Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

DAYA TANGGAP KINERJA PELAYANAN PERPUSTAKAAN PADA DINAS PERPUSTAKAAN DAN KEARSIPAN KABUPATEN ENREKANG Andi Ahmad Chabir; Iskandar Iskandar; La Ode Ismail Ahmad
Jurnal Diskursus Islam Vol 7 No 1 (2019): April
Publisher : Pascasarjana UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v7i1.9707

Abstract

Tujuan Penelitian ini adalah untuk menganalisis daya tanggap kinerja pelayanan perpustakaan pada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Enrekang. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif, yang berlokasi di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Enrekang dengan menggunakan pendekatan fenomenologi. Penelitian ini tergolong kualitatif, data dikumpulkan dengan menggunakan metode observasi, metode wawancara, dan metode dokumentasi. Teknik pengolahan dan analisis data dilakukan dengan melalui tiga tahapan, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa daya tanggap pelayanan perpustakaan di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Enrekang dalam memberikan pelayanan kepada pemustaka sudah cukup baik. Walaupun memang masih ada beberapa keluhan pemustaka terkait daya tanggap tersebut. Misalnya terkait letak koleksi dan pengadaan buku yang terlambat.
Komunikasi Dalam Persepektif Islam Syawal Syawal; Ismaya Ismaya; Andi Ahmad Chabir Galib; Ushwa Dwi Masrurah Arifin Bando; Elihami Elihami; M Yunus Sudirman
EduPsyCouns: Journal of Education, Psychology and Counseling Vol 4 No 2 (2022): EduPsyCouns: Journal of Education, Psychology and Counseling
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33487/edupsycouns.v4i2.4145

Abstract

Abstract: Communication always continues to grow, by giving birth to various theories and principles. The term communication has been widely written with an emphasis on diverse foci. The diversity of understanding is due to different perspectives in viewing communication as a social phenomenon. From an Islamic perspective, we can answer that it was Allah who first taught us to communicate using reason and language skills that He gave us (ar-Rahman 1-4). The primary source of Islamic communication is the Al-Quran and Hadith, so one of the benefits of Islamic communication is that it brings us closer to the truth of God, because the source comes from Allah SWT himself. Furthermore, because we know that all aspects of life are actually inseparable from the demands of the Qur'an and hadith. Abstrak: : Komunikasi senantiasa terus berkembang, dengan melahirkan berbagai macam teori-teori dan prinsip-prinsipnya. Istilah komunikasi telah banyak ditulis dengan menekankan pada fokus yang beragam. Keragaman pengertian tersebut disebabkan perbedaan perspektif dalam melihat komunikasi sebagai fenomena sosial. Dari perspektif islam, kita bisa menjawab bahwa Allah yang lebih dulu mengajari kita untuk berkomunikasi dengan menggunakan akal dan kemampuann bahasa yang dianugrahkan-Nya kepada kita (ar-Rahman 1-4). Sumber primer komunikasi islam adalah Al-Quran dan Hadits, maka salah satu manfaat komunikasi islam adalah mendekatkan kita kepada kebenaran Tuhan, karena sumbernya berasal dari Allah SWT sendiri. Selanjutnya karena kita tahu bahwa semua aspek kehidupan ini sebenarnya tidak terlepas dari tuntutan al-qur’an dan hadits.
PERANAN PERPUSTAKAAN DESA BERBASIS INKLUSI SOSIAL GUNA PENINGKATAN LITERASI KOMUNIKASI MASYARAKAT DI KABUPATEN ENREKANG Ismaya Ismaya; Syahdan Syahdan; Andi Ahmad Chabir Galib
JURNAL ILMU PERPUSTAKAAN (JIPER) Vol. 5, No. 1 (2023): Maret
Publisher : Unversitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jiper.v5i1.13643

