Niniek Widyorini
Aquatic Resources Management Study Program, Department Of Aquatic Resources, Faculty Of Fisheries And Marine Sciences, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. H. Soedarto, SH., Tembalang, Semarang, 50725, Indonesia

Published : 86 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

TINGKAT KERJA OSMOTIK DAN PERTUMBUHAN KERANG HIJAU PERNA VIRIDIS YANG DIKULTIVASI DI PERAIRAN TAMBAK LOROK SEMARANG Temmy, Temmy; Anggoro, Sutrisno; Widyorini, Niniek
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 6, No 2 (2017): MAQUARES
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (745.764 KB)

Abstract

ABSTRAKTambak Lorok adalah salah satu perkampungan nelayan yang letaknya berada di pesisir teluk Semarang. Sebagian besar masyarakatnya berprofesi sebagai nelayan, salah satunya pembudidaya kerang hijau. Kerang hijau membutuhkan habitat yang ideal untuk tumbuh dengan optimal. Salinitas perairan memiliki pengaruh terhadap pertumbuhan kerang hijau, karena kadar salinitas yang tidak ideal mengharuskan kerang hijau melakukan proses osmoregulasi yang membutuhkan energi besar, sehingga pertumbuhan terhambat. Tujuan penelitian untuk mengetahui pola osmoregulasi, nilai tingkat kerja osmotik dan laju pertumbuhan relatif serta hubungan antar keduanya pada kerang hijau yang dikultivasi. Penelitian dilaksanakan pada bulan September sampai dengan bulan November 2016 di perairan Tambak Lorok Semarang. Hewan uji yang digunakan dalam penelitian ini adalah kerang hijau (Perna viridis) dengan bobot rata-rata 40 gram. Data yang diperoleh dari hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan analisis regresi untuk mengetahui hubungan antara salinitas dan tingkat kerja osmotik serta laju pertumbuhan relatif. Pola osmoregulasi kerang hijau adalah hiperosmotik terhadap lingkungannya. Nilai tingkat kerja osmotik kerang hijau sebesar 35,44 sampai dengan 68,03 mOsm/l H2O. Laju pertumbuhan relatif sebesar 133,33 % sampai dengan 220,69 %. Tingkat kerja osmotik dan laju pertumbuhan relatif kerang hijau menunjukkan hubungan yang berpola linier bersifat negatif dengan tingkat keeratan tinggi. Kata kunci : Kerang Hijau, Perna viridis, Tambak Lorok, Tingkat Kerja Osmotik, Laju Pertumbuhan.   ABSTRACTTambak Lorok is one of the fishing villages located near the coast of Semarang Bay. Most of the people work as fishermen, who work also cultivate green mussels. Green mussels need an ideal habitat to grow optimally. The water salinity affects the growth of the mussels, if the level of the water salinity is not ideal it will force the green mussels to osmoregulate that require big energy, therefore it will slow the growth of the mussels. The goal of the research was to examine the osmoregulation pattern, osmotic performance rate, and the relative growth rate of green mussels, as well as the relation between osmotic perfomance rate and growth of the green mussel. The research was conducted on September to November 2016 in Tambak Lorok Semarang. The animal that has been used in this research was green mussels (Perna viridis) with the average weight of 40 grams. The data were analyzed using regression analysis to study the relations between salinity, osmotic perfomance rate and relative growth rate. The green mussels’s osmoregulation pattern was hyperosmotic to its environment. The osmoregulation rate of green mussels were 35,44 up to 68,03 mOsm/l H2O. The relative growth rate were 133,33 % up to 220,69 %. The osmotic perfomance rate and relative growth rate of green mussels showed linier relations with high rate and suggested had negative characteristic. Keywords: Green Mussels, Perna viridis, Tambak Lorok, Osmotic Perfomance Rate, Growth Rate.  
KERAPATAN RUMPUT LAUT PADA KEDALAMAN YANG BERBEDA DI PERAIRAN PANTAI BANDENGAN, JEPARA Yuanto, Tito Firmansyah; Ruswahyuni, -; Widyorini, Niniek
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.196 KB)

