Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Early Warning System Melalui Edukasi Pra, Intra dan Pasca Bencana Di Wilayah Kerja Puskesmas Cinambo Nurlianawati, Lia; Dirgahayu, Inggrid; Vitniawati, Vina; Sumbara, Sumbara
Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 6 (2024): Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Inspirasi El Burhani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/kolaborasi.v4i6.450

Abstract

Introduction: Early warning systems are an effective way to minimize the impact of disasters. It provides information on the potential occurrence of natural disasters and the steps that communities should take. However, in many areas, community knowledge and understanding of this system is still minimal Objective: The purpose of this service was to increase the community's understanding of how to properly respond to disaster signs and improve community preparedness for disasters. Method: This public service was conducted by lecturers and students of the faculty of nursing, Bhakti Kencana University. Result: Before the activity, most of the community knowledge, namely 28 people (80%) had less knowledge about pre, intra and post disaster mitigation, while after the activity, most of the 33 people (100%) of the community could explain and be able to perform BHD simulations and simple wound care Conclusion: The community experienced a significant increase in knowledge on how to respond to early warning of disasters, as well as evacuation procedures to be taken. The disaster simulation on basic life support and simple wound care that was conducted showed that most of the community members (100%) were able to follow the procedures well
Peningkatan Pengetahuan Remaja dalam Pencegahan Penyakit Menular Seksual (HIV) di SMK Bhakti Kencana Cimahi dan Soreang Patonah, Patonah; Lisni, Ida; Astuti, Yuli; Wahyudi, Fikri Mourly; Sumbara, Sumbara; Mulyana, Hilman; Sodik, Jajang Japar; Irfani, Abdul Mulki
Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma Vol 5 No 3 (2024): Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma
Publisher : LPPM Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jakw.v5i3.450

Abstract

Penyakit HIV/AIDS telah menjadi pandemi global yang mengkhawatirkan, termasuk di Indonesia. Salah satu cara utama penularannya adalah melalui penggunaan jarum suntik pada pengguna narkoba, perilaku yang umum terjadi di kalangan remaja. Kurangnya pengetahuan remaja tentang HIV/AIDS menjadi pemicu utama perilaku berisiko terhadap penyakit ini. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan di SMK Bhakti Kencana Soreang dan Cimahi dengan tujuan memberikan edukasi tentang pencegahan HIV/AIDS kepada siswa. Kegiatan ini dilaksanakan secara hibrid di dua lokasi sekolah. Kepala sekolah turut serta sebagai mitra, memberikan informasi awal untuk persiapan program edukasi sesuai kebutuhan mitra. Evaluasi keberhasilan kegiatan dilakukan melalui pretest dan post-test terkait pengetahuan dan sikap siswa terhadap HIV/AIDS. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan siswa sebesar 18,7%, mengindikasikan dampak positif dari kegiatan ini dalam meningkatkan pemahaman dan sikap siswa terhadap pencegahan HIV/AIDS.Hasil kegiatan ini dipublikasikan melalui media massa, video YouTube, dan buku saku remaja bebas HIV/AIDS, dengan harapan memberikan dampak yang signifikan dalam pencegahan penularan HIV/AIDS di kalangan remaja.
In-House Training Bantuan Hidup Dasar Dewasa Pada Staf dan Karyawan UPT Puskesmas Ciwaruga Jundiah, R Siti; Nurlianawati, Lia; Sumbara; Intan Hayati, Nur; Wulan Megawati, Sri Wulan; Imam, Haerul; Iwan Mutiudin, Ade; Marti Lengga, Vivop
Jurnal Adiguna Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 2 (2025): Jurnal Adiguna Pengabdian Masyarakat Januari 2025
Publisher : Universitas Bhakti Kencana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70410/japm.v1i2.30

