Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

HUBUNGAN ANTARA KEDISIPLINAN KERJA DENGAN PRODUKTIVITAS KERJA PADA PEGAWAI KANTOR BADAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN KELUARGA BERENCANA (BPPKB) KABUPATEN PATI Mahardikha Adhi Nugroho; Prasetyo Budi Widodo
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014 (Oktober 2014)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.961 KB) | DOI: 10.14710/empati.2014.7597

Abstract

Suatu instansi/badan hukum yang bergerak dalam bidang pelayanan, dalam hal ini BKKBN dan BPPKB, saat ini cenderung dipandang kurang baik oleh masyarakat. Fenomena yang terjadi saat ini, ada beberapa pegawai BPPKB yang sering datang tidak tepat waktu, hal inilah yang menimbulkan kesan negatif dari masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kedisiplinan kerja dengan produktivitas kerja pada pegawai kantor BPPKB Kabupaten Pati. Subjek penelitian ini seluruh pegawai BPPKB Kabupaten Pati, berjumlah 88 orang yang tersebar dalam 12 kecamatan serta kantor perwakilan daerah yang ada di kabupaten. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik sampling klaster. Pengambilan data menggunakan skala kedisiplinan kerja (43 aitem valid dengan α= 0,940) dan skala produktivitas kerja (41 aitem valid dengan α= 0,930) yang sebelumnya telah diuji cobakan pada 50 pegawai BPPKB di 9 kecamatan. Data yang diperoleh berdasarkan hasil analisis regresi sederhana menunjukkan nilai koefisien korelasi antara kedisiplinan kerja dengan produktivitas kerja sebesar 0,358 dengan p=0,000 (p
KOMUNIKASI INTERPERSONAL ANTAR KARYAWAN DAN MOTIVASI KERJA PADA KARYAWAN PT BANK NEGARA INDONESIA (PERSERO) Tbk KANTOR WILAYAH SEMARANG Selsia Kartika Sari; Prasetyo Budi Widodo
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015 (Oktober 2015)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.321 KB) | DOI: 10.14710/empati.2015.14361

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris tentang hubungan komunikasi interpersonal antar karyawan dengan motivasi kerja pada karyawan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Kantor Wilayah Semarang. Komunikasi interpersonal antar karyawan menjadi hal yang penting karena komunikasi interpersonal berperan dalam membangun hubungan kerja. Hubungan kerja yang harmonis akan menciptakan lingkungan kerja yang kondusif bagi tumbuhnya motivasi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif korelasional dengan sampel berjumlah 62 karyawan BNI Kantor Wilayah Semarang yang diperoleh dengan teknik cluster random sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah self report dengan Skala Motivasi Kerja (32 aitem;α= 0,917) dan Skala Komunikasi Interpersonal antar Karyawan (37 aitem; α=0,918). Data hasil penelitian diolah dengan analisis regresi sederhana menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal antar karyawan memiliki hubungan positif dan signifikan terhadap motivasi kerja (r =0,637; p<0,001). Komunikasi interpersonal antar karyawan memberikan sumbangan efektif sebesar 40,6% pada motivasi kerja. Kondisi tersebut menggambarkan bahwa tingkat konsistensi variabel motivasi kerja sebesar 40,6% dapat diprediksi oleh variabel komunikasi interpersonal antar karyawan, sedangkan sisanya 59,4% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diukur dalam penelitian ini.
HARGA DIRI DITINJAU DARI KEBUTUHAN AFILIASI DAN STATUS PERKAWINAN Nadya Ariyani Hasanah Nuriyyatiningrum; Prasetyo Budi Widodo
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014 (Agustus 2014)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.99 KB) | DOI: 10.14710/empati.2014.7548

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kebutuhan afiliasi dengan harga diri dan perbedaan harga diri wanita ditinjau dari status perkawinan. Kebutuhan afiliasi adalah usaha yang dilakukan oleh seseorang untuk dapat bersama dengan orang lain dengan cara mendekatkan diri, mempertahankan, dan memperbaiki hubungan. Harga diri merupakan penilaian individu terhadap dirinya sendiri baik secara positif maupun negatif. Teknik sampling yang digunakan adalah teknik sampling insidental.Populasi dalam penelitian ini adalah wanita di Kabupaten Pati dan Grobogan.Sampel penelitian berjumlah 282.Alat pengumpul data yang digunakan adalah skala kebutuhan afiliasi dan skala harga diri. Kedua skala disusun berdasarkan teori psikologi yang ada dan melalui proses uji coba. Proses tersebut menunjukkan koefisien reliabilitas skala kebutuhan afiliasi sebesar α=0,846 dan skala harga diri sebesar α=0,872. Analisis data menggunakan uji regresi linier sederhana dan independent t-test. Hasil yang diperoleh adalah ada hubungan yang signifikan antara kebutuhan afiliasi dengan harga diri dengan koefisien korelasi (rxy) sebesar 0,682 dan p=0,000 (p
PROPERTI PSIKOMETRI SKALA INTEGRITAS AKADEMIK MAHASISWA: APLIKASI MODEL RASCH Widodo, Prasetyo Budi; Rusmawati, Diana
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 2, Tahun 2024 (April 2024)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2024.43894