Abstract

Literasi komunikasi merupakan salah satu faktor utama dalam melakukan aktivitas komunikasi, salah satunya yaitu komunikasi yang terjadi dalam pelaksanaan kegiatan budaya tudang sipulung di Desa Patondonsalu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peranan perpustakaan desa guna meningkatkan literasi komunikasi yang diterapkan dalam budaya tudang sipulung di Desa Patondonsalu Kabupaten Enrekang.  Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif serta menggunakan pendekatan dakwah dan komunikasi. Data dikumpulkan dengan menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik pengolahan dan analisis data dilakukan dengan 4 tahapan, yakni pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perpustakaan desa belum mengambil peranan dalam kegiatan tudang sipulung di Desa Patondonsalu khususnya untuk peningkatan literasi komunikasi para pelaku budaya tudang sipulung. Yang mana ditemukan bahwa literasi komunikasi yang diterapkan selama ini dalam kegiatan tudang sipulung masih kontemporer, yaitu belum memanfaatkan penggunaan teknologi informasi serta belum menghasilkan literatur/sumber referensi yang membahas budaya tudang sipulung di Desa Patondonsalu, baik itu literatur tercetak maupun non-cetak. Perpustakaan belum berperan serta untuk meningkatkan literasi komunikasi masyarakat. Sebagai implikasi dari penelitian ini adalah guna memaksimalkan pemanfaatan perpustakaan desa sebagai perpustakaan yang berbasis inklusi sosial untuk meningkatkan indeks literasi masyarakat.
Peraturan Daerah Tentang Penataan Pasar di Kabupaten Enrekang Ismaya Ismaya; Yunus Busa; Elihami Elihami; Andi Ahmad Chabir Galib; Ushwa Dwi Masrurah Arifin Bando; Rahmat Rahmat
MASPUL JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT Vol 5 No 1 (2023): MASPUL JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT
Publisher : LP2M Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33487/pengabdian.v5i1.5513

Abstract

Market dynamics, both traditional markets and modern markets, are essentially a link in the chain that connects producers and consumers, sellers and buyers, and between business actors and the consumer community. The market plays an important role in the economy, because prices are formed in the market. The traditional market segment has a threat when the modern market dominates and the traditional market cannot compete, namely turning off traditional stalls because it changes consumer habits. Adjacent position between supermarkets, hypermarkets or minimarkets through the advantages they have compared to traditional markets. Along with this, it is necessary to issue a regional regulation for market management. The team from Muhammadiyah Enrekang University then followed up on this in community service activities. This community service activity was carried out as an effort to support the Regional Government of Enrekang Regency in producing Regional Regulations. The activity was carried out offline for seven (7) months, from March to October 2022. The result of this activity was the birth of the Enrekang Regency Regional Regulation Concerning Market Management.
Strategi Membangun Kerja Sama dalam Upaya Peningkatan Layanan Perpustakaan Andi Ahmad Chabir Galib; Arham Arham; Ismaya Ismaya; Haruddin Haruddin; Musdiawati Nafa Hidayah
Maktabatun: Jurnal Perpustakaan dan Informasi Vol 2 No 2 (2022): Maktabatun: Jurnal Perpustakaan dan Informasi
Publisher : Prodi Perpustakaan dan Sains Informasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (981.134 KB)

Abstract

Kerja sama perpustakaan perlu dilaksanakan guna meningkatkan layanan kepada pemustaka. Perpustakaan mengutamakan kebutuhan pemustaka apabila dilaksanakan kerja sama maka akan menambah relasi, juga memperluas jangkauan akses informasi kepada pemustaka. Unsur yang menyokong agar berhasilnya suatu kerja sama yaitu, kesadaran dari pihak perpustakaan yang mengerti akan pentingnya kerjasama, struktur yang jelas menjalankan kerjasama, sarana yang dimiliki perpustakaan untuk bekerjasama seperti OPAC, computer, jaringan internet, dan lainnya. Namun yang paling penting dari semua hal tersebut yaitu, kesadaran diri dan keterampilan untuk menggaet pihak atau instansi lain yang akan diajak kerjasama. Selain itu sadar akan apa saja yang dimiliki untuk memantaskan diri dalam mengajak instansi yang diajak bekerjasama.
Pola Komunikasi dalam Pelayanan Bimbingan dan Konseling di SDN 172 Enrekang Ismaya Ismaya; Andi Ahmad Chabir Galib; Syawal Sitonda; M Yunus Sudirman; Mawaddatul Maykam
EduPsyCouns: Journal of Education, Psychology and Counseling Vol 5 No 1 (2023): EduPsyCouns: Journal of Education, Psychology and Counseling
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33487/edupsycouns.v5i1.5729

