Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Dampak Korupsi dan Pandemi Covid 19 Terhadap The End Tuberculosis Strategy WHO di ASEAN: Studi Ekologi Ramadhani, Ramadhani; Wahyono, Tri Yunis Miko
Menara Ilmu : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmiah Vol 17, No 2 (2023): Vol 17 No. 02 OKTOBER 2023
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mi.v17i2.4756

Abstract

ABSTRAK: Wilayah asia tenggara merupakan penyumbang terbesar kasus tuberkulosis. The End Tb Strategy menetapkan target penurunan 20% insiden tuberkulosis tahun 2020 dibandingkan 2015. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Insiden Tuberkulosis di negara ASEAN selama penerapan The End Tb Strategy dan mengetahui apakah korupsi dan pandemi covid 19 berdampak pada penurunan insiden rate tuberkulosis. Penelitian ini menggunakan Desain studi ekologi dengan data sekunder yang dapat di akses publik. Data insiden rate bersumber dari laporan WHO tahun 2022 dan data indeks persepsi korupsi dari transparansi internasional. Analisis deskriptif dan Regresi Poisson dengan data panel digunakan untuk mengetahui dampak korupsi dan pandemi covid 19 pada insiden tuberkulosis. Terjadi penurunan insiden rate tuberculosis dari awal pelaksanaan the end tb strategy WHO tahun 2015 sampai 2020, tapi terjadi pembalikan arah tren tahun 2021. Faktor yang signifikan meningkatkan insiden tuberculosis yaitu korupsi dan tahun kedua pandemi covid 19. Target penurunan insiden tuberculosis sesuai target The End Tb Strategy gagal tercapai. Gagalnya pencapaian target penurunan insiden tuberkulosi adalah akibat dari dampak tingginya tingkat korupsi disebagian besar negara ASEAN dan pandemi covid 19. Kata Kunci: insiden tuberkulosis,indeks persepsi korupsi, data panel, regresi poisson
DETERMINAN INFEKSI OPORTUNISTIK KRIPTOSPORIDIOSIS PADA ODHA (ORANG DENGAN HIV/AIDS) DI RS GUNTUR KABUPATEN GARUT Diani, Yuli Ayu; Wahyono, Tri Yunis Miko
Jurnal Cahaya Mandalika ISSN 2721-4796 (online) Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jcm.v3i2.1399

Abstract

Human Immunodeficiency Virus (HIV) is a virus that infects, destroys, and disrupts the human immune system, causing progressively low immunity. HIV infection is a still a major global health problem. Opportunistic infection (OI) are the main cause of morbidity and mortality in person living HIV/AIDS (PLHIV) because OI contributes 80% to the cause of death of PLHIV. Cryptosporidiosis is one of the OI that caused by the protozoa Cryptosporidium sp. which is an obligate intracellular parasite that causes diarrhea in human and animals. This study aims to identify the determinants associted with cryptosporidiosis OI at Guntur Hospital, Garut Regency. Methods: The case-control strudy design was carried out using pre-ART register data and medical records of PLHIV at Guntur Hospital, Garut Regency in November 2022. The total sample was 180 consisting of 40 cases and 140 controls. Univariate, bivariate analysis using chi-square, and multivariate analysis with logistic regression was performed. Result: Logistic regression test alaysis obtained a statistically significant relationship between HIV stage and cryptosporidiosis (OR=32,97; 95% CI: 7,40-146,90) with a p-value <0,001, but there was no significant relationship statistically between age, gender, education, employment status, marital status, risk of sexual behavior, history of injection drugs, and ART adherence. Conclusion: The determinants of crypstosporidiosis in PLHIV are advances clinical stages of HIV, stages III and IV. Suggestion: It is necessary to prevent OI so that the early stages do not progress to advanced stages through the intervention of various epidemiological, social, and human activity factors.
Tinjauan Literatur : Keterlambatan Memulai Pengobatan sebagai Salah Satu Faktor Risiko Hasil Akhir Pengobatan Tuberkulosis yang Buruk Faralina, Mikyal; Wahyono, Tri Yunis Miko; Wijaya, Fikri
Jurnal Cahaya Mandalika ISSN 2721-4796 (online) Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian dan literatur terdahulu menyatakan bahwa terlambat terdiagnosis atau memulai pengobatan dapat memperburuk penyakit, meningkatkan risiko kematian dan peluang penularan TB di masyarakat. Terdapat banyak penelitian terdahulu terhadap hubungan keterlambatan memulai pengobatan dengan hasil akhir pengobatan yang buruk, yang menunjukkan hasil yang bervariasi. Penelitian ini dilakukan untuk menelaah secara ilmiah efek keterlambatan memulai pengobatan TB dan TB RO terhadap hasil akhir pengobatan yang buruk. Penelusuran literatur dilakukan dengan dengan metode PICO (population,intervention, comparators and outcome). mengakses database elektronik yang bersumber dari Embase, Proquest dan PubMed. Tujuh artikel didapat setelah melalui tahapan inklusi dan eksklusi yang ditetapkan, dengan wilayah penelitian di wilayah Asia dan Afrika. Hasil telaah menunjukkan keterlambatan memulai pengobatan berhubungan dengan hasil akhir pengobatan yang buruk. Kondisi pasien dengan koinfeksi HIV menjadi faktor yang memiliki asosiasi signifikan yang paling banyak diikuti dengan laki – laki, usia lebih tua, pasien yang berobat di Rumah Sakit, status DM positif, Pendidikan rendah, smear negatif, resistan fluoroquinolon, pasien dengan riwayat pengobatan sebelumnya, tuna wisma, dan tidak bekerja. Terlambat memulai pengobatan dapat menjadi salah satu faktor risiko yang menyebabkan hasil akhir pengobatan yang buruk pada pengobatan TB maupun TB resistan obat Perlu ada intervensi dan upaya untuk mengurangi penundaan pengobatan dan meningkatkan hasil pengobatan,yaitu dengan mengatasi permasalahan yang teridentifkasi di atas, dan permasalahan lain termasuk pusat inisiasi pengobatan TB-MDR yang tidak memadai, sentralisasi inisiasi pengobatan, keterbatasan sumber daya manusia, kemampuan edukasi, dan jumlah/singkatnya interaksi antara petugas kesehatan dan pasien/keluarga pasien.
Analisis Pengetahuan dan Perilaku Beresiko pada Remaja Terhadap Kesehatan Reproduksi Sari, Melia; Wahyono, Tri Yunis Miko
Jurnal Ners Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v8i1.21216

