Claim Missing Document
Check
Articles

Persepsi Ibu, Guru dan Tenaga Kesehatan Tentang Obesitas Pada Anak Taman Kanak-Kanak I G.A. Sri Dhyanaputri, Th. Ninuk Sri Hartini, Susi Ari Kristina
Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol 27, No 1 (2011)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.238 KB) | DOI: 10.22146/bkm.3416

Abstract

Perception of Mothers, Teachers and Health Practitioners about Obesity in Kindergarten ChildrenBackground: Obesity has become a global epidemic. Programs for preventing and treating obesity in children required good cooperation from many parties. Threat perception of obesity in children, also the benefit and barriers in efforts regarding prevention and treatment of obesity were important features in determining involvement of mothers, teachers, and health practitioners in preventing and treating obesity in children.Objective: To explore perception of mothers, teachers, and health practitioners regarding obesity in the effort of preventing and treating obesity in kindergarten students in Denpasar City, Bali Province.Methods: This study use qualitative methods and involved 24 subjects, consisting of 19 mothers of kindergarten students, 2 kindergarten teachers, and 3 health practitioners. Data collection was conducted by doing Focus Group Discusion (FGD) in mothers, and also in-depth interview for mothers, teachers, and health practitioners. Further observation for school environment, measurement of the children’s nutritional status, food frequency, food record and activity record were also carried out. To ensure the validity of data collected, triangulation,member checking, debriefing and rich data were done. Data analysis was performed by using thematic analysis.Results: Mothers, teachers, and health practitioners felt that all children were vulnerable to obesity. Negative perception of obesity from mothers and teachers caused the obesity to be considered as unserious problems. Mothers who knew the effect of obesity on health, had relatives with history of degenerative diseases, and had previous obnoxious experience with obesity; worried about obesity in children. The lack of information collected by mothers and the many obstacles found regarding ways to prevent and treat obesity in children, cause mothers not to be able to do the efforts of preventing and treating obesity in children.Conclusion: Perception to threat of obesity in children was affected by perception of mothers, teachers, and health practitioners on vulnerability of children and seriousness of obesity threat to children. Perception of having bigger obstacle as compared to advantages, make mothers failed in doing preventive and treating efforts for obesity in children.Keywords: obesity, kindergarten students, perception of obesity in children, Denpasa
Peningkatan Pengetahuan tentang Higiene dan Sanitasi Makanan pada Penjamah Makanan di Desa Ped Nusa Penida Cokorda Dewi Widhya Hana Sundari; I Gusti Ayu Sri Dhyanaputri
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA SURABAYA Vol. 1 No. 1 (2022): Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat : Perguruan Tinggi Meng
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (763.721 KB) | DOI: 10.33086/snpm.v1i1.779

