Articles
Analisis Pemeriksaan Operasional Terhadap Pelaksanaan Standar Operasi Prosedur Persetujuan Kredit
Permana, Ngadi;
Indrawan, Ardhie
Studia Ekonomika Vol. 12 No. 1 (2014): Studia Ekonomika Volume 12 Nomor 1 Januari Tahun 2014
Publisher : STIE KASIH BANGSA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.70142/studiaekonomika.v12i1.44
Salah satu penyebab terjadinya krisis global pada tahun 2008 adalah karena tidak berjalannya fungsi pemeriksaan intern baik dalam lembaga keuangan maupun bank yang memberikan kredit perumahan kepada para debitur. Maka dari itu diperlukan fungsi pemeriksaan intern yang baik untuk mengawasi pelaksanaan kegiatan persetujuan kredit khususnya pada pemeriksaan operasional. Hal ini penting karena pelaksanaan yang sesuai dengan standar operasi dan prosedur akan lebih mengurangi resiko gagal bayar. Lembaga keuangan harus memperhatikan kelayakan para kreditur, tetapi di sisi lain lembaga tersebut juga harus bisa menyalurkan dana yang dimilikinya agar mendapatkan keuntungan. Dalam penelitian ini penulis ingin mengetahui pengaruh pemeriksaan operasional terhadap pelaksanaan standar operasi dan prosedur, pengaruh pemeriksaan operasional terhadap standar operasi dan prosedur persetujuan kredit, dan pengaruh pemeriksaan operasional terhadap efektifitas pelaksanaan kredit. Penulis menggunakan metode analisis deskriptif dengan melakukan riset dokumen (Content Analysis) dalam menganalisa dokumen-dokumen persetujuan kredit yang ada di Koperasi Padat Asih pada tahun 2007-2009. Hasil dari penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) Tingkat kredit macet tahun 2007 sebesar 1,96%, (2) Tahun 2008 sebesar 1,55%, dan (3) Tahun 2009 sebesar 0,81%. Pemeriksaaan operasionalmemberikan pengaruh yang baik bagi pelaksanaan standar operasi dan prosedur berdasarkan menurunnya tingkat kredit macet yang terjadi. Pemeriksaan operasional tidak memberikan pengaruh terhadap standar operasi dan prosedur persetujuan kredit berdasarkan tidak adanya perubahan yang terjadi dalam standar operasi dan prosedur persetujuan kredit. Pemeriksaan operasional memberikan pengaruh yang baik terhadap efektivitas pelaksanaan kredit berdasarkan menurunnya tingkat kredit macet yang terjadi.
Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Fluktuasi Nilai Tukar Rupiah Terhadap Mata Uang Dollar Amerika Serikat
Permana, Ngadi;
Fitriani, Susan
Studia Ekonomika Vol. 14 No. 1 (2016): Studia Ekonomika Volume 14 Nomor 1 Januari Tahun 2016
Publisher : STIE KASIH BANGSA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.70142/studiaekonomika.v14i1.63
Pentingnya peran nilai tukar baik bagi negara maju maupun negara berkembang, mendorong upaya untuk menjaga nilai tukar suatu negara dalam keadaan yang relatif stabil. Kestabilan nilai tukar mata uang juga dipengaruhi oleh sistem nilai tukar yang dianut oleh suatu negara. Fenomena yang sering terjadi sehubungan dengan fluktuasi nilai tukar nilai mata uang yang tidak menentu. Perubahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang terjadi di Indonesia pada penerapan sistem nilai tukar mengambang bebas dipengaruhi oleh faktor ekonomi fundamental dan faktor ekonomi non fundamental. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis seberapa besar faktor inflasi, jumlah uang beredar (M2), dan nilai ekspor mempengaruhi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Hasil analisis termasuk variabel inflasi tidak berpengaruh signifikan positif terhadap nilai tukar, sedangkan jumlah uang beredar (M2) berpengaruh signifikan positif terhadap nilai tukar dan nilai ekspor berpengaruh signifikan negatif terhadap nilai tukar .
