Claim Missing Document
Check
Articles

Penerapan Tehnik Effleurage Massage pada Ny. D Kala 1 Persalinan dengan Masalah Nyeri di Ruangan VK Sofil Widad; Baitus Sholehah; Novela Eka Candra Dewi
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 1 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/science.v1i3.82

Abstract

Latar Belakang: Nyeri persalinan kala 1 disebabkan karena kontraksi rahim yang menyebabkan dilatasi dan penipisan servik sehingga dapat menyebabkan hilangnya control emosional dan berperan dalam kejadian persalinan traumatis dan gangguan psikologis. Oleh karena itu, untuk mengurangi nyeri pada Kala 1 persalinan dengan menggunakan teknik effleurage massage. Tujuan: Untuk mengetahui gambaran penerapan tehnik effleurage massage pada Ny. D kala 1 persalinan dengan masalah nyeri. Metode: Teknik pengumpulan data dengan cara pengkajian menggunakan metode wawancara/anamnesa, pemeriksaan fisik head to toe dan pemeriksaan penunjang. Hasil: Terdapat pengaruh pada Ny. D dalam penerapan teknik effleurage massage dengan durasi 10 menit selama persalinan kala 1 dengan masalah nyeri memberikan manfaat yang signifikan dalam pengelolaan nyeri dan kesejahteraan ibu saat melahirkan. Kesimpulan: Penerapan teknik effleurage massage pada Ny. D dengan masalah nyeri dapat menjadi komponen yang berharga dalam manajemen nyeri selama persalinan kala 1. Hal ini tidak hanya membantu mengurangi nyeri fisik, tetapi juga memberikan dukungan emosional dan meningkatkan pengalaman persalinan secara keseluruhan bagi Ny. D.
Penerapan Sleep Hygiene pada Pasien Congestive Heart Failure (CHF) dengan Gangguan Pola Tidur di Ruang Tulip Lantai 2 Aulya Septiarini; Sri Astutik Andayani; Baitus Sholehah
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 1 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/science.v1i3.92

Abstract

Congestive Heart Failure (CHF) merupakan kondisi jantung mengalami kegagalan memompa aliran darah yang berguna untuk mencukupi kebutuhan metabolisme sel-sel didalam tubuh. Masalah kesehatan dengan penyakit Congestive Heart Failure (CHF) masih menduduki peringkat yang tinggi. Pasien dengan Congestive Heart Failure (CHF) membutuhkan tidur yang cukup dikarenakan dengan kualitas tidur yang baik akan memperbaiki sel-sel otot jantung. Salah satu terapi nonfarmakologis yang efektif untuk mengatasi gangguan pola tidur adalah terapi perilaku sleep hygiene. Terapi Sleep hygiene diupayakan dengan membina kebiasaan atau ritual yang konsisten mencakup aktivitas waktu tenang sebelum tidur sebagai pendekatan awal untuk mengatasi gangguan pola tidur dan secara umum dapat digambarkan sebagai promosi perilaku untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas tidur yang diperoleh seorang individu setiap malam. Tujuan: untuk mengetahui penerapan sleep hygiene pada pasien congestive heart failure dengan gangguan pola tidur di ruang Tulip 2. Metode Penelitian: Laporan kasus ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan asuhan keperawatan. Subjek pada laporan kasus ini adalah pasien dengan diagnosa medis congestive heart failure yang mengalami gangguan pada pola tidurnya. Hasil Penelitian: Setelah dilakukan intervensi sleep hygiene pada pasien congestive heart failure yang mengalami gangguan pola tidur terdapat peningkatan pada kualitas tidur pasien. Kesimpulan: Melihat dari hasil laporan kasus ini, maka penerapan sleep hygiene merupakan intervensi yang tepat pada penanganan kasus congestive heart failure yangmengalami gangguan pola tidur.
Penerapan Intervensi Aromaterapi Lavender Pada Tn ”M”  Terhadap Peningkatan Kualitas Tidur dengan Diagnosa Gastroenteritis di Ruang Tulip 2 Rofiatul Husnah; Sri Astutik Andayani; Baitus Sholehah
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 1 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/science.v1i3.93

