Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Hubungan Konsep Diri dengan Gaya Hidup Hedonis pada Komunitas Minahasa Vapers Pitoy, Frendy Fernando; Matindas, Ernest C.; Korengkeng, Loura; Waleleng, Maisy
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 7 (2023): Volume 3 Nomor 7 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.998 KB) | DOI: 10.33024/mahesa.v3i7.10655

Abstract

ABSTRACT The hedonic lifestyle that is oriented towards pleasure or enjoyment is the choice of many people in life. The hedonic lifestyle can be influenced by a person's self-concept, where the ability to control personal pleasure becomes weak so the hedonic lifestyle is very vulnerable. This study aimed to determine the relationship between self-concept and hedonic lifestyle in the Minahasa Vapers Community. This study used a quantitative research design with a descriptive correlation research method through a cross-sectional approach. The sampling technique used total sampling with a total sample of 85 people. Most of the participants, namely 69 respondents (81.2%) had a negative self-concept and 77 respondents (90.6%) had a hedonic lifestyle in the moderate category. Based on the results of the Spearman rank/rho statistical test, it was found that the value of p = > 0.05. There was no significant relationship between self-concept and the hedonic lifestyle in the Minahasa Vapers Community. It is recommended for the Minahasa Vapers Community to have a positive view of themselves by being optimistic, realizing and accepting existing deficiencies, being able to adapt well to the surrounding environment and being able to develop their strengths and potential without following a hedonic lifestyle. For further research, it is recommended to be able to analyze the variables that result in negative community self-concepts. Keywords: Hedonic, Self-Concept, Vapers.  ABSTRAK Gaya hidup hedonis yang berorientasi pada kesenangan atau kenikamatan merupakan pilihan banyak orang dalam menjalani hidup. Gaya hidup hedonis dapat dipengaruhi oleh konsep diri seseorang, dimana kemampuan mengontrol kesenangan pribadi menjadi lemah pada individu dengan konsep diri rendah sehingga gaya hidup hedonis sangat rentan terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara konsep diri dengan gaya hidup hedonis pada komunitas Minahasa vapers. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan metode penelitian deskriptif korelasi melalui pendekatan cross-sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan Total Sampling dengan jumlah sampel sebanyak 85 orang. Sebagian besar partisipan yaitu sebanyak 69 reponden (81,2%) memiliki konsep diri negatif dan 77 responden (90,6%) memiliki gaya hidup hedonis dalam kategori sedang. Berdasarkan hasil uji statistik Spearman rank/rho  ditemukan nilai p = > 0,05. tidak terdapat hubungan yang signifikan antara konsep diri dengan gaya hidup hedonis pada komunitas Minahasa vapers. Direkomendasikan bagi komunitas Minahasa vapers agar dapat memiliki pandangan postitif terhadap diri sendiri dengan cara bersikap optimis, menyadari dan menerima kekurangan yang ada, mampu beradaptasi dengan baik di lingkungan sekitar dan dapat mengembangkan kelebihan dan potensi yang dimiliki  tanpa harus mengikuti pola hidup hedonis. Untuk penelitian selanjutnya, direkomendasikan untuk dapat menganalisa variabel yang mengakibatkan konsep diri komunitas negatif. Kata Kunci: Hedonis, Konsep Diri, Vapers
Hubungan Dukungan Sosial dengan Kecemasan dalam Menghadapi Dunia Kerja Matindas, Ernest C.; Pitoy, Frendy Fernando; Seroy, Emanuela Bethania Ester
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 6 (2023): Volume 3 Nomor 6 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.59 KB) | DOI: 10.33024/mahesa.v3i6.10597

