Claim Missing Document
Check
Articles

Black Grass Jelly (Mesona Palustris Bl) Effervescent Powder has Anti-Dyslipidemia in High Cholesterol Diet-Fed Rats and Antioxidant Activity Dian Handayani; Tri Dewanti Widyaningsih; Novita Wijayanti; Mey Etika
Research Journal of Life Science Vol 4, No 3 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (618.057 KB) | DOI: 10.21776/ub.rjls.2017.004.03.1

Abstract

Dyslipidemia that could be affected by hypercholesterol diet is a contributing factor in millions of deaths worldwide and a risk factor for ischemic heart disease and stroke. High soluble fiber diet is used as one of the non-pharmacological treatments to control hypercholesterolemia. Black Grass Jelly (Mesona palustris BL) also known as black cincau has a high soluble fiber content. This study aimed to investigate the effect of black cincau as effervescent powder form (BCEP) for anti-dyslipidemia and also the antioxidant activity. BCEP was orally administered to twenty male dyslipidemia Wistar rats induced with hypercholesterol diet for 3 weeks then plasma lipid profile was measured using enzymatic CHOD-PAP assay. The antioxidant activity also has been identified. Oral administration of 3 different doses of BCEP resulted in lipid profiles by decreasing plasma cholesterol (TC), triacylglycerol (TG), low-density lipoprotein (LDL), and also high-density lipoprotein (HDL) in dyslipidemia rats (α =  0.01). The increasing doses of BCEP revealed that it has a potential effect of decreasing plasma lipid.
Optimasi Formula Wedang Uwuh Berbasis Rosella Merah sebagai Minuman Fungsional Tri Dewanti Widyaningsih; Muhammad Fawzul Alif Nugroho; Arya Ulilalbab
Amerta Nutrition Vol. 6 No. 1 (2022): AMERTA NUTRITION
Publisher : Universitas Airlangga, Kampus C, Mulyorejo, Surabaya-60115, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/amnt.v6i1.2022.53-62

Abstract

Latar Belakang: Kebiasaan mengkonsumsi herbal dan rempah-rempah tinggi antioksidan dalam sediaan jamu tradisional telah dilakukan secara luas, tetapi tidak semua masyarakat menyukai jamu tradisional. Salah satu alternatif untuk meningkatkan konsumsi minuman fungsional tinggi antioksidan yaitu dengan melakukan formulasi aneka herbal dengan komposisi rosella, secang, kayu manis dan cengkeh. Pemilihan bahan tersebut selain sebagai upaya diversifikasi, juga diharapkan dapat bersinergi meningkatkan karakteristik sensori. Tujuan: Mendapatkan formula optimal wedang uwuh berbasis rosella merah sebagai minuman fungsional.Metode: Optimasi formula wedang uwuh berbasis rosella menggunakan metode Response Surface Methodology (RSM) dengan variabel bebas yaitu serbuk kelopak rosella merah, serbuk secang, serbuk kayu manis, dan serbuk cengkeh. Respon yang digunakan yaitu aktivitas antioksidan metode DPPH, total fenol dan total flavonoid. Formula optimal selanjutnya diuji dengan ketiga parameter tersebut menggunakan spektrofotometer.Hasil: Formula optimal yang diperoleh berdasarkan analisis RSM yaitu serbuk kelopak rosella merah 1,891 gr, serbuk kayu secang 1,34, serbuk kayu manis 0,206 dan serbuk cengkeh 0,063 dengan nilai desirability 1. Aktivitas antioksidan formula tersebut setelah dilakukan verifikasi yaitu 37,007 ± 0,0466 mg TE/g, total fenol 40,9542 ± 0,0634 mg GAE/g dan total flavonoid 19,842 ± 0,488 mg QE/g.   Kesimpulan: Tidak adanya perbedaan yang signifikan antara nilai prediksi dan verifikasi terhadap ketiga respon sehingga formulasi yang disarankan oleh optimasi mixture design pada design expert baik untuk diterapkan.
Optimization formulation of chamomile-based functional beverage as hypnotic agent using response surface method Annisa Ulfah Pristya; Tri Dewanti Widyaningsih
Advances in Food Science, Sustainable Agriculture and Agroindustrial Engineering (AFSSAAE) Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Advances in Food Science, Sustainable Agriculture and Agroindustrial Engineering (AFSSAAE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtp.2019.002.02.2

