Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PENEMUAN (DISCOVERY LEARNING) TERHADAP KEMAMPUAN MEMPRODUKSI TEKS NEGOSIASI SISWA KELAS X SMA NEGERI 20 MEDAN TAHUN PEMBELAJARAN 2014/2015 Adelita Purba; Rosmaini Rosmaini
Basastra Vol 4, No 1 (2015): Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bss.v4i1.2707

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran penemuan (discovery learning) terhadap kemampuan memproduksi teks negosiasi siswa kelas X SMA Negeri 20 Medan tahun ajaran  2014/2015 yang berjumlah 33 orang. Sampel penelitian ini adalah sampel yang ditetapkan dari sebagian jumlah populasi yang ada, yaitu sebanyak 158 orang.Penelitian ini bersifat eksperimen dengan model one group pre-test and post-test design. Dari pengolahan data diperoleh hasil pre-test dengan rata-rata 65,24, standar deviasi 6,94, dengan kategori sangat baik 0%, kategori baik 30,30%, berkategori cukup 45,45%, berkategori kurang 24,24%, dan berkategori sangat kurang 0%. Sedangkan  hasil post-test diperoleh rata-rata 81,33, standar deviasi 8,96, dengan berkategori sangat baik 66,66%,kategori baik 27,27 %, kategori cukup 12,12%, berkategori kurang 0%, dan kategori sangat kurang 0%. Dari uji homogenitas didapat bahwa sampel penelitian ini berasal dari populasi yang homogen. Setelah uji normalitas dan homogenitas, didapat t0sebesar 8,58. Setelah t0 diketahui kemudian dikonsultasikan dengan ttabel pada taraf signifikansi 5% dengan df= N-1= (33-1)=32, dari df 32 diperoleh taraf signifikan 5%=2,03, karena to yang diperoleh lebih besar dari ttabel, yaitu 8,58 >2,03 maka hipotesis alternatif (ha) diterima.Berdasarkan analisis data di atas dapat disimpulkan Model Pembelajaran Penemuan (Discovery Learning)berpengaruh positif Terhadap Kemampuan Memproduksi   Teks Negosiasi Siswa Kelas X SMA Negeri 20  Medan Tahun Ajaran  2014/2015. Kata kunci :  Model Discovery Learning, memproduksiteks negosiasi.
MEMBACA BERIMBANG DALAM MENINGKATKAN MINAT MEMBACA SISWA SEKOLAH DASAR DI KOTA MEDAN Arnita Arnita; Rosmaini Rosmaini; Yulita Molliq
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 24, No 1 (2018): JANUARI - MARET
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v24i1.8942

Abstract

AbstrakHampir 90% siswa kelas rendah terutama kelas satu dan dua di SDN 066055 belum mampu membaca dengan baik dan lebih dari 50% siswa kelas tiga belum paham dengan apa yang dibacanya. Sementara kemampuan membaca siswa di SD IT Ulul Ilmi lebih baik dibanding SDN 066055, hampir 90% siswa kelas satu dan duanya mampu membaca dan lebih dari 50% siswa kelas tiganya paham dengan apa yang dibacanya. Namun strategi guru dalam mengajarkan membaca pada kedua sekolah tersebut masih konvensional. Dimana guru masih mengajarkan membaca dengan cara mengeja, abjad, suku kata tanpa ada variasi. Kemampuan anak juga berbeda-beda, ada anak yang mampu membaca tapi tidak paham dengan apa yang dibacanya. Bahkan ada anak yang belum mampu membaca dalam makna yang sebenarnya. Perbedaan kemampuan anak ini mengakibatkan perlunya pendekatan yang berbeda pula. Minimnya pengetahuan guru tentang teknik pengajaran membaca mengakibatkan banyak anak hanya mampu membaca dalam artian hanya mengeluarkan bunyi saja. Hal tersebut disebabkan sedikitnya guru yang mempunyai pengalaman dalam pelatihan-pelatihan yang berkaitan dengan inovasi pembelajaran khusunya pembelajaran membaca pada kelas rendah sekolah dasar. Oleh karena itu perlu dilakukan inovasi untuk meningkatkan minat membaca anak, sehingga dapat menumbuhkan sikap positif anak dalam belajar khususnya membaca, dengan mengadakan kegiatan membaca berimbang pada guru-guru SD di kota Medan.Kata Kunci: Membaca berimbang, Minat membaca, Sekolah DasarAbstract Nearly 90% of low grade students, especially first and second grade in SDN 066055 have not been able to read well and more than 50% of third graders have not understood what they read. While students' reading ability in SD Ulul Ilmi is better than SDN 066055, almost 90% of first and second graders are able to read and more than 50% of third graders are familiar with what they read. But the teacher's strategy in teaching reading on both schools is still conventional. Where teachers still teach reading by spelling, alphabet, syllables without any variation. The ability of children is also different, there are children who are able to read but do not understand what he read. There are even children who have not been able to read in the true meaning. Differences in the ability of these children lead to the need for different approaches. The lack of knowledge of teachers about reading teaching techniques resulted in many children only able to read in the sense that only the sounds. This is due to the lack of teachers who have experience in trainings related to learning innovation, especially reading learning in low grade elementary school. Therefore it is necessary to innovate to increase interest in reading children, so that it can grow a positive attitude of children in learning especially reading, by holding a balanced reading activity in elementary school teachers in the city of Medan. Keywords: Reading balance, reading interest, elementary school
KETERAMPILAN LITERASI UNTUK MENINGKATKAN BUDAYA SUKA BACA DI SEKOLAH AMALIA Rosmaini Rosmaini; Arnita Arnita; Fahrur Rozi
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 23, No 4 (2017): OKTOBER - DESEMBER
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v23i4.8603

