Claim Missing Document
Check
Articles

Sintesis Karbon Aktif dari Tandan Kosong Kelapa Sawit dengan Aktivator Gelombang Mikro dan Pengujian Kualitas Berdasarkan SNI 06-3730-1995 Zeny Oktaviani; Dwiria Wahyuni; Mega Nurhanisa
Newton-Maxwell Journal of Physics Vol. 5 No. 1: April 2024
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/nmj.v5i1.33499

Abstract

Karbon aktif merupakan jenis karbon berpori yang memilki daya serap tinggi terhadap zat yang ada di lingkungan karena telah diaktifkan. Limbah tandan kosong kelapa sawit (TKKS) yang jumlahnya cukup melimpah di Indonesia dapat dijadikan bahan pembuatan karbon aktif. Tujuan penelitian adalah menentukan pengaruh variasi daya dan waktu aktivasi menggunakan microwave pada efisiensi adsorpsi larutan metilen biru serta menyelidiki jika karbon aktif dari TKKS sesuai standar uji SNI 06-3730-1995. Adapun metode penelitian yang dilakukan yaitu tahap dehidrasi dilakukan dengan sinar matahari dan oven dengan suhu oven 110°C sampai massa tetap; tahap karbonisasi dilakukan dengan bantuan furnace selama 3 jam dengan suhu 500°C; dan tahap aktivasi menggunakan aktivasi gelombang mikro dengan variasi daya yaitu 500W, 600W, dan 900W dan variasi waktu yaitu 5, 10, dan 15 menit; serta dilakukan pengujian kualitas karbon aktif pada parameter tertentu yaitu kadar air, bagian yang menghilang saat pemanasan 950°C,  karbon aktif murni,  kadar abu, dan daya serap pada metilen biru. Hasil penelitian menunjukkan karbon aktif terbaik adalah pada aktivasi 600W selama 10 menit dengan pengujian  kadar abu, kadar air, dan daya serap pada metilen biru sesuai syarat mutu SNI 06-3730-1995.
Pengaruh Intermediate Level pada Serapan Dua Foton Hero Hartato; Bintoro Siswo Nugroho; Dwiria Wahyuni
PRISMA FISIKA Vol 11, No 2 (2023)
Publisher : FMIPA, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v11i2.65048

Abstract

Telah dilakukan penelitian secara teoritis untuk analisis respon optis pada kuantum titik berupa semiconductor quantum dot (SQD) model three level system (3LS) bertipe tangga. Proses eksitasi yang terjadi adalah serapan dua foton (TPA). Studi ini dilakukan untuk analisis pengaruh intermediate level pada TPA. Hasil penelitian menunjukkan semakin besar jarak tingkat energi ground state ke intermediate level maka semakin besar pula populasi sistem berada pada excited state.  Pada spektrum excited state, semakin besar jarak tingkat energi ground state ke intermediate level maka puncak spektrum akan bergeser ke energi yang lebih besar.
Studi Relasi Titik Panas Terhadap Indeks Standar Pencemaran Udara Berdasarkan Konsentrasi Karbon Monoksida di Kalimantan Barat Galuh Utamia Dillayati; Dwiria Wahyuni; Riza Adriat; Azrul Azwar; Zulfian Zulfian
BULETIN FISIKA Vol 25 No 1 (2024): BULETIN FISIKA February Edition
Publisher : Departement of Physics Faculty of Mathematics and Natural Sciences, and Institute of Research and Community Services Udayana University, Kampus Bukit Jimbaran Badung Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/BF.2024.V25.i01.p11

