Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

TREND PENYIMPANAN OBAT KERAS PADA RUMAH TANGGA DI KOTA BENGKULU SUSILO, AVRILYA IQORANNY; PUDIARIFANTI, NADIA; MUSLIM, ZAMHARIRA; LAKSONO, HERU
Journal of Nursing and Public Health Vol 12 No 1 (2024)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jnph.v12i1.6405

Abstract

Pendahuluan: Praktik pengobatan sendiri pada masyarakat atau swamedikasi mengalami peningkatan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini menyebabkan 94,3% masyarakat menyatakan menyimpan obat-obatan di rumah dan diperoleh 49,8% masyarakat mendapatkan obat keras tanpa resep dokter dalam praktik swamedikasi yang mereka lakukan. Penyimpanan ini memiliki resiko cukup tinggi jika tidak dilakukan manajemen obat dengan baik dalam penyimpanan obat pada rumah tangga. Perlunya penelitian dilakukan untuk melihat bagaimana perilaku penyimpanan obat keras yang dibeli tanpa resep dokter pada rumah tangga. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian Cross-Sectional dengan desain survei cluster 2 tahap. Penelitian kuantitatif dilakukan dengan menggunakan kuesioner semi terstruktur. Pengambilan sampel dilakukan secara acak sederhana (Simple Random Sampling) digunakan untuk memilih klaster pada tahap pertama dan pengambilan klaster tahap kedua pada rumah tangga dilakukan secara acak sistematik (Systematic Random sampling). Hasil dan Pembahasan: Diperoleh 100 rumah tangga dari 9 klaster yang ditetapkan. Diperoleh 82% terdapat penyimpanan obat keras tanpa resep dokter dengan mayoritas 86% obat keras dengan indikasi analgetik pada rumah tangga. Diperoleh 30% obat kadaluarsa dan 54% antibiotik yang disimpan. Kesimpulan: Penyimpanan obat kadaluarsa membahayakan jika dikonsumsi kembali dan penyimpanan antibiotik menggambarkan bahwa masyarakat masih banyak yang tidak menyelesaikan dalam penggunaan antibiotik yang dapat menyebabkan resistensi penggunaan obat.
Gambaran Praktik Swamedikasi Masyarakat Kota Bengkulu Pada Penggunaan Obat Analgetik Antipiretik Dari, Dea Wulan; Iqoranny Susilo, Avrilya
Jurnal Pharmacopoeia Vol 1 No 2 (2022): September 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.744 KB) | DOI: 10.33088/jp.v1i2.303

Abstract

Swamedikasi merupakan pengobatan mandiri yang sering dilakukan masyarakat untuk mengatasi gejala penyakit atau penyakit ringan seperti demam, nyeri, batuk, pusing, sakit maag, diare, penyakit kulit, cacingan, dan influenza. Swamedikasi ini memberikan keuntungan efisiensi waktu dan biaya dalam pengobatan karena tidak dilakukan konsultasi terlebih dahulu ke dokter untuk menentukan diagnosa dari penyakit yang dialami oleh masyarakat. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui gambaran praktik swamedikasi masyarakat Kota Bengkulu pada penggunaan obat analgetik antipiretik. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif dengan menggunakan lembar kuesioner yang sudah dilakukan validasi terlebih dahulu. Responden pada penelitian ini adalah masyarakat yang datang ke Apotek untuk melakukan swamedikasi. Dari hasil penghitungan rumus Slovin diperoleh jumlah sampel sebanyak 100 responden. Hasil dari penelitian ini diperoleh seluruh responden sudah pernah melakukan swamedikasi sebelumnya, paracetamol lebih banyak dipilih responden untuk mengatasi keluhan nyeri/demam (77%), keluhan penyakit yang dialami responden yaitu demam (72%), alasan melakukan swamedikasi paling banyak karena penyakit kategori ringan (39%), tempat pembelian obat swamedikasi lebih dominan di apotek (57%), efek setelah konsumsi obat merasakan sembuh (52%). Bila rasa nyeri/demam tidak berkurang setelah mengkomsumsi obat mayoritas responden akan pergi konsultasi ke dokter (72%), efek samping setelah minum obat tidak merasakan efek samping apapun (64%).Tingginya  praktik swamedikasi di masyarakat membutuhkan pendampingan dari farmasis agar swamedikasi oleh masyarakat dilakukan dengan tepat dan benar.
Peningkatan Kapasitas Pengetahuan Pengurus Pondok Pesantren Di Kota Bengkulu Dalam Swamedikasi Tahun 2023 Zamharira Muslim; Avrilya Iqoranny Susilo; Dira Irnameria; Nadia Pudiarifanti
To Maega : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 7, No 2 (2024): Juni 2024
Publisher : Universitas Andi Djemma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35914/tomaega.v7i2.2509

