Niniek Widyorini
Aquatic Resources Management Study Program, Department Of Aquatic Resources, Faculty Of Fisheries And Marine Sciences, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. H. Soedarto, SH., Tembalang, Semarang, 50725, Indonesia

Published : 86 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

STRUKTUR KOMUNITAS DIATOM DI PERAIRAN TANDON AIR UNTUK TAMBAK GARAM DI DESA KEDUNG MUTIH KECAMATAN WEDUNG, DEMAK Fitriyah, Yaya; Sulardiono, Bambang; Widyorini, Niniek
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 5, Nomor 2, Tahun 2016
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.903 KB)

Abstract

Tambak garam merupakan perairan payau yang rentan terhadap perubahan kondisi lingkungan. Diatom merupakan fitoplankton yang termasuk dalam kelas Bacilariophyceae. Keberadaan diatom dapat dijadikan sebagai indikator perairan karena sifat hidupnya yang relatif menetap, jangka hidup yang relatif panjang dan mempunyai toleransi spesifik pada lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui struktur komunitas diatom dan perbedaan salinitas air pada saat pasang dan surut di Tambak Garam Desa Kedung Mutih, Kecamatan Wedung, Kabupaten Demak. Teknik pengambilan diatom dalam penelitian ini menggunakan purposive. Pengambilan sampel diatom dilaksanakan dengan menggunakan metode sampling pasif dengan plankton net. Sampel diatom diambil dari lokasi penelitian dengan cara menyaring air menggunakan plankton net. Jenis diatom (Bacillariophyceae) yang ditemukan pada areal perairan tambak garam Kedung Mutih Wedung Demak selama pengamatan adalah 9 genera yaitu Thallassiosira, Bacteriastrum, Nitzschia, Chaetoceros, Rhizosolenia, Gyrosigma, Skeletonema, Asterionella dan Pleurosigma. Dari  nilai indeks  keanekaragaman,  keseragaman dan dominansi  secara umum bahwa areal perairan tambak garam Kedung Mutih Wedung Demak dapat dikatagorikan perairan yang stabil moderat. Jenis diatom yang paling sering muncul di areal perairan tambak garam Kedung Mutih Wedung Demak adalah genus Nitzschia. Salinitas pada areal perairan tambak garam Kedung Mutih Wedung Demak berkisar 30 – 45  0/00. Brackish waters of the salt ponds are susceptible to changing environmental conditions. Diatoms are phytoplankton which belongs to a class Bacilariophyceae. The existence of diatoms can be used as an indicator of water quality because of the nature of his relatively sedentary, a relatively long lifespan and have a specific tolerance in the environment. The purpose of this study are to determine the structure of the diatom communities and the differences in salinity water at high tide and low tide in saltwater Kedung Mutih, Wedung, Demak. Sampling method of diatom conducted using purposive sampling in which diatom were taken from the study site by filtering the water using a plankton net in a passive way. Types of diatoms (Bacillariophyceae) were found in the area of the salt pond waters Kedung Mutih Wedung Demak during observation is 9 genera that Thallassiosira sp, Bacteriastrum sp, Nitzschia sp, Chaetoceros sp, Rhizosolenia sp, Gyrosigma sp, Skeletonema sp, Asterionella sp, and Pleurosigma sp. The value of diversity index, uniformity and dominance in general that the area of the salt pond waters Kedung Mutih Wedung Demak can be categorized waters stable moderate. Types of diatoms that appears most frequently in the area of the salt pond waters Kedung Mutih Wedung Demak is the genus Nitzschia sp. Salinity in the area of the salt pond waters Kedung Mutih Wedung Demak range 30-45 0/00.
KELIMPAHAN LARVA IKAN SAAT PASANG DAN SURUT DI PERAIRAN SEKTAR LOKASI WISATA BAHARI DUKUH MOROSARI DESA BEDONO, KABUPATEN DEMAK Rachmawan, Dicky Setya; Afiati, Norma; Widyorini, Niniek
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 7, No 1 (2018): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1033.575 KB) | DOI: 10.14710/marj.v7i1.22525

