Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

PEMANFAATAN MATERIAL KOMPOSIT FLY ASH  SEBAGAI BAHAN SUBSTITUSI PADA PEMBUATAN BETON DITINJAU DARI UJI TEKAN DAN UJI POROSITAS Eny Apriyanti; Ummi Chasanah; Sri Subekti
JUTSU : Jurnal Teknik Sipil Unpand Vol. 1 No. 2 (2024): JUTSU : Jurnal Teknik Sipil Unpand, Vol. 1, No. 2, November 2024
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69796/axb1yh47

Abstract

Fly ash batubara adalah  bahan komposit yang merupakan limbah padat hasil dari pembakaran pembangkit tenaga listrik, yang mempunyai sifat pozzolan dan berpotensi dalam membentuk material baru mempunyai sifat tahan pada suhu tinggi dan mempunyai kekuatan mekanis yang baik. Pemanfaatan fly ash sebagai komposit pada campuran beton sangat bermanfaat ditinjau dari segi aspek lingkungan yang dapat mengurangi polusi udara dan mengurangi pencemaran lingkungan karena fly ash merupakan bahan padat yang tidak mudah larut dan tidak mudah menguap sehingga lebih sulit dalam penangannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh komposisi fly ash sebagai bahan campuran pada pembuatan beton, pengujian kuat beton dilakukan pada umur 14 dan 28 hari dengan menggunakan campuran fly ash 5%, 10%, 15% tujuan penambahan fly ash pada pembuatan beton untuk meningkatkan nilai kuat tekan. Dalam penelitian diperoleh kuat tekan pada komposisi campuran fly ash 5% dengan kuat tekan 25, 44 MPa dan porositas 2,34% untuk beton normal mempunyai kuat tekan 26,63 MPa. Campuran fly ash 10% didapat 21, 36 dan porositas 2,07%; campuran fly ash 15% didapat 6,048 MPa dan porositas 6,09%. Dengan hasil tersebut maka fly ash dapat digunakan sebagaibahan campuran pada pembuatan beton dengan komposisi tidak lebih dari 5%.
IMPLEMENTASI PENGOLAHAN LIMBAH CAIR INDUSTRI TEMPE BERBASIS ULTRAFILTRASI DAN ZERO WASTE DI DESA BANDUNGREJO MRANGGEN DEMAK Apriyanti, Eny; Subekti, Sri; Chasanah, Ummi; Astuti, Widi
Merdeka Indonesia Jurnal International Vol 5 No 1 (2025): Vol 5 No 1 (2025): MIJI : Merdeka Indonesia Journal International
Publisher : Merdeka Indonesia Jurnal International

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69796/miji.v5i1.313

Abstract

UKM tempe Rejomakmur sebagai mitra dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat berlokasi di RT 02/ RW 06 Desa Bandungrejo Kecamatan Mranggen Kabupaten Demak Provinsi Jawa Tengah dan sebagai objek permasalahan dalam kegiatan ini adalah limbah cair dari produksi tempe. Permasalahan yang tengah dialami oleh mitra adalah minimnya pengetahuan tentang pengolahan limbah cair dari industri tempe, limbah cair dari UKM Rejomakmur tempe adalah belum terolah secara baik sehingga mencemari sungai jika dibuang secara langsung. Kegiatan ini bertujuan menyediakan teknologi tepat guna untuk menyelesaikan permasalahan tersebut, yaitu teknologi ultrafiltrasi (UF) yang terintegrasi menuju zero waste. Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini dibagi dalam beberapa tahapan, meliputi koordinasi dengan masyarakat, sosialisasi tentang air bersih kepada masyarakat, instalasi unit UF, dan training penggunaan alat. Hasil uji pengolahan limbah cair dengan teknologi UF menunjukkan bahwa produk air memenuhi standar baku mutu air bersih. Unit terintegrasi UF mampu menurunkan tingkat kekeruhan limbah hingga dan menurunkan BOD. Unit UF dapat diintegrasikan dengan pengolahan limbah cair untuk menghasilkan limbah cair yang lebih jernih. Teknologi ini dapat dijadikan sebagai alternatif teknologi ramah lingkungan untuk pengolahan air dan limbah cair industri.
PKM Peningkatan Kuantitas dan Kualitas Produksi Kacang Asin Melalui Pemanfaatan Teknologi Otomasi Penggorengan Pasir Elektrik di Desa Purwogondo Jepara Rufiyanto, Anief; Apriyanti, Eny; Subekti, Sri
Manggali Vol 1 No 1 (2021): Manggali
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31331/manggali.v1i1.1548

