Claim Missing Document
Check
Articles

Dampak pabrik terhadap eksistensi petani di Desa Pendosawalan Kecamatan Kalinyamatan Kabupaten Jepara Afriyanto, Jefri; Wijaya, Atika
Environmental, Social, Governance and Sustainable Business Vol. 1 No. 1: (Februari) 2024
Publisher : Institute for Advanced Social, Science, and Sustainable Future

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61511/esgsb.v1i1.2024.759

Abstract

Background: This study discusses the impact of the garment factory on the existence of farmers in Pendosawalan Village. The factory in Pendosawalan Village has an influence on the condition of farmers in Pendosawalan Village. This study aims to: 1) determine the development of factories in Pendosawalan village, 2) find out the impact of the existence of factories on the people of Pendosawalan village, Kalinyamatan district, Jepara district, 3) find out the impact of factories on the sustainability of agriculture in Pendosawalan village. , Kalinyamatan District, Jepara Regency. Methods: The theory used in this study is the theory of rational choice from James S. Coleman. This study used qualitative research methods. Data collection techniques were carried out by observation, interviews, and documentation. Findings: The factory is able to absorb labor from the people of Pendosawalan Village and outside Pendosawalan Village. Conclusion: Based on the results of the research conducted, it is known that: 1) The existence of PT. Kanindo Makmur Jaya in Pendosawalan Village has environmental and economic impacts. 2) Environmental impacts caused by factories include reduced agricultural land, pollution of irrigation channels and interruption of irrigation channels. 3) Development of PT. Kanindo Makmur Jaya in Pendosawalan Village benefits the community in the economic aspect.
Social Capital for Sustainable Salt Farming in Jono Village Tawangharjo District Grobogan Regency Istikomah, Istikomah; Wijaya, Atika
Jurnal Pendidikan Sosiologi dan Humaniora Vol 16, No 1 (2025): April 2025
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j-psh.v16i1.91134

Abstract

Salt is generally produced in coastal areas using seawater as a raw material. However, this differs from the salt farming at Jono Village, Tawangharjo District, Grobogan Regency, which produces salt from brine wells. Unique and rare, is the nickname for Jono Village, which is geographically located far from the coast. However, the Jono Village salt farming business's sustainability is worrying due to the decreasing number of Jono salt farmers. This article describes the forms of social capital Jono salt farmers utilize to maintain the sustainability of Jono salt farming business. A social group can use social capital to overcome their problems. This research uses a qualitative approach. Data collection was carried out using observation, interviews, and documentation techniques. Social capital that develops in the Jono salt production center includes klakah as an adhesive for the relationship between Jono salt farmers and the cooperative relationships built by Jono salt farmers with middlemen and capital providers. Klakah is a social capital medium facilitating social interaction and internalizing collective values. Relationships with middlemen are established in the Jono salt distribution system. Capital providers consist of banks that provide business credit, village cooperatives, and fellow Jono salt farmers who offer financial assistance in a loan scheme.  Bonding social capital is reflected in the togetherness and cooperative attitude of Jono salt farmers. Meanwhile, bridging social capital can be found in the networks built by Jono salt farmers, both among themselves and with outside parties such as middlemen and capital providers. Social capital is useful in supporting the sustainability of the Jono salt farming business.
Analisis Jejaring Konflik Petani Tembakau Kabupaten Temanggung Ritaningrum; Atika Wijaya
Entita: Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 5 No. 2 (2023)
Publisher : IAIN Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ejpis.v5i2.10575