Abstract

Perairan Morosari merupakan kawasan pesisir yang memiliki dinamika tinggi akibat dari adanya objek wisata bahari, dimana akan  berpengaruh  pada struktur komunitas sumberdaya perikanan, salah satu diantaranya adalah larva ikan yang ada diperairan tersebut. Larva ikan merupakan fase massa kritis dimulai bagi ikan, dimana pembentukan organ tubuh belum terbentuk secara sempurna. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis dan kelimpahan larva ikan berdasarkan pasang surut yang terdapat di perairan sekitar lokasi wisata bahari Dukuh Morosari Desa Bedono, Kabupaten Demak. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli 2017. Metode penelitian yang digunakan adalah survei dengan penentuan titik sampling secara purposive yang dilakukan di 6 stasiun baik pada saat pasang dan surut. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa jumlah larva ikan yang tertangkap sebanyak 1156 ind/600m3 terdiri dari 8 famili yakni: Ambassidae (551 ind/600m3), Belonidae (33 ind/600m3), Engraulidae (118 ind/600m3), Gobiidae (8 ind/600m3), Lutjanidae (7 ind/600m3), Mugilidae (130 ind/600m3), Nemipteridae (206 ind/600m3), Oryziatidae (103 ind/600m3). Larva famili Ambassidae merupakan larva yang paling banyak tertangkap, sedangkan larva yang tertangkap dengan jumlah paling sedikit ialah famili Lutjanidae. Hasil uji Independent-Sample T test ialah tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kelimpahan larva ikan saat pasang dan surut pada setiap stasiun maupun setiap pengulangan. Jumlah larva ikan pada saat pasang 613 ind/600m3 dan pada saat surut 543 ind/600m3.  Morosari waters are coastal areas that have high dynamics due to the existence of marine tourism object, which will affect the structure of the fishery resources community, one of which is the fish larvae that existed in these waters. Fish larvae is a critical mass phase begun for fish, where the formation of organs has not been fully formed. This study aims to determine the type and fish larvae abundance based on High Tide and Low Tide at Around Waters Marine Tourism Morosari of Bedono Village, Demak. The research was conducted in July 2017. The research method used a survey with purposive sampling conducted at 6 stations both at High Tide and Low Tide. The results showed that the number of fish larvae caught were 1156 ind/600m3 consisting of 8 families: Ambassidae (551 ind/600m3), Belonidae (33 ind/600m3), Engraulidae (118 ind/600m3), Gobiidae (8 ind/600m3), Lutjanidae (7 ind/600m3), Mugilidae (130 ind/600m3), Nemipteridae (206 ind/600m3), Oryziatidae (103 ind/600m3). The family larvae of Ambassidae are most caught larvae, while the larvae caught with the least amount are the Lutjanidae family. The result of the Independent-Sample T test is no significant different between the abundance of fish larvae during tidal and low tide at each station and every repetition. Number of fish larvae at high tide 613 ind / 600m3 and at low tide 543 ind / 600m3.
KELIMPAHAN HEWAN MAKROBENTHOS PADA DAERAH YANG TERKENA REKLAMASI DAN TIDAK TERKENA REKLAMASI DI PANTAI MARINA, SEMARANG Dewi, Tiara Surya; Ruswahyuni, -; Widyorini, Niniek
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (576.657 KB)

