Niniek Widyorini
Aquatic Resources Management Study Program, Department Of Aquatic Resources, Faculty Of Fisheries And Marine Sciences, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. H. Soedarto, SH., Tembalang, Semarang, 50725, Indonesia

Published : 86 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS KEBIASAAN MAKANAN DAN KOMPETISI MAKANAN IKAN HASIL TANGKAPAN DI MUARA SUNGAI WONOKERTO DEMAK, JAWA TENGAH Sulardiono, Bambang; Widyorini, Niniek; Dewinta, Raisa
Jurnal Pasir Laut Vol 6, No 1 (2022): Februari
Publisher : Master Program of Aquatic Resources Management, Department of Aquatic Resources, Undip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpl.2022.52773

Abstract

Ketersediaan pakan ikan di alam bebas mempengaruhi populasi ikan di habitat tersebut karena adanya kecenderungan dalam memilih jenis pakan yang sesuai, persaingan, dan bentuk pemangsaan. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui jenis – jenis ikan, kelimpahan plankton perairan sebagai pendukung ketersediaan makanan bagi ikan, karakteristik makanan dan kompetisi makanan pada ikan hasil tangkapan di Muara Sungai Wonokerto. Penelitian dilaksanakan pada Bulan November 2020 dengan titik lokasi pengambilan sampel terdiri dari 4 stasiun di sepanjang hilir Sungai Wonokerto yang dikelilinngi oleh hutan mangrove. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan metode survey dan penentuan titik sampling dengan purposive sampling. Variabel yang dianalisis yaitu kelimpahan relatif ikan, kelimpahan plankton perairan, indeks bagian terbesar, luas relung, tumpang tindih, Jumlah ikan yang tertangkap 105 ekor terdiri dari 5 spesies berfamili Ariidae, Lutjanidae, Mugilidae, Scatophagidae, dan Gobiidae. Kelimpahan plankton di perairan yaitu fitoplankton sebanyak 7.700 ind/L dan zooplankton sebanyak 3.550 ind/L. Berdasarkan nilai IBT jenis fitoplankton Bacillariophyceae menjadi makanan utama bagi kelima jenis ikan tersebut karena ketersediaannya tertinggi di perairan. Kebiasaan makanan di Muara Sungai Wonokerto dari Ikan Kakap Batu (Lutjanus monostigma) sebagai ikan karnivora, Ikan Kedokan (Hexanematichthys sagor) sebagai ikan omnivora cenderung karnivora, Ikan Kiper (Scatophagus argus) sebagai ikan omnivora, Ikan Belanak (Mugil Cephalus) sebagai ikan omnivora cenderung herbivora, dan Ikan Janjan (Taenioides anguillaris) sebagai ikan herbivora. Kompetisi makanan berdasarkan jenis kebiasaan makanannya, ikan yang cenderung herbivora paling tinggi antara Kiper (S.argus) dengan Belanak (M.cephalus). Ikan yang cenderung karnivora antara Kakap Batu (L.monostigma) dengan Kedokan (H.sagor) terdapat peluang kompetisi makanan yang sangat tinggi.
Metode Pemeliharaan Udang Vannamei (Litopenaeus vannamei) dengan Pemberian Bakteri Nocardiopsis lucentensis Sianturi, Yenti Agustina; Widyorini, Niniek; Ayuningrum, Diah
Jurnal Pasir Laut Vol 6, No 2 (2022): September
Publisher : Master Program of Aquatic Resources Management, Department of Aquatic Resources, Undip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpl.2022.59803

