Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Peningkatan Pengetahuan Orangtua Tentang Komunikasi Efektif pada Anak dalam Mencegah Kenakalan Remaja Zurriyatun Thoyibah; Zuhratul Hajri; Haryani Haryani; Henny Yolanda; Melati Inayati Albayani
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v5i1.7369

Abstract

Permasalahan kenakalan remaja di Indonesia merupakan masalah penting yang perlu perhatian dan menjadi tanggungjawab semua pihak. Ada banyak faktor yang mempengaruhi kenakalan remaja baik dari sisi internal dari remaja itu sendiri maupun sisi eksternal antara lain pola komunikasi orangtua dengan anak remajanya. Komunikasi orang tua dan remaja yang bermasalah secara konsisten dikaitkan dengan perilaku kenakalan remaja. Oleh karena itu, dengan adanya peningkatan jumlah kasus kenakalan remaja di Indonesia, perlu peningkatan pengetahuan orang tua tentang komunikasi efektif pada anak dan remaja sehingga dapat membantu dalam pencegahan maupun penanganan kenakalan remaja. Metode yang digunakan adalah ceramah disertai dengan pemberian leaflet. Setelah diberikan pengetahuan tentang kenakalan remaja dan komunikasi efektif, didapatkan hasil sebanyak 17% orangtua memiliki tingkat pengetahuan kurang, 40% memiliki tingkat pengetahuan cukup, dan sebanyak 43% memiliki tingkat pengetahuan baik, dimana kategori pengetahuan baik meningkat dari 23% menjadi 43%. Dapat disimpulkan bahwa peningkatan pengetahuan orangtua melalui ceramah disertai leaflet berpengaruh terhadap tingkat pengetahuan orangtua. Program pendidikan kesehatan tentang komunikasi efektif pada remaja untuk mencegah kenakalan remaja harus terus dikembagkan dengan berbagai metode, tidak hanya dengan ceramah, tetapi perlu ditingkatkan dengan memberikan pelatihan secara khusus dan melibatkan pihak terkait yang kompeten dalam bidang komunikasi dan perilaku anak
CHARACTERISTICS OF EATING PATTERN AND FOOD VARIETY IN TODDLER WITH NUTRITION PROBLEMS Yolanda, Henny; Karjono, M.; Supinganto, Agus; Mulianingsih, Misroh; Haris, Abdul; Hayana
Nurse and Holistic Care Vol. 2 No. 3 (2022): Nurse and Holistic Care
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33086/nhc.v2i3.3689

Abstract

Background: Developmental disorders such as malnutrition in a child's early years can have a detrimental impact on all developmental domains, as these years contain the most rapid changes in brain development. Behavior in implementing balanced nutrition by restraining consumption of vegetables, fish and fruit by maximizing local food, or local food with regional specialties according to local conditions. Objective: The aim of this study was to determine the characteristics of eating pattern and food variety in toddler with nutritional problems. Methods: This study used descriptive analysis design with cross-sectional approach. This study was conducted on 1-31 August 2022 with 54 participants of mothers and children (12-48 months). The instruments in this study used 24-hour food recall instrument. The analysis of this study used descriptive analysis. Result: The characteristic of complementary feeding of children with nutrition problems was good eating patterns and 4 varieties of food every time they eat. Conclusion: Food variety in children with nutritional problems was good eating patterns with an average consumption of 4 types of food at each meal.
EFEKTIVITAS PEMBERIAN KOMPRES DAUN JARAK DAN BERAS UNTUK MENURUNKAN SUHU TUBUH ANAK PADA KASUS HIPERTERMI Wasliah, Indah; Yolanda, Henny; Pratiwi, Eka Adithia; Syamdarniati, Syamdarniati; Rhomadonika, Fitri
MAJU : Indonesian Journal of Community Empowerment Vol. 1 No. 6 (2024): MAJU : Indonesian Journal of Community Empowerment, November 2024
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/0mz8r722

Abstract

Hyperthermia is a condition where the body temperature increases, which can be dangerous if not treated properly. The use of compresses as a method of reducing body temperature is a concern. Fever is a change in condition from healthy to sick causing the body's reaction to increase the temperature, where the body temperature is higher than 37.5°C. There are several ways to reduce and control fever which can be done, one of which is non-pharmacological, namely by giving a compress, one method of compressing is by giving a compress with castor leaves and several grains of rice. Castor leaves compress is known to be effective in reducing children's fever because of its content. compounds such as phenols, flavonoid saponins and alkaloid compounds. Jatropha leaves also contain active compounds such as flavonoids, saponins, glycosides, alkaloids, quercetin, polyphenolic compounds and stredoids while soaked rice is very effective in accelerating the release of heat from the body because it contains nutrients, namely amino acids, vitamin B, vitamin E, minerals and antioxidant substances
Telehealth Model Strategy to Improve Maternal Feeding Practices in Children with Stunting: Randomized Control Trial Yolanda, Henny; Mardani, Raden Ahmad Dedy; Supinganto, Agus
Interest : Jurnal Ilmu Kesehatan INTEREST: Jurnal Ilmu Kesehatan Volume 13 Number 2 November 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37341/interest.v13i2.672

