Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Dosis Herbisida Ethoxysulfuron 15 WG Terhadap Gulma, Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Padi Varietas Ciherang Dedi Widayat; Dani Riswandi; Aty Fujiaty Setiawan
Agrologia Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Faculty of Agriculture, Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/a.v6i2.170

Abstract

Weeds in rice fields decrease the quantity and quality of yield. One of the methods used to control weeds is chemical herbicide. The objective of this research was to find out the effective dosages of herbicide Ethoxysulfuron 15 WG on weeds growth as well as growth and yield of rice plants var. Ciherang. This experiment was used Randomized Block Design with seven treatments and four replication. The Ethoxysulfuron doses trated to rice field  6 g/ha,  9 g/ha, 12 g/ha, 15 g/ha and 18 g/ha. The two control treatments were  mechanical weeding, and without weeding and herbicide. The experimental result showed that Ethoxusylfuron herbicide with the dosage of 9 g/ha could suppress the growth of weed Ludwigia adscendens, Ludwigia perrenis, Fimbristylis miliacea,other weeds, and total weeds and give a good impact on yield of rice plants.
EFEKTIVITAS HERBISIDA PARAQUAT DIKLORIDA 140 G/L TERHADAP PENEKANAN GULMA, PERTUMBUHAN, DAN HASIL JAGUNG (Zea mays L.) Yayan Sumekar; Dedi Widayat; Ika Aprillia
Agrivet : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian dan Peternakan (Journal of Agricultural Sciences and Veteriner) Vol. 9 No. 1 (2021): Juli
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (523.623 KB) | DOI: 10.31949/agrivet.v9i1.1147

Abstract

Maize (Zea mays L.) is one of the cereal group's commodities with high economic value because of its position as the main source of carbohydrates and protein after rice. The problem that often occurs in maize cultivation and greatly affects maize productivity is weeds. Chemical weed control using herbicides in large crop areas can be the right choice because it can save production costs and reduce damage to soil structures. Paraquat dichloride herbicide is a non-selective contact herbicide, which has the characteristic that when exposed to sunlight the herbicide molecules react to produce hydrogen peroxide which damages cell membranes and all plant organs, causing the plant to burn. This herbicide can control grass and broadleaf weeds. The research conduct from March - July 2020 at the Ciparanje experimental field, Faculty of Agriculture, Padjadjaran University. The treatment design used a Randomized Block Design (RBD) with 7 treatments, namely: Paraquat dichloride 140 g/l at a dose 1.00 l/ha; Paraquat dichloride 140 g/l dose 1.25l/ha; Paraquat dichloride 140 g/l dose 1.50 l/ha; Paraquat dichloride 140 g/l dose 1.75 l/ha; Paraquat dichloride 140 g/l at a dose of 2.00 l/ha; Manual Weeding; Control (No Treatment). The difference in trials using the F test and tested using the Duncan test at the 5% real level. The results showed that applying the herbicide Paraquat dichloride 1.00 l/ha - 2.00 l/ha could control weeds in maize cultivation up to 6 weeks after application and positively affect the growth yield of maize.
EFEKTIVITAS HERBISIDA PIRAZOSULFURON ETIL TERHADAP GULMA SERTA PENGARUHNYA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL PADI SAWAH (Oryza sativa L.) Dedi Widayat; Yayan Sumekar; Michael; Yuyun Yuwariah
Agrivet : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian dan Peternakan (Journal of Agricultural Sciences and Veteriner) Vol. 9 No. 1 (2021): Juli
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (774.254 KB) | DOI: 10.31949/agrivet.v9i1.1148

