Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Penyusunan Media Informasi Tentang Lama Persalinan Kala 2 dan Manfaat Senam Hamil Yuliaji Siswanto; Mona Saparwati; Sigit Ambar Widyawati
Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 1 No. 1 (2019): Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan, Januari 2019
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (89.933 KB) | DOI: 10.35473/pro heallth.v1i1.125

Abstract

Prolonged labor causes of prenatal death, two and a half times bigger than normal birth. Some researches show that pregnancy gymnastic can shorten the second stage of labor,  the gymnastic decrease the incidences of birth which need a further treatment four times, also decrease the stimulation in the first stage of labor as four and a half times. This research aims to develop an information media about pregnancy gymnastic for the pregnant women. The method was action research. First step, found the condition and comprehension level of the pregnant women about the second stage of labor and the advantages of pregnancy gymnastic, then compiled an information media. The second step did the premodel implementation (action), then finishing the model of media became to leaflets. Furthermore, leaflet effectiveness tests were carried out on 58 pregnant women, and the results were analyzed by the Wilcoxon test. Some respondents have less comprehension (73,3%) about the duration of the second stage of labor and the advantages of pregnancy gymnastic. Based on the results, the researcher made a model information media in the form of leaflet containing  the stages of labor and pregnancy exercise. Based on the results of the data analysis, there were significant differences in the level of knowledge before and after giving leaflets about the stages of labor and pregnancy exercise in pregnant women (p <0.00001).
Pemberdayaan Remaja dalam Optimalisasi Kesehatan Reproduksi Remaja di MA Miftahul Huda Tayu Heni Setyowati; Ida Sofiyanti; Sigit Ambar Widyawati
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 4 No. 1 (2022): Indonesian Journal of Community Empowerment Mei 2022
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (975.36 KB) | DOI: 10.35473/ijce.v4i1.1631

Abstract

Adolescence is a period of transition from childhood to adulthood. Based on BKKBN data related to the situation of adolescent sexual and reproductive health rights in August-October 2020, it was recorded that around 6.74% of unmarried adolescents aged 18-24 years had sexual relations. Among them, 44% did not use contraception, 51% used condoms, and 5% used birth control pills. In the long term, this condition (the Covid-19 pandemic) can pose a risk of sexual and reproductive health problems. Due to a substantial decrease in physical activity and an increase in screen time. This situation affects his physical and mental health. The purpose of this activity is to provide education and optimize adolescent reproductive health. Problems that often arise are usually related to sexual problems, such as unwanted pregnancy (KTD), abortion, HIV/AIDS, and drug abuse, sexual violence, victims of neglect. Adolescents with deviant behavior need treatment and need to get information about reproductive health for both young women and men, need to organize a good future by abandoning useless behavior that can damage the future of teenagers. Realizing this, the community service team for the Midwifery Study Program and the Public Health Study Program at the Faculty of Health felt that they were responsible for facilitating youth to learn to understand and be able to practice healthy living behaviors to become strong teenagers, the hope of the nation. Community Service will be carried out in 3 stages, namely the First Stage of selecting active student groups. The second stage socializes reproductive health. The third stage evaluates the delivery of information on reproductive health.ABSTRAKMasa remaja adalah masa peralihan dari masa kanak-kanak ke masa dewasa. Berdasarkan data BKKBN terkait situasi hak kesehatan seksual dan reproduksi remaja pada Agustus-Oktober 2020, tercatat sekitar 6,74% dari remaja 18-24 tahun yang belum menikah ternyata telah berhubungan seksual. Di antara itu, 44% tidak menggunakan kontrasepsi, 51% menggunakan kondom, dan 5% menggunakan pil KB. Dalam jangka panjang kondisi ini (pandemi Covid-19) dapat menimbulkan risiko gangguan kesehatan seksual dan reproduksi. Karena penurunan substansial dalam aktifitas fisik dan peningkatan waktu dalam screen time. Situasi ini mempengaruhi kesehatan fisik dan mentalnya. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan edukasi dan mengoptimalisasi kesehatan reproduksi remaja. Masalah yang sering muncul biasanya berkaitan dengan masalah seksualtas, seperti kehamilan tidak diinginkan (KTD), aborsi, HIV/AIDS, dan penyalahgunaan NAPZA, kekerasan seksual,korban penelantaran. Remaja dengan penyimpangan perilaku tersebut membutuhkan penanganan serta perlu mendapatkan informasi mengenai kesehatan reproduksi baik untuk remaja putri dan putra, perlu menata masa depan yang baik dengan meninggalkan perilaku yang tidak bermanfaat yang dapat merusak masa depan remaja. Menyadari hal tersebut tim pengabdian masyarakat prodi Kebidanan dan prodi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan merasa ikut bertanggung jawab untuk memfasilitasi remaja agar belajar memahami dan mampu mempraktekkan perilaku hidup sehat untuk menjadi remaja yang kuat harapan bangsa. Pengabdian Masyarakat akan dilaksanakan dalam 3 tahap yaitu Tahap Pertama pemilihan kelompok siswa yang aktif. Tahap Kedua mensosialisasikan kesehatan reproduksi. Tahap Ketiga melakukan evaluasi terhadap penyampaian informasi tentang kesehaan reproduksi.
Perilaku Berisiko Hipertensi Pada Remaja di Kabupaten Semarang: Hypertension Risk Behavior In Adolescents In Semarang District Yuliaji Siswanto; Sri Wahyuni; Sigit Ambar Widyawati
Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2023): Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan, January 2023
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (787.479 KB) | DOI: 10.35473/proheallth.v5i1.2131

