Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

PERSEPSI TERHADAP FUNGSI MANAJEMEN DAN DISIPLIN KERJA KARYAWAN PT PLN (PERSERO) DISTRIBUSI JAWA TENGAH DAN D.I. YOGYAKARTA Ajeng Mustika Sari; Prasetyo Budi Widodo
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015 (Oktober 2015)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.237 KB) | DOI: 10.14710/empati.2015.13546

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara persepsi terhadap fungsi manajemen dengan disiplin kerja karyawan PT PLN (Persero) Distribusi Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta. Disiplin kerja merupakan kecenderungan berperilaku karyawan dalam menaati waktu kerja, kehadiran dan tanggung jawabnya serta mematuhi peraturan, baik peraturan perusahaan maupun norma sosial yang berlaku di lingkungan kerja untuk mencapai tujuan perusahaan. Persepsi terhadap fungsi manajemen dapat didefinisikan sebagai penilaian masing-masing karyawan terhadap fungsi manajemen yang dilakukan melalui  kegiatan perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengendalian dengan informasi yang diterimanya sehingga memengaruhi karyawan dalam bersikap dan berperilaku di lingkungan kerja. Penelitian dilakukan  kepada 81 karyawan dengan menggunakan skala psikologis berdasarkan variabel-variabel penelitian. Skala Disiplin Kerja (36 aitem; α = 0,928) dan Skala Persepsi terhadap Fungsi Manajemen (43 aitem; α = 0,946). Teknik sampling yang digunakan yaitu simple random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya hubungan positif yang signifikan antara persepsi terhadap fungsi manajemen dengan disiplin kerja karyawan  (rxy = 0,343; p = 0,001). Semakin positif persepsi terhadap fungsi manajemen maka semakin tinggi disiplin kerja, semakin negatif persepsi terhadap fungsi manajemen maka semakin rendah disiplin kerja. Persepsi terhadap fungsi manajemen memberikan sumbangan efektif sebesar 11,8% pada disiplin kerja dan sisanya 88,2% dipengaruhi oleh faktor lain.
RELATIONSHIP BETWEEN THE PERCEPTION CURRICULUM CREDIT SEMESTER SYSTEM (SKS) WITH ACADEMIC ACHIEVEMENT MOTIVATION IN STUDENTS OF SMAN 78 JAKARTA Fajriati Nurhidayah; Prasetyo Budi Widodo; Dinie Ratri Desiningrum
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012 (Oktober 2012)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.99 KB) | DOI: 10.14710/empati.2012.423

Abstract

School education has a major role in improving the quality of eduvation  ,00aitems through the students academic achievement motivation. Students academic achievement motivation can be seen by the student perception of the curriculum semester credit system is applied in schools. This research was conducted to determine the relationship between perceptions of curriculum semester credit system with academic achievement motivation in students of SMAN 78 Jakarta.The population was 324 students with 177 students as the sample. Determination of the sample using cluster random sampling technique.  Cluster random sampling procedures are sampling conducted by randomization to the group. Data collection using academic achievement motivation scale consists of 35 aitems (α=0,855) and scale perception of curriculum semester credit system, which consists of 33 aitems (α=0,858).Simple regression analysis showed rxy=0,354 and p=0,000 (p<0,05), meaning that there is a significant positive relationship between perceptions of curriculum semester credit system with students academic achievement motivation SMAN 78 Jakarta. These result indicate that the positive perception of the curriculum semester credit system, the higher the academic achievement motivation. Conversely, the more negative perceptions of curriculum semester credit system, the lower the academic achievement motivation. The result of this study indicate that students academic achievement motivation SMAN 78 Jakarta are ini the high category and have a positive perception curriculum semester credit system. Perceptions of achievement motivation variable rate of 12,5%, while 87,5% came from other factors that are not disclosed in this study
THE CORRELATION OF ATTACHMENT TO PARENTS WITH COPING STRESS AMONG 7TH GRADE OF SECONDARY SCHOOL STUDENT AT PONDOK MODERN SELAMAT KENDAL Syani Masinta Suri; Prasetyo Budi Widodo; Imam Setyawan
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013 (Agustus 2013)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.692 KB) | DOI: 10.14710/empati.2013.5256

