Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Penanaman Budaya Mappatabe Terhadap Nilai Agama Dan Moral Anak Usia Dini Usia 5-6 Tahun TK Runiah School Megawati, Megawati; Khadijah, Sitti; Melianti, Melianti; Bafadal, Usman; Ilyas, Sitti Nurhidayah; Amal, Azizah
Jurnal Ilmiah Cahaya Paud Vol 6, No 2 (2024): Jurnal Ilmiah Cahaya Paud (Edisi November)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/cahayapd.v6i2.7661

Abstract

Indonesia terkenal akan budayanya yang beragam, salah satunya yaitu sikap sopan dan santun yang masih terus dijunjung sampai saat ini. Namun, semakin canggihnya teknologi yang terjadi harus beriringan dengan penanaman atau implementasi budaya terhadap anak. Salah satu budaya yang terkenal di Sulawesi khususnya pada masyarakat Sulawesi Selatan yakni budaya mappatabe atau sikap saling menghormati satu sama lain, kata tabe yang diucapkan beriringan dengan gestur tubuh yang menunjukkan rasa hormat dan menghormati satu sama lain. Pembiasaan yang dilakukan kepada anak diharapkan agar anak tidak melupakan nilai-nilai agama dan budayanya. Ketegasan dan kedisiplinan dalam proses belajar juga penting pada penelitian yang dilakukan yaitu mencari implementasi budaya mappatabe dalam penanaman nilai-nilai agama dan moral pada anak usia 5 sampai 6 tahun di TK Runiah School. Metodologi penelitian yang dipilih adalah deskriptif kualitatif, di mana sumber data terutama dikumpulkan melalui observasi sistematis terhadap anak-anak dan wawancara dengan guru kelas, data yang didapatkan lalu diolah dan disajikan dalam bentuk paragraf.
WORKSHOP NASIONAL PENGENALAN BAHASA ISYARAT BAGI TENAGA KESEHATAN UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PELAYANAN KESEHATAN PADA PEREMPUAN PENYANDANG DISABILITAS Arthyka Palifiana, Dheska; Khadijah, Sitti; Puspita Dewi, Devillya; Septian Anggraini, Dita; Hasan, Mufliha
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 10 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i10.3836-3844

Abstract

Komunikasi efektif dalam layanan kesehatan merupakan kunci pelayanan prima. Individu dengan gangguan pendengaran dan wicara (tuna rungu dan wicara) memiliki hak yang sama dengan individu yang normal dalam mengakses layanan kesehatan. Bahasa isyarat merupakan bahasa komunikasi untuk individu dengan tuna rungu dan wicara. Bahasa isyarat menjadi salah satu bidang yang penting untuk dikuasai oleh tenaga kesehatan, karena penyandang disabilitas berhak mendapatkan pelayanan kesehatan yang setara dengan masyarakat umum. Metode pelaksanakan PkM dilakukan dalam bentuk workshop nasional secara hybrid pada tanggal 19 Juli 2024. Untuk peserta offline diikuti oleh 15 peserta anggota Ikatan Bidan Indonesia Cabang Sleman Yogyakarta sedangkan peserta online sebanyak 80 nakes dari berbagai Provinsi di Indonesia melalui zoom meeting. Naraumber dalam workshop ini yaitu teman tuli dari Pusat Bahasa Isyarat Indonesia (Pusbisindo) DIY dan Juru Bahasa Isyarat dari Pusat Layanan Juru Bahasa Isyarat (PLJ) DIY. Workshop yang dilakukan dapat meningkatkan pemahaman dan kemampuan peserta dalam berkomunikasi menggunakan bahasa isyarat. Melalui serangkaian materi, peserta memperoleh ilmu baru dan pemahaman yang lebih mendalam mengenai dasar-dasar bahasa isyarat dan kosakata bahasa medis dalam bahasa isyarat.
The Effectiveness of Digital Literacy to Improve Students’ Reading Comprehension and Critical Thinking Aisyah, Noor; Khadijah, Sitti; Azmi, Aulia
Journal of Language Intelligence and Culture Vol. 7 No. 2 (2025): Journal of Language Intelligence and Culture
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training, IAIN Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/jlic.v7i2.650