Abstract

Penelitian mengenai integritas akademik menjadi penting mengingat tuntutan akan integritas akademik terhadap sumber daya manusia di bidang pendidikan, utamanya peserta didik. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan instrumen pengukuran integritas akademik dan menelaahnya dari kerangka pandang psikometri. Skala integritas akademik dalam penelitian ini disusun dengan menggunakan format situational judgement test. Pengujian properti psikometri terhadap skala integritas akademik untuk mahasiswa dengan total item sebanyak 30 butir menggunakan model Rasch karena model Rasch membantu peneliti mengembangkan skala dengan karakteristik psikometri yang kuat yang tidak tergantung pada sampel. Subjek dalam studi ini adalah 233 orang mahasiswa. Hasil analisis menunjukkan reliabilitas subjek secara keseluruhan sebesar .72 dan reliabilitas instrument sebesar .98. Terdapat 5 item yang tidak fit dengan model dan validitas skala menunjukkan adanya unidimensionalitas skala. Validitas skala peringkat ditunjukkan adanya pilihan 1 sampai 3 menyebabkan subjek secara tepat menyampaikan respon tentang integritas akademik diri mereka. Bias karena perbedaan jenis kelamin dan asal perguruan tinggi terjadi pada 2 dan 5 item. Hal ini membuktikan bahwa secara empiris skala integritas akademik mahaasiswa memiliki kualitas psikometri yang baik.
PENTINGNYA INTEGRITAS TERHADAP AKADEMIK PESERTA DIDIK Widodo, Prasetyo Budi; Rusmawati, Diana; Indrawansyah, Elvan Juli
JURNAL DARMA AGUNG Vol 31 No 6 (2023): DESEMBER
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Darma Agung (LPPM_UDA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46930/ojsuda.v31i6.3822

Abstract

Integritas akademik sangat penting untuk mencapai tujuan pendidikan. Seluruh peserta didik, tenaga pendidik dan staf sekolah, mempunyai kewajiban untuk menjunjung tinggi nilai integritas akademik. Integritas akademik adalah komitmen terhadap nilai-nilai akademik yang diungkapkan dalam perilaku: kejujuran, amanah, keadilan, rasa hormat, dan tanggung jawab untuk memenuhi persyaratan akademik. Integritas akademik merupakan budaya akademik yang harus dijaga. Integritas akademik yang buruk mengakibatkan beberapa macam pelanggaran akademik oleh peserta didik, antara lain menduplikat karya orang lain, pemalsuan data, kecurangan, dan curang dalam ujian dan ulangan. Lembaga pendidikan mempunyai kode etik tersendiri untuk menyelesaikan permasalahan pelanggaran akademik dan menjaga kehormatan lembaga tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah dengan melakukan studi literatur. Tujuan artikel ini adalah untuk memberikan pengertian integritas akademik, ciri-ciri integritas akademik, dan gambaran mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi integritas akademik.
Content validity of humility scale in Javanese cultural society Pebriani, Novita; Raharjo, Alim Panggih; Azizah, Siti Nur; Widodo, Prasetyo Budi
Jurnal Psikologi Tabularasa Vol. 19 No. 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jpt.v19i2.13421