Abstract

Swamedikasi adalah pengobatan yang dilakukan untuk mengobati gejala keluhan yang dialami oleh seseorang secara mandiri. Swamedikasi ini memiliki beberapa kelebihan, namun tidak jarang juga menimbulkan beberapa kerugian ketika tingkat pengetahuan masyarakat yang minim dalam melakukan swamedikasi. Hal ini dapat mengakibatkan efek terapi yang diharapkan dari pengobatan tidak tercapai. Pondok pesantren merupakan institusi pendidikan yang memiliki keterbatasan dalam hal anggaran kesehatan. Tugas dan fungsi pelayanan pesantren dan pendidikan diniyah yang utama adalah pendidikan Islam, namun berkaitan dengan kesehatan santri yang berada diwilayah pesantren juga menjadi tanggung jawab yang tidak dapat dikesampingkan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan 3 metode yaitu kegiatan assesment awal, kegiatan pelatihan dengan pemberian bimbingan melalui metode Cara Belajar Insan Aktif (CBIA) dan monitoring evaluasi hasil kegiatan yang dilakukan pada 17 pondok pesan tren di Kota Bengkulu. Hasil evaluasi Pre dan Post Test pada kegiatan ini didapatkan nilai rata-rata sebesar 95,83%. Hasil pengolahan data menggunakan uji T-test independent menunjukan adanya peningkatan rata-rata pengetahuan yang signifikan (p=0.000). Pengetahuan sebagian besar peserta terjadi peningkatan dalam pengetahuan tentang obat-obat yang digunakan dalam swamedikasi setelah dilakukan pelatihan.
ANALYSIS OF LEUKOCYTE TYPES IN TUBERCULOSIS PATIENTS UNDERGOING TREATMENT WITH ANTI-TUBERCULOSIS DRUGS (OAT) IN BENGKULU CITY Baruara, Guntur; Iqoranny Susilo, Avrilya
JURNAL MEDIA KESEHATAN Vol. 17 No. 2 (2024): Jurnal Media Kesehatan Poltekkes Kemenkes Bengkulu Volume 17 No 2 Desember 202
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33088/jmk.v17i2.1162

Abstract

Tuberculosis is a disease in Indonesia that has received special attention from the Ministry of Health. Tuberculosis is a deadly infectious infectious disease, this is because Mycobacterium Tuberculosis has infected the world's population. Transmission of tuberculosis can be through droplets during coughing or sneezing and can infect other healthy people. Tuberculosis patients receive routine treatment with Anti-Tuberculosis Drugs. In the process, this drug has an effect on the number of leukocytes which previously increased in number due to infection and the presence of antibodies that bind to the leukocyte cell membrane causing lysis of leukocyte cells. Checking the number of leukocytes is useful as a diagnostic basis because it can describe the occurrence and process of the disease in the body of tuberculosis patients. The purpose of this study is to describe the characteristics of tuberculosis patients based on gender and age, describe the type of leukocytes of patients who received anti-tuberculosis drug treatment during the May-July 2024 period in the Bengkulu City area. In this study, a research design with a cross sectional descriptive method was used to see the characteristics of leukocytes during tuberculosis patients receiving treatment with anti-tuberculosis drugs. The samples used were tuberculosis patients who were receiving anti-tuberculosis drug treatment in the work area of the Nusa Indah Health Center, Bengkulu City. Patients will have their blood samples taken for analysis of their leukocytes without looking at the identity of the treatment period. The results of the count of basophils, eosinophils, rod neutrophils and monocytes showed normal values, while the results of the count of segment neutrophils, lymphocytes, leukocytes were found in some patients with abnormal values. This is possible because the anti-tuberculosis drugs taken can reduce the number of leukocytes that increase at the time of infection and in some patients are abnormal because it is still in the early stages of treatment.
Estimasi Nilai Ekonomi Obat Kadaluarsa Pada Penyimpanan Obat Di Kalangan Rumah Tangga Kelurahan Tanah Patah Kota Bengkulu Mariles, Since; Susilo, Avrilya Iqoranny; Muslim, Zamharira
Jurnal Pharmacopoeia Vol 4 No 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33088/jp.v4i1.753

