Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

PEMBERDAYAAN PEMUDA SADAR WISATA DALAM PENGELOLAAN KAWASAN PANTAI BAMBAHANO Andi Pertiwi Damayanti; Irawati Mei Widiastuti; Taufiq Riandhana; M Ashad
Maslahat: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2022): Maslahat: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (Desember)
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55757/maslahat.v3i1.108

Abstract

ABSTRAKKabupaten Donggala menjadi salah satu daerah yang memiliki banyak potensi pariwisata yang didukung dengan keadaan alam. Salah satunya yaitu pengelolaan objek wisata Pantai Bambahanomerupakan upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan potensi pendapatan daerah sekaligus mampu bertindak sebagai stimulan pertumbuhan ekonomi daerah dalam mengoptimalisasi fungsi dan peranan sektor pariwisata bagi pertumbuhan ekonomi, harapan dalam pengembangan objek wisata tidak hanya melihat pada sisi jangka pendek saja, diperlukan adanya suatu perencanaan dan strategi pengembangan yang baik dan adanya intropeksi terhadap isu atau faktor strategis, sehingga dengan adanya strategi yang baik dalam pengembangan sektor pariwisata maka dapat diketahui prospek perkembangan sektor pariwisata daerah kedepannya. Kondisi Pantai Bambahano yang berada di Kabupaten Songgala saat ini kini memprihatinkan. Pantai yang dulu menjadi kebanggaan masyarakat Kabupaten Donggala, kini tampak begitu kumuh. Bibir pantai Lamangkia yang pernah menyuguhkan pasir bersih dan air laut nan biru telah tergantikan oleh hadirnya sampah yang berserakan, serta bangunan yang tidak terawat mulai dari gazebo, ruang ganti, kamar mandi, penginapan, dan Atap gazebo, kamar ganti, dan aula kini sudahsebagian lapuk. Bahkan sebagian bangunan ada yang sudah tidak difungsikan, dan dibiarkan begitu saja. Sudah kurang lebih 5 tahun Pantai Bambahano tidak terawat, keberadaanya tidak lagi menjadi magnet bagi pengunjung, baik bagi wisatawan dari luar daerah, maupun masyarakat Kabupaten Donggalasendiri. Berdasarkan hal ini maka tim pengabdi akan melakukan pengabdian dengan judul pemberdayaan pemuda sadar wisata dalam pengelolaan kawasan pantai Bambahano.Kata Kunci : Pemberdayaan, Pemuda Sadar Wisata, Pengelolaan Pantai, Wisata Bambahano
PENYULUHAN PEMBUATAN OLAHAN IKAN UNTUK MENINGKATKAN PENDAPATAN MASYARAKAT PESISIR PANTAI BAMBAHANO Irawati Mei Widiastuti; Andi Pertiwi Damayanti; Taufiq Eka Riandhana; M Ashad
Maslahat: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2022): Maslahat: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (Desember)
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55757/maslahat.v3i1.109

Abstract

ABSTRAKPerikanan merupakan salah satu sub sektor pertanian yang memegang peran penting dalam menyumbang angka pendapatan bagi negara maupun daerah karena sebagian besar wilayah negara Indonesia merupakan perairan sehingga sektor perikanan menjadi sub sektor yang layak untuk dikembangkan di negara ini. Perikanan di Indonesia dapat dibagi menjadi tiga jenis perikanan yaitu: perikanan air laut, perikanan air payau, dan perikanan air darat. Perikanan air laut adalah perikanan yang diusahakan di wilayah perairan laut lepas, perikanan air payau adalah perikanan yang diusahakan dalam bentuk tambak di muara sungai ataupun daerah yang dekat dengan air laut, sedangkan perikanan air darat adalah perikanan yang diusahakan di kolam dan perairan umum ataupun sawah. Kabupaten Donggala merupakan daerah pesisir sebagai penghasil ikan. sehingga merupakan daerah yang strategis untuk pengembangan usaha yang berkaitan dengan potensi ikan laut yang dimilikinya. Dalam kaitan ini peranan ikan cukup penting, yakni sebagai sumber bahan bahan pangan hewani bagi seluruh penduduk, karena secara umum ikan memiliki berbagai keunggulan dibanding sumber bahan pangan dan sumber protein lainnya. Berdasarkan uraian di atas maka tim pengabdi tertarik untuk melakukan pengabdian dengan judul Penyuluhan pembuatan olahan ikan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat pesisir pantai bambahano. Tujuan kegiatan ini adalah agar masyarakat pesisir di daerah Pesisir Bambahanomengetahui dan menguasai tentang pengetahuan dan penyiapan bahan, berbagai teknik pengolahan ikan, kemasan, sanitasi, dan juga perhitungan ekonomi sehingga dapat menunjang kegiatan wisata Bambahano didaerah Kabupaten Donggala.Kata Kunci : Penyuluhan, Olahan Ikan, Pendapatan Masyarakat Pesisir
Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat Pesisir Di Kelurahan Kabonga Besar Kabupaten Donggala Samliok Ndobe; Septina F. Mangitung; Irawati Mei Widiastuti; Nur Hasanah; Roni Hermawan; Andi Heryanti Rukka
Jurnal Cendekia Mengabdi Berinovasi dan Berkarya Vol 4 No 1 (2026): Oktober 2025 - Januari 2026
Publisher : Universitas Madako Tolitoli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56630/jenaka.v4i1.1481

