Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

IDENTIFIKASI, RISIKO DAN PENCEGAHAN STUNTING DI KELURAHAN TLOGOSARI KULON KECAMATAN PEDURUNGAN KOTA SEMARANG Ummi Chasanah; Eny Apriyanti; Adi Sasmito; Soehartono Soehartono
urn:nbn:de:00001miji.v2i027
Publisher : Merdeka Indonesia Jurnal International

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting di Indonesia merupakan permasalahan gizi kronis, hal ini disebabkan karena asupan gizi pada balita yang kurang dalam jangka waktu yang cukup lama. Sehingga stunting ini berdampak menyebabkan gangguan pertumbuhan anak pada masa pertumbuhan yang ditandai dengan tinggi badan yang tidak sesuai dengan usia. Faktor penyebab stunting ini antara lain adalah pemahaman dan pengetahuan seorang ibu terhadap pola makan dan asuh anak sejak kecil. Usaha pencegahan stunting antara lain dengan :pemenuhan gizi ibu hamil, pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan dan setelahnya memberi makanan tambahan, memantau rutin perkembangan balita, dan peningkatan air bersih dan fasilitas sanitasi, serta menjaga kebersihan lingkungan.
Pengaruh Komposisi Fly Ash Dan Karakterisasi Pada Pembuatan Membran Keramik Fly Ash-Kaolin Dengan Penambahan Aditif TiO2 Eny Apriyanti; Ricka Prasdiantika; Shintawati Dyah Purwaningrum
Neo Teknika Vol 8, No 2 (2022): Jurnal Neoteknika Volume 8 No 2 Desember 2022
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37760/neoteknika.v8i2.1977

Abstract

Pengaruh komposisi material terhadap porositas membran dan karakterisasi membran keramik TiO2 dengan penopang fly ash akan dipelajari dalam penelitian ini. Proses pembuatan membran TiO2–fly ash dilakukan dengan metode dip coating. Penambahan TiO2 sebagai aditif pada penelitian ini berfungsi untuk meningkatkan sifat anti clogging dan memperbaiki sifat mekanik membran sehingga stabil terhadap fotokorosi. Hasil penelitian menunjukkan variasi komposisi terbaik pada membran A3 dengan variasi komposisi fly ash, kaolin dan alumina (20%:30%:40%) berat. Pencetakan membran dilakukan dengan tekanan pemadatan 10 bar, 20 bar, 30 bar dengan suhu pembakaran 1200oC selama 7 jam menghasilkan membran yang memiliki kuat tekan tertinggi pada posisi 65,45 kg/cm2, semakin tinggi suhu pembakarannya, semakin tinggi kuat tekan yang diperoleh. Sifat porositas membran keramik TiO2-fly ash yang dihasilkan berkisar antara 42,82 – 50,22%, hal ini menunjukkan bahwa sifat penyerapan air dan porositas membran meningkat dengan meningkatnya suhu pemanasan.Kata kunci : fly ash, kaolin, membran keramik, porositas, TiO2
Desain Alternatif Intake Embung Kasih Desa Kasiyan Kecamatan Sukolilo Kabupaten Pati Jawa Tengah Yordan Wijaya; Ummi Chasanah; Soehartono Soehartono; Eny Apriyanti
Neo Teknika Vol 9, No 1 (2023): Jurnal Neoteknika Volume 9 No 1 Juni 2023
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37760/neoteknika.v9i1.2055

Abstract

Desain alternatif ini membahas pada pekerjaan bangunan intake, pekerjaan kantong lumpur serta pintu penguras pada saluran intake. Tujuan dari desain alternatif intake embung kasih adalah membuat desain alternatif intake pada intake, memodifikasi desain alinyemen kantong lumpur pada intake embung kasih, serta merencanakan dimensi pintu penguras pada saluran intake. Berdasarkan hasil analisis yang sudah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa desain alternatif pekerjaan bangunan intake memiliki 2 pintu intake, salah satu dari pintu intake akan diganti dengan struktur bendung sederhana untuk mengurangi resiko kerusakan pada pintu intake, kemudian desain alinyemen kantong lumpur yang semula berbentuk persegi panjang diubah menjadi radial/melengkung agar sedimen tanah dapat berjalan dengan lebih baik serta pintu pembilas pada saluran intake akan dibuat sesuai standard agar debit air yang menuju pada kolam tampungan bisa mengalir dengan baik dan sesuai dengan kebutuhan. Dari desain alternatif tersebut di dapat kestabilan angka geser saat air normal sebesar 1,64, angka geser saat air banjir sebesar 1,42, angka guling untuk air normal sebesar 1,84, dan angka guling air banjir sebesar 1,70. Kata kunci : Embung, Intake, Kantong Lumpur, Saluran Intake
UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN MASYARAKAT MENGENAI HIDUP SEHAT DENGAN SENAM BAGI LANSIA DI KELURAHAN TLOGOSARI KULON KECAMATAN PEDURUNGAN KOTA SEMARANG Ummi Chasanah; Eny Apriyanti; Soehartono Soehartono; Baswindro Baswindro
urn:nbn:de:00001miji.v3i11
Publisher : Merdeka Indonesia Jurnal International

