Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN TINGKAT STRES MENJALANI DIET PENDERITA DIABETES MELLITUS DI FASKES TINGKAT SATU KLINIK CARISA MANADO Korengkeng, Loura Caroline; Pitoy, Frendy Fernando; Pongoh, Meryon Hevin
Klabat Journal of Nursing Vol. 4 No. 1 (2022): New Start
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/kjn.v4i1.783

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit metabolik yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah (hiperglikemia) sebagai akibat dari gangguan system endokrin. Pentingnya penerapan Diet DM yang teratur membuat banyak penderita DM merasakan stres dalam menjalani ketentuan tersebut sehingga tidak dapat melanjutkan program yang direncanakan. Keberhasilan menjalankan program diet dapat dipengaruhi dengan tingkat pengetahuan seseorang mengenai program tersebut. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui apakah ada hubungan antara tingkat pengetahuan dengan tingkat stres menjalani diet penderita diabetes mellitus di faskes tingkat satu Klinik Carisa Manado. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian descriptive correlation dengan pendekatan crosssectional. Pengumpulan responden dengan cara Consecutive Sampling yang telah dilakukan pada tanggal 01 - 31 Maret 2021dengan jumlah partisipan sebanyak 35 orang. Analisis data dilakukan dengan menggunakan spearman’s correlation dengan hasil penelitian yang menunjukan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan tingkat stres menjalani diet penderita diabetes mellitus di faskes tingkat satu Klinik Carisa Manado dengan nilai p= 0.411. Lebih lanjut data menunjukan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan kurang yaitu sebanyak 28 orang (80%) tingkat stres ringan yaitu sebanyak 20 orang (57,1%). Direkomendasikan bagi penderita DM di Klinik Carisa Manado agar dapat meningkatkan pengetahuan dengan mencari informasi mengenai diet penderita DM, dan juga bagi pimpinan faskes tingkat
DUKUNGAN KELUARGA DAN KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PASIEN TUBERKULOSIS PARU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SAGERAT KOTA BITUNG Pitoy, Frendy Fernando; Padaunan, Ellen; Herang, Cristoforus Stary
Klabat Journal of Nursing Vol. 4 No. 1 (2022): New Start
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/kjn.v4i1.785

Abstract

Abstract Tuberculosis disease or TB Pulmonary is a contagious infection that requires regular and long-term treatment. Maximum treatment can be obtained with proper adherence to medication for patients with the disease. The role of family support is important in achieving the maximum treatment by patients so that the patients remain obedient in the treatment. This study aims to determine the relationship between family support and medication adherence in TB Pulmonary patients in the work area of Sagerat Health Center, Bitung City. The research method used was a descriptive correlation with a consecutive sampling technique which was conducted from February to March 2021 with a total of 30 participants. The results showed that most of the participants, which is 82% were in the category of obedient in taking the medication and 64% had good family support in the treatment. Furthermore, the results showed that there was no significant relationship between family support and medication adherence in TB Pulmonary patients in the work area of Sagerat Public Health Center, Bitung City with a p value of 0.363. It is recommended for the patients with TB Pulmonary in the work area of Sagerat Health Center who are still not compliant with treatment to pay more attention to the importance of doing the right treatment according to the direction of the local health service. Keywords: Tuberculosis, Family Support, Medication Adherence Abstrak Penyakit Tuberculosis atau yang sering disebut TB Paru adalah infeksi menular yang membutuhkan pengobatan yang rutin dan cukup lama. Untuk mendapatkan pengobatan yang maksimal, dibutuhkan kepatuhan mengkonsumsi obat yang baik dari penderita penyakit. Peran dukungan keluarga merupakan hal penting dalam mencapai maksimalnya pengobatan yang dilakukan oleh penderita agar tetap patuh dalam pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada pasien tuberkulosis paru di wilaya kerja Puskesmas Sagerat, kota Bitung. Metode penelitian yang digunakan yaitu menggunakan descriptive correlation dengan teknik pengambilan sampel yaitu consecutive sampling yang dilakukan pada bulan februari sampai maret 2021 dengan jumlah partisipan sebanyak 30 orang. Hasil yang didapat menunjukkan bahwa sebagian besar partisipan yaitu 82% berada pada kategori patuh minum obat dan 64% memiliki dukungan keluarga yang baik dalam pengobatan. Lebih lanjut, hasil menunjukan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada pasien tuberkulosis paru di wilayah kerja puskesmas Sagerat, kota Bitung dengan nilai p= 0.363. Direkomendasikan kepada penderita TB Paru di wilaya kerja Puskesmas Sagerat yang masih tidak patuh dalam pengobatan untuk lebih memperhatikan pentingnya melakukan pengobatan yang benar sesuai arahan layanan kesehatan setempat. Kata kunci : Tuberkulosis, Dukungan Keluarga, Kepatuhan Minum Obat
TINGKAT STRES, KEBIASAAN MAKAN, SIKLUS MENSTRUASI DAN KETERHUBUNGANYA DENGAN TINGKAT KEPARAHAN ACNE VULGARIS PADA MAHASISWI Sumampouw, Meitha Natalia; Bawoel, Aldi Andreas; Lantemona, Yetslince Naomi; Pitoy, Frendy Fernando
Klabat Journal of Nursing Vol. 6 No. 2 (2024): Nursing - World's Buoyant
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/kjn.v6i2.1171

