Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Emotional Intelligence (EI) dan Work-Nonwork Boundary (WNB) terhadap Work-Life Balance (WLB) dan Job Satisfaction (JS) pada Dokter Gigi di Kota Samarinda. Profesi dokter gigi menghadapi tuntutan kerja yang kompleks, baik dari aspek klinis maupun sosial, yang dapat menimbulkan konflik peran dan ketidakseimbangan hidup. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei melalui kuesioner yang dirancang berdasarkan indikator teoritis dan empiris. Populasi penelitian mencakup seluruh dokter gigi aktif di Samarinda dengan teknik sensus sebagai metode pengambilan sampel. Analisis data dilakukan menggunakan Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS). Hasil penelitian diharapkan menunjukkan bahwa EI berperan penting dalam meningkatkan kemampuan pengelolaan emosi, penetapan batas peran, serta pencapaian keseimbangan hidup. Sementara itu, pengelolaan WNB diprediksi dapat mengurangi konflik peran dan meningkatkan kepuasan kerja. Penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi teoritis dalam pengembangan literatur MSDM dan psikologi kerja, serta manfaat praktis bagi institusi kesehatan dalam merancang kebijakan pengembangan kompetensi emosional dan strategi manajemen peran untuk meningkatkan kesejahteraan kerja dan kualitas pelayanan dokter gigi.