Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

EDUKASI KESEHATAN REPRODUKSI PADA REMAJA Hutapea, Adventina Delima; Sihombing, Riama Marlyn; Tahulending, Peggy Sara; Rumerung, Christie Lidya
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 6 (2023): INOVASI PERGURUAN TINGGI & PERAN DUNIA INDUSTRI DALAM PENGUATAN EKOSISTEM DIGITAL & EK
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v6i0.1949

Abstract

Remaja adalah tahap dimana adanya peningkatan yang pesat terhadap pertumbuhan dan perkembangan baik fisik, psikologis, dan juga intelektual. Remaja juga merupakan periode pertama dalam mempraktikkan seksualitasnya yang dapat dilihat sebagai pola perilaku yang dipelajari dengan melibatkan serangkaian kemampuan dan perasaan. Aktivitas seksual dini sepanjang masa remaja menimbulkan bahaya kesehatan yang merugikan dan konsekuensi pendidikan, termasuk infeksi menular seksual, kehamilan remaja, dan putus sekolah. Masalah ini dapat diatasi dengan memberikan edukasi tentang seksualitas seperti masalah dan kesehatan reproduksi. Pendidikan seksualitas sangat penting dilakukan untuk meningkatkan pemahaman kesehatan seksual khususnya pada usia remaja dan mencegah terjadinya masalah seksual. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui zoom dengan peserta adalah siswa/I SMP Terang Bagi Bangsa Pati. Adapun metode pelaksanaannya adalah pre-test, post-test, pemaparan materi, dan diskusi. Topik yang dijelaskan pada seminar ini adalah edukasi tentang masalah dan kesehatan reproduksi. Jumlah peserta yang hadir adalah 18 orang. Hasil kegiatan diperoleh adanya peningkatan pemahaman dari peserta berdasarkan nilai rata-rata pre-test (sebelum diberikan materi = 63.33) dan post-test (sesudah diberikan materi= 86.67) dengan p-value: 0.001.
The Incivility in Nursing Education Revised (INE-R) Instrument: Translation and Validation in Indonesian Christie Lidya Rumerung; Erniyati Fangidae; Peggy Sara Tahulending
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 7 No. 12 (2024): December 2024
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v7i12.6171

Abstract

Background: Professionalism is one important thing in the educational process as in the learning objectives of nursing. Nurses are required to form a professional behavior and achieve it starting from the educational stage. Thus, the process in nursing education needs to be able to identify patterns of students and teacher’s behavior that are not professional or against the norms of decency. The Incivility in Nursing Education – Revised (INE-R) instrument, was first developed by Clark et al. in 2015. It is designed to assess incivility within nursing education, and there has been no Indonesian translated version recently. Inadequate translation quality can hinder researchers’ capacity to gather and interpret data accurately, resulting in errorneous measurement. The broader impact can also result in failing to recognize or identify disrespectful behavior that may potentially lead to incivility behavior in nursing education. The purpose of this study is to produce an accurate research instrument of Incivility in Nursing Education Revised (INE-R) which is translated from English into Indonesian considering the cultural background and relevant issues in Indonesian context. Method: The method used in the translation process refers to the World Health Organization (WHO) instrument protocol, consist of forward translation, expert panel discussion, back translation, pre-testing, and cognitive interviewing until the final version. Result: This study found that the Incivility in Nursing Education Revised (INE-R) instrument is valid and reliable with Cronbach’s alpha value of 0.745 and S-CVI 0.993. The result of the I-CVI score for each part of the questionnaire of student and teacher behavior assessment mostly have a score of 1 (one). Conclusion: This study translated the INE-R instrument formulated and developed by Clark. From the result of the I-CVI categorized, the translated instrument indicates a high content of validity.
PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT MELALUI KEGIATAN EDUKASI: KESEHATAN REPRODUKSI PADA REMAJA DI KABUPATEN MINAHASA SELATAN Watania, Lani Natalia; Rumerung, Christie Lidya; Tompunu, Marianna; Rumambi, Magda Fiske
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 7 (2024): PKMCSR2024: Kolaborasi Hexahelix dalam Optimalisasi Potensi Pariwisata di Indonesia: A
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v7i0.2307