Abstract

Background: The eating behaviour of the stunted children is the high risk for their growth and development. Given the urgency of all the impacts caused and its high prevalence, handling stunting through changes in feeding patterns requires serious attention from the government, society, and individuals as a whole. This study utilises telehealth as an innovative solution to overcome the challenges in feeding children with stunting. The aim of this study is to improve maternal feeding practices for children with stunting using telehealth. Methods: This study uses the single-blind randomised controlled trial method. The sampling method in this study was by using purposive sampling. The participants of this study are 41 mothers who have a child with stunting. Results: There was a significant effect (p=0.169) of the Telehealth Model Strategy to Improve Maternal Feeding Practices in Children with Stunting. Conclusion: We found that the telehealth model can be used to improve maternal feeding practices for children with stunting using telehealth.
Manajemen Tatalaksana Diare Pada Anak Yolanda, Henny; Puspitasari Haji Jafar, Cindy; Agustina, Dita
Journal of Fundus Vol. 2 No. 2 (2022): Journal of Fundus
Publisher : STIKES Yarsi Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57267/fundus.v3i1.253

Abstract

Dari hasil penelitian Widayanti (2013) di Puskesmas Sleman, untuk mengetahui rasionalitas tatalaksana diare didapatkan bahwa pelayanan kesehatan yang diberikan belum optimal, yaitu masih didapatkan penggunaan antibiotik sebanyak 17,2%, pemberian oralit sebanyak 84, 5% dan zink 84% (Widayanti & Danu, 2013). Metode: penelitian ini merupakan penelitian literature review dengan metode penelusuran menggunakan MESH PICO, dengan penelusuran artikel pada PUBMED, SAGE, Science Direct, dan Google Scholar Hasil: Total hasil pencarian adalah sebanyak 7821 artikel kemudian dilakukan penyaringan sehingga terdapat 33 artikel yang dianalisis oleh penulis. Kesimpulan: Tatalaksana management diare sudah ditetapkan di buku pedoman atau yang sering dikenal dengan buku saku biru. Salah satu tatalaksana yang ditetukan pada buku tersebut adalah pemberian Zinc. Pemberian Zinc terbukti dapat mempercepat waktu sembuh diare. Namun pada kenyataannya tidak semua pelayanan kesehatan melakukan tatalaksana diare sesuai dengan pedoman yang sudah diteteapkan.
Deteksi Dini Tumbuh Kembang Anak Usia Pra Sekolah di TKIT Yarsi Mataram Romadonika, Fitri; Baiq Nurul Hidayati; Eka Adithia Pratiwi; Indah Wasliah; Zurriyatun Thoyibah; Henny Yolanda
SAFARI :Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 3 (2025): Juli : SAFARI :Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia
Publisher : BADAN PENERBIT STIEPARI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56910/safari.v5i3.2790

Abstract

One-third of children in the world experience growth and development disorders, both physical and mental. In Indonesia, around 13–18% of children experience developmental delays, with 16% of them being toddlers who experience neurological and brain development disorders. Children's growth and development are influenced by adequate nutrition, health, and educational stimulation. Early detection and intervention are very important to optimize children's growth and development potential. This community service activity was carried out at TKIT Yarsi Mataram which has around 119 children aged 5–6 years and has not implemented an early detection program for growth and development. Activities include anthropometric examinations (weight, height, head circumference, and arm circumference) and development detection using the Pre-Screening Development Questionnaire (KPSP). The expected results are that each child has a growth and development report card, and teachers receive training in conducting and documenting examinations, so that this early detection program can become a routine activity in schools..
Gambaran Pengetahuan Tugas Keperawatan Keluarga dan Upaya Pencegahan Gangguan Pertumbuhan Batita di Wilayah Kerja Puskesmas Penimbung Aswati, Aswati; Agus Supiganto; halid, Sopian Halid; Melati Inayati Albayani; Henny Yolanda
Jurnal Kesehatan Qamarul Huda Vol. 11 No. 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Universitas Qamarul Huda Badaruddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37824/jkqh.v11i1.2023.516

