Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Factors Influencing the Incidence of Phlebitis in Hospitalized Patients Reagen Jimmy Mandias; Frendy Fernando Pitoy; Lea Andy Shintya; Windy Jennyfer Longdong
Journal Nursing Care Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Gorontalo Vol 9, No 2 (2023): JOURNAL NURSING CARE
Publisher : Poltekkes Kemenkes Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jnc.v9i2.722

Abstract

ABSTRACTBackground: Phlebitis is a nosocomial infection that often occurs and can be found in hospitals. Phlebitis is an infection that occurs in the walls of the veins which can be caused by various factors such as internal factors namely age and gender, as well as external factors such as the size of the infusion needle, the type of infusion fluid, the aseptic technique of infusion, and the number of days the infusion has been installed. Because of many factors influencing the phlebitis, lack of focus on phlebitis prevention often occurs.Purpose: This study aimed to determine the relationship between risk factors of phlebitis such as age, gender, infusion size, type of infusion fluid, location of infusion, length of infusion installed, and aseptic technique with the incidence of phlebitis in patients at a Private Hospital in Manado.Methods: The research method was quantitative, descriptive correlation with a cross-sectional approach. The sampling technique was used consecutive sampling with a total sample of 192 patients. Data was collected using an observation form for phlebitis risk factors and Visual Infusion Phlebitis (VIP) to measure phlebitis.Results: An analysis was carried out using the chi-square test and it was found that there were three risk factors that had a significant relationship with the incidence of phlebitis. These factors were the type of fluid (p= 0.000), aseptic technique (p= 0.011), and length of infusion installed (p= 0.020). While age (p= 0.383), sex (p= 0.948), infusion size (p= 0.247), and location of infusion (p= 0.826) had no relationship with the incidence of phlebitis. Furthermore, after logistic regression analysis, it was found that the type of fluid has a 13,539 times greater risk of developing phlebitis compared to the length of infusion installed and aseptic technique.Conclusion: The risk factors such as type of fluid, aseptic technique, and the length of infusion installed had a significant relationship with the incidence of phlebitis in a patient at a Private Hospital in Manado. The type of fluid is the most influential risk factor for the incidence of phlebitis in patients. It is recommended for nurses to minimize the use of hypertonic fluids, unless there are no contraindications. In addition, further attention is also needed regarding aseptic technique during infusion and pay attention to the condition of the patient's infusion during the treatment period.  ABSTRAKPendahuluan: Flebitis merupakan infeksi nosocomial yang sering terjadi dan banyak ditemui di rumah sakit.  Flebitis adalah infeksi yang terjadi pada dinding pembuluh darah vena yang dapat diakibatkan oleh berbagai faktor seperti faktor internal yaitu usia dan jenis kelamin, serta faktor eksternal seperti ukuran jarum infus, jenis cairan infus, teknik aseptik pemasangan infus, dan lama hari infus terpasang. Begitu banyak faktor yang mempengaruhi terjadinya flebitis mengakibatkan kurangnya fokus pencegahan flebitis pada sumber penyebabnya.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara faktor resiko terjadinya flebitis seperti usia, jenis kelamin, ukuran infus, jenis cairan infus, lokasi pemasangan infus, lama infus terpasang, dan teknik aseptik dengan kejadian flebitis pada pasien di salah satu Rumah Sakit swasta di Manado.Metode: Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan metode deskriptif korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah consecutive sampling dan didapatkan jumlah sampel sebesar 192 pasien. Data dikumpulkan dengan menggunakan lembar observasi faktor resiko flebitis dan Visual Infusion Phlebitis (VIP) untuk mengukur flebitis.Hasil: Telah dilakukan analisis dengan menggunakan uji chi-square dan ditemukan bahwa terdapat tiga faktor resiko yang memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian flebitis. Faktor tersebut adalah jenis cairan (p= 0,000), teknik aseptik (p= 0,011), dan lama infus terpasang (p= 0,020). Sedangkan usia (p= 0,383), jenis kelamin (p= 0,948), ukuran infus (p= 0,247), lokasi pemasangan (p= 0,826) tidak memiliki hubungan dengan kejadian flebitis.  Lebih lanjut setelah dilakukan analisa regresi logistik, ditemukan bahwa jenis cairan memiliki risiko 13.539 kali lebih besar terjadinya flebitis dibandingkan dengan lama infus terpasang dan teknik aseptik.Kesimpulan: Faktor resiko jenis cairan, teknik aseptic, dan lama infus terpasang memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian flebitis pada pasien di salah satu Rumah Sakit Swasta Di Manado. Jenis cairan merupakan faktor resiko yan g paling berpengaruh terhadap kejadian flebitis pada pasien. Diharapkan bagi perawat untuk meminimalisir penggunaan cairan hipertonik, kecuali tidak ada kontraindikasi. Selainitu, dibutuhkan juga perhatian lebih lanjutg mengenai teknik aseptik pada saat pemasangan infus serta memperhatikan kondisi infus pasien selama masa perawatan. 
Pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) pada Kader Kesehatan di Kelurahan Makawidey Frendy Fernando Pitoy; Elisa Anderson; Grace Kaparang; Denny Maurits Ruku; Reagen Jimmy Mandias; Ellen Padaunan; Lea Andy Shintya; Nova Gerungan; James Richard Maramis
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i9.11174

