Ridhoul Wahidi
Fakultas Ilmu Agama Islam Universitas Islam Indragiri Tembilahan Riau

Published : 22 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Living Qur’an: Tradisi Sima’an Al-Qur’an di Komunitas An-najah Tembilahan Kartika, Wieke Widya; Amaruddin, Amaruddin; Wahidi, Ridhoul
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.36735

Abstract

Tradisi Sima’an Al-Qur’an adalah salah satu bentuk praktik kolektif dalam menjaga otentitas dan keberlangsungan hafalan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalis pelaksanaan, nilai-nilai, serta peran Tradisi Simaan Al-Qur’an di Komunitas An-najah Tembilahan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur, dan studi dokumentasi. Data analis secara interaktif dengan model Miles dan Huberman, yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pemeriksaan keabsahan data dilakukan melalui triangulasi sumber dan metode. Hasil menunjukan bahwa: (1) Prosesi Sima’an di Komunitas An-najah dilaksanakan secara rutin dengan pola yang terstruktur, meliputi pembacaan juz Al-Qur’an secara bergilir oleh para hafizah dibawah pengawasan seorang musyrif. (2) Tradisi ini mengandung nilai spiritual, edukatif, dan sosial yang saling terkait. (3) Kendala yang terjadi dalam tradisi simaan Al-Qur’an. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tradisi sima’an di Komunitas An-najah telah menjadi system sosial-keagamaan yang efektif dalam memelihara kelestarian Al-Qur’an di Tingkat komunitas.
The Thematic Construction of the Nuzul by ‘Abd al-Qādir Malāhisy in Bayān al-Ma’āni ‘alā Mushaf Tartīb al-Nuzūl Wahidi, Ridhoul; Hamka, Muhammad
HERMENEUTIK : Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 19, No 1 (2025): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, UIN Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/hermeneutik.v19i1.31131

Abstract

This research aims to examine the thematic construction used by ‘Abd al-Qādir Malāhisy in interpreting the Qur'an, particularly in his work Bayān al-Ma’āni. Using a qualitative method based on library research, this study analyzes how Malāhisy designs the main themes in his exegesis and how he connects verses that have semantic relations into a cohesive theme. The research results show that Malāhisy applies the principle of intertextuality in interpreting the verses of the Qur'an through contextual and linguistic approaches. He also combines semantic analysis and linguistic structure to explain the relationships between verses that have similar meanings in various surahs. This approach provides a more systematic understanding of the content of the Qur'an and enriches the treasury of thematic exegesis in Islamic studies, which can offer new insights into the understanding of Qur'anic verses more comprehensively. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konstruksi tematik yang digunakan oleh ‘Abd al-Qādir Malāhisy dalam menafsirkan al-Qur’an, khususnya dalam karyanya Bayān al-Ma’āni. Menggunakan metode kualitatif berbasis studi kepustakaan, penelitian ini menganalisis bagaimana Malāhisy merancang tema-tema utama dalam tafsirnya dan bagaimana ia menghubungkan ayat-ayat yang memiliki hubungan semantik menjadi sebuah tema yang kohesif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Malāhisy menerapkan prinsip intertekstualitas dalam menafsirkan ayat-ayat al-Qur’an melalui pendekatan kontekstual dan linguistik. Ia juga menggabungkan analisis semantik dan struktur kebahasaan untuk menjelaskan hubungan antara ayat-ayat yang memiliki makna serupa dalam berbagai surah. Pendekatan ini memberikan pemahaman yang lebih sistematis terhadap kandungan al-Qur’an dan memperkaya khazanah tafsir tematik dalam kajian keislaman, yang dapat menawarkan wawasan baru dalam pemahaman ayat-ayat al-Qur’an secara lebih komprehensif.