Abstract

Gulma merupakan salah satu kendala utama dalam produksi padi sawah. Gulma menurunkan kualitas dan kuantitas hasil tanaman padi sawah sehingga gulma harus dikendalikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas herbisida berbahan aktif Etil pirazosulfuron 20% untuk mengendalikan gulma padi sawah. Percobaan dilaksanakan di SPLPP Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran Ciparay, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Jawa Barat pada bulan November 2018 sampai Maret 2019. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok satu faktor dengan tujuh perlakuan dan empat ulangan. Percobaan terdiri dari lima perlakuan herbisida berbahan aktif Etil pirazosulfuron 20% dengsan dosis 12 g/ha, 16 g/ha, 20 g/ ha, 24 g/ha, pengendalian gulma manual, dan tanpa pengendalian gulma. Hasil menunjukkan bahwa aplikasi herbisida berbahan aktif Etil pirazosulfuron 20% mulai dosis 16-16 g/ha mampu menekan pertumbuhan gulma Ludwigia octovalis, Marsilea crenata, Monochoria vaginali, Sphenoclea zeylanica, Cyperus iria, gulma species lain dan gulma total, serta menghasilkan produksi padi yang lebih optimal. Kata kunci : herbisida, Etil pirazosulfuron 20%, gulma, padi sawah
Pengaruh Dosis Herbisida Campuran Penoksulam Dan Pretilaklor Terhadap Gulma, Pertumbuhan Dan Hasil Padi Sawah Yayan Sumekar; Dedi Widayat
Agrivet : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian dan Peternakan (Journal of Agricultural Sciences and Veteriner) Vol. 10 No. 2 (2022): Desember
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/agrivet.v10i2.2886

Abstract

Gulma adalah kendala biotik utama yang dapat mengakibatkan penurunan hasil gabah pada padi sawah. Teknik pengendalian secara kimia memberikan pengaruh yang cepat serta biaya yang lebih rendah sehingga lebih efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mencari dosis herbisida campuran yang efektif dalam menekan pertumbuhan gulma sehingga meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman padi sawah. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus-Desember 2021 di Desa Ciluncat, Kecamatan Cangkuang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 7 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan terdiri dari; 5 dosis herbisida campuran Penoksulam 15 g/l + Pretilaklor 385 g/l (dengan dosis 1,00 l/ha, 1,50 l/ha, 2,00 l/ha, 2,50 l/ha, 3,00 l/ha), penyiangan manual, dan kontrol (tanpa penyiangan dan tanpa herbisida). Hasil penelitian menunjukkan bahwa herbisida campuran Penoksulam 15 g/l + Pretilaklor 385 g/l pada dosis 1,00 l/ha sampai dengan 3,00 l/ha efektif dalam menekan pertumbuhan gulma dominan Ludwigia octovalvis, Cyperus difformis, Fimbristylis miliacea, Ammania coccinea, Monochoria vaginalis, gulma lain, dan gulma total hingga 6 MSA serta tidak meracuni tanaman padi sawah. Seluruh dosis herbisida campuran menunjukkan pengaruh nyata terhadap tinggi tanaman pada 3 MSA, jumlah anakan pada 3 MSA dan 6 MSA, jumlah malai per rumpun, dan berat gabah kering giling sedangkan tinggi tanaman pada 6 MSA, jumlah bulir per malai, serta bobot 1000 butir tidak menunjukkan pengaruh yang nyata.
Pelatihan Teknologi Pertanian bagi Penyuluh Pertanian Kabupaten Majalengka Umar Dani; Sri Ayu Andayani; Ida Marina; Yayan Sumekar; Dedi Widayat; Uum Umiyati; Denny Kurniadie; Yuyun Yuwariah
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (572.612 KB) | DOI: 10.31949/jb.v4i1.4179

Abstract

Keberhasilan pembangunan pertanian ditentukan oleh kondisi sumberdaya alam, peran penyuluh pertanian dan kualitas sumberdaya manusia yang mendukungnya. Tujuan pelatihan ini adalah meningkatkan kapasitas dan kompetensi Penyuluh Pertanian Kabupaten Majalengka. Metode Pelatihan yang digunakan adalah ceramah, diskusi dan praktek lapangan. Hasil pelatihan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan dan sikap mengenai agribisnis dan teknologi budidaya dari 33%-80%, serta peningkatan kemampuan peserta dalam mempraktekan teknik aplikasi herbisida dari 33%-68%. Kesimpulan terdapat peningkatan pengetahuan, sikap dan keterampilan peserta kegiatan pelatihan teknologi pertanian bagi Penyuluh Pertanian Kabupaten Majalengka
Pengaruh Dosis Herbisida Isopropilamina Glifosat 480 SL untuk Pengendalian Gulma pada Budidaya Tanaman Eukaliptus (Eucalyptus sp.) Kurniadie, Denny; Widayat, Dedi; Sernita, Putri Intan
Agrikultura Vol 33, No 2 (2022): Agustus, 2022
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v33i2.40613

