Claim Missing Document
Check
Articles

Penerapan Rendam Air Hangat Untuk Mengurangi Nyeri Dan Bengkak Kaki Pada Ibu Hamil Trimester III Melalui Media Video rinjani khazanah muthmainah; Karwati Karwati
Health Idea Vol 2, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Ide Insan Kreatif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63860/hi2106

Abstract

Kehamilan adalah suatu proses yang alamiah (fisiologis). Selama proses kehamilan itu berlangsung terjadi perubahan secara fisik yang dapat menimbulkan ketidaknyamanan terutama di trimester III diantaranya yaitu bengkak kaki. Menurut World Health Organization, pada tahun 2019 ada sekitar 80% ibu hamil trimester III memiliki bengkak kaki. Data Riskesdas 2018, sebanyak 2,7% wanita hamil mengalami bengkak kaki di indonesia. Di provinsi Jawa Barat diperkirakan sekitar 2,44% dari 100% ibu hamil masih mengalami bengkak kaki. Berdasarkan data dari PMB “N” Kota Cimahi, sejak Bulan Oktober - Desember Tahun 2023, terdapat 32 ibu hamil Trimester III dan sebanyak 7 orang ibu hamil mengeluh mengalami bengkak kaki. Salah satu cara untuk mengurangi bengkak kaki yaitu dengan rendam kaki menggunakan air hangat. Media yang digunakan dalam studi kasus ini adalah video, karena media video mempunyai daya tarik tersendiri, sehingga ibu dapat memperhatikan segala informasi yang disampaikan dan mudah memahami cara-cara rendam air hangat untuk meredakan bengkak kaki. Tujuan penelitian ini adalah memberikan asuhan komprehensif pada Ny. ”E” dari masa kehamilan hingga kontrasepsi. Metode yang digunakan adalah pendekatan studi kasus yang dilakukan pada Ny. ”E” G1P0A0 dimulai dari usia kehamilan 35 minggu sampai dengan ibu menggunakan kontrasepsi. Subjek penelitian yaitu Ny. ”E” yang mengalami ketidaknyamanan nyeri (skala nyeri No.3) dan bengkak kaki pada kehamilan trimester III. Hasil studi kasus menunjukan bahwa setelah diberikan terapi rendam air hangat setiap 15 menit selama 3 minggu 2 hari, nyeri (skala nyeri No. 0) dan bengkak kaki berkurang, sedangkan masa persalinan, nifas dan bayi baru lahir dalam keadaan normal. Kesimpulan dari studi kasus ini yaitu rendam air hangat efektif dalam mengurangi nyeri dan bengkak kaki pada Ny. ”E”. Saran dari studi kasus ini adalah asuhan rendam air hangat bisa diberikan pada ibu hamil trimester III yang mengalami ketidaknyamanan nyeri dan bengkak kaki.Kata kunci: Nyeri dan Bengkak kaki, Rendam Air Hangat, Pemanfaatan Video
Pengaruh Peer Education terhadap Pengetahuan Remaja dalam Pencegahan HIV/AIDS di SMA Mitra Dharma Cililin Ismi Zulfa Ukhtina; Wulan Novika Ambarsari; Karwati Karwati
Health Idea Vol 3, No 3 (2025): Desember 2025
Publisher : Ide Insan Kreatif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63860/hi3304