Abstract

The lifestyle of adolescents in consuming salty and fatty foods and smoking behavior can trigger hypertension. Since the Covid-19 pandemic, there has been a change in the activities carried out, everything is online and learning activities have had an effect on the formation of a new youth lifestyle pattern. This study aims to describe the risk behavior of hypertension in adolescents in Semarang Regency during the Covid-19 pandemic. The chosen method is descriptive with a cross-sectional approach. The sample selected by adolescents who attended high school in Semarang Regency were 121 respondents who were taken by quota sampling, using the considerations of respondents who filled in data on date of birth, sex, blood pressure, weight, and height up to the specified limit. The data collection technique uses a questionnaire through Google forms. The results of the study showed that 14.0% had smoking habits, 54,5% had sweet consumption habits, 52.1% had salty consumption habits, 47.9% had fatty food habits, 29.8% had the habit of not consuming vegetables as much as 67.8% had a habit of not consuming fruit, as much as 23.1% have a habit of consuming fast food, as much as 38.8% have a habit of not doing routine physical activity, as much as 34.7% have a habit of not getting enough sleep, as much as 55.4% did not have a balanced diet to maintain weight, and as many as 11.6% did not manage stress. The results showed that 47.9% of respondents had abnormal pressure, with details of 32 (26.4%) respondents included in that pre-hypertension category, and as many as 26 (21.5%) respondents had experienced hypertension. Therefore, it is necessary to take preventive measures to control blood pressure by avoiding or reducing various risk factors. Keywords: behavior, hypertension, adolescents ABSTRAK Gaya hidup remaja dalam mengkonsumsi makanan asin dan berlemak serta perilaku merokok dapat menjadi pemicu timbulnya hipertensi. Sejak pandemi Covid-19 terjadi perubahan aktivitas yang dilakukan, semua serba online dan kegiatan belajar berpengaruh pada pembentukan pola gaya hidup remaja yang baru. Penelitian ini bertujuan  untuk menggambarkan perilaku berisiko hipertensi pada remaja di Kabupaten Semarang pada masa pandemi Covid-19. Metode yang dipilih dekriptif dengan pendekatan cross sectional. Sampel yang dipilih remaja yang bersekolah SMA yang ada di wilayah Kabupaten Semarang sebanyak 121 responden yang diambil dengan quota sampling, dengan menggunakan pertimbangan responden yang mengisi data tanggal lahir, jenis kelamin, tekanan darah, berat badan dan tinggi badan sampai dengan batas jumlah yang ditentukan. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner melalui google form. Hasil penelitian remaja didapatkan sebanyak 14,0% mempunyai kebiasaan merokok, sebanyak 54,5% mempunyai kebiasaan konsumsi manis, sebanyak 52,1% mempunyai kebiasaan konsumsi asin, sebanyak 47,9% mempunyai kebiasaan konsumsi makanan berlemak, sebanyak 29,8% mempunyai kebiasaan tidak konsumsi sayur, sebanyak 67,8% mempunyai kebiasaan tidak konsumsi buah, sebanyak 23,1% mempunyai kebiasaan konsumsi makanan cepat saji, sebanyak 38,8% mempunyai kebiasaan tidak aktivitas fisik rutin, sebanyak 34,7% mempunyai kebiasaan tidur tidak cukup, sebanyak 55,4% tidak melakukan diet seimbang untuk mempertahankan berat badan, dan sebanyak 11,6% tidak melakukan pegelolaan stress. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 47,9% responden memiliki tekanan tidak normal, dengan rincian sebanyak 32 (26,4%) responden termasuk dalam kategori pre hipertensi, dan sebanyak 26 (21,5%) responden sudah mengalami kejadian hipertensi. Oleh karena itu, perlu adanya upaya tindakan pencegahan agar bisa mengendalikan tekanan darahnya dengan menghindari atau mengurangi berbagai faktor risikonya. Kata kunci: perilaku berisiko, hipertensi, remaja
Studi Korelasi Pengetahuan dengan Tingkat Kecemasan Ibu Dalam Menghadapi Menopause di Desa Jetak Kecamatan Getasan: Knowledge Correlation Study with Mother's Anxiety Level in Facing Menopause in Jetak Village, Getasan District Nurul Cindi Rahmawati; Sigit Ambar Widyawati; Heri Sugiarto; Sri Wahyuni
Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2023): Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan, July 2023
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/proheallth.v5i2.2494