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

World Health Organization (WHO) atau organisasi Kesehatan dua menggolongkan 4 kategori usia lanjut yaitu usia pertengahan (45-59) tahun, lanjut usia (60-74) tahun, lanjut usia tua (75-90) tahun, dan usia sangat tua (9) tahun. Kesehatan merupakan salah satu hal penting bagi setiap orang terutama lansia khususnya dan bagi semua masyarakat pada umumnya. Lansia yang mempunyai kecenderungan mudah terkena penyakit seperti hipertensi atau darah tinggi, asam urat, asam lambung dan sebagainya. Metode yang digunakan adalah interview atau wawancara kepada masyarakat lansia setempat, sehingga dilakukan upaya pencegahan bagi lansia agar dapat sehat dan tetap beraktifitas. Kegiatan senam sehat ini bertujuan untuk berkontribusi dalam menjaga lansia agar tetap hidup sehat, sehingga capaian dalam kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan masyarakat khususnya lansia melalui penyuluhan dan senam sehat secara rutin dan teratur di Kelurahan Tlogosari Kulon Pedurungan Semarang. Setelah dilakukan kegiatan pengabdian masyarakat ini diharapkan masyarakat khususnya lansia dapat memahami mengenai pola hidup sehat bagi lansia dengan cara senam sehat.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PEMANFAATAN SAMPAH ANORGANIK MENJADI MEDIA TANAMAN SAYURAN PANDEAN TAMANHARJO RONGGOWARSITO TANJUNG MAS, SEMARANG UTARA Subekti, Sri; Sasmito, Adi; Apriyanti, Eny; Ayu Artiningsih, Komang
Merdeka Indonesia Jurnal International Vol 3 No 2 (2023): MIJI : Merdeka Indonesia Journal International
Publisher : Merdeka Indonesia Jurnal International

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5555/miji.v3i2.86

Abstract

Sampah anorganik adalah salah satu jenis sampah yang tidak bisa terurai oleh tanah membutuhkan waktu yang lama hingga ratusan tahun untuk dapat terurai. Sifat sampah anorganik yang susah terurailah menyebabkan berbagai masalah dan produksi sampah setiap tahunnya terus bertambah. Perlunya pengelolaan sampah rumah tangga memanfaatkan sampah organik menjadi kompos, sampah anorganik berupa botol, kaleng dll sebagai media tanam. Kompos untuk pupuk tanaman yang ditanam di pekarangan atau dalam pot. Kegiatan bersama mahasiswa dengan memberikan penyuluhan menjelaskan tentang pemilahan, pengelolaan sampah organic, anorganik rumah tangga, penanaman dengan menggunakan barang bekas. Keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan sampah rumah tangga sebagai salah satu upaya gerakan peduli lingkungan pemerintah setempat, pendidikan pada usia dini sampai perguruan tinggi. Perlunya kampanye berkelanjutan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang dampak negatif limbah anorganik. Pemanfaatan media tanam dalam menyediakan sumber pangan lokal menggunakan tempat atau wadah seperti botol plastik, kaleng bekas sebagai media tanam. Kegiatan pengumpulan sampah anorganik dengan melibatkan generasi muda sebagai salah satu sarana Pendidikan tentang pengelolaan sampah, pemantauan berkala cara melakukan pemilahan sampah anorganik agar dapat digunakan sebagai media tanam. Membuat desain pengolahan daur ulang sampah anorganik yang sesuai dengan jenis tanaman. Kesimpulan keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan sampah rumah tangga sebagai gerakan peduli lingkungan berkelanjutan, peran pemerintah setempat, pendidikan usia dini sampai perguruan tinggi. Pengelolaan sampah dilakukan dengan memberikan edukasi terhadap remaja untuk memulai perilaku hidup bersih dan sehat yang dimulai dari diri sendiri. Berbagai macam tanaman cabai, tomat, daun bawang ditanam dalam wadah bekas, pemupukan menggunakan kompos yang sudah dibuat oleh salah satu warga.
MENINGKATKAN KEBERSIHAN LINGKUNGAN GUNA PEMBERANTASAN JENTIK – JENTIK NYAMUK DI KELURAHAN PEDURUNGAN TENGAH KECAMATAN PEDURUNGAN KOTA SEMARANG Chasanah, Ummi; Apriyanti, Eny; Astuti, Widi; Wahyu Spotyawan, Candra
Merdeka Indonesia Jurnal International Vol 3 No 2 (2023): MIJI : Merdeka Indonesia Journal International
Publisher : Merdeka Indonesia Jurnal International

