Djoko Wahyono
Department Pharmacology and Clinical Pharmacy, Faculty of Pharmacy, Gadjah Mada University, Yogyakarta Indonesia

Published : 16 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : JFIOnline

PENGARUH PRAPERLAKUAN BROKOLI (Brassica oleracea L. var. botrytis L.) TERHADAP FARMAKOKINETIKA RIFAMPISIN PADA TIKUS Wahyono, Djoko; Hakim, Arief Rahman
JFIOnline | Print ISSN 1412-1107 | e-ISSN 2355-696X Vol 3, No 1 (2006)
Publisher : Indonesian Research Gateway

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The research was aimed to observe broccoli (Brassica oleracea L. var. botrytis L.) activities to rifampicin pharmacokinetics in rats. The study was conducted using female Sprague Dawley rats which were divided  into 3 groups (6 rats for each group). The groups were given a single oral rifampicin 50,4 mg/kg BW as a control group and were confered multiple doses oral (once daily for seven days) (P-I) and single dose oral oral (P-II) broccoli 23,43 g/kg BW before treatment with rifampicin. Serial blood samples (0,2 ml) were withdrawn at various interval via the tail vein for HPLC analysis of unchanged rifampicin in blood. From the concentration of rifampicin vs time data  was determined rifampicin pharmacokinetics parameters i.e. Ka, Cmaks, tmaks, AUC0-~, Vdss, t1/2 elimination, ClT and K. The results have shown that the pharmacokinetics values of rifampicin in the animals prefed with broccoli 23,43 mg/kg bw 1 hours prior to single oral administration of the drug did not change significantly (P>0,10). Prefeeding the animals with broccoli 23,43 g/kg bw once daily for 7 consecutive days has increased the total clearance of rifampicin 46,90% (P<0,10). The increase in the total clearance rifampicin due to the compound has decreased Cmaks 36,54% (P<0,10). ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian praperlakuan brokoli (Brassica oleracea L. var. botrytis L.) terhadap farmakokinetika rifampisin pada tikus. Penelitian menggunakan tikus putih betina galur Sprague Dawley yang dibagi menjadi 3 kelompok masing-masing terdiri dari 6 ekor hewan. Kelompok I (kontrol) diberikan  rifampisin secara oral dosis 50,4 mg/kg BB,   kelompok II dan III (perlakuan) diberikan brokoli secara oral dosis 23,43 g/kg BB sekali sehari selama 7 hari (P-I) dan 1 jam sebelum (P-II) diberikan rifampisin dengan dosis yang sama seperti kelompok I. Setelah seluruh hewan mendapatkan perlakuan, pada jam-jam ke- 0,25; 0,5; 1; 1,5; 2;  3; 4; 6; 8; 10; 12, dan 24  diambil cuplikan darah (0,2 ml) dari vena lateralis ekor, guna penetapan kadar rifampisin utuh secara HPLC. Kadar rifampisin utuh dalam darah dihitung berdasarkan kurva baku. Harga-harga parameter farmakokinetika rifampisin (Ka, Cmaks, tmaks, AUC0-~, Vdss, t1/2, ClT dan K) dihitung berdasarkan data kadar rifampisin utuh dalam darah terhadap waktu. Hasil penelitian menunjukkan praperlakuan brokoli satu jam sebelum pemberian rifampisin tidak mempengaruhi farmakokinetika rifampisin (P>0,10), namun pemberian brokoli sekali sehari selama 7 hari sebelum pemberian rifampisin mampu meningkatkan ClT rifampisin sebesar 46,90% (P<0,10). Akibat kenaikan ClT rifampisin tersebut, harga Cmaks mengalami penurunan sebesar 36,54% (P<0,10).
Pengelolaan Diabetes Melitus Tipe 2 Oleh Apoteker Wahyuningrum, Retno; Wahyono, Djoko; Mustofa, Mustofa; Prabandari, Yayi Suryo
JFIOnline | Print ISSN 1412-1107 | e-ISSN 2355-696X Vol 9, No 1 (2017): Punica Granatum
Publisher : Indonesian Research Gateway