Abstract

Meningkatkan kesehatan seksual dan reproduksi (SRH) remaja putri adalah salah satu tujuan utama Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Pengetahuan yang memadai dan akurat, sikap yang baik, perilaku aman, dan praktik teratur berkontribusi pada SRH remaja putri, kesehatan ibu, dan kesehatan anak. Mempertimbangkan hal ini, penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi tingkat pengetahuan, sikap, dan praktik (KAP) SRH di kalangan remaja putri Indonesia. Sebuah studi cross-sectional berbasis institusi dilakukan di empat perguruan tinggi di antara remaja putri kelompok usia 16-17 tahun (N=792) menghadiri kelas menengah yang lebih tinggi di kota-kota. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner terstruktur dari jurnal-jurnal terkait (studi literature). Statistik deskriptif dan analisis regresi linier berganda digunakan untuk meringkas KAP terkait SRH dan mengidentifikasi masing-masing faktor terkait. Tingkat pengetahuan remaja putrid tentang pubertas, keluarga berencana, kesehatan ibu, dan HIV/AIDS kurang memuaskan. Mitos yang berbeda umum terjadi di daerah pedesaan tentang menstruasi, yang memberlakukan beberapa larangan pada remaja putri dan wanita dewasa. Koefisien standar beta (?) danPnilai < 0,05 dalam analisis regresi linier menunjukkan bahwa menjadi siswa kelompok IPA (? = 0,29,P<0,001) dan membaca atau menonton isu SRH di media (? = 0,21,P<0,001) berhubungan secara signifikan dengan tingkat pengetahuan remaja putri yang lebih tua dalam hal ini. Selanjutnya menjadi mahasiswa kelompok IPA (? =0,17,P<0,001), pemukiman perkotaan (? = 0,20,P<0,001), komunikasi SRH rutin (minimal sebulan sekali) dengan ibu/saudara/teman (? = 0,10,P=0,003), dan membaca atau menonton konten SRH apa pun di media (? = 0,22,P<0,001) muncul sebagai prediktor sikap positif remaja putri terhadap isu SRH. Selain itu, menjadi siswa kelompok IPA (? = 0,07,P=0,048), pemukiman perkotaan (? =0,22,P<0,001), diskusi SRH rutin dengan ibu/saudara perempuan/teman (? = 0,09,P=0,005), pra-pengetahuan pada periode sebelum menarche (? = 0,12,P<0,001), dan membaca atau menonton konten SRH apa pun di media (? = 0,18,P<0,001) adalah faktor terpenting yang mempengaruhi praktik kebersihan SRH secara teratur. Studi ini menyarankan penguatan program pendidikan komprehensif terkait SRH yang dimasukkan ke dalam kurikulum, penggunaan media massa yang efektif, dan penyediaan materi komunikasi perubahan perilaku. Kata Kunci: Kesehatan seksual dan reproduksi; pengetahuan; sikap; praktik; gadis remaja; Indonesia
Prediktor Waktu Konversi Kultur Dahak Pada Pasien Tuberkulosis Resistan Obat Di Dki Jakarta Tahun 2020 - 2022 Budiyani, Putri Immi Rizky; Djuwita, Ratna; Wahyono, Tri Yunis Miko; Handayani, Dwi
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v10i7.60690

