Claim Missing Document
Check
Articles

STUDI IN SILICO DAN IN VITRO: AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOLIK MANGROVE (Rhizophora stylosa) DENGAN TARGET PERUSAKAN DINDING SEL Escherichia coli: AN IN SILICO AND IN VITRO STUDY: ANTIBACTERIAL ACTIVITY OF MANGROVE ETHANOLIC EXTRACT (Rhizophora stylosa) TARGETTED ON CELL WALL DESTRUCTION OF Escherichia coli Ismanurrahman Hadi; Mariam Ulfah; Like Efriani; Teguh Adiyas Putra; Ade Irawan
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i2.617

Abstract

Rhizopora stylosa merupakan sub-spesies dari tumbuhan bakau yang diketahui secara empiris digunakan sebagai obat tradisional. Habitat yang berada di perairan payau menyebabkan tumbuhan ini memiliki senyawa fitokimia yang berbeda dari tumbuhan lainnya. Penelitian ini dilakukan untuk mengeksplorasi aktivitas antibakteri dari R. stylosa pada bakteri Escherichia coli dengan menarget perusakan dinding bakteri. Penelitian ini menggunakan pendekatan komputasional disertai uji aktivitas antibakteri dan kadar kebocoran protein. Prediksi aktivitas antibakteri dilakukan dengan menggunakan molecular docking pada penicillin-binding protein (PDB ID: 3UY6), sedangkan uji aktivitas antibakteri dilakukan pada bakteri Escherichia coli menggunakan metode Mc konkey dilanjutkan dengan analisis kadar kebocoran protein (protein leakage) menggunakan uji Bradford. Uji identifikasi kandungan fitokimia juga dilakukan untuk memastikan kandungan fitokimia yang ada pada ekstrak etanol bakau. Hasil studi in silico menunjukkan adanya afinitas lebih tinggi dari semua senyawa uji dibandingkan amoxicillin pada penicillin-binding protein. Sementara itu, hasil studi in vitro menunjukkan nilai rata – rata diameter zona hambat (DZH) uji yaitu: 6,63 mm (40%); 6,67 (60%); 9,00 (80%) serta 13 mm (amoxicillin); serta uji protein leakage menunjukkan adanya kebocoran protein pada semua seri konsentrasi sampel dan standar amoxicillin. Analisis statistika menunjukkan ekstrak bakau kadar 80% memiliki aktivitas antibakteri dan protein leakage tertinggi, meskipun efeknya tidak sekuat amoxicillin. Berdasarkan hal tersebut, maka dapat disimpulkan ekstrak etanol bakau (R. stylosa) memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai agen antibakteri yang menargetkan kerusakan dinding sel. Kata Kunci: Rhizophora stylosa, antibakteri, molecular docking, in vitro
UJI AKTIVITAS INHIBISI ENZIM a-Glukosidase TERHADAP EKSTRAK ASETON, ETANOL, DAN METHANOL DAUN MANGROVE (Rhizopora Mucronata) SEBAGAI ANTIDIABETES: INHIBITION ACTIVITY OF a-Glucosidase ENZYME OF EXTRACTS ACETONE, ETHANOL, AND METANOL MANGROVE (Rhizopora mucronata) LEAF AS ANTIDIABETIC Like Efriani; Ismanurrahman Hadi; Ade Irawan; Mariam Ulfah; Teguh Adiyas Putra
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 4 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i4.651