Abstract

Insomnia problem can be treated by consuming herbs containing apigenin and EGCG. Chamomile and green tea water extract have been found to containapigenin and EGCG. Optimization of the formulation of those herbs is necessary to obtain the highest hypnotic activity. The purpose of this study was to optimize formulation of chamomile, green tea, and cinnamon to obtain functional beverage containing the highest phenolic and flavonoid content, but the lowest caffeine content. The best formula of the herbs was then tested in caffeine-induced mice to see the hypnotic effect. The research design in this experiment was Response Surface Model (RSM) using Central Composite Design (CCD) method. The in vivo test used Post Test Only Control Group Design. Consisting five groups of 30 male mice divided to 6 mice for each group. The optimum formula for functional beverages suggested by RSM was chamomile: green tea : cinnamon of 70.32 : 30.35 : 4.99. The verification results showed that the actual response of this optimum formula had a total phenol of 23.76 mgGAE/g dry herbs, total flavonoids of 126.43 mgQE/g dry herbs, caffeine content of 29.87 mg caffeine/g dry herbs, apigenin levels of 0.07±0.068 µg/g dry herbs, and EGCG of 6.43±0.218 µg/g dry herbs. Functional beverages showed hypnotic activity in group of mice dosed 26 mL/kg bw, which significantly reduced motor activity to 4.83±0.72 sec. As well as significantly reducing the proinflammatory cytokines 
The influence of roselle-based wedang uwuh (Hibiscus sabdariffa L.) on SOD (superoxide dismutase) and MDA (malondialdehyde) of cigarette smoke-exposed rat Tri Dewanti Widyaningsih; Muhammad Fawzul Alif Nugroho
Advances in Food Science, Sustainable Agriculture and Agroindustrial Engineering (AFSSAAE) Vol 4, No 2 (2021)
Publisher : Advances in Food Science, Sustainable Agriculture and Agroindustrial Engineering (AFSSAAE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.afssaae.2021.004.02.7

Abstract

Cigarette smoke is the leading cause of several respiratory diseases because it contains high free radical compounds. These free radical compounds can be neutralized with antioxidants obtained from natural ingredients such as roselle. Roselle contains various bioactive compounds and consumes in the form of infusion. Mixing roselle with various herbs as wedang uwuh can increase the antioxidant content. Wedang uwuh is a beverage consisting of various combinations of herbs such as sappan wood, cloves, and cinnamon. This study aims to analyze levels of MDA and SOD in rats exposed to cigarette smoke and given wedang uwuh. This research was conducted on 30 white male Wistar rats that divided into six groups- P0 (normal control), P1 (roselle-based wedang uwuh), P2 (commercial wedang uwuh), P3 (smoke control), P4 (smoke + roselle-based wedang uwuh), P5 (smoke + commercial wedang uwuh). The dose of wedang uwuh is 2.7 ml/kg BW, and the dose of exposure to cigarette smoke is one cigarette for 5 minutes for 30 days. The differences between each group were analyzed using the one way ANOVA test and HSD advanced test. Statistical results showed that giving roselle-based wedang uwuh (P4) significantly reduced MDA levels and increased SOD than the smoke control group (P3). Roselle-based wedang uwuh reduce the MDA levels and increase SOD better than commercial wedang uwuh.
PENGARUH BIOPRIMING DAN BIOFERTILIZER MENGGUNAKAN Trichoderma asperellum DAN Trichoderma virens TERHADAP SENYAWA BIOAKTIF KACANG TUNGGAK Nabilah Mei Wulandari; Eriyanto Yusnawan; Tri Dewanti Widyaningsih
Jurnal Teknologi Pertanian Vol. 23 No. 3 (2022)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (748.938 KB) | DOI: 10.21776/ub.jtp.2022.023.03.4

