Claim Missing Document
Check
Articles

TEMA BORDELES DAN SAHARA SEBAGAI SUMBER IDE PENCIPTAAN BUSANA PESTA Wanda Kirana, Andani; Wahyuningsih, Urip
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 11 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v7i11.12288

Abstract

The aim of the research is to find out the final results of applying Drapping to Evening Gowns. Using tulle and duces fabric as the main material. Inspired by the source of the idea taken. The process of applying Drapping begins by determining the application of Drapping on the Evening Gown. After that, the Drapping is made using the drapping technique and then stitched. The silhouette used in this clothing is silhouette I, which is a straight clothing shape from top to bottom, and is equipped with accessories. Drapping is applied on the chest, and the skirt has tassels and sequins, giving an elegant and unique impression.
Penerapan Manipulating Fabric Cording Dan Spiral Boning Pada Busana Pesta Dengan Sumber Ide Bunga Anggrek Safira Juwita Permatasari; Wahyuningsih, Urip
BAJU: Journal of Fashion and Textile Design Unesa Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/baju.v6n1.p106-114

Abstract

This research aims to describe the final results of applying manipulating fabric cording and spiral boning to evening wear, inspired by orchid flowers, which creates a unique impression rich in meaning with the fibers of the orchid. The main materials used are duchess fabric and jacquard fabric, applying manipulating fabric cording and spiral boning, starting with determining the application on evening wear. The cording stage uses sewing techniques and hidden stitches, while for spiral boning various tools are used, including strings, wires, and balline. The created garment uses an L silhouette, showcasing a body-hugging mermaid shape at the torso that flares at the bottom. This design is enhanced with tail details located on both sleeves, creating a look that conveys a unique impression, reinforcing the character of the garment that gives a sexy and unique feel. This research uses the double diamond model research method which has four stages: discover, define, develop, and deliver. The result of this research is to understand the application of manipulating fabric cording and spiral boning in party wear with the source of inspiration being orchids.
Pesona Langit Malam dalam Busana Pesta dengan Sentuhan Bordir dan Payet Ayusyarahma, Hanifah; Wahyuningsih, Urip
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i2.28767

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan desain busana pesta dengan tema langit malam yang mengutamakan nilai estetika dan konsep kuat. Masalah yang menjadi fokus penelitian ini adalah minimnya inovasi desain yang mengintegrasikan unsur kemewahan dan simbolisme. Metode yang digunakan adalah Double Diamond, meliputi tahap Discover, Define, Develop, dan Deliver. Proses perancangan menghasilkan busana Wanita dengan siluet A-line berbahan gelap, bordir benang emas dan silver, serta payet yang meniru cahaya bintang. Aksesori bertema langit malam melengkapi kesan mewah dan tematik. Hasil penelitian berupa koleksi busana pesta yang harmonis antara estetika, simbolisme, dan tren mode kontemporer. Kesimpulan menunjukkan bahwa pendekatan desain berbasis konsep dengan metode Double Diamond efektif menghasilkan karya busana orisinal dan bernilai artistik tinggi.
“Silent Swells” sebagai Inspirasi dalam Penerapan Manipulating Fabric Cording Pada Busana Pesta Puspa, Ratna Dwi; Wahyuningsih, Urip
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i2.30138

Abstract

Industri mode mengalami perkembangan yang dinamis seiring dengan perubahan zaman, budaya, dan kebutuhan masyarakat. Meningkatnya keinginan wanita untuk tampil modis mendorong para desainer untuk terus berinovasi, baik dari segi teknik, desain, maupun jenis busana. Salah satu jenis busana yang memiliki nilai estetika tinggi adalah busana pesta, yang pembuatannya cenderung lebih kompleks dan tidak diproduksi secara massal. Busana pesta umumnya dibuat dari material berkualitas tinggi dan dihiasi dengan teknik manipulasi kain (manipulating fabric) guna menciptakan tampilan yang unik dan eksklusif. Salah satu teknik yang digunakan adalah cording, yaitu teknik menjahit kain yang dipotong serong dan dibungkuskan pada tali untuk menghasilkan tekstur tertentu. Penelitian ini mengusung tema Silent Swells, yang terinspirasi dari gelombang laut yang tenang dan hening pada malam hari, sebagai dasar penciptaan desain. Metode yang digunakan dalam proses perancangan adalah Double Diamond, yang terdiri dari empat tahapan: Discover, Define, Develop, dan Deliver. Tujuan dari karya ilmiah ini adalah untuk mengkaji penerapan teknik cording dengan pendekatan estetika dan konseptual pada busana pesta sebagai bentuk pengembangan kreativitas dalam dunia mode.
Penerapan Teknik Bleaching Pada T-Shirt Bagi Warga Belajar di Taman Baca Rumah Kita, Tenggilis Mejoyo Surabaya Yulistiana, Yulistiana; Wahyuningsih, Urip; Indarti, Indarti; Suhartini, Ratna; Russanti, Irma; Prihatina, Yuhri Inang
SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 11 (2024): SWARNA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, November 2024
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/swarna.v3i11.1444

