Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Analisis Faktor Risiko Kejadian Stunting pada Balita Usia 1-23 Bulan di Kota Denpasar, Bali Ratnaningsih, Agnes Ika; Indrawati, Veni
JGK: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol 5 No 2 (2025): Jurnal Gizi dan Kesehatan
Publisher : Jurusan Gizi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jgk.v5i2.2864

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang menghambat tumbuh kembang anak. Meskipun prevalensi stunting di Provinsi Bali menurun, Kota Denpasar mengalami peningkatan dari 5,5% (2022) menjadi 10,8% (2023). Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor risiko stunting pada balita usia 1–23 bulan di Kota Denpasar dengan pendekatan mix-method dan desain fenomenologi. Data kuantitatif diperoleh melalui SQ-FFQ dan dianalisis menggunakan Nutrisurvey untuk menilai asupan zat gizi makro (energi, karbohidrat, lemak, protein) dan mikro (zat besi, zinc, vitamin A). Data kualitatif dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap 14 informan yang dipilih secara purposive dan snowball sampling. Validasi data dilakukan dengan triangulasi sumber dan dianalisis secara deskriptif naratif berbasis content analysis. Hasil menunjukkan bahwa faktor langsung stunting meliputi rendahnya asupan energi, karbohidrat, lemak, dan zat besi, meskipun asupan protein, zinc, dan vitamin A tergolong cukup. Sebagian besar balita juga memiliki riwayat infeksi seperti ISPA dan diare. Faktor tidak langsung mencakup pola asuh yang kurang optimal serta pengaruh budaya terhadap konsumsi pangan dan keterlibatan para calon pengantin dalam pencegahan stunting.
Sugar-sweetened beverages, energy intake and nutritional status in type 2 diabetes mellitus Sari, Adinda Fathikah; Aulia, Salma Shafrina; Indrawati, Veni; Sholihah, Lini Anisfatus
Jurnal Gizi dan Dietetik Indonesia (Indonesian Journal of Nutrition and Dietetics) VOLUME 14 ISSUE 1, 2026
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/ijnd.2026.14(1).46-54

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Diabetes Melitus Tipe 2 dapat disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya usia, Indeks  Massa  Tubuh (IMT), tekanan darah, stress, gaya hidup, aktivitas fisik, riwayat keluarga atau keturunan, serta pola makan. Konsumsi Sugar-Sweetened Beverages akan mempengaruhi jumlah total asupan energi dan status gizi serta pengontrolan kadar glukosa darah individu. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan konsumsi Sugar-Sweetened Beverages, asupan energi, dan status gizi dengan kadar glukosa darah pasien rawat jalan diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Sedati Sidoarjo Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan observasi cross-sectional. Responden penelitian ini yaitu 105 pasien dengan diagnosa diabetes melitus tipe 2 yang berobat di Puskesmas Sedati dan dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Pengumpulan data Sugar - Sweetened Beverages dan asupan energi menggunakan wawancara SQ-FFQ, data status gizi dilakukan dengan pengukuran antropometri, serta data glukosa darah puasa dengan hasil laboratorium. Analisis statistik data menggunakan uji Chi - Square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara Sugar-Sweetened Beverages (p-value = 0.008 r =6.38), asupan energi (p-value = 0.001  r = 0.208 ) dan status gizi (p-value = 0.000 r = 1,285 ) dengan kadar glukosa darah pasien rawat jalan diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Sedati Sidoarjo. Kesimpulan: Terdapat hubungan konsumsi minuman berpemanis, asupan energi, dan status gizi dengan kadar glukosa darah pasien rawat jalan diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Sedati, Sidoarjo.   ABSTRACT Background: Type 2 Diabetes Mellitus can be caused by several factors including age, Body Mass Index (BMI), blood pressure, stress, lifestyle, physical activity, family history or heredity, and diet. Consumption of Sugar-Sweetened Beverages will affect the total amount of energy intake and nutritional status as well as control of individual blood glucose levels. Objectives: This study aims to determine the relationship between consumption of sugar-sweetened beverages, energy intake, and nutritional status with blood glucose levels of outpatients with type 2 diabetes mellitus at the Sedati Health Center, Sidoarjo Methods: This study is a quantitative study with cross-sectional observation. The respondents to this study were 105 patients diagnosed with type 2 diabetes mellitus who were treated at the Sedati Health Center and were selected using the accidental sampling technique. Data collection of Sugar-Sweetened Beverages and energy intake used SQ-FFQ interviews, nutritional status data was carried out with anthropometric measurements, and fasting blood glucose data with laboratory results. Statistical analysis of the data used the Chi-Square test. Results: The results of the study showed a relationship between Sugar-Sweetened Beverages (p-value = 0.008 r = 6.38), energy intake (p-value = 0.001 r = 0.208) and nutritional status (p-value = 0.000 r = 1.285) with blood glucose levels of outpatients with type 2 diabetes mellitus at the Sedati Sidoarjo Health Center. Conclusions: A relationship was identified between sugar - sweetened beverage intake, energy consumption, and nutritional status with blood glucose levels in outpatients with type 2 diabetes mellitus at the sedati  Health center in Sidoarjo.
Penguatan Pengetahuan Dan Sikap CPPOB Melalui Media Ular Tangga Pada Siswa SMKN 4 Madiun Dewi, Novianti Tysmala; Ruhana, Amalia; Mayasari, Noor Rohmah; Raisya; Ristanti, Idcha Kusma; Ismawati, Rita; Indrawati, Veni
Jurdimas (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Royal Vol. 9 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : STMIK Royal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33330/jurdimas.v9i2.4385