Abstract

Stres adalah suatu keadaan ketegangan yang berpengaruh pada emosional, proses berpikir, dan kondisi seseorang. Kondisi stres dapat menyebabkan individu mengalami perubahan hormonal yang mengarah pada pemilihan makanan yang salah dan mengalami siklus menstruasi yang tidak teratur. Hal tersebut dapat mengakibatkan peningkatan hormon androgen dan produksi sebum yang berlebihan sehingga memicu terjadinya akseserbasi acne vulgaris. Tingginya tuntutan perkuliahan pada mahasiswa akan menjadi salah satu faktor yang tidak dapat dihindari oleh mahasiswa dalam terjadinya acne vulgaris. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan antara tingkat stres, kebiasaan makan, dan siklus menstruasi dengan tingkat keparahan acne vulgaris pada mahasiswi Profesi Ners Universitas Klabat. Metodologi yang digunakan adalah desain korelasi deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Teknik sampling yang digunakan yaitu total sampling dengan jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 92 orang. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebagian besar mahasiswa memiliki tingkat stres sangat berat 84 (91.3%), kebiasaan makan baik 61 (66.3%), siklus menstruasi teratur 65 (70.7%) dan tingkat keparahan acne vulgaris ringan 86 (93.5%). Hasil uji bivariat dengan menggunakan rumus spearman’s rho dan Mann-Whitney menemukan tidak ada hubungan yang signifikan antara tingkat stres (p=0.513;r=-0.069), kebiasaan makan (p=0,966;r=-0.005) dan siklus menstruasi (p=0.084) dengan tingkat keparahan acne vulgaris pada mahasiswi Profesi Ners di Universitas Klabat. Direkomendasikan bagi mahasiswa Profesi Ners untuk dapat menurunkan tingkat stres yang dirasakan dengan cara melakukan kegiatan secara berkelompok. Juga para mahasiswa dapat mempertahankan kebersihan kulit agar terhindar dari acne vulgaris. Stress is defined as a state of tension that affects an individual's emotional state, cognitive processes, and overall condition. Hormonal changes resulting from stressful conditions can lead to an inclination towards unhealthy dietary choices and irregular menstrual cycles. This can result in an increase in androgen hormones and excessive sebum production, which in turn can lead to the development of acne vulgaris. The rigorous demands of academic lectures are a significant contributing factor to the occurrence of acne vulgaris among students. The objective of this study was to ascertain the correlation between stress levels, dietary habits, and the menstrual cycle with the severity of acne vulgaris in Ners Professional students at Universitas Klabat. The methodology employed was a descriptive correlation design with a cross-sectional approach. The sampling technique employed was total sampling, with a total of 92 individuals included in the study. The findings indicated that the majority of students exhibited elevated stress levels 84 (91.3%), commendable dietary habits 61 (66.3%), regular menstrual cycles 65 (70.7%), and mild acne vulgaris severity 86 (93.5%). The results of the bivariate tests, which employed the Spearman's rho and Mann-Whitney formulas, revealed no statistically significant correlation between stress levels (p=0.513;r=-0.069), eating habits (p=0,966;r=-0.005), and menstrual cycles (p=0.084) with the severity of acne vulgaris in Ners Professional students at Universitas Klabat. It is recommended that Ners Professional students engage in group activities to mitigate stress levels. In addition, students can maintain proper skin hygiene to prevent the development of acne vulgaris.
INTENSITAS PENGGUNAAN SMARTPHONE DAN RISIKO TERJADINYA DE QUERVAIN’S SYNDROME KEPADA MAHASISWA FAKULTAS ILMU KOMPUTER DI UNIVERSITAS KLABAT Caroline, Anggryani; Pitoy, Frendy Fernando
Klabat Journal of Nursing Vol. 7 No. 2 (2025): Nursing Insights: Bridging Science and Care
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/kjn.v7i2.1390