Abstract

Taman Baca Rumah Kita merupakan suatu wadah yang memberikan kesempatan bagi warga belajar untuk menambah pengetahuan dan keterampilan melalui program kegiatan yang diselenggarakan oleh Yayasan yang menaunginya. Berdasarkan analisis situasi terhadap kegiatan yang telah diselenggarakan selama ini, dapat dikatakan bahwa warga belajar masih kurang mendapatkan pembelajaran dan pendampingan dalam hal keterampilan membuat suatu karya, khususnya yang terkait dengan bidang busana/fashion.  Kegiatan PKM ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan warga belajar dalam menerapkan Teknik bleaching pada T-Shirt, sekaligus warga belajar dapat menuangkan kreativitasnya dalam menghasilkan produk busana, dalam hal ini T-Shirt sebagai busana casual, yang memiliki nilai estetika. Metode yang digunakan adalah pelatihan dan pendampingan serta pembelajaran langsung, dengan pemberian materi dan demonstrasi oleh Tim PKM selaku narasumber. Kegiatan PKM ini melibatkan jumlah peserta sebanyak 18 orang. Hasil kegiatan PKM menunjukkan bahwa seluruh peserta dapat menerapkan Teknik bleaching pada T-Shirt dengan baik, yang menunjukkan kreativitasnya masing-masing. Evaluasi yang dilakukan berdasarkan hasil karya peserta, dapat dinilai dalam kategori sangat baik dan baik.
PENERAPAN MOTIF BATIK BERPOLA KOMBINASI BATIK TULIS REMEKAN PADA JAKET BOMBER DENGAN SUMBER IDE IKAN KOI Hariyanti, Tri; Wahyuningsih, Urip
BAJU: Journal of Fashion and Textile Design Unesa Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The research aims to develop patterned batik motifs through a combination of batik tulis and remekan techniques on bomber jacket clothing. The main idea comes from koi fish as a symbol of wealth and strength and a typical icon of Blitar City. The design process uses a three-stage creation method according to Gustami SP, namely exploration, design, and embodiment. Exploration is carried out through visual studies of koi fish, lotus flowers, and other supporting elements which are then developed into batik motifs. The design stage produces 6 motif designs on jackets, and patterned motifs on 250 x 115 cm fabric. The selected designs are realized through batik tulis and remekan techniques. The production process includes coloring, rolling, cutting materials, and sewing to become complete clothing. The results of the work show a combination of traditional artistic values ​​and contemporary design. Data collection was carried out through a questionnaire to 50 respondents to assess the selection of motifs and the assessment of the results of the design analysis aspects, motifs, colors, and final results. The majority of respondents stated that the work has high visual appeal. This work is an innovation in modern batik and encourages the interest of the younger generation in local culture.
Zerowrap: Inovasi Desain Busana Zero Waste Berbasis Filosofi Mummy Wrap Tri Hadinico, Assyifa; Wahyuningsih, Urip
Hastagina : Jurnal Kriya Seni Vol 5 No 02 (2025): Hastagina: Jurnal Kriya dan Industri Kreatif
Publisher : Pusat Penerbitan LPPM ISI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/hastagina.v5i02.5571