Abstract

Hotspots, indicating active fires and potential sources of air pollution, are a major concern due to their impact on air quality in West Kalimantan. In this study, an analysis was carried out regarding the relationship of hotspots to the Air Pollution Standard Index (ISPU) based on the carbon monoxide (CO) parameter. This study aimed to determine the relationship between forest fires and air pollution levels. The data used in this study is in the form of monthly average CO concentration data and coordinates of hotspots in 2017-2021. To determine the effect of CO concentration, CO concentration was converted into ISPU and then mapped using the Inverse Distance Weighting (IDW) interpolation method. In addition, the overlay technique is also applied to the map and the correlation coefficient calculation between ISPU data and hotspot data. The study results show that the annual average number of hotspots ranges from 769 to 3,612, while the average ISPU ranges from 22.21 to 59.03. The highest average number of hotspots occurred in 2019, with 3,612 hotspots and the highest average ISPU value of 59.03, categorized as moderate. However, when examined monthly, the highest average number of hotspots is observed in August and September, with 8,505 and 8,321 hotspots, respectively, and average ISPU values of 55.36 and 88.32, categorized as moderate. Furthermore, the correlation coefficient between the average number of hotspots and the average ISPU per month is 0.91, and per year is 0.98, indicating a very high relationship. Spatially, clustered hotspot locations correspond to higher ISPU values. This implies that as the number of hotspots increases, the ISPU value based on CO concentration increases.
Efektivitas Karbon Aktif dari Limbah Tongkol Jagung (Zea mays) dengan Variasi Aktivator Asam Klorida dalam Penyerapan Logam Besi pada Air Gambut Wahyuni, Dwiria; Harmawanda, Salsabila; Nurhanisa, Mega; Hasanuddin, Hasanuddin; Zulfian, Zulfian; Nurhasanah, Nurhasanah
Jurnal Fisika Vol 13, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jf.v13i1.42778

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai efektivitas karbon aktif dari limbah tongkol jagung (Zea mays) dengan memvariasikan konsentrasi aktivator asam klorida (HCl). Karbon aktif disintesis dari tongkol jagung pada temperatur 400°C dan diaktivasi menggunakan aktivator asam klorida. Variasi konsentrasi HCl yang digunakan yaitu 0,25 M, 0,5 M, 0,75 M, 1,0 M, 1,25 M, dan 1,5 M. Karbon aktif dikarakterisasi menggunakan Scanning Electron Microscopy (SEM) untuk mengetahui citra pori yang terbentuk dan topografi permukaan karbon aktif. Karbon aktif digunakan sebagai adsorben untuk menyerap logam besi pada air gambut dengan waktu kontak 24, 48, dan 72 jam untuk mengetahui waktu kontak dan konsentrasi optimum aktivator asam klorida. Penyerapan yang optimum untuk menyerap logam besi pada proses adsorpsi yaitu pada konsentrasi 0,25 M dengan waktu kontak selama 48 jam menghasilkan efektivitas sebesar 99,66%. Sedangkan penyerapan terendah dalam menyerap logam besi yaitu pada konsentrasi 1,5 M dengan waktu kontak selama 72 jam dengan hasil efektivitas sebesar 90,68%.
Analisis Kualitas Paving Block Berpenguat Abu Sekam Padi Liana, Tila; Nurhanisa, Mega; Wahyuni, Dwiria; Nurhasanah, Nurhasanah; Asri, Asifa; Hasanuddin, Hasanuddin; Marjuki, Marjuki
Phi: Jurnal Pendidikan Fisika dan Terapan Vol 9, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/p-jpft.v9i1.17540

Abstract

Paving block dengan kualitas tinggi dapat dibuat dengan menambahkan bahan penguat. Penelitian ini menggunakan abu sekam padi (ASP) sebagai bahan penguat pengganti sebagian semen. ASP diperoleh dengan membakar sekam padi selama 16 jam yang kemudian diayak dengan ayakan 20-40 mesh.  Hasil karakterisasi pada ASP menunjukkan adanya silika amorf sebanyak 71,1% dengan puncak gelombang  pada sudut 22º. Variasi  yang dilakukan  adalah menambahkan ASP sebanyak  0%, 5%, 7,4%, 10%, dan 12% terhadap jumlah total semen dalam pembuatan paving bloc, sedangkan analisis dilakukan terhadap sifat fisis dan mekanisnya. Paving block dengan daya serap air tertinggi adalah pada penambahan ASP 7,4% dengan nilai rata-rata 4,46%. Semakin tinggi jumlah ASP (lebih dari 7,4%), daya serap air menurun. Nilai kuat tekan tertinggi adalah pada variasi 8% yaitu 50,45 MPa. Sementara itu, semakin tinggi kandungan ASP, nilai ketahanan kejut semakin tinggi. Nilai ketahanan kejut terbaik adalah  pada variasi penambahan ASP 12% yaitu nilai rata-rata retak 1,99  x 106 J, dan nilai rata-rata hancur 2,17 x 106 J. Secara umum, paving block dengan penguat ASP mengalami perbaikan kualitas (sifat fisis dan mekanis) jika dibandingkan dengan paving block tanpa ASP. Semua variasi memenuhi SNI 03-0691-1996 dengan mutu A-B yaitu dapat digunakan untuk jalan dan lahan parkir.
Kinerja Fotokatalis Tunggal ZnO dan Komposit ZnO/Reduced Graphene Oxide (ZnO/rGO) di bawah Iradiasi Sinar Matahari Wahyuni, Dwiria; Nurhasanah, Nurhasanah; Nurhanisa, Mega; Mariani, Mariani
Phi: Jurnal Pendidikan Fisika dan Terapan Vol 9, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/p-jpft.v9i1.17228

