Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Analisis Faktor Risiko Kejadian Stunting pada Balita Usia 1-23 Bulan di Kota Denpasar, Bali Ratnaningsih, Agnes Ika; Indrawati, Veni
JGK: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol 5 No 2 (2025): Jurnal Gizi dan Kesehatan
Publisher : Jurusan Gizi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jgk.v5i2.2864

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang menghambat tumbuh kembang anak. Meskipun prevalensi stunting di Provinsi Bali menurun, Kota Denpasar mengalami peningkatan dari 5,5% (2022) menjadi 10,8% (2023). Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor risiko stunting pada balita usia 1–23 bulan di Kota Denpasar dengan pendekatan mix-method dan desain fenomenologi. Data kuantitatif diperoleh melalui SQ-FFQ dan dianalisis menggunakan Nutrisurvey untuk menilai asupan zat gizi makro (energi, karbohidrat, lemak, protein) dan mikro (zat besi, zinc, vitamin A). Data kualitatif dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap 14 informan yang dipilih secara purposive dan snowball sampling. Validasi data dilakukan dengan triangulasi sumber dan dianalisis secara deskriptif naratif berbasis content analysis. Hasil menunjukkan bahwa faktor langsung stunting meliputi rendahnya asupan energi, karbohidrat, lemak, dan zat besi, meskipun asupan protein, zinc, dan vitamin A tergolong cukup. Sebagian besar balita juga memiliki riwayat infeksi seperti ISPA dan diare. Faktor tidak langsung mencakup pola asuh yang kurang optimal serta pengaruh budaya terhadap konsumsi pangan dan keterlibatan para calon pengantin dalam pencegahan stunting.
Sugar-sweetened beverages, energy intake and nutritional status in type 2 diabetes mellitus Sari, Adinda Fathikah; Aulia, Salma Shafrina; Indrawati, Veni; Sholihah, Lini Anisfatus
Jurnal Gizi dan Dietetik Indonesia (Indonesian Journal of Nutrition and Dietetics) VOLUME 14 ISSUE 1, 2026
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/ijnd.2026.14(1).46-54

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Diabetes Melitus Tipe 2 dapat disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya usia, Indeks  Massa  Tubuh (IMT), tekanan darah, stress, gaya hidup, aktivitas fisik, riwayat keluarga atau keturunan, serta pola makan. Konsumsi Sugar-Sweetened Beverages akan mempengaruhi jumlah total asupan energi dan status gizi serta pengontrolan kadar glukosa darah individu. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan konsumsi Sugar-Sweetened Beverages, asupan energi, dan status gizi dengan kadar glukosa darah pasien rawat jalan diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Sedati Sidoarjo Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan observasi cross-sectional. Responden penelitian ini yaitu 105 pasien dengan diagnosa diabetes melitus tipe 2 yang berobat di Puskesmas Sedati dan dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Pengumpulan data Sugar - Sweetened Beverages dan asupan energi menggunakan wawancara SQ-FFQ, data status gizi dilakukan dengan pengukuran antropometri, serta data glukosa darah puasa dengan hasil laboratorium. Analisis statistik data menggunakan uji Chi - Square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara Sugar-Sweetened Beverages (p-value = 0.008 r =6.38), asupan energi (p-value = 0.001  r = 0.208 ) dan status gizi (p-value = 0.000 r = 1,285 ) dengan kadar glukosa darah pasien rawat jalan diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Sedati Sidoarjo. Kesimpulan: Terdapat hubungan konsumsi minuman berpemanis, asupan energi, dan status gizi dengan kadar glukosa darah pasien rawat jalan diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Sedati, Sidoarjo.   ABSTRACT Background: Type 2 Diabetes Mellitus can be caused by several factors including age, Body Mass Index (BMI), blood pressure, stress, lifestyle, physical activity, family history or heredity, and diet. Consumption of Sugar-Sweetened Beverages will affect the total amount of energy intake and nutritional status as well as control of individual blood glucose levels. Objectives: This study aims to determine the relationship between consumption of sugar-sweetened beverages, energy intake, and nutritional status with blood glucose levels of outpatients with type 2 diabetes mellitus at the Sedati Health Center, Sidoarjo Methods: This study is a quantitative study with cross-sectional observation. The respondents to this study were 105 patients diagnosed with type 2 diabetes mellitus who were treated at the Sedati Health Center and were selected using the accidental sampling technique. Data collection of Sugar-Sweetened Beverages and energy intake used SQ-FFQ interviews, nutritional status data was carried out with anthropometric measurements, and fasting blood glucose data with laboratory results. Statistical analysis of the data used the Chi-Square test. Results: The results of the study showed a relationship between Sugar-Sweetened Beverages (p-value = 0.008 r = 6.38), energy intake (p-value = 0.001 r = 0.208) and nutritional status (p-value = 0.000 r = 1.285) with blood glucose levels of outpatients with type 2 diabetes mellitus at the Sedati Sidoarjo Health Center. Conclusions: A relationship was identified between sugar - sweetened beverage intake, energy consumption, and nutritional status with blood glucose levels in outpatients with type 2 diabetes mellitus at the sedati  Health center in Sidoarjo.