Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Pengaruh Edukasi Terhadap Pengetahuan Dan Sikap Mengenai Pemutih Kulit Badan Pada Siswi SMK Widya Yahya Gading Rejo Regita Aulia Safitri; Riza Dwiningrum; Mida Pratiwi; Yenny Marthalena
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2527

Abstract

The large number of dangerous cosmetic products on the market and the low level of knowledge among teenagers regarding skin whitening products mean that the use of skin whitening products requires an understanding of the ingredients used in a product and an awareness of the risks of harmful effects. The aim of this study is to analyze the effect of education on knowledge and attitudes regarding skin whitening products among female students at SMK Widya Yahya Gading Rejo. The method used in this study is a quantitative method employing a quasi-experimental non-equivalent control group design. The study sample consists of 103 respondents from SMK Widya Yahya Gading Rejo, divided into two groups: the treatment group and the control group. The results of the study showed that the percentage of knowledge in the treatment group before education (pre-test) was 82.7% (good category) and after education (post-test) was 94.2% (good category). The percentage of attitudes in the treatment group before education (pre-test) was 98.1% (good category) and after education (post-test) was 100% (good category). The conclusion of this study is that there is an effect of education on knowledge and attitudes regarding skin whitening products among female students at SMK Widya Yahya Gading Rejo with a p-value >0.001. It is hoped that this research will provide information and knowledge to the public and institutions, as well as serve as a scientific reference, particularly in the field of pharmacy.
Uji Aktivitas Kombinasi Ekstrak Daun Kopi Robusta (Coffea Canephora Pierre Ex A.Froehner) Dan Daun Kemangi (Ocimum X Africanum Lour) Terhadap Pertumbuhan Jamur Candida Albicans Mida Pratiwi; Wina Safutri; Diah Kartika Putri; Rahmat Rizky Prayogo
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2628

Abstract

Iklim tropis Indonesia mendukung pertumbuhan jamur seperti Candida albicans, penyebab kandidiasis yang umum menyerang kulit, mulut, dan area genital. Terapi azol efektif, namun berisiko menimbulkan efek samping, seperti masalah pencernaan dan potensi abnormalitas di enzim hati. Sebagai alternatif, digunakan bahan alami seperti Daun Kopi Robusta (Coffea canephora Pierre ex A. Froehner) dan Daun Kemangi (Ocimum x africanum Lour), sehingga taraf risiko cenderung lebih kecil. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi aktivitas antijamur kombinasi ekstrak kedua tanaman terhadap Candida albicans, meliputi identifikasi senyawa aktif, analisis aktivitas, dan efektivitas kombinasi. Penelitian dilakukan secara in vitro dengan rancangan post test only control group menggunakan metode difusi cakram. Data dianalisis secara statistik menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, rata-rata zona hambat diperoleh ialah P1 (50%:50%) sebesar 7,76 mm, P2 (75%:25%) sebesar 10,1 mm, dan P3 (25%:75%) sebesar 5,12 mm. Uji ANOVA menunjukkan perbedaan signifikan antar kelompok (p < 0,001), dan uji Tukey HSD menunjukkan perbedaan signifikan hanya antara P2 dan P3 (p = 0,009). Hasil uji aktivitas menunjukkan bahwa kombinasi daun kopi robusta dan daun kemangi dengan konsentrasi P1 (50%:50%), P2 (75%:25%), dan P3 (25%:75%) dapat menghambat pertumbuhan Candida albicans, yang ditandai dengan terbentuknya zona hambat. Zona hambat terbaik terdapat pada P2 dengan zona hambat sebesar 10,1 mm.
Hubungan Pelayanan Informasi Obat (PIO) Terhadap Kepuasan Pasien Instalasi Farmasi Klinik Griya Sehat Metro Safira Silvia Revani; Afi Sania Rosanti; Mida Pratiwi; Diah Kartika Putri
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2642

