Claim Missing Document
Check
Articles

PERBAIKAN STASIUN KERJA PACKING DAN CARDING FIBER DACRON (POLIETILENA TEREFTALAT) UNTUK MENCEGAH MUSCULOSKELETAL DISORDER (MSDs) PADA PEKERJA PT. XYZ CIKUPA TANGERANG Lamto Widodo; Adianto .; Felicia .
Jurnal Ilmiah Teknik Industri Vol 5, No 2 (2017): Jurnal Ilmiah Teknik Industri (Jurnal Keilmuan Teknik dan Manajemen Industri)
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jitiuntar.v5i2.1797

Abstract

PT. XYZ bertempatkan di Cikupa Tangerang dan bergerak dalam bidang produksi polietilena tereftalat atau lebih dikenal dengan nama fiber dacron. Penelitian difokuskan kepada stasiun kerja carding dan packing dimana proses kerja yang dilakukan masih secara manual. Pekerja banyak melakukan gerakan membungkuk secara repetitif untuk pengambilan dacron yang menyebabkan tingginya keluhan pada bagian punggung, leher atas, pinggang, bawah pinggang dan lengan bawah kanan. Langkah perbaikan dilakukan dengan mendesain alat bantu kerja carding dan packing berupa garpu dacron dan meja packing. Setelah diimplementasikan, didapatkan penurunan skor REBA yang awalnya untuk proses carding memiliki skor maksimal 12, skor turun menjadi 6 sedangkan untuk proses packing,skor maksimal yang awalnya sebesar 11, turun menjadi 4. Sehingga menurut hasil skor REBA,tingkat resiko MSDs yang awalnya sangat tinggi menjadi medium. Selain itu juga dilakukan analisis OWAS yang menghasilkan penurunan kategori kerja satu tingkat sehingga pekerjaan yang awalnya jelas berbahaya turun menjadi sedikit berbahaya. Dan terakhir dilakukan analisis IRHR yang menyatakan pekerjaan carding dan packing yang awalnya termasuk pekerjaan berat, setelah dilakukan implementasi perbaikan menjadi pekerjaan sedang. Kata Kunci: Nordic Body Map, REBA, OWAS, IRHR, AHP
USULAN PERANCANGAN ULANG TATA LETAK PABRIK PADA PT. XYZ Nofi Erni; Lamto Widodo; Yunike Poala
Jurnal Ilmiah Teknik Industri Vol 1, No 3 (2013): Jurnal Ilmiah Teknik Industri (Jurnal Keilmuan Teknik dan Manajemen Industri)
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jitiuntar.v1i3.479

Abstract

PT. XYZ merupakan perusahaan industri manufaktur yang bergerak dalam bidang pembuatan kabel listrik bertegangan rendah.Permasalahan yang ditemukan berkaitan dengan pengaturan tata letak.Tujuan penelitian adalah menghasilkan rancangan tata letak pabrik baru yang efektif dan efisien agar dapat meminimumkan jarak, waktu,dan biaya pemindahan bahan.Perencanaan tata letak dibuat menggunakan pendekatan Systematic Layout Planning.Pengolahan data dilakukan dengan menguji data-data yang telah dikumpulkan untuk digunakan dalam pembuatan diagram alir, Operation Process Chart, Flow Process Chart, routing sheet, Multi Product Process Chart, luas lantai produksi, dan Material Handling Planning Sheet. Metode pendekatan SLP yang digunakan dalam perancangan antara lain: From-To Chart, Activity Relationship Chart, Activity Relationship Diagram, Area Allocation Diagram, dan Material Handling Evaluation Sheet. Selanjutnya, dilakukan analisa hasil dan pembuatan model simulasi tata letak pabrik awal dan tata letak pabrik usulan dengan software ProModel.Pada perbandingan antara tata letak pabrik awal dan tata letak pabrik usulan, diperoleh efisiensi jarak pemindahan bahan sebesar 52% dan biaya pemindahan bahan sebesar 72%. Sedangkan berdasarkan hasil report dari running model simulasi, diperolehwaktu proses produksi (waktu operasi dan waktu pemindahan bahan) pada tata letak pabrik usulanlebih efisien 37% dibandingkan dengan tata letak pabrik awal. Kata Kunci: Tata Letak Pabrik, Pemindahan Bahan, Systematic Layout Planning, Simulasi
PENERAPAN THEORY OF CONSTRAINTS SEBAGAI UPAYA UNTUK MENGOPTIMALKAN KAPASITAS PRODUKSI KOTAK DI PT. ABC Andres .; Lamto Widodo; Reynold .
Jurnal Ilmiah Teknik Industri Vol 4, No 2 (2016): Jurnal Ilmiah Teknik Industri (Jurnal Keilmuan Teknik dan Manajemen Industri)
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jitiuntar.v4i2.490