Abstract

Diabetes mellitus tipe II merupakan kelainan metabolik yang disebabkan karena ketidakmampuan pankreas untuk memproduksi insulin sehingga menyebabkan hiperglikemia. Akarbose menjadi salah satu obat dalam pengobatan dari diabetes mellitus dengan cara menghambat inhibisi enzim a-glukosidase. Tanaman mangrove (Rhizopora mucronata) diketahui mempunyai senyawa fitokimia dengan berbagai aktivitas farmakologis. Tujuan dari peneltian ini adalah untuk mendapatkan informasi aktivitas penghambatan enzim a-glukosidase dari ekstrak metanol, etanol, dan aseton daun mangrove. Penelitian ini dilakukan dengan memaserasi simplisia daun mangrove pada pelarut metanol, etanol, dan aseton. Maserat yang didapatkan, diujikan secara kualitatif untuk mengidentifikasi kandungan golongan senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, dan terpenoid, lalu dilanjutkan dengan mengujikan inhibisi aktivitas dari enzim a-glukosidase dengan konsentrasi ekstrak 0,5; 1; 1,5; 2; dan 3 mg/mL menggunakan Microplate Elisa Reader dan dilanjutkan pengukuran absorbansi dengan spektrofotometer UV-Vis dengan panjang gelombang 405 nm. Hasil yang didapatkan menunjukkan maserat dari ketiga jenis pelarut tersebut terbukti memiliki kandungan senyawa golongan alkaloid, flavonoid, saponin, dan terpenoid. Uji aktivitas inhibisi menunjukkan aktivitas inhibisi dari ekstrak metanol (3,5 mg/mL), etanol (2,6 mg/mL), dan aseton (2,1 mg/mL). Ekstrak aseton memiliki aktivitas inhibisi paling baik karena semakin kecil nilai IC50 maka semakin baik aktivitas inhibisi pada enzim a-glukosidase. Berdasarkan hal tersebut, dapat disimpulkan bahwa ekstrak aseton mangrove memiliki aktivitas inhibisi paling baik dibandingkan kedua ekstrak lainnya.
ANTIOXIDANT ACTIVITY OF ROASTED KEDAWUNG SEED (Parkia timoriana) USING SCAVENGER FREE RADICAL DPPH METHOD Ismanurrahman Hadi; Teguh Adiyas Putra; Reza Alrayan; Arif Setiawansyah; Dewi Luthfiana; Perdana Priya Haresmita
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 4 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i4.932

Abstract

Kedawung seeds (Parkia timoriana) contain polyphenolics and flavonoids that can provide pharmacological activities, such as antioxidants. In several regions of Indonesia, kedawung seeds are preserved using the roasting method. This study aimed to analyze the effect of roasting on the content of phytochemical compounds and determine their antioxidant activity using the DPPH method. Roasted kedawung seeds were extracted using a maceration method in ethanol. Phytochemical screening was performed to qualitatively analyze the contents of several phytochemical compounds in the extract. The results showed that roasted kedawung seed extract contained alkaloids, flavonoids, saponins, and terpenoids. Antioxidant testing was performed using the DPPH method with ascorbic acid as a positive control. The IC50 value of ascorbic acid, P. timoriana seed and roasted seed of P. timoriana measured each 12.3 ppm; 20.6 ppm and 9.8 ppm; which categorized as strong antioxidant compounds. These results indicated an increase in the antioxidant effect after roasted seed processing. It concluded that the roasting process could enhance antioxidant effect of P. timoriana seed  Keywords: Kedawung seeds, roasted method, antioxidant, DPPH
Pemberdayaan Ibu-Ibu Rumah Tangga Gumulung Tonggoh Kabupaten Cirebon dalam Pembuatan Kutan Tea MARIAM ULFAH; ade irawan; ismanurrahman hadi
BAKTIMU : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/bm.v3i2.891