Abstract

Abstract: Food safety is an essential aspect of ensuring the quality and health of food products, particularly for vocational students who will become future workers in the culinary industry. Understanding and maintaining positive attitudes toward hygiene and sanitation should be developed during the learning process to build appropriate food safety practices. This community service program aimed to strengthen students’ knowledge and attitudes regarding hygiene and sanitation through Good Processed Food Production Methods (CPPOB) education using a CPPOB Snakes and Ladders interactive learning media. The activity involved 52 culinary students of SMKN 4 Madiun, consisting of 10 males and 42 females. The program was conducted in three stages: interactive material delivery, discussion and Q&A sessions, and an educational game session. Evaluation was carried out using pre-test and post-test to measure changes in knowledge and attitudes. The results showed an increase in the average knowledge score from 93 to 99 and attitude score from 88 to 93 after the intervention. These findings indicate that interactive educational media effectively enhance students’ conceptual understanding and foster positive attitudes toward hygiene and sanitation practices. This program can serve as an innovative learning model to improve vocational students’ competencies in culinary education. Keywords: CPPOB; education; hygiene and sanitation; snakes and ladders media; culinary students Abstrak: Keamanan pangan merupakan aspek penting dalam menjamin mutu dan kesehatan produk makanan, khususnya bagi siswa kejuruan yang akan menjadi tenaga kerja di bidang kuliner. Pemahaman dan sikap positif terhadap higiene dan sanitasi perlu ditanamkan sejak masa pendidikan agar terbentuk perilaku kerja yang sesuai dengan prinsip keamanan pangan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan membentuk sikap positif siswa jurusan kuliner SMKN 4 Madiun melalui edukasi Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB) berbasis media permainan ular tangga. Kegiatan diikuti oleh 52 siswa, terdiri atas 10 laki-laki dan 42 perempuan. Pelaksanaan dilakukan melalui tiga tahap, yaitu penyampaian materi interaktif, sesi diskusi dan tanya jawab, serta permainan edukatif. Evaluasi menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan pengetahuan dan sikap siswa. Hasil menunjukkan adanya peningkatan rata-rata skor pengetahuan dari 93 menjadi 99, serta sikap dari 88 menjadi 93 setelah edukasi. Peningkatan ini menunjukkan bahwa penggunaan media edukatif interaktif efektif dalam memperkuat pemahaman konsep sekaligus membentuk sikap positif siswa terhadap penerapan higiene dan sanitasi pangan. Kegiatan ini dapat menjadi model pembelajaran inovatif bagi sekolah kejuruan dalam meningkatkan kompetensi siswa di bidang kuliner. Kata kunci: CPPOB; edukasi, higiene sanitasi; media ular tangga; siswa kuliner