Abstract

The intensity of smartphone use has been considered as one of the risk factors for developing De Quervain’s Syndrome, a condition caused by repetitive hand movements leading to inflammation of the wrist tendons. This study aimed to determine the relationship between smartphone usage intensity and the risk of De Quervain’s Syndrome among students of the Faculty of Computer Science at Universitas Klabat. A cross-sectional design was applied with statistical analysis using Spearman’s rho correlation and ordinal logistic regression. A total of 244 participants were recruited based on the Slovin formula with an additional 10% attrition rate. Research instruments included the De Quervain Screening Tool (DQST) and a smartphone usage intensity questionnaire. The results indicated that most participants had a high level of smartphone usage (88.5%), while the majority presented a low risk of De Quervain’s Syndrome in the right hand (43.4%) and in the left hand (42.2%). Statistical analysis showed p values of 0.791 for the right hand and 0.600 for the left hand, indicating no significant relationship between smartphone usage intensity and the risk of De Quervain’s Syndrome. Logistic regression analysis also revealed that the alpha values of all smartphone usage variables were >0.05, suggesting no partial effect on the risk. This study recommends that students use smartphones more wisely to prevent health problems and encourages further research to investigate other contributing factors related to intensive smartphone use. Intensitas penggunaan smartphone merupakan salah satu faktor risiko yang dapat memicu terjadinya De Quervain Syndrome akibat gerakan berulang yang menyebabkan peradangan pada tendon pergelangan tangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara intensitas penggunaan smartphone dan risiko terjadinya De Quervain Syndrome pada mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer Universitas Klabat. Penelitian menggunakan desain cross sectional dengan uji Spearman’s rho correlation dan ordinal logistic regression. Sebanyak 244 partisipan ditentukan melalui perhitungan rumus Slovin dengan tambahan 10% attrition rate. Instrumen penelitian berupa kuesioner De Quervain Screening Tool (DQST) dan kuesioner intensitas penggunaan smartphone. Hasil menunjukkan sebagian besar partisipan memiliki intensitas penggunaan smartphone tinggi (88,5%), serta risiko rendah untuk tangan kanan (43,4%) maupun tangan kiri (42,2%). Analisis statistik memperoleh p value tangan kanan (p=0,791) dan tangan kiri (p=0,600), sehingga tidak terdapat hubungan signifikan antara intensitas penggunaan smartphone dan risiko De Quervain Syndrome. Uji regresi logistik juga menunjukkan nilai alpha dari seluruh variabel >0,05 yang berarti tidak berpengaruh secara parsial terhadap risiko. Penelitian ini menyarankan mahasiswa agar lebih bijaksana menggunakan smartphone untuk mencegah masalah kesehatan, serta mendorong penelitian selanjutnya meninjau faktor lain yang mungkin berhubungan dengan penggunaan smartphone intensitas tinggi.
Perilaku Merokok dan Kadar Gula Darah Penderita Diabetes Melitus Pitoy, Frendy Fernando; Mandias, Reagen Jimmy; Senduk, Angelina Firma Sheryll
NUTRIX Vol 8 No 2 (2024): Volume 8, Issue 2, 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/nj.v8i2.1129