Abstract

Conflict in society is a social phenomenon that originates from relations between individuals who have mutual interests but have conflicting viewpoints that cause conflict. The conflict between tobacco farmers in Campurejo Village is a phenomenon that is no longer surprising because tobacco plants are often called controversial plants from time to time. The purpose of this study was to analyze the conflict network of tobacco farmers in Campurejo Village, Temanggung Regency because conflict is a routine phenomenon every year during the tobacco season. This study used descriptive qualitative research methods supported by observation, interviews, and literature studies. The results show that the conflict with tobacco farmers in Campurejo Village occurs because there are many interested actors, namely the government, tobacco factories, middlemen, and laborers. The government is a gateway for farmers to issue policies to tighten the reduction of tobacco production under the pretext of health. This is inversely proportional to the large number of tobacco imports which has caused the price of local tobacco to shift. The trading system for tobacco is considered chaotic so tobacco farmers are said to be the losers because the trade system policies are not in favor of the welfare of farmers. Keywords: Network Analysis, Farmer Conflict, Temanggung Tobacco Farmers
Solidaritas Sosial Pedagang Pasca Relokasi Pasar Weleri di Kabupaten Kendal Rizma Riskiana; Atika Wijaya
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol. 13 No. 2 (2024): SOLIDARITY
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pasar Weleri merupakan salah satu pasar tradisional terbesar di Kabupaten Kendal yang mengalami kebakaran sehingga harus dilakukan upaya relokasi. Jika Sebagian besar relokasi pasar menimbulkan konflik, berbeda halnya dalam relokasi Pasar Weleri ini justru menimbulkan hal positif yaitu terciptanya rasa solidaritas sosial antar pedagang pasar. Tujuan penelitian ini yaitu (1) Mengetahui dinamika perkembangan Pasar Weleri sebelum dan setelah dilakukannya relokasi, (2) Mengetahui bagaimana bentuk solidaritas sosial pedagang pasar ditengah relokasi, (3) Mengetahui upaya pedagang dalam meningkatkan solidaritas sosial pasca relokasi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Lokasi penelitian berada di relokasi pasar Terminal Angkot Weleri Kabupaten Kendal. Penelitian ini dianalisis menggunakan teori solidaritas sosial Emile Durkheim. Hasil penelitian menunjukkan (1) Telah terbentuk solidaritas sosial diantara para pedagang relokasi Pasar Weleri pasca kebakaran Pasar Weleri, (2) Bentuk solidaritas sosial yang terjadi diantaranya adalah adanya hubungan silaturahmi yang erat antar pedagang pasar, gotong-royong dalam meningkatkan fasilitas pasar, Kerjasama dalam melayani pembeli, serta kepedulian sosial antar sesama pedagang relokasi Pasar Weleri yang mengalami musibah, (3) Terdapat upaya-upaya yang dilakukan oleh para pedagang pasar untuk memperkuat dan mempertahankan solidaritas sosial.
Sosialisasi Dapur Sehat Sebagai Upaya Pencegahan Stunting Bagi Ibu-ibu di Desa Bogowanti Kecamatan Ngawen Kabupaten Blora Wijaya, Atika; Sholikhah Akhiroh, Ninuk; Pramono, Didi; Yuniati, Eka; Rahmadani, Anisya; Syifa Ifada, Hanif; Winarno, Yohanes
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 5 No 3 (2025): JPMI - Juni 2025
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpmi.3589

Abstract

Indonesia masih memiliki masalah stunting atau gangguan pertumbuhan dan perkembangan pada anak-anak akibat kurang gizi. Padahal, komitmen pemerintah dalam pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) sangat jelas terkait stunting ini. Kabupaten Blora, Jawa Tengah masih memiliki angka stunting yang cukup tinggi yaitu mencapai 21,5%. Pemerintah Kabupaten Blora sudah memiliki program Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat) yang bertujuan untuk memberikan makanan sehat dan bergizi kepada ibu hamil, bayi, dan ibu menyusui. Sehingga, untuk ikut menyukseskan program tersebut tim pengabdian kepada masyarakat dari UNNES melaksanakan edukasi melalui sosialisasi bahaya stunting dan cara pencegahannya melalui dapur sehat bagi ibu-ibu muda khususnya di Desa Bogowanti Kecamatan Ngawen Kabupaten Blora. Hasil pengabdian ini menunjukkan bahwa ibu-ibu di Desa Bogowanti sudah cukup sadar tentang bahaya dan penyebab stunting. Ibu-ibu di Desa Bogowanti juga sudah memiliki kesadaran untuk berusaha memberikan makanan sehat untuk anak-anak mereka dengan memanfaatkan tanaman pekarangan rumah untuk diolah menjadi hidangan yang bergizi dan bernutrisi. Kegiatan pengabdian ini berdampak pada terbukanya kesadaran masyarakat akan pentingnya makanan bergizi dan mudahnya menyiapkan makanan bergizi dengan bahan-bahan sederhana. Dengan demikian, kasus stunting di Desa Bogowanti akan menurun.
EFEKTIVITAS PEMANFAATAN TEKNOLOGI DIGITAL DALAM PROSES PEMBELAJARAN BERBASIS NILAI  DIGITAL CULTURE Saddam, Saddam; Liesnoor Setyowati, Dewi; Wijaya, Atika; Juraedah, Ade
Madani : Journal of Social Sciences and Social Science Education Vol. 3 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Universitas Islam Zainul Hasan Genggong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55210/a1rz8787