Abstract

ABSTRACT Looking for a job is one of the life phases that every individual will go through. Anxiety about finding a job after graduating is something that is often faced by graduates. One of the factors that influence the anxiety is social support. This study aims to determine whether there is a relationship between social support and anxiety in facing the world of work for students of the Faculty of Nursing, University of Klabat. This research is a quantitative research with a correlation descriptive method through a cross sectional approach. Sampling technique was using purposive sampling with a sample of 93 people. Most of the respondents were at high social support with a total of 84 people (90.3%) and the level of anxiety was moderate with 68 respondents (73.1%). Furthermore, bivariate analysis using Spearmen's rho was carried out and found p = > 0.05. There is no significant relationship between social support and anxiety in facing the world of work for students of the Faculty of Nursing, University of Klabat. It is recommended for the students to have an effective coping mechanism in response to the anxiety so that it does not have a negative impact on education. For future researchers to be able to enhance the scope by adding other factors that influence readiness in facing the world of work such as self-concept or coping mechanisms. Keywords: Social Support, Anxiety, World of Work.  ABSTRAK Mencari pekerjaan merupakan salah satu dari fase kehidupan atau peristiwa yang akan dilalui setiap individu. Kecemasan mencari pekerjaan setelah menamatkan diri dari bangku pendidikan merupakan hal yang sering dihadapi oleh wisudawan. Salah satu faktor yang mempengaruhi kecemasan dalam mencari pekerjaan yaitu dengan adanya dukungan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara dukungan sosial dengan kecemasan menghadapi dunia kerja pada mahasiswa Fakultas Keperawatan Universitas Klabat. Penelitian ini berjenis penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif korelasi melalui pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel memakai teknik purposive sampling dengan sampel berjumlah 93 orang. Sebagian besar responden berada pada dukungan sosial tinggi dengan jumlah responden sebanyak 84 orang (90,3%) dan tingkat kecemasan menghadapi dunia kerja sedang dengan responden sebanyak 68 orang (73,1%). Lebih lanjut, analisis bivariat dengan menggunakan spearmen’s rho telah dilakukan dan ditemukan nilai p= >0.05. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan sosial dengan kecemasan dalam menghadapi dunia kerja pada mahasiswa Fakultas Keperawatan Universitas Klabat. Direkomendasikan kepada mahasiswa agar dapat memiliki mekanisme koping yang efektif dalam menanggapi kecemasan menghadapi dunia pekerjaan agar tidak berdampak buruk dalam pendidikan. Untuk peneliti selajutnya agar dapat menggali lebih jauh dengan menambahkan faktor lain yang mempengaruhi kesiapan dalam menghadapi dunia kerja seperti konsep diri atau mekanisme koping. Kata Kunci: Dukungan Sosial, Kecemasan, Dunia Kerja
Kebiasaan Makan dan Keparahan Acne Vulgaris pada Mahasiswa Maramis, James Richard; Pitoy, Frendy Fernando; Thomas, Vanesa Giselle
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 5 (2023): Volume 3 Nomor 5 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.091 KB) | DOI: 10.33024/mahesa.v3i5.10346

