Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

KEBIJAKAN PENDIDIKAN ISLAM KONTEKSTUAL DAN TANTANGAN KEPEMIMPINAN DI MASYARAKAT PESISIR SELAT MALAKA Puji Widianti; Nur Fitri Afifah; Rinton Gusrican; Abdi Mubarok; Hambali; Deni Suryanto
Maulana Atsani: Jurnal Pendidikan Multidisipliner Vol 2 No 3 (2026): November-Januari
Publisher : Pusat Kajian dan Pengembangan Publikasi Ilmiah (PKPPI) Institut Agama Islam Hamzanwadi Nahdlatul Wathan Lombok Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51806/2tz60k93

Abstract

Artikel ini membahas kebijakan pendidikan Islam kontekstual dan tantangan kepemimpinan pendidikan Islam dalam masyarakat pesisir Selat Malaka. Pendidikan Islam di wilayah pesisir dihadapkan pada dinamika sosial yang khas, seperti fluktuasi ekonomi maritim, mobilitas sosial yang tinggi, serta karakter budaya masyarakat yang terbuka dan egaliter. Kondisi tersebut menuntut kebijakan pendidikan Islam yang tidak hanya bersifat normatif dan seragam, tetapi mampu beradaptasi dengan konteks sosial masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi kepustakaan dan analisis dokumen kebijakan, dengan menelaah berbagai literatur nasional dan internasional yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa permasalahan utama pendidikan Islam di masyarakat pesisir bukan terletak pada ketiadaan kebijakan, melainkan pada lemahnya integrasi antara kebijakan pendidikan Islam dan kepemimpinan pendidikan Islam di tingkat kelembagaan. Kepemimpinan pendidikan Islam memiliki peran strategis sebagai mediator yang menerjemahkan kebijakan ke dalam praktik pendidikan yang kontekstual. Artikel ini menawarkan model integratif yang menekankan kontekstualisasi kebijakan, kepemimpinan kultural-adaptif, dan orientasi keberlanjutan sebagai prasyarat terwujudnya pendidikan Islam yang relevan, memiliki legitimasi sosial, dan berkelanjutan di masyarakat pesisir.
Gerakan Anak Cerdas Memilih Jajanan Sehat Melalui Edukasi Di SDN 3 Sungai Besar Kota Banjarbaru Hilda Irianty; Fitri Novita Sari Widodo; Jesica Pretisia; Fransisco Leo Tasik; Sarah Zein; M. Rifki Andra Firdaus; Ridha Hayati; Mahmudah Mahmudah; Hikmah Yusida; Deni Suryanto
Majalah Cendekia Mengabdi Vol 4 No 2 (2026): Majalah Cendekia Mengabdi
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/mcm.v4i2.1058

Abstract

Pendahuluan: Dilihat dari kegiatan pengabdian sebelumnya, program edukasi masih terbatas dan belum mampu meningkatkan pengetahuan anak, tetapi juga membentuk perilaku nyata anak dalam memilih jajanan sehat secara mandiri dan berkelanjutan. Anak usia sekolah dasar merupakan kelompok yang rentan terhadap berbagai masalah kesehatan, khususnya terkait pola konsumsi jajanan di lingkungan sekolah. Tujuan: Meningkatkan pengetahuan siswa/i sekolah dasar melalui gerakan anak cerdas dalam memilih jajanan sehat melalui edukasi di SDN 3 Sungai Besar, Kota Banjarbaru. Metode: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan pendekatan edukatif, partisipatif, dan tanya jawab, serta ada ice breaking  yang dilaksanakan di SDN 3 Sungai Besar, Kota Banjarbaru, dengan khalayak sasaran kelas VI B berjumlah 24 orang. Adapun metode pelaksanaan terdiri dari 3 tahapan, yaitu perizinan, perencanaan, dan pelaksanaan. Alat dan bahan yang digunakan berupa poster, PowerPoint untuk pemberian edukasi, LCD, spanduk, snack dan hadiah untuk siswa yang menjawab pertanyaan. Hasil : Berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan setelah pemberian edukasi tentang jajanan sehat, diperoleh gambaran bahwa sebagian besar siswa masih memiliki kebiasaan konsumsi yang kurang sehat. Banyak siswa menyatakan kurang menyukai sayuran dan lebih cenderung mengonsumsi jajanan kemasan. Simpulan: Hasil evaluasi menunjukkan bahwa sebagian besar siswa belum memiliki pemahaman yang baik mengenai ciri-ciri jajanan yang sehat, aman, dan bergizi. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa pengetahuan dan kesadaran siswa mengenai jajanan sehat masih perlu ditingkatkan melalui edukasi dan penyuluhan yang berkelanjutan.
Hubungan Dukungan Keluarga Dan Peran Petugas Kesehatan Dengan Kepatuhan Minum Obat Pada Penderita Tuberkulosis (Tbc) Di Wilayah Kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Tapin Alex Adam Malik; Asrinawaty; Erwin Ernadi; Deni Suryanto
Jurnal Manajemen Bisnis dan Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2025): Vol.2 No.2 2025 October-Desember
Publisher : Edu Berjaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70817/jmbk.v2i2.55

