Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

PELATIHAN GURU DALAM MERANCANG MEDIA PEMBELAJARAN DIGITAL BERBASIS WEB DI SEKOLAH DASAR DARUT THOLABAH Mufarrahatus Syarifah; Gustilas Ade Setiawan; Putu Eka Suarmika; Nuris Hidayat; Pramita Tri Fernanda
MIMBAR INTEGRITAS : Jurnal Pengabdian Vol 4 No 1 (2025): JANUARI 2025
Publisher : Biro Administrasi dan Akademik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/mimbarintegritas.v4i1.5933

Abstract

Kegiatan pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan guru dalam merancang dan menggunakan media pembelajaran berbasis web #HaveAniesDay yang efektif, sehingga dapat mendukung proses belajar mengajar dengan memanfaatkan berbagai alat dan platform digital serta strategi pengembangan konten yang sesuai dengan kebutuhan kurikulum dan karakteristik siswa. Metode pada kegiatan ini menggunakan Participation Action Research (PAR). Hasil kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan guru sebesar 86% tentang media pembelajaran berbasis web #HaveAniesDay. Guru perlu meningkatkan lagi keterampilan dan kreatifitasnya dalam menyusun konsep untuk mendesain media berbasis web lainnya yang menarik dan relevan bagi siswa.
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PEMBELAJARAN DI SEKOLAH DASAR: KAJIAN KRITIS ATAS PERMENDIKBUDRISTEK NOMOR 16 TAHUN 2022 Nuris Hidayat; Dewa Bagus Sanjaya; I Gede Margunayasa
CERMIN: Jurnal Penelitian Vol 9 No 2 (2025): AGUSTUS - DESEMBER
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat - Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/cermin_unars.v9i2.6871

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi implementasi Permendikbudristek Nomor 16 Tahun 2022 tentang Standar Proses di Sekolah Dasar melalui pendekatan kualitatif deskriptif. Fokus kajian meliputi dinamika perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran, kapasitas guru, kejelasan bahasa kebijakan, partisipasi pemangku kepentingan, serta mekanisme pengawasan dan evaluasi. Hasil kajian mengungkapkan bahwa kebijakan ini memuat asumsi idealistik terkait kesiapan guru untuk merancang pembelajaran diferensiatif, melaksanakan asesmen formatif dan reflektif, serta membangun suasana kelas berbasis nilai. Di lapangan, implementasi terhambat oleh kesenjangan infrastruktur antarwilayah, minimnya panduan teknis operasional, bahasa regulasi yang normatif, dan rendahnya pelibatan aktor pendidikan lokal. Selain itu, ketegangan antara otonomi sekolah dan standar nasional menimbulkan interpretasi yang beragam. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini merekomendasikan: (1) peningkatan kapasitas guru secara kontekstual; (2) penyusunan Pedoman Teknis Operasional sebagai lampiran kebijakan; (3) penguatan forum konsultatif komunitas pendidikan; dan (4) reformasi sistem monitoring dan evaluasi berbasis refleksi. Kajian ini menegaskan perlunya kebijakan pembelajaran yang adaptif, partisipatif, dan responsif terhadap kondisi lokal agar transformasi Kurikulum Merdeka dapat berlangsung efektif dan berkeadilan.