Abstract

Eukaliptus merupakan salah satu tanaman prioritas pada Hutan Tanaman Industri (HTI) yang memiliki banyak manfaat. Upaya peningkatan produksi eukaliptus dipengaruhi oleh keberadaan gulma yang merugikan karena menyebabkan adanya kompetisi dengan tanaman eukaliptus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas herbisida Isopropilamina Glifosat 480 SL untuk mengendalikan gulma umum pada pertanaman eukaliptus. Penelitian ini dilakukan di kebun eukaliptus, Desa Lebak Muncang, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan tujuh perlakuan dan empat ulangan. Perlakuan terdiri dari aplikasi herbisida Isopropilamina Glifosat 480 SL dosis 1,50 l/ha; 2,25 l/ha; 3,00 l/ha; 3,75 l/ha; 4,50 l/ha; penyiangan manual; dan kontrol (tanpa perlakuan pengendalian). Hasil penelitian menunjukkan bahwa herbisida Isopropilamina Glifosat 480 SL pada dosis 1,50 l/ha sampai 4,50 l/ha efektif dalam mengendalikan gulma daun lebar seperti Ageratum conyzoides dan Borreria alata, gulma rumput seperti Paspalum conjugatum dan Imperata cylindrica, serta gulma total pada budidaya tanaman eukaliptus hingga pengamatan 12 MSA dan tidak menimbulkan efek keracunan pada tanaman eukaliptus.
The application of Florpyrauxifen-benzyl 25 g/L, a new auxin synthetic herbicide, to control and inhibit the growth of water hyacinth weed (Eichhornia crassipes (Mart). Solms) Rezkia, Nita Nur; Kurniadie, Denny; Widayat, Dedi
Kultivasi Vol 22, No 3 (2023): Jurnal Kultivasi
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kultivasi.v22i3.45677

Abstract

Water hyacinth is an invasive species that spreads rapidly and causes several issues in aquatic habitats; therefore, efforts are required to eradicate weeds in aquatic ecosystems. Aquatic weed control in Indonesia using herbicide is very limited, so it can be an alternative for aquatic weed control management. This research goal was to examine the effectiveness of the herbicide with active agent Florpyrauxifen-benzyl 25 g/L in controlling and inhibiting the rapid growth of (E. crassipes). This research was carried out at the Ciparanje Greenhouse and Weed Science Laboratory, Faculty of Agriculture Universitas Padjadjaran, West Java, Indonesia, from August to October 2022. The experiment utilized a randomized block design (RBD) with eight treatments and four replications. The treatments consisted of herbicides with active ingredients Florpyrauxifen-benzyl 25 g/L doses of 5, 15, 25, 35, 45, herbicide 2,4-D DMA 825 g/L (1200), Penoxsulam 25 g/L (12.5) (g a.i/ha), and Control (Without Herbicide). According to the experiments, E. crassipes was effectively inhibited and controlled by the herbicide Florpyrauxifen-benzyl 25 g/L at a dose of 5 g a.i./ha. Florpyrauxifen-benzyl 25 g/L herbicide can inhibit relative growth rate, doubling time, number of leaves and clumps of E. crassipes up to 6 WAA. 
Pelatihan Teknologi Pertanian bagi Penyuluh Pertanian Kabupaten Majalengka Umar Dani; Sri Ayu Andayani; Ida Marina; Yayan Sumekar; Dedi Widayat; Uum Umiyati; Denny Kurniadie; Yuyun Yuwariah
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v4i1.4179