Abstract

ABSTRACT Acne vulgaris is a dermatological condition that affects both teenagers and adults. While various factors contribute to the severity of acne vulgaris, recent studies are progressively studying the interesting relationship between acne vulgaris and eating habits. Scientific studies have found that certain eating habits such as foods with high fat and glycemic index, products containing milk and energy-dense, and high-calorie foods play a role in exacerbating acne vulgaris. This study aims to determine whether there is a significant relationship between eating habits and the severity of acne vulgaris in grade III and IV students of the Faculty of Nursing, Universitas Klabat.This research is a quantitative research with a descriptive correlation method through a cross-sectional approach. The research sample was taken using a total sampling technique with a total of 205 respondents. Data was collected using the Adolescent Food Habits Checklist (AFHC) questionnaire to measure eating habits, and the Global Acne Grading System (GAGS) to measure the severity of Acne Vulgaris. It was found that most of the students were in the category of poor eating habits, with a total of 114 (55.6%) respondents, and had mild acne vulgaris, with a total 109 (53.2%) respondents. After conducting bivariate analysis using the Spearman's Rho, it was found that the value of p = 0.001; and r=-0.646. There is a significant relationship between eating habits and the severity of acne vulgaris in grade III and IV students of the Faculty of Nursing, Universitas Klabat. The level of coefficient correlation was classified as strong with the negative direction, where the poorer respondent's eating habits are, the higher the severity of acne vulgaris. It is recommended for the students to pay attention to their eating habits by reducing foods high in fat, calories and glycemic index, and starting to eat fruits and vegetables regularly. For further researchers, it is possible to measure the comparison of certain types of food as well as the schedule, and number of food portions consumed and their effect on the severity of acne vulgaris. Keywords: Acne Vulgaris, Eating Habits, Students.  ABSTRAK Acne vulgaris merupakan kondisi dermatologis yang mempengaruhi remaja dan orang dewasa. Sementara berbagai faktor berkontribusi terhadap keparahan acne vulgaris, penelitian-penelitian terbaru secara progresif mempelajari keterkaitan yang menarik antara acne vulgaris dan kebiasaan makan. Studi ilmiah mendapati bahwa kebiasaan makan tertentu seperti makanan dengan lemak dan indeks glikemik tinggi, produk yang mengandung susu dan makanan padat energi serta tinggi kalori berperan dalam memperparah acne vulgaris. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan makan dengan keparahan acne vulgaris pada mahasiswa tingkat III dan IV Fakultas Keperawatan Universitas Klabat. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif korelasi melalui pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian diambil dengan menggunakan teknik total sampling dengan jumlah responden sebanyak 205 orang. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner Adolescent Food Habits Checklist (AFHC) untuk mengukur kebiasaan makan, dan Global Acne Grading System (GAGS) untuk mengukur derajat keparahan Acne Vulgaris. Ditemukan bahwa sebagian besar mahasiswa berada pada kategori kebiasaan makan yang kurang baik yaitu sebanyak 114 (55,6%) responden, dan memiliki tingkat keparahan acne vulgaris ringan yaitu sebanyak 109 (53,2%) responden. Setelah dilakukan analisis bivariat menggunakan rumus Spearman’s Rho didapati bahwa nilai p=0,00; r=-0,646. Terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan makan dengan keparahan acne vulgaris pada mahasiswa mahasiswa tingkat III dan IV Fakultas Keperawatan Universitas Klabat.  Tingkat keeratan hubungan tergolong kuat dengan arah hubungan variabel yang bersifat negatif, dimana semakin kurang baik kebiasaan makan responden maka tingkat keparahan acne vulgaris semakin tinggi. Direkomendasikan kepada mahasiswa agar dapat memperhatikan kebiasaan makan mereka dengan mengurangi makanan tinggi lemak, kalori dan indeks glikemik, dan mulai rutin mengonsumsi buah dan sayur. Bagi peneliti selanjutnya dapat mengukur perbandingan dari jenis-jenis makanan tertentu serta jadwal dan jumlah porsi makanan yang dikonsumsi dan pengaruhnya terhadap tingkat keparahan acne vulgaris.  Kata Kunci: Acne Vulgaris, Kebiasaan Makan, Mahasiswa.
Body Image dan Pola Makan pada Mahasiswi Keperawatan Universitas Klabat Wuisang, Metty; Pitoy, Frendy Fernando; Mareyke, Priskila Fientje
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 5 (2023): Volume 3 Nomor 5 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.552 KB) | DOI: 10.33024/mahesa.v3i5.10353

Abstract

ABSTRACT Everyone, especially women, is very concerned about their body shape. Wrong descriptions about the body can cause body image problem, which they tend to experience changes in negative behavior. Diet is an activity that is often used as an alternative to rebuild the body image. The teenagers tried to change their diet so the body more beautiful without thinking about the disadventage from nutrition insufficient. This study aims to determine the relationship between body image and diet in nursing students at Universitas Klabat. The research method used is descriptive correlation with a cross sectional approach. 128 respondents were selected using a purposive sampling technique. The Multidimensional Body Self Relation Questionnaire – Appearance Scales (MBRSQ-AS) and dietary pattern questionnaire were used in data collection. The results showed that a total of 128 respondents were studied, and the majority of the respondents namely 94 female students (73.4%) had a positive body image and 123 female students (96.1%) had a good diet. Furthermore, the results found that after Pearson Correlation analysis regarding the relationship between body image and diet was done, there was a value of p = 0.000; r = 0.360. There is a significant relationship between body image and diet in Nursing Student at Klabat University. The relationship is weak and unidirectional, where the more positive the body image of the respondents, the better their diet. It is recommended for the students to be able to maintain a good perception of body image so that their diet will be maintained properly and spread from health problems. Keywords: Body Image, Diet, StudentsABSTRAK Setiap individu khususnya wanita sangat memperhatikan bentuk tubuh mereka. Deskripsi yang salah tentang tubuh dapat menyebabkan masalah pada body image sehingga cenderung mengalami perubahan perilaku kearah yang negative. Pola makan merupakan kegiatan yang sering menjadi alternatif dalam memperbaiki body image yang rusak. Para remaja beranggapan bahwa dengan merubah pola makan tubuh akan terlihat indah tanpa memikirkan kekurangan yang akan ditimbulkan apabilah tubuh tidak memiliki nutrisi yang cukup. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara body image dengan pola makan pada mahasiswi keperawatan Universitas Klabat.Metode penelitian yang digunakan adalah descriptive correlation dengan pendekatan cross sectional. 128 responden telah dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling. Kuesioner Multidimentional Body Self Relation Quesioner – Appearance Scales (MBRSQ-AS) dan kuesioner pola makan telah digunakan dalam pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 128 responden yang diteliti, sebagian besar responden yaitu 94 mahasiswi (73,4%) memiliki body image positif dan 123 mahasisi (96,1%) memiliki pola makan yang baik. Lebih lanjut, hasil uji statistik Pearson Correlation mengenai hubungan antara body image dan pola makan menemukan hasil dengan nilai p = 0,000; r = 0,360. Terdapat hubungan yang signifikan antara body image dengan pola makan pada Mahasiswi Keperawatan Universitas Klabat. Hubungan bersifat lemah dan searah, dimana semakin positif body image responden maka akan semakin baik pola makan mereka. Direkomendasikan bagi para mahasiswi agar dapat mempertahankan persepsi yang baik tentang body image sehingga pola makan akan terjaga dengan baik dan terhindar dari gangguan kesehatan. Bagi peneliti selanjutnya dapat melakukan penelitian mengenai faktor lain yang dapat mempengaruhi pola makan seperti aktivitas fisik, stres dan sosial ekonomi. Kata Kunci: Body Image, Pola Makan, Mahasiswi
Skrining dan Penanggulangan Penyakit Tidak Menular di Kelurahan Airmadidi Ruku, Denny Maurits; Mandias, Reagen Jimmy; Shintya, Lea Andy; Pitoy, Frendy Fernando; Anderson, Elisa; Moedjahedy, Jimmy Herawan; Ella, Eunike; Nander, Gabriel Christovel; Siwu, Nikita Ribka Maya
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i7.15272