Abstract

Rumput laut merupakan tanaman air yang umumnya tumbuh melekat pada substrat pasir, karang, pecahan karang dan karang mati, tidak mempunyai akar, batang dan daun yang sejati, keseluruhan tanaman ini adalah batang, akar dan daun yang semu disebut thallus. Kedalaman merupakan salah satu parameter lingkungan yang berpengaruh tehadap kecerahan atau tingkat batas kemampuan cahaya matahari yang mampu masuk ke dalam suatu perairan. Cahaya matahari merupakan salah satu unsur yang penting dalam terjadinya proses fotosintesis di perairan. Rumput laut merupakan salah satu tumbuhan air yang hidupnya tergantung antara lain pada intensitas cahaya matahari. Oleh sebab itu semakin dalam suatu perairan maka semakin kecil pula intensitas cahaya matahari yang masuk, sehingga rumput laut yang tumbuh juga sedikit akibat kurangnya cahaya matahari yang digunakan untuk fotosintesis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kerapatan rumput laut pada kedalaman 1, 2 dan 3 meter serta untuk mengetahui hubungan antar kedalaman dengan kerapatan rumput laut. Penelitian ini dilakukan di Pantai Bandengan pada bulan April 2013. Pada penelitian ini, metode yang digunakan adalah metode deskriptif. Metode deskiptif adalah metode penelitian yang diadakan untuk memperoleh fakta-fakta dari gejala-gejala yang ada dan mencari keterangan secara faktual dari suatu kelompok ataupun suatu daerah kemudian melakukan analisa lebih lanjut mengenai kebenaran tersebut. Sampling dilakukan menggunakan line transek dengan panjang 100 m dan kuadran transek ukuran 1x1 m yang dibagi menjadi 16 kotak kecil, kemudian menghitung kerapatan serta penutupan rumput laut serta melakukan identifikasi rumput laut yang ditemukan. Hasil penelitian didapatkan kerapatan tertinggi pada kedalaman 1 meter dengan jumlah total 412 individu/300m². Pada kedalaman 2 dan 3 meter jumlah kerapatannya lebih kecil yaitu masing-masing 326 dan 162 individu/300m² . Hal ini karena pada kedalaman 2 dan 3 meter tingkat kecerahannya cukup rendah, sehingga mempengaruhi pertumbuhan rumput laut. Substrat dasar pasir pada kedalaman 1 meter juga mempengaruhi kerapatan rumput laut. Dari pengujian korelasi antara kedalaman dengan kerapatan didapatkan nilai sebesar -0,984. Hal ini berarti terdapat hubungan antara kedalaman dengan kerapatan rumput laut. Seaweed is an aquatic plant that generally grows attached to a substrate of sand , coral , coral rubble and dead , didn’t have roots , stems and leaves are true, this is a whole plant stems, roots and leaves are called Thallus. Depth is one of the environmental parameters that influence tehadap brightness or level limits sunlight is able to get in to the water. Sunlight is one important element in the process of photosynthesis in water . Seaweed is one of the water plants that need the intensity of sunlight for thei life . Therefore, more deeper the water, also few of sunlight that can to the deep, so that the sea grass that grows too little due to lack of sunlight used for photosynthesis . This study aimed to determine differences in kelp density at a depth of 1 , 2 and 3 meters as well as to determine the relationship between the depth of the sea grass density . This research was conducted in Bandengan Beach in April 2013. In this study, the method was used descriptive method. Deskiptif method is a method of research that was conducted to obtain the facts of the existing symptoms and seek factual information from a group or a region and then perform further analysis on the truth . Sampling was conducted using line transect with a length of 100 m and the size of 1x1 m transect quadrant is divided into 16 small squares , then calculate the density as well as the closure of seaweed and seaweed identification were found . The study showed the highest density at a depth of 1 meter with a total of 412 individu/300m ². At a depth of 2 and 3 feet smaller number density, respectively 326 and 162 individu/300m ². This is because at a depth of 2 and 3 -meter brightness level was quite low, thus affecting the growth of seaweed. Substrate of sand at a depth of 1 meter also affects the density of sea grass.From the corelations test of the depth and the density values obtained at -0.984 . This means that there is a relationship between the depth of the sea grass density.
ANALISIS HUBUNGAN KELIMPAHAN FITOPLANKTON DENGAN KANDUNGAN NITRAT DAN FOSFAT DI PERAIRAN MOROSARI, DEMAK Relationship Analysis of Phytoplankton Abundance to Nitrate and Phosphate in the Morosari Waters, Demak Nasution, Afiah; Widyorini, Niniek; Purwanti, Frida
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 8, No 2 (2019): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.484 KB) | DOI: 10.14710/marj.v8i2.24230