Abstract

Dalam penanganan tuberkulosis, kepatuhan pasien dalam mengikuti seluruh petunjuk pengobatan memegang peranan yang sangat penting. Ketidakpatuhan dalam mengonsumsi obat anti-TB sesuai resep dapat meningkatkan risiko terjadinya resistensi obat serta memperbesar peluang penularan kepada orang lain. Penelitian ini bertujuan menjawab pertanyaan: “Bagaimana hubungan dukungan keluarga dan keterlibatan tenaga kesehatan Dinkes Kabupaten Tapin terhadap kepatuhan pasien tuberkulosis dalam mengonsumsi obat sesuai resep?”. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dan pendekatan potong lintang. Sebanyak 63 partisipan yang sedang menjalani pengobatan TBC diikutsertakan, menggunakan metode total sampling. Dalam menganalisis data, peneliti menggunakan uji Chi-square bivariat yang dipadukan dengan analisis univariat. Survei menemukan bahwa 82,5% responden patuh menjalani pengobatan, sedangkan 17,5% tidak patuh. Selain itu, 85,7% responden memperoleh dukungan keluarga yang kuat dan 92,1% memiliki persepsi positif terhadap keterlibatan tenaga kesehatan. Dari Analisis statistik menunjukkan adanya korelasi antara dukungan keluarga (nilai P = 0,000) dan keterlibatan tenaga kesehatan (nilai P = 0,003) dengan kepatuhan pengobatan pasien TBC. Temuan ini menegaskan pentingnya peran pengawas minum obat serta petugas kesehatan yang melakukan kunjungan rumah pada pasien yang terindikasi berhenti berobat. Upaya komunikasi dengan keluarga pasien perlu ditingkatkan agar mereka dapat lebih berperan aktif dalam mendukung keberhasilan pengobatan tuberkulosis.
Umur, Anemia Dan Paritas Sebagai Faktor Kejadian KEK Di Wilayah Kerja Puskesmas Kelayan Dalam Deni Suryanto
Health Research Journal of Indonesia Vol 2 No 1 (2023): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v2i1.279

Abstract

Pendahuluan: Dilihat dari kunjungan ibu hamil ke Puskesmas Kelayan Dalam dan Posyandu pada tahun 2021-2022, terjadi peningkatan ibu hamil KEK. Tujuan: untuk mengetahui hubungan umur, anemia, dan paritas sebagai faktor kejadian KEK. Metode: Metode penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, menggunakan kuesioner dan metode penelitian survei. Teknik pengambilan sampel dengan Sampel Probility Sampling Variabel dalam penelitian ini meliputi Kekurangan Energi Kronik (KEK), umur, anemia dan paritas pada ibu hamil.dengan responden berjumlah 50 orang. Cara analisis data, yakni dengan teknik analisis univariat dan bivariat. Hasil: didapat p-value=0,034 antara umur dengan KEK, p-value=0,240 antara anemia dengan KEK, dan p-value=0,211 antara paritas dengan KEK. Kesimpulan: Ada hubungan umur dengan kejadian KEK pada ibu hamil, tidak ada hubungan anemia dan paritas dengan kejadian KEK pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Kelayan Dalam. Diharapkan tenaga Kesehatan melakukan kunjungan ke rumah sehingga ibu hamil bisa terpantau dalam penerapan di kehidupan sehari hari. Perlu adanya penelitian lanjutan mengenai kejadian KEK seperti dukungan suami, pekerjaan dan pencegahan KEK.
Pemberdayaan Masyarakat pada Kelompok Belajar PKBM dalam Pembuatan Lulur Tradisional Berbahan Baku Kayu Bangkal untuk Kesehatan Kulit Chandra Chandra; Eddy Rahman; Meilya Farika Indah; Norsita Agustina; Deni Suryanto
Jurnal Abdimas Kesehatan (JAK) Vol. 8 No. 1 (2026): Januari
Publisher : Universitas Baiturrahim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36565/jak.v8i1.1020

