sendiri), yang menjadi penghambat utama dalam proses rehabilitasi dan kemandirian mereka. Upaya untuk meningkatkan self-efficacy memerlukan pendekatan yang holistic, salah satunya melalui perspektif kesehatan yang tidak hanya fokus pada fisik, tetapi juga kesehatan mental dan kesehteraan psikologis. Kegiatan PkM ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2025 di BRSPA DIY yang diikuti oleh 25 remaja putri. Evaluasi program dilakukan dengan penilaian self-efficacy remaja putri. Program yang dilakukan yaitu : edukasi personal hygiene saat menstruasi dan yoga kids. Hasil kegiatan didapatkan : tersusunnya video yoga kids yang dapat digunakan sebagai acuan kegiatan bagi BRSPA DIY, terdapat peningkatan pengetahuan remaja putri setelah diberikan edukasi personal hygiene saat menstruasi, setelah diberikan yoga kids terdapat peningkatan self-efficacy yang berguna untuk kepercayaan diri mereka
STRATEGI PEMBERDAYAAN INKLUSIF: INTEGRASI PELATIHAN BAHASA ISYARAT BAGI TENAGA KESEHATAN DAN PELATIHAN KEWIRAUSAHAAN UNTUK PEREMPUAN DISABILITAS Palifiana, Dheska Arthyka; Khadijah, Sitti; Dewi, Devillya Puspita; Anggraini, Dita Septian; Hasan, Mufliha
Jurnal LENTERA Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Lentera
Publisher : Stikes Yarsi Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57267/lentera.v6i1.573

Abstract

  This Community Service (Pengabdian kepada Masyarakat - PkM) is motivated by two interrelated issues: (1) low communication accessibility in health services for individuals with hearing disabilities, and (2) limited economic opportunities for women with disabilities. The program aims to implement an inclusive empowerment strategy by integrating two main activities: a sign language introductory workshop for health workers and entrepreneurship training—covering packaging, marketing of catfish nuggets, and the production of mini sushi and pizza—for women with disabilities. The activities employed participatory and training-based methods, conducted through parallel and integrated workshops. The first workshop trained health workers in basic sign language and inclusive communication. The second workshop equipped women with disabilities with practical skills in producing and marketing simple culinary products. Program evaluation was carried out through participant observation, pre-test and post-test questionnaires on satisfaction and knowledge, as well as photo and video documentation. The PkM was implemented from August to September 2024.The results demonstrate success in two key areas: (1) For health workers, there was an increase in understanding and basic skills in sign language communication, along with heightened awareness of the importance of accessible health services. (2) For women with disabilities, participants were able to independently apply culinary production skills, showed increased motivation to pursue entrepreneurship, and reported greater self-confidence. This PkM program successfully demonstrated that an integrated empowerment approach—simultaneously targeting capacity building for service providers (health workers) and beneficiaries (women with disabilities)—is effective in creating sustainable impact. The model offers a practical framework for fostering inclusive health communication and economic participation