Abstract

PT. ABC adalah perusahaan milik swasta yang mengkhususkan diri pada plastic cutting, vacum forming, packaging (plastik dan kotak). PT. ABC memiliki masalah dengan jumlah kapasitas produksi pada produksi kotak. Ini menyebabkan pabrik tidak dapat memenuhi permintaan pelanggan. Tujuan dari makalah ini adalah untuk mengoptimalkan kapasitas produksi kotak dengan menerapkan lima prinsip perbaikan berkelanjutan Theory of Constraints (TOC). Alat pengukuran yang digunakan pada penelitian adalah dengan menggunakan stopwatch. Etode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Theory of Constraint. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa kekurangan kapasitas terjadi pada stasiun kerja pattern printing sebesar 4,2 jam. Pada penelitian ini diberikan dua alternative usulan, yaitu overtime dan penambahan mesin pada stasiun kerja yang merupakan penyebab terjadinya penumpukan/bottleneck. Setelah menganalisis biaya dan keuntungan setiap alternatif, didapatkan bahwa alternatif overtime memperoleh keuntungan paling besar. Keuntungan yang diperoleh per-bulan sebesar Rp. 118.078.070. Kata kunci: Kemacetan, Stasiun Kerja, Theory of Constraints, Optimasi Kapasitas 
RANCANGAN FURNITURE DAN TATA RUANG DENGAN DIMENSI TERBATAS SECARA ERGONOMIS Lamto Widodo; I Wayan Sukania; Rosalia Sugiono
Jurnal Ilmiah Teknik Industri Vol 4, No 2 (2016): Jurnal Ilmiah Teknik Industri (Jurnal Keilmuan Teknik dan Manajemen Industri)
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jitiuntar.v4i2.491

Abstract

Pada masa kini, ruang kamar tidak lagi hanya dipakai sebagai ruang istirahat, akan tetapi kini banyak orang yang menghabiskan waktu dan melakukan berbagai aktifitas di dalam ruang kamar. Ruang kamar yang memiliki banyak fasilitas tentunya membutuhkan ukuran dimensi yang besar. Seiring perkembangan waktu, pertambahan jumlah penduduk kota-kota besar di Indonesia terus meningkat. Karena keterbatasan lahan serta harga rumah yang semakin mahal, maka mulai banyak muncul hunian vertical seperti apartemen studio atau rumah-rumah kos. Permasalahan yang dihadapi adalah kamar kos atau ruangan pada apartemen studio memiliki dimensi yang terbatas. Hal ini menyebabkan terbatasnya aktivitas yang dapat dilakukan oleh penghuni ruangan. Berdasarkan permasalahan tersebut, dibutuhkan perancangan ruang yang dilengkapi dengan furniture yang dapat membantu pengguna melaksanakan berbagai aktifitas di area yang sama. Perancangan ruang ini dibuat berdasarkan hasil data kuesioner yang melibatkan sebagian besar pendatang di kota Jakarta yang berada di usia 20–35 tahun dan data Anthropometri orang Indonesia, agar tujuan perancangan ini sesuai dengan kebutuhan konsumen. Banyak hal yang perlu diperhatikan dalam perancangan ruang ini salah satunya adalah ergonomi. Perancangan ini dilakukan dengan menggunakan Autodesk Inventor untuk perancangan ruang dan furniture dan menggunakan analisis RULA pada software CATIA untuk menguji posisi yang ergonomis. Dengan adanya perancangan ruang ini, diharapkan pengguna dapat melaksanakan aktivitas yang dibutuhkan secara efektif Kata Kunci: Ergonomi, RULA, Inventor, Furniture, Ruang Dimensi Terbatas 
PENINGKATAN KAPASITAS DAN EFISIENSI LINI TRIMMING DENGAN METODE MOODIE YOUNG DAN SIMULASI PROMODEL PADA PERAKITAN MOBIL BMW DI PT. GAYA MOTOR Iveline Anne Marie; Lamto Widodo; Michelle Melsha Sugiarto
Jurnal Ilmiah Teknik Industri Vol 4, No 3 (2016): Jurnal Ilmiah Teknik Industri (Jurnal Keilmuan Teknik dan Manajemen Industri)
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jitiuntar.v4i3.1547