Abstract

The anxiety they experience occurs because of feeling pressure related to worry that has never happened before. Not all women experience this, but even if women do not experience long-term complaints, decreased estrogen can cause several chronic diseases. Lack of information received will affect a person's level of knowledge, if someone is equipped with good knowledge then it will be more useful than someone who is not equipped with good knowledge. This study used the standard HRS-A questionnaire and used questionnaires from previous researchers who had been tested for validity and reliability tests. The research design uses a quantitative research type with a correlative analytic design and an observational approach with a cross sectional technique. The sample in this study were 54 premenopause women. This sampling technique uses snowball sampling. This study was tested using Spearman's rank correlation. Based on the results of the Spearman rank correlation test, the p-value ˃ α (0.870 ˃ 0,05), the test results show that there is no relationship between knowledge and the level of maternal anxiety in facing menopause. Because the p-value ˃ α, it can be stated that there is no correlation between knowledge and the level of anxiety of mothers in facing menopause in Jetak Village, Getasan District.   ABSTRAK                 Kecemasan yang mereka alami terjadi karena adanya tekanan perasaan yang berhubungan rasa khawatir yeng belum pernah terjadi sebelumnya. Tidak semua wanita mengalami hal ini akan tetapi meski wanita tidak mengalami keluhan dalam jangka panjang dari penurunan esterogen dapat menyebabkan beberapa penyakit kronis. Kurangnya informasi yang diterima akan mempengaruhi tingkat pengetahuan seseorang, apabila seseorang tersebut dibekali oleh pengetahuan yang baik maka akan lebih bermanfaat daripada seseorang yang tidak dibekali oleh pengetahuan yang baik. Penelitian ini menggunakan kuesioner baku HRS-A dan menggunakan kuesioner dari peneliti sebelumnya yang telah di uji validitas dan uji reliabilitas. Desain penelitian menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain analitik korelatif dan pendekatan observasional dengan teknik cross sectional. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 54 ibu premenopause. Teknik sampling ini menggunakan snowball sampling. Penelitian ini diuji menggunakan korelasi rank spearman. Uji korelasi rank spearman menunjukkan hasil p-value ˃ α (0,870 ˃ 0,05), maka dapat disimpiulkan bahwa tidak ada hubungan antara pengetahuan dengan tingkat kecemasan ibu dalam menghadapi menopause di Desa Jetak Kecmatan Getasan.
Edukasi Dampak Buruk Konsumsi Mie Instan Berlebihan Sri Wahyuni; Heri Sugiarto; Sigit Ambar Widyawati; Anggi Margaretha; Mukhamad Mustain
Joong-Ki : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 3: Mei 2024
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/joongki.v3i3.3647