Abstract

Jumlah penduduk Indonesia yang besar tidak seimbang dengan luas lahan yang tersedia untuk berbagai kegiatan penduduk, membuat pemerintah menerapkan kebijakan untuk melakukan reklamasi pantai agar kebutuhan lahan penduduk terpenuhi. Reklamasi merupakan proses pembentukan lahan baru di daerah pesisir dengan tujuan menjadikan kawasan berair yang rusak atau tak berguna menjadi lebih baik dan bermanfaat. Kegiatan reklamasi memiliki dampak positif dan negatif bagi ekosistem perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: kelimpahan hewan makrobenthos pada daerah yang terkena reklamasi (A) dan daerah yang tidak terkena reklamasi (B) dan dampak reklamasi terhadap kelimpahan hewan makrobenthos di Pantai Marina Semarang. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2013 di Pantai Marina Semarang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode observasi. Metode sampling yang digunakan adalah metode sistematik sampling. Pengambilan sampel dilakukan di 2 lokasi, dimana pada masing-masing lokasi ditentukan 7 titik sampling dan setiap titik sampling dilakukan 3 kali ulangan. Jarak antara satu titik sampling ke titik sampling lainnya adalah 5 meter. Kelimpahan hewan makrobenthos yang diperoleh di lokasi A adalah 54 ind/m3 dan terdiri dari 10 genera dengan nilai indeks keanekaragaman (H’) sebesar 1,06 dan nilai indeks keseragaman (e) 0,65. Kelimpahan hewan makrobenthos di lokasi B adalah 125 ind/m3 terdiri dari 14 genera dengan nilai indeks keanekaragaman (H’) sebesar 2,55 dan nilai indeks keseragaman (e) 0,96. Kesimpulan dari penelitian ini adalah daerah yang tidak terkena reklamasi memiliki kelimpahan jenis, indeks keanekaragaman dan indeks keseragaman yang lebih tinggi daripada daerah yang terkena reklamasi. The population of Indonesia is disproportionate to the available land area for various activities of the population, making the government implemented a policy to conduct land reclamation population that needs are met. Reclamation is the process of formation of new land in the coastal strip with the aim of making a watery area damaged or useless for the better and beneficial. Reclamation activities have positive and negative impacts to the aquatic ecosystem. This study aims to determine: makrobenthos animal abundance in areas that have been reclaimed and areas that have not been reclaimed and the reclamation impact on abundance animal makrobenthos in Marina Semarang. The study was conducted in December 2013 at the Marina Beach in Semarang. The method used is the method of observation. The sampling method used is the method of systematic sampling. Sampling was conducted on animals makrobenthos 2 locations, where at each sampling point locations determined 7 and each sampling point 3 replications. The distance between the sampling point to another sampling point is 5 meters. Makrobenthos abundance of animals obtained at the location A is 54 ind / m3 0.05 and consists of 10 genera of the value of diversity index (H ') of 1.06 and uniformity index value (e) 0.65. Makrobenthos abundance of animals at the site B is 125 ind / 0.05 m3 consists of 14 genera of the value of diversity index (H ') of 2.55 and uniformity index value (e) 0.96.
HUBUNGAN TOTAL BAKTERI DENGAN KANDUNGAN BAHAN ORGANIK TOTAL DI MUARA SUNGAI BABON, SEMARANG Marwan, Ahmad Hadi; Widyorini, Niniek; Nitisupardjo, Mustofa
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 4, Nomor 3, Tahun 2015
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.253 KB)