Abstract

Penyimpanan obat pada rumah tangga seringkali menimbulkan beberapa permasalahan diantaranya adalah obat-obat yang tidak terpantau tanggal kadaluarsanya ataupun obat yang rusak. Obat yang tidak bisa digunakan ini tentunya menimbulkan kerugian pada biaya kesehatan individu yang melakukan penyimpanan obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa estimasi biaya ekonomi dari obat kadaluarsa pada penyimpanan obat di kalangan rumah tangga di Kota Bengkulu. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Penentuan jumlah sampel dengan menggunakan metode purposive sampling. Pada penelitian ini sebanyak 28 rumah tangga didapatkan menyimpan obat kadaluarsa dengan estimasi nilai ekonomi obat kadaluarsa sebesar Rp 1.604.550, dengan nilai rata-rata harga obat per keluarga yaitu sebesar Rp. 59.427,77. Obat kadaluarsa berdasarkan generik berlogo sebesar Rp 677.920 dan generik bermerek Rp. 831.146.
Pemberdayaan Kader Dalam Pengelolaan Obat Rumah Tangga Di Lingkungan Kelurahan Padang Harapan Kota Bengkulu : Pengabdian Avrilya Iqoranny Susilo; Zamharira Muslim; Dira Irnameria
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 3 No. 4 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 3 Nomor 4 (April 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v3i4.1168

Abstract

Salah satu perilaku masyarakat yang meningkat dalam pengobatan akhir-akhir ini adalah pengobatan mandiri atau swamedikasi. Kemudahan dalam informasi membuat masyarakat cenderung mencari pengobatan sendiri tanpa banyak mengeluarkan biaya untuk membayar tenaga medis terkait dengan penyembuhan penyakit yang sedang diderita. Permasalahan yang timbul dari perilaku swamedikasi ini adalah banyaknya kesalahan dalam pengelolaan penyimpanan obat dalam rumah tangga. Salah satu upaya dalam penyelesaian masalah ini adalah dengan pemberdayaan kader posyandu yang ada di masyarakat untuk menyalurkan informasi yang diperoleh dari kegiatan ini. Kegiatan diawali dengan Pre Test untuk menilai tingkat pengetahuan para kader tentang pengelolaan obat di rumah tangga. Tahap selanjutnya dilakukan sosialisasi tentang materi pengelolaan obat, dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab. Kegiatan diakhiri dengan Post Test untuk menilai pengetahuan kader setelah dilakukan sosialisasi. Kegiatan selanjutnya merupakan pemberdayaan kader, yaitu dengan kegiatan masing-masing kader mendatangi lima rumah warga di lingkungan sekitar untuk meneruskan pengetahuan yang diperoleh selama sosialisasi ke warga yang lain. Tahap akhir para kader akan melakukan monitoring evaluasi ke rumah warga bagaimana pengelolaan obat dalam rumah tangga setelah mendapat sosialisasai cara pengelolaan obat dalam rumah tangga yang benar. Pada evaluasi kegiatan didapatkan masih adanya penyimpangan dalam penyimpanan obat dalam rumah tangga, antara lain masih ada obat yang disimpan dalam lemari pendingin yang seharusnya di suhu ruang, obat kadaluarsa yang masih disimpan dan pembuangan obat yang belum sesuai. Hasil ini menunjukkan bahwa masih perlunya pendampingan kepada warga dalam pengelolaan obat dalam rumah tangga yang tepat dan benar.Adanya peningkatan pengetahuan kader dari sebelum dilakukan pelatihan dan sesudah pelatihan.
Empowerment of PKK Members in Utilizing Fragrant Lemongrass Oil as a Floor Cleaner Production Material in Sukasari Village, Seluma Regency, Bengkulu Province, 2023 Krisyanella; Meinisasti, Resva; Khasanah, Heti Rais; Pudiarifanti, Nadia; Susilo, Avrilya Iqoranny; Muslim, Zamharira; Baharyati , Delta; Irnameria, Dira
Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Bidang Kesehatan (Abdigermas) Vol. 2 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat Bidang Kesehatan (Abdigermas)
Publisher : CV Media Inti Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58723/abdigermas.v2i2.212

