Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH PENGEMBANGAN LEBAR PANEL TERHADAP HASIL JADI PANELED CIRCLE SKIRT FITRI ARIFIYANTI, NURUL; WAHYUNINGSIH, URIP
Jurnal Tata Busana Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Jurnal Tata Busana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Rok Paneled Circle adalah jenis rok pias bervolume dan tegak terlihat mengembang dan bentuknya seperti buah labu. Volume rok bergantung pada lebar pengembangan panel bagian bawah. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui pengaruh pengembangan lebar panel 7 cm, 10 cm dan 14 cm pada pola rok Paneled Circle terhadap hasil jadi rok ditinjau dari aspek ketepatan bentuk tiap panel rok, kestabilan panel rok dan aspek volume rok. 2) mengetahui hasil jadi rok Paneled Circle yang terbaik di antara lebar pengembangan 7 cm, 10 cm dan 14 cm ditinjau dari aspek bentuk tiap panel, kestabilan bentuk dan volume rok. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen. Metode pengumpulan data menggunakan observasi dan instrumen lembar observasi. melibatkan 30 observer. Analisis data yang digunakan adalah uji anava tunggal dengan program SPSS 20 dilanjutkan uji duncan. Hasil penelitian menyatakan bahwa: 1) ada pengaruh pengembangan lebar panel pada pola rok Paneled Circle terhadap hasil jadi rok ditinjau dari aspek ketepatan bentuk tiap panel rok, kestabilan panel rok dan aspek volume rok yang signifikan. 2) hasil jadi rok Paneled Circle yang terbaik adalah rok dengan lebar pengembangan panel 14 cm, baik ditinjau dari aspek ketepatan bentuk tiap panel, Kata kunci : Pengembangan lebar panel, hasil jadi Paneled Circle Skirt, Lebar Panel 7 cm , 10 cm dan 14 cm Abstract Paneled Circle Skirt is a type of volume and upright pias Skirt that looks fluffy and looks like a pumpkin. The volume of the Skirt depends on the width of the bottom panel development. This study aims to 1) determine the effect of the development of the panel between 7 cm, 10 cm dan 14 cm width on the pattern of Paneled Skirts on the final result of the Skirt in terms of the accuracy of the shape of each Skirt panel, the stability of the Skirt panel and aspects of the volume of the Skirt. 2) determine the Panel Circle Skirt the best results are between 7 cm, 10 cm and 14 cm width in terms of the shape aspect of each panel, the stability of the shape and volume of the Skirt. This research is an experimental research. Data collection methods using observation and observation sheet instruments. involving 30 observers. Analysis of the data used is a single anava test with SPSS 20 program followed by duncan test. The results stated that: 1) there was an influence on the width of the panel on the pattern of Paneled Skirts on finished Skirts in terms of the accuracy of the shape of each Skirt panel, the stability of the Skirt panels and the significant aspects of the Skirt volume. 2) Circle panel is the best finished Skirt with a 14 cm wide panel development, both in terms of the accuracy of the shape of each panel. Keywords: Development of panel width, result of being Paneled Circle Skirt, Panel widths of 7 cm, 10 cm and 14 cm
PEMBERDAYAAN PENGRAJIN BATIK KENDALUNTUK MENDUKUNG PARIWISATA Syamwil, Rodia; Nurrohmah, Siti; Wahyuningsih, Urip
Rekayasa : Jurnal Penerapan Teknologi dan Pembelajaran Vol 13, No 1 (2015): Juli 2015
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/rekayasa.v13i1.5596