Abstract

Muara merupakan salah satu ekosistem yang yang berada di pesisir, yang merupakan tempat terjadinya siklus dekomposisi unsur-unsur hara. Ketersediaan unsur hara didalam susatu perairan dapat menjadi indikator kesuburan perairan tersebut. Dalam hal ini, unsur hara yang dilihat adalah kandungan bahan organik total di perairan muara kali Babon, Semarang. Zat hara tersebut sangat berperan penting terhadap kelangsungan hidup organisme didalamnya. Bakteri sebagai dekomposer bahan- bahan organik sangat berperan aktif untuk menyediakan zat- zat hara di perairan seperti bahan- bahan organik. Oleh sebab itu, kandungan total bakteri di sebuah perairan terutama dalam penyediaan unsur hara dapat digunakan sebagai indikator kesuburan perairan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari – Maret 2015 dengan tujuan untuk mengetahui total bakteri, kandungan bahan organik total dan hubungan antara total bakteri dan kandungan bahan organik total di perairan muara sungai Babon, Semarang. Metode yang digunakan dalam penelitian bersifat deskriptif. Pengambilan sampel air pada penelitian ini dilakukan pada tiga stasiun pengamatan, stasiun satu merupakan bagian akhir dari aliran muara Sungai Babon yang sudah berbatasan langsung dengan laut, stasiun dua merupakan bagian tengan aliran air muara Sungai Babon, dan stasiun tiga merupan bagian awal aliran muara Sungai Babon. Sampel air dianalisis di laboratorium untuk pengukuran total bakteri dan bahan organik total. Selain itu pengukuran yang dilakukan secara in situ adalah pengukuran suhu, kecerahan, arus, derajat keasaman, oksigen terlarut dan salinitas. Total bakteri di perairan muara Sungai Babon, Semarang berkisar antara  120 x 102 koloni/gr hingga 180 x 102 koloni/gr. Kandungan bahan organik total di perairan muara Sungai Babon, Semarang berkisar antara 15,484 mg/l hingga 28,598 mg/l . Total bakteri dengan bahan organik total yang terdapat di perairan muara kali Babon, Semarang memiliki hubungan yang sangat erat dengat tingkat keeratan sebesar 92%. Estuary is one of the important ecosistems located on the coast. Estuary is also site of the decomposition cycle nutrient. The availability of nutriens in the water can be an indicator of water fertility. In this case, the element nutrient which is visible content of Total Organic Matter in Babon River Estuary, Semarang. The nutrients are crucial to survival of organism in there. Bacteria as a decomposers of organic material very active role to provide nutrient substances in the water such as organic materials. Therefore, the total content of bacteria in a water especially in nutrient provider can be used as an indicator of waters fertility. This researh was conducted on February – March 2015 in order to determine the total bacteria, amout of total organic matter and relations between total bacteria and total organic matter in Babon River Estuary, Semarang. The method used in this research is descriptive. Sampling was conducted at Babon River Estuary at three observation stations, station one is the final part of Babon River Estuarine stream which is directly adjacent to the sea, station two is a central part of Babon River Estuarine stream, station three is the first part of Babon River Estuarine stream. Sample of waters was analized in the laboratory for measurement of total bacteria and total organic matter. In addition, measurements are made in situ measurements of temperature, brightness, flow, waters acidity, total oxygen and salinity. Total bacteria in Babon River Estuarine waters, Semarang ranging from 120 x 102 koloni/gr up to 180 x 102 koloni/gr. Content of total organic matter in Babon River Estuarine waters, Semarang ranging between 15,484 mg/l up to 28,598 mg/l. Total bacteria and content of total organic matter in Babon River Estuarine waters, semarang has a very close relation.
PERBEDAAN JUMLAH BAKTERI DALAM SEDIMEN PADA KAWASAN BERMANGROVE DAN TIDAK BERMANGROVE DI PERAIRAN DESA BEDONO, DEMAK Tyas, Diani Estining; WIdyorini, Niniek; Solichin, Anhar
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 7, No 2 (2018): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (643.687 KB) | DOI: 10.14710/marj.v7i2.22541

Abstract

Mangrove adalah salah satu ekosistem pesisir yang unik dan rawan serta termasuk tempat terjadinya proses dekomposisi. Bakteri sebagai dekomposer memiliki peran yang besar terhadap proses dekomposisi bahan – bahan organik sedimen. Oleh sebab itu total bakteri pada sedimen dapat dijadikan indikator kualitas lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui total bakteri dalam sedimen pada kawasan bermangrove dan tidak bermangrove dan untuk mengetahui perbedaan total bakteri sedimen pada kedua kawasan tersebut. Penelitian ini dilaksanakan pada 8 – 22 November 2017 untuk pengambilan sampel sedimen di Perairan Desa Bedono, Demak dan analisis total bakteri sedimen dilaksanakan di Laboratorium Tropical Marine Biotechnology, Universitas Diponegoro selama November hingga Desember 2017. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode survei, isolasi bakteri dilakukan dengan metode pour plate dan metode yang digunakan dalam perhitungan total bakteri adalah Total Plate Count (TPC). Jumlah bakteri yang didapat pada kawasan bermangrove sebesar 0,26 x 104 hingga  0,80 x 104 CFU/gr. Pada area tidak bermagrove total bakteri yang didapat sebesar 0,84 x 104 hingga 1,35 x 104 CFU/gr. Kesimpulan penelitian ini adalah dengan uji Mann – Whitney diketahui adanya perbedaan jumlah bakteri sedimen pada kawasan bermangrove dan tidak bermangrove. Mangrove is one of the unique prone coastal ecosystems and it belongs to the place of the decomposition process. Bacteria as decomposers have a major role in the decomposition process of sedimentary organic materials. Therefore, the total bacteria in sediment can be used as an indicator of environmental quality. The purposes of this research are to know the total sedimentary bacteria  in mangrove and non-mangrove area and to know the differences of total sedimentary bacteria in both areas. The research was conducted from 8 to 22 November 2017 for the sampling of sediments in the waters of Bedono Village, Demak and total analysis of sediment bacteria was conducted in the Tropical Marine Biotechnology Laboratory, Diponegoro University during November to December 2017. The method used in this research was survey method, bacterial isolation was done by pour plate method and the method used in total calculation of bacteria was Total Plate Count (TPC). The total bacteria which gained in the mangrove area are 0.26 x 104 to 0.80 x 104 CFU / gr. While in the non-mangrove area the total bacteria which gained are 0.84 x 104 to 1.35 x 104 CFU / g. The conclusion of this research, by Mann - Whitney test, is known there are the differences of total sedimentary bacteria in the mangrove area and non-mangrove area.
Pola Osmoregulasi, Kebiasaan Makanan dan Faktor Kondisi Ikan Bandeng (Chanos Chanos) di Tambak Desa Bakaran Wetan, Pati Osmoregulation Pattern, Food Habits and Milkfish Condition Factors (Chanos chanos) in Traditional Ponds Bakaran Wetan Village, Pati Lustianto, Anggi Febri; Anggoro, Sutrisno; Widyorini, Niniek
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 9, No 1 (2020): MAQUARES
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (744.594 KB)

