Niniek Widyorini
Aquatic Resources Management Study Program, Department Of Aquatic Resources, Faculty Of Fisheries And Marine Sciences, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. H. Soedarto, SH., Tembalang, Semarang, 50725, Indonesia

Published : 86 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Nutrient Distribution on the Plankton Community Structure in Bandengan and Panjang Island Water, Jepara Niniek Widyorini; Ruswahyuni Ruswahyuni
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 3, No 2 (2008): Jurnal Saintek Perikanan
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (100.77 KB) | DOI: 10.14710/ijfst.3.2.23-26

Abstract

The influence of freshwater tidals zone at Bandengan and Panjang Island could be seen by extensive finding of freshwater plankton such as Anabaena, Nitzschia, Oscillatoria, Tolypothrix, Surirella, Euglena, Volvox, and Spirogyra. Partially, salinity in Bandengan water was 30 – 33 o/oo, pH ranged between 8 – 9, and nitrite was zero, wich was in compliance with the criterian for seawater (Kep-02/MENKLH/I/88). The high level of SiO2 in Bandengan waters (1.20 – 3.29 mg/l) and Panjang Island (1.58 – 3.30 mg/l) supported the dominance of Chrysophyceae, especially Diatomae, in the study areas.  Keywords : Nutrient, Plankton, Bandengan, Panjang Island
THE LEAF COLOUR OF MANGROVE (Rhizophora mucronata Lamk) IN TERMS OF ENVIRONMENTAL FACTORS IN MANGROVE FOREST OF MOJO VILLAGE, PEMALANG, INDONESIA Niniek Widyorini; Siti Rudiyanti; Suryanti Suryanti; Churun Ain; Untung Ismoyo
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 17, No 4 (2021): SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijfst.17.4.285-295

Abstract

Mangrove (Rhizopora mucronata) is one kind of mangrove vegetation that planted on rehabilitation area of Mojo village’s mangrove forest. This species was choosen due easily obtained and sowed so that it dominated in the location. This research aimed to know the conditioning aspect from its leaves color and environmental factors from September - October 2019 in the Mojo village's mangrove forest. A total of 405 leaf samples were chosen in the same condition and derived from three research ie the zone closest to the sea, the zone closest to the river and the Central Zone. The leaf tip has the highest range of leaves color than the other leaf parts. Based on two-way ANOVA analysis, the observed zones having a difference of each other also the observed leaf parts too, while the interaction of them having no distinction significantly. The average color value on the part of the upper leaf surface was 115.3º and the under leaf surface was 88.55º more dynamic than the undersurface. The result of Pearson's correlation analysis was 0,396 that means low. Based on PCA analysis, the leaf color on the part of the upper leaf surface was negatively correlated with soil salinity in the location.
EFEKTIVITAS KOMBINASI MIKROORGANISME DAN TUMBUHAN AIR Lemna minor SEBAGAI BIOREMEDIATOR DALAM MEREDUKSI SENYAWA AMONIAK, NITRIT, DAN NITRAT PADA LIMBAH PENCUCIAN IKAN Alfian Dony Saputra; Haeruddin Haeruddin; Niniek Widyorini
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) VOLUME 5, NOMOR 3, TAHUN 2016
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.069 KB) | DOI: 10.14710/marj.v5i3.14393

