Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis unsur intrinsik dalam film Bila Esok Ibu Tiada Karya Nuy Naniga yang mengangkat tema kehilangan dan dinamika keluarga, serta upaya untuk memperbaiki hubungan yang retak. Film ini menggambarkan hubungan seorang ibu dengan empat anaknya dalam sebuah keluarga. Menghadirkan konflik-konflik kehidupan sehari-hari namun sukses menguras air mata penontonnya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, data diperoleh melalui observasi tekstual dan transkrip dialog yang dianalisis berdasarkan unsur-unsur intrinsik, yakni tema, tokoh/penokohan, alur, latar, dan gaya bahasa. Hasil analisis menunjukkan bahwa film ini menyampaikan pesan yang mendalam tentang pentingnya menghargai hubungan keluarga melalui dialog emosional, simbolisme, dan metafora yang mendalam. Tema utama yang diangkat adalah perjuangan dalam menghadapi kehilangan dan upaya memperbaiki hubungan keluarga dengan filosofi Kintsugi sebagai simbol. Tokoh utama, seperti Ranika yang menjadi pemimpin keluarga, serta Rahmi yang berusaha menjaga kebersamaan keluarganya, mencerminkan karakter yang kompleks dan realistis. Alur campuran yang digunakan memungkinkan penonton memahami latar belakang konflik, sementara latar dan gaya bahasa mendukung penggambaran emosional cerita. Penelitian ini memberikan wawasan tentang bagaimana film Bila Esok Ibu Tiada tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai medium untuk menyampaikan pesan moral tentang pentingnya keluarga, komunikasi, dan saling memahami dalam menghadapi cobaan hidup.AbstractThis research aims to analyze the intrinsic elements in the film Bila Esok Tiada which is Nuy Naniga’s work, which raises the theme of loss and family dynamics, as well as efforts to repair fractured relationships. This film depicts the relationship between a mother and her four children in a family. Presenting daily life conflicts but successfully draining the audience's tears. This study uses a qualitative research method, data is obtained through textual observations and dialogue transcripts which are analyzed based on intrinsic elements, namely themes, characters/characterization, plot, setting, and language style. The results of the analysis show that this film conveys a profound message about the importance of respecting family relationships through emotional dialogue, symbolism, and deep metaphors. The main theme raised was the struggle to face loss and efforts to improve family relationships with the Kintsugi philosophy as a symbol. The main characters, such as Ranika who is the leader of the family, and Rahmi who tries to keep her family together, reflect complex and realistic characters. The mixed plot used allows the audience to understand the background of the conflict, while the setting and language style support the emotional portrayal of the story. This research provides insight into how the film Bila Esok Ibu Ada not only serves as entertainment, but also as a medium to convey moral messages about the importance of family, communication, and mutual understanding in facing life's trials.