Abstract

          Kurang Energi Protein (KEP) tidak hanya menyebabkan cadangan protein menurun, melainkan juga menurunkan sistem imun. Hal ini berdampak pada rendahnya produksi antibodi, sehingga partikel radikal bebas sulit tereliminasi dan tubuh rentan terkena infeksi. Maka dari itu, perlu senyawa antioksidan yang dapat memperkuat sistem imun. Tanaman obat, rempah-rempah, serta aneka kacang potensial (kedelai dan kacang hijau) banyak dimanfaatkan untuk meningkatkan senyawa antioksidan dalam tubuh. Namun, produktivitasnya fluktuatif dan sulit dibudidayakan di lahan kering. Kacang tunggak KT-6 dapat dijadikan sebagai sumber daya alternatif karena mengandung senyawa bioaktif yang tinggi, mudah dibudidayakan, dan dapat tumbuh di lahan kurang produktif. Kelemahan yang terdapat pada kacang tunggak berupa rendahnya aktivitas antioksidan, sehingga penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkannya dengan memanfaatkan Trichoderma asperellum (T. asp) dan Trichoderma virens (T. vir) sebagai elisitor untuk menginduksi aktivitas enzim antioksidan tanaman. Pada penelitian ini, kedua fungi diaplikasikan dengan perendaman (biopriming) dan penaburan biofertilizer yang telah diperkaya isolat Trichoderma. Hasil penelitian menunjukkan kandungan senyawa fenolik dan flavonoid serta aktivitas antioksidan tertinggi diperoleh pada perlakuan aplikasi biofertilizer berbahan konsorsium Trichoderma (T. asp + T. vir). Kelompok senyawa penyusun biji KT-6 dengan perlakuan tersebut lebih beragam dibandingkan biji tanpa perlakuan. Senyawa tertinggi pada biji KT-6 terinduksi Trichoderma adalah asam sitrat (4,75%), sedangkan pada biji KT-6 kontrol adalah Phthalazin-1(2H)-one, 2-(4-iodophenyl)-4-methyl- (5,42%). Senyawa fenolik dan flavonoid berkontribusi sangat kuat terhadap aktivitas antioksidan biji kacang tunggak KT-6           Protein-energy malnutrition (PEM) not only decreases protein reserves but also lowers the immune system. This has an impact on the low production of antibodies so that free radical particles are difficult to eliminate, and the body is susceptible to infection. Therefore, it needs antioxidant compounds that can strengthen the immune system. Medicinal plants, spices, and various potential nuts (soybeans and mung beans) are widely used to increase antioxidant compounds in the body. However, its productivity is unstable and difficult to cultivate on dry land. Cowpea of KT-6 can be used as an alternative because it contains high bioactive compounds, is easily cultivated, and can grow in less productive land. However, its antioxidant activity is low, so this study was conducted to increase it by utilizing T. asperellum (T. asp) and T. virens (T. vir) capable of producing elicitors as inducers of antioxidant enzyme activity of plants. In this study, both fungi were applied by immersion (biopriming) and biofertilizer sowing that has been mixed with Trichoderma isolates. The results showed the content of phenolic compounds and flavonoids compounds as well as the highest antioxidant activity obtained in biofertilizer application treatment made from Trichoderma consortium (T. asp + T. vir). The group of compounds that make up KT-6 seeds with such treatment is more diverse than the control seeds. The highest compound in Trichoderma-induced KT-6 seeds was citric acid (4.75%), while in control KT-6 seeds were Phthalazine-1(2H)-one, 2-(4-iodophenyl)-4-methyl- (5.42%). Phenolic compounds and flavonoids contribute very strongly to the antioxidant activity of KT-6 cowpea seeds.