Abstract

AbstrakHampir 70% siswa kelas satu dan dua di sekolah Amalia kemampuan membacanya rendah. Dan lebih dari 50% siswa kelas tiga keterampilan membaca khusunya membaca pemahaman juga masih rendah. Tak jauh berbeda dengan keterampilan membaca,, lebih dari 70% siswa kelas tiga memiliki kemampuan mengarang rendah. Begitu juga dengan TK Amalia lebih dari 50% siswanya belum memiliki kemampuan dan keterampilan membaca yang baik, dan kesadaran fonologis yang masih rendah. Peran serta guru dalam mengikuti pelathan-pelatihan yang bertujuan meningkatkan sumber daya juga masih rendah. Sekolah jarang diundang untuk mengikuti pelatihan-pelatihan yang diadakan oleh dinas setempat.Oleh karena itu perlu dilakukan kegiatan-kegiatan yang dapat meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru dalam melakukan inovasi pembelajaran khusunya keterampilan literasi. Dengan kegiatan tersebut, dapat menumbuhkan minat membaca dan budaya suka baca pada siswa SD dan TK di Sekolah Amalia.Kata kunci : keterampilan literasi, mini book, minat membacaAbstractAlmost 70% of first and second graders at Amalia's school have a low reading ability. And more than 50% of students of grade 3 reading skills especially reading comprehension are still low. Not much different from reading skills, more than 70% of third graders have low writing skills. Likewise with Amalia kindergarten more than 50% of students do not have the ability and good reading skills, and phonological awareness is still low. Participation of teachers in follow-training training aimed at improving resources is also low. Schools are rarely invited to attend trainings organized by local agencies. Therefore it is necessary to do activities that can improve the understanding and skills of teachers in conducting learning innovations especially literacy skills. With these activities, can foster interest in reading and reading culture in elementary and kindergarten students at Amalia School.Keywords: literacy skills, mini book, reading interest
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V SDN 003 SUNGAI GUNTUNG Rosmaini Rosmaini; Damanhuri Daud; Jessi Alexander Alim
Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol 3, No 1 (2016): Wisuda Februari 2016
Publisher : Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract : The background of this research because result of study IPA SD in the class V SDN 003 Sungai Guntung I s low because the use of method is not variety. Because of that, needed a action who can repair learning process and improve result of student study. One of the method is inquiry cooperate learning method. Implementation can relize in 2 cycle.Every cycle consist of 2 meeting. In the first meeting activity of student still less success. After reflection cycle 1 total of student increase from 73% to be 90% on cycle 2 not only that. Result test of student also increase from cylce 1 with average 75% go up to be 83,33% while completeness was reach so good that is from 66,66% to be 100% increase result of all study is 27,35% from result of this research can conclude that implementation of inquiry cooperate l of learning method can increase result of study IPA SD in the class V SDN 003 Sungai Guntung.Keyword : Inquiry Cooperate Learning Method, Result of Study IPA
KEMAMPUAN SISWA KELAS X SMA NEGERI 6 MEDAN MENULIS TEKS NEGOSIASITAHUN PEMBELAJARAN 2017/2018 Fauzah Afifah Lubis; Rosmaini Rosmaini
Kode : Jurnal Bahasa Vol 6, No 1 (2017): KODE
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (413.904 KB) | DOI: 10.24114/kjb.v6i1.10815

