Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

INOVASI PEMBUATAN KARTU PENITIPAN BARANG UNTUK MENDUKUNG OPTIMALISASI LAYANAN PEMUSTAKA DI DINAS PERPUSTAKAAN DAN KEARSIPAN PROVINSI SULAWESI SELATAN Andi Ahmad Chabir Galib; Miftahul Haira; Nur Jannah; Nursyami Nursyami; Marhaini Marhaini; Nurhikmah Nurhikmah; Mutiara Akbar Syam; Nurmila Ramadani
JOURNAL OF PROGRESSIVE INNOVATION LIBRARY SERVICE Vol. 5, No. 2 (2025): Oktober
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpils.v5i2.34318

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mendukung optimalisasi layanan pemustaka melalui inovasi pembuatan kartu penitipan barang di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan. Layanan penitipan barang merupakan salah satu aspek penting dalam menciptakan kenyamanan dan keamanan bagi pemustaka ketika mengakses fasilitas perpustakaan. Namun, dalam praktiknya seringkali terjadi kendala berupa kurangnya standar administrasi yang berdampak pada efektivitas pelayanan. Untuk menjawab permasalahan tersebut, mahasiswa Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi Universitas Muhammadiyah Enrekang melaksanakan kegiatan pengabdian selama dua bulan dengan fokus pada inovasi kartu penitipan barang yang lebih terstruktur dan praktis. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan secara partisipatif melalui tahapan identifikasi kebutuhan, perancangan desain kartu, uji coba penerapan, serta evaluasi bersama pustakawan. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa keberadaan kartu penitipan barang memberikan dampak positif terhadap proses layanan, di antaranya mempercepat prosedur penitipan, meningkatkan akurasi pencatatan, serta meminimalisasi potensi kehilangan barang. Selain itu, pemustaka merasakan kenyamanan yang lebih tinggi karena proses penitipan menjadi jelas, tertib, dan terpercaya. Pihak pustakawan pun terbantu dalam melakukan pengelolaan administrasi penitipan barang secara lebih sistematis. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya memperlihatkan kontribusi nyata mahasiswa dalam pengembangan layanan perpustakaan, tetapi juga menjadi bentuk sinergi antara perguruan tinggi dan instansi pemerintah dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik. Ke depan, inovasi kartu penitipan barang ini dapat dikembangkan lebih lanjut melalui sistem digital berbasis barcode atau aplikasi agar pelayanan semakin modern, efisien, dan responsif terhadap kebutuhan pemustaka
UPAYA PENINGKATAN LITERASI MASYARAKAT MELALUI SEMINAR LITERASI DI DESA KARRANG KABUPATEN ENREKANG Ismaya Ismaya; Andi Ahmad Chabir Galib; Karmila Pare Allo; Asbar Asbar
JOURNAL OF PROGRESSIVE INNOVATION LIBRARY SERVICE Vol. 5, No.1 (2025): April
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpils.v5i1.30809

Abstract

Rendahnya tingkat literasi di wilayah pedesaan, termasuk di Kabupaten Enrekang, menjadi tantangan yang mempengaruhi kualitas hidup masyarakat, terutama dalam hal akses informasi, pengambilan keputusan, dan pemberdayaan ekonomi. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kemampuan literasi masyarakat Desa Karrang melalui kegiatan seminar literasi yang melibatkan warga, tokoh masyarakat, dan perangkat desa. Mitra dalam kegiatan ini adalah Kulibuku Maspul, sebuah komunitas baca yang ada di Kabupaten Enrekang. Metode yang digunakan meliputi ceramah interaktif, dan diskusi kelompok. Kegiatan ini dilaksanakan Desa Karrang Kecamatan Cendana Kabupaten Enrekang dengan partisipasi aktif dari berbagai lapisan masyarakat. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan pemahaman peserta tentang pentingnya literasi dalam kehidupan sehari-hari, serta adanya komitmen bersama untuk mengembangkan ruang-ruang literasi desa, seperti taman baca dan kelompok belajar. Kegiatan ini juga memantik inisiatif warga untuk membentuk komunitas literasi berbasis lokal. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan partisipatif dalam edukasi literasi mampu meningkatkan kesadaran kritis masyarakat desa. Hasil pengabdian ini penting sebagai model pemberdayaan berbasis literasi yang dapat direplikasi di desa-desa lain guna mempercepat pembangunan sosial dan budaya masyarakat pedesaan.
Analisis Kebijakan Inklusi Sosial Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Enrekang dalam Mendukung Pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Nurmila Ramadani; Andi Ahmad Chabir Galib; Muhammad Nasrul; Karmila Pare Allo; Wulandari
JPNM Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin Vol. 4 No. 2 (2026): May : Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin (ACCEPTED)
Publisher : SM Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59945/jpnm.v4i2.1188