FORMULASI PRODUK MINUMAN HERBAL BERBASIS CINCAU HITAM (Mesona Palustris), JAHE (Zingiber Officinale), DAN KAYU MANIS (Cinnamomum burmanii) Rachmad Rizal Yulianto; Tri Dewanti Widyaningsih
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan formulasi filtrat cincau hitam filtrat jahe dan filtrat kayu manis yang dapat menunjukkan peningkatan aktivitas antioksidan. Metode dalam penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 3 faktor. Faktor I terdiri dari 3 level sedangkan faktor II terdiri dari 3 level dengan pengulangan sebanyak 3 kali sehingga akan didapatkan 27 satuan percobaan. Data hasil pengamatan dianalisis statistik menggunakan Analysis of Varian (ANOVA). Penentuan perlakuan terbaik menggunakan metode Indeks Efektifitas. Perlakuan terbaik minuman herbal diperoleh pada rasio cincau hitam : air (60:40) (v/v) dengan penambahan filtrat kayu manis dan jahe (10%) (v/v) yang memiliki parameter fisik dan kimia : total fenol 211.24 ppm ; aktivitas antioksidan 56.8% ; TPT 8.3â—¦ Brix ; pH 6,28 ; tingkat kecerahan (L*) 25.8 ; tingkat kemerahan (a+) 5.4 ; dan tingkat kekuningan (b+) 13.1. Sedangkan parameter organoleptik memiliki kesukaan terhadap rasa 3.45 ; kenampakan 3.55; aroma 3.45 ; dan warna 3.40. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan penambahan filtrat kayu manis dan jahe tidak berpengaruh nyata terhadap parameter warna, rasa, aroma, dan kenampakan minuman herbal berbasis cincau hitam.
PENGARUH PEMBERIAN LIANG TEH BERBASIS CINCAU HITAM (Mesona palustris BL) TERHADAP KADAR KOLESTEROL TIKUS WISTAR [IN PRESS APRIL 2014] Adin Pritanggo Dhesti; Tri Dewanti Widyaningsih
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 2 No. 2 (2014)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Makanan tinggi kolesterol yang dikonsumsi dalam kehidupan sehari-hari, akan meningkatkan kolesterol darah dan meningkatkan insiden penyakit kardiovaskular. Walaupun telah dikenal adanya obat-obat hipolipidemik dan adanya antioksidan endogen namun hiperkolesterol masih menjadi masalah. Liang teh yang digunakan merupakan formulasi dari cincau hitam (Mesona palustris BL), pandan dan kayu manis. Kandungan senyawa bioaktif, senyawa fenol serta serat yang terkandung dalam liang teh berbasis cincau hitam efektif dalam menurunkan kolesterol. Produk fungsional ini diharapkan dapat memperbaiki profil lipid darah dan dapat diinformasikan kepada masyarakat khususnya bagi penderita hiperkolesterolemia sehingga dapat meminimalkan konsumsi obat-obatan sintetik. Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Postest. 20 tikus wistar jantan dikelompokkan dalam 4 kelompok perlakuan yaitu kelompok kontrol, kelompok tikus pengkondisian hiperkoleterol dengan pemberian aquades, kelompok tikus hiperkolesterol dengan pemberian liang teh dosis 1 sebesar 3,6 ml dan pemberian dosis 2 sebanyak 7,2 ml. Hasil penelitian menunjukkan pemberian liang teh dosis 1 dan dosis 2 mampu menurunkan kolesterol dan dapat meningkatkan HDL. Kata kunci: Liang teh, Mesona Palustris BL, kolesterol, HDL
FORMULASI SERBUK EFFERVESCENT BERBASIS CINCAU HITAM DENGAN PENAMBAHAN DAUN PANDAN DAN JAHE MERAH [IN PRESS JANUARI 2015] Guntur Prasetyo; Itsna Zaky Zumroh; Mey Etikasari; Robbit Farid Wajdi; Tri Dewanti Widyaningsih