Abstract

ABSTRACT English Peer education is educational education carried out by teenagers, by teenagers, and for teenagers which is carried out openly to express their problems with friends their age. HIV (Human Immunodeficiency Virus) is a virus that attacks T lymphocyte cells and produces the immune system so that the body's immunity is damaged and susceptible to infectious factors. Meanwhile, AIDS (Aquired Immunoeficiency Syndrome) is a disease caused by the HIV virus in which several signs of disease appear which are caused by infection with various types of microorganisms such as bacterial, viral and fungal infections. The aim of this research was to determine the effect of peer education on teenagers' knowledge in preventing HIV/AIDS at SMA Mitradharma Cililin. This research method uses a quantitative research design using a pre-experimental design method with one group pretest posttest type. The research population was all 79 grade 11 students, and the sample size was 51 respondents. The results of this study were analyzed using the Marginal Homogeneity test, showing that there was an influence of peer education on adolescent knowledge in preventing HIV/AIDS at Mitradharma Cililin High School, with a P value (0.000) < a 0.05. The conclusion of this research is that there is an influence of peer education on teenagers' knowledge in preventing HIV/AIDS. The suggestion in this research is that it can be used as a routine health education program regarding HIV/AIDS. ABSTRAK IndonesiaPeer education (pendidik sebaya) merupakan edukasi pendidikan yang dilakukan dari remaja, oleh remaja, dan untuk remaja yang dilakukan secara terbuka untuk mengungkapkan permasalahannya dengan teman teman seusianya. HIV (Human Immunodeficiency Virus) merupakan virus yang menyerang sel limfosit T dan melemahkan system kekebalan tubuh sehingga kekebalan tubuh rusak dan rentan terhadap factor infeksi. Sedangkan AIDS (Aquired Immunoeficiency Syndrome) merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus HIV yang dimana munculnya beberapa tanda gejala penyakit yang disebabkan oleh infeksi berbagai jenis mikroorganisme seperti, infeksi bakteri, virus, jamur. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh peer education terhadap pengetahuan remaja dalam pencegahan HIV/AIDS di SMA Mitradharma Cililin. Metode penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kuantitatif menggunakan metode pre-experimental desain dengan tipe one group pretest posttest. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas 11 sebanyak 79 siswa, dan jumlah sampel yaitu sebanyak 51 responden. Hasil penelitian ini dianalisis menggunakan uji Marginal Homogeneity menunjukkan terdapat pengaruh peer education terhadap pengetahuan remaja dalam pencegahan HIV/AIDS di SMA Mitradharma Cililin, dengan nilai P (0.000) < a 0,05. Kesimpulan penelitian ini terdapat pengaruh peer education terhadap pengetahuan remaja dalam pencegahan HIV/AIDS. Saran dalam penelitian ini yaitu dapat dijadikan salah satu program pendidikan kesehatan secara rutin mengenai HIV/AIDS. 
GAMBARAN TINDAKAN AWAL REMAJA PUTRI TERHADAP JENIS PELECEHAN SEKSUAL Dini Auliya Azfariska; Selvia Selvia; Karwati Karwati
Health Idea Vol 1, No 3 (2023): Desember 2023
Publisher : Ide Insan Kreatif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63860/hi1301

Abstract

Remaja adalah mereka yang mengalami masa peralihan dari masa anak-anak menuju masa dewasa, yaitu antara usia 12 hingga usia 20 tahun. Pelecehan seksual terhadap remaja putri mengalami peningkatan setiap tahunnya. Dijumpai kasus-kasus pelecehan remaja putri seperti pelecehan gender, perilaku menggoda, penyuapan seksual, pemaksaan seksual, sentuh bagian tubuh dengan sengaja ataupun tidak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tindakan awal remaja putri terhadap pelecehan seksual  di SMA wilayah kelurahan Leuwigajah. Penelitian ini menggunakan rancangan kuantitatif. Sampel penelitian yaitu remaja putri pada bulan Mei 2023 sebanyak 83 orang dengan teknik pengambilan sampel yaitu probability sampling dengan metode stratified random sampling. Hasil jenis pelecehan seksual: pelecehan gender sebanyak 35 orang (42,2%), pelecehan perilaku menggoda 16 orang (19,3%), pelecehan penyuapan seksual 12 orang (14,5%), pelecehan pemaksaan seksual 1 orang (1,2%), pelecehan sentuh bagian tubuh 19 orang (22,9%). Tindakan awal yang dilakukan: diam saja sebanyak 24 orang (28,9%), melaporkan pada keluarga/teman/orang terdekat sebanyak 32 orang (38,6%), melaporkan pada guru sebanyak 5 orang (6,0%), melaporkan pada pihak berwajib/polisi sebanyak 9 orang (10,8%), melawan 13 orang (15,7%). Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa jenis pelecehan terbanyak yang dialami remaja putri yaitu pelecehan gender sebanyak 35 orang (42,2%) dan tindakan awal yang dilakukan remaja putri adalah melaporkan pada keluarga/teman/orang terdekat sebanyak 32 orang (38,6%). Pemberian informasi langsung kepada remaja putri akan sangat mempengaruhi pengetahuan dan sikap mereka dalam mencegah pelecehan seksual terhadap dirinya.
METODE KOMPRES HANGAT GUNA MENGURANGI SAKIT PINGGANG DENGAN PEMANFAATAN VIDEO PADA IBU HAMIL TRIMESTER III DI KLINIK “A” KABUPATEN BANDUNG TAHUN 2024 Rina Saleha; Karwati Karwati Karwati
Health Idea Vol 2, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Ide Insan Kreatif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63860/hi2102