Abstract

ABSTRAK Kecelakaan ataupun bencana merupakan fenomena yang dapat terjadi tanpa dikehendaki oleh setiap orang. Tanpa penanganan awal yang tepat, suatu kecelakaan dapat membuat seseorang kehilangan nyawanya. Pertolongan pertama penting untuk dilakukan pada korban kecelakaan agar terhindar dari kematian atau kecacatan. Oleh karena itu, pengetahuan mengenai Bantuan Hidup Dasar (BHD) sangat diperlukan untuk menangani kasus-kasus tersebut. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan melakukan Bantuan Hidup Dasar (BHD) bagi Kader Kesehatan di kelurahan Makawidey. Metode yang digunakan adalah sosialisasi dan workshop kepada kader kesehatan kelurahan Makawidey. Evaluasi pengetahuan dan praktik dilakukan pada awal dan akhir kegiatan dengan menjalankan angket evaluasi. Terdapat peningkatan pengetahuan peserta tentang BHD setelah dilakukan kegiatan pelatihan, dimana terjadi peningkatan dari segi nilai pengetahuan sebesar 20.43%. Selain itu dari segi nilai ujian praktik, rata-rata nilai ujian para peserta cukup baik yaitu 69.90%. Dapat disimpulkan bahwa Kegiatan pelatihan BHD dapat meningkatkan pengetahuan para kader kesehatan kelurahan Makawidey. Lebih lanjut, pengetahuan para para kader kesehatan sudah cukup baik untuk mempraktikkan pemberian Bantuan Hidup Dasar dalam kehidupan bermasyarakatnya. Kata Kunci: Bantuan Hidup Dasar, Kader Kesehatan, Edukasi.  ABSTRACT Accidents or disasters are phenomena that can happen unexpectedly by everyone. Without proper initial treatment, an accident can occur in people’s life. First aid is important for the accident victims to avoid death or disability. Therefore, the knowledge of Basic Life Support (BHD) is needed to handle the cases. This activity aimed to increase knowledge and skills in implementing Basic Life Assistance (BHD) for Health Cadres in Makawidey. The method used was socialization and workshops for health cadres in Makawidey. Evaluation of knowledge and practice was at the beginning and the end of the activity questionnaire. There was an increase in the participants' knowledge about BHD after the training activities, where there was an increase in terms of the knowledge by 20.43%. Apart from that, in terms of practical, the average scores of the participants were quite good, namely 69.90%. It can be concluded that BHD training activities can increase the knowledge of Makawidey’s health cadres. Furthermore, the knowledge of the health cadres is good enough to be practice in the provision of Basic Life support in their community. Keywords: Basic Life Support, Health Cadres, Education.
Health Expo: Upaya Penanggulangan 4 Hypers di Kelurahan Makawidey, Bitung Reagen Jimmy Mandias; Grace Kaparang; Frendy Fernando Pitoy; Elisa Anderson; Denny Maurits Ruku; Lea Andy Shintya; Ellen Padaunan; Christina Angel Umboh; Kathleen Sharon Boling; Injilia Desgia Kawalod; Cesilia Kolesy; Thesalonika Margaretha Laluraga; Chintiya Zhou Chen Mariam Somba; Bella Elisabeth Sabathama Hadibrata; Jennifer Telly Rumuat
Servitium Smart Journal Vol 2 No 1 (2023): Servitium Smart Journal
Publisher : Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31154/servitium.v2i2.21