Abstract

Gangguan tidur merupakan suatu kumpulan kondisi yang dicirikan dengan adanya gangguan dalam jumlah, kualitas, atau waktu tidur pada seorang individu. Tujuan studi ini bertujuan untuk mengetahui penerapan intervensi aroma therapy lavender pada Tn”M” terhadap peningkatan kualitas tidur dengan diagnosa gastroenteritis. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan tekhnik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik dan dokumentasi pelaksaan pemberia aroma therapy lavender di ruang tulip 2. Hasil evaluasi keperawatan berdasarkan catatan perkembangan menunjukkan bahwa, setelah dilakukan pemberian aroma therapy lavender 2 kali pertemuan menunjukkan bahwa kriteria hasil tercapai. Kesimpulan berdasarkan hasil evaluasi kasus yang dilakukan dapat disimpilkan bahwa penerapan intervensi pemberian aroma therapy lavender efektif untuk digunakan karena adanya peruabahan kualitas tidur sebelum dan sesudah dilakukan intervensi pemberian aroma therapy lavender.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN SUBJECTIVE WELL-BEING PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH BESUKI: FACTORS RELATED TO SUBJECTIVE WELL-BEING IN TYPE 2 DIABETES MELLITUS PATIENTS AT BESUKI REGIONAL GENERAL HOSPITAL Zayyinatul Wathina; Baitus Sholehah; Vivin Nur Hafifah
Jurnal Ilmiah Pamenang Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Pamenang ( JIP )
Publisher : Stikes Pamenang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jip.v8i1.480

Abstract

Abstrak   Latar Belakang: Subjective well-being merupakan penilaian individu terhadap kualitas hidupnya yang meliputi kepuasan hidup, afek positif, dan afek negatif. Pada pasien Diabetes Mellitus (DM) tipe 2, kondisi penyakit kronis dapat menimbulkan gangguan psikologis yang berdampak pada menurunnya subjective well-being. Faktor-faktor psikologis dan sosial yang berhubungan dengan subjective well-being perlu diketahui sebagai dasar dalam meningkatkan kualitas hidup pasien DM tipe 2. Tujuan: Menganalisis hubungan jenis kelamin, status menikah, pekerjaan, kepribadian, self-esteem, dukungan keluarga, dan religiusitas dengan subjective well-being pada pasien DM tipe 2 di RSUD Besuki serta menentukan faktor yang paling dominan. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional pada 117 responden menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner karakteristik responden, kepribadian, self-esteem, dukungan keluarga, religiusitas, dan subjective well-being. Analisis data menggunakan uji Chi-Square dan regresi logistik. Hasil: Kepribadian (p=0,001), self-esteem (p=0,000), dukungan keluarga (p=0,002), dan religiusitas (p=0,006) berhubungan signifikan dengan subjective well-being. Jenis kelamin, status menikah, dan pekerjaan tidak berhubungan signifikan dengan subjective well-being. Variabel paling dominan adalah self-esteem. Kesimpulan: Faktor psikologis dan sosial memiliki peran penting terhadap subjective well-being pasien DM tipe 2, terutama self-esteem. Abstract   Background: Subjective well-being is an individual's assessment of their quality of life, which includes life satisfaction, positive affect, and negative affect. In type 2 Diabetes Mellitus (DM) patients, chronic disease conditions can cause psychological disorders that impact on decreasing subjective well-being. Psychological and social factors related to subjective well-being need to be understood as a basis for improving the quality of life of type 2 DM patients. Objective: To analyze the relationship between gender, marital status, occupation, personality, self-esteem, family support, and religiosity with subjective well-being in type 2 DM patients at Besuki Regional General Hospital and to determine the most dominant factors. Method: Quantitative research with a cross-sectional design on 117 respondents using a total sampling technique. The research instrument used a questionnaire on respondent characteristics, personality, self-esteem, family support, religiosity, and subjective well-being. Data analysis used the Chi-Square test and logistic regression. Results: Personality (p=0.001), self-esteem (p=0.000), family support (p=0.002), and religiosity (p=0.006) were significantly associated with subjective well-being. Gender, marital status, and occupation were not significantly associated with subjective well-being. The most dominant variable was self-esteem. Conclusion: Psychological and social factors play an important role in the subjective well-being of type 2 DM patients, especially self-esteem.
PENGARUH SENAM MATA TERHADAP PENURUNAN GEJALA CVS (COMPUTER VISION SYNDROME) DAN TINGKAT KONSENTRASI PADA SISWA KELAS X RPL SMK NEGERI 2 KRAKSAAN: THE EFFECT OF EYE EXERCISES ON REDUCING CVS (COMPUTTER VISION SYNDROME) SYMPTOMS AND CONCENTRATION LEVELS IN GRADE X RPL STUDENTS OF STATE VOCATIONAL HIGH SCHOOL 2 KRAKSAAN VENY VENY SILOWATI; Baitus Sholehah; Sri Astutik Andayani
Jurnal Ilmiah Pamenang Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Pamenang ( JIP )
Publisher : Stikes Pamenang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jip.v8i1.496