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK : Diabetes Melitus (DM) tipe 2 tergolongdalam penyakit kronis yang akan diderita seumur hidup, perlu kerja sama antara dokter, perawat, ahli gizi, farmasis/apoteker, psikolog dengan pasien dan keluarganya dalam upaya pengelolaan penyakit tersebut. Peran praktisi kesehatan dalam pengelolaan penyakit DM tipe 2 adalah memberikan terapi yang sesuai dengan kondisi masing-masing pasien menurut pedoman tatalaksana pengelolaan penyakit. Peraturan Menteri Kesehatan tahun 2014 nomor 30, 35, dan 58 tentang standar pelayanan kefarmasian di puskesmas, apotek, dan rumah sakit menuntut apoteker untuk meningkatkan kompetensinya dalam implementasi asuhan kefarmasian (pharmaceutical care). Peran yang harus ditingkatkan tidak hanya terbatas pada pengelolaan obat, tetapi juga pada pemberian layanan farmasi klinik, salah satunya adalah konseling. Konseling yang dilakukan apoteker pada pasien bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman, kesadaran, dan kepatuhan sehingga terjadi perubahan perilaku dalam penggunaan obat dan menyelesaikan masalah yang dihadapi pasien.
PENGARUH PRAPERLAKUAN BROKOLI (Brassica oleracea L. var. botrytis L.) TERHADAP FARMAKOKINETIKA RIFAMPISIN PADA TIKUS Wahyono, Djoko; Hakim, Arief Rahman
Jurnal Farmasi Indonesia Vol 3, No 1 (2006)
Publisher : Jurnal Farmasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35617/jfi.v3i1.69

Abstract

The research was aimed to observe broccoli (Brassica oleracea L. var. botrytis L.) activities to rifampicin pharmacokinetics in rats. The study was conducted using female Sprague Dawley rats which were divided  into 3 groups (6 rats for each group). The groups were given a single oral rifampicin 50,4 mg/kg BW as a control group and were confered multiple doses oral (once daily for seven days) (P-I) and single dose oral oral (P-II) broccoli 23,43 g/kg BW before treatment with rifampicin. Serial blood samples (0,2 ml) were withdrawn at various interval via the tail vein for HPLC analysis of unchanged rifampicin in blood. From the concentration of rifampicin vs time data  was determined rifampicin pharmacokinetics parameters i.e. Ka, Cmaks, tmaks, AUC0-~, Vdss, t1/2 elimination, ClT and K. The results have shown that the pharmacokinetics values of rifampicin in the animals prefed with broccoli 23,43 mg/kg bw 1 hours prior to single oral administration of the drug did not change significantly (P>0,10). Prefeeding the animals with broccoli 23,43 g/kg bw once daily for 7 consecutive days has increased the total clearance of rifampicin 46,90% (P<0,10). The increase in the total clearance rifampicin due to the compound has decreased Cmaks 36,54% (P<0,10). ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian praperlakuan brokoli (Brassica oleracea L. var. botrytis L.) terhadap farmakokinetika rifampisin pada tikus. Penelitian menggunakan tikus putih betina galur Sprague Dawley yang dibagi menjadi 3 kelompok masing-masing terdiri dari 6 ekor hewan. Kelompok I (kontrol) diberikan  rifampisin secara oral dosis 50,4 mg/kg BB,   kelompok II dan III (perlakuan) diberikan brokoli secara oral dosis 23,43 g/kg BB sekali sehari selama 7 hari (P-I) dan 1 jam sebelum (P-II) diberikan rifampisin dengan dosis yang sama seperti kelompok I. Setelah seluruh hewan mendapatkan perlakuan, pada jam-jam ke- 0,25; 0,5; 1; 1,5; 2;  3; 4; 6; 8; 10; 12, dan 24  diambil cuplikan darah (0,2 ml) dari vena lateralis ekor, guna penetapan kadar rifampisin utuh secara HPLC. Kadar rifampisin utuh dalam darah dihitung berdasarkan kurva baku. Harga-harga parameter farmakokinetika rifampisin (Ka, Cmaks, tmaks, AUC0-~, Vdss, t1/2, ClT dan K) dihitung berdasarkan data kadar rifampisin utuh dalam darah terhadap waktu. Hasil penelitian menunjukkan praperlakuan brokoli satu jam sebelum pemberian rifampisin tidak mempengaruhi farmakokinetika rifampisin (P>0,10), namun pemberian brokoli sekali sehari selama 7 hari sebelum pemberian rifampisin mampu meningkatkan ClT rifampisin sebesar 46,90% (P<0,10). Akibat kenaikan ClT rifampisin tersebut, harga Cmaks mengalami penurunan sebesar 36,54% (P<0,10).
Pengelolaan Diabetes Melitus Tipe 2 Oleh Apoteker Wahyuningrum, Retno; Wahyono, Djoko; Mustofa, Mustofa; Prabandari, Yayi Suryo
Jurnal Farmasi Indonesia Vol 9, No 1 (2017)
Publisher : Jurnal Farmasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5127.266 KB) | DOI: 10.35617/jfi.v9i1.550