Abstract

Abstrak Pemanfaatan teknologi digital telah menjadi elemen kunci dalam transformasi pendidikan modern. Dalam era digital, teknologi tidak hanya menyediakan alat untuk mendukung proses pembelajaran, tetapi juga membentuk pola pikir dan nilai yang berkembang di kalangan peserta didik. Konsep digital culture, yang mencakup literasi digital, etika penggunaan teknologi, dan kolaborasi dalam lingkungan virtual, menjadi landasan penting dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang relevan dengan tuntutan zaman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran berbasis nilai digital culture. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, dengan langkah pengumpulan data, seleksi dan pengumpulan data, kriteria seleksi, dan analisis konten. Penelitian ini fokus pada pengembangan kompetensi abad ke-21 seperti berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, dan kolaborasi. Hasil penelitian ini menunjukkan pentingnya kebijakan pendidikan yang mendukung pengembangan ekosistem teknologi digital yang inklusif dan berkelanjutan. Rekomendasi strategis mencakup integrasi nilai digital culture dalam kurikulum pendidikan, pelatihan profesional untuk pendidik, peningkatan literasi digital di kalangan siswa dan masyarakat, serta penyediaan akses yang merata terhadap teknologi. Dengan langkah-langkah tersebut, teknologi digital dapat dimanfaatkan secara optimal untuk menciptakan pendidikan yang tidak hanya efektif secara akademis, tetapi juga membentuk karakter siswa sebagai warga digital yang bertanggung jawab. Abstract The utilization of digital technology has become a key element in the transformation of modern education. In the digital era, technology not only provides tools to support the learning process but also shapes the mindset and values developing among learners. The concept of digital culture, encompassing digital literacy, ethical use of technology, and collaboration within virtual environments, serves as a fundamental framework for creating an educational ecosystem relevant to contemporary demands. This study aims to analyze the effectiveness of digital technology in value-based learning digital culture. This study uses a qualitative descriptive approach, with steps of data collection, selection and data collection, selection criteria, and content analysis. This research focuses on developing 21st-century competencies such as critical thinking, creativity, communication, and collaboration. The results of this study show the importance of education policies that support the development of an inclusive and sustainable digital technology ecosystem. Strategic recommendations include integrating the value of digital culture in the education curriculum, professional training for educators, improving digital literacy among students and the community, and providing equitable access to technology. With these measures, digital technology can be optimally utilized to create an education that is not only academically effective but also shapes students' character as responsible digital citizens.
PENCEGAHAN PERNIKAHAN DINI MELALUI SOSIALISASI PERAN POSYANDU REMAJA DI DESA BOGOWANTI KECAMATAN NGAWEN KABUPATEN BLORA Kismini, Elly; Wijaya, Atika; Fajar, Fajar; Gustaman, Fulia Aji; Arsi, Antari Ayuning; Akhiroh, Ninuk Sholikhah; Nafitasari, Laela Kurnia; Islamy, Cindy Fa'era; Sulasmi, Sulasmi
Jurnal Abdi Insani Vol 12 No 6 (2025): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v12i6.2631