Abstract

Pembangunan berkelanjutan melalui Sustainable Development Goals (SDGs) menuntut peran aktif seluruh institusi, termasuk perpustakaan sebagai penyedia akses informasi dan pemberdayaan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kebijakan inklusi sosial di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Enrekang serta mengidentifikasi tantangan yang dihadapi dalam penerapannya untuk mendukung pencapaian SDGs, khususnya Tujuan 4 (Pendidikan Berkualitas) dan Tujuan 10 (Pengurangan Kesenjangan). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan analisis dokumentasi yang dianalisis secara triangulatif guna menjamin keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan inklusi sosial telah diimplementasikan secara terencana melalui transformasi peran perpustakaan menjadi pusat pembelajaran dan pemberdayaan masyarakat, penguatan kompetensi pustakawan, penyediaan layanan berbasis kebutuhan, serta pelaksanaan berbagai program literasi dan pelibatan masyarakat. Implementasi ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan akses informasi, perubahan persepsi masyarakat terhadap perpustakaan, serta penguatan kapasitas sosial dan ekonomi masyarakat. Namun demikian, penelitian ini juga menemukan sejumlah tantangan, antara lain keterbatasan anggaran, ketimpangan kompetensi dan jumlah sumber daya manusia, fasilitas ramah disabilitas yang belum memadai, keterbatasan teknologi pendukung, serta rendahnya partisipasi dan pemahaman masyarakat. Kesimpulannya, kebijakan inklusi sosial perpustakaan berkontribusi signifikan terhadap pencapaian SDGs, namun memerlukan penguatan dukungan struktural, anggaran, dan kolaborasi lintas sektor agar implementasinya lebih optimal dan berkelanjutan.
LITERASI INFORMASI MAHASISWA DALAM PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL TIKTOK DI UNIVERSITAS MUHAMMADDIYAH ENREKANG Fhatin Nurul Asikin; Andi Ahmad Chabir Galib; Muhammad Nasrul; Ismaya; Syahdan
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 03 (2026): Volume 12 No. 03, September 2026 Published
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i03.17543

Abstract

This study aims to identify the forms of students’ information literacy in utilizing TikTok as a source of information and to examine the challenges they face in applying information literacy while using TikTok at Universitas Muhammadiyah Enrekang. This research employed a descriptive qualitative approach. Data were collected through observation, interviews, and documentation, and were analyzed using the Miles and Huberman model, which consists of data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that students of Universitas Muhammadiyah Enrekang demonstrate a fairly good level of information literacy in utilizing TikTok as a source of information. This is reflected in their ability to search for, select, evaluate, verify, and utilize information to support academic needs and broaden their knowledge. Students also verify and compare information with more credible sources, such as books, scientific journals, official websites, and trusted media outlets. In addition, TikTok is used as a medium for accessing educational content, course materials, and learning tutorials. However, students still encounter several challenges, including difficulties in distinguishing accurate information from misinformation, the lack of clear references or sources, the rapid spread of unverified information, the short duration of videos, the dominance of entertainment content, the influence of TikTok’s algorithm, and limitations related to internet connectivity and data quotas. Therefore, critical thinking, information verification, and digital literacy skills need to be continuously strengthened so that TikTok can be used wisely and responsibly as a source of information.
Kajian Kualitatif Tentang Estetika Dan Tata Ruang Interior Berdasarkan Sudut Pandang Pemustaka Di Perpustakaan Ibu Dan Anak Kabupaten Enrekang Chantika Chantika; Ismaya Ismaya; Syahdan Syahdan; Andi Ahmad Chabir Galib; Muhammad Nasrul
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.1069

Abstract

Perpustakaan sebagai ruang publik tidak hanya berfungsi sebagai penyedia informasi, tetapi juga harus mampu memberikan kenyamanan bagi pemustaka. Dalam konteks literasi keluarga, Perpustakaan Ibu dan Anak Kabupaten Enrekang berperan sebagai ruang interaksi edukatif antara ibu dan anak. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pandangan pemustaka terhadap estetika dan tata ruang interior, mengidentifikasi kelebihan dan kekurangannya, serta merumuskan rekomendasi desain interior yang ideal berdasarkan sudut pandang pemustaka. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan serta diuji dengan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa estetika dan tata ruang interior berperan penting dalam menciptakan kenyamanan, daya tarik, dan suasana yang ramah bagi pemustaka, khususnya ibu dan anak. Unsur warna, pencahayaan, dekorasi, dan penataan ruang memengaruhi kenyamanan dan minat kunjung, meskipun masih terdapat beberapa aspek yang perlu diperbaiki. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengembangan desain interior perpustakaan perlu memperhatikan keseimbangan antara estetika, kenyamanan, dan fungsi ruang sesuai kebutuhan pemustaka agar dapat mendukung kegiatan literasi keluarga secara optimal