Abstract

Konsumsi mie instan yang berlebihan merupakan kebiasaan yang tidak sehat yang bisa berdampak pada obesitas. Kantin sekolah merupakan kantin yang umum menyediakan mie instan yang langsung di wadah (cup) agar anak-anak lebih mudah mengkonsumsinya, dimana hal tersebut jika dibiarkan dapat timbul masalah yaitu obesitas, karena mie instan tidak memiliki kandungan gizi seimbang untuk anak usia sekolah. Hasil survei dan wawancara dengan pelajar/ siswa dan staff sekolah MI Kalirejo Kec. Ungaran Timur, Kabupaten Semarang didapatkan sebagian besar pelajar belum mengetahui mengenai pemenuhan gizi seimbang, belum memahami akibat dari konsumsi mie instan yang berlebihan dan masih diperbolehkannya penjualan jajanan mie instan di lingkungan kantin sekolah. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan media pengenalan gizi kepada pelajar, meningkatkan pengetahuan dan wawasan pada pelajar tentang apa yang sebaiknya dikonsumsi atau mengurangi konsumsi mie instan dan peningkatan kemandirian pelajar peduli terhadap asupan gizi yang dikonsumsi dengan membawa bekal dari rumah. Metode yang dilakukan yaitu berupa penyuluhan dampak buruk mie instan, edukasi gizi seimbang, kegiatan games berupa media puzzle gizi untuk meningkatkan pengetahuan terkait pengelompokan jenis makanan dan pengenalan poster isi piringku sebagai informasi acuan makanan sehat dan bergizi bagi pelajar. Siswa-siswi telah mengetahui materi terkait jenis zat gizi, pengelompokkan makanan berdasarkan zat gizinya, dan pengertian isi piringku serta materi terkait dampak bahaya mie instan.  Pada akhir sesi setiap pemaparan materi diberikan 5 pertanyaan sebagai bahan evaluasi. Siswa-siswi dapat memanfaatkan materi tersebut sebagai acuan untuk mengkonsumsi makanan sehat dan bergizi dan berupaya mengurangi konsumsi mie instan. Hampir semua peserta sasaran kegiatan membawa bekal dari rumah yang berisi nasi, lauk, sayur dan buah berdasarkan acuan isi piringku dan dibuktikan hasil kuesioner terkait isi piringku sebesar 78,1% atau 50 peserta benar dalam menjawab terkait materi isi piringku.
Pemberdayaan Kader Rumah Tangga Sebagai Strategi Pencegahan Penularan Covid 19 Lestari, Ita Puji; Dewi, Maya Kurnia; Widyawati, Sigit Ambar
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 3 No. 1 (2021): Indonesian Journal of Community Empowerment Mei Vol.3 No.1
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.136 KB) | DOI: 10.35473/ijce.v3i1.1106

Abstract

Corona Virus Disease 2019 or COVID-19 is an infectious disease caused by SARS-CoV-2, a type of coronaviruses. People with COVID-19 may experience fever, dry cough, and difficulty breathing. The deaths recorded were 2,970 people and confirmed positive cases in Semarang were 677 people. The very fast transmission of COVID-19 has now become an issue that is being addressed globally, including in Indonesia. Based on the concept of handling health, the neglected problems are caused by ignorance, inability and unwillingness. To solve them, the activity for serving community was carried out. This activity consisted of the first stage by making a Covid-19 task force at RW level consisting of 15 people. The second stage was by increasing participants' understanding of foreign terms related to Covid-19 by 94.5%. The third stage of this activity was by gaining an understanding of the participants about the efforts to prevent Covid-19 at the household and community level by 87.5%. And the fourth stage was by getting an understanding of the Covid-19 vaccination by 81.25%. An effort to increase the role of the community in preventing Covid-19 is by doing similar activities periodically in the same location, therefore it can strengthen the community. An education about correct health information is important to be given to avoid misinterpretation.ABSTRAKCorona Virus Disease 2019 atau COVID-19 adalah penyakit menular yang disebabkan oleh SARS-CoV-2, salah satu jenis koronavirus. Penderita COVID-19 dapat mengalami demam, batuk kering, dan kesulitan bernafas. Jumlah kematian tercatat 2.970 orang dan kasus positif yang terkonfirmasi di Kota Semarang adalah  677 orang. Penularan  COVID-19 yang sangat cepat kini telah menjadi isu yang sedang ditangani secara global termasuk di Indonesia.. Berdasarkan konsep penanganan kesehatan, bahwa terabaikannya permasalahan disebabkan oleh ketidaktahuan, ketidakmampuan dan ketidakmauan, maka kegiatan pengabdian ini dilaksanakan. Dari kegiatan pengabdian masyarakat ini, pada tahap pertama telah terbentuk sebuah kelompok satuan tugas penanganan Covid19 tingkat RW yang terdiri dari 15 orang. Pada tahap yang kedua, terdapat peningkatan pemahaman oleh peserta tentang istilah-istilah asing yang terkait dengan Covid 19 sebanyak 94,5%. Tahap ketiga kegiatan ini mendapatkan pemahaman tentang upaya pencegahan Covid19 pada tingkat rumah tangga dan masyarakat sebanyak 87,5%. Dan tahap yang keempat mendapatkan pemahaman tentang vaksinasi covid 19 sebanyak 81,25%. Dalam upaya lebih meningkatkan peran masyarakat dalam pencegahan Covid 19 maka kegiatan serupa perlu dilakukan secara berkala di lokasi yang sama, hal ini dapat menjadi upyaa penguatan di masyarakat. Edukasi kepada masyarakata tentang informasi kesehatan yang benar penting diberikan agar tidak menimbulkan pemahaman yang tidak diinginkan.
Upaya Peningkatan Peran Keluarga dalam Mencegah Pernikahan Usia Dini Widyawati, Sigit Ambar; Sri Wahyuni; Ita Puji Lestari
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 5 No. 2 (2023): Indonesian Journal of Community Empowerment November 2023
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v5i2.2642