Abstract

Udang merupakan salah satu komoditas pada sektor perikanan yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Adanya peningkatan terhadap permintaan pasar pada udang mendorong para pembudidaya untuk meningkatkan hasil budidaya serta penyempurnaan teknik budidaya dengan sistem budidaya tambak intensif. Adanya peningkatan dalam pemanfaatan teknik tersebut turut menimbulkan dampak negatif berupa akumulasi bahan organik sehingga dapat menurunkan kualitas air. Upaya perbaikan kualitas air dapat dilakukan dengan mamanfaatkan bakteri bioremediasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bakteri Nocardiopsis lucentensis terhadap kualitas air pada budidaya udang vannamei. Penelitian ini bersifat experimental laboratories dengan menggunakan dua perlakuan (tanpa pemberian bakteri dan dengan pemberian bakteri) dengan pengulangan sebanyak tiga kali. Penelitian ini dilakukan selama 65 hari dan terdiri atas 4 tahapan, yaitu kultur bakteri, pemeliharaan udang, pemberian bakteri, dan pengukuran kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan Kisaran kualitas air (suhu,DO dan pH) pada perlakuan dengan penambahan bakteri: suhu 26,2°C-27,5°C; DO 3,2-7,5 mg/l; dan pH 6,54-6,74; sedangkan pada perlakuan tanpa penambahan bakteri adalah suhu 26,1°C-27,4°C; DO 3,4-7,7 mg/l; pH 6,52-6,84. Hasil uji ANOVA menunjukkan tidak adanya perngaruh nyata terhadap kadar suhu, DO dan pH.
Analisis Status Pencemaran (Klorin, Fosfat, dan COD) di Sungai Banjir Kanal Barat Kota Semarang Falensia, Talita Safa; Hartoko, Agus; Widyorini, Niniek
Jurnal Pasir Laut Vol 7, No 1 (2023): Februari
Publisher : Master Program of Aquatic Resources Management, Department of Aquatic Resources, Undip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpl.2023.60037

Abstract

Sungai Banjir Kanal Barat berfungsi sebagai saluran pembuangan air (drainase) utama kota bagi kota Semarang yang akan meneruskan pembuangan air ke Laut Utara (Laut Jawa). Perannya yang strategis, sungai ini menjadi tempat pembuangan limbah industri maupun domestik disekitarnya yang berpotensi terjadinya penurunan kualitas air. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas perairan berdasarkan baku mutu PP No. 22 Tahun 2021 kelas II, status mutu air berdasarkan nilai indeks pencemaran menurut KEMENLH No. 115 Tahun 2003, dampak pandemi Covid-19 terhadap kualitas air sungai, serta mengtahui kelimpahan jenis fitoplankton sebagai bio indikator kualitas air. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret 2022. Pengambilan sampel terdiri dari 4 stasiun. Metode penelitian menggunakan metode survei dengan teknik penentuan lokasi sampling menggunakan purposive sampling. Status mutu air Sungai Banjir Kanal Barat kota Semarang berdasarkan hasil perhitungan indeks pencemaran menunjukkan nilai 2,49 (tercemar ringan) dan berdasarkan PP No. 22 Tahun 2021 baku mutu air kelas II, variabel temperatur, pH, klorin, COD masih memenuhi baku mutu, sedangkan BOD, dan fosfat telah melebihi baku mutu. Penelitian ini menujukan pandemi Covid 19 memiliki dampak positif yakni adanya penurunan kadar fosfat, klorin, COD, dan BOD dan parameter pH dan DO mengalami kenaikan. Sebagai bio-indikator kualitas air, rata-rata kelimpahan fitoplankton yang ada di sungai ini yaitu 1.641ind/L.
Beberapa Aspek Biologi Ikan Red Devil (Amphilophus labiatus) di Waduk Jatibarang, Semarang Sakti, Akbar Parasukma; Solichin, Anhar; Widyorini, Niniek
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 11, No 2 (2024): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/marj.v11i2.31709