Abstract

Usaha kacang asin di Desa Purwogondo Kalinyamatan Jepara telah dilakukan sejak beberapa tahun lalu, tetapi peningkatan produksinya masih terbatas karena tidak mampu menaikkan jumlah produksinya secara signifikan, hal ini disebabkan proses produksi masih bersifat tradisional mulai dari pemilahan bahan baku kacang, pencampuran bumbu, pengeringan dan penggorengan semua proses olahan kacang asin pembuatannya dilakukan menggunakan tenaga manusia. Program Kemitraan Masyarakat yang bermitra dengan Kelompok Usaha industri kacang asin di Desa Purwogondo Kecamatan kalinyamatan Jepara telah berhasil membantu menciptakan kemandirian ekonomi, hasil dari program ini adalah meningkatnya kapasitas dan kuantitas produksi kacang asin pada kelompok mitra. Implementasi alat berbasis teknologi elektrik dan automasi dengan penggorengan dan alat pengering kacang mampu meningkatkan kapasitas produksi kacang asin dari 7 kg menjadi 25 kg dalam waktu produksi 7 jam pengerjaan. Kata kunci: automasi, elektrik, kacang asin, kuantitas, kualitas
IbM Pemanfaatan Limbah Ampas Aren Menjadi Briket di Kabupaten Kendal Sriyana, Herman Yoseph; Pratiwi, Mumpuni Asih; Apriyanti, Eny; Wisnumurti, Filligon
Palawa: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2022)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/palawa.v1i1.7039

Abstract

Desa Mluro Kecamatan Boja Kabupaten Kendal, Provinsi Jawa Tengah merupakan sentra industri pati aren, terdapat 27 pengrajin pati aren dengan kebutuhan bahan baku batang aren untuk produksi  mencapai  150 ton per hari. Limbah ampas pati aren yang dihasilkan dari proses produksi tepung aren mencapai 100 ton/ hari. Hasil tinjauan lapangan dan pembicaraan dengan dua kelompok pengrajin ditemukan permasalahan yang sedang dihadapi yaitu masalah limbah ampas aren yang belum dimanfaatkan, sehingga perlu diajarkan teknologi pembuatan briket ampas aren. Pelaksanaan program Iptek bagi Masyarakat (IbM) di Kabupaten Kendal telah dapat di selesaikan dengan baik. Hasil pelaksanaan program tampak adanya perubahan pada kelompok masyarakat sebagai berikut : terserapnya teknologi pembuatan briket oleh pengajin pati aren, kemauan untuk membuat briket sebagai sumber penghasilan, memberi tambahan lapangan kerja bagi warga sekitar, menjalin kerjasama dengan pengusaha yang bersedia membeli produk briket, mengatasi pencemaran sungai. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa briket biomassa berkarbonasi dari limbah ampas pati aren, mampu menghasilkan nilai kalor sebesar  5234,5 kkal/kg (lebih tinggi dari SNI nilai kalor briket biomassa: 5000 kkal/kg ).Kata kunci : briket, karbonisasi, limbah ampas aren. Abstract. Kendal Regency, Central Java Province is the center of the palm starch industry, there are 27 palm starch craftsmen with the raw material needs of palm stems for production reaching 150 tons per day. The waste of palm starch dregs produced from the production process of palm flour reaches 100 tons/day. From the results of field reviews and discussions with the two groups of craftsmen, it was found that the problem that is being faced by the palm starch craftsman groups is the problem of palm pulp waste that has not been utilized, so it is necessary to teach the technology of making palm dregs briquettes. The implementation of the IbM program in Kendal Regency has been completed. From the results of the program implementation, it appears that there are changes as follows: the absorption of technology for making briquettes by palm starch craftsmen, the willingness to make briquettes as a source of income, providing employment for local residents, establishing cooperation with entrepreneurs who are willing to buy briquette products, overcoming river pollution. Carbonated biomass briquettes from palm starch waste are able to produce a calorific value of 5234.5 kcal/kg (higher than the SNI calorific value of biomass briquettes: 5000 kcal/kg).Keywords: briquettes, carbonization, palm pulp waste.Â