Abstract

ABSTRAK Bandeng Juwana merupakan salah satu produk hasil budidaya yang sudah dikenal oleh masyarakat luas. Lokasi penelitian ini dilaksanakan disalah satu tambak budidaya semi intensif. Faktor pembatas seperti suhu, salinitas, pH dan DO masih belum diawasi secara intensif, tetapi pemberian pakan dikasihkan secara intens. Salinitas perairan memiliki peran penting terhadap keberlangsungan dan pertumbuhan hidup ikan bandeng, dimana salinitas sangat mempengaruhi tingkat kerja osmotik dari biota. Hal lain yang mempengaruhi keberlangsungan hidup dari ikan bandeng sendiri yaitu ketersediaan makanan. Ketersediaan pakan alami yang ada di perairan sangat menentukan pertumbuhan dan kelangsungan hidup dari ikan bandeng. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pola osmoregulasi, kebiasaan makanan faktor kondisi ikan bandeng di tambak Desa Bakaran Wetan. Metode yang digunakan adalah metode studi kasus dengan analisis deskriptif. Penelitian dilakukan pada bulan Juli sampai November 2019. Sampling dilaksanakan 14 Juli 2019. Pengamatan data di Laboraturium Pengelolaan Sumberdaya Ikan dan Lingkungan. Analisa osmolaritas pada 20 - 21 Agustus 2019 di Ruangan C206 Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro Semarang. Hasil penelitian menunjukkan pola osmoregulasi ikan bandeng yang diamati yaitu hipoosmotik. Nilai TKO yang diperoleh berkisar antara 113,00 – 116,33 mOsm/I H2O. Nilai IP paling tinggi Synedra ulna 64,65% dan terendah Ceratium 0,13%. Nilai faktor kondisi yang diperoleh berkisar antara 0,152 - 0,171 yang menunjukkan bahwa nilai faktor kondisi ikan bandeng di lokasi penelitian kurang dari tiga, yang artinya ikan bandeng tergolong pipih.  ABSTRACT Milkfish Juwana is one of the products of cultivation that is well known by the public. The location of this research was carried out in one of the semi intensive aquaculture ponds. Limiting factors such as temperature, salinity, pH and DO have not yet been monitored intensively, but feeding has been intensified. Water salinity has an important role in the survival and growth of milkfish life, where salinity greatly influences the level of osmotic work of biota. Another thing that affects the survival of milkfish itself is the availability of food. The availability of natural food in the waters will determine the growth and survival of milkfish. This research was conducted to determine the pattern of osmoregulation, food habits and the condition of milkfish in the pond of Bakaran Wetan Village. The method used is a case study method with descriptive analysis. The study was conducted from July to November 2019. Sampling was carried out on July 14, 2019. Observations of the data were carried out in the Laboratory of Management of Fish and Environmental Resources. Osmolarity analysis on August 20-21, 2019 in Room C206 of the Faculty of Fisheries and Marine Sciences, Diponegoro University, Semarang. The results showed that the milkfish osmoregulation pattern that was observed was hypoosmotic. TKO values obtained ranged from 113.00 - 116.33 mOsm / I H2O. The highest IP value was Synedra ulna 64.65% and the lowest Ceratium 0.13%. The value of the condition factor obtained ranged from 0.152 to 0.171, which indicates that the value of the condition of the milkfish at the study site is less than three, which means that the milkfish is relatively flat. 
ANALISIS KELIMPAHAN BAKTERI Pseudomonas sp. DI PERAIRAN DESA BEJALEN RAWA PENING, JAWA TENGAH Nur’aini, Estri; Widyorini, Niniek; Jati, Oktavianto Eko
Jurnal Pasir Laut Vol 4, No 1 (2020): Februari
Publisher : Magister Manajemen Sumberdaya Perairan, Departemen Sumberdaya Akuatik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1248.313 KB) | DOI: 10.14710/pasir laut.2020.30522