Abstract

Ikan red devil (Amphilophus labiatus) merupakan salah satu ikan yang terdapat di Waduk Jatibarang. Pengkajian aspek biologi ikan ini masih belum dilakukan di Waduk Jatibarang. Pengelolaan terhadap ikan red devil (Amphilophus labiatus) di Waduk Jatibarang penting untuk dilakukan. Penelitian bertujuan mengetahui beberapa aspek biologi melalui struktur ukuran, hubungan panjang berat, faktor kondisi, panjang pertama kali ikan tertangkap, nisbah kelamin, tingkat kematangan gonad, dan indeks kematangan gonad. Penelitian dilaksanakan di Waduk Jatibarang pada tanggal Juli sampaiOktober. Metode pengambilan sampel secara purposive sampling. Berdasarkan penelitian didapatkan 33 ekor ikan red devil. Panjang ikan berkisar antara 9,2-21,7 cm dan beratnya berkisar antara 14-191 gram. Ukuran pertama kali tertangkap red devil (Amphilophus labiatus) berada pada ukuran 12,6 cm. Hasil hubungan panjang berat diperoleh persamaan W = 0,017657527cm3,070673869. Ukuran ikan yang tertangkap termasuk layak tangkap. Nilai faktor kondisi sebesar 2,565. Rasio kelamin ikan red devil (Amphilophus labiatus) jantan dan betina 1 : 0,57. Tingkat kematangan gonad hasil didominasi oleh TKG I (belum matang). Nilai IKG dibawah 20%. Hasil penelitian menunjukkan pola pertumbuhan isometrik, bentuk tubuh agak pipih, rasio kelamin tidak seimbang. Tingkat kematangan gonad didominasi belum matang gonad dengan nilai indeks kematangan gonad menunjukkan ikan red devil dapat memijah lebih dari satu kali setiap tahun.
Hubungan Kelimpahan Bakteri Vibrio sp dengan Bahan Organik Pada Ekosistem Mangrove di Desa Tapak Tugurejo, Semarang Rakhim, Lutfi Nur; Widyorini, Niniek; Ayuningrum, Diah
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 11, No 1 (2024): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/marj.v11i1.28807

Abstract

Kawasan Tugu merupakan salah satu kawasan pesisir yang mempunyai potensi produktivitas primer yang tinggi. Proses dekomposisi yang terjadi menyebabkan tingginya bahan organik yang dapat dimanfaatkan oleh organisme di dalamnya. Salah satu organisme yang mampu merombak unsur hara menjadi bahan organik adalah bakteri, tetapi keberadaan bakteri tidak selalu menguntungkan karena terdapat jenis bakteri yang menyebabkan penyakit bagi biota salah satunya Vibrio sp. Tingginya kandungan bahan organik dapat meningkatkan perkembangan bakteri termasuk bakteri patogen, selain itu masukan dari tambak di sekitar ekosistem mangrove dapat membawa bakteri yang berbahaya bagi biota perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelimpahan dari bakteri Vibrio sp. dan hubungannya dengan bahan organik. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni 2020 di desa Tapak, Tugurejo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif, pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling. Pengambilan sampel air dilakukan pada tiga stasiun yang telah ditentukan di sepanjang sungai sampai muara. Hasil penelitian menunjukkan rata rata total bakteri Vibrio sp. pada stasiun 1 yaitu 0 Cfu/ml, stasiun 2 yaitu 2,9 × 103 Cfu/ml sedangkan stasiun 3 yaitu 1,0 × 102 Cfu/ml. serta kandungan bahan organik berturut turut pada ketiga stasiun yaitu 70,196 mg/l; 76,393 mg/l dan 73,312 mg/l. Berdasarakan analisis statistik diperoleh hasil bahwa terdapat hubungan antara total bakteri Vibrio sp. dengan bahan organik dengan uji regresi linier sederhana yang menunjukkan nilai R2 melebihi 60%. Hal ini dapat terjadi karena masukan air dari masing masing stasiun yang berbeda dan adanya faktor lingkungan lain.
Biophysical characteristics of coastal habitat at Geleang island Karimunjawa National Park as a nesting area hawksbill turtle (Eretmochelys imbricata, Linnaeus 1766) Anggieta, Yayank Dita; Afiati, Norma; Widyorini, Niniek
Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal Acta Aquatica, Vol. 11: No. 1 (April, 2024)
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/aa.v11i1.9360

