Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

ANALISIS RISIKO KECELAKAAN KERJA PADA PETUGAS PEMELIHARAAN ALAT CONTAINER CRANE DAN RUBBER TYRED GANTRIES DI PT. PELINDO TERMINAL PETIKEMAS KENDARI TAHUN 2024 Muh. Aslim A.; Wa Ode Salma; Arum Dian Pratiwi
Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo Vol. 6 No. 4 (2026): Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo (JK3UHO)
Publisher : Departemen K3 FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jk3uho.v6i4.206

Abstract

Kecelakaan kerja masih menjadi permasalahan serius dalam keselamatan dan kesehatan kerja (K3), ditunjukkan oleh tingginya angka kejadian kecelakaan kerja secara global maupun nasional, termasuk di Sulawesi Tenggara dan Kota Kendari. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi, menilai, dan mengendalikan risiko kecelakaan kerja pada kegiatan pemeliharaan alat berat di PT. Pelindo terminal petikemas Kendari melalui penerapan manajemen risiko K3 melalui metode Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control (HIRARC). Jenis penelitian kualitatif dengan skala deskriptif untuk menunjukkan tingkat potensi risiko rendah, sedang, dan tinggi. Informan dalam penelitan ini terdiri dari satu orang bagian HSSE (Health, safety, security, enviroment), dua orang teknisi, dan dua orang dari pekerja. Data primer dikumpulkan melalui observasi dan wawancara dengan informan; data sekunder dikumpulkan melalui analisis dokumen di PT. Pelindo terminal Petikemas Kendari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan pemeliharaan Container Crane dan Rubber Tyred Gantries di PT. Pelindo Terminal Petikemas Kendari melibatkan 11 jenis pekerjaan dengan potensi bahaya utama meliputi bahaya mekanik, fisik, kimia, elektrik, kebakaran, dan ergonomi. Penilaian risiko mengidentifikasi total 43 risiko kerja yang terdiri atas 20 risiko rendah, 12 risiko sedang, dan 11 risiko tinggi yang memerlukan perhatian khusus dari manajemen. Upaya pengendalian risiko telah dilakukan melalui pengendalian teknik, administrasi, dan penyediaan alat pelindung diri sesuai standar, sehingga diperlukan penerapan pengendalian yang konsisten dan berkelanjutan untuk meminimalkan risiko kecelakaan kerja.
HUBUNGAN BEBAN KERJA TERHADAP KELELAHAN KERJA PADA PERAWAT WANITA DI RSJ SULAWESI TENGGARA 2024 Aisyah Sab'ina Al Mu'min; Suhadi Suhadi; Arum Dian Pratiwi
Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo (JK3UHO)
Publisher : Departemen K3 FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jk3uho.v7i1.288

Abstract

Ketidakmampuan untuk mempertahankan tingkat kekuatan fisik atau daya tahan yang diperlukan serta penurunan efisiensi dan kinerja secara keseluruhan dalam pekerjaan adalah gejala-gejala kelelahan kerja. Bagi perawat, kelelahan kerja merupakan masalah nyata. Perawat dituntut dapat memberikan layanan yang prima kepada pasiennya dengan menunjukkan kemampuan dan sikap profesional melalui asuhan keperawatan, menunjukkan empati dan kepekaan yang baik, serta menjaga kestabilan emosi saat menghadapi pasien yang menderita penyakit fisik maupun mental. Tuntutan dan kebutuhan serta pelayanan kesehatan yang kontinu dan sistematis inilah yang sering menimbulkan kondisi yang dapat memicu terjadinya kelelahan kerja. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui apakah kelelahan kerja perawat wanita di RSJ Sulawesi Tenggara pada tahun 2024 berhubungan dengan beban kerja. Studi ini menerapkan analisis observasional dengan desain cross sectional. Sampel penelitian terdiri dari 67 perawat wanita yang dipilih menggunakan teknik pengambilan sampel total. Analisis yang digunakan yakni analisis univariat dan analisis bivariat dengan menggunakan uji Chi-Square. Berdasarkan temuan penelitian, terdapat hubungan antara beban kerja (ρ-value: 0,020) dan kelelahan kerja. Diyakini bahwa administrasi rumah sakit jiwa memperhitungkan efek kelelahan kerja pada perawat ketika merancang program dukungan psikologis, strategi manajemen stres, dan program pelatihan untuk asuhan keperawatan yang terencana. Disarankan agar perawat memanfaatkan waktu istirahat setelah shift dengan tidur yang cukup, bersantai, dan berolahraga ringan serta melakukan peregangan.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KADAR ASAM URAT PEKERJA DI UNIT LAYANAN TRANSMISI GARDU INDUK DAN PT. PLN (PERSERO) UPT KENDARI TAHUN 2024 Hesti Putri Puspita Sari; Arum Dian Pratiwi; Listy Handayani
Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo (JK3UHO)
Publisher : Departemen K3 FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jk3uho.v7i1.290