Abstract

Penyakit jantung dan pembuluh darah masih menjadi penyebab utama kematian di dunia, dengan henti jantung mendadak sebagai salah satu komplikasi yang paling fatal. Saat kejadian ini terjadi, setiap detik sangat berharga. Penelitian menunjukkan bahwa tindakan Bantuan Hidup Dasar (BHD) yang dilakukan dalam lima menit pertama dapat meningkatkan peluang bertahan hidup secara signifikan. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk memahami BHD dan tersedianya alat Automated External Defibrillator (AED) di tempat umum agar pertolongan dapat segera diberikan. Sebagai fasilitas kesehatan di Kabupaten Bandung Barat, Puskesmas Ciwaruga berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik dan memastikan keselamatan pasien. Hal ini sejalan dengan visi Universitas Bhakti Kencana yang bertekad mencetak perawat profesional, unggul, dan siap menghadapi situasi gawat darurat, baik di rumah sakit maupun di komunitas. Untuk itu, Puskesmas Ciwaruga bekerja sama dengan Universitas Bhakti Kencana, khususnya pengampu mata kuliah Keperawatan Gawat Darurat, dalam menyelenggarakan In House Training Bantuan Hidup Dasar. Pelatihan ini diharapkan dapat membekali tenaga medis dan masyarakat sekitar dengan keterampilan yang tepat dalam memberikan pertolongan pertama pada henti jantung. Dengan pelatihan yang komprehensif dan berbasis standar, kita dapat menciptakan lingkungan yang lebih aman dan memastikan setiap nyawa memiliki peluang lebih besar untuk diselamatkan.
Mitigasi bencana dalam mempersiapkan kader siaga bencana dan perawatan luka akut pada kondisi cedera di Desa Mandalahaji Kecamatan Pacet Kabupaten Bandung: Mitigasi Bencana Ade Tika Herawati; Sri Mulyati Rahayu; Sumbara Sumbara; Inggrid Dirgahayu
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 7 No. 1 (2025): February
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v7i1.2343

Abstract

Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat Desa Mandala Haji dalam menghadapi bencana melalui pelatihan kader siaga bencana dan perawatan luka akut. Mitra dalam program ini adalah kader desa, pemerintah desa, serta tenaga akademik dari Universitas Bhakti Kencana. Metode yang digunakan mencakup edukasi, simulasi, serta praktik mitigasi bencana dan penanganan kegawatdaruratan, seperti bantuan hidup dasar dan penanganan patah tulang. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman kader, di mana sebelum pelatihan hanya 18% yang memiliki tingkat pengetahuan baik, sementara setelah pelatihan meningkat menjadi 72%. Kesimpulannya, edukasi dan simulasi yang diberikan terbukti efektif dalam meningkatkan kesiapsiagaan kader terhadap bencana. Program ini berkontribusi dalam membangun kapasitas masyarakat secara berkelanjutan, sehingga dapat menjadi model bagi daerah lain dalam mengembangkan strategi mitigasi berbasis komunitas. Disaster Mitigation in Preparing Disaster Preparedness Cadres and Acute Wound Care in Injury Conditions in Mandala Haji Village, Pacet District, Bandung Regency This program aims to enhance the disaster preparedness of the Mandala Haji Village community through training for disaster preparedness cadres and acute wound care. The partners in this program include village cadres, the village government, and academic staff from Bhakti Kencana University. The methods used involve education, simulations, and practical training in disaster mitigation and emergency response, such as basic life support and fracture management. The evaluation results showed a significant improvement in cadre knowledge, with only 18% having a good level of knowledge before the training, increasing to 72% afterward. In conclusion, the provided education and simulations were proven effective in enhancing cadre preparedness for disasters. This program contributes to building sustainable community capacity and can serve as a model for other regions in developing community-based disaster mitigation strategies.
Respon Time Perawat Berhubungan Dengan Tingkat Kecemasan Pasien Kategori Australian Triage Scale (ATS) 2 dan 3 di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Husnul Khotimah, Nurintan Hayati; Yudiantono, Ade Heli; Sumbara, Sumbara
Jurnal Ilmu Kesehatan Immanuel Vol. 14 No. 2 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan Immanuel
Publisher : Institut Kesehatan Immanuel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36051/jiki.v14i2.134