Abstract

Menurunnya kualitas air pada perairan merupakan salah satu dampak pencemaran limbah pewarna dari industri tekstil yang sulit untuk didegradasi secara biologi. Fotodegradasi menggunakan fotokatalis merupakan solusi yang efisien untuk polusi air akibat pewarna. Dalam penelitian ini, kinerja fotokatalis tunggal ZnO dan komposit ZnO/Reduced Graphene Oxide (ZnO/rGO) telah dikaji aktivitasnya dengan menggunakan iradiasi sinar matahari. Sampel fotokatalis diberi 2 perlakuan yaitu dengan pengadukan dan tanpa pengadukan pada larutan metilen biru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada iradiasi selama 30 menit, penurunan kandungan metilen biru lebih tinggi ketika sampel ditambahkan komposit ZnO/rGO dibandingkan ZnO tunggal (dengan pengadukan), yaitu sebesar 30% (ZnO/rGO) dan 9% (ZnO). Sementara itu, lama waktu iradiasi juga mempengaruhi persentase penurunan kandungan metilen biru. Iradiasi selama 2 jam pada fotokatalis ZnO/rGO dan ZnO menunjukkan konsistensi dengan hasil iradiasi selama 30 menit. Perbedaan dari kedua proses ini adalah kecepatan penurunan warna metilen biru. Komposit ZnO/rGO yang diberlakukan pengadukan memiliki kecepatan paling tinggi dengan menyisakan 14% kandungan metilen biru. Dengan demikian, kinerja fotokatalis dipengaruhi oleh penambahan rGO pada ZnO, lama iradiasi, dan adanya proses pengadukan.
Desain Algoritma Jaringan Syaraf Tiruan (JST) untuk Identifikasi Covid-19 dan Pneumonia Lestari, Tri Mukti; Wahyuni, Dwiria; nurhasanah, Nurhasanah; hasanuddin, Hasanuddin; Perdhana, Radhitya
Phi: Jurnal Pendidikan Fisika dan Terapan Vol 9, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/p-jpft.v9i1.15038

Abstract

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menyatakan bahwa penyakit Covid-19 merupakan kasus global yang menyerang lebih dari seratus juta jiwa pada tahun 2021. Sedangkan, pneumonia menjadi penyebab utama kematian pada bayi dan balita di Indonesia. Penyakit yang disebabkan oleh virus ini membutuhkan penanganan yang cepat dan tepat untuk meminimalisir penyebaran. Penyakit ini dapat diidentifikasi dengan analisis gejala, tes PCR, atau pengenalan citra radiologi. Adanya kesamaan gejala serta waktu dan biaya yang tidak sedikit untuk tes PCR,  menyebabkan identifikasi penyakit terhambat. Berdasarkan hal tersebut, dibangunlah suatu sistem pendeteksi penyakit Covid-19 dan pneumonia menggunakan Jaringan Syaraf Tiruan (JST) metode propagasi balik. JST yang dibentuk terdiri atas lapisan masukan yang merupakan data numerik fitur citra paru pasien normal, penderita Covid-19 dan pneumonia, lapisan tersembunyi berisi kumpulan proses identifikasi, serta lapisan luaran yang berisi luaran yang diharapkan yaitu jenis paru normal, penderita Covid-19, dan pneumonia. Setelah serangkaian pelatihan untuk sistem mempelajari data, didapatkan hasil yang paling baik yaitu dengan menggunakan kombinasi  pembelajaran dengan fungsi aktivasi tanh, learning rate 0,001 dan epoch 10000 kali. Dari hasil pengujian sistem, didapatkan akurasi dari 66,677% sampai 96,67%.
Peningkatan Kompetensi Guru dalam Melaksanakan Praktikum Fisika pada Pembelajaran Jarak Jauh melalui Pelatihan Perangkat Analisis Video Nugroho, Bintoro Siswo; Zulfian, Zulfian; Arman, Yudha; Asri, Asifa; Wahyuni, Dwiria
Jurnal Surya Masyarakat Vol 6, No 1 (2023): November 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jsm.6.1.2023.42-50