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan siswa kelas XSMA Negeri 6 Medan menulis teks negosiasi tahun pembelajaran2017/2018.Hasil menunjukkan ditemukan bahwa kemampuan siswadalam menulis teks negosiasi tergolong cukup. Pada tabel uji kategoridilihat dari 36 teks negosiasi siswa yang dijadikan sumber datapenelitian, tidak ada siswa yang berada pada rentang skor 0-30termasuk dalam kategori sangat kurang, sebanyak 9 (25%) siswaberada pada rentang nilai 85-100 termasuk dalam kategori sangat baik,7 (19,44%) siswa berada pada rentang nilai 70-84 termasuk dalamkategori baik, 16 (44,44%) siswa berada pada rentang nilai 55-69termasuk dalam kategori cukup,4 (11,11%) siswa berada pada rentangnilai 40-55 termasuk dalam kategori kurang. Dengan demikianpersentase tertinggi adalah kategori cukup. Berdasarkan pengamatanini, maka dapat disimpulkan bahwa kemampuan siswa dalam menulisteks negosiasi masih dalam kategori cukup. Hal ini disebabkan karenakemampuan siswa dalam menulis teks negosiasi masih tergolongcukup dalam memahami struktur dan ciri kebahasaan teks negosiasi,sehingga pemahaman akan struktur dan ciri kebahasaan teksnegosiasiyang baik dan benar masih cukup. Hal ini yang terjadi padasiswa kelas X SMA Negeri 6 Medan.Kata Kunci: kemampuan siswa,menulis teks negosiasi,struktur,ciri kebahasaan.
PENGARUH METODEGENIUS LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS CERPEN PADA SISWA KELAS X SMANEGERI11 MEDAN TAHUN PEMBELAJAN 2014-2015 Putri Suryani; Rosmaini Rosmaini
Kode : Jurnal Bahasa Vol 4, No 4 (2015): KODE
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/kjb.v4i4.3811

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan metode genius learning terhadap kemampuan menulis cerpen pada siswakelas X SMA Negeri 11 Medan tahun pembelajaran 2014-2015. Populasi  penelitian ini berjumlah 329 siswa. Dari 329 siswa, ditetapkan sampel sebanyak 40 siswa yang diambil proposive sampling. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen one-group pre-test post-test design.Instrumen yang digunakan untuk menjaring data adalah tes esay.Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan uji “t”.Data yang diperoleh menunjukkan bahwa kemampuan siswa dalam menulis cerpen sebelum menggunakan metode genius learning masuk dalam kategori cukup dengan nilai rata-rata (mean) yang diperoleh siswa adalah 69, sedangkan kemampuan siswa menulis cerpen sesudah menggunakan metode genius learning masuk dalam kategori baik dengan nilai rata-rata (mean) yang diperoleh siswa adalah 78. Selanjutnya, uji hipotesis menunjukkan thitung (5,70)> ttabel (2,75) pada taraf signifikan α = 0,05. Dengan demikian ditolak dan diterima, yang artinya ada pengaruh metode genius learning terhadap kemampuan menulis cerpen pada siswakelas X SMA Negeri 11 Medan tahun pembelajaran 2014-2015.Hal ini menunjukkan bahwa hasil pembelajaran menulis cerpen sesudah menggunakan metode genius learning lebih baik daripada hasil pembelajaran sebelum menggunakan metode genius learning, dan proses pembelajaran sesudah menggunakan metode genius learning berpengaruh positif terhadap kemampuan menulis cerpen.     Kata kunci: metodegenius learning,menulis cerpen.
Pengembangan Media Pembelajaran Powerpoint Interaktif Pada Materi Teks Fabel Siswa Kelas VII Smp Yanti Rahmadhani Siregar; Rosmaini Rosmaini
Kode : Jurnal Bahasa Vol 10, No 3 (2021): Kode: Edisi September 2021
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1044.905 KB) | DOI: 10.24114/kjb.v10i3.28297

