Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Analisis Bahan Kimia Obat Pada Jamu Asam Urat Yang Beredar Di Kota Metro Dengan Metode U-Hplc Salsa Della Ananta Putri; Vicko Suswidiantoro; Iga Mayola Pisacha; Mida Pratiwi
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.3375

Abstract

Penggunaan Bahan Kimia Obat (BKO) menimbulkan keresahan di masyarakat terutama karena beberapa jamu tradisional Obat tradisional termasuk jamu yang tidak boleh mengandung Bahan Kimia Obat atau senyawa yang sengaja ditambahkan dalam sediaan obat konvensional untuk meningkatkan khasiat sediaan obat tradisional. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis adanya kandungan natrium diklofenak pada jamu asam urat yang beredar di Kota Metro. Analisis dilakukan dengan pengujian kualitatif menggunakan pereaksi warna KMnO4 dan AgNO3, uji kuantitatif menggunakan U-HPLC terhadap lima sampel jamu yang diperoleh. Hasil penelitian secara kualitatif menunjukkan bahwa kelima sampel dengan kode A,B,C,D,E positif mengandung natrium diklofenak. Dan kadar natrium diklofenak yang diperoleh pada pengujian dengan U-HPLC didapatkan pada sampel B yaitu 0,198mg/L dan sampel D yaitu 0,2201mg/L. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa sebagian jamu asam urat yang beredar di Kota Metro masih terindikasi mengandung Bahan Kimia Obat, sehingga perlu dilakukan pengawasan lebih lanjut mengenai keamanan produk jamu yang beredar. Kata kunci: Asam Urat, Bahan Kimia Obat, Jamu, U-HPLC ABSTRACT Traditional medicines, including herbal medicines, must not contain chemical drugs or compounds intentionally added to conventional medicinal preparations to increase the efficacy of traditional medicinal preparations. This study was conducted to analyze the presence of sodium diclofenac content in gout herbal medicines circulating in Metro City. The analysis was carried out by qualitative testing using KMnO4 and AgNO3 color reagent, quantitatively using U-HPLC on five herbal medicine samples obtained. The results of the qualitative study showed that the five samples with codes A, B, C, D, E were positive for containing sodium diclofenac. And the levels of sodium diclofenac obtained in the U-HPLC test were found in sample B, namely 0.198 mg/L and sample D, namely 0.2201 mg/L. Thus, it can be concluded that some gout herbal medicines circulating in Metro City are still indicated to contain chemical drugs, so further monitoring is needed regarding the safety of herbal products in circulation. Keywords: Gout, Herbal Medicine, Pharmaceutical Chemical Substances, U-HPLC
Uji Aktivitas Antibakteri Kombinasi Ekstrak Bawang Putih (Allium sativum L.) Dan Daun Pandan (Pandanus amaryllifolius Roxb.) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Salmonella typhi Triyani Anggun Sari Sari; Riza Dwiningrum; Vicko Suswidiantoro; Mida Pratiwi
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.3438

Abstract

Penyakit infeksi merupakan masalah kesehatan global yang dapat menyebabkan kematian terutama pada anak-anak. Penyebab infeksi diakibatkan oleh mikroba patogen seperti bakteri, virus, jamur dan parasit. Penelitian bertujuan untuk melihat aktivitas antibakteri ekstrak kombinasi bawang putih dan daun pandan wangi terhadap bakteri Salmonella typhi. Penelitian dilakukan menggunakan metode difusi cakram dengan berbagai kombinasi bawang putih dan daun pandan wangi (80%:20%, 50%:50%, 20%:80%), kontrol positif (ciprofloxacin), dan kontrol negatif (aquadest) menggunakan desain (RAL) yaitu rancangan acak lengkap dengan menghitung rumus pengulangan pada 5 kali perlakuan. Analisis data dilakukan menggunakan program SPSS. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat rata – rata diameter hambat secara berturut – turut yaitu 9,39 mm, 7,15 mm, 4,76 mm, 20,33 mm, 0 mm. Konsentrasi terbaik dari kombinasi ekstrak bawang putih dan daun pandan wangi dalam menghambat pertumbuhan Salmonella typhi adalah pada konsentrasi 80%:20%. Hasil skrining dari kedua ekstrak menunjukan positif saponin, alkaloid, tanin, dan flavonoid. Hasil analisis data yang diperoleh adalah (0,389) menunjukan bahwa tidak terdapat perbedaan bermakna, karena hasil yang didapatkan (>0,05), artinya tidak ada aktivitas antibakteri yang signifikan dari kombinasi tersebut terhadap bakteri Salmonella typhi. Penelitian ini tidak memiliki perbedaan bermakna dalam pertumbuhan bakteri antara kelompok kontrol positif, negatif, serta kelompok perlakuan. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa kombinasi ekstrak bawang putih dan daun pandan wangi memiliki aktivitas antibakteri terhadap pertumbuhan bakteri Salmonella typhi serta konsentrasi terbaik dari kombinasi ekstrak bawang putih dan daun pandan wangi dalam menghambat pertumbuhan Salmonella typhi terdapat pada konsentrasi 80%:20%.
Formulasi Blush On Stick Dengan Kombinasi Ekstrak Kulit Buah Naga Merah (Hylocereus polyrhizus) Dan Umbi Ubi Jalar Ungu (Ipomoea batatas) Adinda Shofa Hermalia Hermalia; Wina Safutri; Riza Dwiningrum; Mida Pratiwi
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.3439