Abstract

PT. Gaya Motor merupakan perusahaan manufaktur mobil BMW di Indonesia. Penurunan permintaan membuat PT. Gaya Motor berencana untuk meningkatkan efisiensi dari lini sehingga peningkatan kapasitas produksi dari 9 unit/per hari menjadi 11 unit/hari dapat tercapai. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas produksi dan efisiensi lini trimming yang memiliki efisiensi lini terendah sebesar 81% karena waktu antar stasiun kerja yang tidak seimbang, dengan perancangan stasiun kerja yang tepat menggunakan metode Moodie Young, serta mengidentifikasi performansi lini setelah dan sebelum usulan perbaikan yang dilakukan dengan menggunakan software Pro Model. Efisiensi lini trimming untuk kapasitas saat ini adalah sebesar 9 unit/hari adalah 81%, sedangkan efisiensi lini trimming dengan metode Moodie Young untuk kapasitas 11 unit/hari menghasilkan peningkatan efisiensi lini menjadi 94% dengan penambahan 1 operator. Output rancangan stasiun kerja untuk kapasitas 11 unit/hari yang didapat dari hasil running software Pro Model selama 20 jam memiliki peningkatan output jika dibandingkan dengan output dari rancangan stasiun kerja untuk kapasitas 9 unit/hari tetapi peningkatan tersebut kurang signifikan sehingga masih diperlukan beberapa usulan perbaikan agar peningkatan kapasitas benar-benar tercapai. Kata kunci: Keseimbangan Lini, Efisiensi Lini, Kapasitas, Simulasi, Output
PERANCANGAN STASIUN KERJA ERGONOMIS PADA STASIUN KERJA PRINTING CV. KARYAMITRA LESTARI Lamto Widodo; Silvi Ariyanti; Fajar Aulia Kurniawan
Jurnal Ilmiah Teknik Industri Vol 6, No 1 (2018): Jurnal Ilmiah Teknik Industri (Jurnal Keilmuan Teknik dan Manajemen Industri)
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jitiuntar.v6i1.3021

Abstract

CV. Karyamitra lestari adalah perusahaan kemasan carton box. Stasiun kerja printing pada perusahaan ini terlihat tidak ergonomis, juga terdapat gerakan yang mengakibatkan operator mudah lelah, penegangan otot, serta rasa sakit pada bagian tertentu. Melihat kondisi tersebut, perlu dilakukan perancangan stasiun kerja dan alat bantu yang dapat memperbaiki kondisi kerja operator pada saat bekerja, mengurangi keluhan fisik, serta meminimalkan waktu kerja agar produktivitas kerja dapat meningkat. Setelah diteliti dengan menggunakan REBA dan RULA, nilai REBA yaitu 12 dan 11berubah nilainya menjadi 11 dan 3 sedangkan RULA yaitu 5 dan 7 berubah menjadi 3 dan 3 dengan gerakan masing-masing membungkuk saat menguas cat dan mengangkat frame printing, Dari hasil kuesioner Nordic Body Map juga menunjukan operator yang bekerja pada stasiun kerja dengan nilai yang tinggi mengeluhkan sakit pada beberapa bagian tubuh. Oleh karena itu pada penelitan ini dilakukan perancangan stasiun kerja untuk mengurangi waktu proses pada stasiun kerja printing. Pada analisa waktu implementasi, waktu baku proses produksi di stasiun kerja printing berkurang dari 16,39 detik menjadi 12,127 detik.
Peningkatan produktifitas UKM Produk Sugarwax melalui Intervensi Ergonomi di Stasiun Kerja Lamto Widodo; Silvi Ariyanti; Jesselyn Octavia
Jurnal Ergonomi dan K3 Vol 4, No 1 (2019): MARET 2019
Publisher : Perhimpunan Ergonomi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (773.482 KB) | DOI: 10.5614/j.ergo.2019.4.1.5