Abstract

ABSTRAK Gangguan Kesehatan tidak pernah lepas dari masyarakat meskipun peningkatan teknologi dibilang sudah cukup pesat. Gangguan kesehatan dapat dibagi menjadi dua jenis yaitu penyakit yang menular dari satu ke yang lain dan penyakit tidak menular (PTM) yang mana dapat ditularkan dari orang lain. Penyakit tidak menular adalah penyakit katastropik dengan penyebab kematian paling tinggi di Indonesia. Penyakit ini diantaranya adalah hipertensi, diabetes, dan gout arthritis, dan hiperkolesterol. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk melakukan skrining dan penanggulangan PTM di RW 10 Kelurahan Airmadidi Atas dengan cara melakukan pemeriksaan kesehatan dan pemberian edukasi kesehatan pada masyarakat. Metode yang diterapkan pada program ini adalah survey observasi dan penyuluhan kesehatan kepada masyarakat di RW 10 kelurahan Airmadidi Atas. Data hasil analisis skrining kesehatan menunjukan bahwa pada sebagian besar penderita PTM berada pada kategori usia lanjut atau diatas dari usia 60 tahun dengan nilai persentase penderita Hipertensi sebanyak 18 (66.6%) orang, Diabetes Melitus 12 (60%) orang, dan Hyperkolesterolemia 15 (51%) orang. Sehubungan dengan angka penderita hipertensi yang cukup tinggi, maka telah diberikan edukasi kesehatan mengenai hipertensi pada Masyarakat. PTM ditemukan dengan angka kejadian yang cukup tinggi dikalangan Masyarakat. Kegiatan seperti in harus diadakan agar masyarakat lebih peduli mengenai kesehatannya.  Kata Kunci: Penyakit Tidak Menular, Skrining, Edukasi  ABSTRACT Health problems have never been separated from society even though the technological improvements are increasing rapidly. Health problems can be divided into two types, namely diseases that are transmitted from one person to another and non-communicable diseases (NCDs) which can be transmitted from other people. Non-communicable diseases are catastrophic diseases with the highest cause of death in Indonesia. These diseases include hypertension, diabetes, gouty arthritis and hypercholesterolemia. This community service program aims to carry out the health screening and PTM prevention in RW 10 Airmadidi Atas Village by conducting health observation and providing health education to the community. The data from health screening analysis shows that the majority of NCDs sufferers are in the elderly category or above the age of 60 years with a percentage of 18 (66.6%) people suffering from hypertension, 12 (60%) people with diabetes mellitus, and 15 (51%) people with hypercholesterolemia. According to the high number of hypertension sufferers, health education regarding hypertension has been provided to the community. NCDs is found to have high incidence rate among the community. Activities like this must be held so that people care more about their health. Keywords: Non-Communicable Disease, Screening, Education
Dukungan Keluarga Dan Kepatuhan Minum Obat Hipertensi Pada Lansia Di Kecamatan Ratahan Wanta, Marshenda Vinolia Megavanesha; Karepouwan, Jeswendy Godlife; Sigar, Avril Elke Emily; Caroline, Anggryani; Pitoy, Frendy Fernando
Journal Nursing Care Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Gorontalo Vol 10, No 1 (2024): JOURNAL NURSING CARE
Publisher : Poltekkes Kemenkes Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jnc.v10i1.978

