Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

INTERNALISASI NILAI TOLERANSI MELALUI PEMBELAJARAN PAI PADA SISWA DI KELAS X AKUNTANSI KEUANGAN LEMBAGA I SMKS YPKP TIK SENTANI Hanif Larasati; Marwan Sileuw; A. Arif Rofiki
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 5 (2025): Oktober - November 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberagaman budaya, agama, dan sosial di Papua, khususnya di SMKS YPKP TIK Sentani, menghadirkan tantangan sekaligus peluang dalam pendidikan. Siswa Kelas X jurusan Akuntansi Keuangan Lembaga I berasal dari latar belakang yang heterogen, sehingga mereka rentan terhadap perilaku intoleran seperti mengejek teman sebaya, mengabaikan pendapat orang lain, atau berbicara saat guru sedang mengajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan guru Pendidikan Agama Islam (PAI), kepala sekolah, siswa, dan orang tua, observasi kelas, dan analisis dokumen sekolah. Proses analisis data dilakukan secara interaktif melalui tahapan reduksi data, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini menggunakan teori belajar sosial Bandura, teori sosiokultural Vygotsky, dan teori behavioris untuk memahami pola internalisasi nilai-nilai toleransi. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) keberagaman siswa kelas X Akuntansi Keuangan Lembaga I di SMKS YPKP TIK Sentani, yang terdiri dari 24 siswa dengan latar belakang agama dan etnis yang berbeda, menciptakan lingkungan belajar yang harmonis dan inklusif. (2) Proses internalisasi nilai-nilai toleransi dalam Pendidikan Agama Islam berlangsung dalam tiga tahap: penanaman nilai, dengan menanamkan konsep-konsep toleransi berdasarkan ajaran Islam, pembiasaan nilai, melalui pengamalan sikap toleran dalam interaksi sehari-hari, dan penguatan nilai, melalui penguatan positif dan evaluasi berkelanjutan. (3) Penelitian ini menunjukkan bahwa internalisasi nilai-nilai toleransi tercermin dalam ranah kognitif berupa pemahaman konseptual, ranah afektif melalui empati dan saling menghormati, serta ranah psikomotorik berupa kerja sama dan gotong royong di lingkungan sekolah.
Upaya Pembentukan Sikap Moderasi Beragama Mahasiswa Dalam Mata kuliah PAI di Universitas Yapis Papua Muttaqin, Muttaqin; Sileuw, Marwan; Zulihi, Zulihi; Taslim, Muh.
Equilibrium: Jurnal Pendidikan Vol. 14 No. 1 (2026): EQUILIBRIUM : JURNAL PENDIDIKAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/d8wwyn79

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh realitas sosial mahasiswa di Papua yang hidup dalam lingkungan multikultural sehingga rentan terhadap sikap intoleransi dan konflik antaragama. Matakuliah pendidikan agama Islam (PAI) di perguruan tinggi, khususnya di Universitas Yapis Papua (UNIYAP), memiliki peran strategis dalam membentuk sikap moderasi beragama mahasiswa. Moderasi beragama penting untuk mencegah sikap ekstrem, intoleransi, dan potensi konflik dikalangan mahasiswa. Rumusan masalah dalam penelitian ini mencakup Upaya Pembentukan Sikap Moderasi Beragama Mahasiswa dalam matakuliah PAI di Universitas Yapis Papua serta Faktor Pendukung dan Penghambat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan upaya pembentukan sikap moderasi beragama mahasiswa melalui matakuliah PAI di Universitas Yapis Papua, sekaligus menganalisis strategi yang diterapkan serta faktor yang memengaruhi keberhasilannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Subjek penelitian meliputi dosen PAI dan mahasiswa dari berbagai program studi dan berbagai latar belakang agama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam matakuliah PAI di Universitas Yapis Papua telah diupayakan untuk menanamkan nilai-nilai moderasi beragama, seperti toleransi, sikap adil dan menghargai perbedaan. pembinaaan dalam jam perkuliahan dan diluar jam perkuliahan, penyampaian materi PAI yang di integrasikan dengan moderasi beragama, keteladanan dan nasehat serta adanya pembiasaan kegiatan sosial dan seminar keagamaan. Strategi yang digunakan meliputi diskusi interaktif, studi kasus, serta pembelajaran berbasis proyek yang mendorong mahasiswa memiliki sifat inklusif. Faktor pendukung adalah keragaman lingkungan sosial kampus dan dukungan institusi, sedangkan faktor penghambat meliputi keterbatasan waktu perkuliahan dan perbedaan latar belakang mahasiswa. Kesimpulannya, mata kuliah PAI berkontribusi signifikan dalam membentuk sikap moderasi beragama mahasiswa, meskipun masih diperlukan strategi yang lebih inovatif dan berkelanjutan.
MODEL PELATIHAN DALAM PERBAIKAN KINERJA GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM PADA SEKOLAH MENENGAH ATAS DI KOTA JAYAPURA Sileuw, Marwan; Usman, Syahruddin; Mania, Siti; Mustamin, Muhammad Khalifah
Jurnal Diskursus Islam Vol 7 No 3 (2019): December
Publisher : Program Pascasarjana, UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v7i3.12530

Abstract

Penelitian ini mengelaborasi tentang model pelatihan dalam perbaikan kinerja guru Pendidikan Agama Islam pada Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kota Jayapura dengan variabel perencanaan pelatihan, Jenis Kegiatan Pelaksanaan pelatihan, Metode pelatihan, materi pelatihan, penentuan instruktur, Jadwal pelatihan, Sarana Pelatihan, Peserta Pelatihan dan Evaluasi pelatihan. Jenis penelitian ini tergolong penelitian kualitatif. Pendekatannya adalah fenomenologis. Sumber data dalam penelitian ini adalah Kepala Balai Diklat, Widyaiswara BDK, Staf BDK, Ketua MGMP, Sekertaris MGMP, Guru PAI, Kepala Sekolah. Metode Pengumpulan data digunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik pengolahan dan analisis datanya menggunakan yang disarankan oleh Miles dan Humberman yakni reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model Pelatihan yang di lakukan dalam perbaikan kinerja guru Pendidikan Agama Islam (PAI) Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kota Jayapura yang oleh Balai Pendidikan dan Pelatihan Keagamaan (BDK) Propinsi Papua,  Kementerian Agama Propinsi Papua adalah mengarah kepada model klasik, yakni model yang dilakukan dengan memenuhi aspek perencanaan, teknik pelaksanaan, metode, pelatihan, materi pelatihan, Instruktur pelatihan, Penjadwalan, peserta pelatihan, dan evaluasi pelatihan.