Abstract

ABSTRAK Limbah pencucian ikan bersumber dari kegiatan pencucian bagian luar dan dalam tubuh ikan. Limbah pencucian ikan memiliki kandungan senyawa amoniak, nitrit, dan nitrat yang tinggi sehingga kemungkinan mempunyai efek negatif bagi lingkungan. Sebagian besar industri pengolahan ikan belum melakukan pengolahan limbah cairnya dengan baik. Bioremediasi merupakan metode biologi dengan memanfaatkan mikroorganisme dan tumbuhan air Lemna minor dalam pengolahan air limbah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas dan pengaruhdari kombinasi mikroorganisme dan Lemna minor dalam mereduksi senyawa amoniak, nitrit, dan nitrat pada limbah pencucian ikan. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen skala laboratorium dimana wadah percobaan berisi limbah pencucian ikan dengan volume 1 Liter. Desain penelitian yang digunakan yaitu percobaan faktorial 3 x 3 dengan 2 faktor, sehingga terdapat 9 kombinasi perlakuan M1L10, M1L50, M1L100, M5L10, M5L50, M5L100, M10L10, M10L50, dan M10L100, dimana “M” faktor konsentrasi mikroorganisme (1 mL/L, 5 mL/L, 10 mL/L), sedangkan “L” faktor bobot biomassaLemna minor (0,0255 gr/cm2, 0,1273 gr/cm2 , 0,2546 gr/cm2). Variabel utama penelitian adalah amoniak, nitrit, dan nitrat yang didukung oleh temperatur, pH, dan oksigen terlarut. Analisis data dengan menggunakan analisis efektivitas, uji two way Anova, dan uji Beda Nyata Jujur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai efektivitas berkisar antara 40,85% - 74,03% (amoniak), 42,21% - 74,10% (nitrit), dan 3,19% - 34,65% (nitrat). Pengaruh interaksi kombinasi mikroorganisme dan Lemna minor yaitu terdapat pengaruh yang nyata dan efektif dalam mereduksi senyawa amoniak, nitrit, dan nitrat pada limbah pencucian ikan. Kata Kunci: Amoniak; Bioremediasi; Lemna minor; Limbah Pencucian Ikan; Mikroorganisme; Nitrat; Nitrit ABSTRACT Fish washery waste derived from washing inner and outer part of fish body.Fish washery waste containshigh ammonia, nitrite, and nitrate which may have negative effect for the environment.Most of the fish processing industry are not doing the processing of waste water properly yet. Bioremediation is a biological method by using microorganisms and aquatic plant Lemna minor in wastewater treatment. The aims of study is to determine the effectiveness anda effect of the use of microorganism and Lemna minor combination in effort to reduce ammonia, nitrite, and nitrate compound in fish washery waste. The method used is laboratory-scale experiments where the experimental containers containing fish washery waste with a volume of 1 Liter. 3 x 3 factorial with 2 factor method design were used, so there are nine treatment combinations of M1L10, M1L50, M1L100, M5L10, M5L50, M5L100, M10L10, M10L50, and M10L100, where "M" forconcentrationof microorganisms factor (1 mL/L, 5mL/L, 10 mL/L), while the "L" for biomass weight of Lemna minorfactor (0,0255 gr/cm2, 0,1273 gr/cm2 , 0,2546 gr/cm2). The main variable of this study are ammonia, nitrite, and nitrate supported by temperature, pH, and Dissolved Oxygen. The data was analyzed using effectiveness analysis, two way Anova, and Least Signifficant Difference methode. The results show that the concentration of ammonia, nitrite, and nitrate decreased after 96 hours for all treatmentscombination. The effectiveness value, ranged between 40.85% - 74.03% (ammonia), 42.21% - 74.10% (nitrite), and 3.19% - 34.65% (nitrate). There is a signifficant influence and effective in combination of microorganisms and Lemna minor to reduce ammonia, nitrite, and nitrate compound in fish washery waste. Keywords: Ammonia; Bioremediation; Lemna minor; Fish Washery Waste; Microorganism; Nitrate;Nitrite
PENGARUH PEMBERIAN ENZIM DENGAN KONSENTRASI BERBEDA PADA PAKAN IKAN NILA (Oreochromis niloticus) TERHADAP KONSENTRASI AMONIAK, NITRIT, DAN SULFIDA DALAM MEDIA PEMELIHARAAN (The Influence of Enzime Provision with Different Concentration of Enzimes on Tilapia Fish Feed (Oreochromis niloticus) Towards The Concentration of Ammonia, Nitrite, and Sulfide in Media Maintenance) Uswah Hasanah; Haeruddin Haeruddin; Niniek Widyorini
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 6, No 4 (2017): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.639 KB) | DOI: 10.14710/marj.v6i4.21345