Analisis Pengaruh Non Debt Tax Shield Dan Agresivitas Pajak Terhadap Kebijakan Dividen (Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur Sektor Industri Barang Konsumsi Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode 2011-2013)
Permana, Ngadi;
Yasni, Eka
Studia Ekonomika Vol. 15 No. 1 (2017): Studia Ekonomika Volume 15 Nomor 1 Januari Tahun 2017
Publisher : STIE KASIH BANGSA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.70142/studiaekonomika.v15i1.89
Kebijakan dividen merupakan keputusan apakah laba yang diperoleh perusahaan pada akhir tahun akan dibagi kepada pemegang saham dalam bentuk dividen atau akan ditahan untuk menambah modal guna pembiayaan investasi di masa yang akan datang. Banyak faktor penentu dalam kebijakan tersebut. Salah satunya adalah tindakan untuk menghasilkan laba maksimal yang contohnya berupa agresivitas pajak dan kebijakan dalam pendanaan perusahaan baik internal maupun eksternal. Penelitian ini bertujuan untuk menguji Pengaruh Agresivitas pajak dan Non Debt Tax Shield terhadap Kebijakan Dividen pada perusahaan . Kebijakan Dividen dalam penelitian ini sebagai variabel dependen yang diukur dengan dividen payout ratio. Sampel dalam penelitian ini menggunakan 13 perusahaan manufaktur sektor industri barang konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2011-2013. Metode pemilihan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode purposive sampling. Untuk analisis data menggunakan metode analisis regresi linear berganda dengan program SPSS versi 20. Hasil Pengujian menunjukan bahwa secara parsial, Agresivitas pajak yang diukur dengan Effective tax ratio tidak mempunyai pengaruh signifikan terhadap kebijakan dividen, dan non debt tax shield mempunyai pengaruh signifikan terhadap kebijakan dividen. Sedangkan pengujian secara simultan non debt tax shield dan agresivitas pajak mempunyai berpengaruh signifikan terhadap kebijakan dividen.
Analisis Pengaruh Ukuran Perusahaan, Leverage, Dan Profitabilitas Tehadap Penghindaran Pajak (Tax Avoidance) (Studi Empiris Pada Perusahaan Pertambangan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode 2014-2019)
Permana, Ngadi;
Yulianti, Grace;
Kusumah, Rengganis Ningrum
Studia Ekonomika Vol. 20 No. 1 (2022): Studia Ekonomika Volume 20 Nomor 1 Januari Tahun 2022
Publisher : STIE KASIH BANGSA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.70142/studiaekonomika.v20i1.95
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh ukuran perusahaan, profitabilitas, dan leverage terhadap penghindaran pajak (tax avoidance). Variabel dependen dalam penelitian ini adalah penghindaran pajak (tax avoidance) yang diukur dengan menggunakan ETR (effective tax rate). Variabel independen dalam penelitian ini adalah ukuran perusahaan, profitabilitas, dan leverage. Objek penelitian ini adalah seluruh perusahaan pertambangan subsektor batu bara yang terdaftar terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2014 hingga 2019. Berdasarkan kriteria yang telah ditentukan terdapat 9 perusahaan yang dijadikan sampel penelitian. Alat analisis yang digunakan adalah regresi berganda (multiple regression analysis) yang terdapat dalam program SPSS 21.0 (Statistical Program for Social Science). Hasil penelitian menunjukkan bahwa bila diuji secara simultan variabel ukuran perusahaan, leverage, dan profitabilitas bepengaruh signifikan terhadap penghindaran pajak (tax avoidance). Apabila diuji secara parsial variabel ukuran perusahaan dan leverage tidak berpengaruh signifikan terhadap penghindaran pajak (tax avoidance), sedangkan variabel profitabilitas secara parsial berpengaruh negatif signifikan terhadap penghindaran pajak (tax avoidance).