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi merupakan penyakit yang ditandai dengan meningkatnya tekanan darah diatas batas normal dan paling sering diderita oleh lansia. Penanganan yang dapat dilakukan pada penderita hipertensi yaitu patuh dalam mengonsumsi obat hipertensi. Patuh dalam pengobatan adalah hal yang sangat susah untuk dilakukan sehingga sangat dibutuhkan dukungan dari keluarga dalam melaksanakanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat hipertensi pada lansia di Kecamatan Ratahan.Metode: Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan metode deskriptif korelasi melalui pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan besar sampel sebanyak 155 orang. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner dukungan keluarga, dan kuesioner Morisky Medication Adherence Scale (MMAS).Hasil: Diperoleh bahwa sebagian besar responden berada pada kategori dukungan keluarga baik dengan jumlah partisipan sebanyak 126 (81,3%) partisipan dan tidak patuh minum obat hipertensi dengan jumlah 83 (53,5%) partisipan. Setelah dilakukan alalisis bivariat dengan menggunakan rumus Spearman Rank didapati nilai p=0,001, r= 0,254.Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat hipertensi pada lansia di Kecamatan Ratahan. Hubungan bersifat lemah dengan arah positif dimana semakin tinggi dukungan keluarga diberikan maka semakin patuh lansia dalam mengonsumi obat hipertensi. Menjadi suatu pekerjaan yang penting bagi tenaga kesehatan khususnya perawat dalam bidang komunitas untuk dapat memberikan penyuluhan kesehatan mengenai peran keluarga dalam mendukung keberhasilan penggunaan obat khususnya bagi penderita penyakit kronis seperti hipertensi. Bagi lansia sendiri disarankan untuk patuh dalam mengonsumsi obat baik ada atau tidaknya gejala hipertensi yang muncul.
Co-Authors Abigael, Tinneke Anthony Stafford Pangemanan Bawoel, Aldi Andreas Bella Elisabeth Sabathama Hadibrata Caroline, Anggryani Cesilia Kolesy Chintiya Zhou Chen Mariam Somba Christa Vike Lotulung Christina Angel Umboh Deisye Supit Denny Maurits Ruku Elisa Anderson Ella, Eunike Ellen Padaunan Gloria Hillary Wongka Gracella Kaparang, Gracella Hartiny Pop Koapaha Herang, Cristoforus Stary Hutagalung, Irene Hana Injilia Desgia Kawalod James Richard Maramis Jennifer Telly Rumuat Jimmy H Moedjahedy Jonathan Limando Karepouwan, Jeswendy Godlife Kathleen Sharon Boling Kawuwung, Christin Virginia Korengkeng, Joshua Harsi Korengkeng, Loura Korengkeng, Loura Caroline Lantemona, Yetslince Naomi Lea Andy Shintya Lontoh, Jessyca Cindy Lovely Jellita Najoan Manawan, Kenny Julisa Maneking, Sthefani Stefrianti Mareyke, Priskila Fientje Matindas, Ernest C. Meggi Mathilda Luntungan Metty Wuisang Monica Valery Paral Mutiara Wahyuni Manoppo Nander, Gabriel Christovel Nova Gerungan Nova Lina Langingi Pangajow, Agnes Lauren Pongoh, Meryon Hevin Reagen Jimmy Mandias Sabathiny Switnes Pratasik Senduk, Angelina Firma Sheryll Seroy, Emanuela Bethania Ester Sigar, Avril Elke Emily Sindi Sahentendi Siwu, Nikita Ribka Maya Stefany Prisilia Kaligis Sumampouw, Meitha Natalia Tampi, Kezia Bianca Tendean, Angelia Friska Thesalonika Margaretha Laluraga Thomas, Vanesa Giselle Venisia Cindy Christine Rindengan Waleleng, Maisy Wanta, Marshenda Vinolia Megavanesha Watopa, James Jonah Windy Jennyfer Longdong