Abstract

Latar belakang. Warung makan merupakan salah satu aktivitas perekonomian pendukung pariwisata, namun berpotensi menjadi lokus penyebaran COVID-19. Untuk itu diperlukan adaptasi kebiasaan baru menuju masyarakat yang produktif dan aman terhadap COVID-19. Tujuan kegiatan untuk memberikan edukasi agar penjamah makanan memahami higiene dan sanitasi makanan serta protokol kesehatan Metode. Mitra kegiatan adalah desa wisata Ped yang terletak di kepulauan Nusa Penida Provinsi Bali. Sebagai kelompok sasaran adalah 50 penjamah makanan pada warung makan di sekitar obyek wisata. Kegiatan dilaksanakan selama 2 (dua) minggu, dengan metode penyuluhan mempergunakan buklet, demonstrasi, pemeriksaan angka lempeng total pada makanan dan tangan penjamah makanan Analisis data dilakukan secara deskriptif. Hasil kegiatan. Karakteristik penjamah makanan paling banyak berjenis kelamin perempuan sebesar 70%, dengan rentang usia 22 - 64 tahun dan paling banyak memiliki tingkat pendidikan SMA sebesar 82 %. Setelah dilaksanakan kegiatan, tingkat pengetahuan higiene dan sanitasi makanan kategori baik meningkat dari 58% menjadi 82%. Penggunaan masker secara benar meningkat dari 24% menjadi 90%. Praktek mencuci tangan dari 12% menjadi 58% sudah menerapkan langkah cuci tangan yang baik dan benar. Hasil pemeriksaan angka lempeng total, menunjukkan sebagian besar (84%) sampel makanan memenuhi syarat, sementara angka lempeng total pada tangan penjamah makanan bervariasi antara 3 x 102 CFU sampai dengan 9 x 105 CFU. Pengelolaan makanan harus menerapkan prinsip higiene sanitasi makanan mulai dari pemilihan bahan makanan sampai dengan penyajian makanan. Makanan yang tidak memenuhi syarat kesehatan akan dapat menimbulkan masalah kesehatan di masyarakat. Kesimpulan. Terdapat peningkatan pengetahuan penjamah makanan tentang higiene dan sanitasi makanan serta peningkatan penggunaan masker dan praktik cuci tangan yang benar. Disarankan penjamah makanan untuk selalu menerapkan higiene dan sanitasi makanan serta protocol kesehatan sebagai upaya pencegahan penularan penyakit.
Skrining Fitokimia Dan Uji Kapasitas Antioksidan Dalam Air Rebusan Rambut Jagung Ketan (Zea mays var. ceratina) Pada Berbagai Formulasi I Gusti Ayu Sri Dhyanaputri
Jurnal Skala Husada : The Journal of Health Vol 19, No 2 (2022): Jurnal Skala Husada: The Journal of Health
Publisher : Poltekkes Kemenkes Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/jsh:tjoh.v19i2.2053

Abstract

Rambut jagung merupakan bagian dari tanaman jagung yang belum dimanfaatkan secara efektif karena dianggap sebagai limbah. Rambut jagung mengandung antioksidan yang bermanfaat bagi tubuh. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik fitokimia, kapasitas antioksidan, aktivitas antioksidan dan uji organoleptik pada berbagai formulasi air rebusan sutera jagung ketan. Metode: penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Penapisan fitokimia dilakukan dengan uji warna, pengujian antioksidan dilakukan dengan metode DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil) dan uji organoleptik dengan 25 panelis tentang warna, bau, rasa, dan daya terima air rebusan sutera jagung. Berdasarkan penapisan fitokimia, air rebusan sutera jagung mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, dan kuinon. Kapasitas antioksidan pada formulasi I, II, III, IV, dan V adalah: 1,609 ± 0,353; 3,169 ± 0,333; 5.803 ± 0,053; 7.769 ± 0.134; 5.604 ± 0.107 ppm GAEAC. Nilai aktivitas antioksidan pada dosis tertinggi adalah 1,355. Hasil uji organoleptik menunjukkan bahwa sebagian besar panelis memilih warna netral, bau harum, rasa biasa dan juga daya terima yang baik. Air rebusan sutera jagung mengandung empat senyawa fitokimia yang bermanfaat bagi kesehatan, kapasitas antioksidan tertinggi 7,769 ppm, aktivitas antioksidan kuat dan disukai panelis. Kata kunci: Sutra Jagung, Penyaringan Fitokimia, Kapasitas Antioksidan, Aktivitas Antioksidan, Uji Organoleptik.
PENYULUHAN FAKTOR RISIKO PENYAKIT KARDIOVASKULER (PKV) DAN PEMERIKSAAN KADAR KOLESTEROL PADA GURU SD DI KECAMATAN SUKAWATI GIANYAR I Gusti Agung Dewi Sarihati; Cok Dewi Widhya HS; I Gusti Ayu Sri Dhyanaputri; Heri Setiyo Bekti; Ida Bagus Oka Suyasa
Jurnal Pengabmas Masyarakat Sehat Vol 2, No 2 (2020): April 2020
Publisher : Poltekkes Kemenkes Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/ms.v2i2.997