Abstract

Keberhasilan pembangunan pertanian ditentukan oleh kondisi sumberdaya alam, peran penyuluh pertanian dan kualitas sumberdaya manusia yang mendukungnya. Tujuan pelatihan ini adalah meningkatkan kapasitas dan kompetensi Penyuluh Pertanian Kabupaten Majalengka. Metode Pelatihan yang digunakan adalah ceramah, diskusi dan praktek lapangan. Hasil pelatihan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan dan sikap mengenai agribisnis dan teknologi budidaya dari 33%-80%, serta peningkatan kemampuan peserta dalam mempraktekan teknik aplikasi herbisida dari 33%-68%. Kesimpulan terdapat peningkatan pengetahuan, sikap dan keterampilan peserta kegiatan pelatihan teknologi pertanian bagi Penyuluh Pertanian Kabupaten Majalengka
Efektivitas Herbisida Pirazosulfuron Etil terhadap Gulma serta Pengaruhnya terhadap Pertumbuhan dan Hasil Padi Sawah (Oryza sativa L.) Dani, Umar; Sumekar, Yayan; Widayat, Dedi; Arifin, Mahfud
Jurnal Agroekoteknologi Tropika Lembab Vol 5, No 2 (2023): Agroekoteknologi Tropika Lembab Volume 5 Nomor 2 Februari 2023
Publisher : Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35941/jatl.5.2.2023.9978.143-151

Abstract

Gulma merupakan salah satu kendala utama dalam produksi padi sawah. Gulma menurunkan kualitas dan kuantitas hasil tanaman padi sawah sehingga gulma harus dikendalikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas herbisida berbahan aktif etil pirazosulfuron 20% untuk mengendalikan gulma padi sawah. Percobaan dilaksanakan di SPLPP Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran Ciparay, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Jawa Barat pada bulan November 2018 sampai Maret 2019. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok satu faktor dengan tujuh perlakuan dan empat ulangan. Percobaan terdiri atas lima perlakuan herbisida berbahan aktif etil pirazosulfuron 20% dengsan dosis 60; 80; 100; dan 120 g ha-1 , pembanding berupa herbisida formulasi lama dengan bahan aktif yang sama (80 g ha-1 ), pengendalian gulma manual dan tanpa pengendalian gulma. Hasil menunjukkan aplikasi herbisida berbahan aktif etil pirazosulfuron 20% dengan dosis 80 g ha-1 mampu menekan pertumbuhan gulmagulma Ludwigia octovalis, Marsilea crenata, Monochoria vaginali, Sphenoclea zeylanica, gulma teki Cyperus iria, gulma spesies lain dan gulma total, serta tidak menimbulkan fitotoksisitas terhadap tanaman padi.
The Effect of Herbicides and Cultivation Systems on Rice (Oryza sativa L.) Yield Umiyati, Uum; Widayat, Dedi; Natasya, Kezia Putri
Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia Vol 27, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jpti.73339

Abstract

The rice cultivation systems commonly used by farmers are the transplanted (called ‘Tapin’) and the direct-seeded (called ‘Tabela’) system. The Tabela system has many advantages over the Tapin system but has a weakness: the increase in weed population due to water conditions during transplantation. Therefore, weed management is necessary to increase rice yields. One way to control weeds is by applying herbicides. Using a single active ingredient herbicide continuously increases the chances for weeds to develop resistance against these active ingredients. Therefore, mixing herbicides with different active ingredients can be an alternative to improve weed management. This study aims to determine the effect of weed control and cropping systems to suppress weeds and provide the highest growth and rice yield. The research was conducted at the Agricultural Training and Development Research Center (Sanggar Penelitian Latihan dan Pengembangan Pertanian [SPLPP]) of the Faculty of Agriculture, Universitas Padjadjaran, Ciparay, Bandung Regency. This research was designed as a separate plot design with ten treatments and three replications with the main plot of cropping system and subplots of weed control. Weed management treatments consisted of bensulfuron-methyl 12% and bispyribac-sodium 18%; penoxsulam 15 g/L and pretilachlor 385 g/L; cyhalofop-butyl 100 g/L; manual weeding; and untreated control. Results that showed significant differences were tested using Duncan's test (DMRT) with α = 5%. Results showed that the Tabela system combined with bensulfuron-methyl 12% and bispyribac-sodium 18% suppressed weed growth and provided good growth and rice yield.