Abstract

ABSTRAK Morosari terletak di kecamatan Sayung, Demak dimana terdapat pemukiman penduduk, kegiatan pariwisata dan perikanan. Aktivitas ini dapat memengaruhi keberadaan organisme di perairan, khususnya fitoplankton. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelimpahan fitoplankton, kandungan nitrat dan fosfat, serta hubungan antara kelimpahan fitoplankton dengan kandungan nitrat dan fosfat di perairan Morosari. Penelitian ini mengacu pada penelitian deskriptif korelasional dengan metode pengambilan sampel acak sistematik dan analisis data dengan analisis regresi dan korelasi Pearson. Penelitian ini berlangsung selama enam bulan dengan pengambilan sampel dilakukan pada bulan Mei 2018 yang berlangsung selama tiga minggu berturut-turut. Data yang diukur meliputi parameter fisika-kimia (temperatur air, kecerahan, kedalaman, arus, pH, salinitas, DO, bahan organik, nitrat dan fosfat) serta kelimpahan fitoplankton, indeks keanekaragaman, keseragaman, dan dominansi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelimpahan fitoplankton tertinggi yaitu dari kelas Bacillariophyceae sebesar 4.362 ind/l, terendah dari kelas Dinophyceae sebesar 163 ind/l, dengan jenis tertinggi yaitu Chaetoceros sp sebesar 1.022 ind/l, dan jenis terendah yaitu Micractinium sp sebesar 7 ind/l. Kandungan nitrat di perairan Morosari berkisar antara 3,99 – 7,09 mg/l, dengan rata-rata keseluruhan sebesar 5,11 mg/l (Eutrofik). Kandungan fosfat berkisar antara 0,01 – 1,13 mg/l, dengan rata-rata keseluruhan sebesar 0,18 mg/l (Eutrofik). Hubungan kelimpahan fitoplankton dengan kandungan nitrat tergolong kategori lemah namun pasti (0,26), sedangkan dengan kandungan fosfat tergolong kuat (0,70) pada taraf kepercayaan 95%. ABSTRACT Morosari located in the sub-district of Sayung, Demak where residential areas, tourism industries and fisheries activities were existed. These activities could affecting the presence of organisms in the waters, especially phytoplankton. This research aimed to determine the abundance of phytoplankton, the content value of nitrate and phosphate, and the relationship of phytoplankton abundance to the content of nitrate and phosphate in the Morosari waters. This research  refers to correlational descriptive research with the systematic random sampling method, and the analysis of relationship carried out by regression analysis. This research has been conducted for six months with sampling started in May 2018 for three weeks consecutively. The data measured included physical-chemical parameters (temperature of water, transparency, depth, current, pH, salinity, DO, organic matter, nitrate and phosphate) as well as abundance, diversity, uniformity, and dominance index. The results showed that the highest phytoplankton abundance was from the Bacillariophyceae class (4.362 ind/l), the lowest was Dinophyceae class (163 ind/l), with the highest species was Chaetoceros sp (1.022 ind/l), and the lowest species was Micractinium sp (7 ind/l). The nitrate content in the Morosari waters ranges from 3.99 - 7.09 mg/l, with an overall average of 5.11 mg/l (Eutrophic). Phosphate content ranged from 0.01 - 1.13 mg/l, with an overall average of 0.18 mg/l (Eutrophic). The abundance of phytoplankton with nitrate content was classified as weak but definite(0.26), while phosphate content was strong (0.70) at 95% confidence level.
KELIMPAHAN BAKTERI HETEROTROF DAN WATER QUALITY INDEX PADA KERAPATAN MANGROVE YANG BERBEDA DI DESA BEDONO, SAYUNG, DEMAK Alva W, Silvia Silvia Grandies; Anggoro, Sutrisno; Widyorini, Niniek
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 6, No 3 (2017): MAQUARES
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (610.402 KB)

Abstract

ABSTRAK Serasah mangrove yang jatuh di lantai mangrove akan di dekomposisi oleh mikroorganisme heterotrof yang memiliki kemampuan mendegradasi serasah mangrove. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kerapatan mangrove, total bakteri heterotrof perairan pada beberapa kerapatan mangrove, Indeks Kualitas Air (IKA) serta hubungan kerapatan mangrove dengan total bakteri heterotrof dan Indeks Kualitas Air (IKA) perairan di Desa Bedono, Demak. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif, dengan mengukur parameter pendukung yaitu parameter fisika dan kimia, dan melakukan perhitungan kelimpahan bakteri heterotrof menggunakan metode TPC (Total Plate Count). Hasil pengamatan menunjukan bahwa kelimpahan bakteri heterotrof tinggi berkisar antara (2.120-5.620) x 10-6 Cfu/ml pada saat pasang dan 760-4.840 x 10-6 Cfu/ml pada saat surut.. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kerapatan mangrove pada Desa Bedono berkisar antara 900-2.400 pohon/Ha; kelimpahan bakteri hetrotrof di Desa Bedono berkisar antara 760x 10-6 Cfu/ml – 5.620 x 10-6 Cfu/ml; Indeks Kualitas Air (IKA) yang didapatkan berkisar antara 33,1-46,93; terdapat hubungan yang berbanding lurus antara kelimpahan bakteri heterotrof dengan kerapatan mangrove, dan hubungan berbanding terbalik antara Indeks Kualitas Air (IKA), kelimpahan bakteri heterotrof dan kerapatan mangrove.                                                                                                                                          Kata Kunci: Bakteri Heterotrof, Kerapatan Mangrove, Desa Bedono, Indeks Kualitas Air ABSTRACT The mangrove litter that falls on the mangrove floor will be decomposed by heterotrophic microorganisms that have the ability to degrade the mangrove litter. This research is purposed to know the density of mangrove in Bedono, Demak; Looking for total heterotrophic bacteria in some mangrove densities in Bedono village, Demak; knowing Water Quality Index (IKA) in Bedono Village; know the relationship of mangrove density with total heterotrophic bacteria, and Water Quality Index (IKA) in Bedono Village, Demak.  This study uses a descriptive method, by measuring the supporting parameters of physical and chemical parameters, and calculating the abundance of heterotrophic bacteria using TPC (Total Plate Count) method. The observed results show the high abundance of heterotrophic bacteria ranging between (2.120-5.620) x 10-6 Cfu/ml at high tide and 760-4.840 x 10-6 Cfu/ml at low tide. Based on the results of the research can be concluded that the mangrove density in Bedono village ranged between 900-2.400 trees/Ha; The Water Quality Index (IKA) that occurs is between 33,1-46,93; There is a direct relationship between the abundance of heterotrophic bacteria with mangrove density, and the inverse relationship between the Water Quality Index (IKA), abundance of heterotrophic bacteria  and mangrove density.  Keywords: Heterotrophic Bacteria, Mangrove Density, Bedono Village, Water Quality Index
PENGARUH LAJU SEDIMENTASI DENGAN KERAPATAN RUMPUT LAUT DI PERAIRAN BANDENGAN JEPARA Albert, Maruli; Ruswahyuni, -; Widyorini, Niniek
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.045 KB)

