Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Penguatan Pengetahuan Dan Sikap CPPOB Melalui Media Ular Tangga Pada Siswa SMKN 4 Madiun Novianti Tysmala Dewi; Amalia Ruhana; Noor Rohmah Mayasari; Raisya; Idcha Kusma Ristanti; Rita Ismawati; Veni Indrawati
Jurdimas (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Royal Vol. 9 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : STMIK Royal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33330/jurdimas.v9i2.4385

Abstract

Abstract: Food safety is an essential aspect of ensuring the quality and health of food products, particularly for vocational students who will become future workers in the culinary industry. Understanding and maintaining positive attitudes toward hygiene and sanitation should be developed during the learning process to build appropriate food safety practices. This community service program aimed to strengthen students’ knowledge and attitudes regarding hygiene and sanitation through Good Processed Food Production Methods (CPPOB) education using a CPPOB Snakes and Ladders interactive learning media. The activity involved 52 culinary students of SMKN 4 Madiun, consisting of 10 males and 42 females. The program was conducted in three stages: interactive material delivery, discussion and Q&A sessions, and an educational game session. Evaluation was carried out using pre-test and post-test to measure changes in knowledge and attitudes. The results showed an increase in the average knowledge score from 93 to 99 and attitude score from 88 to 93 after the intervention. These findings indicate that interactive educational media effectively enhance students’ conceptual understanding and foster positive attitudes toward hygiene and sanitation practices. This program can serve as an innovative learning model to improve vocational students’ competencies in culinary education. Keywords: CPPOB; education; hygiene and sanitation; snakes and ladders media; culinary students Abstrak: Keamanan pangan merupakan aspek penting dalam menjamin mutu dan kesehatan produk makanan, khususnya bagi siswa kejuruan yang akan menjadi tenaga kerja di bidang kuliner. Pemahaman dan sikap positif terhadap higiene dan sanitasi perlu ditanamkan sejak masa pendidikan agar terbentuk perilaku kerja yang sesuai dengan prinsip keamanan pangan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan membentuk sikap positif siswa jurusan kuliner SMKN 4 Madiun melalui edukasi Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB) berbasis media permainan ular tangga. Kegiatan diikuti oleh 52 siswa, terdiri atas 10 laki-laki dan 42 perempuan. Pelaksanaan dilakukan melalui tiga tahap, yaitu penyampaian materi interaktif, sesi diskusi dan tanya jawab, serta permainan edukatif. Evaluasi menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan pengetahuan dan sikap siswa. Hasil menunjukkan adanya peningkatan rata-rata skor pengetahuan dari 93 menjadi 99, serta sikap dari 88 menjadi 93 setelah edukasi. Peningkatan ini menunjukkan bahwa penggunaan media edukatif interaktif efektif dalam memperkuat pemahaman konsep sekaligus membentuk sikap positif siswa terhadap penerapan higiene dan sanitasi pangan. Kegiatan ini dapat menjadi model pembelajaran inovatif bagi sekolah kejuruan dalam meningkatkan kompetensi siswa di bidang kuliner. Kata kunci: CPPOB; edukasi, higiene sanitasi; media ular tangga; siswa kuliner
KARAKTERISTIK KELUARGA DENGAN BALITA GIZI BURUK DI KOTA SURABAYA Amalia Ruhana; Choirul Anna Nur Afifah; Rita Ismawati; Veni Indrawati; Siti Sulandjari; Rahayu Dewi
LENTERA: JOURNAL OF GENDER AND CHILDREN STUDIES Vol 1 No 1 (2019): Lentera: Journal of Gender and Children Studies ( 2019 )
Publisher : LPPM Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/lentera.v1i1.6812

Abstract

Gizi buruk merupakan suatu keadaan balita yang apabila dilihat secara antropometri dengan menggunakan indeks berat badan per umur, memiliki ambang batas di bawah -3 Z-Score. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik keluarga yang memiliki balita gizi buruk. Penelitian ini menggunakan metode Cross Sectional Study. Hasil dari penelitian rata-rata umur ibu dan standar deviasi adalah 33,75±6,79 tahun, sebagian besar ayah (41,9%) berpendidikan SMA dan sebagian besar ibu juga berpendidikan SMA (46,2%), sebagian besar ibu merupakan ibu rumah tangga (68,7%), dan sebagian besar keluarga (78.75%) memiliki pendapatan dibawah upah minimum kota Surabaya. Kesimpulan dari penelitian ini adalah keluarga yang memiliki balita gizi buruk memiliki Ibu berumur dewasa, sebagian besar orang tua memiliki pendidikan tertinggi SMA, sebagian besar ibu menjadi Ibu Rumah Tangga dan sebagian besar pendapatan keluarga berada di bawah Upah Minimum Kota Surabaya
Mung Bean and Soy Snack Bars as an Alternative Snack for Athletes Gerarda Lisa Yuwanti; Veni Indrawati; Choirul Anna Nur Afifah; Lini Anisfatus Sholihah
Journal of Physical Education Health and Sport Vol. 11 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpehs.v11i1.5863

Abstract

Snack bars are snacks that are suitable to be consumed after exercise. This research aims to determine the effect of substitution of mung bean flour and addition of soybean flour on the acceptability of a snack bar, as well as the nutritional content of carbohydrates, proteins, and BCAA of the best formula. This research is a pure experiment, with 3x2 factorial research design. The panelists consist of 35 untrained panelists, namely 35 inkai karate athletes at ADLI KBD. The research data were obtained by filling out organoleptic acceptability test questionnaires, then analyzed with Friedman and Wilcoxon test. While the nutritional content is obtained through laboratory tests. The substitution of mung bean flour and the addition of soybean flour significantly affect the aroma (p=0.02), texture (p=0.00), and taste (p=0.00); But it does not significantly affect the color (p=0.40). The best formula were the substitution of 10% mung bean flour and the addition of 5% soybean flour. A piece of snack bar (50g) contains 28.05g carbohydrates; 7.03g protein; and 28.47mg BCAA (10.52mg leucine; 12.05mg isoleucine; 5.9mg valine). One snack bar can fulfill 77,2% of carbohydrates and 72,8% protein needs. Athletes need to consume two pcs after exercise to reach 10% of their daily nutrition needs.