Abstract

Tuberculosis (TB) is an infectious disease that poses a global health problem, including in DKI Jakarta, which has a high burden of Drug-Resistant TB (DR-TB). Sputum culture conversion is an important indicator in monitoring TB treatment. This study aims to evaluate the time to sputum culture conversion and identify its predictors among DR-TB patients in DKI Jakarta from 2020 to 2022 using a retrospective cohort design. The analyzed variables include resistance type, initial sputum, age, gender, previous treatment history, HIV comorbidity, Diabetes Mellitus comorbidity, type of healthcare facility, and DR-TB treatment regimen. Out of 936 analyzed patients, 82.05% experienced sputum culture conversion with a cumulative survival probability at the end of observation of 11.01% and an overall median survival of 3 months. Six variables were identified as predictors of sputum culture conversion time: resistance type, initial sputum, age, previous treatment history, type of healthcare facility, and treatment regimen used. This study is expected to provide valuable information for TB programs and serve as a reference for future research.
ANALISA MULTILEVEL TERHADAP KEJADIAN RABIES DI PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR TAHUN 2023 DAN 2024 Jasape, Muhammad Saleh; Wahyono, Tri Yunis Miko
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 8 No. 1 (2025): Volume 8 No. 1 Tahun 2025
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v8i1.40750

