Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Hubungan Asupan Zat Gizi Makro dengan Status Gizi Pasien Rawat Jalan Tuberkulosis Paru di RSUD Haji Provinsi Jawa Timur: The Correlation Between Macronutrient Intake and Nutritional Status Of Pulmonary Tuberculosis Outpatients At Haji Regional Hospital Sellyardi Putri, Nathania Zabrina; Satwika Arya Pratama; Cleonara Yanuar Dini; Wildan Alfira Gusrianto
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol. 17 No. 2 (2025): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jgk.v17i2.822

Abstract

Pulmonary tuberculosis patients have increase in Resting Energy Expenditure (REE) and metabolic disorders due to Mycobacterium tuberculosis infection, which tends to result in malnutrition. Macronutrients play an important role in providing energy to strengthen the immune system's ability to fight disease and improve the nutritional status of pulmonary tuberculosis patients. The study aimed to determine the correlation between macronutrient intake and the nutritional status of pulmonary tuberculosis outpatients at Haji Regional Hospital. This study was quantitative research with cross-sectional approach. The sampling technique used was purposive sampling, with 60 respondents. Macronutrients intake data were obtained through interviews using Semi-Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ), while nutritional status data were obtained by measuring height using a stadiometer and weight using a mechanical column scale. The analysis results showed that majority of respondents had inadequate macronutrient intake, with 90% of patients had deficient carbohydrate intake, 91,7% had deficient protein intake, and 55% had deficient fat intake. While 31,7% patients were undernourished, 53,3% had normal nutritional status, and the rest were overweight or obese. Pearson test showed that there is a correlation between carbohydrate intake (p=0.007), protein intake (p=0.041), and fat intake (p=0.000) with nutritional status. It can be concluded that there is a significant correlation between macronutrient intake and nutritional status of pulmonary tuberculosis outpatients at Haji Regional Hospital.   ABSTRAK Penderita tuberkulosis paru mengalami peningkatan Resting Energy Expenditure (REE) dan gangguan metabolisme tubuh akibat infeksi Mycobacterium tuberculosis, sehingga mereka cenderung memiliki status gizi kurang. Zat gizi makro memiliki peranan yang sangat penting dalam penyediaan energi, yang dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh dalam melawan penyakit serta meningkatkan status gizi pada pasien tuberkulosis paru. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara asupan zat gizi makro dengan status gizi pasien rawat jalan tuberkulosis paru di RSUD Haji Provinsi Jawa Timur. Studi ini adalah penelitian kuantitatif yang menggunakan pendekatan cross-sectional. Metode pengambilan sampel yang diterapkan adalah purposive sampling dengan jumlah sampel yang diperoleh sebanyak 60 responden. Data asupan zat gizi makro diperoleh melalui wawancara Semi Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ), sedangkan data status gizi diperoleh dari pengukuran tinggi badan menggunakan stadiometer dan berat badan dengan menggunakan timbangan kolom mekanik. Hasil analisis menunjukkan asupan zat gizi makro sebagian besar responden termasuk kategori kurang, yakni sebanyak 90% pasien dengan asupan karbohidrat kurang, 91,75 pasien dengan asupan protein kurang, dan 55% pasien dengan asupan lemak kurang. Sementara itu, 31,7% pasien memiliki status gizi kurang, 53,3% pasien dengan status gizi normal, dan sisanya mengalami kelebihan berat badan atau obesitas.  Hasil uji korelasi Pearson mengindikasikan adanya hubungan antara asupan karbohidrat (р=0,007), asupan protein (р=0,041), dan asupan lemak (р=0,000) dengan status gizi. Maka dari itu, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara asupan zat gizi makro dengan status gizi pasien rawat jalan tuberkulosis paru di RSUD Haji Provinsi Jawa Timur.
Asupan karbohidrat, serat, dan vitamin D dengan kadar glukosa darah pada pasien rawat inap diabetes mellitus Zakiyah, Farida Farah; Indrawati, Veni; Sulandjari, Siti; Pratama, Satwika Arya
Jurnal Gizi Klinik Indonesia Vol 20, No 1 (2023): Juli
Publisher : Minat S2 Gizi dan Kesehatan, Prodi S2 IKM, FK-KMK UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijcn.83275

Abstract

The relationship between the blood glucose levels of diabetes mellitus patients and intake of carbohydrates, fiber, and vitamin DBackground: Diabetes Mellitus (DM) is a non-communicable disease with a combination of symptoms that appear in a person due to an increase in blood glucose levels (hyperglycemia) above average values. Good intake by following the guidelines for persons with diabetes, a nutritious diet that contains carbs, fiber, and vitamin D can help keep blood glucose levels within acceptable ranges. Objective: This study aims to the relationship between the blood glucose levels of patients at RSI Siti Hajar Sidoarjo and their intake of carbohydrates, fiber, and vitamin D. Methods: The method in this study was a quantitative study with a cross-sectional approach, the population in this study were DM patients who were hospitalized at RSI Siti Hajar Sidoarjo. The number of samples was estimated using the cross-sectional sample size calculation and the purposive sampling technique with 60 respondents. The patient's intake was measured using a 3x24 hour food recall questionnaire. Data were analyzed using the Chi-Square test. Results: The result showed that there was a relationship between carbohydrate intake and blood glucose levels (p=0.000) and fiber intake and blood glucose levels (p=0.003), but there was no significant relationship between vitamin D intake and blood glucose levels (p=1.00). Conclusion: Carbohydrate and fiber intake significantly correlated with the patient's blood glucose levels but not vitamin D intake.
Asupan Protein, Persentase Lemak Tubuh, dan Kebugaran Jasmani Atlet Laki-laki Non-Elit UKM Sepakbola dan Bola Basket UNESA Noviani, Khoiru Syafaatin; Wahjuni, Endang Sri; Pratama, Satwika Arya; Dini, Cleonara Yanuar
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 6 (2024): COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/comserva.v4i6.2552

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan asupan protein, persentase lemak tubuh, dan kebugaran jasmani antara atlet UKM sepakbola dan bola basket, hubungan asupan protein dan persentase lemak tubuh terhadap kebugaran jasmani, serta hubungan asupan protein terhadap persentase lemak tubuh atlet laki-laki non-elit UKM sepakbola dan bola basket UNESA. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional yang melibatkan 22 atlet. Data asupan protein diambil menggunakan kuesioner SQ-FFQ, data persentase lemak tubuh diukur menggunakan BIA, dan data kebugaran jasmani diukur menggunakan tes MFT. Hasil analisis komparatif dengan uji mann-whitney menunjukkan p=0,008 pada asupan protein, p=0,003 pada persentase lemak tubuh, p=0,164 pada kebugaran jasmani. Analisis korelasi dengan uji rank-spearman pada atlet sepakbola dan bola basket antara asupan protein dengan kebugaran jasmani menunjukkan p=0,5 dan p=0,1, persentase lemak tubuh dengan kebugaran jasmani menunjukkan p=0,154 dan p=0,239 dan asupan protein dengan persentase lemak tubuh menunjukkan p=0,152 dan p=0,385. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat perbedaan asupan protein dan persentase lemak tubuh dan tidak terdapat perbedaan kebugaran jasmani antara atlet UKM sepakbola dan bola basket UNESA, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara asupan protein dan persentase lemak tubuh terhadap kebugaran jasmani dan antara asupan protein terhadap persentase lemak tubuh atlet laki-laki non-elit UKM sepakbola dan bola basket UNESA.