Abstract

This paper is the result of a descriptive qualitative research that aims to determine effective communication patterns in the implementation of guidance and counseling at Public Elementary School Number 172 Enrekang. The results showed that SD Negeri No. 172 Enrekang had 248 students, and did not yet have a teacher who specifically handles guidance and counseling, so that each class teacher became the executor of guidance and counseling services in his class. Class teachers who act as counselors provide guidance and counseling services to students through instilling values ​​in appropriate subjects, building empathetic communication, setting an example and giving appreciation and reinforcement. Public Elementary School Number 172 Enrekang should have a counselor who specifically handles guidance and counseling, given the large number of students, besides that counselors need to have special abilities, especially in terms of communicating with children, so that the guidance and counseling process can run better and more effectively.
An Analysis of Library Management System Development in South Sulawesi Ismaya Ismaya; M Yunus Sudirman; Andi Ahmad Chabir Galib; Mawaddatul Maikam
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 5, No 2 (2023): April
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edukatif.v5i2.4139

Abstract

Website-based library services have been implemented in various libraries in Indonesia, especially those in South Sulawesi. Almost every librarian employee (librarian) routine is greatly helped by the presence of this technology. This research method was carried out with the aim of conducting a survey of 33 libraries that have implemented a library automation system. While the rest also adopted a similar system. The research method uses qualitative descriptive method through questionnaire surveys and direct visits to several libraries in South Sulawesi. We first do further exploration. The survey results showed that of the 33 libraries that filled out the questionnaire, 24 of them had used the library automation system because of the convenience provided by the use of this technology. The results of the analysis of the data obtained during the research show that the use of the Library Management System in the library fulfills two main aspects of the Technology Acceptance Model (TAM) theory. Utilization of the Library Management System is considered useful to help work in the library, including to assist users in the process of searching for information, the library provides services to users more quickly.
TREN PERKEMBANGAN SISTEM MANAJEMEN PERPUSTAKAAN DI SULAWESI SELATAN Ismaya Ismaya; Syahdan Syahdan; Andi Ahmad Chabir Galib; Mawaddatul Maykam
JURNAL ILMU PERPUSTAKAAN (JIPER) Vol. 5, No. 2 (2023): September
Publisher : Unversitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jiper.v5i2.17002