Abstract

Asam urat atau dikenal sebagai Artritis Gout merupakan penyakit akibat gangguan metabolisme purin yang menyebabkan hiperurisemia, yaitu kondisi di mana kadar asam urat dalam darah melebihi batas normal, yaitu 7 mg/dl pada laki-laki dan 6 mg/dl pada perempuan. Peningkatan kadar asam urat dapat berdampak pada kesehatan yang dapat mengakibatkan gangguan fungsi ginjal, menurunkan rentang gerak tubuh dan nyeri saat bergerak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kadar asam urat pada pekerja di Unit Layanan Transmisi Gardu Induk (ULTG) dan PT. PLN (Persero) UPT Kendari. Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan pendekatan cross-sectional study. Populasi dan sampel terdiri dari seluruh 54 pekerja di ULTG dan PT. PLN UPT Kendari, yang dipilih dengan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner yang disusun secara sistematis sesuai variabel yang diteliti, dan pengukuran kadar asam urat dilakukan secara langsung. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji Chi-Square untuk melihat hubungan antara variabel bebas dan kadar asam urat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara usia dengan kadar asam urat (p=0,034), dan ada hubungan aktivitas fisik dengan kadar asam urat (p=0,002). Adapun kesimpulan dari penelitian ini menjelaskan bahwa usia dan aktivitas fisik dapat menjadi faktor yang menyebabkan peningkatan kadar asam urat dalam tubuh.
Penyuluhan Keamanan Pangan sebagai Upaya Pemberdayaan UMKM Kue Baruasa di Desa Tapulaga, Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe Zainab Hikmawati; Arum Dian Pratiwi; Siti Rabbani Karimuna
Jurnal Pengabdian Masyarakat (JUDIMAS) Vol. 4 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIKes Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/judimas.v4i2.880

Abstract

Traditional food-based micro, small, and medium enterprises (MSMEs) such as Kue Baruasa play an important role in household income and the preservation of local culinary heritage, yet their sustainability strongly depends on the application of food safety principles in the production process. A preliminary survey of the Baruasa Mama Eda MSME in Tapulaga Village, Soropia Subdistrict, Konawe Regency found that partners' understanding of hygiene sanitation and Good Manufacturing Practices for processed food (CPPOB) remained low. This community service activity aimed to improve the knowledge and skills of MSME partners regarding food safety principles through direct counseling. The implementation method involved coordination with the local village and subdistrict government, face-to-face counseling covering the five keys to food safety, the CEK KLIK product-checking strategy for purchasing raw materials, safe food storage and processing techniques, and control of biological, chemical, and physical contamination, followed by an evaluation using pre-test and post-test questionnaires administered to 40 partner respondents. The results showed an increase in the average knowledge score on the food safety and CPPOB aspect from 37.5% (pre-test) to 99.5% (post-test), the highest gain among the program components. Overall, partners' average knowledge score increased from 43.17% to 99.67%, with all 40 respondents (100%) falling into the "Very Good" improvement category. Food safety counseling proved effective in improving the understanding of Kue Baruasa MSME partners and should be followed by sustained field mentoring on the implementation of food safety practices.
Kinerja Dosen Wanita Bidang Kesehatan dalam Konflik Peran Ganda, Stres, dan Motivasi Wa Ode Ameitha Ladiaz; Arum Dian Pratiwi; Syefira Salsabila
Lontara Journal of Health Science and Technology Vol. 7 No. 2 (2026): Juli-Desember 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53861/lontarariset.v7i2.614

Abstract

Performance is the work achievement of a person, which can be seen from the level of achievement of results or the implementation of certain tasks. The performance of female lecturers can be disrupted due to dual role conflict that causes stress, as well as lack of motivation, where efforts to balance professional and personal responsibilities often reduce focus, productivity, and effectiveness in carrying out academic tasks. This study aims to determine how dual role conflict, work stress, and work motivation relate to the performance of female lecturers at the Faculty of Public Health, Pharmacy, and Medicine, Halu Oleo University in 2024. The type of research is quantitative with a cross-sectional study design and observational analytic method. All female lecturers at the Faculty of Medicine, Pharmacy, and Public Health, Halu Oleo University became the population. The sample in the study amounted to 74 female lecturers selected using the Simple Random Sampling (SRS) method. Data were collected through questionnaires and analyzed using the Chi-Square test. The results showed that dual role conflict (p=0.019) and work motivation (p=0.016) were related to performance, while work stress (p=0.275) was not related.
EDUCATION AND UTILIZATION OF MORINGA OLEIFERA TO IMPROVE THE HEALTH OF THE COMMUNITY IN LAPULU VILLAGE, ABELI DISTRICT, KENDARI CITY Irma Irma; Harleli Harleli; Suhadi Suhadi; Yasnani Yasnani; Arum Dian Pratiwi
ABDIMASNU: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 6 No 2 (2026): ABDIMASNU
Publisher : Institut Ilmu Kesehatan Nahdlatul Ulama Tuban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47710/rq2n9423