Abstract

This study explores Zerowrap, an innovative sustainable fashion design concept that merges the ancient Egyptian mummy wrap philosophy with the principles of zero waste fashion design. The main objective of this project is to create a garment that maximizes material efficiency, upholds ecological responsibility, and embodies strong aesthetic value. Employing a qualitative-descriptive approach with an experimental design method, the research focuses on the creative process from the conceptual to the production stage. These stages include visual exploration, moodboard development, material selection, design formulation, and the application of zero waste pattern cutting techniques. Linen was chosen as the primary material for its durability, natural fiber composition, biodegradability, and alignment with sustainable design principles. The results demonstrate that zero waste pattern cutting effectively eliminates textile waste by utilizing every inch of fabric. Moreover, leftover pieces were repurposed into decorative details such as ribbons and floral accents, enhancing the garment’s aesthetic appeal while reinforcing its ecological message. Visually, the Zerowrap design features asymmetric wrappings in red and pink hues, symbolizing strength and tenderness an expression of balance between function, form, and symbolic meaning. The reinterpretation of the mummy wrap serves as a metaphor for human care and responsibility toward environmental sustainability, where each piece of fabric holds both purpose and meaning. Ultimately, Zerowrap represents more than just an artistic and functional garment; it stands as a reflective medium that promotes ecological awareness and social responsibility within the contemporary fashion industry. This project affirms that zero waste design is not only a technical approach but also an innovative strategy to foster a more ethical, creative, and sustainable fashion system.
PENGEMBANGAN MEDIA E-MODUL PADA MATERI PEMBUATAN POLA BLOUSE DI KELAS X SMKN 1 KUDUS Firdausya, Deffa Regina; Wahyuningsih, Urip
Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol. 2 No. 5 (2024): Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran
Publisher : Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/cendikia.v2i5.1418

Abstract

E-modul merupakan suatu bentuk penyajian bahan ajar mandiri yang dirancang untuk membantu siswa dalam mencapai tujuan pembelajaran dalam kegiatan praktik pembuatan pola blus. Tujuan penelitian ini adalah untuk 1) Mendeskripsikan tingkat validitas proses pembuatan e-modul pada elemen dasar pola sub materi pembuatan pola blus di kelas X jurusan tata busana SMKN 1 Kudus, 2) Mendeskripsikan proses pembuatan e-modul pada elemen dasar pola sub materi pembuatan pola blus di kelas X jurusan tata busana SMKN 1 Kudus. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan atau Research and Delopment (R&D) dengan model ADDIE. Penelitian dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2023/2024 di SMKN 1 Kudus. Instrumen yang digunakan yakni instrumen lembar penilaian validitas e-jobsheet oleh 2 validator ahli yaitu ahli media dan ahli materi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan tingkat validitas e-modul pembuatan pola blus pada siswa kelas X SMKN 1 Kudus Jurusan Tata Busana diperoleh hasil rata-rata sebesar 3,29 dengan kategori sangat valid oleh ahli media dan rata-rata sebesar 3,93 dengan kategori sangat valid ahli materi. Hasil tersebut didapatkan dengan melalui sedikit perbaikan atau revisi sesuai dengan saran dari validator yakni terkait dengan detail materi dan juga layout dari e- modul tersebut..
PENGARUH PELETAKKAN MOTIF PADA POLA ZERO WASTE TERHADAP HASIL JADI THE CHINESE SQUARE BLOUSE ANGGUN SUHARTI, IKA; WAHYUNINGSIH, URIP
Jurnal Online Tata Busana Vol. 8 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jurnal-online-tata-busana.v8i1.25788

