Claim Missing Document
Check
Articles

Karakteristik Daya Serap Bunyi Komposit Akustik Berbahan Pelepah Pisang (Musa paradisiaca) Berdasarkan Variasi Komposisi Rahmadhani, Nur Winda; Wahyuni, Dwiria; Asri, Asifa
Newton-Maxwell Journal of Physics Vol. 6 No. 1: April 2025
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/nmj.v6i1.37168

Abstract

Penelitian ini mengkaji nilai koefisien absorpsi bunyi dari komposit akustik berpenguat serat pelepah pisang berdasarkan variasi komposisi bahan baku. Variasi komposisi matriks dan filler yang digunakan secara berturut-turut adalah 60:40, 50:50, 40:60, 30:70, dan 20:80. Metode penelitian yang dilakukan dimulai dengan tahap pembuatan papan komposit dengan alat hot press; tahap pembuatan sampel uji yang mengacu pada standar SNI-01-4449-2006 dan ISO 11654; tahap pengujian papan komposit akustik pada kerapatan, kadar air, porositas, internal bonding (IB), dan daya serap bunyi sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengujian fisis papan komposit pada kerapatan, kadar air, porositas telah memenuhi SNI 01-4449-2006. Tetapi pada pengujian mekanis internal bonding (IB) hanya terdapat 1 variasi saja yang memenuhi SNI 01-4449-2006. Komposisi 30:70 (matriks:filler) menghasilkan performa terbaik jika dibandingkan dengan variasi lainnya pada penelitian ini, dengan nilai koefisien absorpsi bunyi (α) sebesar 0,27 pada ketebalan sekitar 1 cm, 0,19 pada ketebalan sekitar 2 cm, dan 0,14 pada ketebalan sekitar 3 cm, dalam rentang frekuensi 1000 Hz hingga 4000 Hz. Oleh karena itu, papan komposit berpenguat serat pelepah pisang ini efektif digunakan sebagai material akustik pada frekuensi 1000 Hz hingga 4000 Hz dengan ketebalan 1 cm - 2 cm dan sesuai dengan ketentuan ISO 11654.
Optimasi Sintesis Karbon Aktif dari Bambu Buluh (Schizostachyum brachycladum) dengan Variasi Suhu Karbonisasi untuk Penyerapan Besi pada Air Sumur Gambut Wahyuni, Dwiria; Nurhanisa, Mega; Bahtiar, Abdurrahman; Rutdiyanti, Rutdiyanti
Jurnal Fisika Unand Vol 11 No 3 (2022)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.11.3.292-298.2022

Abstract

Karbon aktif merupakan salah satu adsorben yang banyak digunakan sebagai material penjernihan air. Pada umumnya, karbon aktif dapat disintesis dari berbagai limbah biomassa yang tidak digunakan seperti bambu buluh (Schizosachyum brachycladum). Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan suhu karbonisasi optimum sintesis karbon aktif yang dilihat dari penyerapan tertinggi kadar besi pada air sumur gambut. Artikel ini juga menjabarkan  hubungan antara suhu karbonisasi dan ukuran pori terhadap daya serap karbon aktif. Sintesis karbon aktif diawali dengan proses karbonisasi pada suhu 400, 450, 500, 550, dan 600°C (60 menit), kemudian dilanjutkan dengan proses aktivasi dengan mencampurkan bahan baku dengan larutan H3PO4 10% (24 jam) dilanjutkan pemanasan pada 900°C (60 menit). Ukuran pori dan morfologi permukaan karbon aktif digambarkan dengan menggunakan scanning electron microscope (SEM). Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, karbon aktif yang dikarbonisasi pada suhu 500°C memiliki daya serap dan ukuran pori optimal, dengan efektivitas serapan sebesar 73,03% dengan ukuran pori sebesar 40 µm. Semakin besar ukuran pori karbon aktif, maka kemampuannya menyerap Fe dalam air sampel semakin juga semakin besar Penggunaan suhu di atas 500°C dapat merusak dinding pori karbon aktif. Dengan demikian, sintesis karbon aktif dari bambu buluh akan optimal jika dilakukan karbonisasi pada suhu 500°C
Pengaruh Variasi Jenis Bahan Terhadap Pengurangan Taraf Intensitas Bunyi Sandi, Dala Novika; Wahyuni, Dwiria; Nurhasanah, Nurhasanah; Muliadi, Muliadi; Hasanuddin, Hasanuddin; Nurhanisa, Mega
Jurnal Fisika Unand Vol 12 No 3 (2023)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.12.3.367-372.2023

Abstract

Acoustic materials such as plastic carpet, gypsum board, styrofoam and plywood can be used to reduce sound intensity. Nevertheless, the existing research has generally focused on single-ingredient studies. In this research, the optimum thickness of each material will be sought based on its efficiency in reducing the sound intensity level. Besides that, the efficiency of various types of materials will also be tested for reducing the level of sound intensity. In this study, a resonator tube was used in making measurements. Acoustic materials used as test materials, both single materials and combined materials, can be placed in the resonator tube. The distance between the sound source and the detector is 30 cm, with the position of the detector right behind the acoustic material. Tests on a single material show that the measured sound intensity level decreases in proportion to the thickness of the acoustic material, with styrofoam has the lowest efficiency. Meanwhile, the combined material that combines plastic carpet material at a frequency of 2000 Hz has an efficiency value that tends to be higher than the combination of materials without carpet with efficiency >30%. However, at a frequency of 1500 Hz, all combined materials have efficiency values that are not significantly different. All models of material combinations are proven to be able to reduce sound intensity levels compared to single materials. Thus, it can be concluded that the combined material has the potential as an efficient acoustic material.
Characterization of Green-Synthesized Reduced Graphene Oxide using Aloe vera Extract and Its Application for Surface Water Treatment Wahyuni, Dwiria; Nurhanisa, Mega; Arsyad, Ya’ Muhammad; Audina, Mia
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 11 (2025): November: In Progress
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i11.12512