Abstract

Latar Belakang: Seseorang yang menggunakan komputer selama dua jam atau lebih dapat menimbulkan gejala computer vision syndrome dan penurunan tingkat konsentrasi. Dengan melakukan terapi senam mata dapat mencegah terjadinya gejala computer vision syndrome dan penurunan tingkat konsentrasi. Senam mata merupakan salah satu jenis perawatan yang membantu mata terbiasa bergerak secara elastis, yaitu tanpa otot yang tegang sehingga mata dapat bergerak dalam rentang alaminya. Tujuan: Menjelaskan pengaruh senam mata terhadap penurunan gejala Computer Vision Syndrome (CVS) dan tingkat konsentrasi pada siswa kelas X RPL SMK Negeri di Probolinggo. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain quasi experiment dengan pendekatan non-equivalent control group design. Jumlah responden sebanyak 66 siswa kelas X RPL SMK Negeri di Probolinggo yang dibagi menjadi kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik non-equivalent control design, di mana kedua kelompok tidak dipilih secara acak namun tetap dibandingkan sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data pada hasil pretest dan posttest menggunakan uji Wilcoxon untuk melihat perbedaan skor sebelum dan sesudah pemberian senam mata. Hasil: Temuan penelitian menunjukkan adanya perbedaan hasil pretest dan posttest pada siswa SMK Negeri di Probolinggo, Hasil pretest 23 siswa mengalami gejala CVS, dengan 14 siswa tingkat konsentrasi rendah dan 19 siswa tingkat konsentrasi tinggi. Hasil Posttest sebanyak 15 siswa mengalami gejala CVS, tingkat konsentrasi siswa juga mengalami peningkatan, didapatkan nilai p < 0,001. Kesimpulan: Terdapat Pengaruh Senam Mata terhadap penurunan Gejala CVS (Computer Vision Syndrome) dan Tingkat Konsentrasi pada responden. Abstract   Background: A person who uses computer during two hours or more can cause symptom computer vision syndrome and decline level concentration. With do therapy exercise eye can prevent the occurrence symptom computer vision syndrome and decline level concentration. Gymnastics eye is one type of treatment that helps the eyes get used to moving elastically, that is, without tense muscles so that the eyes can move within their natural range. Objective: Explaining the effect of eye exercises on reducing symptoms of Computer Vision Syndrome (CVS) and concentration levels in class X RPL students at State Vocational Schools in Probolinggo. Method: This study used a quasi-experimental design with a non-equivalent control group design approach. The number of respondents was 66 grade X RPL students of SMK Negeri in Probolinggo who were divided into treatment and control groups. Sampling was conducted using a non-equivalent control design technique, where the two groups were not selected randomly but were still compared before and after the intervention. Data analysis of the pretest and posttest results used the Wilcoxon test to see the difference in scores before and after the administration of eye exercises. Results: The research findings showed differences in pretest and posttest results in State Vocational High School students in Probolinggo. The pretest results showed that 23 students experienced CVS symptoms, with 14 students having low concentration levels and 19 students having high concentration levels. The posttest results showed that 15 students experienced CVS symptoms, and their concentration levels also increased, with a p value of <0.001. Conclusion: Eye exercises have an effect on reducing CVS (Computer Vision Syndrome) symptoms and concentration levels in respondents.
Penerapan Teknik Pursed Lip Breathing Terhadap Masalah Pola Nafas Tidak Efektif pada Klien CKD RSUD Sidoarjo Okta Abrilia Kustanti; Baitus Sholehah; Zainal Munir
Aafiyah: Jurnal Multidisiplin Ilmu Aafiyah: Jurnal Multidisiplin Ilmu
Publisher : CV Edujavare Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70610/ja.v2i02.511

Abstract

Penyakit Gagal Ginjal Kronik (GGK) atau nama lainnya chronic kidney disease menimbulkan berbagai kondisi patologi klinis pada tubuh, dan salah satu kondisi patologis yang umum yaitu terjadinya edema paru dimana memiliki tanda dan gejala yaitu sesak nafas akibat hipoksia yang disebabkan oleh penumpukan cairan dialveoli. Pursed Lip Breathing Exercise merupakan teknik latihan pernafasan yang dapat digunakan untuk meredakan gejala sesak nafas. Penelitian ini bertujuan untuk melaksanakan asuhan keperawatan pada klien yang menderita CKD dengan diagnosa keperawatan pola nafas tidak efektif menggunakan teknik pursed lip breathing di Ruang HCU RSUD Sidoarjo. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik dan pendokumentasian penerapan teknik pursed lip breathing exercise. Penerapan teknik pursed lip breathing exercise dilakukan 3 hari berturut turut dengan durasi 15 menit. Hasil evaluasi keperawatan berdasarkan catatan perkembangan menunjukkan bahwa, setelah dilakukan teknik pursed lip breathing exercise selama 3 kali pertemuan, indikator kriteria hasil tercapai sepenuhnya penurunan dispnea, penggunaan otot bantu nafas dan frekuensi nafas. Kesimpulan yang didapatkan yaitu berdasarkan hasil evaluasi kasus yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa penerapan teknik pursed lip breathing exercise menangani pola nafas efektif untuk digunakan karena adanya perubahan pola nafas/RR sebelum dan sesudah teknik yaitu dari pola nafas/RR tinggi menjadi turun.
Hubungan Tipe-Tipe Kepribadian Perawat dengan Pengambilan Keputusan Klinis pada Kejadian Pneumonia: The Relationship Between Nurses’ Personality Types and Clinical Decision-Making in Cases of Pneumonia Dina Fitrianingsih; Baitus Sholehah; S Tauriana
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 5 No 1 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (November)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v5i1.1647