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5555/miji.v3i2.88

Abstract

Kebersihan lingkungan merupakan hal yang sangat penting di masyarakat Kelurahan Pedurungan Tengah Kecamatan Pedurungan Kota Semarang. Lingkungan harus terjaga dari genangan - genangan air yang tidak berguna. Genangan air dapat menimbulkan wabah jentik nyamuk untuk tumbuh dan berkembang dilingkungan sekitar. Sehingga perlu kepedulian bersama antara masyarakat dan pemerintah secara aktif untuk menjaga lingkungan dan memberantas jentik - jentik nyamuk. Tujuan Pengabdian kepada Masyarakat ini adalah untuk mengetahui hubungan kebersihan lingkungan dengan keberadaan jentik - jentik nyamuk di RT 01, RT 02, RT 03, RT 04, dan RT 06 RW 01 Kelurahan Pedurungan Tengah Kecamatan Pedurungan Kabupaten Kota Semarang. Pengabdian kepada Masyarakat ini dengan hasil bahwa pengecekan jentik - jentik nyamuk secara langsung di masyarakat di peroleh hasil 99,2 % aman dari jentik nyamuk dan 0,8 % teridentifikasi ada jentik nyamuk. Pengecekan dilakukan di dalam rumah dan di luar serta tempat - tempat yang terdapat genangan air.
PENGARUH KONSENTRASI FLY ASH TERHADAP PERMEABILITAS PADA PEMBUATAN MEMBRAN KERAMIK Apriyanti, Eny; Zulaidah, Agustien; Chasanah, Ummi
Merdeka Indonesia Jurnal International Vol 3 No 2 (2023): MIJI : Merdeka Indonesia Journal International
Publisher : Merdeka Indonesia Jurnal International

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5555/miji.v3i2.92

Abstract

Kesehatan Permeabilitas merupakan ukuran kecepatan dari suatu jarak untuk menembus membran. Sifat ini dipengaruhi oleh jumlah dan ukuran pori, tekanan yang diberikan, serta ketebalan membran. Permeabilitas merupakan faktor yang sangat berpengaruh pada pembuatan membran keramik terdiri atas penentuan waktu kompaksi dan uji fluks air. Waktu kompaksi dilakukan dengan cara yaitu waktu diukur tiap ml air yang keluar melewati membran, kemudian dicatat hasil yang diperoleh pada tiap-tiap komposisi fly ash. Uji permeabilitas ini menggunakan konsentrasi fly ash yang berbeda-beda dengan 3 variabel yaitu fly ash A, fly ash B dan fly ash C serta konsentrasi larutan coating dengan konsentrasi 0,5% , 1% , 1,5% , 2% , dan 2,5%. Penelitian menghasilkan uji permeabilitas yang berbeda-beda dari setiap variabel konsentrasi fly ash yang digunakan. Semakin besar konsentrasi fly ash maka semakin besar fluks yang diperoleh. Adanya perbedaan pada masing-masing kode ini di sebabkan karena pada proses penataan ulang pori-pori membran dan sintering pada suhu tinggi, semakin tinggi konsentrasi larutan coating maka menunjukkan semakin fluks yang didapatkan.
SINTESIS DAN UJI KINERJA MEMBRAN KOMPOSIT GEOPOLIMER BERBASIS FLY ASH BATUBARA – Al2O3 DENGAN METODE SLIP CASTING Apriyanti, Eny; Zulaidah, Agustien; Broto, R.TD Wisnu; Subekti, Sri
Merdeka Indonesia Jurnal International Vol 4 No 1 (2024): MIJI : Merdeka Indonesia Journal International
Publisher : Merdeka Indonesia Jurnal International

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5555/miji.v4i1.154

Abstract

Membran komposit geopolimer dibuat dengan memanfaatkan kandungan silika dalam limbah fly ash batubara yang dikompositkan alumina (Al2O3) yang berfungsi sebagai material substitusi dan adsorben dalam proses filtrasi dengan membran. Penelitian ini bertujuan untuk membuat membran keramik berbasis fly ash menggunakan metode slip casting yang dikalsinasi dengan suhu 1200oC, selain itu, penelitian ini juga mengkaji pengaruh komposisi alumina dan fly ash terhadap sifat membran keramik serta menguji kinerja membran dengan karakterisasi menggunakan uji kuat tekan membran permeabilitas dan uji morfologi memban dengan SEM. Hasil penelitian menunjukkan kondisi terbaik melalui SEM, terlihat bahwa membran keramik memiliki permukaan kasar dengan pori-pori yang tidak teratur, berukuran antara 0,001-0,13 µm. Uji mekanik membuktikan bahwa membran memiliki kuat tekan tertinggi sebesar 65,45 kg/cm2 dengan perlakuan sintering pada suhu 1200°C.
ANALISIS POTENSI AIR TANAH SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN KEKERINGAN DI KABUPATEN BANJARNEGARA Subekti, Sri; Sasmito, Adi; Apriyanti, Eny; Astuti, Widi; Utomo, Dzati; Diwangkara, Naufal Kresna
Merdeka Indonesia Jurnal International Vol 4 No 1 (2024): MIJI : Merdeka Indonesia Journal International
Publisher : Merdeka Indonesia Jurnal International