Abstract

The phenomenon of early marriage is part of a social phenomenon that must be taken seriously because it greatly influences the lives of teenagers entering adulthood. Child marriage causes early pregnancy and childbirth, which is associated with high mortality rates and abnormal conditions for the mother because the girl's body is not yet fully mature for childbirth. The problem with partners is that so far there has never been any counseling regarding the role of the family in preventing early marriage. Marriages are generally carried out by adults regardless of profession, ethnicity, rich or poor, and so on. Child marriage causes early pregnancy and childbirth, which is associated with high mortality rates and abnormal conditions for the mother because the girl's body is not yet fully mature for childbirth.As a result of the service activities, the participants have knowledge of what early marriage is, the laws governing early marriage. Apart from that, they also know the factors that make teenagers vulnerable to early marriage, the impact of early marriage in adolescence, and the efforts that can be made to prevent early marriage. Health education provides and increases knowledge which can then influence attitudes and behavior to maintain and improve public health. Suggestions for the next service activity are to invite a larger number of participants and involve community leaders in the activity, considering that the role of community leaders is very large in the occurrence of early marriage. The mother's knowledge and understanding increased after carrying out this community service activity. Increasing knowledge through a participatory approach (extension participatory approach) through counseling methods, education about preventing early marriage. This method is proven to increase mothers' knowledge and understanding.   ABSTRAK                 Fenomena pernikahan dini merupakan bagian dari fenomena sosial yang harus disikapi secara serius karena sangat berpengaruh terhadap kehidupan anak remaja yang memasuki umur dewasa. Perkawinan usia anak menyebabkan kehamilan dan persalinan dini, yang berhubungan dengan angka kematian yang tinggi dan keadaan tidak normal bagi ibu karena tubuh anak perempuan belum sepenuhnya matang untuk melahirkan. Permasalahan mitra adalah selama ini belum pernah dilakukan penyuluhan terkait peran keluarga dalam mencegah terjadinya pernikahan dini. Perkawinan pada umumnya dilakukan oleh orang dewasa dengan tidak memandang profesi, suku bangsa, kaya atau miskin, dan sebagainya. Perkawinan usia anak menyebabkan kehamilan dan persalinan dini, yang berhubungan dengan angka kematian yang tinggi dan keadaan tidak normal bagi ibu karena tubuh anak perempuan belum sepenuhnya matang untuk melahirkan. Hasil yang didapatkan dari kegiatan pengabdian, para peserta memiliki pengetahuan apa itu pernikahan dini, undang-undang yang mengatur pernikahan dini. Selain itu, mereka juga mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan remaja rentan untuk melakukan pernikahan dini, dampak dari pernikahan dini di usia remaja, serta upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah pernikahan dini. Penyuluhan kesehatan memberikan dan meningkatkan pengetahuan yang selanjutnya dapat mempengaruhi sikap dan perilaku memelihara dan meningkatkan kesehatan masyarakat. Saran untuk kegiatan pengabdian berikutnya adalah jumlah peserta yang diundang lebih banyak lagi dan melibatkan tokoh masyarakat dalam kegiatan tersebut, mengingat peran tokoh masyarakat sangat besar terhadap tejadinya pernikahan dini. Pengetahuan dan pemahaman ibu meningkat setelah dilaksanakana kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini. Peningkatan pengetahuam melalui metode pendekatan partisipatif (extension participatory approach) melalui metode penyuluhan, edukasi tentang pencegahan pernikahan dini. Metode ini terbukti dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman ibu.
Rancangan Media Flash Card Tentang Pentingnya Minum Air Putih Pada Siswa MI Hidayatul Athfal Gedang Anak Titania Ayu Patricia; Sugiarto, Heri; Sigit Ambar Widyawati; Sri Wahyuni
Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 6 No. 1 (2024): Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan, January 2024
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/proheallth.v6i1.2977