Abstract

Rambutan merupakan buah asli Indonesia yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Rambutan mengandung banyak senyawa metabolit sekunder dengan aktivitas farmakologis yang beranekaragam diantaranya adalah antioksidan, antikanker dan antibakteri. Sejauh ini, kulit rambutan tidak dimanfaatkan and dibuang sebagai limbah dari buah rambutan, walaupun sebenarnya kulit ini dapat dimanfaatkan untuk tujuan kesehatan. Tujuan dari program ini adalah untuk membuat produk tehkulit rambutan (KUTAN TEA). Target dari kegiatan ini adalah ibu-ibu rumah tangga Desa Gumulung Tonggoh Kabupaten Cirebon. Metode yang digunakan di dalam program ini mencakup tiga tahap yaitu sosialisasi kegiatan, penyuluhan tentang manfaat buah rambutan bagi kesehatan dan pelatihan pembuatan teh kulit rambutan (Kutan Tea). Adapun hasil dari program ini adalah meningkatnya pengetahuan warga desa akan manfaat buah rambutan hal ini dapat dilihat dari kegiatan pretestdan post test yang diberkan kepada peserta. Ibu-ibu rumah tangga desa Gumulung Tonggoh dapat membuat produk Kutan Tea dengan kualitas yang baik dari kulit buah rambutan.
Aaptamine Enhanced Doxorubicin Activity on B-Cell Lymphoma 2 (Bcl-2): A Multi-Structural Molecular Docking Study Setiawansyah, Arif; Susanti, Gita; Alrayan, Reza; Hadi, Ismanurrahman; Ikhlas Arsul, Muhammad; Luthfiana, Dewi; Wismayani, Leni; Hidayati, Nurul
Ad-Dawaa: Journal of Pharmaceutical Sciences Vol. 7 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/djps.v7i1.46796

Abstract

Doxorubicin, a widely used chemotherapeutic agent, targets Bcl-2, but its efficacy can be limited by drug resistance. Its combination with natural derived compound can be a therapeutic approach to overcome this problem. This study aimed to investigate the molecular interactions and binding affinities of aaptamine and doxorubicin with Bcl-2 using molecular docking simulations, and to evaluate the potential synergistic effects of their combination. Molecular docking studies were performed to predict the binding modes and affinities of aaptamine and doxorubicin along with their combination to Bcl-2. Molecular docking simulation results showed that aaptamine binds to the BH3 binding groove of Bcl-2, forming key interactions with residues like Asp70, Tyr67, Phe112 and Glu111. Aaptamine stabilized the binding of doxorubicin to Bcl-2 through hydrophobic bonding and van der Waals interactions, resulting in enhanced binding affinity. The combination of aaptamine and doxorubicin exhibits synergistic anticancer effects by enhancing the binding affinity of doxorubicin to Bcl-2. Molecular docking simulations provided insights into the stabilizing interactions between aaptamine, doxorubicin, and Bcl-2, suggesting a potential strategy for overcoming Bcl-2-mediated drug resistance in cancer. However, further in vitro investigation is needed to be implemented.
Formulasi dan evaluasi sediaan masker gel peel-off ekstrak aseton bekatul padi (Oryza sativa) kombinasi dengan minyak atsiri kulit jeruk Bali (Citrus maxima) Hadi, Ismanurrahman; Aulia, Diva; Irawan, Ade
Borobudur Pharmacy Review Vol 3 No 2 (2023): August-Dec
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/bphr.v3i2.9820

Abstract

Rice bran (Oryza sativa) is a layer of bran that is separated from the rice during removal during milling. In some literature, it is stated that rice bran has ingredients such as B complex vitamins, B15, vitamin E, protein, minerals, fat, fiber, calcium, essential amino acids and phenolic acids. This study aims to determine the formulation for gel peel-off masks with the active ingredient of rice bran acetone extract combined with grapefruit peel essential oil with concentrations of 5, 10, 15% (F1 without extract and F2, F3 and F4, each extract concentrations of 5%, 10%, and 15 %). Physical evaluation of peel-off gel mask preparations was carried out by organoleptic test, pH test, homogeneity test, drying time test, spreadability test, adhesion test; followed by a hedonic (favorite) test. The results of the evaluation of physical properties show that the formulas F1, F2, F3 and F4 have good physical properties and appearance. The hedonic test conducted showed that the panelists liked the peel-off gel mask preparation with the F2 formula the most. Based on this, it can be concluded that, the best formula is F2 ( 5% extract).
Aktivitas Antibakteri Fraksi n-Heksana Kulit Nanas (Ananas comosus) Terhadap Bakteri Staphylococus aureus Dan Escherichia coli Ulfah, Mariam; Hadi, Ismanurrahman; oliviana, Resya
HERBAPHARMA : Journal of Herb Farmacological Vol. 6 No. 1 (2024): Volume 6 Nomor 1 Juni 2024
Publisher : STIKes Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55093/herbapharma.v6i1.403