Abstract

Perairan Pantai Bandengan Jepara terletak di daerah utara Pulau Jawa. Jenis biota yang ada beragam dengan populasi masing-masing jenis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kerapatan rumput laut, nilai laju sedimentasi pada daerah rumput laut serta mengetahui hubungan perbedaan kerapatan rumput laut dengan laju sedimentasi di perairan bandengan Jepara. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah komunitas rumput laut yang dibagi menjadi 3 pengambilan,  pengambilan dilakukan secara tegak lurus ke arah laut dan penghitungan laju sedimentasi dengan menggunakan sedimen trap yang di pasang pada lokasi tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode survey. Metode penentuan kerapatan rumput laut dilakukan dengan frame kuadran ukuran 1x1 m dengan cara menghitung jumlah tegakan rumput laut dalam setiap meter persegi sepanjang 100 m. Kerapatan rumput laut di perairan Bandengan Jepara di dapat 431 individu/300m2 yang terdapat 9 jenis dari 2 filum yaitu  Filum Chlorophyta : Halimeda opuntia sebanyak 157 individu/300m2 , Halimeda descoides sebanyak 58 individu/300m2, Halimeda makroloba sebanyak 74 individu/300m2,filum Phaeophyta : Chordoria flagelliformis sebanyak 31 individu/300m2, Padina crassa sebanyak 83 individu/300m2, Sargassum yendoi sebanyak 15 individu/300m2, Sargassum piluliferum sebanyak 3 individu/300m2, Sargassum confusum sebanyak 5 individu/300m2, dan Sargassum duplicatum sebanyak 5 individu/300m2. Hasil penghitungan laju sedimentasi diketahui rata-rata laju sedimentasi pada lokasi penelitian adalah 0,85 mg/cm3/hari. Nilai korelasi antara laju sedimentasi dengan kerapatan rumput laut sebesar 0,85, hal ini menunjukkan bahwa adanya hubungan yang erat antara laju sedimentasi dengan kerapatan rumput laut di perairan Bandengan, Jepara.
KEANEKARAGAMAN DAN KELIMPAHAN MAKROZOOBENTHOS PADA SUBSTRAT DASAR BERLOGAM TIMBAL (Pb) DI PESISIR TELUK JAKARTA Marbun, Lolo Ray; -, Ruswahyuni; Widyorini, Niniek
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.718 KB)

Abstract

Teluk Jakarta sebagai pintu gerbang masuk ibukota telah mengalami pencemaran yang telah melewati ambang batas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh kadar konsentrasi timbal (Pb) dalam substrat terhadap kelimpahan dan keanekaragaman makrozoobenthos di pesisir Teluk Jakarta. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi, sedangkan metode yang digunakan untuk pengambilan sampel metode purposive sampling. Adapun lokasi sampling sebagai berikut :Stasiun I (Muara Cengkareng), Stasiun II (Muara Marina), Stasiun III (Muara Merunda).Hasil perhitungan pada Stasiun I diperoleh nilai kelimpahan individu sebesar 100 ind/0,027m3, indeks keanekaragaman sebesar 1,88, indeks keseragaman sebesar 0,76 dengan nilai konsentrasi timbal dalam substrat sebesar 50,02 ppm. Hasil perhitungan pada Stasiun II diperoleh nilai kelimpahan individu sebesar 893 ind/0,027m3, indeks keanekaragaman sebesar 0,32, indeks keseragaman sebesar 0,15 dengan nilai konsentrasi timbal dalam substrat sebesar 7,145 ppm. Hasil perhitungan pada Stasiun III diperoleh nilai kelimpahan individu sebesar 18 ind/0,027m3, indeks keanekaragaman sebesar 1,2, indeks keseragaman sebesar 0,75 dengan nilai konsentrasi timbal dalam substrat sebesar 35,73 ppm.
ANALISIS KESUBURAN PERAIRAN WADUK JATIBARANG BERDASARKAN DISTRIBUSI DAN KELIMPAHAN BAKTERI HETEROTROFIK Hidayah, Siti Nur; Widyorini, Niniek; Purnomo, Pujiono Wahyu
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) VOLUME 5, NOMOR 4, TAHUN 2016
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.613 KB)