Abstract

Abstrak The chinese square blouse merupakan salah satu busana zero waste atau tanpa limbah kain. The chinese square blouse dirancang dengan menggunakan motif kain dengan arah serat melebar. Dalam penelitian ini motif diterapkan pada pola zero waste, dengan menggunakan peletakkan motif yang berbeda yaitu, di tengah, tepi dan tengah tepi. Penelitian ini bertujuan untuk a) mengetahui pengaruh peletakkan motif tengah, motif tepi dan motif tengah tepi terhadap hasil jadi the chinese square blouse, b) mengetahui hasil terbaik dari motif tengah, motif tepi dan motif tengah tepi terhadap hasil jadi the chinese square blouse. Jenis penelitian termasuk penelitian eksperimen dengan variabel bebas yaitu letak motif tengah, motif tepi, dan motif tengah tepi, variabel terikat yaitu hasil jadi the chinese square blouse ditinjau dari aspek keseimbangan, kesatuan, irama dan pusat perhatian. Metode pengumpulan data menggunakan metode observasi yang dilakukan oleh 33 observer, 3 panelis ahli yaitu dosen jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga dan 30 orang mahasiswa program studi Tata Busana. Pengolahan data menggunakan anava tunggal dengan bantuan SPSS 22 dengan taraf signifikan p ? 0,05, dan dilanjutkan uji duncan. Hasil uji anava menunjukkan terdapat pengaruh peletakkan motif tengah, motif tepi dan motif tengah tepi terhadap hasil jadi the chinese square blouse, ditinjau dari aspek keseimbangan, aspek irama dan aspek pusat perhatian, sedangkan tidak ada pengaruh yang signifikan antara peletakkan motif tengah, motif tepi dan motif tengah tepi terhadap hasil jadi the chinese square blouse, ditinjau dari aspek kesatuan. Hasil jadi peletakkan motif yang terbaik pada the chinese square blouse yaitu motif tepi ditinjau dari aspek keseimbangan dan irama. Kata Kunci: zero waste, the chinese square blouse, motif. Abstract The chinese square blouse is the one of zero waste fashion. The chinese square blouse is designed using a fabric motif with the direction of the fiber widening. In this result motif applied on the zero waste pattern by using a comparison of placing different motives, that is in the middle, side and middle side. The purpose of this research such as: a) finding out the influnce of motif laying in the middle motif, side motif and middle side motif in the chinese square blouse result, b) finding the best result from the middle motif, side motif and middle side motif in the chinese square blouse result. The type of this research is experimental with independent variabels are laying in the middle motif, side motif and middle side motif, dependent variable is the chinese square blouse result are reviewed from the aspect of balance, unity, rythm and center of interest. Method of collecting data by observation with 33 respondents, 3 expert judgments there are the lecturers of PKK and 30 stundents of fashion design. Data processing by one way anova SPSS 22 with significant p ? 0,05, to be continued with the duncan test. Anova test results show there is an affect of motif laying in the middle motif, side motif and middle side motif in the chinese square blouse result from the aspect of balance, rhytm and center of interest, then there is no significant influnce between the laying of the middle motif, side motif and middle side motif in the chinese square blouse result from the aspect of unity. The best result of motif laying in the chinese square blouse is the side motif result from the aspect of balance and rhytm. Keywords: zero waste, the chinese square blouse, motif.
PENGARUH JENIS KAIN TERHADAP HASIL JADI MARBLING ISNINA AMELIA, FACHRIDA; WAHYUNINGSIH, URIP
Jurnal Online Tata Busana Vol. 9 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jurnal-online-tata-busana.v9i1.30763

Abstract

Abstrak Teknik marbling semakin berkembang dengan diterapkannya teknik ini pada kain. Jika teknik marbling diaplikasikan pada permukaan kain untuk memproduksi busana dengan kualitas tinggi, maka kain harus sesuai untuk teknik marbling sehingga hasilnya akan bagus. Kemampuan kain dalam menghasilkan marbling yang tajam dipengaruhi jenis kain itu sendiri sesuai dengan asal serat, tenunan, bentuk permukaan, dan lain sebagainya. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan pengaruh jenis kain terhadap hasil jadi marbling dan untuk mengetahui jenis kain yang dapat menghasilkan marbling dengan baik. Metode penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yang dilakukan dengan eksperimen.Variabel bebas penelitian ini adalah jenis kain dilihat dari asal seratnya dan variabel terikatnya adalah hasil jadi marbling. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah pengisian angket dengan instrumen lembar checklist (?) yang diisi oleh 30 responden. Aspek penilaian yang diamati yaitu ketajaman warna marbling pada kain dan daya serap kain. Analisis data yang digunakan adalah dengan teknik Kruskal Wallis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh jenis kain terhadap hasil jadi marbling dari aspek ketajaman warna. Pada aspek daya serap kain, tidak ada pengaruh jenis kain terhadap hasil jadi marbling karena kain tersebut memiliki kemampuan memindahkan zat cair yang sama. Kain katun paris menghasilkan marbling yang paling baik karena mampu menyerap warna dengan cepat. Kata kunci: pengaruh, marbling, kain, warna Abstract The marbling technique is increasingly developed by the application of this technique to fabrics. If the marbling technique is applied to the fabric surface to produce high quality clothing, the fabric must be suitable for the marbling technique so the results will be good. The ability of the fabric to produce sharp marbling is influenced by the type of fabric itself in accordance with the origin of the fiber, woven, surface shape, and so forth. This study aims to find the effect of fabric types on the results of finished marbling and to find out the type of fabric that can produce marbling well. This research method is a quantitative study conducted with research. The independent variable of this study is the type of fabric seen from the origin of the fiber and the dependent variable is the marbling results. The data collection method used was a questionnaire with an instrument sheet checklist (?) filled by 30 respondents. The assessment aspects discussed are the sharpness of the color marbling on the fabric and fabric absorption. Analysis of the data used is the Kruskal Wallis technique. The results showed facts about the type of fabric on the finished product in terms of color sharpness. In the aspect of fabric absorption, there is no variation in the type of fabric to the finished product because all these three clothes have the same ability to move liquid substances. Cotton fabric produces the best marbling because it is able to produce color quickly. Keywords: effect, marbling, fabrics, colors