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kelekatan terhadap orangtua dengan koping stres pada siswa kelas VII SMP Pondok Modern Selamat Kendal. Hipotesis dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan positif antara kelekatan terhadap orangtua dengan koping stres siswa.Populasi dalam penelitian ini 400 siswa kelas VII SMP Pondok Modern Selamat Kendal dengan sampel penelitian berjumlah 187 siswa yang diperoleh melalui cluster random sampling. Alat pengumpul data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Skala Koping Stres (41 aitem valid, α=0,898) dan Skala Kelekatan terhadap Orangtua (26 aitem valid, α=0,849), yang telah diuji cobakan pada 87 siswa kelas VII SMP Pondok Modern Selamat Kendal.Analisis regresi sederhana menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar 0,658 dan p=0,000 (p<0,05). Nilai tersebut menunjukkan semakin positif kelekatan terhadap orangtua maka semakin tinggi koping stres siswa, dan sebaliknya. Sumbangan efektif kelekatan terhadap orangtua dengan koping stres siswa sebesar 43,3%. Hasil ini mengindikasikan bahwa 43,3% variasi koping stres siswa kelas VII SMP  Pondok Modern Selamat dipengaruhi oleh variasi kelekatan terhadap orangtua. Sisanya sebesar 56,7% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diungkap dalam penelitian ini.
HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN EMOSIONAL DENGAN SIKAP TERHADAP PERILAKU SEKSUAL PRANIKAH PADA SISWA SMA DI KABUPATEN TABANAN I Kadek Darmo Suputra; Prasetyo Budi Widodo
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 3, Tahun 2015 (Agustus 2015)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2015.12990

Abstract

Pada masa remaja, seseorang mengalami masa pubertas yang mengakibatkan ketidakstabilan emosi karena perubahan hormon yang terjadi. Hal ini menyebabkan remaja mudah terjerumus pada hal – hal negatif, seperti perilaku seksual pranikah. Perilaku seksual pranikah berdampak negatif pada remaja seperti kehamilan yang tidak diinginkan, dan penyakit menular seksual. Perilaku seksual pranikah yang dilakukan remaja menunjukkan bahwa remaja lebih bersikap terbuka atau menerima terhadap perilaku seksual pranikah. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat hubungan antara kecerdasan emosional dengan sikap terhadap perilaku seksual pranikah. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa. SMA kelas X, XI, dan XII yang bersekolah di kabupaten Tabanan. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 517 siswa yang dipilih dengan menggunakan teknik proportional stratified random sampling. Analisi data pada penelitian ini menggunakan uji regresi sederhana. Berdasarkan analisis statistik menggunakan uji regresi sederhana diperoleh koefisien korelasi sebesar – 0,345 dengan p = 0,000 (p < 0,05). Nilai koefisien korelasi menunjukkan adanya hubungan negatif antara kecerdasan emosional dengan sikap terhadap perilaku seksual pranikah. Artinya, semakin tinggi kecerdasan emosional, maka semakin menolak sikap terhadap perilaku seksual pranikah. Sebaliknya, semakin rendah kecerdasan emosional, maka semakin menerima sikap terhadap perilaku seksual pranikah. 
LEADER MEMBER EXCHANGE (LMX) DAN KEPUASAN KERJA PADA KARYAWAN BAGIAN PRODUKSI PT. DUA KELINCI PATI Yunita Ikka Pramastuti; Prasetyo Budi Widodo
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015 (Oktober 2015)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.562 KB) | DOI: 10.14710/empati.2015.14350

Abstract

Salah satu sarana penting pada manajemen sumber daya manusia dalam sebuah organisasi adalah terciptanya kepuasan kerja karyawan. Kepuasan kerja  adalah penilaian karyawan dengan pekerjaan, yang ditunjukkan dengan adanya perasaan senang. Terdapat faktor-faktor yang memengaruhi kepuasan kerja, di antaranya adalah faktor kepemimpinan. Salah satu teori kepemimpinan adalah Leader Member Exchange (LMX). Leader Member Exchange (LMX) adalah persepsi interaksi antara pemimpin dengan bawahan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah terdapat hubungan antara Leader Member Exchange (LMX) dengan kepuasan kerja pada karyawan bagian produksi PT. Dua Kelinci Pati. Penelitian dilakukan kepada 75 karyawan dengan menggunakan  skala psikologi berdasarkan variabel-variabel penelitian Skala Kepuasan Kerja berisi 48 aitem valid (α = .923) dan skala Leader Member Exchange (LMX) berisi 49 aitem valid (α = .941). Teknik sampling yang digunakan yaitu kuota sampling. Hasil analisis data menggunakan teknik analisis regresi sederhana, menunjukkan nilai koefisien korelasi (rxy) = .459 dengan p =.000 (p<.05). Maka dapat dinyatakan bahwa terdapat hubungan yang positif antara Leader Member Exchange (LMX) dengan kepuasan kerja pada karyawan bagian produksi PT. Dua Kelinci Pati. Sumbangan efektif variabel Leader Member Exchange (LMX) terhadap kepuasan kerja sebesar 21.1%.
RANCANGAN PERPUSTAKAAN DI PERGURUAN TINGGI: Kajian Psikologi Lingkungan Prasetyo Budi Widodo
Buletin Psikologi Vol 8, No 1 (2000)
Publisher : Faculty of Psychology Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/bpsi.7417