Abstract

Meskipun selama beberapa dekade terakhir terjadi peningkatan teknologi dan penelitian ekstensif yang signifikan dalam dunia medis dan kesehatan secara keseluruhan, Penyakit Tidak Menular (PTM) atau penyakit degeneratif atau dalam istilah lain yaitu Man-made Disease menjadi seperti enigma yang tidak kunjung dapat diatasi. Program Pengabdian kepada Masyarakat pada artikel ini adalah mengacu pada skrining dan penanganan 4 Hypers dengan cara pemberian edukasi melalui konsultasi pola hidup dan pemberian obat pada warga Masyarakat Kelurahan Makawidey, Aertembaga, Bitung. Penanganan 4 Hypers terus perlu digalakkan untuk mencegah peningkatan kasusnya pada waktu ke depan. Para dokter, perawat, tenaga kesehatan serta pemerintah harus terus berkolaborasi untuk mengadakan skrining, edukasi, pencegahan serta pengobatan penyakit tidak menular. Kegiatan seperti ini perlu diadakan oleh sivitas akademika fakultas keperawatan, fakultas ilmu kesehatan atau sekolah tinggi ilmu kesehatan yang lain secara regular dan menyeluruh di seluruh Indonesia sesuai cakupan jangkauan wilayah institusi tersebut.
HUBUNGAN KUALITAS TIDUR DAN KEJADIAN ACNE VULGARIS PADA MAHASISWA Pitoy, Frendy Fernando; Maramis, James Richard; Kawuwung, Christin Virginia
JURNAL KEPERAWATAN Vol. 11 No. 2 (2023): JURNAL KEPERAWATAN
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Acne vulgaris is a skin problem caused by excessive sebum or oil production which can cause inflammation and blockage of the pores. The emergence of acne vulgaris can be influenced by several factors, one of which is the quality of sleep. Objective: This study aims to determine the relationship between quality of sleep and the incidence of acne vulgaris in Nursing students at Universitas Klabat. Methods: This research is quantitative with a descriptive correlation method through a cross sectional approach. Total sampling technique was used with a sample of 90 people. Data was collected using a questionnaire, where the Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) questionnaire was used to measure The quality of sleep, while the Global Acne Grading System (GAGS) questionnaire was used to measure the incidence of acne vulgaris.Results: The data analysis showed that most of the respondents' sleep quality was in the bad category with a total of 80 people (88.9%). While the level of acne vulgaris is mostly at a mild level with 70 respondents (77.8%). Bivariate analysis using Spearman's rho was used and it was found that there was no significant relationship between quality of sleep and the incidence of acne vulgaris in college students as proved by a p value > 0.05. conclusion: It is recommended for the students to balance the study and rest time to get the optimal sleep quality and it is also suggested to do facial care properly to prevent the acne vulgaris that is sustainable. For future researchers to be able to examine other factors that influence the incidence of acne vulgaris, such as a family history of acne, use of cosmetics, work, stress, lifestyle, and diet. Keywords: Acne Vulgaris, Quality of Sleep, Student.
Dukungan Keluarga Dan Kepatuhan Menjalankan Diit Pasien Diabetes Melitus Di Wilayah Kerja Puskesmas Ratahan Pitoy, Frendy Fernando; Mandias, Reagen Jimmy; Shintya, Lea Andy; Manawan, Kenny Julisa
Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal Vol. 14 No. 02 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jikbh.v14i02.775

Abstract

Latar Belakang: Salah satu cara untuk menangani penyakit DM adalah dengan melakukan diet yang ketat dimana bukanlah hal yang mudah untuk tetap konsisten dalam menjalankanya. Dukungan dari keluarga merupakan suatu kontribusi nyata yang sangat berperan aktif dalam mempengaruhi pelaksanaan diet DM. Diet yang dilakukan terus-menerus dengan jangka waktu yang lama dan disertai dengan kurangnya dukungan dari keluarga sering kali menimbulkan perasaan bosan sehingga mengakibatkan kelalaian dalam menjalankanya. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan menjalankan diet pada pasien DM di wilayah kerja Puskesmas Ratahan. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Sampel diambil menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 94 responden. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner Dukungan Keluarga dan Kuesioner Kepatuhan Diet DM. Analisis data menggunakan rumus Spearman’s Rho dengan menggunakan program Statistical Package For The Social Science (SPSS) 21. Hasil: Ditemukan bahwa sebagian besar responden masuk dalam kategori dukungan keluarga baik dengan jumlah 67 (71,3%) responden dan memiliki kepatuhan diet DM dalam kategori patuh dengan jumlah 59 (62,8%) responden.  Lebih lanjut, hasil analisis bivariat menggunakan rumus Spearman’s rho menunjukan nilai p=0,271. Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dan kepatuhan menjalankan diet DM di wilayah kerja Puskesmas Ratahan.
Body mass index dan keterhubungannya dengan kekuatan otot tungkai bawah dan keseimbangan pada lansia Pitoy, Frendy Fernando; Korengkeng, Joshua Harsi
Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal Vol. 15 No. 02 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jikbh.v15i02.1298