Abstract

Salah satu produk kosmetik yaitu blush on, merupakan produk riasan dekoratif yang banyak digunakan karena memberikan warna dan kesan hangat pada wajah. Buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) dan umbi ubi jalar ungu (Ipomoea batatas) merupakan tanaman yang memiliki kandungan antosianin yang berperan penting untuk menghasilkan warna. Tujuan dari penelitian ini adalah memformulasi sediaan blush on stick dengan kombinasi ekstrak kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) dan umbi ubi jalar ungu (Ipomoea batatas). Metode penelitian yang dilakukan secara eksperimental, meliputi ekstraksi dengan metode maserasi, pembuatan blush on stick dengan konsentrasi F1 (20%:20%), F2 (10%:20%), dan F3 (20%:10%), dan evaluasi sediaan meliputi uji organoleptis, uji homogenitas, uji pH, uji daya lekat, uji stabilitas, dan uji iritasi telah memenuhi syarat yang berlaku. Mutu fisik sediaan blush on stick telah sesuai berdasarkan evaluasi uji fisik. Stabilitas sediaan blush on stick tetap stabil dalam penyimpanan selama 7 hari pada suhu kamar. Sediaan blush on stick dengan konsentrasi F3 (20%:10%) banyak disukai panelis berdasarkan parameter warna. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa ekstrak kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) dan umbi ubi jalar ungu (Ipomoea batatas) dapat diformulasikan menjadi sediaan blush on stick.
Uji Aktivitas Antibakteri Kombinasi Ekstrak Etanolik Bawang Putih (Allium sativum L.) Dan Daun Alpukat (Persea Americana Mill.) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Escherichia coli Vicko Suswidiantoro; Mida Pratiwi; Riza Dwiningrum; Haikal Nur Islam; Eka Selviyana; Annisa Zahra; M.Syarif Alhauri; Anggun Fitria; Salsa della ananta putri
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.3603

Abstract

Garlic (Allium sativum L.) and Avocado Leaves (Persea Americana M.) are plants that have antibacterial activity due to the presence of secondary metabolite compounds. The aim of this study is to determine the antibacterial activity of the combination extract of Garlic and Avocado Leaves against Escherichia coli bacteria and to identify the groups of active compounds contained in the extracts of Garlic and Avocado Leaves. Antibacterial activity testing was carried out using the disk diffusion method. Garlic and Avocado Leaves were extracted using 96% ethanol solvent through the maceration method. The formula for the combination extract of Garlic and Avocado Leaves was in the concentrations of 25%:75%, 50%:50%, and 75%:25%. Identification of secondary metabolite compounds was conducted using reagents. The results showed that the extract of Garlic at a concentration of 50%:50% has the activity to inhibit Escherichia coli bacteria with the largest inhibition zone diameter of 18.91 mm, categorized as strong. Identification of secondary metabolite compounds with garlic extract and avocado leaves tested positive for alkaloids, flavonoids, saponins, and tannins. The conclusion of this study is that the best combination of extracts is found in garlic extract and avocado leaves, with an inhibition zone diameter of 18.91 mm, which falls into the strong category. Both garlic extract and avocado leaves have a significant influence on the inhibition zone diameter produced by the combined extract.
Identifikasi Drug Related Problems (DRPs) Pasien Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) Pediatrik Di Rsud Pringsewu Tahun 2024 Annies Surya Utami; Mida Pratiwi; Vicko Suswidiantoro; Edy Syamsuri
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.3698