Abstract

Pada kehamilan trimester III sering terjadi ketidaknyamanan seperti sakit pinggang. Hal ini menyebabkan kualitas tidur yangburuk, namun nyeri pinggang dapat diatasi dengan pengobatan non farmakologi, salah satunya dengan kompres hangat.Berdasarkan data di Klinik “A” Kabupaten Bandung, sejak 10 Oktober 2023 sampai 2 Desember 2023, dari 25 ibu hamilterdapat 48% mengalami nyeri pinggang dan kebanyakan ibu tidak tahu cara mengatasinya. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui asuhan kebidanan guna mengurangi nyeri pinggang pada ibu hamil trimester III menggunakan pemanfaatanvideo kompres hangat. Metode penelitian menggunakan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data pada penelitian inimenggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Subjek pada pengasuhan kebidanan ini adalah Ny. “Tidak pada usia G1P0A0kehamilan 34 minggu dengan keluhan nyeri pinggang. Hasil penelitian menunjukkan bawa pada masa kehamilan yang dilakukankompres hangat. Setelah kompres hangat dilakukan, keluhan nyeri pinggang berkurang dan ibu merasa nyaman. Kesimpulanstudi kasus yang diberikan pada masa kehamilan Ny. “N” sudah sesuai teori dan efektif untuk mengatasi ketidaknyamanansakit pinggang. Harapan pengasuhan kebidanan komprehensif ini dapat digunakan pada ibu hamil dengan keluhan nyeripinggang dengan menggunakan kompres hangat serta pemanfaatan video kompres hangat.
Pengaruh Pemberian Terapi Komplementer Air Rebusan Daun Binahong Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Lansia Finda Putri Wulandari; Moch Ari Fardiansyah; Karwati Karwati
Health Idea Vol 2, No 3 (2024): Desember 2024
Publisher : Ide Insan Kreatif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63860/hi2302