Abstract

As we age, the skin will undergo an aging process. Aging is caused by sharing factors both from inside and outside the body. The benefits of scrubbing ingredients from kuyu bangkal can soften and smooth the texture of the skin, making it more supple and soft to the touch. This scrub is believed to be able to remove dirt, excess oil, and dead skin cells from the skin, thus making the skin feel fresher and cleaner. Bangkal wood is a material that is often found in the community, the use of bangkal wood scrub for beauty is still very minimal known to the public. Bangkal scrubs are the basic ingredient in the tradition of the balulur of the Banjar tribe community which is currently decreasing. The purpose of this study is to describe the processing and application of bangkal scrubs in the Banjar tribal balulur tradition. The target of this activity is the Al Azhar PKBM study group in Banjarmasin City. The method is by providing training/demonstration in making scrubs made from bangkal wood. The results of community service activities are enthusiastic partners in the implementation of these activities and this activity is carried out pre and post test with the results obtained by pretest of 60% and post test of 95% so that they can find out how to make bangkal wood scrubs where the raw materials are products of local wisdom in the local area and partners get skills to make bangkal wood scrubs. The conclusion in this activity is that partners have gained increased knowledge about the benefits of bangkal wood for scrubs
Determinan Pencegahan Penyakit Gastritis di Desa Taruna Kabupaten Hulu Sungai Tengah: Determinants of Prevention of Gastrical Disease in Taruna Village Hulu Sungai Tengah Hilda Irianty; Ridha Hayati; Deni Suryanto
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 5 No. 12 (2022)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v5i12.2759

Abstract

Latar Belakang: Gastritis yang umum dikenal oleh kalangan masyarakat dengan sebutan maag adalah penyakit yang sering terjadi di jumpai di klinik,penyebab paling sering dari penyakit ini adalahpenggunaan Obat Anti Inflamasi Nonsteroid (OAINS), kortikosteroid, pola hidup dengan tingkat stres tinggi, konsumsi alkohol.kopi dan merokok. Data yang didapatkan di Puskesmas Barikin pada tahun 2021 dengan kasus sebanyak 96 kasus. Tujuan: Untuk mengetahui dan menganalisis Determinan Pencegahan Penyakit Gastritis Di Desa Taruna Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Metode: Metode penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan menggunakan survey analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Dan menggunakan Uji Chi-Square. Sampel sebanyak 61 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan Accidental Sampling. Hasil: Hasil penelitian dari data analisis bivariat menggunakan uji chi-square didapatkan hasil tidak ada hubungan yang signifikan antara variabel pengetahuan (P.Value 0,397), sikap (P. Value 1,000) dan dukungan keluarga (P.Value 0,172) dengan pencegahan penyakit Gastritis dan ada hubungan yang signifikan antara varibel sumber informasi (P.Value 0,036) dengan pencegahan penyakit Gastritis. Kesimpulan: Dari penelitian ini didapatkan lebih dari 50 % responden sudah melakukan pencegahan penyakit Gastritis. ada hubungan yang siginifikan antara variabel sumber informasi dengan pencegahan penyakit Gastritis. tidak ada hubungan yag signifikan antara variabel pengetahuan, sikap dan dukungan keluarga dengan pencegahan penyakit Gastritis.
Analysis of Public Perception of the Size (Placement) and Color of Dentures in Health Promotion Efforts M. Bahrul Ilmi; Netty Netty; Deni Suryanto; Eddy Rahman
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 9 No. 7 (2026)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v9i7.10502