Abstract

Currently, 1 in 4 children in Indonesia still don't drink enough. Based on research, more than 30 percent of the drinks consumed by children are not water. In this era, many sweet and colored drinks have emerged and are sold in school environments. Providing education or knowledge about the importance of drinking water is very important to change water drinking behavior. Therefore, researchers are interested in designing health education media, namely flash card media about the importance of drinking water for the body. The aim of this research is to produce a flash card media draft about the importance of drinking water for elementary school students at MI Hidayatul Athfal Gedang Anak. This research uses a qualitative method with a health promotion media development model in the form of P-Process. The informants in the research were 12 class V students of Mi Hidayatul Athfal Gedang Anak as well as material experts and media experts who were taken using purposive sampling. Data collection was carried out using interviews and Focus Group Discussions (FGD) in January-February 2023 with validation tests by material experts and media experts. Based on the results of qualitative data analysis of the need to design flash card media as well as assessments by material experts and media experts, the resulting design is in the very good category in every aspect of its assessment, so that flash cards are suitable for use as health promotion media in order to increase water drinking behavior in children.   ABSTRAK                 Saat ini 1 dari 4 anak di Indonesia masih kurang minum. Berdasarkan penelitian minuman yang dikonsumsi anak-anak lebih dari 30 persen bukan air putih. Di era sekarang       banyak bermunculan minuman manis dan berwarna dan dijual di lingkungan       s sekolah. Pemberian edukasi atau pengetahuan pentingnya minum air putih sangat penting untuk merubah perilaku minum air putih. Maka dari itu peneliti tertarik untuk merancang media pendidikan kesehatan yaitu media flash card tentang pentignya minum air putih bagi tubuh. Tujuan dari penelitian ini yaitu            menghasilkan draft media flash card tentang pentingnya minum air putih pada siswa                                 sekolah dasar di MI Hidayatul Athfal Gedang Anak. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan model pengembangan media promosi kesehatan berupa P-Process, Populasi penelitian ini adalah Siswa MI Hidayatul Athfal.  Sampel yang menjadi informan pada penelitian yaitu 12 siswa kelas V Mi Hidayatul Athfal Gedang Anak serta ahli materi dan ahli media yang diambil secara purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan wawancara dan Focus Group Discussion (FGD) pada bulan Januari-Februari 2023 dengan  uji validasi oleh ahli materi dan ahli media. Berdasarkan hasil analisis data kualitatif kebutuhan untuk  merancang media flash card serta penilaian oleh ahli materi dan ahli media, rancangan yang dihasilkan masuk    dalam kategori sangat baik pada setiap aspek penilaiannya, sehingga flash card layak digunakan sebagai media promosi kesehatan dalam rangka meningkatkan perilaku minum air putih pada anak-anak.
Faktor yang Mempengaruhi Pemberian Asi Eksklusif: Factors Correlation Exclusive Breastfeeding Widyawati, Sigit Ambar; Alfan Afandi; Sri Wahyuni
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol. 7 No. 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijm.v7i1.3254