Abstract

ABSTRACT Increased blood pressure is one manifestation of the generation of cardiovascular organs in the elderly. Hypertension sufferers must control blood pressure non-pharmacologically by drinking decoction water from binahong leaves. Binahong leaves are useful for preventing narrowing of blood vessels and reducing high blood pressure. The aim of this study is to determine the effect of providing complementary therapy with decoction water from binahong leaves on reducing blood pressure in the elderly at the Cibeureum health center working area. This study method is a quasi-experiment with a two group pre-test and post-test with control group design. The sample studied was 30 respondents using purposive sampling technique. The results of this study show that there is an effect of giving decoction water from binahong leaves on reducing blood pressure in the elderly in Cibeureum subdistrict from 15 respondents for the systolic variable with a p-value of 0.000 and for the diastolic variable, the value was 0.002. The systolic and diastolic variables, the p-value is < α (0.05). In conclusion, it can be concluded that there is an effect of providing complementary therapy with decoction water from binahong leaves on reducing blood pressure significantly in the target area Cibeureum public health center.  Keywords: hypertension; elderly; decoction of binahong leavesABSTRAK Peningkatan tekanan darah merupakan salah satu manifestasi dari generasi organ kardiovaskular pada lansia. Penderita hipertensi harus mengendalikan tekanan darah secara non-farmakologi dengan meminum air rebusan daun binahong. Daun binahong bermanfaat untuk mencegah penyempitan pembuluh darah dan menurunkan tekanan darah tinggi. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh pemberian terapi komplementer air rebusan daun binahong terhadap penurunan tekanan darah pada lansia di wilayah kerja puskesmas cibeureum. Metode penelitian ini adalah quasi-eksperiment dengan rancangan two group pre and post with control group design. Sampel yang diteliti sebanyak 30 responden dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat pengaruh pemberian air rebusan daun binahong terhadap penurunan tekanan darah pada lansia di wilayah kerja puskesmas Cibeureum dari 15 responden pada variabel sistolik nilai p 0,000 dan pada variabel diastolik diperoleh nilai 0,002. Pada variabel sistolik maupun diastolik nilai p < α (0,05). Kesimpulan dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh pemberian terapi komplementer air rebusan daun binahong terhadap penurunan tekanan darah secara signifikan di wilayah puskesmas Cibeureum. Kata kunci: hipertensi; lansia; rebusan daun binahong
Hubungan Merokok Dengan Kesehatan Gigi Pada Perokok Aktif Di RW 02 Desa Mekarjaya Iqbal Aditiya Robbani; Dianto Dianto; Karwati Karwati
Health Idea Vol 3, No 2 (2025): Agustus 2025
Publisher : Ide Insan Kreatif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63860/hi3202

Abstract

Merokok adalah membakar tembakau yang kemudian dihisapnya, baikmenggunakan rokok maupun menggunakan pipa. Kebiasaan merokok berdampakburuk pada kesehatan, salah satunya kesehatan mengakibatkan gigi berubah warna,berlubang dan karies. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan merokokdengan kesehatan gigi pada perokok aktif. Metode penelitian ini adalah analitikcross sectional menggunakan metode Simple Random Sampling. Populasipenelitian ini adalah perokok aktif dengan sampel 76 responden. Hasil penelitianini didapatkan 20 responden (26,3%) merokok ringan dan kesehatan gigi baik, 23responden (30,3%) merokok sedang dan kesehatan gigi buruk, 33 responden(43,4%) merokok berat dan kesehatan gigi buruk. Hasil Analisa menggunakan UjiChi Square dengan tingkat kepercayaan 5% didapatkan nilai p-value 0,000 < a 0,05,dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan merokok dengan kesehatan gigi padaperokok aktif. Penelitian ini diharapkan menjadi bahan masukan untuk programpengabdian masyarakat atau promosi kesehatan tentang merokok dan kesehatangigi.Kata Kunci : Merokok, Kesehatan Gigi , Perokok Aktif
Efektivitas Senam Kegel pada Ny. “M” G2P1A0 Melalui Media Video untuk Mengurangi Frekuensi Buang Air Kecil pada Trimester III di PMB “P” Kota Cimahi Tahun 2025 Hasna Alya Mupida Zakiyah; Karwati Karwati; Yosi Oktri
Health Idea Vol 3, No 3 (2025): Desember 2025
Publisher : Ide Insan Kreatif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63860/hi3302