Abstract

Latar Belakang: Berat badan berlebih yang sering ditemukan pada lansia dapat mengakibatkan resiko terjadinya kejadian jatuh. Berat badan berlebih dapat diakibatkan oleh penumpukan lemak yang terjadi sehingga mengurangi masa otot yang mana sebagai sumber pemberi tenaga pada individu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan yang signifikan antara Body mass index dengan kekuatan otot tungkai bawah dan keseimbangan pada lansia di Desa Rerer Raya.Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah deskritif korelasi dengan pendekatan cros-sectional. Teknik pengambilan sampel meggunakan consecutive sampling teknik dengan jumlah sampel sebanyak 81.Hasil: Sebagian besar responden yaitu 48 (59,3%) berada di kategori obesitas, yang terbagi antara obesitas 1 dan obesitas 2. Ditemukan juga sebagian besar responden yaitu sebanyak 31 (38,3%) responden berada pada kategori resiko jatuh berdasarkan kekuatan otot tungkai bawah, dan 54 (66,7%) responden memiliki keseimbangan normal. Lebih lanjut hasil menunjukan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara Body mass index dengan kekuatan otot (p=0,909; r=0.013) dan keseimbangan (p=0,315; r=0,113) pada lansia di Desa Rerer Raya.Kesimpulan: Body mass index tidak memiliki hubungan yang signifikan terhada kekuatan otot tungkai bawah dan keseimbangan pada lansia yang berada di desa Rerer Raya.
The Effect of Hydrotherapy on Lowering Blood Pressure among Hypertension Lontoh, Jessyca Cindy; Pitoy, Frendy Fernando
Proceedings of the International Conference on Nursing and Health Sciences Vol 6 No 1 (2025): January-June 2025
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/picnhs.v6i1.5752

Abstract

Hypertension is a cardiovascular disease and a non-communicable disease that poses a significant health risk due to its high mortality rate. It can lead to various health complications, including stroke, aneurysm, heart failure, heart attack, and kidney damage. Complementary therapies, when utilized traditionally, can assist in the management of hypertension. Examples of such therapies include warm water hydrotherapy and other water-based treatments. This study aimed to determine the impact of warm water foot-soak hydrotherapy on reducing blood pressure in hypertensive patients within the Airmadidi Health Center working Area. This research is a quantitative study that utilizes a quasi-experimental method with an equivalent control group design. The research sample was obtained through a non-probability sampling technique, specifically purposive sampling, which resulted in 40 participants divided into 20 in the control group and 20 in the intervention group. The intervention group administered warm water foot-soak hydrotherapy for a period of six consecutive days, with each session lasting 30 minutes and the water maintained at a temperature of 40°C. The statistical analysis employed was a bivariate analysis with the Mann-Whitney test. The results showed a significant difference in blood pressure values before and after hydrotherapy, with p-value = 0.000 for systolic and p-value = 0.000 for diastolic. Furthermore, the data shows a difference in the mean value of systolic blood pressure between the control group and the treatment group of 41.05 mmHg. In comparison, diastolic blood pressure values show a difference in the mean value of 35.35 mmHg. It is hoped that the community, especially people with hypertension, can use warm water foot bath hydrotherapy as a complementary therapy that can be done independently to help reduce blood pressure.
RELIGIUSITAS DAN TINGKAT KECEMASAN MENGHADAPI DUNIA PEKERJAAN PADA MAHASISWA Watopa, James Jonah; Pitoy, Frendy Fernando
Klabat Journal of Nursing Vol. 7 No. 1 (2025): Building Resilient Communities
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/kjn.v7i1.1287