Abstract

Kondisi kegawatdaruratan di IGD sering menimbulkan respon kecemasan pada pasien, tanda gejala somatis dan psikologis kecemasan pada pasien adalah terjadinya peningkatan skala nyeri, nadi cepat dan tekanan darah meningkat. Hal ini dapat memperburuk kondisi kesehatan pasien oleh karena itu ketepatan respon time sesuai batasan waktu triase dalam pelayanan gawat darurat memegang peranan yang sangat penting dalam mengatasi masalah pasien terutama pada kategori ATS 2 dan 3 yang mempunyai karakteristik perburukan yang cepat. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi hubungan respon time perawat dengan tingkat kecemasan pasien kategori ATS 2 dan 3 di IGD. Design penelitian descriptive correlation dengan pendekatan cross sectional, sample terdiri dari 41 responden kategori ATS 2 dan 3 di IGD RSU Pindad yang didapatkan melalui tehnik accidental sampling. Pengukuran respon time menggunakan stopwatch dan lembar observasi sedangkan pengukuran tingkat kecemasan menggunakan instrument HARS. Hasil penelitian dengan analisa univariat distribusi frekuensi didapatkan 21 perawat (51%) melakukan respon time yang tepat pada pasien kategori ATS 2 dan 3 dan 16 pasien (39,02%) mengalami tingkat kecemasan sedang, sedangkan analisa bivariate berdasarkan uji statistic chi square, dengan 0,05, didapatkan P-value 0,032 dimana P-value yang berarti ketepatan respon time perawat berdampak pada tingkat kecemasan pasien ATS 2 dan 3. Ketepatan Respon time perawat merupakan salah satu sumber koping selain edukasi dan pemberian informasi rencana tindakan yang dapat memicu peningkatan GABA pada sel saraf dan akan mempengaruhi gyrus parietalis sehingga akan menurunkan respon kecemasan. Saran untuk perawat dan manajemen RS untuk melakukan pelatihan kegawat daruratan dan triage sangat diperlukan sehingga pemberian respon time perawat dapat tepat sesuai dengan SPM IGD dan prioritas dalam penatalaksanaan kegawatdaruratan pada pasien kategori ATS 2 dan 3 sesuai dengan hasil penilaian triage
Mitigasi Bencana dalam Mempersiapkan Kader Siaga Bencana di Desa Cilengkrang Kecamatan Cilengkrang Kabupaten Bandung Rahayu, Sri Mulyati; Herawati, Ade Tika; Dirgahayu, Inggrid; Sumbara, Sumbara
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i5.13437