Abstract

Kendal regency government committed to develop tourism, through batik as one of their local potentials. Situation analysis in two micro-scale industry partners identify that both locate in tourism destination area, however their competitiveness to support tourisms need to be enhanced. Their motif collections with typical Kendal were limited, as well as product diversification,and environment support. One of the industry use natural dyes with high dependence to other province cultivation and high cost, while the other need applied technology of souvenir batik crafts,batik packaging, and patterned batik fashion. Solution offered was tourism awareness and environment collaboration agenda to strengthen industries through training, workshops, and technical assistance in: (1) development of typical regional motif; (2) producing souvenirs and packaging; (3) batik patterned dress; (4) batik with natural dyes based on research; (5) excellent service and simple communication in English. Product exhibition was conducted at the end of project. The results of the implementation of the activities showed an increase in knowledge, skills, and attitudes of the drilled material, creative product quality, while all participants affirmed their satisfaction.
BAJU HAZMAT UNESA UNTUK GARDA TERDEPAN PENANGANAN COVID-19 Indarti, Indarti; Wahyuningsih, Urip; Yulistiana, Yulistiana; Prihatina, Yuhri Inang; Rahayu, Imami Arum Tri; Mayasari, Peppy
Jurnal ABDI: Media Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/ja.v6n2.p135-139

Abstract

Pencegahan penyebaran infeksi virus COVID-19 pasien ke petugas bergantung pada penggunaan alat pelindung diri (APD), salah satunya baju hazmat. Dokter serta tenaga medis lainnya merupakan garda terdepan yang menangani penyakit COVID-19, sehingga kebutuhan APD adalah paling penting bagi mereka. Untuk melindungi tenaga medis dari virus dalam ruangan serta mencegah virus tersebut keluar ruangan, para tenaga medis harus mengganti APD setiap kali menangani pasien di ruangan yang berbeda. Sehingga APD yang berupa baju (hazmat), masker, sarung tangan dan penutup kepala digunakan sering hanya sekali pakai. Tujuan kegiatan PkM ini adalah untuk menyumbangkan baju hazmat pada tenaga medis yang merupakan garda terdepan yang menangani virus COVID-19. Dalam kegiatan PkM ini, metode yang digunakan adalah pembuatan dan penyaluran alat pelindung diri (APD) berupa hazmat untuk tenaga medis di Rumah Sakit.          Tim kami dari prodi Tata Busana UNESA, mendesain alternatif baju hazmat yang terbuat dari kain spundbond polypropylene dengan ketebalan 75 gsm, yang ramah lingkungan, coating waterproof, dan breathable sehingga lebih nyaman dipakai oleh tenaga medis. Kelebihan dari non-woven ini antara lain dapat menyaring udara, anti bakteri, ramah lingkungan, tahan kelembaban air. Sebanyak 250 baju hazmat telah disumbangkan ke beberapa rumah sakit di Surabaya dan sekitarnya bersam produk-produk hasil dari PkM kelompok lain oleh tim Unesa Crisis Center.
Inovasi Canting Cap Batik (Cantik) dari Kaleng Bekas Kartini, Kartini; Syamwil, Rodia; Wahyuningsih, Urip
Fashion and Fashion Education Journal Vol 9 No 1 (2020)
Publisher : Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ffej.v9i1.38750

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menciptakan canting cap batik dari bahan kaleng bekas, mengetahui hasil kualitas penggunaan canting cap, dan mengetahui kelayakan canting cap batik bahan kaleng bekas. Metode yang digunakan dalam penciptaan produk ini adalah metode penelitian R&D, yang menyebutkan dalam tahapan penelitian ini terdiri dari potensi dan masalah, pengumpulan data, desain produk, validasi produk, revisi produk dan uji coba produk. Hasil penelitian ini dalam memvisualisasikan canting cap batik dari kaleng bekas dalam proses pembuatannya tidak jauh berbeda dengan pembuatan canting cap bahan tembaga, hanya saja bahan kaleng ini diperlakukan sedikit berbeda karena kaleng bersifat kurang mudah dibentuk-bentuk sehingga perlu proses pembakaran terlebih dahulu sekitar 30 menit. Sedangkan penciptaan canting cap bahan kaleng ini diimplementasikan pada dua produk canting cap ukuran standar yaitu 18 x 18 cm dengan bermotifkan UNNES konservasi yaitu stilasi logo UNNES dan gulma cacalincingan yang memiliki filosofi tertentu. Uji kelayakan canting cap batik bahan kaleng dinilai dari beberapa indikator oleh 3 Ahli pakar canting cap dan 20 responden yang sering menggunakan canting cap batik yaitu perajin batik cap.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUASAN BELAJAR JARAK JAUH MAHASISWA VOKASI DI MASA PANDEMI COVID-19 Indarti, Indarti; Wahyuningsih, Urip; Yulistiana, Yulistiana; Suhartini, Ratna; Prihatina, Yuhri Inang
Jurnal Pendidikan Teknologi dan Kejuruan Vol 18, No 2 (2021): Edisi Juli 2021
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.43 KB) | DOI: 10.23887/jptk-undiksha.v18i2.31147