Abstract

Bagi mahasiswa yang akan beralih dari dunia pendidikan pada dunia pekerjaan, kecemasan sangat signifikan dirasakan dalam kehidupan. Kecemasan dalam menghadapi dunia kerja dipicu oleh berbagai faktor, seperti ketidakpastian masa depan, kurangnya pengalaman, dan ekspektasi sosial yang tinggi. Kecemasan yang berlebihan yang dialami oleh mahasiswa dapat diminimalisir dengan melakukan intervensi psikologi salah satunya dengan meningkatkan religiusitas. Universitas Klabat (UNKLAB) merupakan salah satu kampus yang berada di Sulawesi Utara yang menanamkan ilmu kerohanian yang tinggi bagi para mahasiswanya. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui hubungan antara tingkat religiusitas dengan Tingkat kecemasan mahasiswa dalam menghadapi dunia pekerjaan pada mahasiswa Profesi Ners, Fakultas Keperawatan (FKEP) UNKLAB. Penelitian ini telah menggunakan desain penelitian descriptive correlation dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian ditentukan dengan menggunakan teknik total sampling dengan jumlah partisipan sebanyak 73 mahasiswa Profesi Ners. Hasil analisis menunjukan nilai signifikan p = 0.358; r = -0.109 yang mana menyimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara religiusitas dengan tingkat kecemasan menghadapi dunia pekerjaan pada mahasiswa Profesi Ners FKEP UNKLAB. Direkomendasikan kepada mahasiswa yang masi berada pada kategori religiusitas rendah untuk dapat meningkatkan religiusitas. Untuk penelitian selanjutnya, untuk melakukan penelitian pada sampel yang lebih besar. For students on the verge of transitioning from the academic realm to the professional sphere, anxiety plays a pivotal role in their lives. Anxiety in relation to the world of work is triggered by various factors, including uncertainty about the future, a lack of experience, and high social expectations. The phenomenon of excessive anxiety experienced by students can be mitigated through the implementation of psychological interventions. One such intervention involves the promotion of religiosity. Universitas Klabat (UNKLAB), located in North Sulawesi, is an institution that prioritizes the cultivation of profound spiritual knowledge among its students. This study aims to determine the relationship between the level of religiosity and the level of student anxiety in facing the world of work in Profesi Ners students, Fakultas Keperawatan (FKEP) UNKLAB. This study has used a descriptive correlation research design with a cross-sectional approach. The research sample was determined using a total sampling technique with 73 participants. The analysis results show a significant value of p = 0.358; r = -0.109, which concludes that there is no significant relationship between religiosity and the level of anxiety facing the world of work in Profesi Ners students FKEP UNKLAB. It is recommended that students who are still in the low religiosity category be able to increase their religiosity. For further research, conduct research on a larger sample.
Indeks massa tubuh dan kadar asam urat pada masyarakat Karepouwan, Jeswendy Godlife; Pitoy, Frendy Fernando; Wanta, Marshenda Vinolia Megavanesha
Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal Vol. 16 No. 01 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jikbh.v16i01.1525

Abstract

Latar Belakang: Obesitas dapat meningkatkan produksi hormon leptin, yang berlebih dapat mengganggu reabsorpsi asam urat di ginjal, menyebabkan hiperurisemia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara Indeks Massa Tubuh (IMT) dan kadar asam urat pada masyarakat Kelurahan Sarongsong 2.Metode: Penelitian ini menerapkan desain deskriptif korelasi melalui pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian diambil menggunakan  teknik purposive sampling dengan 226 responden.  IMT telah ditentukan dengan pengukuran tinggi badan dan berat badan dengan menggunakan instrumen timbangan analog dan stature meter. Sedangkan pengukuran kadar asam urat menggunakan uric acid meter. Analisis data dengan uji Spearman Rank dengan bantuan Statistical Package For The Social Science (SPSS) 26.Hasil: Mayoritas responden memiliki nilai IMT pada kategori obesitas dengan jumlah 126 (55,7%) responden, dan untuk kadar asam urat berada pada kategori normal dengan jumlah 133 (58,8%) responden. Lebih lanjut, hasil analisis spearman rank menunjukkan bahwa nilai p=0,180.Kesimpulan: Tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara IMT dengan kadar asam urat pada masyarakat Kelurahan Sarongsong 2. Oleh karena itu, disarankan untuk peneliti selanjutnya dapat meneliti variabel lain seperti pola makan, genetik, dan aktivitas fisik.
Kualitas Tidur dan Keterhubungannya dengan Stres Akademik pada Mahasiswa Tingkat Akhir di Universitas Klabat Pangajow, Agnes Lauren; Pitoy, Frendy Fernando
NUTRIX Vol 9 No 2 (2025): Volume 9, Issue 2, 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/nj.v9i2.1404