Pengaruh Tarif Dan Kualitas Jasa Terhadap Kepuasan Pelanggan Pada Pengguna Jasa Service Resmi Honda Motor Di AHASS 7556 Wahana Karang Mulya-Ciledug
Permana, Ngadi;
Byastira, Ruri
Studia Ekonomika Vol. 15 No. 2 (2017): Studia Ekonomika Volume 15 No 2 Juli Tahun 2017
Publisher : STIE KASIH BANGSA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.70142/studiaekonomika.v15i2.110
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tarif (X1) dan kualitas jasa service resmi Honda motor (X2) terhadap kepuasan pelanggan pengguna service resmi honda motor di AHASS 7556 Wahana Karang Mulya-Ciledug (Y). Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dari 100 pengguna service resmi honda motor di AHASS 7556 Wahana Karang Mulya-Ciledug. Teknik analisis yang digunakan adalah regresi logistik. Dimana terdiri dari dua jenis variabel yaitu variabel bebas, dan variabel terikat. Indikator untuk mengukur variabel tarif adalah tarif service. Sedangkan indikator yang digunakan untuk mengukur variabel kualitas jasa service resmi Honda motor adalah menggunakan dimensi SERVQUAL yang terdiri dari dimensi tangible, reliability, responsiveness, assurance, and empathy. Hasil dari penelitian dengan menggunakan regresi logistik, menunjukkan bahwa tarif berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pelanggan dilihat dari nilai probabilitas sebesar 0,008 yang lebih kecil dari 0,05. Kualitas jasa service resmi Honda motor secara statistik berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pelanggan dilihat dari nilai probabilitas sebesar 0,009 lebih kecil dari 0,05. Tarif dan kualitas jasa service resmi Honda motor secara bersama-sama (simultan) memiliki pengaruh positif. Model mampu memprediksi nilai observasinya atau model telah cukup menjelaskan data (fit) terhadap kepuasan pelanggan pengguna jasa service resmi Honda motor di AHASS 7556 Wahana Karang Mulya-Ciledug.
Analisi Pengaruh Return on Asset, Asset Growth, Cash Position, dan Debt to Equity terhadap Devidend Payout Ratio
Permana, Ngadi;
Herlangga, Gilang
Studia Ekonomika Vol. 16 No. 2 (2018): Studia Ekonomika Volume 16 Nomer 2 Juli Tahun 2018
Publisher : STIE KASIH BANGSA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.70142/studiaekonomika.v16i2.111
Penggunaan teknologi digital terkini sangat penting dalam menunjang kegiatan produksi karena dapat menciptakan suatu efisiensi dan solusi praktis bagi perusahaan dalam meningkatkan pertumbuhan usahanya. Perusahaan dapat mengambil suatu kebijakan untuk membagikan keuntunganya kepada pemegang saham sebagai deviden atau menahan keuntungannya. Namun dalam mengambil kebijakan deviden perusahaan tidak boleh hanya mementingkan peningkatan dari usahanya saja tetapi juga harus memperhatikan kesejahteraan dari para investor. Devidend Payout Ratio, yaitu persentase laba yang dibayarkan kepada pemegang saham dalam bentuk deviden. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan yang bergerak pada sektor manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Di dalam pengambilan sampel, peneliti menggunakan metode purposive sampling. Return on asset dan Cash position secara parsial memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap deviden paout ratio. Asset growth secara parsial tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap deviden paout ratio. Debt to equity ratio secara parsial memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap deviden paout ratio. Return on asset, Asset growth, Cash position dan Debt to equity ratio secara simultan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap deviden paout ratio.
Analisis Pengaruh Financial Distress, Leverage Dan Ukuran Perusahaan Terhadap Agresivitas Pajak
Permana, Ngadi;
Maidah, Maidah
Studia Ekonomika Vol. 18 No. 2 (2020): Studia Ekonomika Volume 18 Nomor 2 Juli Tahun 2020
Publisher : STIE KASIH BANGSA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.70142/studiaekonomika.v18i2.112
Penelitian dilakukan untuk menganalisis pengaruh financial distress, leverage dan firm size terhadap agresivitas pajak perusahaan. Variabel independen diwakili oleh financial distress, leverage dan ukuran perusahaan. Altman z zcore digunakan untuk mengukur financial distress. Rasio ekuitas utang digunakan untuk mengukur leverage. Terakhir, ukuran perusahaan digunakan oleh total aset. Populasi penelitian ini adalah seluruh perusahaan property dan real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2015-2017. Jumlah observasi sebanyak 33 orang ditentukan secara purposive sampling. Book Tax Difference digunakan untuk mengukur agresivitas pajak perusahaan. Penelitian ini menggunakan analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa financial distress dan firm size tidak berpengaruh terhadap agresivitas pajak perusahaan. Dan leverage berpengaruh negatif signifikan terhadap agresivitas pajak perusahaan. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa leverage dapat mendorong perusahaan untuk mengambil tindakan agresif terhadap pajak untuk memberikan tambahan arus kas. Sedangkan financial distress dan firm size tidak berpengaruh terhadap agresivitas pajak perusahaan. Kata kunci: Financial distress, Leverage, Ukuran Perusahaan, Agresivitas Pajak Perusahaan.