Abstract

Pengambilan keputusan klinis merupakan kompetensi penting dalam praktik keperawatan karena berkaitan dengan ketepatan tindakan, kualitas asuhan, dan keselamatan pasien. Pada kasus pneumonia, perawat dituntut mampu mengenali kondisi pasien dan menentukan tindakan secara tepat dan cepat. Kemampuan tersebut tidak hanya dipengaruhi pengetahuan dan pengalaman, tetapi juga karakteristik individu, termasuk kepribadian. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan tipe-tipe kepribadian perawat dengan pengambilan keputusan klinis pada kejadian pneumonia di RSIA Fatimah Kraksaan Probolinggo. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasional dan pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri dari 40 perawat yang ditentukan menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Big Five Personality Traits dan kuesioner pengambilan keputusan klinis. Analisis data menggunakan Uji Korelasi Spearman Rank dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara tipe-tipe kepribadian perawat dengan pengambilan keputusan klinis, dengan nilai Sig. (2-tailed) = 0,006 (p < 0,05) dan koefisien korelasi 0,430 yang menunjukkan hubungan positif dengan kekuatan sedang. Hasil ini dapat menjadi pertimbangan dalam pembinaan dan pengembangan kompetensi perawat dengan memperhatikan karakteristik kepribadian untuk meningkatkan kualitas pengambilan keputusan klinis secara konsisten dan profesional
Co-Authors AA Sudharmawan, AA Abdur Rahman Abu Tholib Achmad Junaidi Gunawan Adelya Salsabilah Nurramadhani Adila Qotrunada Agung Riyadi Ahmad Kholid Fauzi Akmal Mundiri Andayani, Sri Astutik Angga Kurniawan Marta Putra Arfarulana Arfarulana Arika Azizah Ashiva Austi Kania Askiah, Iffatul Asti Melani Astari Aulia Ahda, Putri Aulya Septiarini Azizah, Arika Azizah, Maulidiyah Junnatul Dina Fitrianingsih Eko Budiawan Faiqotul Hiqma Fariqoini, Ayyul Fauzi, Ahmad Kholid Fitriah Fitriah Hasanah, Nur Hovifatul Hengky Irawan, Hengky Heni Pujiastuti Heni Suryaningsih Heri Siswanto Heri Siswanto Herni Siptiyawati Hidayati, Husni Holifah, Holifah Holifah, Siti Hulsiyatul, Uud Munawaroh HUSNUL KHOTIMAH Ika Permata Indah Inez Wulansari Irani, Yunita Istiqomah, Binti Kamaruzzaman, Muh. kholishoh, siti nur Kholisotin, Kholisotin Laili, Anisa Nur Maghfiroh, Nahdia Fiki Mahsusiah, Windy Ayu Oktavil Malasari, Putri Nur Maulina Yuniar, Ira Muhaimin, Ahmad Musthofa, Ahmad Labib Umam mutmainah, iin Nailul Karomah Ningsih, Nur Kholimah Novela Eka Candra Dewi Okta Abrilia Kustanti Putri, Fina Zaiana Rahman, Handono Fathur Rahman, Handono Fatkhur Rauf Fansuri Rinik Eko Kapti Ririn Handayani Rofiatul Husnah S Tauriana Setiyo Adi Nugroho Shidqi, Muhammad Ali Asyur Silvi, Dinia Siti Zulfiana Safitri Sofil Widad Suryadi, Moh. Umiyati Umiyati, Umiyati Untun Irfandi Usdah, Hana Thufailah VENY VENY SILOWATI Vivin Nur Hafifah Widad, Sofil Yudho Tri Handoko Yudho Tri Handoko Zainal Munir Zainul Hasan Zayyinatul Wathina