Abstract

One of the common problems faced by university students is academic stress. This condition can affect sleep quality through mechanisms such as increased levels of epinephrine, cortisol, and norepinephrine, which stimulate the cerebral cortex and the reticular activating system (RAS), leading to wakefulness and disrupted sleep quality. This study aimed to determine the relationship between academic stress and sleep quality among final-year students at Universitas Klabat. Using a descriptive correlational design with a cross-sectional approach, a total of 167 students were selected through purposive sampling. The results showed that 111 respondents (66.5%) experienced moderate academic stress, and 150 respondents (89.8%) had poor sleep quality. The Spearman correlation test revealed a significant relationship (p = 0.000 < 0.05) with a weak positive correlation (r = 0.282), indicating that higher academic stress is associated with poorer sleep quality. However, logistic regression analysis (p ≥ 0.05) across nine indicators of academic stress found no significant relationship between specific stress indicators and sleep quality. It is recommended that students manage their study schedules and rest time to reduce academic stress and improve sleep quality. Future researchers are encouraged to explore other variables that may influence poor sleep quality. Salah satu masalah yang sering dialami oleh mahasiswa adalah stres akademik. Kondisi ini dapat memengaruhi kualitas tidur melalui peningkatan hormon epinefrin, kortisol, dan norepinefrin yang menstimulasi korteks serebral serta sistem aktivasi retikular (RAS), sehingga menyebabkan sulit tidur dan menurunkan kualitas tidur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara stres akademik dan kualitas tidur pada mahasiswa tingkat akhir di Universitas Klabat. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional, melibatkan 167 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 111 responden (66,5%) mengalami stres akademik sedang dan 150 responden (89,8%) memiliki kualitas tidur yang buruk. Uji korelasi Spearman menunjukkan adanya hubungan yang signifikan (p = 0,000 < 0,05) dengan koefisien korelasi positif yang lemah (r = 0,282), yang berarti semakin tinggi stres akademik maka semakin buruk kualitas tidur. Namun, hasil uji regresi logistik (p ≥ 0,05) pada sembilan indikator stres akademik menunjukkan tidak ada hubungan signifikan antara indikator stres akademik dengan kualitas tidur. Disarankan agar mahasiswa dapat mengatur waktu belajar dan istirahat untuk mengurangi stres akademik dan meningkatkan kualitas tidur, serta bagi peneliti selanjutnya untuk meneliti faktor lain yang mungkin berpengaruh terhadap kualitas tidur yang buruk.
Co-Authors Abigael, Tinneke Anthony Stafford Pangemanan Bawoel, Aldi Andreas Bella Elisabeth Sabathama Hadibrata Caroline, Anggryani Cesilia Kolesy Chintiya Zhou Chen Mariam Somba Christa Vike Lotulung Christina Angel Umboh Deisye Supit Denny Maurits Ruku Elisa Anderson Ella, Eunike Ellen Padaunan Gloria Hillary Wongka Gracella Kaparang, Gracella Hartiny Pop Koapaha Herang, Cristoforus Stary Hutagalung, Irene Hana Injilia Desgia Kawalod James Richard Maramis Jennifer Telly Rumuat Jimmy H Moedjahedy Jonathan Limando Karepouwan, Jeswendy Godlife Kathleen Sharon Boling Kawuwung, Christin Virginia Korengkeng, Joshua Harsi Korengkeng, Loura Korengkeng, Loura Caroline Lantemona, Yetslince Naomi Lea Andy Shintya Lontoh, Jessyca Cindy Lovely Jellita Najoan Manawan, Kenny Julisa Maneking, Sthefani Stefrianti Mareyke, Priskila Fientje Matindas, Ernest C. Meggi Mathilda Luntungan Metty Wuisang Monica Valery Paral Mutiara Wahyuni Manoppo Nander, Gabriel Christovel Nova Gerungan Nova Lina Langingi Pangajow, Agnes Lauren Pongoh, Meryon Hevin Reagen Jimmy Mandias Sabathiny Switnes Pratasik Senduk, Angelina Firma Sheryll Seroy, Emanuela Bethania Ester Sigar, Avril Elke Emily Sindi Sahentendi Siwu, Nikita Ribka Maya Stefany Prisilia Kaligis Sumampouw, Meitha Natalia Tampi, Kezia Bianca Tendean, Angelia Friska Thesalonika Margaretha Laluraga Thomas, Vanesa Giselle Venisia Cindy Christine Rindengan Waleleng, Maisy Wanta, Marshenda Vinolia Megavanesha Watopa, James Jonah Windy Jennyfer Longdong