Abstract

Memiliki anak yang sehat adalah harapan semua keluarga. Untuk mencapainya tentunya keluarga harus mampu menjalankan tugas keperawatan keluarga yang meliputi, mengenal, mengambil keputusan yang tepat, merawat, memberikan lingkungan yang mendukung serta memanfaatkan pasilitas kesehatan yang ada. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan tugas perawatan keluarga dan upaya pencegahan yang dilakukan oleh keluarga dalam pencegahan gangguan pertumbuhan seperti stanting. Penelitian menggunakan desain analitik korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Jumlah sample 39 orang, pengambilan sampel acak atau Probability Sampling dengan Teknis data menggunakan uji spearman rho. Penelitian ini merupakan penelitian dengan rancangan pra experimental one group pre post test. Hasil penelitian didapatkan hasil Pre-Test untuk pengetahuan keluarga tentang Tugas Keperawatan Keluarga hampir seimbang antara katagori kurang baik dan katagori baik. Dimana sebesar 41,0%, sedangkan kategori baik sebesar 30,8%.  Sedangkan hasil Post-Test pengetahuan keluarga tentang tugas kesehatan keluarga kategori baik meningkat menjadi 46,2%, kategori  cukup baik sebanyak 16 orang (41,0%) dan kategori kurang baik mengalami penurunan sebanyak 12,0%.  Sedangkan untuk upaya pencegahan gangguan pertumbuhan dengan katagori pemberian makan bergizi sejak hamil yaitu terbanayak adalah kadang-kadang sebesar 46,2%. ASI Exklusif terbanya secara Predominal sebanyak 51,3%, Untuk Katagori MPASI tebanyak, sesuai makanan keluarga  sebanyak 25,7%. Sedangkan pemantauan tumbuh kembang terbanyak adalah secara teratur setiap bulan sebanyak 51,3%. Dan kategori kebersihan lingkungan tertinggi adalah bersih sebanyak 35,8%. Dengan demikian sangat perlu diberikan edukasi secara berkesinambungan agar keluarga mampu memahami serta mampu melakukan upaya pencegahan gangguan pertumbuhan secara cepat dan tepat.
Administration of Moringa Leaf Extract to Reduce Oxidative Stress and Increase Fertility of Diabetes Melitus Mice (Mus Muculus Hendry, Zul; Yolanda, Henny; Suprayitna, Marthilda
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 6 No S6 (2024): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v6iS6.5232

Abstract

The impact of diabetes mellitus on decreased male fertility or infertility will greatly reduce the quality of life. Therefore, it is necessary to conduct research on the prevention and treatment of decreased fertility experienced by diabetes mellitus patients, including by utilizing local naturalingredients. Objective: The aim of this study is to determine the effect of moringa to reduce Oxidative Stress and increase Fertility of Diabetes Mellitus Mice. Method: Randomized Posttest Control Group design with 35 mice (Mus Musculus) as respondents which were divided into 5 groups randomly. Results: Moringa leaf extract can significantly reduce MDA levels in diabetic mice given moringa extract at doses of 200 and 300 mg/kgbb Conclusions: Moringa leaf extract can reduce Oxidative Stress and increase Fertility of Diabetes Mellitus Mice.
Phototherapy Implementation for Neonatal Jaundice: A Case Study Yolanda, Henny; Thoyibah, Zurriyatun; Andriani, Baiq Nia
ProNers Vol 10, No 1 (2025): June
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jpn.v10i1.94692

Abstract

Background: Hyperbilirubinemia is a major cause of neonatal jaundice and can result in serious neurological complications if not managed appropriately. Phototherapy is one of the effective interventions for reducing bilirubin levels in newborns. Objective: To evaluate the clinical effectiveness of phototherapy implementation in reducing bilirubin levels and jaundice severity in newborns with neonatal jaundice in the NICU setting. Methods: This was a descriptive case study of two infants with neonatal jaundice in the NICU ward of Siti Hajar Islamic Hospital Mataram in November 2023. Data were collected through direct observation, clinical documentation, and physical examination using standard guidelines for jaundice degrees according to Kramer. Results: After phototherapy for 3 days, there was a decrease in bilirubin levels in both patients. Patient 1 showed a reduction in jaundice degree from level V to III, and patient 2 from level IV to II, with an average decrease in bilirubin levels of 3.7 mg/dL. Conclusion: Phototherapy proved effective in reducing bilirubin levels in infants with neonatal jaundice. This intervention can be optimally implemented in NICU units as part of evidence-based neonatal nursing care.