Abstract

Kulit nanas (Ananas comosus) di Indonesia umumnya hanya dibuang begitu saja sebagai limbah, padahal kulit nanas memiliki senyawa kimia yang berpotensi sebagai antibakteri. Kulit nanas mengandung senyawa flavonoid, tanin, vitamin C, karotenoid, alkaloid, terpenoid dan saponin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan senyawa metabolit sekunder fraksi n-heksana kulit nanas dan melakukan uji antibakteri terhadap fraksi n-heksana kulit nanas. Penelitian ini dilakukan secara eksperimen, kulit nanas diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96% kemudian di fraksinasi dengan metode partisi menggunakan pelarut n-heksan. Fraksi n-heksana dengan konsentrasi 25%, 50% dan 75% kemudian diuji antibakterinya. Kloramfenikol digunakan sebagai kontrol positif dan DMSO sebagai kontrol negatif. Uji antibakteri dilakukan dengan metode difusi cakram.  Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa fraksi n-heksana kulit nanas mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, terpenoid. Hasil uji antibakteri fraksi n-heksana kulit nanas menunjukkan bahwa fraksi n-heksana kulit nanas dengan konsentrasi 75% dapat menghambat bakteri S. aureus dengan nilai zona hambat 12 mm dan terhadap bakteri E. coli dengan zona hambat 12 mm dimana aktivitas antibakteri ini dikategorikan kuat. Dari penelitian ini didapatkan bahwa kulit nanas memiliki potensi yang sangat baik sebagai agen antibakteri dari bahan alam.   ABSTRACTPineapple peel (Ananas comosus) in Indonesia is commonly discarded as waste; however, it contains chemical compounds that have potential as antibacterial agents. Pineapple peel contains flavonoids, tannins, vitamin C, carotenoids, alkaloids, terpenoids, and saponins. This study aims to identify the secondary metabolite compounds in the n-hexane fraction of pineapple peel and to conduct antibacterial tests on this fraction. The research was experimental; pineapple peel was extracted using maceration with 96% ethanol as the solvent, followed by fractionation using n-hexane. The n-hexane fractions at concentrations of 25%, 50%, and 75% were then tested for antibacterial activity. Chloramphenicol served as a positive control, and DMSO as a negative control. Antibacterial testing was performed using the disc diffusion method. The results indicated that the n-hexane fraction of pineapple peel contains alkaloids, flavonoids, saponins, and terpenoids. Antibacterial testing of the n-hexane fraction showed that the 75% concentration inhibited S. aureus and E. coli bacteria with zones of inhibition measuring 12 mm, indicating strong antibacterial activity. This study demonstrates that pineapple peel has great potential as a natural antibacterial agent.
FORMULASI DAN EVALUASI SEDIAAN SABUN MANDI PADAT EKSTRAK ASETON KULIT NANAS MADU (Ananas comosus (L) merr) Hadi, Ismanurrahman; Alfayyasy, Akhmad Irfan; Ulfah, Mariam
HERBAPHARMA : Journal of Herb Farmacological Vol. 5 No. 2 (2023): Volume 5 Nomor 2 Desember 2023
Publisher : STIKes Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55093/herbapharma.v5i2.409