Abstract

The pandemic of COVID-19 has triggered awareness of the significant role of distance learning systems. Implementing science experiments, involving observation and measurement, requires more complex steps when conducted remotely online. An innovative method that can be used to address this issue is the combination of experimental demonstrations and video analysis. This article reports a training activity for the design and implementation of physics experiments using the video analysis software, Tracker, to improve the competence of physics teachers in conducting experiments through distance learning systems. The training was conducted through tutorials, demonstrations, practice sessions, work instructions, and online discussions. The impact of the training was measured by evaluating pre- and post-training questionnaires. The results indicate that the training can enhance participants' insights and competencies. This training provides an alternative solution for conducting laboratory experiments during face-to-face learning activity restrictions.
Classification of Malignancy of Lung Cancer Using Backpropagation Algorithm on CT-Scan Images Putri, Evi Pania; Nurhasanah, Nurhasanah; Wahyuni, Dwiria; Hasanuddin, Hasanuddin; Adriat, Riza; Arsyad, Ya' Muhammad
Jurnal ILMU DASAR Vol 25 No 2 (2024)
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jid.v25i2.39054

Abstract

In this study, we investigate the classification of lung cancer CT scan images based on malignancy level using a backpropagation artificial neural network (ANN). Lung cancer is a deadly disease characterized by the growth of abnormal lung cells. The proposed method involves preprocessing to enhance image quality, followed by feature extraction using the Gray Level Co-occurrence Matrix (GLCM) method with angle variations of 0°, 45°, 90°, 135°, and d=1. The extracted features include energy, contrast, correlation, and homogeneity. The energy value range in malignant cancer is 0.27 to 0.81, while in benign cancer it is 0.26 to 0.73. The contrast in benign cancer ranges from 1.38 to 11.87, while in malignant cancer it is 1.47 to 13.67. The image correlation for malignant cancer is between 0.63 to 0.94, while for benign cancer it is 0.69 to 0.96. Homogeneity in malignant cancer has a value range between 0.67 to 0.91, while in benign cancer it ranges from 0.70 to 0.92. The classification of lung cancer malignancy is restricted to benign and malignant levels using a network architecture of [4 10 2], maximum iteration of 100000, and learning rate of 0.001. The accuracy of the testing data from the ANN is between 90% and 100%. These results demonstrate the effectiveness of the GLCM method and backpropagation algorithm in accurately classifying the malignancy level of lung cancer, which could aid in the early detection and treatment of the disease.
Pengaruh Kadar Perekat Papan Komposit Tandan Kosong Kelapa Sawit pada Taraf Intensitas Bunyi Fatisa, Huril; Nugroho, Bintoro Siswo; Nurhanisa, Mega; Wahyuni, Dwiria; Asri, Asifa
JRFES (Jurnal Riset Fisika Edukasi dan Sains) Vol 10, No 1 (2023): Jurnal Riset Fisika Edukasi dan Sains
Publisher : Universitas PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22202/jrfes.2023.v10i1.6647

Abstract

A study was performed to analyze the sound intensity level and physical properties of a composite board made from oil palm empty fruit bunch (OPEFB) particles mixed with polyvinyl acetate (PVAc) adhesive. The composite boards were fabricated with various concentrations of adhesive, namely 8%, 10%, 12%, 14%, and 16%. The intensity level was measured at sound wave frequencies of 125 Hz, 250 Hz, 500 Hz, 1000 Hz, 2000 Hz, and 4000 Hz. The results showed that the highest sound intensity level, 74,2 dB at a frequency of 500 Hz, was found in the composite board with an 8% adhesive concentration. This composite board is categorized as a low-density composite board. The lowest sound intensity level, 58,6 dB at a frequency of 125 Hz, was found in the composite board produced with 16% adhesive concentration. This composite board is categorized as a high-density composite board. The physical property test results for all adhesive concentration variations showed that the resulting composite board density was 0,705-0,723 g/cm3, and the moisture content was 8,36%-9,66%. These values met the requirements of SNI 03-2105-2006. Keywords : Composite Boards, Sound Intensity Level, Composite Physical Properties