Abstract

Abstract The more the incidence of diabetes mellitus (DM) increases, the more varied the factors that can trigger the disease. One of the causative factors is impaired productivity and insulin sensitivity caused by smoking. Cigarettes contain substances that can cause oxidative stress which can damage the pancreas and nicotine which can reduce insulin sensitivity. This study aims to find out the relationship between smoking behavior and blood sugar levels in DM patients. This research is quantitative research using descriptive correlation methods through a cross-sectional approach. Samples used in this research was 84 respondents using purposive sampling techniques. The instruments were an Autocheck brand glucometer and an observation sheet. Data analysis for the correlation test uses chi-square. The results showed that the majority of respondents smoked with 51 (60.7%) respondents and KGD was in the diabetes category with 67 (79.8%) respondents. Furthermore, the results show that there is a value of p=0.023, cc=0.023. It can be concluded that there is a significant relationship between smoking behavior and KGD in DM sufferers with a weak relationship. There is a need for awareness for DM sufferers to adopt a healthy lifestyle, such as stopping smoking and keeping the KGD at a reasonable value so as to avoid complications from existing diseases. For further research, researchers are expected to add more samples so that the statistical power of the research is greater. Keywords: Diabetes, Blood Sugar Levels, Smoking Abstrak Semakin meningkatnya angka kejadian insiden diabetes mellitus (DM), maka semakin bervariasi faktor yang dapat menjadi pemicu terjadinya penyakit tersebut. Salah satu faktor penyebab adalah gangguan produktifitas dan sensitifitas insulin yang diakibatkan oleh aktivitas merokok. Pada rokok terdapat sat yang dapat menyebabkan stres oksidatif yang dapat merusak pankreas dan sat nikotin yang dapat membuat sensitivitas insulin berkurang. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui apakah ada hubungan antara perilaku merokok dengan kadar gula darah (KGD) pasien DM. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan menggunakan metode deskriptif korelasi melalui pendekatan cross-sectional. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 84 responden melalui teknik sampling purposive. Instrumen yang digunakan adalah glukometer merek Autocheck dan lembar observasi. Analisis data untuk uji korelasi menggunakan chi-square. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar responden berperilaku merokok dengan jumlah responden sebanyak 51 (60,7%) responden dan KGD berada pada kategori diabetes dengan responden sebanyak 67 (79,8%). Lebih lanjut hasil menunjukan bahwa terdapat nilai p=0,023, r=0,023. Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara perilaku merokok dengan KGD pada penderita DM dengan keeratan hubungan yang lemah. Sangat di butuhkan kesadaran bagi penderita DM untuk menjalankan pola hidup yang sehat salah satunya berhenti merokok dan menjaga KGD berada pada nilai yang wajar sehingga terhindar dari komplikasi-komplikasi penyakit yang ada. Untuk penelitian selanjutnya diharapkan peneliti untuk menambah lebih banyak sampel agar semakin besar kekuatan statistik dari penelitian tersebut. Kata Kunci: Diabetes, Kadar Gula Darah, Merokok
Hubungan Indeks Prestasi dan Pendapatan Keluarga dengan Kecemasan Menghadapi Dunia Pekerjaan Pada Mahasiswa Profesi Ners Koapaha, Hartiny Pop; Pitoy, Frendy Fernando
NUTRIX Vol 9 No 1 (2025): Volume 9, Issue 1, 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/nj.v9i1.1279