Abstract

ABSTRAK : Diabetes Melitus (DM) tipe 2 tergolongdalam penyakit kronis yang akan diderita seumur hidup, perlu kerja sama antara dokter, perawat, ahli gizi, farmasis/apoteker, psikolog dengan pasien dan keluarganya dalam upaya pengelolaan penyakit tersebut. Peran praktisi kesehatan dalam pengelolaan penyakit DM tipe 2 adalah memberikan terapi yang sesuai dengan kondisi masing-masing pasien menurut pedoman tatalaksana pengelolaan penyakit. Peraturan Menteri Kesehatan tahun 2014 nomor 30, 35, dan 58 tentang standar pelayanan kefarmasian di puskesmas, apotek, dan rumah sakit menuntut apoteker untuk meningkatkan kompetensinya dalam implementasi asuhan kefarmasian (pharmaceutical care). Peran yang harus ditingkatkan tidak hanya terbatas pada pengelolaan obat, tetapi juga pada pemberian layanan farmasi klinik, salah satunya adalah konseling. Konseling yang dilakukan apoteker pada pasien bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman, kesadaran, dan kepatuhan sehingga terjadi perubahan perilaku dalam penggunaan obat dan menyelesaikan masalah yang dihadapi pasien.
Co-Authors Abdul Rohman Andi Suhendi Andriana Sari Aningtyas, Tia Arief Nurrochmad Arief Rahman Hakim Bambang Sigit Riyanto Budi Raharjo Budiarti, L Endang Cecep Kusmana Dewi Latifatul Ilma Dian Oktianti Dyah, Ria Istamining Edi Prasetyo Nugroho Endang Suparniati, Endang Endang Yuniarti Endriastuti, Nialiana Endah Fauziah Fauziah Fifin Oktaviani Fita Rahmawati Genatrika, Erza Geografi, Liniati Githa Fungie Galistiani Gunarsih, Vidiya Hapsari , Indri Harpina, Feranianty Hayati, Farida Hening Pratiwi, Hening Hidayati, Rahmania I Dewa Putu Pramantara Ika Norcahyanti Ika Puspita Sari Ika Puspitasari Indri Hapsari Irin Dwi Andari, Irin Dwi Kartika Ayu Lestari Kartikarini, Victoria Dian L. Endang Budiarti, L. Endang Laksmi Maharani Manggo, Tasya Faradillah Manik, Nirmala Megawati, Sefi Mulyasih, Anita Budi Mustofa Mustofa Nanang Munif Yasin Naniek Widyaningrum Ninisita Sri Hadi Nova Hasani Furdiyanti, Nova Hasani Nurlaila ., Nurlaila Pratiwi, Daniar Purbaningsih, Sandi Purwaningsih, Avianti Eka Dewi Aditya Putri, Dianita Rifqia Putri, Hesti Nursari Rahmantika, Fitri Retno Wahyuningrum Rihan Basyiruddin Ahmad, Rihan Basyiruddin Riyanto, Bambang S. Rizka Humardewayanti Asdie Rukminingsih, Fef S, I Dewa Putu Pramantara Sampurno Sampurno Sandi, Dita Ayulia Dwi Sari, Ika P. Sari, Lana Satibi Satibi Suci Paramitasari Syahlani Sukarno, Ristantio Tambunan, Veny Tommy Pratama, Tommy Tri Murti Andayani Umboro, Recta Olivia Wijayanto, Yayat Wulandari, Denia Yuni Yasin, Nanang M. Yayi Suryo Prabandari Yayuk Dwi Rahayu, Yayuk Dwi Yundari, Yundari Yusmein Uyun ZK Abdurahman Baizal