Abstract

ABSTRAK Bencana alam merupakan hasil dari kejadian yang terjadi secara alamiah, sedangkan bencana non-alam disebabkan oleh aktivitas manusia yang merusak lingkungan. Perlunya           penilaian yang matang dengan banyaknya alih fungsi perkebunan menjadi perumahan beresiko timbulnya bencana alam, seperti banjir dan longsor. Desa Cilengkrang memiliki tanah dengan kontur perkebunan, namun banyak mengalami alih fungsi menjadi perumahan dan berada di daerah sesar lembang sehingga berisiko terdampak gempa, banjir, dan tanah longsor. Kader merupakan tokoh masyarakat yang membantu dalam mensukseskan program pemerintah. Desa Cilengkrang memiliki 45 kader, yang jika disiapkan menjadi kader siaga bencana, sangat membantu meminimalkan resiko dari bencana alam yang mungkin terjadi. Menyiapkan kader siaga bencana. Metode penelitian meliputi pengajaran tentang mitigasi bencana dan simulasi penatalaksanaan pertolongan pertama jika terjadi bencana alam dengan jumlah sampel 35 orang. Hasilnya menunjukkan bahwa lebih dari setengah responden memiliki pengetahuan kurang tentang mitigasi bencana dalam mempersiapkan kader siaga bencana sebelum penyuluhan, dan setelah penyuluhan lebih dari setengah responden memiliki pemahaman yang cukup tentang mitigasi bencana untuk mengembangkan kader kesiapsiagaan bencana. Untuk mengurangi dampak bencana dan memberikan pertolongan pertama jika terjadi bencana, sehingga saran diperlukan kader-kader siaga bencana. Kata Kunci: Kader, Mitigasi Bencana, Siaga Bencana  ABSTRACT Natural disasters are the result of naturally occurring events, while non-natural disasters are caused by human activities that damage the environment. The need for careful assessment of the conversion of plantations into housing is at risk of natural disasters, such as floods and landslides. Cilengkrang Village has land with plantation contours, but many plantations have been converted into housing and are located on the Lembang fault, putting it at risk of earthquakes, floods and landslides. Cadres are community leaders who assist in the success of government programmes. Cilengkrang village has 45 cadres, who, if prepared to become disaster preparedness cadres, can help minimise the risk of natural disasters that may occur. Purpose to prepare disaster preparedness cadres. The research method included teaching about disaster mitigation and simulation of first aid management in the event of a natural disaster with a total sample of 35 people. The results showed that more than half of the respondents had insufficient knowledge of disaster mitigation in preparing disaster preparedness cadres before counselling, and after counselling more than half of the respondents had sufficient understanding of disaster mitigation to develop disaster preparedness cadres. Conclusion To reduce the impact of disasters and provide first aid in the event of a disaster, so that advice is needed disaster preparedness cadres. Keywords: Cadres, Disaster mitigation, Disaster Preparedness
The Relationship of Knowledge and Attitude with Early Warning Score Practice in Nursing Profession Students Megawati, Sri Wulan; Sumbara; Imam, Haerul
International Journal of Health, Medicine, and Sports Vol. 3 No. 4 (2025): International Journal of Health, Medicine, and Sports
Publisher : Corespub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46336/ijhms.v3i4.274

Abstract

EWS is an early warning system that uses scoring to assess the deterioration of a patient's condition in the hospital. Nurses and students, as the implementers of nursing care, must develop their ability to understand EWS because it supports patient safety. Students' knowledge and attitudes in identifying patient deterioration can influence EWS practice, so it is necessary to explore how students' knowledge and attitudes relate to EWS practice, which is the focus of this study. The purpose of this study is to analyze the correlation between knowledge and attitudes and EWS practices. The research design is quantitative with a correlational approach. Sampling was conducted using a purposive sampling technique, where the sample consisted of 53 students who had completed emergency and critical care rotations. The research instruments consist of a demographic data questionnaire, an EWS Knowledge questionnaire, an EWS Attitude questionnaire, and an EWS Documentation Checklist. Data collection was carried out by distributing a link to complete the questionnaire thru g-form. Data analysis was performed using the Spearman and chi-square statistical tests. The research results show that the majority of respondents (52.83%) have good knowledge, the majority of respondents (71.70%) show a positive attitude, and the majority of respondents (64.15%) demonstrate appropriate practices in filling out the EWS. There is a relationship between knowledge and practice with a p-value of 0.006, and there is no relationship between attitude and EWS practice. The Sig. (2-tailed) value is 0.330.
Masyarakat SIAP Sehat: Pemberdayaan Masyarakat dalam Tanggap Darurat dan Perawatan Luka Ringan Inggrid Dirgahayu; Lia Nurlianawati; Vina Vitniawati; Sumbara Sumbara
Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 6 No 3 (2026): Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Inspirasi El Burhani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/kolaborasi.v6i3.886