Abstract

Kegiatan budidaya pada setiap prosesnya menghasilkan limbah yang dihasilkan dari sisa-sisa pakan dan kotoran yang berasal dari ikan budidaya, terutama budidaya Ikan Nila yang merupakan salah satu jenis ikan tawar yang sudah di budidaya secara komersial oleh masyarakat indonesia. Penelitian dilaksanakan pada Mei-Juni 2017 di Laboratorium Pengelolaan Sumberdaya Ikan dan Lingkungan, Departemen Sumberdaya Akuatik, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro. Pada penelitian ini ditambahkan enzim pada pakan ikan, suatu enzim yang mengandung protease, lipase, amilase, pepsin, tripsin, dan kemotripsin dalam dosis yang sudah ditentukan untuk memaksimalkan proses pencernaan. Ikan Nila yang digunakan  berukuran 7-9 cm dipelihara di dalam akuarium dengan kapasitas 2 ekor Ikan Nila dalam 1 akuarium dengan volume air 9 l. Tujuan penelitian untuk mengetahui konsentrasi amoniak, nitrit, dan sulfida (H2S) dan membandingkan pengaruh pemberian enzim dengan konsentrasi yang berbeda didalam pakan terhadap konsentrasi amoniak, nitrit, dan sulfida (H2S). Metode yang digunakan adalah metode eksperimental skala laboratorium. Desain penelitian berdasarkan rancangan acak lengkap (RAL), dengan menggunakan lima perlakuan yaitu dengan perbedaan konsentrasi enzim. Setiap perlakuan dilakukan 3x pengulangan. Analisis data menggunakan uji two way anova. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian enzim dengan konsentrasi berbeda tidak berpengaruh nyata, lama waktu pemeliharaan berpengaruh nyata terhadap konsentrasi amoniak, dan sulfida, kombinasi dari keduanya tidak berpengaruh nyata terhadap konsentrasi amoniak, nitrit, dan sulfida. Cultivation activities in each process produce waste generated from the remnants of feed and feces from the fish cultivated, especially the cultivation of tilapia which is one type of fresh bonds that have been cultivated commercially by the people of Indonesian. The research was conducted in May-June 2017 at the Fish and Environmental Resource Management Laboratory, Aquatic Resources Department, Fisheries and Marine Science Faculty, Diponegoro University. The materials on this research are combining the fish feed with an enzime which contains protease, lipase, amylase, pepsin, trypsin, and chemotrypsin in prescribed doses to maximised the digestion process. Tilapia as research object has length of 7 to 9 cm and its kept in an aquarium with capacity (water volumes) of 9 ls which contains of 2 tilapias. The purposes of this research are to know the concentration of ammonia, nitrite and sulfide (H 2 S) in and to compare the effect of the enzyme provision with different concentration in fish feed with the concentration of ammonia, nitrite and sulfide (H 2 S). This research used laboratory-scale experimental method. The study design was based on Complete Randomized Design (RAL), using five treatments with different enzyme concentrations. Each treatments was done by three repetitions. The data was analysed using two-way ANOVA test. The results showed that enzyme with different concentration had no significant effect, maintenance time had significant effect on ammonia concentration, and sulfide, the combination of both did not significantly affect the ammonia, nitrite and sulphide concentration.
KONSEP EDU-EKOWISATA MANGROVE BERBASIS MASYARAKAT DI MASA PANDEMI COVID-19 DI DESA TAPAK, TUGUREJO SEMARANG Sutrisno Anggoro; Suryanti Suryanti; Oktavianto Eko Jati; Niniek Widyorini
E-Amal: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 3: September 2021
Publisher : LP2M STP Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/eamal.v1i3.885