Abstract

Pada awal tahun 2020 hampir semua negara di dunia mengalami masa pandemi COVID-19 termasuk negara kita Indonesia sehingga pembelajaran dilakukan secara secara jarak jauh dari rumah mahasiswa masing-masing. Pembelajaran jarak jauh secara daring juga dialami pada program vokasi di Fakultas Teknik, Universitas Negeri Surabaya. Kepuasan belajar mahasiswa secara jarak jauh di evaluasi untuk perbaikan program selanjutnya. Tujuan penelitian dalam era COVID ini adalah untuk menguji faktor-faktor yang diprediksi dapat mempengaruhi kepuasan belajar jarak jauh secara daring mahasiswa vokasi di masa pandemi COVID-19. Kami melakukan penelitian survei untuk mengumpulkan data melalui kuesioner yang telah disusun dalam google form dan disebar melalui WAG. Pengambilan sample dilakukan secara convenience sampling pada mahasiswa program vokasi di Fakultas Teknik, Universitas Negeri Surabaya. Pada bulan Juli sampai Agustus 2020 dilakukan pengambilan data secara online, dan diperoleh 170 responden. Dalam penelitian ini data diananalisis secara kuantitatif menggunakan program SPSS. Dari sembilan faktor yang diprediksi  berpengaruh terhadap kepuasan belajar jarak jauh, hanya empat faktor terbukti secara signifikan berpengaruh terhadap kepuasan belajar jarak jauh yaitu sumber belajar elektronik yang baik (good e-resourches), konten pembelajaran (learning content), manfaaat yang dirasakan (perceived usefulness) dan interaksi antara pembelajar dan dosen (learner-instructor interaction). Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap baik terhadap pengelola pembelajaran maupun dosen.  
KUALITAS HASIL TENUNAN KANTONG PLASTIK BEKAS ANTARA TEKNIK PILIN DAN TEKNIK LIPAT Haryati, Siti; -, Widowati; Wahyuningsih, Urip
Fashion and Fashion Education Journal Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ffej.v1i1.197

Abstract

AbstractPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kualitas hasil tenunan kantong plastik bekas antara teknik pilin benang dan teknik lipat benang. Pengumpulan data penelitian eksperimen ini menggunakan uji laboratorium dan uji organoleptik. Kualitas hasil tenunan ditinjau dari uji konstruksi kain, uji kenyamanan kain, dan uji keawetan kain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan kualitas tenunan kantong plastik bekas antara teknik pilin benang dan teknik lipat benang. Hal ini dibuktikan dengan uji laboratorium yang dilakukan serta nilai uji organoleptik dari hasil tenunan kantong plastik bekas dengan teknik lipat lebih tinggi dibandingkan dengan teknik pilin. Selain itu perbedaan material yang digunakan pada penelitian ini tidak sama dengan material pada umumnya, yang tentunya memiliki sifat dan karakteristik berbeda, sehingga berpengaruh juga pada kualitas hasil tenunan. Simpulan dalam penelitian ini adalah ada perbedaan kualitas tenunan kantong plastik bekas antara teknik pilin dan lipat benang yang menunjukkan bahwa hasil tenunan kantong plastik bekas dengan teknik lipat benang memiliki kualitas yang lebih baik dibanding teknik pilin-pilin.This research aim to know difference of quality result of ex- plastic sack;bag jacquards between technique contort technique and yarn fold yarn. Data collecting of research of this experiment use laboratory test and test of organoleptik. Quality of result of jacquards evaluated from cloth construction test, test cloth freshment, and durabel test of cloth. Result of research indicated that is difference of ex- plastic sack; bag jacquards quality between technique contort technique and yarn fold yarn. This matter is proved with conducted laboratory test and also assess test of organoleptik from result of ex- plastic sack; bag jacquards with technique fold compared to higher of technique contort. Besides difference of used material at this research unlike material in general, what it is of course measure up to and characteristic differ, so that have an effect on also at quality of result of jacquards. Conclude in this research is difference of ex- plastic sack;bag jacquards quality between technique contort and fold yarn indicating that result of ex- plastic sack;bag jacquards with technique fold yarn have the quality of which is better to be compared to technique contort.
PERBEDAAN KUANTITAS DAN KUALITAS HASIL JAHITAN MESIN JAHIT MANUAL DAN HIGH SPEED Jannah, Arifatul; W, Sri Endah; Wahyuningsih, Urip
Fashion and Fashion Education Journal Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ffej.v1i1.199