Abstract

Rawa pening disebut sebagai danau alami terbentuk melalui proses letusan Gunung Api Ungaran Tua. Desa Bejalen merupakan salah satu desa di Ambarawa yang termasuk dalam lingkup wilayah Danau Rawa Pening. Karamba Jaring Apung (KJA) merupakan suatu metode budidaya dengan menggunakan jaring di permukaan perairan yang diberi pelampung. Banyak kegiatan budidaya menghasilkan limbah yang menjadi salah satu sumber bahan organik di dalam perairan. Pemecahan limbah KJA yang banyak mengandung nitrat dilakukan oleh beberapa jenis bakteri denitrifikasi secara aerob diantaranya adalah Pseudomonas sp. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui kelimpahan bakteri Pseudomonas sp. di kawasan KJA dan Non KJA serta untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan kelimpahan bakteri Pseudomonas sp. di kawasan KJA dan Non KJA. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 15-29 April 2019 untuk pengambilan sampel air yang digunakan untuk menganalisis total bakteri Pseudomonas sp., kandungan nitrat dan oksigen terlarut (DO). Perhitungan total bakteri menggunakan metode Total Plate Count (TPC) dengan media Glutamate Starch Phenol (GSP). Total bakteri yang diperoleh di kawasan KJA lebih fluktuatif berkisar antara 1,3 x 104 hingga 8,2 x 104 CFU/ml sedangkan di kawasan Non KJA berkisar antara 0,7 x104 hingga 4,2 x104 CFU/ml. Berdasarkan hasil yang diperoleh dari uji statistik One Sample T-Test diperoleh nilai Sig. (2-tailed) terhadap data kelimpahan bakteri Pseudomonas sp. pada kawasan KJA yaitu 0,003 < 0,05 serta T hitung yang diperoleh yaitu sebesar 4,220 > dari T tabel yang bernilai 1,85955. Sementara itu, berdasarkan data kelimpahan Pseudomonas sp. di kawasan Non KJA diperoleh nilai Sig. (2-tailed) yaitu sebesar 0,001 < 0,05 serta T hitung yang diperoleh yaitu sebesar 5,070 > dari T tabel yang bernilai 1,85955. Dapat diketahui bahwa terdapat perbedaan total bakteri Pseudomonas sp. di kawasan KJA dan Non KJA.
ANALISIS TOTAL BAKTERI Vibrio sp. DI SEDIMEN PADA KERAPATAN MANGROVE YANG BERBEDA DI PANTAI UJUNG PIRING, JEPARA Lailatussyifa, Ayu; Widyorini, Niniek; Jati, Oktavianto Eko
Jurnal Pasir Laut Vol 4, No 1 (2020): Februari
Publisher : Magister Manajemen Sumberdaya Perairan, Departemen Sumberdaya Akuatik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1322.388 KB) | DOI: 10.14710/pasir laut.2020.30518