Abstract

Introduction: Communities, particularly vulnerable groups such as adolescents and community volunteers, often face limitations in knowledge and skills when dealing with health emergencies and disasters. Low preparedness can increase the risk of complications in emergency cases, including wound care, adolescent reproductive health, and the need for basic first aid. Therefore, empowerment-based community interventions are necessary to enhance the capacity of individuals and communities. Objective: The purpose of this service was to improve the knowledge and skills of teenagers and RW 04 cadre in Cibeet Village, Ibun, Bandung Regency, in dealing with health emergencies and disasters. Method: This public service was conducted using educational methods, demonstrations, and simulations covering wound care, disaster identification, prevention of reproductive health emergencies in adolescents, and Basic Life Support (BLS). Before and after the activity, pre-tests and post-tests were conducted to measure the participants' knowledge level. Result: The evaluation results showed a significant increase in knowledge among adolescents and cadres after the activities, reflecting the effectiveness of participatory learning methods in community empowerment. These activities contributed to strengthening community resilience, particularly among vulnerable groups, through enhanced capacity in prevention, early management, and health emergency response. Conclusion: There was a significant increase in knowledge among adolescents and cadres after the activity, reflecting the effectiveness of participatory learning methods in community empowerment.
The Impact of Religious Coping on Quality of Life Among Hemodialysis Patients: A Cross-Sectional Study Safruddin Safruddin; Sumbara Sumbara; Wini Resna Novianti; Junaidin Junaidin; Santi Puspitasari; Rahmat Hidayat
An Idea Health Journal Vol 6 No 01 (2026)
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53690/ihj.v6i01.665

Abstract

Background: Patients with End-Stage Renal Disease (ESRD) require routinehemodialysis. Long-term hemodialysis often leads to physical, psychological, and socioeconomic challenges that reduce quality of life. Religious and spiritual coping mechanisms represent important adaptive strategies for managing chronic illness and improving well- being. This study investigates the relationship between religious coping strategies and quality of life in patients with ESRD undergoing hemodialysis. Methods: An analytic observational study with a cross-sectional design was conducted involving 80 patients receiving hemodialysis therapy. Participants were recruited through accidental sampling. Data were analyzed using descriptive statistics and Spearman correlation tests to assess the relationship between religious coping and quality of life across four domains:physical, psychological, social, and environmental. Result: The results indicated that patients employing positive religious coping experienced significantly better quality of life across all domains (p < 0.005). Conversely, patients using negative religious coping demonstrated lower quality of life in these domains (p < 0.005). Conclusion: These findings emphasize that religious coping functions as a psychosocial resource for patients undergoing hemodialysis. Incorporating coaching interventions grounded in religious coping into nursing care may enhance patients' quality of life with End-Stage Renal Disease(ESRD).
Major determinants of cardiovascular disease risk among young adults Nur Intan Hayati Husnul Khotimah; Sumbara Sumbara; Latifatul Khoirunnisa
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol. 36 No. 2 (2026): MEDIA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jmp2k.v36i2.4335

Abstract

Background: Cardiovascular disease (CVD) risk can be detected decades before onset, highlighting the importance of prevention beginning in young adulthood. Objective: This study aimed to identify the dominant factors associated with cardiovascular disease risk among young adults aged 19–40 years in Bandung City, Indonesia. Methods: This analytical cross-sectional study used primary data collected from 380 young adults aged 19–40 years residing in Bandung City, Indonesia, between July and September 2025. Participants were recruited using a snowball sampling technique. Data were collected using a modified version of the non-laboratory INTERHEART Risk Score (NL-IHRS). Results: Most participants had a moderate risk (56.1%). Significant associations were found between smoking, secondhand smoke exposure, BMI, and psychosocial problems (p = 0.000). Multivariate analysis identified secondhand smoke exposure as the strongest predictor (OR = 16.91; 95% CI: 8.13–44.90; p < 0.001), while low BMI and psychosocial support were protective. Conclusion: Secondhand smoke exposure was the dominant risk factor for cardiovascular disease among young adults, whereas healthy BMI and positive psychosocial support were protective factors. These findings provide evidence for strengthening early cardiovascular risk screening and targeted health promotion programs among young adults in Bandung City. Preventive interventions should prioritize reducing tobacco smoke exposure, promoting healthy body weight, encouraging regular physical activity, and enhancing psychosocial support through community-based and primary healthcare programs.