Abstract

Kulit nanas madu (Ananas comosus (L) merr) merupakan limbah dari kulit nanas yang sering tidak termanfaatkan. Kulit nanas madu diketahui kaya akan flavonoid yang berperan sebagai antioksidan yang mampu melindung kulit dari paparan radikal bebas. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan ekstrak aseton kulit nanas madu menjadi sedian topikal sabun mandi padat. Kulit nanas madu diekestrak menggunakan pelarut aseton, lalu diujikan kandungan fitokimianya. Hasil skrining fitokimia menunjukan ekstrak aseton kulit nanas madu positif mengandung flavonoid, saponin, alkaloid dan tanin. Ekstrak diformulasikan menjadi sabun mandi padat dengan konsentrasi 0% (F1), 1% (F2), 3% (F3) ekstrak. Hasil evaluasi menunjukkan karakteristik fisik sabun padat memiliki bentuk padatan solid disertai aroma khas nanas. Selain itu, hasil uji pH dan stabilitas busa berada pada rentang yang baik (pH 9; stabilitas busa selama 5 menit). Meskipun begitu, hasil uji homogenitas menunjukkan adanya ketidakhomogenitasan pada semua rentang konsentrasi. Pada uji kesukaan semua responden menunjukkan adanya kecenderungan suka pada fomula F2. Hasil yang didapat menunjukan formula terbaik dan paling disukai konsumen adalah pada kadar zat aktif 1%.
Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Aseton Kulit Nanas Madu (Ananas comosus (L) Merr.) Menggunakan Metode DPPH (2,2-Diphenyl-1-picilhidrazyl) Hadi, Ismanurrahman; Prihatiningsih, Sherly; Ulfah, Mariam
HERBAPHARMA : Journal of Herb Farmacological Vol. 6 No. 1 (2024): Volume 6 Nomor 1 Juni 2024
Publisher : STIKes Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55093/herbapharma.v6i1.411

Abstract

Antioksidan memegang peranan yang sangat penting dalam kesehatan tubuh manusia karena mampu mencegah atau menetralkan reaksi oksidatif yang melibatkan radikal bebas. Salah satu buah yang berpotensi sebagai antioksidan adalah nanas madu (Ananas comosus (L) Merr.). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengujikan aktivitas antioksidan dari kulit nanas madu menggunakan metode 2,2-Diphenyl-1-picilhidrazyl (DPPH). Ekstraksi kulit nanas madu dilalakukan dengan pelarut aseton. Setelah itu ekstrak diidentifikasi senyawa fitokimianya meliputi golongan flavonoid, alkaloid, tanin dan saponin. Hasil identifikasi menunjukkan ekstrak aseton kulit nanas madu positif mengandung flavonoid, alkaloid, saponin dan tanin. Pengujian lanjutan dilakukan untuk mengujikan aktivitas antioksidannya menggunakan metode DPPH. Hasil yang didapat ekstrak aseton kulit nanas madu memiliki nilai IC50 sebesar 42,75mg/mL. Berdasarkan hasil tersebut, ekstrak kulit nanas madu memiliki aktivitas antioksidan yang kuat.
Formulation of Shampoo from Rice Bran Extract (Oryza sativa) and Essential Oil Pomelo Peel (Citrus maxima) Hadi, Ismanurrahman; Silviyani, Amerta; Ulfah, Mariam
Journal of Fundamental and Applied Pharmaceutical Science Vol 4, No 2 (2024): February
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jfaps.v4i2.19328

Abstract

Rice bran (Oryza sativa) is a by-product of rice processing that contains bioactive terpenoid compounds such as oryzanol. This compound has many pharmacological effects such as antioxidant, anti-fungal, anti-bacterial, etc. On the other hand, the essential oil of pomelo peel (Citrus maxima) has a refreshing aroma and also contains a variety of phytochemicals that are efficacious as antioxidants. This study aims to identify optimal formulations of shampoo with a combination of acetone extract from rice bran and essential oil of pomelo peel. Rice bran was extracted using acetone solvent, while essential oil from pomelo peel was obtained by distillation. Phytochemical screening of acetone extract showed the presence of terpenoids, flavonoids, alkaloids, tannins, and saponins. The extracts and essential oil were formulated into shampoo into 4 groups (FI, FII, FIII, FIV), which respectively contained 0%, 10%, 15%, and 20% extract. The results showed the evaluation of the best physical shampoo in Formula III because volunteers preferred Formula III and its better foam stability. Based on these results, it can be concluded that the acetone extract of rice bran and the essential oil of pomelo  peel could be formulated into good shampoo.