Abstract

ABSTRAKWaduk Jatibarang terletak di Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang. Waduk tersebut digunakan sebagai pengendali banjir, tempat pariwisata, kegiatan menangkap ikan, dan rencana akan dibuat sebagai sumber air bersih melalui PDAM. Pemanfaatan waduk untuk berbagai keperluan kemungkinan dapat menurunkan kualitas air dari waduk tersebut. Penelitian ini mengkaji kesuburan perairan Waduk Jatibarang berdasarkan distribusi dan kelimpahan bakteri heterotrofik. Bakteri heterotrofik berperan penting dalam sistem perairan sebagai perombak dan meremineralisasi bahan-bahan organik menjadi komponen anorganik sederhana. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui distribusi kelimpahan bakteri heterotrofik, kandungan bahan organik total, hubungan kelimpahan bakteri heterotrofik dengan bahan organik total, dan status kesuburan waduk Jatibarang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif bersifat studi kasus.  Sampling dilakukan pada tanggal 27 April dan 11 Mei 2016 di lima (5) stasiun dengan kedalaman 1 meter. Penghitungan kelimpahan bakteri menggunakan metode Total Plate Count (TPC). Pengujian kandungan bahan organik total menggunakan metode Titrimetri Permanganat SNI 06-6989.22-2004. Hasil pengamatan menunjukkan distribusi spasial-temporal bakteri heterotrofik fluktuatif dan relatif tinggi, dengan kelimpahan berkisar (45 – 131) x 105 cfu/ml. Kandungan bahan organik total berkisar 11,771 - 21,883 mg/l. Hubungan antara bakteri heterotrofik dengan bahan organik total yaitu hubungan yang terbalik menunjukkan tidak adanya hubungan antara keduanya. Status kesuburan perairan Waduk Jatibarang berdasarkannilai kelimpahan bakteri heterotrofik (45 – 131) x 105cfu/ml > (22 – 120) x 105 cfu/ml dan kandungan bahan organik total 11,771 – 21,883 mg/l perairan bersifat eutrofik. Kata kunci: Waduk Jatibarang; bakteri heterotrofik; bahan organik total; eutrofik ABSTRACTJatibarang Reservoirs located in District Gunungpati, Semarang. The reservoir are used as flood control, the tourism, fishing activities, and the plan will be created as a source of clean water through the taps. Utilization of reservoirs for various purposes may reduce the quality of the water reservoir. This study examines the productivity waters Jatibarang Reservoir based on the distribution and abundance of heterotrophic bacteria. Heterotrophic bacteria play an important role in aquatic systems as to change and remineralize organic materials into simple inorganic components. The purpose of this study was to determine the distribution of the abundance of heterotrophic bacteria, total organic matter content, abundance of heterotrophic bacteria relationships with total organic matter and productivity status Jatibarang Reservoirs. The method used in this research is descriptive case study. The sampling was conducted on April 27 and May 11, 2016 in five (5) stations with a depth of 1 meter. Calculation of the abundance of bacteria using Total Plate Count (TPC). Tests using a total organic matter content titrimetric method SNI 06-6989.22-2004 permanganate. The results showed the spatial-temporal distribution of heterotrophic bacteria volatile and relatively high, with an abundance range (45-131) x 105cfu/ml. Total organic matter content ranges (11.771 - 21.883) mg/l. The relationship between of heterotrophic bacteria with total organic material that is an inverse relationship showed no relationship between both. The productivity status of the dam water Jatibarang based on the abundance of heterotrophic bacteria (45-131) x 105cfu/ml > (22-120) x 105cfu/ml and organic matter content of the total 11.771 - 21.883 mg/l  waters are eutrophic.Keywords: Jatibarang Reservoir; heterotrophic bacteria; total organic matter; eutrophic
KAJIAN KANDUNGAN NATRIUM (Na) DAN LOGAM BERAT TIMBAL (Pb) PADA JARINGAN LUNAK KERANG DARAH (Anadara granosa (L.)) DARI PERAIRAN TANJUNG EMAS SEMARANG DAN PERAIRAN WEDUNG DEMAK Barik, Fahmy; Afiati, Norma; Widyorini, Niniek
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.823 KB)