Abstract

Kawasan mangrove merupakan Kawasan pesisir yang rentan terhadap dampak keberadaan sampah. Hal ini disebabkan selain kawasan tempat bertemunya air dari sungai yang membawa sampah dari darat dan air laut yang mendistribusi sampah dari laut akibat gelombang. Disamping itu Kawasan ini sering dimanfaatkan sebagai tempat wisata. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan pesisir melalui pendekatan edukatif dan partisipatif di kawasan mangrove Kelurahan Kabonga Besar, Kabupaten Donggala. Kawasan ini memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata berbasis lingkungan. Kegiatan dilaksanakan pada bulan September 2024 dengan metode observasi, deskriptif, dan partisipatif melalui pendekatan penyuluhan yang bersifat persuasif edukatif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, munculnya inisiatif pembentukan kelompok pengelola sampah tingkat desa, serta komitmen pemerintah setempat dalam mendukung keberlanjutan program. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam mewujudkan pengelolaan sampah yang berkelanjutan dan berbasis masyarakat di kawasan wisata mangrove.
Budidaya Ikan Sistem Budikdamber Sebagai Alternatif Pemanfaatan Pekarangan Rumah Andi Heryanti Rukka; Abdul Masyahoro; Irawati Mei Widiastuti; Rusaini; Roni Hermawan
Jurnal Cendekia Mengabdi Berinovasi dan Berkarya Vol 4 No 2 (2026): Februari - Mei
Publisher : Universitas Madako Tolitoli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56630/jenaka.v4i2.1590

Abstract

Pemanfaatan lahan pekarangan rumah menjadi semakin penting di tengah meningkatnya kebutuhan pangan dan terbatasnya ruang di area perkotaan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkenalkan dan mengimplementasikan sistem Budidaya Ikan dalam Ember (Budikdamber) sebagai solusi inovatif untuk memanfaatkan halaman rumah secara efektif. Sistem Budikdamber mengintegrasikan budidaya ikan dan tanaman dalam satu wadah, sehingga memungkinkan masyarakat untuk memproduksi protein dan sayuran segar secara mandiri di lingkungan rumah tangga. Metode pelaksanaan kegiatan ini meliputi sosialisasi, pelatihan, dan praktik langsung dengan peserta yang terdiri dari warga komunitas Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mampu memahami konsep dan teknik Budikdamber, serta berhasil menerapkan sistem ini di pekarangan rumah mereka. Evaluasi keberhasilan dilakukan melalui observasi dan monitoring terhadap pertumbuhan ikan dan tanaman, serta wawancara dengan peserta mengenai manfaat yang diperoleh. Hasilnya, sebagian besar peserta melaporkan peningkatan ketersediaan pangan dan penghematan biaya belanja harian. Sistem Budikdamber terbukti tidak hanya sebagai alternatif budidaya yang efisien dan ramah lingkungan, tetapi juga berperan dalam meningkatkan kemandirian pangan dan ekonomi masyarakat. Keberhasilan kegiatan ini menunjukkan potensi besar Budikdamber untuk diterapkan lebih luas, terutama dalam upaya mendukung ketahanan pangan lokal. Diperlukan pendampingan dan pengembangan lebih lanjut untuk memastikan keberlanjutan sistem ini di masa mendatang.