Abstract

Background: Moringa (Moringa Oleifera) leaves contain nutrients that make it a good choice for improving the nutritional intake of children at risk of stunting. Stunting is a growth disorder that occurs in toddlers due to chronic malnutrition, characterized by height that is not proportionate to the child's age. The Abeli subdistrict, including the Lapulu village, has the highest prevalence of stunting at 2.7%, caused by inappropriate parenting, maternal knowledge, poor food intake, and economic factors. Method: This community service activity was carried out in several phases, including: the preparation phase, implementation, such as the coordination with partners regarding the determination of time and place, as well as evaluation and assessment of the results of the activity. Results: Before the educational activities were conducted, the level of knowledge among mothers of toddlers regarding the use of Moringa Oleifera for stunting showed that 16 people (61.5%) had insufficient knowledge. However, after receiving education, the level of knowledge increased among 23 people (88.5%). Based on the Paired Sample T Test, the mean value was 4.46, and the p-value was 0.000. Therefore, it can be concluded that there was an increase in knowledge among the Lapulu Village community regarding the benefits of moringa for stunting.Conclusion: Before receiving education, the knowledge level among mothers of toddlers was low, but after receiving education, their knowledge increased. Based on the Paired Sample T Test, there was an increase in knowledge before and after receiving education  
Improving the knowledge of diabetes mellitus patients through health education and leaflet media in Pekaroa Village, Sawa District, North Konawe Regency Hilda Harun; Jusniar Rusliafa; Nurmaladewi Nurmaladewi; Arum Dian Pratiwi
Indonesian Journal of Health Science Vol 6 No 1 (2026)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v6i1.2030

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) is a chronic disease that constitutes a major global and national public health problem, with a continuously increasing prevalence and the potential to cause serious complications if not properly managed. One of the key factors in DM management is patients’ level of knowledge, which plays an important role in shaping self-care behaviors and adherence to therapy. This study aimed to analyze the improvement in knowledge among patients with Diabetes Mellitus regarding disease management through health education and leaflet-based media in Pekaroa Village, Sawa District, North Konawe Regency. This study employed a quasi- experimental design using a one-group pre-test and post-test without control group. The population as well as the sample consisted of all patients with Diabetes Mellitus in Pekaroa Village, totaling 8 individuals. The intervention consisted of health education accompanied by the distribution of educational leaflets on Diabetes Mellitus management. Knowledge was measured before the intervention (pre-test), after the first educational session (post- test 1), and after reinforcement of education (post-test 2). Data were analyzed using the wilcoxon signed ranks test. The results showed that the mean knowledge score increased from 2.50 (SD 0.756) at pre-test to 4.38 (SD 0.744) at post-test 1 and reached the maximum score of 5.00 at post-test 2. The wilcoxon test indicated a statistically significant difference between the pre-test and post-test 1 (p = 0.016), while the difference between post-test 1 and post-test 2 was not statistically significant (p = 0.059), although it demonstrated a trend toward improvement and stabilization of knowledge. It can be concluded that health education, reinforced by the distribution of leaflet media, is effective in improving the knowledge of patients with Diabetes Mellitus regarding the management of their disease. Educational leaflets are recommended as a simple, practical, and easily applicable educational strategy in rural communities to support Diabetes Mellitus control.
GAMBARAN MUTU PELAYANAN DI RUMAH SAKIT Dr. R. ISMOYO KOTA KENDARI TAHUN 2026 Galuh Dewi Anggraeni; Yasnani Yasnani; Arum Dian Pratiwi
VARIABLE RESEARCH JOURNAL Vol. 3 No. 03 (2026): JULI 2026
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mutu pelayanan merupakan salah satu indikator penting dalam menilai kualitas pelayanan kesehatan di rumah sakit karena berkaitan dengan pelayanan kesehatan yang diterima dan kepuasan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pelayanan kesehatan, kepuasan pasien, dan mutu pelayanan di Rumah Sakit Dr. R. Ismoyo Kota Kendari Tahun 2026.Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien yang memenuhi kriteria penelitian di Rumah Sakit Dr. R. Ismoyo Kota Kendari selama periode penelitian. Jumlah sampel sebanyak 50 responden dengan menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner, kemudian dianalisis secara univariat dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi serta persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelayanan kesehatan sebagian besar berada pada kategori baik sebanyak 36 responden (72,0%), kepuasan pasien didominasi kategori cukup sebanyak 28 responden (56,0%), dan mutu pelayanan didominasi kategori cukup sebanyak 39 responden (78,0%). Kesimpulan bahwa Pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Dr. R. Ismoyo Kota Kendari secara umum telah berada pada kategori baik, sedangkan kepuasan pasien dan mutu pelayanan masih berada pada kategori cukup