Abstract

ABSTRACTHigh cholesterol increases the likelihood of the deposition of excess cholesterol in the walls of blood vessels and forming plaque, resulting in narrowing of the lumen and if left untreated can clog arteries and lead to cardiovascular disease. To prevent this, it can be done following a healthy lifestyle as endeavored by the Ministry of Health of the Republic of Indonesia. This community service aims to increase public knowledge and provide cholesterol check services in the prevention of cardiovascular disease that is carried out in Sukawati I District, Gianyar. The results showed that before counseling 5.4% of respondents answered 75% or more of the questions correctly. After being given an explanation accompanied by a leaflet, the respondent's knowledge became marked by an increase in the ability to answer that is 97.3% able to answer questions above 75%. Respodents with cholesterol levels above normal are most often found in respondents who have less knowledge that is 50%, the rest are found in respondents with sufficient and good knowledge. Percentage of respondents with normal cholesterol levels is most often found in respondents who have sufficient knowledge that is 74%. From these data it can be concluded that the total cholesterol level of respondents above normal is most often found in respondents with less knowledge. Thus, it is necessary to do continuous counseling to be able to change behavior towards supporting the prevention of cardiovascular disease.
PENYULUHAN FAKTOR RISIKO PENYAKIT KARDIOVASKULER (PKV) DAN PEMERIKSAAN KADAR KOLESTEROL PADA GURU SD DI KECAMATAN SUKAWATI GIANYAR I Gusti Agung Dewi Sarihati; Cok Dewi Widhya HS; I Gusti Ayu Sri Dhyanaputri; Heri Setiyo Bekti; Ida Bagus Oka Suyasa
Jurnal Pengabmas Masyarakat Sehat Vol 2, No 2 (2020): April 2020
Publisher : Poltekkes Kemenkes Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.556 KB) | DOI: 10.33992/ms.v2i2.997

Abstract

ABSTRACTHigh cholesterol increases the likelihood of the deposition of excess cholesterol in the walls of blood vessels and forming plaque, resulting in narrowing of the lumen and if left untreated can clog arteries and lead to cardiovascular disease. To prevent this, it can be done following a healthy lifestyle as endeavored by the Ministry of Health of the Republic of Indonesia. This community service aims to increase public knowledge and provide cholesterol check services in the prevention of cardiovascular disease that is carried out in Sukawati I District, Gianyar. The results showed that before counseling 5.4% of respondents answered 75% or more of the questions correctly. After being given an explanation accompanied by a leaflet, the respondent's knowledge became marked by an increase in the ability to answer that is 97.3% able to answer questions above 75%. Respodents with cholesterol levels above normal are most often found in respondents who have less knowledge that is 50%, the rest are found in respondents with sufficient and good knowledge. Percentage of respondents with normal cholesterol levels is most often found in respondents who have sufficient knowledge that is 74%. From these data it can be concluded that the total cholesterol level of respondents above normal is most often found in respondents with less knowledge. Thus, it is necessary to do continuous counseling to be able to change behavior towards supporting the prevention of cardiovascular disease.
Identifikasi Candida Sp. Pada Air Bak Toilet Umum Di Pasar Tradisional Putra, Anak Agung Ngurah Dwi Tisna Adi; Habibah, Nur; Dhyanaputri, I Gusti Ayu Sri
Jurnal Analis Kesehatan Vol. 12 No. 2 (2023): Jurnal Analis Kesehatan
Publisher : Department of Health Analyst, Politeknik Kesehatan, Kementerian Kesehatan Tanjungkarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jak.v12i2.3878