Abstract

Mahasiswa dalam menghadapi dunia pekerjaan memiliki tingkat kecemasan yang tinggi. Faktor seperti indeks prestasi akademik dan kondisi ekonomi keluarga dapat memperberat tingkat kecemasan mahasiswa dalam menghadapi dunia kerja. Untuk mengurangi kecemasan tersebut, mahasiswa harus memiliki pendidikan yang berkualitas dan nilai keagamaan yang kuat. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan bahwa indeks prestasi dan pendapatan keluarga tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan kecemasan menghadapi dunia pekerjaan pada mahasiswa Profesi Ners Fakultas Keperawatan Universitas Klabat. Penelitian ini telah menggunakan desain penelitian descriptive correlation dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian ditentukan dengan menggunakan teknik total sampling dengan jumlah partisipan sebanyak 73 mahasiswa Profesi Ners. Hasil analisis menunjukan nilai signifikan p = 0,949; r = -0,008 pada indeks prestasi dan nilai p = 0,438; r = -0,092 pada pendapatan keluarga saat dihubungkan dengan kecemasan menghadapi dunia pekerjaan. Ditemukan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara indeks prestasi dan pendapatan keluarga dengan kecemasan menghadapi dunia pekerjaan pada mahasiswa Profesi Ners, Fakultas Keperawatan, Universitas Klabat. Direkomendasikan bagi para mahasiswa untuk tetap mempertahankan keadaan mental yang baik dalam menghadapi dunia pekerjaan. Dan untuk penelitian selanjutnya, disarankan untuk melakukan penelitian terkait faktor pada bidang pendidikan seperti dukungan tenaga pengajar dan fasilitas penunjang proses belajar dengan masalah kecemasan menghadapi dunia pekerjaan pada mahasiswa Profesi Ners, Fakultas keperawatan, Universitas klabat. Students facing the world of work have a high level of anxiety. Factors such as academic performance index and family economic conditions can aggravate the anxiety level of students in facing the world of work. To reduce this anxiety, students must have a quality education and strong religious values. This study aims to prove that the academic performance index and family income do not have a significant relationship with anxiety in facing the world of work in Profesi Ners students at the Faculty of Nursing, Universitas Klabat. This study has used a descriptive correlation research design with a cross-sectional approach. The research sample was determined using a total sampling technique with 73 participants of Profesi Ners students. The analysis results showed a significant value of p = 0.949; r = -0.008 on the academic performance index and a value of p = 0.438; r = -0.092 on family income when associated with anxiety facing the world of work. It was found that there is no significant relationship between the academic performance index and family income and the level of anxiety in facing the world of work in Profesi Ners students, Faculty of Nursing, Universitas Klabat. It is recommended that students maintain a good mental state when facing the world of work. For future research, it is advisable to conduct research related to factors in the field of education, such as the support of teaching staff and supporting facilities for the learning process with anxiety problems facing the world of work in Ners Professional students, Faculty of Nursing, Klabat University.
Kualitas Tidur pada Mahasiswa Profesi Ners Universitas Klabat Manoppo, Mutiara Wahyuni; Pitoy, Frendy Fernando; Abigael, Tinneke
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 7 (2023): Volume 3 Nomor 7 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.322 KB) | DOI: 10.33024/mahesa.v3i7.10717

Abstract

ABSTRACT Quality of sleep is a basic human need, but for students, the needs will be disrupted because of their assignments and the daily lifestyles as students. If the quality of sleep cannot be fulfilled, it will affect the decrease in quality of life and health function. Students' sleep quality can influence the teaching and learning process which leads to an optimal understanding of the material provided. This study aims to determine the quality of sleep in Profesi Ners students at Universitas Klabat. This study used a descriptive analysis method using a cross sectional approach. Data collection was carried out on April 24, 2022 with a total of 113 respondents collected through a total sampling technique. Data was collected using the Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) questionnaire. Descriptive analysis showed that most of the Profesi Ners students at Universitas Klabat, namely 108 respondents (95.6%) experienced poor sleep quality and 5 respondents (4.4%) experienced good sleep quality. Most students of the Profesi Ners at Universitas Klabat experience poor quality of sleep. It is recommended for the students to be able to manage the time so that sleep needs can be fulfilled. It is also recommended for further research to conduct research on the factors that cause students to experience poor quality of sleep. Keywords: Sleep Quality, Students, Profesi Ners  ABSTRAK Tidur yang berkualitas merupakan kebutuhan dasar manusia namun pada mahasiswa kebutuhan tidur akan terganggu karena tugas sebagai mahasiswa dan gaya hidup yang berubah. Apabila kualitas tidur tidak dapat terpenuhi maka akan berpengaruh pada menurunnya kualitas hidup dan fungsi kesehatan. Kebutuhan tidur mahasiswa dapat mempengaruhi proses belajar mengajar yang membawa kepada pemahaman materi yang diberikan secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas tidur mahasiswa Profesi Ners di Universitas Klabat. Penelitian ini menggunakan metode descriptive analysis dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Pengumpulan data dilakukan pada tanggal 24 April 2022 dengan jumlah responden yang terkumpul sebanyak 113 orang melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Analisis deskriptif menunjukkan hasil bahwa sebagian besar mahasiswa Profesi Ners Universitas Klabat yaitu sebanyak 108 responden (95,6%) mengalami kualitas tidur buruk dan 5 responden (4,4%) mengalami kualitas tidur baik. Sebagian besar mahasiswa Profesi Ners Universitas Klabat mengalami kualitas tidur buruk. Bagi mahasiswa direkomendasikan untuk dapat mengatur waktu dengan baik agar supaya kebutuhan tidur dapat terpenuhi. Disarankan juga bagi penelitian selanjutnya untuk melakukan penelitian mengenai faktor penyebab mahasiswa mengalami kualitas tidur buruk. Kata Kunci: Kualitas Tidur, Mahasiswa, Profesi Ners
Hubungan Tingkat Stres dengan Konsumsi Alkohol pada Remaja Manoppo, Mutiara Wahyuni; Pitoy, Frendy Fernando; Tampi, Kezia Bianca
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 6 (2023): Volume 3 Nomor 6 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.969 KB) | DOI: 10.33024/mahesa.v3i6.10585