Abstract

Daya dukung sumberdaya alam dan manusia yang ada di kawasan mangrove desa Tapak harus memberikan sinergitas agar pemanfaatan dan pengelolaan wilayah pesisir dapat memberikan manfaat berkesinambungan. Limbah daun dan buah mangrove yang berserakan menjadi permasalahan untuk wisatawan dan dapat menggangu pemandangan dan nilai estetika. Konsep Edu-Ekowisata mangrove merupakan alternative dalam penyelesaian permasalahan, Langkah awal yang dilakukan dengan kepedulian masyarakat tentang kebersihan lingkungan, khususnya 3 mitra “PRENJAK”, Bina Tapak Lestari” dan “Putri Tirang” yang mempadukan (colaboration) potensi lingkungan mangrove dan peran masyarakat serta keterlibatan tim pengabdian Perguruan Tinggi baik Dosen maupun mahasiswa. Konsep Edu-ekowisata mangrove adalah salah satu keberhasilan program wisata, meningkatkan partisipasi dan pemberdayaan masyarakat dengan pembelajaran (edukasi) kepedulian tim Pengabdian masyarakat untuk tetap menjaga kelestarian dan keberlanjutan program serta menjaga fungsiekosistem mangrove dan penguatan konsep ecotourism. Hasil Program tim “Undip Peduli Cegah Covid-19” telah terlaksana dengan metode sosialisasi, edukasi dan pelatihan bagi masyarakat sehingga produk hasil diversifikasi olahan mangrove hand sanitizer, sabun mangrove dan disinfektan dapat membantu meminimalisir pengeluaran masyarakat di masa Pandemi Covid 19.
Status Kesuburan Perairan Berdasarkan Kandungan Nitrat, Fosfat dan Klorofil-a di Muara Sungai Bong Desa Tambakbulusan Demak Satrio, Budi; Purnomo, Pujiono Wahyu; Widyorini, Niniek
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 7, No 4 (2018): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/marj.v7i4.46871

Abstract

Sungai Bong merupakan sungai yang bermuara di Desa Tambakbulusan Demak. Di sepanjang alirannya terdapat kegiatan yang memberikan beban masukan ke dalam perairan seperti limbah perindustrian, limbah aktivitas rumah tangga serta adanya pembangunan areal bantaran sepanjang sungai sehingga berdampak pada kondisi wilayah perairan muara sungai. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan nutrien (nitrat, fosfat dan klorofil-a) perairan muara sungai Bong serta status kesuburan perairan. Penelitian ini menggunakan metode survei yang dilaksanakan pada bulan Juli 2018 di muara Sungai Bong. Sampling dilakukan dengan menggunakan purposive sampling pada 4 stasiun dengan 2 kali pengulangan dengan jarak antar pengulangan adalah 1 minggu. Variabel yang diukur adalah kandungan nitrat, fosfat dan klorofil-a. Hasil penelitian menunjukkan kandungan nitrat perairan berkisar antara 0 – 0,03 mg/l, kandungan fosfat berkisar antara 0,06 – 0,43 mg/l dan kandungan klorofil-a berkisar antara 0,44 – 0,79 µg/l. Nilai TSI (Trophic State Index ) berkisar antara 47,17 – 75,34. Berdasarkan nilai TSI dapat diketahui bahwa kondisi muara sungai Bong di desa Tambakbulusan Demak termasuk ke dalam perairan mesotrofik atau kandungan nutrien sedang hingga eutrofik ringan atau kandungan nutrien yang kaya.
Hubungan Kelimpahan Epifit ( Microalgae ) dengan Nitrat dan Fosfat pada Lamun ( Cymodocea Serrulata ) di Pulau Panjang, Jepara Banuaji, Heru; Widyorini, Niniek; Febrianto, Sigit
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 10, No 2 (2023): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/marj.v10i2.28268