Abstract

Frekuensi buang air kecil yang meningkat merupakan masalah fisiologis dan dianggap normal terjadi pada ibu hamil trimester III dan dikatakan mengeluh sering buang air kecil jika frekuensinya lebih dari 8 kali dalam sehari. Menurut survey di PMB “P” dari 20 ibu hamil, sebanyak 5 ibu hamil mengalami ketidaknyamanan sering buang air kecil di trimester III. Ketidaknyamanan ini jika tidak teratasi akan mengganggu terhadap kualitas tidur dan berpengaruh terhadap organ reproduksi terutama pada daerah vagina yang bisa menyebabkan infeksi. Senam kegel merupakan salah satu asuhan non farmakologi untuk meningkatkan kekuatan dan ketahanan otot dasar panggul, memperkuat kemampuan otot untuk berkontraksi dan meregang. Tujuan penelitian ini adalah memberikan asuhan senam kegel pada masa kehamilan menggunakan media video untuk mengatasi peningkatan frekuensi buang air kecil. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data melalui wawancara dan observasi. Subjek penelitian adalah Ny. “M” usia 34 tahun G2P1A0 usia kehamilan 36 minggu dengan keluhan sering buang air kecil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa senam kegel dengan pemanfaatan media video yang dilakukan tiga kali dalam sehari selama 14 hari berhasil mengatasi keluhan sering buang air kecil yaitu dari 11–13 kali/hari menjadi 4–5 kali/hari dan membuat ibu merasa lebih nyaman. Hal ini sesuai dengan teori bahwa senam kegel efektif dalam mengatasi keluhan sering buang air kecil. Senam kegel yang dilakukan secara rutin dapat mengatasi keluhan sering buang air kecil. Asuhan senam kegel ini dapat dilakukan oleh semua ibu hamil yang mengalami keluhan sering buang air kecil pada trimester III.Kata kunci: Buang Air Kecil; Kegel; Video
Efektivitas Pemberian Sari Kacang Hijau Dalam Pelayanan Home Care Postpartum Terhadap Kualitas Asi (Air Susu Ibu) Kistina Sinaga; Wulan Novika Ambarsari; Karwati Karwati
Health Idea Vol 3, No 1 (2025): April 2025
Publisher : Ide Insan Kreatif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63860/hi3102

Abstract

ABSTRACT The impact  when breast milk  not given to infant is nutrient deficiencies. The Diseases caused by poor nutrition include stunting (23%), pneumonia (20%), and diarrhea (15%). Various initiatives, including exclusive breastfeeding from 0-6 months, have been implemented to reduce Infant Mortality Rate (IMR). According to DINKES West Java Province reported 349,968 infant  aged 0–6 months out of 754,438 infant aged 0–6 months (46.4%) who were given exclusive breast milk. This coverage is still far below the national target of 80%. Prevention of malnutrition, stunting and diarrhea in toddlers is one of the benefits of exclusive breastfeeding. The aim of this study is to find out that there is an effect of giving green bean juice in Postpartum Home Care services on the quality of breast milk. This study method uses a Quasi-Experimental study plan (Quasy-Experimental). The sample used was 14 respondents. One group pre-test-post-test study design. The pre-test results show that the average quality of breast milk is 2.57 (Mean). The post-test results showed that the average quality of breast milk was 4.2. Data analysis using the Dependent simple T-Test statistical test, obtained a p-value of 0.004 < α = (0.05). The Simple T-Test (Paired Samples Test) obtained a p-value (0.004) α (0.05). The conclusion of this study there is an influence of giving green bean juice on the quality of breast milk the target area at Leuwigajah Public Health Center.Keywords: green bean juice; homecare; breast milk ABSTRAK  Dampak yang timbul ketika tidak diberikannya ASI pada bayi yaitu kekurangan nutrisi dan gizi. Penyakit yang disebabkan oleh gizi buruk antara lain stunting (23%), pneumonia (20%), dan diare (15%). Berbagai inisiatif, pemberian ASI eksklusif 0-6 bulan, telah dilaksanakan untuk menurunkan Angka Kematian Bayi (AKB). DINKES Provinsi Jawa Barat melaporkan 349.968 bayi usia 0–6 bulan dari 754.438 bayi usia 0–6 bulan (46,4%) diberikan ASI eksklusif. Cakupan ini masih jauh di bawah target nasional sebesar 80%. Pencegahan gizi buruk, stunting, dan diare pada balita merupakan salah satu manfaat pemberian ASI eksklusif. Tujuan penelitian ini adalah  untuk mengetahui apakah ada pengaruh dari pemberian sari kacang hijau dalam pelayanan Home Care Postpartum Terhadap Kualitas ASI (Air Susu Ibu). Metode Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian eksperimen semu (Quasy-Experimental). Sampel yang digunakan adalah sebanyak 14 responden. Desain penelitian one group pre-test-post-test Design. Hasil pre-test menunjukkan  rata-rata kualitas ASI nya yaitu 2.57 (Mean) . Hasil post-test menunjukkan  rata-rata kualitas ASI nya yaitu 4.2. Analisa Data menggunakan uji statistic Dependent  simple T-Test, diperoleh nilai p-value 0,004 < α = (0,05). Simple T-Test (Paired samples Test) diperoleh nilai p (0,004) α (0,05). Kesimpulannya terdapat pengaruh dari Pemberian Sari Kacang Hijau Terhadap Kualitas ASI (Air Susu Ibu) Di Wilayah Binaan Rw 09 Puskesmas Leuwigajah.Kata kunci: sari kacang hijau; homecare; air susu ibu (asi)
Modeling Dysmenorrhea Using PLS-SEM: The Role of Pain Frequency, Severity, and Self-Management among Female Health Students Karwati Karwati; Heru Santoso Wahito Nugroho
Ahmar Metastasis Health Journal Vol. 5 No. 4 (2026): Ahmar Metastasis Health Journal
Publisher : Yayasan Ahmad Mansyur Nasirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53770/amhj.v5i4.815