Abstract

Penelitian ini bertolak dari masalah kurangnya media pembelajaran yang disediakan oleh guru, karena media pembelajaran yang kurang menarik membuat pembelajaran cenderung lebih membosankan dan monoton bagi siswa. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, diperlukan pengembangan media pembelajaran yang menarik yang harus disusun sesuai Kompetensi Dasar Kurikulum 2013. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengembangan dan kelayakan media pembelajaran Powerpoint Interaktif pada materi teks fabel siswa kelas VII SMP Muhammadiyah 07 Medan. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan Research and Development (R&D) yang mengacu pada model pengembangan ADDIE yang terdiri dari lima tahapan yang meliputi analisis (analysis), desain (design), pengembangan (development), implementasi (implementation) dan evaluasi (evaluation). Adapun subjek penelitian ini adalah validator ahli media dan validator ahli materi, tidak menggunakan uji coba lapangan karena belum berakhirnya COVID-19 di Indonesia sesuai dengan kebiijakan pemerintah. Instrumen penelitian yang digunakan dalam pengumpulan data yaitu observasi dan angket kepada ahli media dan ahli materi. Adapun hasil penelitian ini ialah telah dihasikan produk media pembelajaran Powerpoint Interaktif pada materi teks fabel siswa kelas VII dengan penilaian dari ahli materi dan ahli media pada tahap I oleh validator materi memperoleh hasil persentase 78% termasuk kriteria “Baik” dan kategori “Layak” dan hasil validasi ahli media memperoleh persentase 81% termasuk kriteria “Baik” dan kategori “Layak”. berdasarkan hasil dari validator pada tahap I menyatakan media perlu melakukan revisi sesuai catatan validator. Setelah melakukan perbaikan pada materi dan media pada tahap I, diperoleh penilaian ahli media dan materi pada tahap II penilaian validator ahli materi pada tahap II memperoleh hasil persentase 94% termasuk kriteria “Sangat Baik” dan kategori “Layak” dan hasil validasi ahli media memperoleh persentase 94% dengan kriteria “Sangat Baik” dan kategori “Layak”. Pada validasi ahli materi dan media tahp ke II ini validator menyatakan bahwa media pembelajaran Powerpoint Interaktif pada materi teks fabel dinyatakan layak tanpa revisi. Berdasarkan penjelasan maka dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran Powerpoint Interaktif pada materi teks fabel layak digunakan untuk pembelajaran siswa kelas VII SMP Muhammadiyah 07 Medan.Kata Kunci : Pengembangan Media Pembelajaran, Powerpoint Interaktif , Materi Teks Fabel, Model ADDIE
NILAI-NILAI BUDAYA DALAM FOLKLOR “PESTA GOTILON” DI SIBORONGBORONG Santa Maria Sihombing; Rosmaini Rosmaini
JURNAL SASTRA INDONESIA (SASINDO) Vol 10, No 1 (2021): JURNAL SASINDO
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (490.333 KB) | DOI: 10.24114/sasindo.v10i1.25486

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai-nilai budaya dalam Folklor “pesta gotilon” melalui ujaran Batak Toba  dalam Folklor“pesta gotilon”. Di analisis dengan teori Edward Djamaris untuk membahas pesan- pesan yang terkandung dalam ujaran Batak Toba dari Folklor “pesta gotilon”. Jenis penelitian yang dipakai adalah penelitian kualitatif dengaan metode penelitian deskriptif yang menggambarkan atau melukiskan gejala dan fakta secara sistematis. Teknik pengumpulan data yang digunakan untuk memperoleh data yaitu dengan teknik cakap (wawancara) dan menyimak video. Teknik ini digunakan agar memperoleh data secara detail dan menyeluruh. Dari hasil penelitian “Nilai-Nilai Budaya dalam Folklor “Pesta Gotilon” di Siborongborong” diperoleh bahwa terdapat 23 ujaran Batak Toba dari Folklor “pesta gotilon” yang memiliki nilai-nilai budaya diantaranya nilai budaya dalam hubungan antara manusia dengan Tuhan, nilai budaya dalam hubungan antara manusia dengan alam, nilai budaya dalam hubungan antara manusia dengan masyarakat, dan nilai budaya dalam hubungan antara manusia dengan manusia lain.Kata Kunci: nilai-nilai budaya, folklor, pesta gotilon
ANALISIS STRUKTUR DAN FUNGSI CERITA RAKYAT “AEK SIPANGOLU” DI DESA SIMANGULAMPE KECAMATAN BAKTIRAJA Esra Peprida Manalu; Rosmaini Rosmaini
JURNAL SASTRA INDONESIA (SASINDO) Vol 10, No 2 (2021): JURNAL SASINDO
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (430.896 KB) | DOI: 10.24114/sasindo.v10i2.31149