Abstract

Kasus pernikahan dini masih banyak terjadi di beberapa daerah di Indonesia, terutama di wilayah pedesaan. Berbagai faktor melatarbelakangi mengapa masih banyak orang tua yang menikahkan anak mereka yang masih di bawah umur. Mulai dari beban ekonomi hingga tradisi setempat melihat pernikahan dini sebagai hal yang wajar. Padahal risiko dari pernikahan dini sangat banyak antara lain usia yang masih belum matang mengakibatkan pernikahan rentan perceraian, fisik yang belum siap untuk hamil dan melahirkan menambah risiko kesehatan. Oleh karena itu, tim pengabdian dari Universitas Negeri Semarang melaksanakan sosialisasi dan edukasi kepada para remaja di Desa Bogowanti untuk lebih mengenal peran dan fungsi posyandu remaja agar lebih optimal. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa kader remaja antusias dalam melaksanakan tugasnya untuk mendampingi dan memberikan sosialisasi kepada teman sebaya tentang risiko nikah dini. Sehingga, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berdampak pada peningkatan kesadaran warga desa untuk tidak dengan mudah menikahkan anak mereka yang masih remaja. Remaja sebagai agen perubahan sosial dapat berkontribusi pada pencegahan pernikahan dini di lingkungannya. Pada akhirnya, kasus pernikahan dini tidak terjadi lagi.
Strategi Keberlanjutan Usaha Tahu dan Tempe di Kampung Tematik Tahu Tempe Gumregah Kota Semarang Agung Maulana, Otniel Linuwih; wijaya, Atika
Journal of Education on Social Science (JESS) Vol 9 No 2 (2025): Measuring Social issues in Today's Society
Publisher : Faculty of Social Science, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jess.v9i2.605

Abstract

The end of the thematic village program requires tofu and tempeh artisans to be independent in running their businesses. The numerous thematic villages that have experienced failure and have not continued to develop their potential are a result of the end of the thematic village program. One of the thematic villages that continues to develop its potential is the Tahu Tempe Gumregah Thematic Village. This research aims to gather information regarding the strategies and solutions of tofu and tempeh artisans in overcoming various problems to sustain their economy. This research is reviewed using the concept of community empowerment, which emphasizes the strategies employed by tofu and tempeh artisans in continuing their business. The method used in this research is qualitative, with data collection through observation, interviews, and literature study. The subjects of this research are tofu and tempeh artisans, who are the main informants, and the local government, who are supporting informants. Tofu and tempeh artisans emphasize independence in addressing the problems that arise. This can be seen from the research findings that the sustainability of tofu and tempeh businesses cannot be separated from the strategies and solutions implemented to address all issues. In running their business, tofu and tempeh artisans always pay attention to product quality, weather, effective marketing processes, and detailed financial management. Strategy is the key to the sustainability of the tofu and tempeh business.
Proses Sosialisasi Mitigasi Bencana pada Keluarga Terdampak Gempa Bumi di Desa Limbangan Sari Saputri, Nadia Eka; Wijaya, Atika
Langgas: Jurnal Studi Pembangunan Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/ljsp.v4i2.21018

Abstract

Bencana gempa bumi di Cianjur tahun 2022 mengakibatkan kerugian besar dan menimbulkan korban jiwa terkhusus di Desa Limbangan Sari. Karena sifat bencana yang tak terduga, upaya penanggulangan sering bersifat kurang efektif, sehingga menimbulkan banyak korban. Selain peran pemerintah, sosialisasi di lingkungan keluarga penting untuk membekali anggota keluarga dengan pengetahuan dasar tentang bencana. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana proses sosialisasi mitigasi bencana dalam keluarga yang terdampak gempa bumi di Desa Limbangan Sari. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan wawancara terhadap enam anggota keluarga terdampak dan dua perangkat desa. Hasil penelitian menunjukan bahwa keluarga berperan sebagai agen utama dalam menanamkan pengetahuan dan sikap dalam kesiapsiagaan bencana. Proses sosialisasi dilakukan melalui komunikasi sehari-hari dan pengalaman langsung saat terjadinya gempa. Namun, minimnya praktik langsung menyebabkan efektivitas sosialisasi belum optimal. Penelitian ini menegaskan pentingnya mitigasi berbasis keluarga yang mendorong keterlibatan aktif dalam membentuk budaya sadar bencana
Modal Sosial sebagai Strategi Penanganan Stagnasi dalam Pengembangan Desa Wisata Liyangan Dwi Ningsih, Erna; Wijaya, Atika
Indonesian Journal of Sociology, Education, and Development Vol 5 No 2 (2023): Juli-Desember 2023
Publisher : Asosiasi Profesi Pendidik dan Peneliti Sosiologi Indonesia (AP3SI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52483/ijsed.v5i2.132