Abstract

Kerang darah (A. granosa) merupakan komoditas laut yang dihasilkan dari perairan Tanjung Emas Semarang dan Wedung Demak. Melihat dari keadaan fisik kedua lokasi tersebut, diperkirakan perairan Tanjung Emas relatif lebih banyak menerima berbagai cemaran industri maupun limbah kota daripada di perairan Wedung Demak. Oleh karena itu, pada penelitian ini ingin diketahui kandungan  natrium (Na)  dan  logam  berat  timbal (Pb)  jaringan lunak   kerang  darah  dari kedua perairan tersebut ditinjau dari kelayakan baku mutu standar aman konsumsi oleh WHO tahun 2004 dan BPOM No. HK.00.06.1.52.4011 tahun 2009 untuk penetapan batas-maksimal-aman-konsumsi-mingguan kerang A. granosa. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April-Mei 2012. Lokasi sampling ditetapkan secara purposive, kandungan natrium dan timbal dianalisis menggunakan AAS (Atomic Absorbtion Spectrophotometry), sedangkan penetapan batas-maksimal-aman-konsumsi-mingguan dihitung menggunakan rumus MTI (Maximum Tolerable Intake). Kandungan natrium pada daging kerang darah dari Tanjung Emas Semarang adalah 36,12-47,32 gr/kg berat basah. Bila kerang dari perairan Wedung Demak adalah berkisar 41,32-43,03 gr/kg berat basah. Kandungan timbal pada daging kerang darah dari Tanjung Emas Semarang adalah 0,268-0,401 gr/kg berat basah. Bila kerang dari perairan Wedung Demak adalah berkisar  0,067-0,183 gr/kg berat basah. Untuk orang dengan rerata berat badan 60 kg, batas aman konsumsi natrium dan timbal dari kerang darah yang dianjurkan bila dari Tanjung Emas Semarang adalah hanya 3,6 gram berat basah/minggu/orang. Namun, bila kerang berasal dari Wedung Demak angka maksimum tersebut dapat sedikit lebih tinggi yaitu 7,2 gram berat basah/minggu/orang.
TOTAL BAKTERI DAN C/N RATIO DALAM SEDIMEN SUNGAI SEKEMBU JEPARA DALAM KAITANNYA DENGAN PENCEMARAN Oktaviana, Tri Kusuma; Hendrarto, Boedi; Widyorini, Niniek
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.77 KB)

Abstract

Sungai mempunyai peranan yang sangat besar bagi perkembangan peradaban manusia. Kegiatan industri, domestik, dan kegiatan lain berdampak negatif terhadap sumber daya air sungai, termasuk penurunan kualitas air dan terjadinya pencemaran yang terjadi pada sedimen perairan. Pencemaran limbah dalam suatu perairan mempunyai hubungan dengan jenis dan jumlah mikroorganisme dalam perairan tersebut. Perbandingan C/N berguna sebagai penanda kemudahan perombakan bahan organik dan kegiatan jasad renik tanah. Penggunaan sedimen sebagai acuan dianggap lebih tepat, oleh karena sedimen relatif diam tidak bergerak seperti air sungai, sehingga lebih refresentatif dan mewakili keadaan lokasi dimana sedimen tersebut diperoleh.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keadaan total bakteri, keadaan C/N ratio dalam sedimen dan hubungan antara keduanya terhadap pencemaran sungai Sekembu Jepara.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif, untuk pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling. Pengambilan sampel dan pengukuran parameter kualitas sedimen dilakukan di 2 stasiun yaitu pada bagian hulu sungai dan hilir sungai dimana setiap stasiun ditentukan 3 titik sampling. Sedimen dikoleksi dengan sediment sampler berdiameter 6 cm. Total bakteri dihitung dengan metode TPC menggunakan media Nutrient Agar.Jumlah total bakteri sedimen per 1 gram pada sungai Sekembu Jepara berkisar antara 1,6x105 – 2,3x105 (cfu/g). Nilai C/N ratio pada sedimen di sungai Sekembu Jepara berkisar antara 3,98 – 36,45. Hasil analisis menunjukkan adanya perbedaan nyata jumlah bakteri antara tepian kiri (selatan) dan tepian kanan (utara) sungai Sekembu Jepara dengan nilai p =0,035. Terdapat perbedaan nyata C/N ratio pada sedimen di daerah terkena limbah langsung dan muara sungai Sekembu Jepara dengan nilai p = 0,0303. Tidak ada korelasi yang kuat antara total bakteri dengan C/N ratio pada sedimen di sungai Sekembu Jepara dengan nilai r 0,192. Sungai Sekembu Jepara diduga sudah tercemar oleh berbagai penumpukan limbah domestik maupun limbah industri. River has a potential role for human. Industrial activities, domestic, and other activities negative impact on the river resources, including loss of water quality and contamination that occured on sediments. Waste pollution in an aquatic have relationship with the type and number of microorganisms in it. C/N ratio is useful determinant overhaul of organic matter and activities of soil organism. The use of sediment as a referance more presicely, because sediment relatively still and not moving like a river water, so it is more representative and representing the state of location where the sediment obatined.The purpose of this research was to find out the total bacteria, C/N ratio and the relationship between the two againts pollution of Sekembu Jepara river.The method used in this research was descriptive method, using purposive a sampling technique. Sampling and measurement of soil and water quality parameters were done at two stations, at upstream and downstream, each station consisted of three sampling points. Sediment were collected using a sediment sampler diameter 6 cm. The total bacteria was determinated by TPC method using Nutrient Agar.Total bacteria in 1 gr sediment was between 1,6x105 – 2,3x105 (cfu/g). C/N ratio in the sediment ranged beetwen 3,98 – 36,45. There was a significant difference of total bacteria in the sediment between the left side (south) and right side (north) of the river with value of p =0,035. There was a significant difference of C/N ratio in the sediment on upstream and downstream of the river with value of p = 0,0303. There is no high correlation between total bacteria with C/N ratio in the sediment with value of r = 0,192. Sekembu Jepara river was suspected to have been contaminated by both various domestic waste and industrial waste.
HUBUNGAN KERAPATAN LAMUN DENGAN KELIMPAHAN BAKTERI HETEROTROF DI PERAIRAN PANTAI KARTINI KABUPATEN JEPARA Ariyanti, Vera Nabila; Supriharyono, Supriharyono; Widyorini, Niniek
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) VOLUME 5, NOMOR 3, TAHUN 2016
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (111.93 KB)