Abstract

Exclusive breastfeeding is the provision of breast milk alone to infants up to 6 months without additional fluids or other foods and beverages such as water, formula, orange, honey, tea water, or solid foods such as bananas, papaya, milk porridge, biscuits, rice porridge, and teams. Exclusive breastfeeding for 6 months is recommended by international guidelines based on scientific evidence of the benefits of breast milk for the baby, mother, family, and country. The purpose of this study was to determine the factors that influence exclusive breastfeeding. This research method uses simple random sampling, respondents were selected by random sampling as many as 95 respondents. The results of this study obtained respondents who did exclusive breastfeeding as many as 62 people (65%) and not exclusive breastfeeding as many as 33 people (35%). Based on the results of Chi-Square analysis, it was found that there was a significant relationship between the level of knowledge (p = 0.001), age (p = 0.036), and education level (p = 0.001) with exclusive breastfeeding. Increase knowledge with health promotion and counseling about the benefits and process of exclusive breastfeeding.   Abstrak Dalam Bahasa Indonesia ditulis melingkupi 200-500 words. Font Size 11, Times New Roman, spasi Tunggal ASI eksklusif adalah pemberian ASI saja pada bayi sampai 6 bulan tanpa tambahan cairan ataupun makanan lain makanan dan minuman lain yang dimaksud misalnya air putih, susu formula, jeruk, madu, air teh, atapun makanan padat seperti pisang, pepaya, bubur susu, biskuit, bubur nasi, dan tim. Pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan dianjurkan oleh pedoman internasional yang didasarkan pada bukti ilmiah tentang manfaat ASI baik bagi bayi, ibu, keluarga, maupun negara. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi pemberian ASI eksklusif. Metode penelitian ini menggunakan simple random sampling, responden dipilih secara random sampling sebanyak 95 responden. Hasil penelitian ini didapatkan responden yang melakukan pemberian ASI Eksklusif sebanyak 62 orang (65%) dan tidak ASI Eksklusif sebanyak 33 orang (35%). Berdasarkan hasil analisis Chi-Square didapatkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan (p = 0,001), usia (p = 0,036), dan tingkat pendidikan (p = 0,001) dengan pemberian ASI Eksklusif. Meningkatkan pengetahuan dengan promosi kesehatan dan penyuluhan tentang manfaat dan proses pemberian ASI Eksklusif.
Pemahaman Akseptor Tentang Baby Booming dan Tingkat Pengetahuan Tentang Program KB pada Masa Pandemi Covid-19: Acceptors' Understanding of Baby Booming and Level of Knowledge of Family Planning Programs During the Covid-19 Pandemic Widyawati, Sigit Ambar; Kustiyono; Sofiyanti, Ida; Najib
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol. 7 No. 2 (2024): September 2024
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijm.v7i2.3481

Abstract

Baby boom or soaring pregnancy rates including unwanted pregnancies (KTD). This is related to the Corona Virus Disease-19 (Covid-19) pandemic which has caused a decrease in the number of family planning (KB) services nationally. Family Planning according to the World Health Organization (WHO) is an action that helps individuals or married couples to avoid unwanted births, get the desired birth, regulate birth intervals, control the time of birth in relation to the age of the husband and wife, determine the number of children in the family. Long-term family planning services are an effective method of preventing pregnancy, but direct contact is required which is disrupted due to physical distancing efforts. To determine the acceptor's understanding of the baby boom and the level of knowledge about the KB program during the Covid-19 Pandemic. This research method uses a survey technique with a questionnaire given to selected acceptors in Semarang Regency. The number of respondents was 50 people. Results: It was found that 35 respondents (70%) had good knowledge about the definition of baby booming, efforts to prevent baby booming (74%), good knowledge of NKKBS (78%), and a good level of knowledge about the KB program (76%).    Abstrak Baby booming atau angka kehamilan yang melonjak termasuk terjadinya kehamilan tidak diinginkan (KTD). Hal ini berkaitan dengan adanya pandemi Corona Virus Disease-19 (Covid-19) yang menyebabkan penurunan jumlah pelayanan keluarga berencana (KB) secara nasional. Keluarga Berencana menurut World Health Organisation (WHO) adalah tindakan yang membantu individu atau pasangan suami istri untuk menghindari kelahiran yang tidak diinginkan, mendapatkan kelahiran yang diinginkan, mengatur interval kelahiran, mengontrol waktu saat kelahiran dalam hubungan dengan umur suami dan istri, menentukan jumlah anak dalam keluarga. Pelayanan KB jangka panjang merupakan metode efektif pencegahan kehamilan, namun diperlukan adanya kontak langsung yang terganggu karena adanya upaya physical distancing.  Mengetahui pemahaman akseptor tentang baby booming dan tingkat pengetahuan tentang program KB Pada Masa Pandemi Covid-19. Metode penelitian ini menggunakan teknik survei dengan kuesioner yang diberikan kepada akseptor terpilih di Kabupaten Semarang. Jumlah responden sebanyak 50 orang. Didapatkan sebanyak 35 responden (70%) memiliki pengetahuan baik tentang pengertian baby booming, upaya pencegahan baby booming (74%), pengetahuan yang baik NKKBS (78%), dan tingkat pengetahuan yang baik tentang program KB (76%).