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cincau hitam atau yang biasa dikenal dengan nama Janggelan atau Cao sering dikonsumsi sebagai minuman dengan penambahan gula atau bahan minuman lainya. Penelitian ini bertujuan memproduksi serbuk effervescent berbasis cincau hitam sebagai inovasi baru produk olahan cincau hitam. Pembuatan serbuk effervescent berbasis cincau hitam menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor yaitu formulasi serbuk effervescent berbasis cincau hitam dengan tiga perlakuan dan enam ulangan. Setiap formula dianalisis menggunakan paramater IC50, total fenol, kadar air, kadar serat kasar, waktu alir, sudut diam, indeks kompresibilitas, warna dan waktu larut. Hasil analisis dihitung menggunakan ANOVA dengan uji lanjut BNT α=0.05. Berdasarkan hasil penelitian, perlakuan terbaik serbuk effervescent pada formula kedua dengan hasil analisis aktivitas antioksidan 63.33 ppm, total fenol 64.92 ppm, kadar air 3.37%, kadar serat kasar 1.36%, waktu alir 9.1 detik, sudut diam 29.5°, indeks kompresibilitas 21.33%, warna L* 45.5; a* 17.9; b* 12.76 dan waktu larut 2 menit 50 detik. Kata Kunci: Cincau Hitam, Rancangan Acak Lengkap, Serbuk effervescent
SUPLEMEN CINCAU HITAM DAN DAUN BUNGUR UNTUK KOLESTEROL, HIPERTENSI DAN DIABETES [IN PRESS JANUARI 2015] Ayu Arditiana; Nia Rochmawati; Puruhito Widinugroho; Renny Dwi Puspitasari; Tri Dewanti Widyaningsih
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengobatan penyakit degeneratif saat ini masih menggunakan obat kimiawi yang memiliki efek samping. Cincau hitam (Mesona palustris BL) mengandung komponen aktif seperti flavonoid, polifenol, glikosida saponin, terpenoid dan steroid, sedangkan daun bungur (Lagerstroemia speciosa) mengandung ellagitannin dan asam korosolat. Hal ini menjadikan peluang tanaman tersebut dapat dikembangkan menjadi suplemen. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui perlakuan terbaik dalam pembuatan suplemen. Penelitian menggunakan metode penelitian RAK dengan 2 faktor yaitu proporsi cincau hitam : daun bungur (1:0; 2:1; 5:1) dan jenis pelarut (aquades, etanol dan etil asetat). Data penelitian dianalisis menggunakan ANOVA dan apabila terdapat perbedaan maka dilanjutkan dengan uji lanjut BNT atau DMRT dengan α=1%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan terbaik pada penelitian ini didapatkan pada produk suplemen yang diekstrak menggunakan pelarut aquades proporsi 2:1 dan etanol proporsi 1:0 dengan kadar air, total fenol dan IC50 berturut-turut adalah 7.34 %, 266.92 ppm, 59.85 ppm and 6.03 %, 100.33 ppm, 69.04 ppm. Kata Kunci: Alami, Lagerstromia speciosa, Mesona palustris BL, Suplemen
PENGARUH PENAMBAHAN PANDAN WANGI DAN KAYU MANIS PADA TEH HERBAL KULIT SALAK BAGI PENDERITA DIABETES [IN PRESS JANUARI 2015] Putri Puncak Anjani; Shelly Andrianty; Tri Dewanti Widyaningsih
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sejauh ini pengobatan diabetes yang telah dilakukan berupa suntikan insulin dan obat antidiabetik oral yang tergolong mahal dan memberikan efek samping. Seiring perkembangan ilmu pengetahuan, mengarahkan pengobatan diabetes menggunakan pangan fungsional, salah satunya adalah teh herbal. Kulit salak pondoh (Salacca edulis) memiliki khasiat dalam penyembuhan diabetes karena terdapat kandungan antioksidan seperti flavonoid dan tannin. Selain kulit salak, tanaman di Indonesia yang mengandung antioksidan yaitu pandan wangi dan kayu manis. Hal ini menjadikan peluang kulit salak, pandan wangi, dan kayu manis dapat dikembangkan menjadi teh herbal kulit salak untuk pengobatan diabetes.Dari hasil penelitian teh herbal kulit salak menggunakan perlakuan proporsi filtrat kulit salak : pandan wangi (60:40), (75:25), (90:10) (v/v) dan filtrat kayu manis (1%, 2%, 4%), diperoleh perlakuan terbaik pada proporsi filtrat kulit salak : filtrat pandan wangi (90:10) dengan penambahan filtrat kayu manis 4% memiliki total fenol sebesar 166.02 ppm, aktivitas antioksidan 76.62%, dan flavonoid (positif).