Abstract

ABSTRAK Perairan pantai Kartini merupakan salah satu pantai yang ada di jawa tengah tepatnya di kabupaten Jepara. Perairan pantai Kartini tumbuh beberapa lamun, namun yang paling mendominasi adalah spesies Thalassia sp. Lamun yang merupakan produsen primer atau yang menempati trofik satu dalam sistem rantai makanan dimanfaatkan oleh biota herbivora namun lebih banyak dimanfaatkan oleh detritus feeder. Salah satu detritus feeder yang penting bagi kelangsungan ekosistem lamun yaitu bakteri heterotrof yang merupakan bakteri pengurai. Oleh karena itu perlu diketahui hubungan kerapatan lamun dengan kelimpahan bakteri heterotrof di perairan pantai Kartini kabupaten Jepara. Tujuan dari penelitian ini antara lain adalah mengetahui kerapatan lamun perairan pantai Kartini kabupaten Jepara, mengetahui total bakteri heterotrof pada lamun di perairan pantai Kartini kabupaten Jepara, dan mengetahui hubungan kerapatan lamun dengan kelimpahan bakteri heterotrof. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah ekosistem lamun dan sampel daun lamun. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan cara sampling purposive sampling. Penelitian dilakukan pada bulan Februari hingga Maret 2016. Hasil yang diperoleh Kerapatan lamun yang terdapat di perairan pantai Kartini, kabupaten Jepara adalah rata rata 67 tegakan/m2, dengan kerapatan tertinggi adalah 102 tegakan/m2 dan kerapatan terendah adalah 29 tegakan/m2. Kelimpahan total bakteri heterotrof pada lamun di perairan pantai Kartini, kabupaten Jepara yang tertinggi pada pengenceran 104 adalah 173333 x104 upk/ml dan yang terendah adalah 33333 x104 upk/ml. Kerapatan lamun dengan kelimpahan bakteri heterotrof pada perairan pantai Kartini, kabupaten Jepara memiliki hubungan yang kuat karena nilai koefisien korelasi lebih dari 0,600 (r = 0,618). Kelimpahan bakteri dipengaruhi oleh kepadatan lamun, semakin padat lamun maka akan semakin melimpah jumlah bakteri heterotrofnya.Kata kunci: Lamun, Bakteri Heterotrof, Pantai Kartini Kabupaten Jepara.  ABSTRACT The coastal waters of Kartini is one of the coast located in Central Java, Kabupaten of Jepara. Seagrass at the coastal waters dominated by Thalassia sp. As seagrass as a primary producer and the first trophic level organism in the food chain is usually feed by herbivores but it is mostly used by detritus. One of the more important detritus in the ecosystem are the heterothropic bacterias who function as a decomposer. This is why it is important to figure out the correlation between the density of seagrass with the amount of heterothropic bacterias in the waters at the coast of Kartini in Jepara. The purpose of this study is to know the density of seagrass in the waters at the coast of Kartini Kabupaten Jepara, to know the investigate of heterothropic bacterias on Seagrass in the waters at the coast of Kartini Kabupaten Jepara and to analyse the correlation between the density of seagrass with the amount of heterothropic bacterias in the waters at the coast of Kartini Kabupaten Jepara. Materials used for this research are seagrass and samples of seagrass leaves. This research has been conducted in Februari to March 2016. The method used is a descriptive method with purposive sampling. The results