Abstract

UKM sugarwax merupakan Usaha Kecil dan Menengah yang bergerak di bidang usaha perawatan kecantikan. Produksi industri ini adalah gel waxing untuk wanita dengan menggunakan bahan dasar gula yang dicairkan sebagai media mencabut bulu. Penelitian awal menemukan ketidaknaturalan postur tubuh pekerja. Kondisi ini menyebabkan keluhan pekerja, khusunya keluhan muskuloskeletal. Tujuan penelitian adalah mengetahui faktor penyebab keluhan musculoskeletal, tingkat risiko ergonomi, serta untuk mendapatkan rancangan stasiun kerja dan alat bantu kerja yang ergonomis. Dari kuesioner NBM (Nordic Body Map) ditemukan keluhan sakit pada leher, bahu atas, pinggang dan kaki. Aktivitas pada proses pengemasan memiliki level risiko WERA (Workplace Ergonomic Risk Assessment) dan REBA (Rapid Entire Body Assessment) tertinggi. Tahap selanjutnya, dilakukan perancangan alat bantu dengan menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Rancangan ini diimplementasikan, dan menunjukkan skor WERA tertinggi menurun dari 47 (risiko tinggi) menjadi 27 (risiko rendah). Demikian juga skor REBA tertinggi menurun dari 11 (sangat tinggi) menjadi 5 (medium). Terjadi penurunan keluhan sakit sebesar 54%. Waktu baku aktivitas mengalami penurunan sebesar 40,85% (dari 49,249 detik menjadi 29,131 detik). Produktifitas seorang pekerja meningkat 24,2% (dari 33 menjadi 41 buah ) yang telah siap kirim per jamnya. Penelitian lanjutan diperlukan untuk mengetahui faktor-faktor ergonomi lain yang mempengaruhi sistem kerja, misalnya factor lingkungan kerja dan faktor sosial. Kata Kunci: Ergonomi, Alat Bantu Kerja, WERA, REBA, produktifitas
PELATIHAN PERANCANGAN DAN PEMBUATAN MEJA SAJI BERBAHAN BESI NAKO DAN KAYU LAPIS MENGGUNAKAN METODE PENGELASAN KEPADA PERMUDHITA UNTUK FASILITAS PASRAMAN KERTAJAYA TANGERANG I Wayan Sukania; Lamto Widodo
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 3, No 1 (2020): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1034.37 KB) | DOI: 10.24912/jbmi.v3i1.7995