Abstract

Pengembangan suatu desa wisata tidak hanya memerlukan modal finansial, modal fisik, dan modal manusia. Modal sosial memiliki peranan penting dalam pengembangan Desa Wisata Liyangan. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Mengetahui bentuk modal sosial dalam pengembangan desa wisata Liyangan, (2) Mengetahui peran modal sosial dalam pengembangan Desa Wisata Liyangan, (3) Mengetahui strategi penguatan dalam pengembangan Desa Wisata Liyangan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Lokasi penelitian ini yaitu di Desa Wisata Liyangan, Desa Purbosari, Kecamatan Ngadirejo, Kabupaten Temanggung. Teori yang digunakan untuk menganalisis data yaitu Teori Modal Sosial Robert Putnam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Bentuk modal sosial dapat dilihat dalam tiga aspek yaitu jaringan, kepercayaan, dan norma. (2) Peran modal sosial yaitu memudahkan mendapat aliran informasi, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, meningkatkan kekompakan dan kekeluargaan, memudahkan dalam mendapatkan bantuan, meminimalisasi terjadinya konflik dalam masyarakat, serta sarana efektif dalam pelestarian adat istiadat dan kearifan lokal. (3) Strategi yang dilakukan masyarakat yaitu dengan memperkuat bonding social capital dan bridging social capital, melibatkan seluruh komponen masyarakat untuk aktif berkegiatan, melaksanakan norma sosial yang ada di Desa Wisata Liyangan dengan baik, serta menerima kebaharuan dan inovasi.
Co-Authors Adiyatma Rakhmawati Afriyanto, Jefri Agung Maulana, Otniel Linuwih Alias, Nizamuddin Amanatin, Elsa Lutmilarita Anisya Rahmadani Antari Ayuning Arsi Argitha Aricindy Argitha Aricindy Ariq Dwi Yulian Nugroho Asma Lutfi, Asma Asma Luthfi Azzahra, Elvara Siti Baiq Farhatul Wahidah Bayusar Candra Pradana Cepi Kurniawan Dewi Liesnoor Setyowati Dwi Ningsih, Erna Edi Kurniawan Elly Kismini Elsha Pipit Nathalia Erika Nada Arwana Eva Banowati Fadly Husain Fajar Fajar Fajar Fajar Fajar, Muhammad Hayyun Fauzi, Malik Ridwan Fulia Aji Gustaman, Fulia Aji Hamdan Tri Atmaja Hamdan Tri Atmaja Hapsari, Zhaqiya Rizqy Hartati Sulistyo Rini Harto Wicaksono Harto Wicaksono, Harto Hidayati1, Widi Ilmaknun, Ana Luluk Iqlima, Dita Islamy, Cindy Fa'era Istikomah Istikomah Istiqomah, Itsna Rizqi Janah, Zunida Sifaul Juraedah, Ade Kuncoro Bayu Prasetyo Mahbubah, Zaematul Marsela, Aprilyana Selin Moh. Solehatul Mustofa Mohammad Alauhdin, Mohammad Mohammad Syifauddin Muhammad, Syaifuddin Muzhaffar, Muhammad Naufal Nafitasari, Laela Kurnia Ninuk Sholikhah Akhiroh Ninuk Sholikhah Akhiroh Nuril Huda Nurul Fatimah Oktarin, Salsya Devi Paramita, Yuni Pramestia, Rena Aliya Pramono, Didi Putri Indah Laras Ati Rahmadani, Anisya Ridhwan, Hasna Farras Elian Ritaningrum Rizma Riskiana Rohmi, Maulidtha Kholifatur Saddam Saddam, Saddam Saffana Azyu Marnis Saputri, Meylanda Saputri, Nadia Eka Sholikhah Akhiroh, Ninuk Sistya, Ima Sri Kadarwati Sulasmi Sulasmi Sulistiyani2, Novi Sutrisno3, Wahyu Syarifa, Nisa Hafizhotus Syifa Ifada, Hanif Teguh Budiyanto, Teguh Tri Marhaeni Pudji Astuti Wasino Wasino Widyastuti, Ika Winarno, Yohanes Woro Sumarni Wulan Dwi Aryani Yuniati, Eka Yusuf, Rifki S. Zaematul Mahbubah Zaki, Fajar S. Zulfa, Ichda Zakiyatuz