Abstract

Pengembangan perpustakaan di Indonesia masih menghadapi banyak sekali hambatan dan tantangan. Secara singkat dapat dikatakan masalah itu ada dua. Pertama adalah terbatasnya jumlah perpustakaan dan, kedua, adalah kurangnya koleksi buku yang ada pada sebagian besar perpustakaan. Persoalan pertama banyak terkait denganfasilitas fisik perpustakaan, yaitu bangunan atau gedung. Tulisan ini akan mengkaji tentang masalah pertama tersebut, secara lebih khusus lagi berkaitan dengan disain, bukan masalah pengadaannya.
HARGA DIRI DAN INTERAKSI SOSIAL PADA REMAJA PANTI ASUHAN DAN REMAJA YANG TINGGAL BERSAMA KELUARGA DI KABUPATEN PURBALINGGA Melia Fortunela; Prasetyo Budi Widodo
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014 (Oktober 2014)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (25.706 KB) | DOI: 10.14710/empati.2014.7600

Abstract

Remaja memiliki kebutuhan yang tinggi untuk dapat diterima oleh kawan sebayanya, melalui kebutuhan tersebut terciptalah interaksi sosial. Komunikasi merupakan syarat terjadinya interaksi sosial, individu yang memiliki harga diri rendah akan mengalami kesulitan untuk mengomunikasikan gagasanya kepada orang-orang disekitar sehingga berpengaruh pada kemampuan interaksi sosial individu. Lingkungan dapat mempengaruhi tingkah laku individu termasuk salah satunya adalah interaksi sosial. Penelitian ini memiliki dua tujuan. Penelitian ini menggunakan harga diri sebagai variabel predictor dan interaksi sosial sebagai variabel kriterium. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat hubungan antara harga diri dan interaksi sosial pada remaja. Subjek dalam penelitian ini adalah remaja yang tinggal di panti asuhan dan tinggal bersama keluarga dengan kisaran usia 11-24 tahun. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 349 remaja yang dipilih menggunakan teknik sampling cluster sampling. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan uji regresi linear sederhana dan uji beda independent t-test. Berdasarkan analisis statistik menggunakan uji regresi linear sederhana diperoleh koefisien korelasi sebesar 0,656 dengan p=0,000 (p < 0,05). Nilai koefisien korelasi menunjukan adanya hubungan antara harga diri dan interaksi sosial pada remaja.
PENGARUH PELATIHAN KETERAMPILAN MEMBUAT INFERENSI PADA PEMAHAMAN TEKS EKSPOSITORI Anita Listiara; Prasetyo Budi Widodo; Diana Rusmawati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 5, Tahun 2022 (Oktober 2022)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.0.36743

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelatihan keterampilan membuat inferensi terhadap pemahaman membaca dalam teks ekspositori. Pelatihan kelompok eksperimen dilakukan selama 1 x 30 menit. Ini menekankan mengaktifkan pengetahuan tentang latar belakang menggunakan metode think aloud dan pertanyaan inferensial. Kelompok kontrol tidak menerima pelatihan atau kegiatan lainnya. Kelompok eksperimen dan kontrol masing-masing terdiri dari tiga mahasiswa. Tes pemahaman membaca dibangun untuk penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan tidak meningkatkan pemahaman membaca teks ekspositori kelompok eksperimen. Penjelasan hasil dan rekomendasi untuk penelitian selanjutnya dibahas
HUBUNGAN KEPUASAN TERHADAP GAJI DENGAN ETOS KERJA KARYAWAN KPRI DI KOTA SEMARANG Erwin Prasetio Raharjo Indartono; Prasetyo Budi Widodo
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014 (Oktober 2014)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (128.759 KB) | DOI: 10.14710/empati.2014.7571