Abstract

Drug information services are an important aspect of improving pharmaceutical services or raising public awareness of the pharmacist profession. By providing drug information services to patients, pharmacists can contribute to ensuring patients receive optimal therapy. The purpose of this study was to analyze the relationship between drug information services (PIO) and patient satisfaction at the Griya Sehat Metro Clinic pharmacy and to determine the level of patient satisfaction with drug information services at the Griya Sehat Metro Clinic. This study employed a quantitative method with a cross-sectional design and a sample size of 115 respondents. The instrument used in this study was a questionnaire with five dimensions of Servqual. Based on the results, there was a relationship between medication information services and patient satisfaction at the pharmacy department of Klinik Griya Sehat Metro, with a P-value of 0.000. The level of satisfaction with medication information services among patients at the pharmacy department of Klinik Griya Sehat Metro for medication information services was categorized as very good at 62,6%. Patient satisfaction for the reliability dimension was categorized as satisfied at 74,8%, the responsiveness dimension was categorized as satisfied at 63,5%, the assurance dimension was categorized as satisfied at 67,8%, the empathy dimension was categorized as satisfied at 69,6%, and the tangibility dimension was categorized as satisfied at 70,4%. The conclusion is that there is a relationship between medication information services and patient satisfaction at the pharmacy department of Klinik Griya Sehat Metro.
Formulasi dan Evaluasi Sediaan Clay Mask Ekstrak Daun Kelengkeng (Dimocarpus longan Lour.) Sebagai Antioksidan Dengan Metode 1,1-Difenil-2-Pikrihidazil (DPPH) Riza Dwiningrum; Vicko Suswidiantoro; Mida Pratiwi; Vera Tri Anjani
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2866

Abstract

Clay mask is a topical preparation designed to maintain skin hydration while providing protection against oxidative stress induced by free radicals. Longan leaves (Dimocarpus longan Lour.) are known to contain flavonoid compounds that function as natural antioxidants, making them a potential active ingredient in clay mask formulations. The study purpose was: This study aimed to evaluate the physical quality characteristics and antioxidant activity of clay mask preparations containing longan leaf extract using UV-Vis spectrophotometry. Materials and methods. An experimental method was employed, involving the formulation of three clay mask variants with extract concentrations of F1 (5%), F2 (10%), and F3 (15%). Results: The results demonstrated that all formulations met the physical quality standards. Antioxidant activity varied among the formulas, with F3 showing the highest activity, indicated by an IC₅₀ value of 44.046 ppm, categorized as very strong. Conclusions. This study is expected to serve as a preliminary reference for future research, including the incorporation of fragrance, antibacterial activity testing, and pharmacological evaluation using animal models.
Formulasi Dan Uji Mutu Fisik Sediaan Krim Dari Ekstrak Etanol Daun Sirsak (Annona Muricata Linn) Sebagai Pelembab Kulit Riza Dwiningrum; Linatul Arifah; Mida Pratiwi; Vicko Suswidiantoro
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.3011

Abstract

Kulit kering merupakan kondisi yang sering terjadi akibat menurunnya kadar air dan natural moisturizing factor (NMF) pada permukaan kulit. Salah satu upaya untuk mengatasi permasalahan ini adalah dengan penggunaan pelembab berbahan dasar alami. Daun sirsak (Annona muricata Linn) diketahui memiliki kandungan senyawa bioaktif seperti flavonoid, tanin, dan alkaloid yang berfungsi sebagai antioksidan dan dapat membantu meningkatkan kelembapan kulit. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan dan mengevaluasi mutu fisik sediaan krim dari ekstrak etanol daun sirsak (Annona muricata Linn) sebagai pelembab kulit. Jenis penelitian ini adalah eksperimental laboratorium. Ekstrak daun sirsak diformulasikan dalam bentuk sediaan krim dengan konsentrasi 10%, 15%, dan 20%, serta dibandingkan dengan kontrol positif (Dorskin) dan kontrol negatif (blanko). Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh formula krim memiliki mutu fisik yang memenuhi standar, seperti tampilan organoleptis yang stabil, homogenitas merata, pH berada dalam kisaran aman untuk kulit (5,84–6,39), daya sebar optimal (5,3–6,4 cm), daya lekat sesuai standar (3,8–4,9 detik), viskositas stabil (3.400–7.000 cP), dan tidak mengalami perubahan signifikan selama uji stabilitas. Formula dengan konsentrasi 20% ekstrak daun sirsak (F3) menghasilkan rata-rata peningkatan kelembapan kulit sebesar 61,87%, yang merupakan hasil terbaik di antara semua formula. Hasil uji ANOVA menunjukkan adanya perbedaan signifikan antar kelompok konsentrasi (p = 0,000), yang menandakan bahwa peningkatan konsentrasi ekstrak daun sirsak berpengaruh nyata terhadap kelembapan kulit. Disarankan agar ekstrak daun sirsak digunakan dalam konsentrasi optimal sebagai bahan aktif alami dalam sediaan krim pelembab kulit, serta dilakukan uji lanjutan untuk menilai keamanan dan stabilitas jangka panjang.
Identifikasi Drug Related Problems (DRPS) Pada Pasien Chronic Kidney Disease (CKD) Di RSUD Pringsewu Mida Pratiwi; Wisnetty Wisnetty; Kartika Putri; Tri Rama Novia
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.3030