Abstract

ABSTRACT Stress is a feeling that can lead to negative actions or behavior for adolescents. When experiencing stress, adolescents try to divert their attention to things that are fun, where the use of alcohol is a wrong action and is often the first choice. By consuming alcoholic beverages, adolescents can feel and relieve stress in a moment because of the nature of alcohol as a central nervous system depressant. This study aims to determine whether there is a significant relationship between stress levels and alcohol consumption in adolescents in Tandengan Village, Minahasa. This study has used a descriptive correlation method with a cross-sectional approach. The sample in this study were 86 respondents who were collected using a purposive sampling technique. Data collection was carried out using the Depression Anxiety Stress Scale 42 (DASS 42) questionnaire and alcohol consumption questionnaire. It was found that the majority of adolescents had normal stress levels with total of 45 (52.3%) respondents, then for alcohol consumption most adolescents were in the moderate category with total of 54 (60.5%) respondents. There is no significant relationship between stress levels and alcohol consumption in adolescents in Tandengan Village, Minahasa. It is recommended to the adolescents for not consume alcoholic beverages, and to look up for the positive things to relieve the stress that they are experiencing. Keywords: Stress Levels, Alcohol Consumption, Adolescents  ABSTRAK Stres merupakan suatu perasaan yang dapat menimbulkan tindakan atau prilaku negative bagi remaja. Saat mengalami stress remaja berusaha untuk mengalihkan perhatianya kepada hal-hal yang bersifat menyenangkan, dimana penggunaan alkohol merupakan suatu tindakan yang salah dan sering menjadi pilihan utama. Dengan mengkonsumsi meminuman beralkohol remaja dapat merasakan dan menghilangkan stres secara sesaat karena sifat dari alkohol sebagai depresan system saraf pusat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan yang signifikan antara tingkat stres dengan konsumsi alkohol pada remaja di Desa Tandengan Kabupaten Minahasa. Penelitian ini menggunakan metode descriptive correlation dengan pendekatan cross-sectional. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 86 responden yang dikumpulkan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner Depression Anxiety Stress Scale 42 (DASS 42) dan kuesioner konsumsi alkohol.  Ditemukan bahwa sebagian besar remaja berada tingkat stres normal yaitu sebanyak 45 (52.3%) responden, kemudian untuk konsumsi alkohol sebagian besar remaja berada pada kategori sedang yaitu sebanyak 54 (60.5%) responden. Analisis bivariat dengan menggunakan spearmen’s rho telah dilakukan dan didapati nilai p= > 0.05. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stres dengan konsumsi alkohol pada remaja di Desa Tandengan Kabupaten Minahasa. Direkomendasikan remaja dapat mempertahankan diri untuk tidak mengkonsumsi minuman beralkohol, dan diharapkan juga bagi remaja untuk mencari hal-hal yang positif untuk menghilangkan stres yang dialami. Bagi penelitian selanjutnya, direkomendasikan untuk melakukan penelitian mengenai faktor lain sebagai penyebab penggunaan alkohol dikalangan remaja serta dampak yang dihasilkan dari penggunaan alkohol tersebut. Kata Kunci: Tingkat Stres, Konsumsi Alkohol, Remaja
Kecemasan Keluarga Pasien saat Menunggu Anggota Keluarga yang Dirawat di Ruang ICU Pitoy, Frendy Fernando; Manoppo, Mutiara Wahyuni; Hutagalung, Irene Hana
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 9 (2023): Volume 3 Nomor 9 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v3i9.10930