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kepuasan terhadap gaji dengan etos kerja karyawan KPRI di Kota Semarang. Subjek penelitian ini adalah Karyawan KPRI di Kota Semarang. Subjek penelitian ini berjumlah 100 orang, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan cluster kuota random sampling. Pengambilan data menggunakan skala kepuasan terhadap gaji ( 23 aitem valid dengan α=0,881) dan skala etos kerja ( 24 aitem valid dengan α=0,836) yang sebelumnya telah diujicobakan pada 60 karyawan KPRI. Data yang diperoleh berdasarkan hasil analisis regresi sederhana menunjukkan besarnya koefisien korelasi antara kepuasan terhadap gaji dengan etos kerja melalui r_xy₌0,550 dengan p= 0,000 (p< 0,005). Hasil tersebut menunjukkan bahwa hipotesis yang diajukan peneliti, yaitu terdapat korelasi antara kepuasan terhadap gaji dengan etos kerja karyawan KPRI di Kota Semarang dapat diterima. Nilai koefisien korelasi positif menunjukkan arah hubungan kedua variabel positif, artinya semakin tinggi kepuasan terhadap gaji maka semakin tinggi pula etos kerja, dan sebaliknya semakin rendah kepuasan terhadap gaji maka semakin rendah pula etos kerjanya. Variabel kepuasan terhadap gaji dalam penelitian ini memberikan sumbangan efektif sebesar 30,3 % terhadap variabel etos kerja karyawan KPRI.
HARDINESS DI TEMPAT KERJA DITINJAU DARI DUKUNGAN SOSIAL REKAN KERJA PADA GURU SLB SE-KOTA SEMARANG Kunthi Zahra Pradita; Prasetyo Budi Widodo; Diana Rusmawati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013 (Agustus 2013)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.729 KB) | DOI: 10.14710/empati.2013.7364

Abstract

Dinamika tugas dan kewajiban serta beban kerja yang melingkupi profesi guru SLB membuat guru SLB rentan terhadapt stres. Stres pada guru dapat menyebabkan kecemasan dan frustasi sehingga berakibat buruk terhadap performa mengajar (Shepherd, 2010). Hardiness mampu melindungi individu dari efek negatif stres yang dihadapi (Abery&Munafo, 2008). Salah satu yang mempengaruhi perkembangan hardiness adalah pengalaman unik (Irwanto, 2002). Pengalaman unik dapat berasal dari pengalaman-pengalaman bersama orang-orang di sekitar guru. Dukungan sosial dengan sesama dianggap menjadi aspek penting yang dapat memberikan kepuasan emosional (Taylor, 2009). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial rekan kerja dengan hardiness di tempat kerja pada guru SLB se-kota Semarang.Total populasi dalam penelitian ini berjumlah 172 dengan sampel berjumlah 118 guru yang terebar di sembilan SLB di kota Semarang. Teknik sampling yang digunakan yaitu cluster random sampling. Pengambilan data menggunakan dua buah skala, yaitu Skala Hardiness di Tempat Kerja dan Skala Dukungan Sosial Rekan Kerja. Skala Hardiness di Tempat Kerja terdiri dari 28 aitem dengan nilai α = 0,877. Sedangkan skala dukungan sosial rekan kerja terdiri dari 40 aitem dengan nilai α = 0,915.Hasil analisis data menunjukkan koefisien korelasi rxy = 0,744 dengan p = 0,000 (p < 0,05). Terdapat hubungan positif yang signifikan antara dukungan sosial rekan kerja dengan hardiness di tempat kerja pada guru SLB se-kota Semarang. Artinya, semakin tinggi dukungan sosial yang didapat seorang guru dari rekan kerjanya maka semakin tinggi pula hardiness di tempat kerjanya. Koefisien Determinasi (R²) sebesar 0,554 menunjukkan bahwa dukungan sosial rekan kerja memberikan sumbangan efektif sebesar 55,4 % pada hardiness di tempat kerja guru SLB se-kota Semarang. Hasil penelitian juga menunjukan bahwa hardiness di tempat kerja guru SLB di kota Semarang berada pada level tinggi, demikian pula dengan dukungan sosial yang diterima dari rekan kerja.