Abstract

Rutinitas utama yang dilakukan oleh perpustakaan yakni mengorganisasikan ilmu pengetahuan (knowledge management) agar dapat diakses dengan mudah dan cepat oleh pemustaka. Tata kelola dan layanan perpustakaan mengalami perubahan seiring dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Namun demikian beberapa perpustakaan yang ada saat ini masih bertahan dengan tata kelola dan bentuk layanan yang konvensional karena satu dan lain hal, ataupun karena tak ingin terjebak dalam teknologi yang menurutnya menyulitkan itu. Dari urgensi masalah tersebut, maka dilakukan penelitian ini yang bertujuan untuk menganalisis jumlah perpustakaan di Sulawesi Selatan yang telah menerapkan layanan berbasis website serta menganalisis kendala dan tantangan yang dihadapi perpustakaan dalam menerapkan sistem layanan berbasis website. Penelitialn ini menggunalkaln metode riset kombinalsi (mixed methods resealrch) yalitu penelitialn yalng didalsalri paldal galbungaln positivisme daln posotivisme. Penelitian ini mensurvei 54 perpustakaan yang telah menerapkan sistem automasi perpustakaan. Data diperolah melalui angket survey dan kunjungan langsung ke beberapa perpustakaan yang kami pilih untuk penjajakan lebih jauh. Survei menunjukkan bahwa dari 54 perpustakaan yang menjadi sasaran survei, 48 diantaranya telah menggunakan sistem otomasi perpustakaan karena kemudahan yang diberikan. Kendala dan tantangan yang pada umumnya dialami perpustakaan ialah internet connection, hardware, the system itself, and human resources.
PERATURAN DAERAH PENYELENGGARAAN PERPUSTAKAAN DAN GERAKAN LITERASI KABUPATEN ENREKANG Ismaya Ismaya; Yunus Busa; Elihami Elihami; Andi Ahmad Chabir Galib; Ushwa Dwi; Masrurah Arifin Bando; Rahmat Rahmat
JOURNAL OF PROGRESSIVE INNOVATION LIBRARY SERVICE Vol. 3, No. 1 (2023): April
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpils.v3i1.14954

Abstract

Seiring dengan sejarah perkembangan penyelenggaran perpustakaan dan literasi Indonesia tidak terlepas dari perkembangan peradaban khususnya dalam pembelajaran umat manusia terkhusus di era Industri 4.0, terdapat banyak lahir lembaga yang menjadi tempat akumulasi rekaman pengetahuan manusia berbagai zaman. Lembaga inilah yang kemudian dikenal sebagai perpustakaan. Merekam pengetahuan merupakan awal dari terbentuknya perpustakaan. Seiring dengan hal tersebut, maka perlu dilahirkan sebuah aturan di Daerah guna penyelenggaraan Perpustakaan dan menggalakkan gerakan literasi. Tim dari Universitas Muhammadiyah Enrekang kemudian menindaklanjuti hal tersebut dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masayarakat ini dilaksanakan  sebagai salah satu upaya untuk mendukung Pemerintah Daerah Kabupaten Enrekang dalam melahirkan Peraturan Daerah terkait Perpustakaan dan Literasi. Kegiatan dilaksanakan secara luring selama tujuh (7) bulan, yaitu dari bulan Maret sampai dengan bulan Oktober 2021. Hasil dari kegiatan ini yaitu lahirnya Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2022 Tentang Penyelenggaraan Perpustakaan dan Gerakan Literasi Kabupaten Enrekang.
Pendampingan Individu Calon Guru Penggerak Angkatan 9 Kabupaten Enrekang Ismaya Ismaya; Andi Ahmad Chabir Galib; Elihami Elihami; M. Yunus Sudirman
MASPUL JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT Vol 5 No 2 (2023): MASPUL JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT
Publisher : LP2M Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33487/pengabdian.v5i2.6698

Abstract

Motivating Teachers is an educational program from the government to improve teacher competency. Apart from that, the presence of mobilizing teachers is expected to be able to mobilize the learning community. The principle of the program is to encourage efforts to improve the quality of education in schools and outside schools using andragogy and blended learning approaches. This activity was carried out with the aim of providing individual assistance to Prospective Mobilizing Teachers before they carry out workshop activities. The activity will last for 5 days, namely from 11-15 September 2023 which will take place face to face in five (5) schools, namely: SD Negeri 13 Curio, SD Negeri 147 Pelali, SMP Muhammadiyah Cece, SD Negeri 140 Kabere, SD Negeri 165 Pudete and SD Negeri 85 Laba. The results of the mentoring activities are: CGP is able to discuss online learning challenges; CGP was able to reflect on the implementation of class changes according to Ki Hajar Dewantara's thoughts; CGP is able to carry out discussions on creating a portfolio framework; and CGP is able to discuss self-position maps and self-development plans within the competence of driving teachers.