Abstract

Chronic Kidney Disease (CKD) berkembang secara cepat, yang dapat menyebabkan bertumpuknya produk sisa metabolisme sehingga dapat menimbulkan gangguan pada keseimbangan air, elektrolit dan asam basa. Drug Related Problems (DRPs) merupakan suatu keadaan yang berhubungan dengan pengobatan yang memiliki potensi dapat menyebabkan kegagalan dalam terapi obat dan berpotensi secara nyata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kejadian Drug Related Problems (DRPs) pada pasien Chronic Kidney Disease (CKD) di RSUD Pringsewu Periode 2024 berdasarkan Cipolle. Penelitian ini merupakan jenis penelitian non-eskperimental dengan rancangan deskriptif dan data yang diambil secara retrospektif dengan menggunakan rekam medik dengan teknik pengambilan data berupa purposive sampling dan didapatkan 33 sampel yang sesuai dengan kriteria inklusi. Berdasarkan hasil penelitian ini analisis DRPs menunjukkan bahwa kategori perlu terapi obat tambahan sebanyak 7 pasien (25%), kategori terapi obat tidak efektif sebanyak 21 pasien (75%), sementara pada kategori terapi obat tidak diperlukan, kategori dosis terlalu rendah, kategori dosis terlalu tinggi, kategori reaksi obat merugikan, dan ketidakpatuhan tidak ditemukan pada pasien CKD yang menjalani rawat inap di RSUD Pringsewu periode 2024. Kesimpulan penelitian ini yaitu, dari total 33 pasien CKD yang menjalani rawat inap di RSUD Pringsewu periode 2024, sebanyak 23 pasien (69,70%) mengalami DRPs dan 10 (30,30%) pasien tidak mengalami DRPs.
Evaluasi Rasionalitas Penggunaan Antibiotik Pada Pasien Rawat Inap Dengan Infeksi Saluran Kemih (ISK) Di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung Dengan Metode Gyssens Tahun 2023-2024 Mida Pratiwi; Nuriyanto Nuriyanto; Wina Safutri; Dhea Amanda Firly
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.3031

Abstract

Infeksi Saluran Kemih (ISK) merupakan infeksi yang terjadi akibat masuknya mikroorganisme, seperti bakteri atau virus, ke dalam saluran kemih, dengan gejala seperti nyeri saat berkemih, demam, dan nyeri di area pinggang. Kasus ISK di Indonesia mengalami peningkatan mencapai 5-15%. Antibiotik menjadi terapi utama dalam pengobatan ISK, tetapi penggunaan yang tidak rasional dapat menyebabkan resistensi dan meningkatkan biaya pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi rasionalitas antibiotik pada pasien Infeksi Saluran Kemih (ISK). Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif secara retrospektif dengan teknik total sampling. Sampel penelitian ini adalah pasien rawat inap dengan infeksi saluran kemih berusia ≥18-65 tahun yang menerima terapi antibiotik pada tahun 2023-2024. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat rasional pada pasien ISK sebanyak 20 pasien (71,42%). Ketidakrasional terdapat pada kategori IIA (tidak tepat dosis) sebanyak 3 pasien (10,71%) dan kategori IVA (terdapat antibiotik lebih efektif) sebanyak 5 pasien (17,85%). Kesimpulan pada penelitian ini adalah penggunaan antibiotik pada pasien ISK di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung sebagian besar telah dilakukan secara rasional, sehingga dapat membantu dalam mengurangi kejadian resistensi antibiotik.
Studi Etnomedisin Tanaman Obat Analgesik Di Desa Simpang Kanan Kecamatan Sumberejo Kabupaten Tanggamus Mida Pratiwi; Sunarmi Sunarmi; Riza Dwiningrum; Risma Rojaton
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.3077

Abstract

Etnomedisin merupakan bagian dari kajian etnobotani yang menggambarkan pengetahuan lokal masyarakat dalam memanfaatkan tumbuhan sebagai alternatif pengobatan tradisional, termasuk untuk mengatasi nyeri. Tujuan ini untuk mengetahui jenis-jenis tumbuhan yang dimanfaatkan sebagai obat analgesik, oleh masyarakat di Desa Simpang Kanan, Kecamatan Sumberejo, Kabupaten Tanggamus. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif, serta teknik pengambilan sampel secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara, terhadap 20 responden. Hasil penelitian didapatkan 11 spesies tanaman yang dimanfaatkan sebagai analgesik. Bagian tumbuhan yang paling banyak digunakan adalah daun (45%), rimpang (35%), dan umbi (20%). Sementara itu, cara pengolahan yang paling umum adalah direbus (80%) dan ditumbuk (20%).
Formulasi Dan Evaluasi Sediaan Blush On Cream Kombinasi Ekstrak Kelopak Bunga Rosela (Hibiscus sabdariffa L.) Dan Umbi Wortel (Daucus carota L.) Riza Dwiningum; Mida Pratiwi; Wina Safutri; Rinda Agustin
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.3227