Abstract

AbstractPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji perbedaan kuantitas dan kualitas hasil jahitan pada mesin jahit manual dengan mesin jahit high speed serta mengetahui seberapa besar perbedaan penggunaan mesin jahit manual dengan mesin jahit high speed. Pengumpulan data penelitian eksperimen ini menggunakan instrumen tes pengukuran dan dokumentasi. Sampel ditentukan berdasarkan purposive sampling dan terpilih satu orang mahasiswa yang membuat sarung bantal kursi dengan 1 mesin jahit manual dan 1 mesin jahit high speed. Kuantitas hasil jahitan diukur waktu penyelesaian, sedangkan kualitas diukur dari kerapian hasil jahitanya seperti retsleting, tepi kain, lipit, serta menyambung bagian depan dengan bagian belakang. Hasil penelitian menunjukan ada perbedaan kualitas dan kuantitas hasil jahitan mesin jahit manual dengan mesin jahit high speed. Besarnya nilai perbedaan hasil produksi menggunakan mesin jahit manual dengan mesin jahit highspeed ditinjau dari beda mean sebesar 15. Penggunaan mesin jahit manual mempunyai karakteristik yang lebih familiar dibanding mesin jahit high speed, lebih mudah karena kecepatan gerak yang lebih lambat sehingga dapat mengimbangi kecepatan gerak mesin, meskipun secara kuantitas lebih lama.This study aims to assess the differences in quantity and quality of the stitching on the manual sewing machine and high speed sewing machine and to know how much difference the use of manual sewing machine with high speed sewing machines. Data collected of this experimental study using measurement instruments and test documentation. Sample is determined based on purposive sampling and selected one student who made a pillowcase of chair with manual sewing machine and a high speed sewing machine. Quantity was measured by suture completion time, while the quality is measured from the neatness of the seams like a zipper, the edge of the fabric, pleated, and connect the front to the back. The results showed no difference in quality and quantity of stitching of manual sewing machines and a high speed sewing machine. The magnitude of the difference in production using a sewing machine manual sewing machine highspeed terms of the mean difference of 15. Manual sewing machine has the characteristics of more familiar than the high speed sewing machine. It’s easier than high speed sewing machine because it have lowerspeed.
UPAYA PENGEMBANGAN USAHA KERAJINAN BORDIR Ahyani, Rahmania; -, Widowati; Wahyuningsih, Urip
Fashion and Fashion Education Journal Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ffej.v1i1.202