Abstract

Toilet merupakan sarana sanitasi yang penting dan dapat menjadi salah satu tempat penyebaran penyakit. Salah satu jenis penyakit yang dapat menyebar melalui toilet adalah penyakit akibat infeksi jamur yang disebabkan oleh Candida sp. Jamur Candida sp. memiliki sifat patogen yang dapat menyebabkan penyakit oportunistik yaitu kandidiasis. Kontaminasi Candida sp. pada air bak toilet dapat disebabkan oleh berbagai sumber, antara lain kontaminasi dari sumber air, kontaminasi dari pengunjung serta kontaminasi dari lingkungan sekitar toilte. Selain itu frekuensi pembersihan dan pengurasan juga dapat berpengaruh terhadap penumpukan jamur adalah Candida sp pada air bak toilet. Penelitian ini merupakan penelitian deskripstif yang bertujuan untuk mengisolasi dan mengidentifikasi Candida sp. pada air bak toilet umum di Pasar Tradisional Kecamatan Denpasar Barat. Sampel dalam penelitian ini adalah air bak toilte yang diperoleh dari 31 bak toilet umum di kawasan pasar tradisional. Sampel air bak toilet dikultur pada media SDA lalu koloni yang tumbuh diidentifikasi secara mikroskopis dedngan pewarnaan LPCB dan dilakukan uji germ tube. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 31 sampel diketahui bahwa sebanyak 15 sampel (48,4%) positif mengandung Candida sp. dan 2 sampel diantaranya teridentifikasi merupakan Candida albicans berdasarkan uji germ tube. Hasil positif tersebut berkaitan erat dengan kondisi toilet umum dan kebersihannya yang meliputi frekuensi pemersihan dan pengurasan bak air, penggunaan cairan disinfektan dan sumber air yang digunakan.
Penyuluhan Penyakit Tidak Menular Dan Pemeriksaan Kesehatan Bagi Pemangku di Kawasan Suci Pura Agung Besakih Habibah, Nur; Dharmawati, I Gusti Agung Ayu; Dhyanaputri, I Gusti Ayu Sri; Burhannuddin, Burhannuddin; Bekti, Heri Setiyo; Sundari, Cokorda Dewi Widhya Hana; Arjani, Ida Ayu Made Sri; Mastra , Nyoman; Kurniawan, Surya Bayu
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (JPKM) TABIKPUN Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Faculty of Mathematics and Natural Sciences - Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpkmt.v5i2.158

Abstract

Pura Agung Besakih merupakan Pura Agung terbesar di Bali tempat persembahyangan umat Hindu sekaligus menjadi tujuan wisata. Para pemangku yang bertugas memimpin persembahyangan di pura tersebut sebagian besar berusia lebih dari 50 tahun dan termasuk dalam kelompok berisiko penyakit tidak menular (PTM). Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan tentang PTM serta melakukan pemeriksaan tekanan darah dan kolesterol total. Kegiatan dilakukan dengan beberapa tahapan yaitu sosialisasi, penyampaian materi, pemeriksaan kesehatan dan konsultasi hasil pemeriksaan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan tentang PTM. Pemeriksaan terhadap para pemangku menunjukkan diagnosa tekanan darah normal dan tinggi, sedangkan kadar kolesterol terdiagnosa normal, di ambang batas dan tinggi. Kegiatan ini diharapkan dapat dilanjutkan dengan pendampingan untuk menindaklanjuti aktivitas yang dilakukan dalam mencegah kejadian PTM.
EDUKASI ANEMIA DAN PEMERIKSAAN KADAR HEMOGLOBIN PADA REMAJA PUTRI Habibah, Nur; Dewi, Ni Nyoman Astika; Kurniawan, Bayu Surya; Marhaeni, Gusti Ayu; Sri Dhyanaputri, I Gusti Ayu
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo Vol 6, No 1 (2024): November
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jpms.v6i1.1408

Abstract

Adolescents are individuals with an age range of 10-19 years and are in the phase of life between childhood and adulthood. Growth and development during adolescence are associated with physical, physiological, psychological, behavioral, and social changes. The transitional conditions of growth and development during adolescence cause an increase in the need for nutritional intake and other essential nutrients, making adolescents more prone to anemia. This community service activity was carried out with the aim of increasing knowledge about anemia and hemoglobin levels in the target group, as many as 100 adolescent girls at SMP 1 Ubud, Gianyar.  This activity was carried out through several stages, namely: socialization, coordination and preparation of activities, pretest, presentation of material, posttest, checking hemoglobin levels, and evaluation of activities. The results of the activity showed that there was an increase in the knowledge of adolescent girls about anemia from poor to very good knowledge. Based on the results of laboratory examinations, it was found that 14% of respondents were anemic with hemoglobin levels <12 g/dL. Counseling activities and examination of hemoglobin levels need to be carried out continuously by involving various related institutions so that decreasing incidence of anemia can be achieved.
UJI ANTIBAKTERI EKSTRAK KOMBINASI DAUN PEGAGAN (CENTELLA ASIATICA) DAN SURUHAN (PEPEROMIA PELLUCIDA L. KUNTH) TERHADAP BAKTERI PROPIONIBACTERIUM ACNES Habibah, Nur; Aprilia, Indri Ayu; Dhyanaputri, I Gusti Ayu Sri
Jurnal Farmamedika (Pharmamedika Journal) Vol 9 No 2 (2024): Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47219/ath.v9i2.356