Abstract

Epifit merupakan organisme yang menempel pada lamun dan memiliki peran penting dalam daur hara, menyediakan perlindungan, penyedia pakan, dan sebagai bioindikator terhadap kerusakan ekosistem. Penelitian dilakukan pada bulan Juli 2019 di Pulau Panjang dan analisa data dilakukan di Laboratorium Pengelolaan Sumberdaya Ikan dan Lingkungan FPIK Undip. Penelitian dilakukan dengan mengambil sampel lamun untuk diambil epifitnya dan pengukuran kualitas perairan seperti kedalaman, kecerahan, pH, salinitas, kecepatan arus, nitrat, dan fosfat. Pengukuran pada variabel fisika adalah sebagai berikut, yaitu kedalaman perairan 30-126 cm, kecepatan arus 0,027-0,588 m/s, dan suhu 28-310C. Nilai kelimpahan epifit adalah 1180,54-5486,02 Individu/cm2 . Nilai keanekaragaman adalah 1,3-2,22. Nilai keseragaman 0,76- 0,97, dan nilai dominansi adalah 0,15-0,35. Hasil uji koefisien determinasi menunjukkan bahwa nitrat dan fosfat mempengaruhi kelimpahan epifit sebesar 9,1% sedangkan 90,9% di pengaruhi oleh faktor lain. Hubungan antara nitrat, fosfat dengan epifit lemah yaitu sebesar 30,2%. Hal ini berbeda dengan penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa nitrat mempengaruhi kelimpahan epifit sebesar 97,3%, dan fosfat mempengaruhi kelimpahan epifit sebesar 82,02%.
Kualitas Perairan Ditinjau dari Kelimpahan Bakteri Coliform di Sungai Banjir Kanal Barat, Semarang Utari, Erni Dwi; Widyorini, Niniek; Ayuningrum, Diah
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 10, No 2 (2023): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/marj.v10i2.27910

Abstract

Sungai Banjir Kanal Barat merupakan salah satu sungai terbesar dan terpanjang yang ada di Semarang dan membelah kota Semarang. Banyaknya pemanfaatan yang dilakukan di sungai Banjir Kanal Barat dan semakin bertambahnya penduduk di sekitar sungai banjir Kanal Barat menyebabkan terjadinya penurunan kualitas perairan di sungai tersebut. Salah satu indikator penururnan kualitas perairan adalah adanya pencemaran di perairan yaitu bakteri Coliform. Bakteri Coliform adalah bakteri yang memiliki ciri-ciri berbentuk batang, termasuk dalam golongan bakteri gram negatif dan bakteri fakultatif aerobik. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui kelimpahan bakteri Coliform dan mengetahui kualitas perairan sungai Banjir Kanal Barat, Semarang berdasarkan kelimpahan bakteri Coliform. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari hingga Februari 2020. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode observasi dan teknik sampling yang digunakan yaitu simple random sampling, sedangkan untuk mengetahui kelimpahan bakteri Coliform menggunakan metode Most Probable Number (MPN). Hasil penelitian menunjukan bahwa kelimpahan bakteri Coliform dari keseluruhan stasiun sebanyak >110.000 MPN/100ml. Kelimpahan bakteri Coliform di sungai Banjir Kanal Barat, Semarang telah melampaui batas baku mutu menurut Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2001, dan dapat dinyatakan bahwa sungai Banjir Kanal Barat, Semarang sudah tercemar bakteri Coliform. Melimpahnya bakteri Coliform di perairan akan menyebabkan gangguan pada biota air dan gangguan kesehatan pada manusia yang terkontaminasi bakteri ini.
Aspek Reproduksi Ikan Nila (Oreochromis niloticus) dan Ikan Tawes (Barbonymus gonionotus) di Perairan Waduk Jatibarang Kabupaten Semarang Adi, Faiz Prasetya; Widyorini, Niniek; Solichin, Anhar
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 10, No 2 (2023): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/marj.v10i2.31648