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5555/miji.v4i1.155

Abstract

Air tanah merupakan kebutuhan utama sebagai sumber kehidupan bagi setiap makhluk hidup di bumi, sehingga tanpa adanya air maka kehidupan tidak dapat berjalan dengan selaras. Air tanah adalah air yang berada di dalam tanah dibagi menjadi dua, air tanah dangkal dan air tanah dalam. Air tanah dangkal merupakan air yang berasal dari air hujan yang diikat oleh akar pohon, terletak tidak jauh dari permukaan tanah serta berada diatas lapisan kedap air. Metode deksriptif menggambarkan masalah yang terjadi dan metode pelaksanaan berupa survey primer pendataan sebaran potensi mata air, survey sekunder yaitu pendataan data dalam bentuk dokumen. Simpulan potensi daerah rawan kekeringan di Kabupaten Banjarnegara secara umum didominasi oleh rendah hingga sedang sebanyak 79%. Sedangkan potensi daerah rawan kekeringan tinggi teridentifikasi hanya sebanyak 31%. untuk potensi daerah rawan kekeringan tinggi ini paling banyak tersebar di Kecamatan Pagedongan, Kecamatan Punggelan, Kecamatan Susukan. Penyebab kekeringan di Kabupaten Banjarnegara yaitu pola curah hujan yang tidak teratur, jenis tanah yang tidak dapat menampung air, penggunaan air tanah yang berlebihan, belum adanya sarana pendukung seperti bak penampung air. Dampak dari kekeringan di Banjarnegara kekurangan air, kesehatan, penurunan produksi pertanian, masalah pangan, konflik air, pengaruh terhadap lingkungan, gangguan pada sektor industri, kerusakan infrastruktur.
PEMANFAATAN LAHAN BERKELANJUTAN MENGGUNAKAN PUPUK ORGANIK BERBASIS MASYARAKAT KELURAHAN SUMURREJO GUNUNGPATI SEMARANG Subekti, Sri; Sasmito, Adi; Chasanah, Ummi; Soehartono; Baswindro; Apriyanti, Eny
Merdeka Indonesia Jurnal International Vol 4 No 1 (2024): MIJI : Merdeka Indonesia Journal International
Publisher : Merdeka Indonesia Jurnal International

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5555/miji.v4i1.156

Abstract

Lahan merupakan sebagian atau sekumpulan material tanah, beberapa jenis bebatuan, jenis mineral, cairan yang terkandung didalamnya. Lahan berkelanjutan merupakan pengelolaan lahan tetap memperhatikan kondisi lingkungan dapat dinikmati juga oleh generasi mendatang. Permasalahan masih adanya lahan kosong yang belum di manfaatkan dengan baik pada wilayah Sumurrejo Gunungpati Semarang, masyarakat kurang memiliki pemahaman pentingnya melestarikan lingkungan. Tujuan pengabdian kepada masyarakat di RW/RT 01 agar lahan yang belum di manfaatkan dengan baik dapat digunakan sebagai media tanam dengan memanfaatkan kompos hasil olahan sampah organik sampah rumah tangga. Pelaksanaan dilakukan bersama mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Pandanaran tentang pengelolaan sampah organik rumah tangga menjadi pupuk. Pemanfaatan lahan secara baik dan berkelanjutan yang dilakukan oleh warga masyarakat memberikan dampak positif pengelolaan lahan menjadi salah satu sarana untuk melakukan penanaman tanaman buah, sayur. Simpulan menerapkan zero waste meminimalkan sampah yang di bawa ke tempat pemrosesan akhir, memanfaatkan sampah organik rumah tangga di jadikan kompos. Memanfaatkan kompos untuk proses pemupukan tanaman buah, tanaman pangan dapat meningkatkan perekonomian. Keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan sampah rumah tangga menjadi suatu gerakan dan upaya peduli lingkungan secara berkelanjutan Keterlibatan masyarakat secara keseluruhan berkesinambungan, peran pemerintah setempat, partisipasi pendidik yang di mulai pada usia dini sampai perguruan tinggi menambah wawasan pada masyarakat.