Abstract

ntroduction: Dentures have many functions, of course, all of which are to improve health, but there are many factors that cause people to tend not to know the function of dentures. In Banjar Regency, there has not been a maximum in the equal distribution of dentists and dental nurses, which has the largest working area in Banjar Regency, so that people are more directed to dentists who specialize in dentures. The purpose of this study is to find out the public's perception of the function of dentures. Methods: This study is a quantitative analytical research with a cross-sectional approach using structured questionnaire instruments. The determination of the number of samples here is the community in the work area of the Aranio Health Center, Banjar Regency, using the Non-Probability Sampling technique, namely Quota Sampling, totaling 100 respondents. The instruments used in this study were in the form of questionnaires/interviews containing a list of statements about respondents' perceptions of denture function, perception of size (placement), and color of dentures. The data is processed and analyzed with Fisher Exact Test tests to test the research hypothesis. Results: The results of the study show that the level of public knowledge about the function of dentures is still relatively low, with the dominant respondents (96%) in the category of not knowing, where this condition shows a gap between public perception and a more comprehensive understanding of the benefits of dentures. In terms of the size (placement) of dentures, the largest proportion of respondents were in the poor category (45%). In the aspect of denture color, the distribution of respondents was relatively balanced between the interested (45%) and uninterested (55%) categories. The results of bivariate analysis came from the variable size (placement) of dentures (p-value 0.625; OR = 1.743) and color of dentures variables (p value 1.000; OR=1.233) with the function variable of dentures, where the two variables have no meaningful relationship. Considering the limitations of statistical power, the imbalance of the data distribution and the gap of the confidence interval make the accuracy of the estimates limited. These findings indicate that low public understanding is more likely to be related to limited access to dental health information and education than to the characteristics of dentures used. Conclusion: The need to increase access to information and education on dental health so that suggestions for the provision of information about dentures as a learning medium, both from print and electronic media dedicated to the immediate families of denture users, to reduce the reluctance to seek information. Health workers maximize their knowledge about the function of dentures in carrying out health promotion.
Hubungan Nomophobia, Distraksi Digital, dan Durasi Penggunaan Smartphone dengan Unsafe Behavior pada Mahasiswa Fkm Uniska Erwin Ernadi; Dina; Deni Suryanto; Ridha Hayati
Jurnal Manajemen Bisnis dan Kesehatan Vol. 3 No. 1 (2026): Vol.3 No.1 Juli-September
Publisher : Edu Berjaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Peningkatan ketergantungan teknologi digital berpotensi memicu gangguan kognitif dan perilaku berisiko keselamatan. Penelitian observasional analitik dengan rancangan cross-sectional ini bertujuan menganalisis hubungan antara nomophobia, distraksi digital, dan durasi penggunaan smartphone dengan unsafe behavior pada mahasiswa tingkat akhir FKM UNISKA MAB Banjarmasin Tahun 2026. Sampel berjumlah 100 mahasiswa dipilih menggunakan teknik proportional stratified random sampling dari total populasi 134 orang di enam peminatan. Pengumpulan data menggunakan kuesioner terstruktur, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square (α=0,05). Hasil univariat menunjukkan mayoritas responden mengalami nomophobia sedang (87,0%), distraksi digital sedang (92,0%), durasi smartphone sedang (65,0%), dan unsafe behavior sedang (70,0%). Analisis bivariat mengungkapkan tidak terdapat hubungan signifikan antara nomophobia (p=0,334) maupun distraksi digital (p=0,089) dengan unsafe behavior. Namun, terdapat hubungan yang signifikan secara statistik antara durasi penggunaan smartphone dengan unsafe behavior (p=0,033). Kesimpulannya, akumulasi durasi pemaparan layar harian (screen time) merupakan determinan utama yang berhubungan langsung dengan unsafe behavior. Institusi direkomendasikan memformulasi program edukasi rekayasa perilaku keselamatan berbasis digital (digital ergonomics) guna memitigasi risiko di lingkungan kampus.