Abstract

ABSTRACT Humility is an individual who is based on humility so that he can put other people’s perspectives on himself and be able to realize the shortcomings and strengths within the Javanese community. The items developed in this study are in the form of an interval Likert scale consisting of 4 weights, namely strongly agree (SS), agree (S), disagree (TS) and strongly disagree (STS). Validity is carried out on each indicator compiled by researchers with an Aiken’s V limit of 0.8. Here involved experts (expert judgment) with a total of 9 people. The results of the Aikens’ V analysis show that the humility scale in Javanese cultural society developed in this study has good content validity, with a V value of more than 8 in indicator testing, aspects in content validity testing on 54 humility scale items in Javanese society.ABSTRAKHumility adalah individu yang didasari oleh kerendahan hati sehingga dapat menempatkan perspektif orang lain pada dirinya dan mampu menyadari kekurang dan kelebihan didalam diri masyarakat budaya jawa. Aitem yang dikembangkan dalam penelitian ini berupa skala likert interval yang terdiri dari 4 bobot yankni sangat setuju (SS), setuju (S), tidak setuju (TS) dan sangat tidak setuju (STS). Validitas yang dilakukan pada setiap indikator yang disusun peneliti dengan batas Aiken’s V sebesar 0,8. Disini melibatkan ahli (expert judgment) dengan jumlah 9 orang. Hasil dari analisis Aikens’ V menunjukan bahwa skala humility pada masyarakat suku jawa yang dikembangkan pada penelitian ini memiliki validitas isi yang baik, dengan nilai V lebih dari 8 pada pengujian indikator, aspek dalam pengujian validitas isi pada 54 aitem skala humility pada masyarakat budaya jawa
Peran Guru dan Upaya Sekolah Dalam Menangani Kesehatan Mental Siswa di Indonesia: Tinjauan Literatur Sistematis Marianty, Dewi; Hidayati, Annisa; Widodo, Prasetyo Budi
Fathana Vol. 3 No. 1 (2025): Fathana: Jurnal Psikologi Ar-Raniry
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/fjpa.v3i1.587

Abstract

Prevalensi gangguan mental pada anak dan remaja terus meningkat dan memiliki dampak yang cukup besar bagi peserta didik. Sekolah memiliki peran penting dalam merespon kesehatan mental siswa. Penelitian ini bertujuan untuk melihat peran guru dan upaya sekolah dalam menangani kesehatan mental siswa. Penelitian ini menggunakan systematic literature review dengan scopus dan google scholar sebagai database. Peneliti mendapatkan 15 jurnal yang akhirnya direview dan dianalisis lebih lanjut. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa guru memegang peranan penting untuk menjaga kesehatan mental siswa dengan menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan menyenangkan. Guru juga harus dibekali dengan pengetahuan dan pemahaman yang lebih mendalam untuk memahami masalah kesehatan mental yang terjadi pada siswa. Selain itu, upaya yang dapat dilakukan sekolah dalam menangani kesehatan mental siswa adalah pertama, meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang kesehatan mental siswa. Kedua, sekolah mengembangkan program pencegahan dan intervensi dini untuk mengatasi faktor risiko gangguan mental pada siswa. Ketiga, sekolah berkolaborasi dengan pihak lain dalam upaya menangani kesehatan mental siswa.
Whole School Approach in Contribution Building Mental Health in Schools Agustina, Yanuar Putri; Widodo, Prasetyo Budi
ANFUSINA: Journal of Psychology Vol. 7 No. 2 (2024): ANFUSINA: Journal of Psychology
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/ajp.v7i2.16571

Abstract

Mental health is essential for everyone, including those in the realm of education. However, there are still many cases related to mental health that arise in schools. This is a special concern so that school mental health can be upheld. The purpose of this article is to find out the picture of mental health in schools and determine what efforts and roles teachers play in building mental health in schools. The literature study method was done by summarizing, analyzing, and synthesizing several relevant literatures. The analysis results show that internal and external factors influence mental health. Mental health problems in Indonesian school environments are generally caused by low literacy rates related to the issue. In this case, teachers have a strategic role not only as information providers but also as role models who can positively influence the psychosocial development of students. Building mental health in schools can be done through mental health promotion efforts where all components of the school, including the organization within it and parents of students, contribute to support the development of mental health in schools. Keywords: literature review, mental health, teacher role, whole school approach
Exploring The Link Between Gratitude and Negative Emotions in Female Islamic Boarding Students Al Karim, Chamilul Hikam; Suparno, Suparno; Hyoscyamina, Darorsy Endah; Listiara, Anita; Widodo, Prasetyo Budi
Developmental and Clinical Psychology Vol. 6 No. 1 (2025): June 2025
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/dcp.v6i1.31975

Abstract

This study explores the relationship between gratitude and negative emotions among female students in an Islamic boarding school (pesantren) in Tegal Regency, Indonesia. A total of 219 students aged 12–21 years participated in this study. Data were collected using validated scales to assess gratitude as well as symptoms of stress, anxiety, and depression. The results showed that gratitude was negatively correlated with stress (r = –0.236), anxiety (r = – 0.202), and depression (r = –0.339), indicating that higher levels of gratitude tend to be associated with lower levels of these negative emotional states. Descriptively, over half of the participants (57.53%) reported high levels of gratitude. Most students experienced normal levels of stress and depression, but a notable proportion (31.51%) experienced extremely severe anxiety. These findings underscore the relevance of gratitude in supporting emotional well-being, while also pointing to the urgent need for interventions targeting anxiety among students.