Abstract

Observations in Pasraman Kertajaya Tangerang showed that the need for a table is very urgent. Whenever there is a religious event, it is always busy with making a serving table from a school bench. Of course, the appearance is not good. Therefore, the manager of Pasraman welcomed the idea of making the serving table. To bridge the need for an improved design and product design skills, especially serving tables and efforts to improve the skills of using iron welding equipment and wood processing equipment by Permudhita, and to meet the needs of a serving table at Pasraman Kertajaya Tangerang, it is felt very necessary to hold this PKM activity. PKM activities are divided into 2 sessions namely design theory sessions and practical sessions. The first session was in the form of a brief theory regarding the stages of product design especially the serving table. The first session resulted in several serving table designs and was selected for the best practice material. While the second session was a direct practice of making a serving table using equipment that was provided at the training venue. The absorption of knowledge and skills is measured by the questionnaire. The initial questionnaire is to find out the initial ability and the final questionnaire to know the additional ability of the participants. The result turned out to be an increase in the insights and skills of the participants. Based on the results of the initial questionnaire about 60% of the participants had the ability to match the questions on the questionnaire. However, after the practice of knowledge and skills, the participants changed to 100% of the questions in the questionnaire. To the instructor's guide in training, all participants said that it was easy to understand. In connection with the addition of technical knowledge of the participants after the training, it was found that an average of 81% of the technical knowledge of the participants increasedABSTRAK:Pengamatan di Pasraman Kertajaya Tangerang menunjukkan bahwa kebutuhan terhadap meja saji sangat mendesak. Setiap ada acara keagamaan selalu disibukkan dengan membuat meja saji dari bangku sekolah yang disusun. Tentu penampilan kurang baik. Oleh karena itu pengelola pasraman menyambut sangat baik ide pembuatan meja saji tersebut. Untuk menjembatani adanya kebutuhan akan peningkatan ketrampilan mendisain dan merancang produk khususnya meja saji serta usaha peningkatan keterampilan menggunakan peralatan pengelasan besi dan peralatan pengolah kayu oleh  para Permudhita, serta untuk memenuhi adanya kebutuhan meja saji di Pasraman Kertajaya Tangerang maka dirasakan sangat perlu menyelenggarakan kegiatan PKM ini. Kegiatan PKM dibagi kedalam 2 sesi yaitu sesi teori perancangan dan sesi latihan atau praktik. Sesi pertama berupa teori singkat mengenai tahapan perancangan produk khususnya meja saji. Sesi pertama menghasilkan beberapa disain meja saji dan selanjunya dipilih yang ternaik untuk materi praktik. Sedangkan sesi kedua adalah praktik langsung membuat meja saji menggunakan peralatan yang telah disediakan di tempat pelatihan.  Daya serap ilmu dan keterampilan diukur dengan kuisioner. Kuisioner  awal untuk mengetahui kemampuan awal dan kuisioner akhir uantuk mengetahui tambahan kemampuan para peserta. Hasilnya ternyata ada peningkatan wawasan dan keterampilan dari para peserta. Berdasarkan hasil kuisioner awal sekitar  60%  para peserta memiliki kemampuan sesuai dengan pertanyaan pada kuisioner. Namun setelah praktik pengetahuan dan keterampilan peserta berubah mejadi 100 % terhadapat pertanyaan pada kuisioner. Terhadap panduan instruktur dalam pelatihan, semua peserta mengatakan mudah dipahami. Berkaitan dengan adanya penambahan pengetahuan teknik para peserta setelah pelatihan, diketahui bahwa rata-rata 81% pengetahuan teknik para peserta bertambah
PENINGKATAN KETRAMPILAN PERANCANGAN DAN PEMBUATAN RAK POT BUNGA ERGONOMIS KEPADA SISWA PASRAMAN NON FORMAL KERTAJAYA TANGERANG. Lamto Widodo Widodo; Lithrone Laricha Salomon; I Wayan Sukania; Elisha Sanjaya; Melynia Novita P
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 4, No 3 (2021): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v4i3.14858