Abstract

The purpose of this activity is to increase the knowledge and skills of PKK members in Sukasari village in developing products from lemongrass oil. This can increase the selling value of lemongrass oil that has been produced, so that it can increase community income. The methods used were socialization, demonstration and self-assistance in making cleaners, packaging and labeling fragrant lemongrass floor cleaner products. At the socialization stage, participants received material and there was a discussion session. Participants were given a questionnaire to see their level of understanding of the material provided. After the participants were given counseling and demonstrations of product making, it was seen that there was an increase in the knowledge and skills of the participants in making these products independently. Also, it was seen that participants were interested in developing this product into a commercial product. The conclusion of this activity is that participants are able to produce this product independently. This product will be used for personal household needs and developed by the local BUMDes to become a commercial preparation.
Sahabat Sehat: Pemberdayaan Guru Dalam Edukasi Pengenalan Obat Kepada Anak Usia Sekolah Dengan Menggunakan Media Motion Graphic: Penelitian Avrilya Iqoranny Susilo; Dira Irnameria; Halimah; Sri Mulyati
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 2 (October 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i2.3170

Abstract

Peningkatan literasi kesehatan pada anak usia sekolah dasar merupakan langkah strategis untuk mendukung tumbuh kembang yang optimal, termasuk pemahaman tentang penggunaan obat secara tepat dan bertanggung jawab. Namun, observasi lapangan menunjukkan masih banyak anak yang belum memahami perbedaan golongan obat, cara penyimpanan yang benar, serta risiko penggunaan obat yang tidak sesuai aturan. Untuk mengatasi permasalahan ini, dilaksanakan program “Sahabat Sehat: Pemberdayaan Guru dalam Edukasi Pengenalan Obat kepada Anak Usia Sekolah dengan penggunaan media Motion Graphic, melalui tiga tahapan: sosialisasi kepada guru menggunakan media Motion Graphic, pemberdayaan guru untuk mengajarkan materi kepada siswa disertai pre-test dan post-test, serta monitoring dan evaluasi secara kuantitatif dan kualitatif. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada nilai post-test dibandingkan pre-test, yang menandakan peningkatan pemahaman guru mengenai penggunaan obat yang tepat. Guru juga menunjukkan antusiasme tinggi dan kesiapan untuk menyalurkan pengetahuan kepada siswa dan masyarakat. Hasil ini menegaskan bahwa program pemberdayaan berbasis media motion graphic efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan dan memiliki potensi dampak berkelanjutan di lingkungan sekolah. Simpulan, melalui pemberdayaan guru dalm proses edukasi pada anak usia sekolah dasar dengan penggunaan media motion graphic efektif untuk peningkatan pengetahuan tentang penggunaan obat yang benar.
UJI SPF FORMULASI EKSTRAK DAUN TEH HIJAU(Camellia sinensis L) SEBAGAI KRIM TABIR SURYA Destiawan, Nanda; Meinisasti, Resva; Iqoranny Susilo, Avrilya
Jurnal Pharmacopoeia Vol 1 No 1 (2022): Maret 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.914 KB) | DOI: 10.33088/jp.v1i1.137