Abstract

This study examines whether integrating digital literacy–based activities into English for Academic Purposes (EAP) instruction enhances undergraduate students’ academic reading skills and critical thinking. Addressing a gap in the literature where academic reading and critical thinking are often treated as separate outcomes and digital literacy is frequently reduced to tool use, this study conceptualizes digital literacy as a pedagogical framework that supports higher-order engagement with academic texts. Eight sessions of digitally enhanced EAP instruction were implemented in an experimental class (n = 44), focusing on students’ abilities to critically access, evaluate, and construct meaning from academic readings, while the other class (n = 45) received conventional EAP instruction. The results revealed that the experimental group achieved significantly greater gains than the control group in both academic reading (U = 596.50, p = 0.001) and critical thinking (U = 253.00, p < 0.001). These findings suggest that digital literacy functions as a mediating pedagogical approach that deepens students’ engagement with academic texts and fosters higher-order reasoning. Conceptually, the study extends EAP instructional models by demonstrating that academic reading and critical thinking can be developed simultaneously through integrated digital literacy practices. The study recommends that EAP instructors systematically embed digital literacy–oriented activities to strengthen students’ academic literacy.
UPAYA PENINGKATAN SELF-EFFICACY PADA REMAJA PUTRI BERBASIS PENDEKATAN KESEHATAN DI BALAI REHABILITASI SOSIAL DAN PENGASUHAN ANAK (BRSPA) DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Arthyka Palifiana, Dheska; Khadijah, Sitti; Puspita Dewi, Devillya; Wahyu Widayati, Ririn; Agung Nugroho, Feriawan; Safitri Lukman, Dian
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 1 (2026): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v9i1.%p

Abstract

Masa remaja merupakan periode kritis bagi pembentukan konsep diri, khususnya pada remaja putri. Di lingkungan Balai Rehabilitasi Sosial dan Pengasuhan Anak (BRSPA) DIY, remaja putri seringkali menghadapi tantangan psikososial yang kompleks, seperti rendahnya harga diri, rasa tidak berdaya dan ketidakmampuan dalam mengatasi masalah. Kondisi ini berdampak pada rendahnya self-efficacy (keyakinan akan kemampuan diri sendiri), yang menjadi penghambat utama dalam proses rehabilitasi dan kemandirian mereka. Upaya untuk meningkatkan self-efficacy memerlukan pendekatan yang holistic, salah satunya melalui perspektif kesehatan yang tidak hanya fokus pada fisik, tetapi juga kesehatan mental dan kesehteraan psikologis. Kegiatan PkM ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2025 di BRSPA DIY yang diikuti oleh 25 remaja putri. Evaluasi program dilakukan dengan penilaian self-efficacy remaja putri. Program yang dilakukan yaitu : edukasi personal hygiene saat menstruasi dan yoga kids. Hasil kegiatan didapatkan : tersusunnya video yoga kids yang dapat digunakan sebagai acuan kegiatan bagi BRSPA DIY, terdapat peningkatan pengetahuan remaja putri setelah diberikan edukasi personal hygiene saat menstruasi, setelah diberikan yoga kids terdapat peningkatan self-efficacy yang berguna untuk kepercayaan diri mereka
Penguatan Pengetahuan Tentang Diabetes Melitus Bagi Kader Kesehatan Desa Pemangkih Baru [Strengthening Knowledge About Diabetes Mellitus for Community Health Volunteers in Pemangkih Baru Village] Mustaqimah, Mustaqimah; Saputri, Rina; Hakim, Ali Rakhman; Yulida, Yulida; Noor, Fadhiyah Noor; Khadijah, Sitti
Indonesia Berdaya Vol 7, No 2 (2026)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.20261470

Abstract

Abstrak. Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit tidak menular yang prevalensinya terus meningkat di Indonesia, khususnya di wilayah pedesaan. Kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai pencegahan dan pengelolaan diabetes menjadi salah satu faktor risiko utama. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan kader kesehatan Desa Pemangkih Baru terkait diabetes melitus melalui edukasi dan pelatihan. Metode yang digunakan adalah penyuluhan interaktif dan diskusi kelompok kecil yang melibatkan 13 kader kesehatan desa. Materi mencakup pengenalan gejala, faktor risiko, pencegahan, serta penatalaksanaan sederhana diabetes melitus. Evaluasi dilakukan dengan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan kader. Mayoritas hasil evaluasi peserta berada pada kondisi tetap dan meningkat. Selain itu, kader lebih percaya diri dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat dan menjadi mitra aktif dalam upaya promotif dan preventif. Kesimpulannya, pelatihan ini efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader kesehatan desa, sehingga diharapkan dapat membantu menurunkan angka kasus diabetes melalui peran aktif kader di tingkat komunitas. Abstract. Diabetes mellitus is one of the non-communicable diseases whose prevalence continues to rise in Indonesia, especially in rural areas. Lack of public knowledge about diabetes prevention and management is a major risk factor. This community service aims to improve the health cadres' knowledge of diabetes mellitus in Pemangkih Baru Village through education and training. The methods used were interactive counseling and small group discussions involving 13 village health cadres. The materials covered the introduction of symptoms, risk factors, prevention, and simple management of diabetes mellitus. Evaluation was conducted using pre-tests and post-tests to measure the improvement in the cadres' knowledge. Most participants showed knowledge that either remained the same or increased. In addition, the cadres became more confident in delivering information to the community and became active partners in promotive and preventive efforts. In conclusion, this training was effective in enhancing the knowledge and skills of village health cadres, and it is expected to help reduce the incidence of diabetes by increasing cadres' active role at the community level.