Abstract

Reduced graphene oxide (rGO) is a carbon-based material with high surface area and chemical stability, making it an effective adsorbent for water purification. This study investigates the green synthesis of rGO using Aloe vera extract as a natural reducing agent and its application in treating surface water from the Kapuas River, Indonesia. Graphene oxide was reduced with Aloe vera extract under varying time conditions, and the resulting rGO samples were characterized to confirm the reduction process. The structural and compositional analyses revealed that increasing reduction time enhanced oxygen removal and improved surface morphology. The application tests showed that rGO substantially improved water quality: color decreased from 225 to 95 PCU (57.8% reduction), turbidity dropped from 16.2 NTU to 1.2 NTU (92.4% removal), and dissolved iron concentration decreased from 0.65 ppm to 0.37 ppm (43.07% removal), with pH remaining stable near 6.5. Among all samples, rGO reduced for 120 minutes achieved the highest purification efficiency. These findings demonstrate the feasibility of Aloe vera-reduced rGO as a sustainable adsorbent for surface water purification.
Sintesis dan Karakterisasi Karbon Aktif Kulit Kacang Tanah dengan Variasi Suhu Aktivasi sebagai Adsorben Besi pada Air Gambut Wahyuni, Dwiria; Sinaga, Dian Tarni; Asri, Asifa
POSITRON Vol 15, No 2 (2025): Vol. 15 No. 2 Edition
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Univetsitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/positron.v15i2.102283

Abstract

Kulit kacang tanah merupakan limbah yang dapat mencemari lingkungan. Oleh karenanya, diperlukan upaya pengolahan limbah kulit kacang tanah, misalnya dengan mengubahnya menjadi adsorben yang dapat digunakan dalam proses remediasi lingkungan air. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis performa karbon aktif kulit kacang tanah teraktivasi H2SO4 dengan variasi suhu aktivasi dalam menyerap kandungan besi pada air tanah gambut. Karbon aktif diperoleh dengan melalui tahap preparasi, karbonisasi, dan aktivasi kimia-fisika. Kulit kacang tanah dikarbonisasi pada suhu 450oC. Kemudian diaktivasi secara kimia menggunakan H2SO4 0,05M selama 24 jam. Pada penelitian ini, digunakan variasi suhu aktivasi yaitu 100oC, 200oC, 300oC, 400oC, 500oC dan 600oC selama 1 jam. Analisis terhadap konsentrasi kandungan besi menggunakan spektrofotometer adsorpsi atom menunjukkan bahwa karbon aktif yang teraktivasi pada suhu 200oC mempunyai kemampuan adsorpsi kandungan besi terbaik sebesar 80%. Analisis terhadap citra SEM terhadap permukaan karbon aktif menunjukkan bentuk pori yang tidak teratur. Namun, jumlah pori pada suhu 200oC adalah yang terbanyak. Uji kandungan air dan kandungan abu pada karbon aktif yang disintesis menunjukkan bahwa seluruh variasi sudah memenuhi standar SNI untuk kedua paramater uji. Dengan demikian, variasi suhu aktivasi 200oC memberikan karbon aktif kulit kacang dengan karakter terbaik.
Analisis Kinerja Metode Elektrokoagulasi Dengan Pelat Berlubang Dalam Upaya Peningkatan Kualitas Air Sumur Bor Asri, Asifa; Kornelia, Yenniarti; Wahyuni, Dwiria
POSITRON Vol 15, No 2 (2025): Vol. 15 No. 2 Edition
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Univetsitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/positron.v15i2.101568

Abstract

Ketersediaan air bersih tidak selalu mampu memenuhi kebutuhan masyarakat seiring meningkatnya jumlah penduduk, sehingga air sumur bor banyak dimanfaatkan sebagai sumber air alternatif. Namun, air sumur bor cenderung mengandung padatan tersuspensi, logam terlarut seperti besi, serta memiliki nilai pH yang tidak stabil sehingga perlu diproses melalui pengolahan awal untuk memenuhi standar kualitas air bersih. Penelitian ini mengevaluasi kinerja proses elektrokoagulasi dalam meningkatkan kualitas air sumur bor menggunakan elektroda pelat berlubang dengan variasi diameter lubang 7 mm, 5 mm, dan 3 mm, serta pelat tanpa lubang. Efisiensi proses dinilai menggunakan metode pembobotan multikriteria berdasarkan parameter kualitas air (kadar besi, kekeruhan, TDS, dan pH) serta performa operasi (massa anoda terlarut dan konsumsi energi listrik). Hasil menunjukkan bahwa pelat berdiameter 5 mm menghasilkan perbaikan kualitas air paling tinggi, dengan reduksi kadar besi sebesar 67,31%, kekeruhan 98,50%, TDS 30,65%, serta pH yang mencapai rentang normal. Dari aspek performa alat, pelat 5 mm menghasilkan pelarutan anoda minimum, sedangkan konsumsi energi terendah diperoleh pada pelat berdiameter 7 mm dengan nilai 42,44 kWh/m³. Berdasarkan skor pembobotan keseluruhan, pelat berlubang berdiameter 5 mm merupakan konfigurasi paling efisien dengan nilai efisiensi 76% dalam meningkatkan kualitas air sumur bor melalui proses elektrokoagulasi.