Abstract

Mangrove merupakan ekosistem tumbuhan tingkat tinggi yang sangat produktif karena menyediakan sejumlah besar bahan organik dalam bentuk detritus dan hewan hidup ke perairan peisir di sekitarnya. Kerapatan mangrove diketahui memiliki peran penting dalam proses dekomposisi serasah. Semakin rapat kawasan mangrove maka serasah yang dihasilkan pun semakin tinggi, dengan demikian proses dekomposisi juga lebih tinggi. Keberadaan mikroorganisme pada sedimen memiliki peranan penting yaitu membantu proses dekomposisi serasah yang akan meningkatkan kandungan bahan organik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kerapatan mangrove, kelimpahan total bakteri Vibrio sp., bahan organik, nitrat, serta parameter lingkungan sedimen, dan juga untuk mengetahui hubungan antara kelimpahan bakteri Vibrio sp. di sedimen dengan kerapatan mangrove yang berbeda. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret-April 2019 di kawasan mangrove Pantai Ujung Piring Jepara. Pengambilan sampel sedimen menggunakan teknik purposive sampling. Analisa data menggunakan metode regresi linier berganda, untuk mengestimasi total bakteri di sedimen mangrove dengan kerapatan yang berbeda. Tipe kerapatan dibedakan menjadi rapat, sedang, dan jarang. Hasil yang didapatkan yaitu pada tipe rapat berkisar dari 4,0 x 104 - 8,4 x 104 CFU/gr, di tipe sedang berkisar 1,5 x 104- 5,9 x 104 CFU/gr, dan di tipe jarang berkisar 0,6 x 104 - 5,9 x 104 CFU/gr. Hasil dari analisis data yang telah dilakukan yaitu memiliki korelasi yang tergolong sedang dengan nilai korelasinya sebesar 0,637.
Analysis of Growth Gracilaria sp. In Shrimp Pound From The Level of Sedimentation Niniek Widyorini
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 6, No 1 (2010): Jurnal Saintek Perikanan
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.57 KB) | DOI: 10.14710/ijfst.6.1.30-36

Abstract

Due to the increasing of Gracilaria sp demand in international market, intensive culture is required for it. Used niche of shrimp pound could be give adventages in Gracilaria sp culture, and also Gracilaria sp culture in shrimps pound can be used as shelter for the shrimp from direct sunlight. The aim of this research are to know sedimentation effect in shrimp pound its relationship in Gracilaria sp growth and water quality because of existing Gracilaria sp in the pound.The research  on June until December 2005.Experiment research method is used in this research. Data of Gracilaria sp growth and level of sedimentation will be collected in 7 (seven) weeks in one week time interval “rakit apung” methods is used in this research and its located the near of water inlet, pound fields, and near the water outlet. Corelation and regration are used to data analysis. Temperature, salinity, pH, depth, water flow and transparency of the water will be analyzed for water quality. As the result, the average of growth level of Gracilaria sp which is located in the fields pound higher than Gracilaria which located both near the water inlet and outlet, and the average of sedimentation level in the field pound less than both near the water inlet and outlet. In corelation regretion analysis found an interaction between level of sedimentation and the growth of Gracilaria sp especially which is located near the water inlet. The water quality still good for Gracilaria sp.Key Words: Sedimentation, Gracilaria sp, Growth
PERTUMBUHAN IKAN NILA (Oreochromis niloticus) DENGAN METODE BUDIDAYA CLEANER PRODUCTION (The Growth of Nile Tilapia (Oreochromis niloticus) in Cleaner Production Culture Method) Haeruddin Haeruddin; Supriharyono Supriharyono; Niniek Widyorini
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 15, No 2 (2019): SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (530.288 KB) | DOI: 10.14710/ijfst.15.2.112-118