obtained were the density of seagrass in the waters at the coast of Kartini was an average of 67 sprouts of seagrass/m2, with the highest density of 102 sprouts of seagrass/m2 and the lowest density of 29 sprouts of seagrass/m2.The total amount of heterothropic bacterias on seagrass in the waters at the coast of Kartini kabupaten Jepara was found at the most of 173333 x 104 upk/ml (diluted at 104) and at the least of 33333 x 104 upk/ml. Density of seagrass has a strong correlation with the amount of heterothropic bacterias in the waters at the coast of Kartini Kabupaten Jepara with a correlation coefficient high than 0,600 (r = 0,618). The amount of bacterias are influenced by the density of seagrass, the higher the density will also increase the amount of heterotrophic bacterias. Key words: Seagrass, Heterotrophic Bacterias, Coast of Kartini Kabupaten Jepara.
Co-Authors - Ruswahyuni Abdul Ghofar Adi, Faiz Prasetya Agus Hartoko Ahmad Hadi Marwan, Ahmad Hadi Alfian Dony Saputra Alva W, Silvia Silvia Grandies Angelia Maharani Setya Putri Anggieta, Yayank Dita Anhar Solichin Aninditia Sabdaningsih Anjani, Putri Dewi Arizal Rusdiyato Aryo Ganesha Putra, Aryo Ganesha Asih, Dilia Puspita Astari, Findiani Dwi Azzam, Faudzi Ath Tho Bambang Sulardiono Banuaji, Heru Boedi Hendrarto Churun Ain Churun Ain Churun A’in Deni Kristiawan Derry Kurnia Prasetya, Derry Kurnia Dewinta, Raisa Diah Ayuningrum, Diah Dianti Eka Yurnaningsih Dimas Rahmat Ramadhian, Dimas Rahmat Dimas Surya Mahendra Wijayanto Djoko Suprapto Dwi Assy Dwi Tasha Maulida, Dwi Tasha Errinda Pramesti Oktaviana, Errinda Pramesti Fadya Rachmi Puteri Fahmy Barik Falensia, Talita Safa Fauzi, Reyhan Fathullah Febrianto, Sigit Ferdiansyah Ferdiansyah Frida Purwanti Haeruddin Haeruddin Hana Nisau Shalihah Hariawansyah, Fathul Aziz Hesty Riyana, Hesty Iswahyuni Iswahyuni Janisa Ferril Indriyastuti Kiai Agoes Septyadi Kurnia, Rahanti Lailatussyifa, Ayu Lani Febriana Safitri Lolo Ray Marbun Lusiana Rahayu Widiastuti Lustianto, Anggi Febri M. Mujiya Ulkhaq Mahdy Rohmadoni Mahrus, Ilham Hauzan Maruli Albert Max Rudolf Muskananfola Merlyna Novianti Mersi Liwa'u Dina Moh Hidayat Muhammad Ilham Mulkan Nuzapril Munandar - Mustofa Nitisupardjo Nasution, Afiah Ni’ma, Nazla Norma Afiati Nur Ain Nur’aini, Estri Nursubekhi, Rijal Galih Amta Oktavianto Eko Jati Pradita Yusi Akshinta Pujiono Wahyu Purnomo Putri Nur Arifah, Putri Nur Rachmawan, Dicky Setya Rakhim, Lutfi Nur Ria Purnama Dewi Rinaldi, Rexa Kurnia Rizka Alifianita Saputri Ruswahyuni - Ruswahyuni Ruswahyuni Sahala Hutabarat Sakti, Akbar Parasukma Satrio, Budi Savitri Taurusiana Sianturi, Yenti Agustina Siti Nur Hidayah, Siti Nur Siti Rudiyanti Stephanus Jeanua Widyalistyo Putra Subiyanto Subiyanto Supriharyono Supriharyono Supriharyono Supriharyono Supriyati, Siti Suryanti - Suryanti Suryanti Sutrisno Anggoro Sutrisno Anggoro Syiva Nur Anggraeni, Syiva Nur Taufani, Wiwiet Teguh Temmy Temmy Tiara Surya Dewi Tito Firmansyah Yuanto Tjatur Wulandari, Tjatur Tri Kusuma Oktaviana Tyas, Diani Estining Untung Ismoyo Uswah Hasanah Utari, Erni Dwi Vera Nabila Ariyanti, Vera Nabila Vina Aulia Firdausa Wiwid Widyaningsih, Wiwid Yasintia Aryanov Soekiswo Yaya Fitriyah, Yaya Yunita, Isnaini Dian Yurnaningsih, Dianti Eka