Abstract

Latar belakang : Teh hijau memiliki kandungan flavonoid yang tinggi terutama katekin (20–30% dari berat kering). Berbagai hasil penelitian menunjukkan teh hijau bermanfaat untuk mencegah kanker, osteoporosis, kardiovaskular, aterosklerosis, menyembuhkan penyakit ginjal, dan meningkatkan kekebalan tubuh. Sementara untuk kecantikan teh bermanfaat sebagai antioksidan untuk mencegah penuaan dini Tujuan : Untuk mengetahui kadar SPF ekstrak daun teh hijau (Camellia sinensis L.) yang digunakan sebagai krim tabir surya Metode penelitian : Metode yang digunakan adalah metode Eksperimental Hasil : Berdasarkan Pengujian yang dilakukan pada ketiga formula krim tabir surya yang meliputi uji sifat fisik kimia yang terdiri atas uji organoleptis, uji homogenitas, uji Ph, dan penetuan nilai SPF sudah memiliki kriteria sebagai sediaan krim tabir surya Kesimpulan : Krim Tabir Surya ekstrak etanol daun teh dapat disimpulkan bahwa krim tabir surya memenuhi standar krim yang baik. Nilai SPF formulasi f1 sebesar (0,64). Formula f2 sebesar (0,92), dan f3 sebesar (7,63) proteksi ekstra. Jadi dari hasil penelitian yang dilakukan formula yang paling tinggi memiliki nilai spf adalah formula 3. Peningkatan konsentasi ekstrak etanol daun teh dalam krim tabir surya semakin meningkatkan nilai SPF.
Pola Penyimpanan Obat High Alert Pada Rumah Sakit Di Kota Bengkulu Iqoranny Susilo, Avrilya; Khasanah, Heti Rais; Febrianti, Penny
Jurnal Pharmacopoeia Vol 3 No 2 (2024): September 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33088/jp.v3i2.875

Abstract

Obat High Alert merupakan salah satu golongan obat yang dalam pemberiannya perlu kewaspadaan tinggi bagi tenaga farmasi karena sering menyebabkan terjadi kesalahan-kesalahan serius dan obat yang berisiko tinggi menyebabkan Reaksi Obat yang Tidak Diinginkan (ROTD). Untuk menghindari kesalahan-kesalahan pemberian obat yang terjadi maka, pengaturan penyimpanan obat untuk obat High Alert harus diperhatikan, karena kesalahan pengobatan terkadang terjadi karena kesalahan pengambilan obat dari rak penyimpanan obat. Penelitian dilakukan untuk melihat kesesuaian penyimpanan obat High Alert berdasarkan standar prosedur operasional yang ada di Rumah Sakit Kota Bengkulu. Pada penelitian ini digunakan metode observasi langsung pada Rumah Sakit yang dijadikan sampel dengan menggunakan lembar observasi melalui sistem check list, kemudian dilakukan perhitungan persentase standar penyimpanan obat High Alert. Hasil penelitian menunjukan kesesuaian penyimpanan obat High Alert berdasarkan Standar Operasional Penyimpanan di Rumah Sakit Kota Bengkulu untuk kriteria pelabelan berwarna merah pada kemasan maupun tempat obat (40%), penyimpanan secara terpisah (60%), FEFO/FIFO (100%), Alfabetis (80%), Jenis Sediaan Obat (100%), Suhu (100%). Pada penilaian kesesuaian penyimpanan obat High Alert. Pada indikator penyimpanan berdasarkan pelabelan berwarna merah pada kemasan maupun tempat obat masih terdapat obat yang tidak berlabel dan pada indikator penyimpanan secara terpisah diberikan jarak 1 wadah masih terdapat obat High Alert dalam kategori LASA yang disimpan secara berdekatan.