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan penyakit menular pada saluran pernapasan atas maupun bawah yang disebabkan oleh virus atau bakteri, dan menjadi salah satu penyebab utama morbiditas serta mortalitas. Penggunaan obat pada pasien ISPA berpotensi menimbulkan Drug Related Problems (DRPs) seperti ketidaktepatan pemilihan obat, dosis, durasi, atau interaksi obat, yang dapat memengaruhi keberhasilan terapi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kejadian Drug Related Problems (DRPs) pada pasien Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) di RSUD Pringsewu periode 2024 berdasarkan Cipolle. Penelitian ini merupakan jenis penelitian non-eksperimental dengan menggunakan rekam medis dengan teknik pengambilan data berupa total sampling dan didapatkan 23 sampel yang sesuai dengan kriteria inklusi. Berdasarkan hasil penelitian ini, analisis DRPs menunjukkan bahwa pada kategori terapi obat yang tidak diperlukan terdapat 1 pasien (16,66%), kategori perlu terapi obat tambahan sebanyak 5 pasien (83,33%), sementara pada kategori terapi obat tidak efektif, dosis terlalu tinggi, dosis terlalu rendah, efek samping obat, dan ketidakpatuhan tidak ditemukan pada pasien ISPA pediatrik yang menjalani rawat inap di RSUD Pringsewu periode 2024. Kesimpulan penelitian ini yaitu, dari total 23 pasien ISPA pediatrik yang menjalani rawat inap di RSUD Pringsewu periode 2024, sebanyak 6 pasien (26,08%) pasien mengalami DRPs dan 17 pasien (73,91%) pasien tidak mengalami DRPs   ABSTRACT Acute Respiratory Tract Infection (ARTI) is a contagious disease of the upper and lower respiratory tract caused by viruses or bacteria, and is one of the leading causes of morbidity and mortality. The use of drugs in ARTI patients has the potential to cause Drug-Related Problems (DRPs), such as inappropriate drug selection, dosage, duration, or drug interactions, which may affect the success of therapy. This study aims to analyse the occurrence of Drug-Related Problems (DRPs) in patients with Acute Respiratory Tract Infections (ARTI) at Pringsewu Regional Public Hospital during the 2024 period based on Cipolle. This study is a non-experimental study using medical records with a data collection technique of total sampling, yielding 23 samples that met the inclusion criteria. Based on the results of this study, the DRPs analysis showed that in the category of unnecessary drug therapy, there were 1 patients (16,66%), while in the category of additional drug therapy, there were 5 patients (83,33%). While in the category of ineffective drug therapy, excessive dosage, insufficient dosage, drug side effects, and non-compliance were not found in paediatric ISPA patients admitted to Pringsewu General Hospital during the 2024 period. This study concludes that, out of a total of 23 paediatric ISPA patients admitted to Pringsewu General Hospital in 2024, 6 patients (26,08%) experienced DRPs and 17 patients (73,91%) did not experience DRPs. Keywords :  ARTI, DRPs, Pediatrics, Pringsewu Hospital, Cipolle
Hubungan Tingkat Pengetahuan Dan Kepatuhan Pasien Rawat Jalan Tentang Penggunaan Antibiotik Di Rsud Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung Tahun 2025 Ahmad Zul Khoiri; Vicko Suswidiantoro; Mida Pratiwi; Diah Kartika Putri
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4997

Abstract

Penyakit infeksi menjadi masalah kesehatan masyarakat yang penting khususnya di negara berkembang. Pengobatan lini pertama untuk mengatasi masalah tersebut adalah penggunaan antimikroba antara lain antibakteri/antibiotik, antijamur, antivirus, dan antiprotozoal.  Tujuan penelitian ini untuk  menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan dan kepatuhan pasien rawat jalan terhadap penggunaan antibiotik. Studi ini menggunakan  metode penelitian  deskriptif kuantitatif dengan desain cross-sectional. Penelitian ini melibatkan 100 pasien rawat jalan di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung yang pernah mengonsumsi antibiotik. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mengukur tingkat pengetahuan dan kepatuhan pasien dalam penggunaan antibiotik. Hasil penelitian menunjukan pasien dengan pengetahuan baik sebanyak 49% responden, pengetahuan cukup sebanyak 37% responden dan pengetahuan rendah sebanyak 14% responden. Pasien dengan kepatuhan tinggi sebanyak 14% responden, kepatuhan sedang sebanyak 23% responden dan kepatuhan rendah sebanyak 63% responden. Uji analisis hubungan pengetahauan dengan kepatuhan pengobatan dengan chi-square menunjukan terdapat hubungan yang signifikat antara tingkat pengetahuan dan kepatuhan pengobatan pada pasien  rawat jalan dengan nilai p-value = 0,004 (p< 0,05).