Abstract

The cosmetic industry in Indonesia continues to grow rapidly, particularly in products like blush on, which are used to enhance facial appearance. However, the use of synthetic colorants such as rhodamine B in cosmetics poses health risks, and is therefore prohibited by BPOM. As a safer alternative, natural colorants are used, such as extracts of roselle petals (Hibiscus sabdariffa L.) and carrot tubers (Daucus carota L.), which provide both coloring effects and antioxidant benefits due to their β-carotene content. This research aims to formulate and evaluate blush on cream made with these natural colorants. It is an experimental laboratory study that evaluates the physical characteristics and user preferences for blush on cream formulations using a combination of roselle and carrot extracts. Three formulas were developed with a constant roselle extract concentration of 0.5% and varying carrot extract concentrations of 10% (F1), 30% (F2), and 50% (F3). Evaluations included organoleptic properties, pH, homogeneity, viscosity, spreadability, adhesiveness, pigment stability, product stability, protection ability, and hedonic tests. The results showed that the colors produced were peach, orange-red, and bright orange, depending on the carrot concentration. All formulas met the standard requirements across the tested parameters. Formula 2 is the most optimal and generally preferred overall, as it has a balanced aroma, an appealing color, and a soft texture. In the preference test, it showed the best blush-on cream results from the combination of roselle extract and varying concentrations of carrot.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Terhadap Perilaku Penggunaan Antibiotik Tanpa Resep Pada Masyarakat Desa Kertosari Kabupaten Lampung Selatan Incik Erick Fhatirisq; Riza Dwiningrum; Mida Pratiwi; Edy Syamsuri
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.3304

Abstract

Di Indonesia, khusunya provinsi lampung penyakit infeksi merupakan masalah penyakit yang banyak diderita. Obat yang paling populer untuk mengobati penyakit infeksi adalah antibiotik. Penggunaan antibiotik yang kurang tepat dapat dapat menyebabkan penurunan efektivitas antibiotik yang dapat menyebabkan resistensi antibiotik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalis hubungan tingkat pengetahuan terhadap perilaku penggunaan antibiotik pada Masyarakat Desa Kertosari Kabupaten Lampung Selatan. Metode yang digunakan pada penelitian ini menggunakan analitik observasional dengan pendekatan cross sectional dengan teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling. Sampel pada penelitian ini merupakan Masyaraka Desa Kertosari Kabupaten Lampung Selatan yang berjumlah 100 responden yang memenuhi keriteria inklusi dan eksklusi. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan didapatkan hasil tingkat pengetahuan dan perilaku penggunaan antibiotik termasuk dalam kategori rendah, hasil bivariat pada penelitian kali ini menggunakan uji Spearman Rank diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,034 dan koefisiensi korelasi sebesar 0,212 yang menunjukan terdapat hubungan yang rendah pada tingkat pengetahuan terhadap perilaku penggunaan antibiotik tanpa resep Pada Masyarakat Desa Kertosari Kebupaten Lampung Selatan. Kata Kunci: Antibiotik, Pengetahuan, Perilaku, Resistensi ABSTRACT In Indonesia, especially Lampung province, infectious diseases are a common problem. The most popular drugs to treat infectious diseases are antibiotics. Inappropriate use of antibiotics can cause a decrease in antibiotic effectiveness which can cause antibiotic resistance. The purpose of this study was to analyze the relationship between the level of knowledge and the behavior of antibiotic use in the Kertosari Village Community, South Lampung Regency. The method used in this study was observational analytic with a cross-sectional approach with purposive sampling technique. The sample in this study was the Kertosari Village Community, South Lampung Regency, totaling 100 respondents who met the inclusion and exclusion criteria. Based on the research that has been done, the results of the level of knowledge and behavior of antibiotic use are included in the low category, the bivariate results in this study use the Spearman Rank test. The results obtained at the level of knowledge were 69% less, 26% sufficient and 5% good, while the behavior of using antibiotics without a prescription was 50% less, 41% sufficient and 9% good. So it can be concluded that the level of knowledge and behavior of using antibiotics without a prescription in the community of Kertosari Village, South Lampung Regency is in the low category. Then the results of bivariate analysis obtained a significance value of p = 0.034 which means less than 0.05 (p < 0.05) and the correlation coefficient value obtained a value of 0.212. this value is in the range of 0.20 - 0.399 this indicates that the strength of the correlation is in the weak category. So it can be concluded that there is a significant relationship with a weak correlation between the level of knowledge and the behavior of using antibiotics without a prescription in Kertosari Village, South Lampung Regency. Keywords: Antibiotics, Knowledge, Behaviour, Resistance