Co-Authors Addiena Hidayati Addiena Hidayati, Addiena Adin Pritanggo Dhesti Adin Pritanggo Dhesti Agustina Maria Dwiyanti Soeyono Agustina Tri Endharti Annisa Ulfah Pristya Arya Ulilalbab Atika Ruri Cahyaningrum Atika Ruri Cahyaningrum, Atika Ruri Aulia Shabrina Karismawati Aulia Shabrina Karismawati Aulia Shabrina Karismawati Ayu Arditiana Ayu Arditiana Bobby Andi Septian Bobby Andi Septian Christiani Tangkeallo Christiani Tangkeallo Christine Eka Wulandari Harianto Chyntia Trivena Milala Debora Nangin Dego Yusa Ali Dian Ekasari Dian Handayani Dian Handayani Dian Kasseri Dian Widya Ningtyas Dzulvina Utami Dzulvina Utami Dzurratun Nafisah Ega Parastra Maurinho Ega Parastra Maurinho, Ega Parastra Eka Novanti Eka Novanti, Eka Elok Waziiroh Endah Trinafianita Endrika Widyastuti Eriyanto Yusnawan Erni Sofia Erryana Martati Feronika Heppy Sriherfyna Feronika Heppy Sriherfyna Firda Yusrina Guntur Prasetyo Guntur Prasetyo Guntur Prasetyo Hanny Nurhalimah Hanny Nurhalimah Henita Listianing Raji Putri Henita Listianing Raji Putri, Henita Listianing Raji Hera Sisca Prasmita, Hera Sisca Heri Wahyono Heri Wahyono I Ketut Suada Ika Nur Fauzziyah Ika Nur Fauzziyah, Ika Nur Indira Nur C. Itsna Zaky Zumroh Jaya Mahar Maligan Jaya Mahar Maligan Jaya Mahar Maligan Jaya Mahar Maligan Jaya Mahar Maligan Jaya Mahar Maligan Jayanti, Theresia Vania Jhauharotul Muchlisyiyah Jhauharotul Muchlisyiyah, Jhauharotul Kemala Febrianti Kemala Febrianti KIKI FIBRIANTO Lailatul Fitriani Lailina Mufida Lailina Mufida Leenawaty Limantara M Wahid Wahyu Kurniawan Maramy, Neyla Vista Marcelia, Ela Mega Ayu Bunga Dewi Mega Leny Puspitasari Mega Leny Puspitasari Mey Etika Mey Etikasari Miptakhul Hudha Miptakhul Hudha Mochamad Afif Sholichudin Mochamad Afif Sholichudin, Mochamad Afif Muhammad Fawzul Alif Nugroho Muhammad Fawzul Alif Nugroho Musthikaningtyas Retno Palupi Musthikaningtyas Retno Palupi Nabilah Mei Wulandari Nabilah, Anjar Asmarani Widya Naomi Megananda Mulyadi Naomi Megananda Mulyadi, Naomi Megananda Nela Purwani Septiyanti Nela Purwani Septiyanti, Nela Purwani Nia Rochmawati Nia Rochmawati Nia Rochmawati Nike Nurlaily Fitria Nirmala Nurhasanah Nirmala Nurhasanah Nirmala Nurhasanah Novita Wijayanti Novita Wijayanti Novita Wijayanti Novita Wijayanti Nur Ida Panca Nugrahini Nurul Abidah Nurul Abidah Nurul Fahmi Rizkia Nurul Fahmi Rizkia, Nurul Fahmi Okkie Dhyantari Okkie Dhyantari Pandu Salim Hanafi Pawestriaji, Raihanurrabb Prajwalita Rukmakharisma Rizki Prajwalita Rukmakharisma Rizki Pramita, Hera Sisca PRASETYAWAN YUNIANTO Pratiwi, Devitasari Dian Puruhito Widinugroho Putri Puncak Anjani Putri Puncak Anjani Rachmad Rizal Yulianto Rachmad Rizal Yulianto Rahma Maya Safitri Rani Puspitasari Renny Dwi Puspitasari Renny Indrawati Renny Indrawati, Renny Retno Wulansari Rika Ersalia Rizca Dwi Jayanti Rizki Amelia Rizki Amelia Robbit Farid Wajdi Rofiqoh Fajarwati Saadatul K.S Sabrina W Purbasari, Sabrina W Sapitri, Nia Shelly Andrianty Siti Narsito Wulan Sofie Imsa Fitriyaningtyas Sofie Imsa Fitriyaningtyas Sudarma Dita Wijayanti Sudarma Dita Wijayanti Sudarma Dita Wijayanti Syafrilia, Rosita Mega Syafrilia, Rosita Mega Tabita Hasian Tara Viantya Wulansari Wafa, Nurul Widya D.R. Putri Widya Dwi Rukmi Wijayanti, Novita Paskarinda Wijayanti, Novita Wijayanti Wijayanti, Novita Wijayanti Winda Rein Nimas Tasia Winda Rein Nimas Tasia Wulandari, Diana Candra Yulina Lailatul Maslukhah Yulina Lailatul Maslukhah Yunia Galih Purwaningdyah Yunia Galih Purwaningdyah