Abstract

AbstractUpaya pengembangan merupakan hal yang harus dilakukan oleh pemilik usaha agar usahanya tidak tutup. Upaya pengembangan ini harus tepat dengan kondisi dan kebutuhan perusahaan dan pasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya pengembangan dalam bidang pemasaran, produksi, dan bidang kemitraan dengan usaha lain yang dilakukan Usaha kerajinan bordir An-Nur di desa Krajan Kulon kecamatan Kaliwungu Kabupaten Kendal. Penelitian studi kasus ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Dalam bidang pengembangan produk, usaha kerajinan bordir An-Nur selalu melakukan inovasi dan variasi baru dalam produk yang dihasilkan dan melakukan pengontrolan kualitas barang. Selanjutnya dalambidang pengembangan pemasaran, melakukan promosi dengan mengikuti bazaar yang diselenggarakan oleh berbagai instansi, menyediakan jasa antar barang langsung kepada para konsumen, dan menjadi nara sumber bersama Bupati Kendal dalam suatu acara pengembangan otonomi daerah pada stasiun TV lokal. Selain pengembangan produk dan pemasaran, usaha kerajinan bordir An-Nur juga melakukan pengembangan kemitraan. Usaha kerajinan bordir An-Nur memiliki dua mitra usaha yaitu Karya Usaha Konfeksi dan Konfeksi Zahra. Kemitraan ini ditujukan untuk mendukung pengembangan produk yang dilakukan oleh usaha kerajinan bordir An-Nur.Development effort is a absolute thing to do for enterpreneur in developing his industry. This effort should match to the condition and necessity of the company and so the market. An-Nur embrodery craft industry whose Hj. Ma’rifat beginning since 1983. This industry is one of any other industry that still exist even there is no goverment support. The result describes the weakness of An-Nur industry are production volume, management and administration, marketing, capitalising, and unfridly situation for industry. So these are the strategies for developing, increasing the production volume, marketing, and relationship with other industries. Eventhough, there is still a few lacks, An-Nur industry could stand on it. The process of developing seems to be easy and smothly done by developing in production, marketing, and relationship. Product development shows new innovation. Marketing development gives new customers by taking part in bazar market, and get cooperate partner by customers.
Inovasi Canting Cap Batik (Cantik) dari Kaleng Bekas Kartini, Kartini; Syamwil, Rodia; Wahyuningsih, Urip
Fashion and Fashion Education Journal Vol 9 No 1 (2020)
Publisher : Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ffej.v9i1.38750

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menciptakan canting cap batik dari bahan kaleng bekas, mengetahui hasil kualitas penggunaan canting cap, dan mengetahui kelayakan canting cap batik bahan kaleng bekas. Metode yang digunakan dalam penciptaan produk ini adalah metode penelitian R&D, yang menyebutkan dalam tahapan penelitian ini terdiri dari potensi dan masalah, pengumpulan data, desain produk, validasi produk, revisi produk dan uji coba produk. Hasil penelitian ini dalam memvisualisasikan canting cap batik dari kaleng bekas dalam proses pembuatannya tidak jauh berbeda dengan pembuatan canting cap bahan tembaga, hanya saja bahan kaleng ini diperlakukan sedikit berbeda karena kaleng bersifat kurang mudah dibentuk-bentuk sehingga perlu proses pembakaran terlebih dahulu sekitar 30 menit. Sedangkan penciptaan canting cap bahan kaleng ini diimplementasikan pada dua produk canting cap ukuran standar yaitu 18 x 18 cm dengan bermotifkan UNNES konservasi yaitu stilasi logo UNNES dan gulma cacalincingan yang memiliki filosofi tertentu. Uji kelayakan canting cap batik bahan kaleng dinilai dari beberapa indikator oleh 3 Ahli pakar canting cap dan 20 responden yang sering menggunakan canting cap batik yaitu perajin batik cap.
PEMBERDAYAAN PENGRAJIN BATIK KENDALUNTUK MENDUKUNG PARIWISATA Syamwil, Rodia; Nurrohmah, Siti; Wahyuningsih, Urip
Rekayasa : Jurnal Penerapan Teknologi dan Pembelajaran Vol 13, No 1 (2015): Juli 2015
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/rekayasa.v13i1.5596

Abstract

Kendal regency government committed to develop tourism, through batik as one of their local potentials. Situation analysis in two micro-scale industry partners identify that both locate in tourism destination area, however their competitiveness to support tourisms need to be enhanced. Their motif collections with typical Kendal were limited, as well as product diversification,and environment support. One of the industry use natural dyes with high dependence to other province cultivation and high cost, while the other need applied technology of souvenir batik crafts,batik packaging, and patterned batik fashion. Solution offered was tourism awareness and environment collaboration agenda to strengthen industries through training, workshops, and technical assistance in: (1) development of typical regional motif; (2) producing souvenirs and packaging; (3) batik patterned dress; (4) batik with natural dyes based on research; (5) excellent service and simple communication in English. Product exhibition was conducted at the end of project. The results of the implementation of the activities showed an increase in knowledge, skills, and attitudes of the drilled material, creative product quality, while all participants affirmed their satisfaction.