Abstract

Dysmenorrhea remains a common health issue among young women, yet limited studies have examined the behavioral structure underlying its burden, particularly among female health students. This study aimed to develop and test a structural behavioral model linking menstrual bleeding duration, pain frequency, pain severity, and primary self-management methods. A cross-sectional design was employed involving 215 female health students, with data collected through a structured questionnaire. The analysis was conducted using Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) to evaluate the relationships among variables. The findings indicate that menstrual pain frequency significantly predicts pain severity (p < 0.001) and the choice of primary self-management methods (p = 0.034). In contrast, menstrual bleeding duration showed no significant effect on either pain severity or self-management strategies. These results highlight that pain frequency is the key determinant in shaping dysmenorrhea burden and behavioral responses, providing a novel contribution to understanding self-management patterns among health students. The study suggests that interventions should prioritize managing pain frequency to reduce dysmenorrhea impact.
Association of Lubricants, Foreplay, and Communication with Lower Dyspareunia Pain among Perimenopausal Women Karwati Karwati; Damai Yanti; Sri Maryati; Rochmawati Rochmawati
Global Medical & Health Communication (GMHC) Vol. 14 No. 1 (2026): Accredited Sinta 2
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/gmhc.v14i1.9030

Abstract

Dyspareunia, or pain during sexual intercourse, is common among perimenopausal women, negatively affecting their quality of life, sexual satisfaction, and relationships. Limited observational data exists on non-pharmacological self-management strategies for pain relief, particularly in Indonesia. This study examines the associations between three self-management strategies—vaginal lubricants, enhanced foreplay, and couple communication—and the reduction of dyspareunia pain in Indonesian perimenopausal women. A cross-sectional study involving 63 women (aged 40–55) with dyspareunia who had used at least one self-management strategy for at least four weeks was conducted at Puskesmas Cimahi Utara, Cimahi, Indonesia, from January 2024 to June 2024. Participants were divided into four groups: lubricants (n=14), foreplay (n=30), communication (n=8), and combined approaches (n=11). Pain intensity was assessed using the Numerical Pain Rating Scale (NPRS). Pre-strategy scores were obtained retrospectively, and post-strategy scores reflected current pain levels. Welch ANOVA and Games-Howell post-hoc tests analyzed mean pain reduction across groups. Significant differences in pain reduction were found among the groups (F(3.59)=24.36, p<0.001, η2=0.553). Lubricants showed the greatest reduction in pain (mean=1.86±0.95 points; 95% CI=1.30–2.41), significantly more than communication (p=0.0295, Cohen's d=0.68) and approaching significance compared to foreplay (p=0.0542, Cohen's d=0.68). All groups reported statistically significant pain reductions. In conclusion, vaginal lubricant use led to the greatest reduction in self-management strategies for dyspareunia pain among perimenopausal women in Indonesia, outperforming enhanced and foreplay couple communication strategies.