Abstract

ABSTRACT Anxiety can arise automatically as a result of excessive internal and external stimuli that exceed the individual's ability to handle. Anxiety disorders are often experienced by the family members while waiting for the patients to be treated in the ICU. Lack of knowledge and limited information often affect thoughts and motivation so that family members are not able to develop the roles and functions. This study aims to determine the anxiety level among the family members of patients while waiting patients who are being treated in the ICU at a Government Hospital in North Sulawesi. Quantitative descriptive design was used in this study. The research sample was taken using the Convenient Sampling technique with a total of 30 respondents. Data collection used the HARS (Hamilton Anxiety Rating Scale) instrument. Data analysis showed that most of the majority of respondents were in the category of very severe anxiety with a total of 19 respondents (63.3%) and severe anxiety amounted to 11 respondents (36.7%). The patient's family members while waiting for patients who are being treated in the ICU room at a Government Hospitals in North Sulawesi, most of them have a very severe level of anxiety. It is recommended for the health workers to be able to pay attention for the patient family members who are waiting by providing good advocacy so that the anxiety can be reduced. For further research, it is suggested to be able to study the interventions that can reduce anxiety for family members while waiting for patients who are being treated. Keywords Anxiety, Family Members, Intensive Care Unit  ABSTRAK Kecemasan dapat timbul secara otomatis akibat dari stimulus internal dan eksternal yang berlebihan sehingga melampaui kemampuan individu untuk menanganinya. Gangguan kecemasan seringkali dialami oleh anggota keluarga yang menunggu pasien dirawat di ruang ICU. Pengetahuan yang kurang dan informasi yang terbatas sering kali mempengaruhi pikiran dan motivasi sehingga anggota keluarga tidak mampu mengembangkan peran dan fungsinya yang bersifat mendukung terhadap proses penyembuhan dan pemulihan pasien yang di rawat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kecemasan Anggota keluarga pasien saat menunggu pasien yang sedang dirawat di ruang ICU salah satu Rumah Sakit Pemerintah di Sulawesi Utara.  Deskriptif kuantitatif merupakan design penelitian yang digunakan dalam penelitian ini. Pengambilan sampel penelitian menggunakan teknik Convenient Sampling dengan jumlah responden yang terkumpul sebanyak 30 orang. Pengumpulan data menggunakan instrument HARS (Hamilton Anxiety rating Scale). Analisis data menunjukan bahwa sebagian besar mayoritas responden merasakan kecemasan sangat berat dengan jumlah 19 responden (63,3%) dan kecemasan berat berjumlah 11 responden (36.7%). Anggota keluarga pasien saat menunggu pasien yang sedang dirawat di ruang ICU salah satu Rumah Sakit Pemerintah di Sulawesi Utara sebagian besar memiliki tingkat kecemasan sangat berat. Direkomendasaikan kepada tenaga kesehatan untuk dapat memperhatikan anggota keluarga pasien yang menunggu dengan cara memberikan advokasi secara baik sehingga kecemasan dapat menurun. Bagi penelitian selanjutnya, disarankan untuk dapat meneliti intervensi yang dapat menurunkan kecemasan bari anggota keluarga yang menunggu pasien yang sedang di rawat. Kata Kunci: Kecemasan, Anggota Keluarga, Intensive Care Unit
Hubungan Dukungan Sosial dengan Tindakan Mengkonsumsi Alkohol pada Anak Remaja Pitoy, Frendy Fernando; Maneking, Sthefani Stefrianti
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 9 (2023): Volume 3 Nomor 9 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v3i9.11058