Abstract

Waduk Jatibarang merupakan waduk yang berada di Semarang, Waduk Jatibarang terletak di kecamatan Gunung Pati yang meliputi Kelurahan Jatirejo dan Kandri, serta kecamatan Mijen yang meliputi Kelurahan Jatibarang dan Kedungpane. Ikan Nila dan Ikan Tawes merupakan ikan ekonomis penting yang memiliki harga cukup tinggi. Informasi mengenai Ikan Nila dan Ikan Tawes di Waduk Jatibarang masih terbatas sehingga diperlukan adanya penelitian lebih lanjut mengenai aspek biologi untuk mempertahankan kelimpahan stoknya di alam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aspek biologi Ikan Nila dan Ikan Tawes diantaranya meliputi struktur ukuran, nisbah kelamin, TKG, IKG, dan Fekunditas. Penelitian dilakukan secara survei dengan pengambilan sampel acak sistematis (systematic random sampling). Penelitian ini dilaksanakan pada Juli – Oktober 2020 dengan selang waktu pengambilan 2 kali di Waduk Jatibarang Semarang menggunakan alat tangkap surface gillnet dan pancing, jumlah yang didapatkan 60 ekor Ikan Nila dan 18 ekor Ikan Tawes. Pada penelitian ini yang diamati aspek biologinya. Panjang total Ikan Nila yang diperoleh antara 9,5 - 34,9 cm dan Ikan Tawes berkisar 11,2 - 18,9 cm. Nisbah kelamin Ikan Nila menunjukkan perbandingan 2 : 1, sedangkan Ikan Tawes menunjukkan perbandingan 17 : 1. Tingkat Kematangan Gonad Ikan Nila dikelompokkan menggunakan buku kunci Tingkat Kematangan Gonad (TKG), pada Ikan Tawes didapatkan Tingkat Kematangan Gonad hingga Perkembangan II. Hasil rata-rata IKG Ikan Nila Jantan sebesar 0,19%, sedangkan Ikan Nila Betina 1,09%. Pada Ikan Tawes Jantan didapatkan rata-rata IKG sebesar 0,96%, sedangkan Ikan Tawes Betina sebesar 4,79%. Fekunditas ikan Nila diperoleh berkisar antara 28 – 27.326 butir/individu.
Analisis Total Bakteri Pseudomonas sp pada Sampel Air Karamba Jaring Apung Nglonder Perairan Rawa Pening, Kabupaten Semarang Yurnaningsih, Dianti Eka; Widyorini, Niniek; Sabdaningsih, Aninditia
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 10, No 2 (2023): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/marj.v10i2.28440