Abstract

Budidaya ikan nila (Oreochromis niloticus) merupakan industri budidaya yang cukup penting saat ini.  Ikan nila merupakan salah satu komoditas unggulan perikanan budidaya.  Penerapan cleaner production dalam budidaya ikan dilakukan untuk mengatasi permasalahan pencemaran lingkungan dari limbah budidaya ikan.  Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji pertumbuhan ikan nila (panjang dan berat) pada metode budidaya ikan cleaner production dengan mengaplikasikan enzim EZplus ke dalam pakan untuk menekan limbah padat dan cair yang dihasilkan ikan.  Peubah yang diamati meliputi laju pertambahan panjang harian ikan, laju pertumbuhan berat harian ikan nila atau Specific Growth Rate (SGR), dan rasio konversi pakan atau Food Conversion Ratio (FCR).  Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode budidaya cleaner production pada ikan nila mampu meningkatkan laju pertumbuhan panjang dan bobot ikan serta memperbaiki rasio konversi pakan dan memperbaiki mutu media pemeliharaan ikan. Nowadays the tilapia (Oreochromis niloticus) culture is one of the important aquaculture industry.  Tilapia is one of the best commodity in fish culture.  Implementation of cleaner production in fish farming is carried out to overcome the problem of environmental pollution from fish farming waste.  This research was conducted to examine the growth of tilapia (length and weight) in the Cleaner Production cultivation method by applying the EZplus enzyme to the feed to suppress the solid and liquid waste produced by fish.  The variables observed included the daily growth rate of fish length, Specific Growth Rate (SGR), and feed conversion ratio (FCR).  The results showed that the application of the Cleaner Production cultivation method in tilapia was able to increase the daily growth rate of fish length and weight as well as improve feed conversion ratio and improve the quality of fish culture media.    
Co-Authors - Ruswahyuni Abdul Ghofar Adi, Faiz Prasetya Agus Hartoko Ahmad Hadi Marwan, Ahmad Hadi Alfian Dony Saputra Alva W, Silvia Silvia Grandies Angelia Maharani Setya Putri Anggieta, Yayank Dita Anhar Solichin Aninditia Sabdaningsih Anjani, Putri Dewi Arizal Rusdiyato Aryo Ganesha Putra, Aryo Ganesha Asih, Dilia Puspita Astari, Findiani Dwi Azzam, Faudzi Ath Tho Bambang Sulardiono Banuaji, Heru Boedi Hendrarto Churun Ain Churun Ain Churun A’in Deni Kristiawan Derry Kurnia Prasetya, Derry Kurnia Dewinta, Raisa Diah Ayuningrum, Diah Dianti Eka Yurnaningsih Dimas Rahmat Ramadhian, Dimas Rahmat Dimas Surya Mahendra Wijayanto Djoko Suprapto Dwi Assy Dwi Tasha Maulida, Dwi Tasha Errinda Pramesti Oktaviana, Errinda Pramesti Fadya Rachmi Puteri Fahmy Barik Falensia, Talita Safa Fauzi, Reyhan Fathullah Febrianto, Sigit Ferdiansyah Ferdiansyah Frida Purwanti Haeruddin Haeruddin Hana Nisau Shalihah Hariawansyah, Fathul Aziz Hesty Riyana, Hesty Iswahyuni Iswahyuni Janisa Ferril Indriyastuti Kiai Agoes Septyadi Kurnia, Rahanti Lailatussyifa, Ayu Lani Febriana Safitri Lolo Ray Marbun Lusiana Rahayu Widiastuti Lustianto, Anggi Febri M. Mujiya Ulkhaq Mahdy Rohmadoni Mahrus, Ilham Hauzan Maruli Albert Max Rudolf Muskananfola Merlyna Novianti Mersi Liwa&#039;u Dina Moh Hidayat Muhammad Ilham Mulkan Nuzapril Munandar - Mustofa Nitisupardjo Nasution, Afiah Ni’ma, Nazla Norma Afiati Nur Ain Nur’aini, Estri Nursubekhi, Rijal Galih Amta Oktavianto Eko Jati Pradita Yusi Akshinta Pujiono Wahyu Purnomo Putri Nur Arifah, Putri Nur Rachmawan, Dicky Setya Rakhim, Lutfi Nur Ria Purnama Dewi Rinaldi, Rexa Kurnia Rizka Alifianita Saputri Ruswahyuni - Ruswahyuni Ruswahyuni Sahala Hutabarat Sakti, Akbar Parasukma Satrio, Budi Savitri Taurusiana Sianturi, Yenti Agustina Siti Nur Hidayah, Siti Nur Siti Rudiyanti Stephanus Jeanua Widyalistyo Putra Subiyanto Subiyanto Supriharyono Supriharyono Supriharyono Supriharyono Supriyati, Siti Suryanti - Suryanti Suryanti Sutrisno Anggoro Sutrisno Anggoro Syiva Nur Anggraeni, Syiva Nur Taufani, Wiwiet Teguh Temmy Temmy Tiara Surya Dewi Tito Firmansyah Yuanto Tjatur Wulandari, Tjatur Tri Kusuma Oktaviana Tyas, Diani Estining Untung Ismoyo Uswah Hasanah Utari, Erni Dwi Vera Nabila Ariyanti, Vera Nabila Vina Aulia Firdausa Wiwid Widyaningsih, Wiwid Yasintia Aryanov Soekiswo Yaya Fitriyah, Yaya Yunita, Isnaini Dian Yurnaningsih, Dianti Eka