Abstract

ABSTRACT Consuming alcohol is an unhealthy lifestyle. The behavior is not easy to stop because alcohol is addictive which can cause people to become addicted. Negative social support can bring teenagers into wrong decision, including the act of consuming alcohol. This study aims to determine the relationship between social support and the act of consuming alcohol among adolescents in Baturapa II Village.This study uses a descriptive correlation method through a cross-sectional approach. Participants were collected using a total sampling technique with a total of 30 people. Data analysis shows the result that there is a significant value with a value of p = 0.000. Furthermore, the data showed that from 30 participants, the majority, namely 23 (76.7%) had negative social support and 23 (76.7%) consumed alcohol. There was a significant relationship between social support and the act of consuming alcohol among adolescents in Baturapa II Village. It is recommended that the local village government be able to assist in providing positive support for adolescents by providing restrictions on liquor sellers not to serve teenagers. Keywords: Adolescence, Alcohol Consumption, Social Support  ABSTRAK Mengkonsumsi alkohol adalah salah satu pola hidup yang tidak sehat. Perilaku tersebut tidak mudah untuk dihentikan karena alkohol bersifat adiktif yang dapat mneyebabkan orang kecanduan. Dukungan sosial yang salah dapat membawa remaja ke dalam hal yang tidak baik termasuk tindakan mengkonsumsi alkohol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara dukungan social dengan Tindakan mengkonsumsi alkohol pada anak remaja di Desa Baturapa II. Penelitian ini menggunakan metode descriptive correlation melalui pendekatan cross-sectional. Partisipan dikumpulkan dengan menggunakan teknik total sampling dengan jumlah 30 orang. Analisis data menunjukan hasil bahwa terdapat nilai signifikan dengan nilai p = 0.000. Lebih lanjut data menunjukkan bahwa dari 30 partisipan remaja, terdapat sebagian besar yaitu 23 (76.7%) memiliki dukungan sosial yang negatif dan 23 (76.7%) yang mengkonsumsi alkohol. Terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan sosial dengan tindakan mengkonsumsi alkohol pada remaja di Desa Baturapa II. Direkomendasikan kepada pihak pemerintah desa setempat agar supaya dapat membantu dalam memberikan dukungan yang positif terhadap remaja dengan cara memberikan batasan kepada penjual minuman keras untuk tidak melayani remaja membeli minuman keras. Kata Kunci: Dukungan Sosial, Konsumsi Alkohol, Remaja
Co-Authors Abigael, Tinneke Anthony Stafford Pangemanan Bawoel, Aldi Andreas Bella Elisabeth Sabathama Hadibrata Caroline, Anggryani Cesilia Kolesy Chintiya Zhou Chen Mariam Somba Christa Vike Lotulung Christina Angel Umboh Deisye Supit Denny Maurits Ruku Elisa Anderson Ella, Eunike Ellen Padaunan Gloria Hillary Wongka Gracella Kaparang, Gracella Hartiny Pop Koapaha Herang, Cristoforus Stary Hutagalung, Irene Hana Injilia Desgia Kawalod James Richard Maramis Jennifer Telly Rumuat Jimmy H Moedjahedy Jonathan Limando Karepouwan, Jeswendy Godlife Kathleen Sharon Boling Kawuwung, Christin Virginia Korengkeng, Joshua Harsi Korengkeng, Loura Korengkeng, Loura Caroline Lantemona, Yetslince Naomi Lea Andy Shintya Lontoh, Jessyca Cindy Lovely Jellita Najoan Manawan, Kenny Julisa Maneking, Sthefani Stefrianti Mareyke, Priskila Fientje Matindas, Ernest C. Meggi Mathilda Luntungan Metty Wuisang Monica Valery Paral Mutiara Wahyuni Manoppo Nander, Gabriel Christovel Nova Gerungan Nova Lina Langingi Pangajow, Agnes Lauren Pongoh, Meryon Hevin Reagen Jimmy Mandias Sabathiny Switnes Pratasik Senduk, Angelina Firma Sheryll Seroy, Emanuela Bethania Ester Sigar, Avril Elke Emily Sindi Sahentendi Siwu, Nikita Ribka Maya Stefany Prisilia Kaligis Sumampouw, Meitha Natalia Tampi, Kezia Bianca Tendean, Angelia Friska Thesalonika Margaretha Laluraga Thomas, Vanesa Giselle Venisia Cindy Christine Rindengan Waleleng, Maisy Wanta, Marshenda Vinolia Megavanesha Watopa, James Jonah Windy Jennyfer Longdong