Abstract

Rawa Pening merupakan danau di Jawa Tengah yang memiliki peran penting bagi kelangsungan hidup masyarakat sekitar. Permasalahan utama yang terjadi di Rawa Pening hingga saat ini adalah adanya fenomena eutrofikasi akibat banyaknya masukan bahan organik dari berbagai sumber, salah satunya dari kegiatan budidaya ikan di karamba jaring apung (KJA). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelimpahan bakteri denitrifikasi, salah satunya yaitu kelompok Pseudomonas sp menggunakan media selektif Glutamate Starch Phenol (GSP) dan mengetahui parameter fisika-kimia perairan di kawasan KJA Rawa Pening. Penelitian ini berlangsung pada bulan Januari - Mei 2020, diawali dengan pengambilan sampel dan pengukuran parameter fisika dan kimia pada tanggal 23 Januari 2020. Perhitungan total bakteri dilakukan dengan metode Total Plate Count (TPC) dengan hasil berkisar antara 4,0 ×  cfu/mL hingga 3,8 ×  cfu/mL. Jumlah kelimpahan tertinggi berada di titik 2, yaitu titik yang berada di tengah-tengah kawasan karamba jaring apung (KJA). Hal ini berbanding lurus dengan hasil perhitungan nitrat dimana semakin tinggi kandungan nitrat maka kelimpahan bakteri juga semakin tinggi. Kandungan nitrat menunjukkan angka yang melebihi 0,2 mg/L, yaitu 1,17 – 1,60 mg/L sehingga berpotensi meningkatkan eutrofikasi. Hasil pengukuran parameter fisika-kimia pada perairan KJA Nglonder apabila dibandingkan dengan standar baku mutu PP No. 82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalia menunjukkan bahwa variabel temperatur, kecerahan, kedalaman, pH, dan nitrat masih sesuai sedangkan nilai  DO berada di bawah standar baku mutu. 
Co-Authors - Ruswahyuni Abdul Ghofar Adi, Faiz Prasetya Agus Hartoko Ahmad Hadi Marwan, Ahmad Hadi Alfian Dony Saputra Alva W, Silvia Silvia Grandies Angelia Maharani Setya Putri Anggieta, Yayank Dita Anhar Solichin Aninditia Sabdaningsih Anjani, Putri Dewi Arizal Rusdiyato Aryo Ganesha Putra, Aryo Ganesha Asih, Dilia Puspita Astari, Findiani Dwi Azzam, Faudzi Ath Tho Bambang Sulardiono Banuaji, Heru Boedi Hendrarto Churun Ain Churun Ain Churun A’in Deni Kristiawan Derry Kurnia Prasetya, Derry Kurnia Dewinta, Raisa Diah Ayuningrum, Diah Dianti Eka Yurnaningsih Dimas Rahmat Ramadhian, Dimas Rahmat Dimas Surya Mahendra Wijayanto Djoko Suprapto Dwi Assy Dwi Tasha Maulida, Dwi Tasha Errinda Pramesti Oktaviana, Errinda Pramesti Fadya Rachmi Puteri Fahmy Barik Falensia, Talita Safa Fauzi, Reyhan Fathullah Febrianto, Sigit Ferdiansyah Ferdiansyah Frida Purwanti Haeruddin Haeruddin Hana Nisau Shalihah Hariawansyah, Fathul Aziz Hesty Riyana, Hesty Iswahyuni Iswahyuni Janisa Ferril Indriyastuti Kiai Agoes Septyadi Kurnia, Rahanti Lailatussyifa, Ayu Lani Febriana Safitri Lolo Ray Marbun Lusiana Rahayu Widiastuti Lustianto, Anggi Febri M. Mujiya Ulkhaq Mahdy Rohmadoni Mahrus, Ilham Hauzan Maruli Albert Max Rudolf Muskananfola Merlyna Novianti Mersi Liwa'u Dina Moh Hidayat Muhammad Ilham Mulkan Nuzapril Munandar - Mustofa Nitisupardjo Nasution, Afiah Ni’ma, Nazla Norma Afiati Nur Ain Nur’aini, Estri Nursubekhi, Rijal Galih Amta Oktavianto Eko Jati Pradita Yusi Akshinta Pujiono Wahyu Purnomo Putri Nur Arifah, Putri Nur Rachmawan, Dicky Setya Rakhim, Lutfi Nur Ria Purnama Dewi Rinaldi, Rexa Kurnia Rizka Alifianita Saputri Ruswahyuni - Ruswahyuni Ruswahyuni Sahala Hutabarat Sakti, Akbar Parasukma Satrio, Budi Savitri Taurusiana Sianturi, Yenti Agustina Siti Nur Hidayah, Siti Nur Siti Rudiyanti Stephanus Jeanua Widyalistyo Putra Subiyanto Subiyanto Supriharyono Supriharyono Supriharyono Supriharyono Supriyati, Siti Suryanti - Suryanti Suryanti Sutrisno Anggoro Sutrisno Anggoro Syiva Nur Anggraeni, Syiva Nur Taufani, Wiwiet Teguh Temmy Temmy Tiara Surya Dewi Tito Firmansyah Yuanto Tjatur Wulandari, Tjatur Tri Kusuma Oktaviana Tyas, Diani Estining Untung Ismoyo Uswah Hasanah Utari, Erni Dwi Vera Nabila Ariyanti, Vera Nabila Vina Aulia Firdausa Wiwid Widyaningsih, Wiwid Yasintia Aryanov Soekiswo Yaya Fitriyah, Yaya Yunita, Isnaini Dian Yurnaningsih, Dianti Eka