Abstract

The hawksbill turtle (E. imbricata) are internationally Critically Endangered as determined by the IUCN. For this reason, action is needed to preserve the sea turtle in the future. The purpose of this study was to determine the bio-physical characteristics of the beach (beach width and slope; pH, temperature, grain size and sand moisture; nest size; nest distance from high tide; beach vegetation and predators) where hawksbill turtles (E. imbricata) lay their eggs on Geleang Island, Karimunjawa National Park. Concerning conservation, the number, condition, egg removal techniques and egg maintenance found on Geleang Island from January to February 2022 were also described. The research was conducted from January to April 2022 using the observation method which includes field observation and primary data collection. The results showed that Geleang Island has a narrow beach width with a gentle slope. The pH of the sand ranges from 6.5 - 7, the average sand temperature variable is around 28ËšC. Sand humidity has a value range of 82% - 90%. Sand grain analysis on Geleang Island, the results of the most retained sediment were found to be on test sieves with a diameter of 250 µm so that it was classified as a type of medium sand. The dominant vegetations are sea pine (Casuarina equisetifolia) and gabusan (Scaevola taccada). No predators of hatchlings were found on Geleang Island. The amount of hawksbill turtle eggs found on Geleang Island from January to February 2022 amounted to 1.981 eggs.Keywords: Characteristic of coastal habitat; hawksbill hatchlings
Co-Authors - Ruswahyuni Abdul Ghofar Adi, Faiz Prasetya Agus Hartoko Ahmad Hadi Marwan, Ahmad Hadi Alfian Dony Saputra Alva W, Silvia Silvia Grandies Angelia Maharani Setya Putri Anggieta, Yayank Dita Anhar Solichin Aninditia Sabdaningsih Anjani, Putri Dewi Arizal Rusdiyato Aryo Ganesha Putra, Aryo Ganesha Asih, Dilia Puspita Astari, Findiani Dwi Azzam, Faudzi Ath Tho Bambang Sulardiono Banuaji, Heru Boedi Hendrarto Churun Ain Churun Ain Churun A’in Deni Kristiawan Derry Kurnia Prasetya, Derry Kurnia Dewinta, Raisa Diah Ayuningrum, Diah Dianti Eka Yurnaningsih Dimas Rahmat Ramadhian, Dimas Rahmat Dimas Surya Mahendra Wijayanto Djoko Suprapto Dwi Assy Dwi Tasha Maulida, Dwi Tasha Errinda Pramesti Oktaviana, Errinda Pramesti Fadya Rachmi Puteri Fahmy Barik Falensia, Talita Safa Fauzi, Reyhan Fathullah Febrianto, Sigit Ferdiansyah Ferdiansyah Frida Purwanti Haeruddin Haeruddin Hana Nisau Shalihah Hariawansyah, Fathul Aziz Hesty Riyana, Hesty Iswahyuni Iswahyuni Janisa Ferril Indriyastuti Kiai Agoes Septyadi Kurnia, Rahanti Lailatussyifa, Ayu Lani Febriana Safitri Lolo Ray Marbun Lusiana Rahayu Widiastuti Lustianto, Anggi Febri M. Mujiya Ulkhaq Mahdy Rohmadoni Mahrus, Ilham Hauzan Maruli Albert Max Rudolf Muskananfola Merlyna Novianti Mersi Liwa'u Dina Moh Hidayat Muhammad Ilham Mulkan Nuzapril Munandar - Mustofa Nitisupardjo Nasution, Afiah Ni’ma, Nazla Norma Afiati Nur Ain Nur’aini, Estri Nursubekhi, Rijal Galih Amta Oktavianto Eko Jati Pradita Yusi Akshinta Pujiono Wahyu Purnomo Putri Nur Arifah, Putri Nur Rachmawan, Dicky Setya Rakhim, Lutfi Nur Ria Purnama Dewi Rinaldi, Rexa Kurnia Rizka Alifianita Saputri Ruswahyuni - Ruswahyuni Ruswahyuni Sahala Hutabarat Sakti, Akbar Parasukma Satrio, Budi Savitri Taurusiana Sianturi, Yenti Agustina Siti Nur Hidayah, Siti Nur Siti Rudiyanti Stephanus Jeanua Widyalistyo Putra Subiyanto Subiyanto Supriharyono Supriharyono Supriharyono Supriharyono Supriyati, Siti Suryanti - Suryanti Suryanti Sutrisno Anggoro Sutrisno Anggoro Syiva Nur Anggraeni, Syiva Nur Taufani, Wiwiet Teguh Temmy Temmy Tiara Surya Dewi Tito Firmansyah Yuanto Tjatur Wulandari, Tjatur Tri Kusuma Oktaviana Tyas, Diani Estining Untung Ismoyo Uswah Hasanah Utari, Erni Dwi Vera Nabila Ariyanti, Vera Nabila Vina Aulia Firdausa Wiwid Widyaningsih, Wiwid Yasintia Aryanov Soekiswo Yaya Fitriyah, Yaya Yunita, Isnaini Dian Yurnaningsih, Dianti Eka