Abstract

Propionibacterium acnes is one of the normal skin flora that can cause acne. Acne treatments can be done by utilizing natural ingredients. Pegagan and suruhan leaves contain flavonoids, alkaloids, saponins, tannins, and triterpenoids that have antibacterial activity. This study aims to determine the antibacterial activity of the combined extract of pegagan and suruhan leaves against Propionibacterium acnes. This research is a pre-experimental research with a shot case study design using the Kirby-Bauer disc diffusion method. There were four concentrations of the combined extracts that were tested, there were 20, 40, 60, and 80%, as well as 30 µg chloramphenicol and 96% ethanol as positive and negative controls. The results showed that the combined extracts of pegagan and suruhan leaves were able to inhibit the growth of Propionibacterium acnes with the inhibition zone diameters of 4.41; 6.91; 7.25; and 7.91 mm at concentrations of 20, 40, 60, and 80%, respectively. The zone of inhibition of Propionibacterium acnes growth was proportional to the concentration of the combination extracts. Kolmogorov Smirnov test showed a value of ρ>α (0.05) which proved that the data was normally distributed. One Way Anova test showed the value of ρ<α (0.05) which proves that there are differences in the inhibition zone at various concentrations. Based on these results, it can be concluded that the combined extract of pegagan and suruhan leaves has antibacterial activity against the growth of Propionibacterium acnes.
INCREASED PAROXONASE-3 LEVELS IN RATS FED HIGH CHOLESTEROL FEED WITH INDUCTION OF ETHANOL EXTRACT FROM KENIKIR LEAVES (COSMOS CAUDATUS) Sarihati, I Gusti Agung Dewi; Dhyanaputri, I Gusti Ayu Sri; Bekti, Heri Setiyo
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol. 33 No. 2 (2023): MEDIA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jmp2k.v33i2.1838

Abstract

Ekspresi paraoxonase-3 (PON-3) pada HDL berhubungan dengan fungsi antioksidan HDL. PON3 merupakan protein yang penting dalam melindungi pembuluh darah dari aterosklerosis. Cosmos caudatus merupakan salah satu bahan alami yang berkhasiat meningkatkan kadar HDL. Tujuan penelitian adalah untuk menunjukkan pengaruh ekstrak etanol dari daun kenikir (C.caudatus) terhadap kadar PON-3 serum pada tikus yang diberi diet tinggi kolesterol. Penelitian dilakukan di Laboratorium Bio Mice and Rat dan Laboratorium Imunologi Poltekkes Kemenkes Denpasar. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen sejati dengan Post-test Only Control Group Design. Sebanyak 24 ekor tikus jantan sebagai sampel dibagi menjadi 4 kelompok. Kelompok I (DS): tikus diberi pakan standar; kelompok 2 (DTK): tikus yang diberi diet tinggi kolesterol; kelompok 3 (Ss): tikus diberi pakan standar, diet tinggi kolesterol dan simvastatin 0,8 mg/kgBB, kelompok 4 (Cc): tikus diberi diet tinggi kolesterol dan ekstrak etanol daun kenikir 200mg/kg BB. Perlakuan diet tinggi kolesterol diberikan kepada kelompok DTK, Ss dan Cc selama 20 minggu. Pada minggu ke 17 hingga minggu ke 20, pada kelompok Ss diberikan tambahan simvastatin, kelompok Cc diberikan ekstrak etanol daun kenikir (C.caudatus), kelompok DS hanya diberikan pakan standar selama 20 minggu. Kadar serum PON3  diperiksa setelah 20 minggu perlakuan. Hasil menunjukkan kadar PON-3 serum tikus kelompok Cc lebih tinggi dibandingkan kelompok DTK. Uji one way anova menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan dengan p=0,006 dan kadarnya hampir sama dengan kelompok DS (p=0,891), namun lebih rendah dibandingkan Ss. Dari hasil tersebut disimpulkan bahwa terdapat pengaruh dari pemberian ekstrak etanol daun kenikir terhadap kadar PON-3 serum pada tikus.