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat berbentuk kegiatan edukasi tentang Kesehatan Reproduksi Remaja pada Remaja di Desa Suluun, Minahasa Selatan. Pengetahuan yang lebih baik tentang Kesehatan Reproduksi Remaja dapat menurunkan resiko masalah kesehatan reproduksi seperti penyakit menular seksual, HIV/AIDS, kehamilan dini, serta berkontribusi untuk menurunkan angka stunting. Salah satu intervensi sederhana untuk meningkatkan pengetahuan ini adalah dengan memberikan edukasi secara langsung dan kegiatan monitoring. Kebutuhan untuk meningkatkan public awareness atau kesadaran masyarakat akan pentingnya isu kesehatan ini dinilai sangat kritikal dan penting untuk mengatasi kesenjangan informasi dimasyarakat. Oleh karena itu, tujuan utama dari PKM ini adalah peningkatan pengetahuan terkait Kesehatan Reproduksi Remaja terutama pada komunitas Remaja. Total peserta remaja yang berpartisipasi dalam kegiatan edukasi ini sebanyak 103 orang. Setelah diberikan edukasi dilakukan evaluasi kegiatan berupa Pre-Post Quiz dan terdapat peningkatan nilai rerata Quiz sebanyak 35.8%. Kegiatan PkM Edukasi ini memberikan peningkatan pengetahuan pada remaja dan diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dalam memelihara kesehatan reproduksi.
PELATIHAN FIRST AID DAN BANTUAN HIDUP DASAR PADA MAHASISWA Arkianti, Maria Maxmila Yoche; Octaria, Martha; Sibuea, Renova Oktarini br.; Olang, Janwar; Rumerung, Christie Lidya; Matheus, Lae Juan Anbert; Silitonga, Sergio Filishak
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 7 (2024): PKMCSR2024: Kolaborasi Hexahelix dalam Optimalisasi Potensi Pariwisata di Indonesia: A
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v7i0.2338

Abstract

Kecelakaan dapat terjadi dimanapun. Dalam perjalanan, sekolah, ruang kelas, ruang olahraga, atau perpustakaan maupun lingkungan kampus. Pertolongan pertama yang cepat dan tepat akan mengurangi kesakitan dan cedera. Selain, ketrampilan dalam memberikan pertolongan pertama, pertolongan pertama pada henti jantung nafas perlu diberikan kepada masyarakat dalam hal ini di lingkungan kampus. Kondisi henti jantung dan nafas dapat terjadi dimanapun dan kapanpun yang bisa disebabkan dari berbagai kondisi dan lingkungan. Dalam serangan jantung, setiap detik berarti. Setiap menit bantuan hidup dasar (BHD) tertunda, peluang korban untuk bertahan hidup menurun sebesar 10%. Salah kegiatan yang dilakukan mahasiswa adalah kegiatan New Student Orientation (NSO). Tujuan kegiatan ini untuk membekali panitia penyambutan mahasiswa baru dengan pengetahuan dasar terkait dengan keterampilan pertolongan pertama serta bantuan hidup dasar. Metode yang digunakan ceramah dan praktek. Kegiatan dilakukan dalam dua sesi. Hasil pre-post kegiatan terdapat peningkatan pengetahuan peserta sebanyak 23 poin di sesi pertama dan 39 poin pada sesi kedua. Evaluasi kegiatan, peserta mengatakan pengetahuan meningkat dan berguna dalam kehidupan sehari-hari.
COACHING PERAWAT SUPERVISOR KLINIK MEMENGARUHI PENINGKATAN SELF EFFICACY DAN PENURUNAN BURNOUT PERAWAT PELAKSANA DI RUMAH SAKIT X Rumerung, Christie Lidya; Dwiana, Catharina; Susilo, Wilhelmus Hary
Jurnal Ilmiah Perawat Manado (Juiperdo) Vol 9 No 01 (2021): JULI
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN MANADO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47718/jpd.v9i01.1189

Abstract

Latar Belakang: Rasio antara jumlah tenaga perawat dan tingginya tuntutan kerja menempatkan perawat sebagai salah satu profesi kesehatan dengan prevalensi kelelahan emosional dan fisik yang tinggi. Salah satu metode bimbingan yang digunakan RS dalam mengatasi isu – isu yang dapat memengaruhi kinerja perawat, adalah melalui metode coaching. Penelitian ini dilakukan untuk melihat pengaruh pelaksanaan coaching terhadap peningkatan self-efficacy dan penurunan burnout perawat pelaksana. Metode: Penelitian dilakukan secara kuantitatif dengan desain quasi- experimental, melibatkan 76 responden yang terbagi atas 55 responden yang diberikan intervensi dan 21 responden kontrol. Hasil: ada pengaruh signifikan secara simultan antara variabel pelaksanaan coaching, usia, lama kerja dan tingkat pendidikan terhadap penurunan burnout perawat pelaksana pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol (p 0.008). Coaching direkomendasikan untuk dilakukan secara kontinyu dengan evaluasi progress aktual dalam rentang waktu tertentu. Kesimpulan: Penelitian ini menemukan adanya pengaruh variabel coaching perawat supervisor klinis, usia, lama kerja dan tingkat pendidikan secara simultan terhadap penurunan burnout pada perawat pelaksana kelompok intervensi (p 0.008). sehingga diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi masukan dalam implementasi dan pencapaian salah satu fungsi manajemen keperawatan terutama dalam peran bimbingan supervisor klinis.