Strategic Communication and Investor Persuasion in Syndicated Capital Raising: A Qualitative Literature Review
Ria Wulandari;
Ngadi Permana
International Journal of Business, Marketing, Economics & Leadership (IJBMEL) Vol. 2 No. 4 (2025): November: International Journal of Business, Marketing, Economics & Leadership
Publisher : LPPM STIE Kasih Bangsa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.70142/ijbmel.v2i4.386
This qualitative literature review examines the role of strategic communication and persuasive signaling in syndicated capital raising. Drawing from interdisciplinary sources in finance, economics, and organizational behavior, the review synthesizes how lead investors utilize narrative framing, information asymmetry reduction, and trust-based messaging to influence co-investor commitment. The findings reveal that persuasion in syndication is not only a matter of financial signaling but also a communicative process that shapes collective investment decisions. Furthermore, the review highlights the critical role of communication strategies in aligning investor interests, mitigating uncertainty, and facilitating decision-making under bounded rationality. Implications for investor coordination, capital structuring, and future research directions are discussed
Navigating Presales with Dual Payment Systems and Return Policies: Insights into Consumer Time Inconsistency and Corporate Strategies
Adrian Otniel Tampilang;
Ngadi Permana
International Journal of Business Law, Business Ethic, Business Comunication & Green Economics Vol. 2 No. 1 (2025): March: International Journal of Business Law, Business Ethic, Business Communic
Publisher : LPPM STIE Kasih Bangsa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.70142/ijbge.v2i1.301
This qualitative literature review examines the effectiveness of dual payment structures and return policies in managing presales while addressing consumer time inconsistency. Drawing from diverse studies, it highlights the strategic role of these mechanisms in mitigating the effects of procrastination and post-purchase regret on consumer behavior. By synthesizing findings from behavioral economics, marketing, and operations management, the review reveals how firms can optimize revenue and enhance customer satisfaction through innovative presales strategies. Key insights include the importance of flexible return policies in building consumer trust and the integration of dual payment models to balance firm profitability and customer retention. The study also identifies limitations, such as the contextual variance of findings across industries and cultural settings, emphasizing the need for further empirical validation
Flexibility Production and Policy Credit Trading : Overview Theoretical to Influence Uncertainty Demand and Competition Among Suppliers
Ngadi Permana;
Muhammad Faiz Yasir
International Journal of Business Law, Business Ethic, Business Comunication & Green Economics Vol. 2 No. 2 (2025): June: International Journal of Business Law, Business Ethic, Business Communica
Publisher : LPPM STIE Kasih Bangsa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.70142/ijbge.v2i2.340
This qualitative literature review explores the impact of production flexibility on trade credit policy in the context of demand uncertainty and supplier competition. The findings show that production flexibility significantly affects the value and maturity of trade credit. Flexible firms tend to delay defaults, order larger quantities, and receive higher trade credit values. This flexibility allows firms to adjust their production capacity according to market changes, increasing their bargaining power in trade credit negotiations. In addition, production flexibility influences firms’ capital structure decisions and financial flexibility, which have a positive impact on trade credit policy. However, the proportion of trade credit to firm value is higher in less flexible firms. Although providing valuable insights, this study is limited by the existing literature and lacks empirical validation. Future research should test these findings empirically and explore industry-specific factors.