Abstract

Rabies, penyakit zoonosis yang disebabkan oleh virus dari genus Lyssavirus, tetap menjadi tantangan kesehatan masyarakat global, termasuk di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Indonesia. Penelitian ini menggunakan analisis multilevel untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi kejadian rabies pada tingkat individu dan kontekstual di NTT selama 2023-2024. Data dari 14 kabupaten/kota yang dikategorikan sebagai daerah endemis rabies menunjukkan bahwa kelompok usia muda (15-24 tahun), paparan kerja lapangan, dan akses ke fasilitas kesehatan yang berjarak lebih dari 207 km secara signifikan meningkatkan risiko rabies. Temuan utama mencakup nilai odds ratio (OR) sebesar 18,427 untuk akses layanan kesehatan jarak jauh dan kontribusi variabel kontekstual seperti akses layanan kesehatan sebesar 36,284% terhadap kemungkinan wabah rabies. Penelitian ini menekankan pentingnya peningkatan akses layanan kesehatan, intervensi kesehatan masyarakat yang terarah, serta kampanye vaksinasi yang efektif untuk manusia dan hewan guna mengurangi penyebaran rabies di daerah endemis seperti NTT.
Coverage and Determinants of Second-Dose Measles Vaccination Among Under-Five Children in Aceh Jaya District, Aceh Province, Indonesia Maulida, Rizka; Rahmartani, Lhuri Dwianti; Hairani, Lila K; Wahyono, Tri Yunis Miko
Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia Vol. 2, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia is aiming for measles elimination status by 2020. However, high number of measles cases are still prevalent and there are still coverage differences among provinces. Measles immunization coverage also varies among surveys and routine coverage report. With the addition of second dose measles vaccination (MCV2), measles infections in the country is expected to decrease. However, MCV2 coverage has been low after 2 years of implementation. Aceh Province was chosen for this study because its low coverage. This study aimed to measure the coverage and investigate the determinants of MCV2 in Aceh Jaya, Aceh Province. Dataset from “Assessment of the New 2nd Dose Measles Policy and the School-based Immunization Program in 2 Provinces (Aceh and South Sulawesi)” was used. There were a total of 300 children aged 25 – 37 months with coverage of MCV2 54% in Aceh Jaya District, Aceh Province. After further selection, 129 observations underwent bivariate and multivariate analysis using logistic regression. After controlling all variables, only experience of prompt service at the healthcare provider was associated with child receiving MCV2. We suggest future studies to look more into health care services and willingness to get vaccination. Additionally, with this result we hope the government could improve health care services in their facilities in order to achieve higher coverage.
Hubungan Pola Konsumsi Makanan Berisiko dengan Obesitas Sentral Pada Wanita Usia 25-65 Tahun di Bogor Tahun 2011-2012 Azkia, Fara Irdini; Wahyono, Tri Yunis Miko
Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia Vol. 2, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan pola makan diketahui merupakan salah satu upaya untuk mengendalikan obesitas dan penyakit kronis lain. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pola konsumsi makanan berisiko dengan obesitas sentral pada wanita usia 25-65 tahun. Penelitian ini menggunakan data baseline Studi Kohort PTM tahun 2011-2012 di Bogor, dengan desain studicross sectional. Sampel penelitian sebanyak 2531 orang. Hasil penelitian menunjukkan 54% responden mengalami obesitas sentral dengan rata-rata lingkar perut sebesar 80,9+ 11,6 cm. Tidak terdapat perbedaan risiko antara responden yang sering dan jarang mengonsumsi makanan berisiko untuk menjadi obesitas sentral setelah dikontrol variabel usia dan status pernikahan (PR 1,038 : 95% CI 0,933 1,154 : p=0,498). Upaya pencegahan obesitas sentral pada wanita dapat dilakukan dengan rutin mengontrol berat badan ideal sebelum usia 40 tahun dan mulai memperbaiki pola makan terutama bagi wanita yang sudah menikah.
Epidemiologi Deskriptif Kematian Ibu di Kabupaten Serang Tahun 2017 Suyanti, Suyanti; Wahyono, Tri Yunis Miko
Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Angka Kematian Ibu (AKI) merupakan indikator kesejahteraan masyarakat suatu negara. Sasaran RPJMN 2015-2019 di Indonesia AKI ditargetkan menjadi 306 pada tahun 2019. AKI di Kabupaten Serang tahun 2017 adalah 195/100.000 KH, atau 58 kasus dengan jumlah kelahiran hidup sebanyak 29.787 jiwa. Dari 58 kasus kematian ibu, 14 orang persalinan ditolong dukun (24,14%). Tujuan penelitian ini adalah eksplorasi deskriptif epidemiologi kematian ibu di Kabupaten Serang tahun 2017. Penelitian ini menggunakan studicase seriespada 58 kasus kematian ibu hasil dari AMP (Audit Maternal Perinatal). Lokasi penelitian di 24 puskesmas wilayah Dinas Kesehatan Kabupaten Serang. Kematian ibu di Kabupaten Serang tahun 2017 berdasarkan tiga penyebab kematian ibu tertinggi adalah Perdarahan (37,9%), Eklampsi (27,6%) dan Penyakit Jantung (22%). Kematian ibu yang ditolong oleh tenaga kesehatan 44 orang (75,9%) dan ditolong oleh dukun 14 orang (24,1%). Jumlah paritas terbanyak pada anak <5 (96,6%). Periode maternal terbanyak kematian ibu di masa nifas (53,4%). Tempat meninggal ibu terbanyak di RS (63,8%) dan perjalanan (24,1%). Kematian ibu berdasarkan 3T meliputi 34,5% terlambat memutuskan, 53,4% terlambat rujukan dan 12,1% terlambat penanganan. Transportasi menggunakan umum (88%). Kematian ibu di Kabupaten Serang tahun 2017 banyak disebabkan oleh perdarahan dan keterlambatan dalam rujukan serta faktor resiko terbesar transportasi, penolong persalinan, dan tempat meninggal. Penulis berharap penelitian ini dapat bermanfaat dan menjadi bahan rujukan untuk penelitian selanjutnya. sehingga dapat digunakan untuk pembuatan kebijakan dan intervensi yang efektif dan efisien dalam menurunkan AKI di Kabupaten Serang.
Sindrom Metabolik dan Kejadian Stroke pada Penduduk Berusia > 15 Tahun di Indonesia: Analisis Data Riskesdas 2018 Yulianto, Muhammad Farhan Dwi; Wahyono, Tri Yunis Miko; Helda, Helda
Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia Vol. 7, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Prevalensi global stroke dan sindrom metabolik, sebagai kumpulan faktor risiko utama yang mempengaruhi stroke terus mengalami peningkatan. Penelitian ini bertujuan melihat hubungan antara sindrom metabolik dan kejadian stroke di Indonesia. Desain studi ini adalah cross-sectional dan menggunakan data survei skala nasional. Responden berusia >15 tahun yang mengalami stroke dengan data lengkap terkait pengukuran lingkar perut, tekanan darah, kadar glukosa darah, trigliserida, dan kadar high-density lipoprotein akan masuk dalam studi ini. Model regresi logistik digunakan dalam analisis kami. Dari 24.451 responden, studi kami menunjukkan mayoritas berusia <55 tahun (73,9%), perempuan (62,2%), dengan proporsi penderita stroke serta proporsi sindrom metabolik adalah 1,2%, dan 24,4%. Studi ini memperlihatkan adanya hubungan antara sindrom metabolik dan kejadian stroke (adj POR: 2,4; 95% CI: 1,9-3,1). Dengan menangani sindrom metabolik pada penduduk > 15 tahun di Indonesia, diharapkan pengendalian stroke dapat optimal