Abstract

Plants have many functions. However, the condition of the plants in the garden around the Kertajaya Tangerang Pasraman area is less organized due to the limited area. Therefore, the arrangement of plants in pots placed on flower racks is a solution. On the other hand, Pasraman students need activities to improve their skills and insight. Therefore, training on the design and practice of making flower pot rack products is carried out, the results of which can be used in pasraman. The training is carried out in 2 stages, namely the stage of theory exposure, insight, and field practice stage. The first stage produces various flower pot rack concepts that meet certain specified criteria. The next stage is in the form of field practice to realize the selected design. Making flower pot racks involves the process of measuring materials, cutting, sanding, grinding, assembling, screwing, drilling and painting. The result of the activity is the concept and prototype of an ergonomic flower pot rack and the addition of knowledge and skills. Based on the questionnaire, there was an increase in participants' insight and understanding of the importance of market research and ergonomics in product design by 21.4%. The importance of product design and development stages increased understanding by 28.5%. In practical activities using work equipment in welding workshops and teamwork, there was 42.9%. A total of 85.7% said the instructor's guide was easy to understand, and all participants said the material and activity methods were satisfactoryABSTRAKTanaman memiliki banyak fungsi. Namun kondisi tanaman di taman sekitar area Pasraman Kertajaya Tangerang kurang tertata yang disebabkan oleh terbatasnya area. Oleh karena itu penataan tanaman dalam pot yang diletakkan pada rak bunga adalah solusi. Di sisi lain siswa pasraman sangat memerlukan kegiatan untuk peningkatan wawasan. Oleh karena itu dilakukan pelatihan perancangan dan praktik pembuatan produk rak pot bunga yang hasilnya dapat digunakan di pasraman. Pelatihan dilakukan dalam 2 tahap yaitu tahap pemaparan teori, wawasan dan tahap praktik lapangan.  Tahap pertama menghasilkan berbagai  konsep rak pot bunga  yang memenuhi kriteria tertentu yang ditetapkan. Tahap selanjutnya berupa praktik lapangan mewujudkan desain terpilih. Pembuatan rak pot bunga melibatkan proses mengukur bahan, memotong, mengampelas, menggerinda, merakit, menyekrup, mengebor dan mengecat. Hasil kegiatan adalah konsep dan prototipe rak pot bunga ergonomis dan penambahan ilmu dan ketrampilan. Berdasarkan kuisioner yang diberikan  terjadi peningkatan wawasan dan pemahaman peserta terhadap pentingnya riset pasar dan ergonomik pada perancangan produk sebesar  21,4 % dan pentingnya tahapan perancangan dan pengembangan produk terjadi kenaikan pemahaman sebesar 28,5%. Pada kegiatan praktik menggunakan peralatan kerja di bengkel las dan kerjasama dalam team terjadi peningkatan sebesar 42,9%. Sebanyak 85,7% mengatakan panduan instruktur mudah dipahami dan semua peserta mengatakan materi dan metode kegiatan memuaskan.
PELATIHAN TECHNOPRENEURSHIP DAN WORKSHOP FUSION 360 DI SMAN 110 JAKARTA DALAM RANGKA MENINGKATKAN DAYA SAING BANGSA Ahmad Ahmad; Lamto Widodo; wilson kosasih; Lithrone Laricha; Jhosua Septiono; andrean yonathan
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 4, No 1 (2021): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v4i1.9479