Abstract

 ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan struktur, fungsi serta pesan moral yang terdapat dalam cerita rakyat Aek Sipangolu. Jenis penelitian yang dipakai adalah penelitian kualitatif dengaan metode penelitian deskriptif yang menggambarkan atau melukiskan gejala dan fakta secara sistematis. Teknik pengumpulan data yang digunakan untuk memperoleh data yaitu dengan teknik cakap (wawancara) dan mentranskrip dan menerjemahkan  hasil wawancara. Teknik ini digunakan agar memperoleh data secara detail dan menyeluruh. Hasil dari penelitian, struktur intrinsik dalam cerita rakyat yang dianalisis dengan teori yang dikemukakan oleh Burhan Nurgiyantoro 2005 yang membahas tentang struktur karya sastra seperti: Tema dari cerita Aek Sipangolu ialah perjalanan Sisingamangaraja XII, dimana meninggalkan sejarah yaitu Aek Sipangolu yang digunakan sampai saat ini.  Alur, Latar atau setting terdapat, Tokoh dalam cerita serta amanat dalam cerita yang mengingatkan bahwa sebagai manusia kita harus mengutamakan pencipta kita  dalam cerita Aek Sipangolu, sebagai Raja ia tidak sombong, dan peduli terhadap rakyatnya dan selalu mengutamakan penciptanya struktur dalam cerita Rakyat ini saling berhubungan atau berkaitan satu sama lain.  Untuk menganalisis fungsi karya sastra tersebut di analisis dengan menggunakan teori William R. Bascom yaitu: Sistem proyeksi, yakni sebagai alat pencermin angan-angan suatu kolektif, Alat pengesahan pranata-pranata dan lembaga-lembaga kebudayaan, Alat pendidikan anak, Alat pemeriksa dan pengawas agar norma-norma masyarakat akan selalu dipatuhi anggota kolektifnya (sebagai alat kontrol sosial), dijelaskan bahwa fungsi Aek Sipangolu sangat berpengaruh bagi banyak orang, terutama bagi masyarakat Simangulampe dan membawa sifat positif yaitu dalam bertutur kata yang sopan, keyakinan yang kuat, serta sifat-sifat yang diajarkan dari cerita tersebut sebagai alat pendidik sejak dini. Pesan moral yang terdapat dalam cerita Rakyat tersebut dianalisis dengan menggunakan teori Burhan Nurgiyantoro yang membahas tentang pesan moral antara manusia dengan diri sendiri, antara manusia dengan manusia lainnya dan hubungan manusia dengan Tuhannya. Pesan moral dalam cerita Aek Sipangolu kita harus terlebih dahulu mengutamakan Tuhan, mempunyai hubungan erat dengan Tuhan, dan kedua ialah dengan sesama dengan saling menghargai dan tolong menolong, serta kepercayaan akan diri sendiri. Kata Kunci:  Cerita Rakyat, Unsur Intrinsik, Fungsi Karya Sastra, Pesan Moral.
KLASIFIKASI EMOSI TOKOH UTAMA DALAM FILM 27 STEPS OF MAY (KAJIAN PSIKOLOGI SASTRA DAVID KRECH) Gusni Hutabarat; Rosmaini Rosmaini; Wisman Hadi
JURNAL SASTRA INDONESIA (SASINDO) Vol 11, No 2 (2022): JURNAL SASINDO
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.64 KB) | DOI: 10.24114/sasindo.v11i2.42557

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan klasifikasi emosi dasar, emosi yang berhubungan dengan stimulus sensor, emosi yang berhubungan dengan penilaian diri sendiri, dan emosi yang berhubungan dengan orang lain pada tokoh utama dalam film 27 Steps of May. Metode yang digunakan dalam penelitian ini deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik dokumenter. Data dianalisis berdasarkan teori psikologi sastra David Krech. Hasil penelitian ditemukan empat klasifikasi emosi pada tokoh utama dalam film 27 Steps of May yaitu, (1) klasifikasi emosi dasar (senang, marah, takut dan sedih), (2) klasifikasi emosi yang berhubungan dengan stimulus sensor (sakit, jijik, dan kenikmatan), (3) klasifikasi emosi yang berhubungan dengan orang lain (sukses dan gagal, bangga dan malu, bersalah dan menyesal), (4) emosi berhubungan dengan orang lain (cinta dan benci). Kata kunci: film, klasifikasi emosi, psikologi sastra