Abstract

The needs of today's consumers are very complex and change rapidly. Of course, this requires higher soft skills in response to realizing product designs that are in accordance with consumer desires. Unique and creative product designs certainly consider various aspects such as aspects of functionality, ergonomic aspects, industrial design aspects, mechanical aspects, manufacturing aspects, including aspects of market studies and analysis. These various aspects are deemed necessary to be introduced in the form of workshops for high school level students, such as at SMAN 110 Jakarta, where many graduates continue their studies and are also entrepreneurial. Product design uses Autodesk Fusion 360 software which supports many CAD features to produce creative and functional 3D designs. The method is carried out in the form of a material presentation seminar on generating design ideas, gathering consumer needs, product design concepts, ergonomics, industrial design, market studies and marketing. Meanwhile, the autodesk fusion 360 material was given in the form of training and was directly guided by the instructors in two days of training. There were 26 students of SMAN 10 Jakarta who participated in this training. The results of the participant's work show that the participants are very enthusiastic, this is also shown in the recapitulation of the questionnaire at the end of the training, where around 92.8% stated that they were very satisfied with the speaker's explanation and the material provided was felt to be very good with a participant satisfaction level of 94.7%,ABSTRAK:Kebutuhan konsumen era sekarang sangatlah kompleks dan cepat mengalami perubahan. Tentunya ini membutuhkan softskill yang semakin tinggi dalam meresponnya guna mewujudkan desain produk yang sesuai keinginan konsumen. Desain produk yang unik dan kreatif tentunya mempertimbangkan berbagai aspek seperti aspek fungsionalitas, aspek ergonomi, aspek desain industri, aspek mekanikal, aspek manufaktur, termasuk aspek studi pasar dan analisis. Berbagai aspek ini dipandang perlu untuk diperkenalkan dalam bentuk workshop pada Siswa setingkat SMA, seperti pada SMAN 110 Jakarta, yang lulusannya banyak melanjutkan kuliah dan juga berwirausaha. Desain produk menggunakan perangkat lunak Autodesk Fusion 360 yang mendukung banyak fitur CAD untuk menghasilkan desain secara 3D yang kreatif dan fungsional. Metode yang dilakukan dalam bentuk seminar pemaparan materi tentang Pembangkitan ide desain, pengumpulan kebutuhan konsumen, Konsep desain produk, Ergonomi, Desain Industri, Studi pasar dan Marketing. Sedangkan materi autodesk fusion 360 diberikan dalam bentuk pelatihan dan langsung dibimbing oleh para instruktur dalam dua hari pelatihan. Terdapat 26 siswa siswi SMAN 10 Jakarta yang ikut serta dalam pelatihan ini. Hasil karya peserta menunjukkan bahwa peserta sangat antusias,  Hal ini juga ditunjukkan pada rekapitulasi kuesioner saat akhir pelatihan, dimana sekitar 92.8% menyatakan sangat puas dengan penjelasan pembicara dan materi yang diberikan dirasakan sangat baik dengan tingkat kepuasan peserta 94.7%,
Co-Authors ., Wendy AA Sudharmawan, AA Adianto Adianto Adianto . Ahmad Ahmad Ahmad Ahmad Ahmad Akhromi, Muhammad Rafli andrean yonathan Andres Andres . Anggana Pranajaya Anggana Pranajaya Baeri, La Ode Muhammad Fardhan Sabil Bambang Pramudya Bambang Pramudya BUDI HARSONO Budi Harsono Charlie William Cherry Dewi Yuliana Dian Safhira Firdaus AK Djaha, Rymartin Jonsmith Elbert Elisha Sanjaya Endah Setyaningsih Fajar Aulia Kurniawan Felicia . Geraldo Tjhindrata Ghazali, Hartana Adiputra Gozali, Lina Hanssen Irawan Tarunokusumo Herli, Willson Hensky Hidayat, Michael Hugeng I Wayan Sukania I Wayan Sukania Ignatius Erick Alfonso Isnia Oktavera Iveline Anne Marie Iwan Aang Soenandi Jennifer Juyanto Jennifer Juyanto Jesselyn Octavia Jhosua Septiono Jimmy Jimmy Kevin Ravenska Kevin Timotius Kevin Yota Kobat, Michael An Nahl Leonardo Yohanes Pujianto Lina Gozali Lina Gozali Lithrone Laricha Lithrone Laricha S Lithrone Laricha Salomon Lusiana, Vera M. Faiz Syu'aib M. Faiz Syu’aib Martin Bernhard Melynia Novita P Michelle Melsha Sugiarto Muhammad Zulkarnain Nathaniel, Nicholas Adrian Nofi Erni Nofi Erni Nofi Erni Oktavera, Isnia Priantoraharjo, Shafa Alauddino Regina Anggraini Regina Angraeni Reynold . Rio Alfandy Rizky Sari Nuranisa Rosalia Sugiono Sam Herodian Setiawan, Billiang Silvi Ariyanti Silvi Ariyanti Silvi Ariyanti Silvi Ariyanti Steven Angelo Tanuwijaya, Dharmawan Timotius, Kevin Tjahjaindra, Jordy Tony Gunawan Utama, Didi Widya Valerie, Christian Vera Lusiana Waskito, Febrianto Puji Wayan Sukania wilson kosasih Wilson Kosasih Wira Kumala Worangian, Hubert Benedict Yovita NG Yunike Poala Yunike Poala